Pages

Showing posts with label 2018 at 05:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:44PM. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Kemenkominfo: Bapak-Bapak 34 Tahun Banyak Akses Konten Porno

Kemenkominfo meminta keluarga lebih memperhatikan apa yang diakses anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Farida Dwi Cahyarini menjelaskan, pertumbuhan pengguna internet saat ini sudah sangat luar biasa. Menurut dia, semua orang sudah bisa menggunakan internet bahkan dengan kecepatan yang sangat tinggi. 

Namun, menurut dia, selain bisa mendatangkan hal-hal yang positif, internet juga bisa menimbulkan hal-hal negatif yang bisa merusak generasi bangsa, seperti halnya pornografi.

"Memang itu bisa mendatangkan suatu kebaikan yang besar, tapi juga banyak sekali hal-hal negatif seandainya tidak disikapi dengan baik," ujar Farida saat menjadi pembicara Kongres Muslimah Indonesia ke-2, Selasa (18/12).

Dia menuturkan, yang paling banyak mengakses internet saat ini yaitu kalangan remaja berusia 19 tahun hingga orang tua berusia 34 tahun. Karena itu, menurut dia, peran keluarga sangat penting agar anggota keluarganya tidak membuka hal-hal yang berbau pornografi. 

"Siapa yang mengakses paling besar? Ternyata antara umur 19 sampai 34 (tahun), ini mungkin bapak-bapak masa puber. Sangat banyak itu di umur 34tahun. Umur 13 juga banyak," ucapnya. 

Menurut dia, generasi bangsa saat ini banyak yang kecanduan terhadap ponsel, sehingga hal ini lah yang harus disikapi oleh keluarga. Kata dia, setiap keluarga perlu mengendalikan anak-anak agar tidak ketagihan terhadap gawai. 

"Karena tadi dari segi pornografi itu bisa berbahaya, dan bagusnya juga bisa mengeluarkan karya yang luar biasa. Tapi aspek negatif Ini lah yang harus kita cermati," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EDLevu
December 18, 2018 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EDLevu
via IFTTT

FOZ Dorong Anggotanya Penuhi Legalitas Sesuai UU Zakat

FOZ akan terus mendampingi anggota FOZ yang akan dan sedang mengurus legalitasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Zakat (FOZ) terus mendorong seluruh anggotanya untuk memenuhi seluruh syarat dan ketentuan sebagai lembaga zakat yang sesuai dengan UU Zakat. Komitmen FOZ ini dibuktikan dengan aksi nyata berupa pendampingan sejumlah lembaga yang sedang mengurus legalitas LAZ, untuk bisa mengurus sendiri dan bertemu langsung dengan pihak regulator zakat, yakni Baznas.

Sekjend FOZ, Nana Sudiana mengatakan FOZ akan terus membuka layanan khusus bagi anggota FOZ maupun organisasi pengelola zakat (OPZ) yang ingin mengurus legalitas sebagai LAZ yang sesuai UU Zakat. Komitmen FOZ untuk mendorong semakin luasnya partisipasi LAZ dalam memperkuat gerakan zakat Indonesia.

"FOZ berkomitmen memperkuat gerakan zakat Indonesia dengan mendorong anggotanya untuk mengurus legalitas sebagai LAZ. Kami akan berikan pelayanan berupa asistensi sejak tahap awal sampai akhir bagi anggota kami yang mengurus perizinan LAZ", ujar Nana kepada Republika.co.id, Kamis (18/12).

Ke depan, Nana mengatakan, FOZ akan terus mendampingi anggota FOZ yang akan dan sedang mengurus legalitasnya. Rekomendasi pihak regulator zakat bagi FOZ bukan segalanya, namun setidaknya fungsi legalitas inilah titik awal untuk melangkah nyata dan menguatkan gerakan zakat Indonesia.

“Regulasi juga bukan segalanya, namun dengan legalitas yang diperoleh nanti, semoga menumbuhkan semangat untuk berbuat lebih banyak bagi kemaslahatan zakat dan perbaikan umat dan bangsa,” ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EpUqTz
December 18, 2018 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EpUqTz
via IFTTT

Saturday, December 8, 2018

BPJS TK Palangka Raya Kumpulkan 100 Kantong Darah

Donor darah untuk turut serta menjaga ketersediaan stok darah.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah menggelar donor darah bertema 'Darahmu Hadiah Bagi Kemanusiaan'. Dari donor darah tersebut berhasil terkumpul 100 kantong darah.

kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Ahmad Edi Komarudin di Palangka Raya, Sabtu (8/12), mengatakan donor darah yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun BPJS ketenagakerjaan ke-41 itu mengumpulkan seratus kantong darah. "Salah satu pilar tanggung jawab sosial lingkungan kami yaitu jembatan kepedulian, yang bertujuan membantu masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut sudah 100 kantong darah terkumpulkan untuk masyarakat yang memerlukan," tambahnya.

Dikatakan, kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan. Yakni untuk turut serta menjaga ketersediaan stok darah Kota Palangka Raya yang membutuhkan.

Edi mengatakan BPJS Ketenagakerjaan selalu berkomitmen dan mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat dan peserta. Serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan citra dan reputasi BPJS Ketenagakerjaan.

"Bertambahnya usia BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan peningkatan pelayanan serta jumlah kepersertaan baik dari sektor informal dan formal yang berada di Ibu Kota Provinsi Kalteng tersebut," katanya.

Untuk peserta donor darah yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan, juga mengundang beberapa perusahaan dan warga masyarakat yang ada di daerah itu. Bahkan terlaksananya kegiatan tersebut atas kerja sama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya.

Edi Komarudin menambahkan, semoga dengan lancarnya kegiatan Donor darah dengan tema mengacu ke manusiaan tersebut akan diagendakan secara berkelanjutan setiap tahunnya.

"Insyaallah kegiatan kebaikan seperti ini akan kami selenggarakan terus setiap tahunnya. Saya berharap apa yang sudah kami lakukan, bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah tersebut," tegasnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan dari PMI Kota Palangka Raya Ronald menegaskan, di kegiatan donor darah yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan pihaknya menyediakan fasilitas empat unit ranjang dan satu unit bis untuk pelaksanaan donor darah. Selain itu PMI setempat juga melibatkan tujuh orang tim medis untuk membantu masyarakat yang hendak mendonorkan darahnya, yang nantinya akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan darah tersebut sesuai dengan golongan nya.

"Dari kegiatan ini terkumpul 100 kantong darah. Selain donor darah ada pengecekan kesehatan secara gratis. Kemudian kegiatan seperti ini saya harapkan BPJS Ketenagakerjaan mengagendakan setiap tahunnya acara yang sifatnya positif dan banyak manfaatnya bagi masyarakat," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PrOviv
December 08, 2018 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PrOviv
via IFTTT

Saturday, November 24, 2018

REI Jateng Sebut Penjualan Rumah Terus Menurun

Penurunan penjualan rumah di Jateng sudah terjadi tiga tahun terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO  - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyatakan penjualan rumah terus menurun seiring dengan bergesernya prioritas konsumsi masyarakat. Ketua REI Jawa Tengah MR Prijanto mengatakan berdasarkan data dari REI, penurunan penjualan rumah di Jawa Tengah sudah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Sebetulnya kalau dari sisi daya beli tidak ada penurunan, terbukti masih banyak rumah mewah yang terjual," kata Ketua REI Jawa Tengah MR Prijanto di Solo, Sabtu (24/11).

Menurut dia, untuk penjualan rumah dan apartemen di Jawa Tengah pada tahun 2016 terealisasi 11.500 unit, sedangkan di 2017 turun menjadi 8.900 unit. "Selanjutnya tahun ini hingga bulan September baru terjual 5.600 unit," katanya.

Ia mengatakan dari total penjualan ini 60 persennya merupakan rumah subsidi atau harga Rp130 juta, sedangkan sisanya merupakan hunian dengan harga Rp250 juta hingga Rp1 miliar.

Sementara itu, dikatakannya, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini ada kenaikan harga properti, yaitu di kisaran 5 persen untuk rumah subsidi dan 10-12 persen untuk rumah menengah ke atas.

"Kondisi ini merupakan akibat dari kenaikan harga tanah dan material khususnya yang harus kami impor. Bahkan untuk kenaikannya bisa sampai 15 persen," katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga tanah dan material tersebut juga merupakan faktor pengerek harga properti. Terkait hal itu, dikatakannya, pengembang di Jawa Tengah akan banyak membangun rumah sederhana. Meski demikian, pihaknya akan mengusulkan adanya kenaikan harga, yaitu menjadi Rp140 juta.

"Ini juga untuk menyesuaikan kenaikan harga tanah dan material. Saat ini usulan harga baru tersebut sudah kami ajukan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zoXTOJ
November 24, 2018 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zoXTOJ
via IFTTT

Wednesday, November 21, 2018

52 Anak Palestina Dibunuh Zionis

Kebanyakan anak Palestina gugur dengan luka tembak.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Fitriyan Zamzami, Kamran Dikarma

RAMALLAH -- Pasukan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 52 anak Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza sejak 1 Januari 2018. Para serdadu Israel juga disebut melakukan pembunuhan tersebut secara sengaja.

Laporan tersebut dilansir cabang Palestina dari Defense for Children International-Palestine (DCIP) yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, guna memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada Selasa (20/11). Menurut keterangan pers yang dilansir pada Senin (19/11), di antara anak-anak Palestina yang gugur, 18 terluka di kepala, sembilan di dada, tujuh di perut, dan lima di leher.

Kebanyakan luka-luka tersebut diakibatkan tembakan serdadu Israel. Sementara luka-luka pada bagian tubuh lainnya ke banyakan hanya serpihan-serpihan akibat tembakan. "Hal ini mengindikasikan ba wa tentara Israel secara sengaja menembak bagian atas tubuh para korban," tertulis dalam laporan DCIP tersebut yang dilansir Middle Eastern Monitor, kemarin.

Lembaga itu menekankan, pasukan pendudukan Israel masih menggunakan kekuatan berlebih dan peluru aktif terhadap anak-anak Palestina dengan secara sengaja menyasar mereka. Penggunaan kekerasan berlebihan itu, menurut DCIP, dipicu impunitas para serdadu Israel dan keyakinan bahwa mereka tak akan dimintai pertanggungjawaban atas aksi yang mereka lakukan, apapun akibatnya.

DCIP menggarisbawahi bahwa menurut regulasi pasukan pendudukan Israel, peluru aktif hanya boleh digunakan pada keadaan yang mengancam jiwa para prajurit. Sementara menurut bukti-bukti yang dikumpulkan DCIP, sejauh ini tak ada yang menunjukkan, anak-anak yang ditembak mati pada awal 2018 memenuhi kriteria ancaman tersebut saat mereka ditembak.

Setiap 20 November diperingati sebagai Hari Anak Internasional karena pada tanggal itulah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi Deklarasi Hak Asasi Anak-anak pada 1959. Pada hari yang sama pada 1989, Sidang Umum PBB juga mengadopsi Konvensi Hak Asasi Anak-anak.

NGO juga menyatakan, lebih dari 2.070 anak Palestina telah meninggal —baik oleh penjaga keamanan, tentara Israel, mau pun pemukim Yahudi— sejak 2000. Menurut Perhimpunan Tahanan Palestina, sebanyak 350 anak Palestina saat ini merana di berbagai tempat penahanan Israel.

Dalam kasus terkini, pasukan keamanan Israel menangkap seorang anak Palestina berusia delapan tahun yang tinggal di Hebron, Tepi Barat, Jumat (9/11). Personel keamanan Israel menyatakan, anak itu ditangkap karena melempar batu ke arah pasukan keamanan.

Mohammed Awad, seorang aktivis anti-permukiman ilegal Israel, mengatakan, anak berusia delapan tahun yang ditangkap pasukan Israel itu bernama Omar Abus Ayyash. Ia tinggal di distrik Beit Ummar, Hebron.

Belum diketahui, apakah Omar segera dibebaskan setelah ditangkap atau harus menjalani masa tahanan di penjara Israel. Pasukan Israel diketahui kerap menangkap anak-anak Palestina. Mereka ditangkap dengan berbagai tuduhan, mulai dari mengganggu dan mengancam keamanan hingga terlibat kegiatan teroris.

Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina mengatakan, 95 persen anak-anak Palestina yang ditahan di penjara Israel mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh sipir serta aparat keamanan Israel. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya menderita stres dan trauma akibat kekerasan yang diterimanya.

Dalam laporannya yang diterbitkan tahun lalu, Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina menyatakan, semua anak Palestina yang ditahan di penjara Ofer di Tepi Barat, telah disiksa aparat keamanan Israel. "Anak-anak diserang dengan brutal dengan pukulan di tubuh, diinjak-injak, dan dihina," kata laporan tersebut.

Penyiksaan tersebut, menurut Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan Palestina, telah menjadi rutinitas sehari-hari. Tak sedikit dari mereka yang menderita luka-luka dan lebam. Sejauh ini, terdapat sekitar 6.200 tahanan politik yang dipenjara oleh Israel.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zmlQ9D
November 21, 2018 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zmlQ9D
via IFTTT