Pages

Monday, December 31, 2018

Malam Tahun Baru, Remaja Diduga Mesum Diamankan di Padang

Remaja diamankan agar tidak diamuk massa.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan sepasang remaja yang diduga melakukan tindakan asusila di sebuah indekos di Pasar Pagi, Kecamatan Padang Barat, Senin (31/12) pukul 20.40 WIB. Keduanya dipergoki warga sekitar sedang berduaan di dalam kamar.

Warga yang geram karena adanya dugaan aksi mesum kedua remaja tersebut akhirnya melapor kepada Satpol PP. Kedua remaja, yakni FP (17 tahun) dan YA (17 tahun) langsung digiring warga untuk diamankan di Mako Satpol PP Kota Padang demi menghindarkan keduanya dari amuk warga.

"Keduanya diamankan oleh masyarakat. Demi menjaga keamanan pasangan tersebut dari amukan massa, keduanya kita amankan dahulu ke Mako Satpol PP," kata Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison, Senin (31/12).

Yadrison menyebutkan, kedua remaja tersebut kemudian diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk diperiksa. Satpol PP juga memanggil perwakilan keluarga dari dua remaja tersebut untuk diberikan pembinaan.

Satpol PP Kota Padang memang menambah personel untuk bersiaga di malam pergantian tahun ini. Total, sebanyak 350 personel ditugaskan untuk berjaga di pusat keramaian dan berpatroli untuk mencegah terjadinya kemaksiatan.

"Kita menugaskan semua anggota kami pada malam tahun baru ini yang ditempatkan di objek wisata. Kami juga berkoordinasi dengan Polresta Padang untuk melakukan pengamanan," kata Yadrison.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AlR9Sk
January 01, 2019 at 12:28AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AlR9Sk
via IFTTT

5 Tren Mode Pakaian 2019

Desainer dunia mengekspresikan pemberdayaan perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para desainer di 2019 akan bersatu dalam penelitian untuk mengekspresikan pemberdayaan perempuan. Momok kuno seperti hak istimewa kaum kulit putih, negativitas tubuh, dan usia tampak semakin tidak dapat diterima untuk itu.

Pertanyaan tentang bagaimana desainer membayangkan wanita, apa yang dipakai wanita dan citra yang diproyeksikannya telah menjadi topik panas politik. Inilah beberapa tren mode yang akan besar di 2019 mendatang seperti yang dikutip di Elle.

Hippy Modernism

Desainer mencoba mengaplikasikan tren Neo Boho musim ini. Tampilan mode ini panjang, lesu dan sensual bersatu di gurun yang hangat dan warna matahari terbenam, seperti dalam koleksi Chloé and Loewe. Dengan tren ini Anda akan melihat perhiasan, potongan rajutan, dan aksesori rafia.

Rincian mode: rona matahari dan warna netral, cetakan geometris yang bertabrakan, gaun syal, rajutan pengrajin, dan rumbai.

Tailor Berwarna

Setelan tailor berarti klasik dan abadi. Rok, celana pendek, celana panjang, dan jaket identik dengan warna-warna cerah. Warna juga dicampur dengan warna yang lebih lembut dan denim, seperti dalam koleksi Victoria Beckham dan Giuliva Heritage Collection.

Rincian mode: warna halus dan tegas dengan warna cerah serta pastel. Blazer muncul dalam berbagai bentuk, pengait asimetris, dan bagian bawahnya longgar atau pas. Apa pun bentuknya, semuanya terkait warna.

Low Key Utility

Pada debut pakaian pria Louis Vuitton pada Juni, Virgil Abloh memperkenalkan konsep 'accessomorphosis', yaitu transformasi tas dan dompet menjadi pakaian.

Rincian mode: kantong tempel, tas sabuk yang diselempangkan, dan celana kargo dalam warna kehitaman.

Wonky Couture

Tule halus, kerut, lengan balon, rok gelembung, tafeta dan satin, lipatan, dan gaun volume penuh kepribadian untuk musim semi mendominasi Raff Simons di Calvin and Marc Jacobs hingga Miu Miu dan Matty Bovan

Gaun couture era 50-an dan 60-an dibuat ulang dengan potongan yang lebih pendek, tak terlalu mewah, dan lebih kasual. Pakailah dengan sepasang sepatu trainers. Tampilan ini cocok untuk ke kantor.

Rincian mode: gaun bervolume, korsase, dan bulu burung unta.

Sepatu dengan ujung kotak

Kita telah melihat kebangkitan 90-an dalam banyak hal selama setahun terakhir, dengan gaun selip, rok satin, dan aksesori bervolume. Bahkan nuansa bibir buram kembali menjadi tren.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EZmoq3
January 01, 2019 at 12:08AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EZmoq3
via IFTTT

Yogyakarta Imbau Gerakan Malam Tahun Baru Bersih Sampah

Masyarakat yang menggelar acara Tahun Baru diharapkan mengusung less waste event.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang merayakan malam Tahun Baru untuk melakukan gerakan "Malam Tahun Baru Bersih Sampah". Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana dengan mengeluarkan surat edaran, pada Senin (31/12).

Dalam surat edaran tersebut, Suyana, menyampaikan gerakan ini dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan sampah. Ia juga mengimbau agar sampah yang ada, diletakkan pada tempatnya yang sesuai dengan jenis sampah itu sendiri.

Selain itu, masyarakat diharapkan membantu untuk mengkampanyekan penyebaran informasi terkait gerakan "Malam Tahun Baru Bersih Sampah" ini. "Dan imbauan untuk tetap menjaga Yogyakarta bersih melalui media cetak atau elektronik dan media sosial," kata Suyana berdasarkan surat edarannya, Senin (31/12).

Bagi masyarakat yang menyelenggarakan acara Tahun Baru di Kota Yogyakarta, juga diharapkan mengusung less waste event. Pun juga harus menyediakan fasilitas penampung sampah terpilah.

Tidak hanya itu, bagi komunitas maupun kelompok dan pelaku peduli sampah, agar dapat berkoordinasi dengan DLH Kota Yogyakarta terkait penimbangan dan penghitungan jumlah sampah yang  terkumpul. Sehingga dapat terpilah sesuai dengan jenisnya.

Suyana menyebutkan, gerakan ini merupakan semangat untuk mewujudkan 'Jogja Bersih Sampah'. Surat edaran ini dikeluarkan juga merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah. Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SE.3 PSLB3/PS/PLB.0/12/2018 tentang Imbauan Bersih Sampah pada Perayaan Malam Tahun Baru 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CH4pm1
January 01, 2019 at 12:05AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CH4pm1
via IFTTT

Syiar Republika Cerahkan Umat

Kegiatan tabligh akbar ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Digelarnya Tabligh Akbar Republika 2018 dalam rangka mengisi Tahun Baru 2019, merupakan bentuk syiar yang dilakukan oleh Republika. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika, Nur Hasan Murtiaji.

Hasan mengatakan, Tabligh Akbar yang kali ini diselenggarakan di Masjid Al Furqon, Nitikan Baru, Umbulharjo, Yogyakarta, merupakan yang ke-9 kalinya digelar. Tabligh Akbar ini, lanjutnya, merupakan suatu kegiatan yang positif dilakukan, terutama untuk merencanakan ikhtiar di tahun berikutnya.

"Kegiatan ini bagian dari ikhtiar kami bersama untuk mengajak mengisi akhir tahun dengan kegiatan positif daripada kegiatan di luar," kata Hasan di Masjid Al Furqon, Yogyakarta, Senin (31/12).

Menurut Hasan, saat ini, kegiatan Tabligh Akbar ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat. Bahkan, kegiatan ini seakan telah menjadi kebutuhan. Sebab, hal ini lebih baik dilakukan dari pada harus mengisi pergantian Tahun Baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat.

"Mudah-mudahan ini tanda-tanda kebaikan bahwa sekarang pun berzikir di akhir tahun ini bukan kagiatan alternatif saja, tapi kebutuhan bagi kita mengisi akhir tahun," kata Hasan.

Ke depan, dia berharap, agar persatuan seluruh umat dapat terjalin. Terlebih, di tahun politik saat ini di Indonesia, yang dapat menimbulkan perpecahan jika tidak disikapi dengan baik.

"Di era ke depan, tahun depan jangan sampai masalah politik kita menjadi pecah. Mari kita eratkan persatuan umat," tambah Hasan. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, melalui Tabligh Akbar ini dapat menjadi pencerah bagi seluruh masyarakat. Sehingga, pada 2019 menjadi tahun yang menuntun kepada hal yang diharapkan oleh seluruh umat.

"Semoga acara ini senantiasa mencerahkan dan memberikan bimbingan kepada kita semua. 2019 betul-betul menjadi tahun yang kita harapkan dan sesuai dengan kepentingan umat dan kepentingan kita semua," kata Heroe.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TmEqWG
January 01, 2019 at 12:01AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TmEqWG
via IFTTT

Hasan: Syiar Republika Cerahkan Umat

Kegiatan tabligh akbar ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Digelarnya Tabligh Akbar Republika 2018 dalam rangka mengisi Tahun Baru 2019, merupakan bentuk syiar yang dilakukan oleh Republika. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika, Nur Hasan Murtiaji.

Hasan mengatakan, Tabligh Akbar yang kali ini diselenggarakan di Masjid Al Furqon, Nitikan Baru, Umbulharjo, Yogyakarta, merupakan yang ke-9 kalinya digelar. Tabligh Akbar ini, lanjutnya, merupakan suatu kegiatan yang positif dilakukan, terutama untuk merencanakan ikhtiar di tahun berikutnya.

"Kegiatan ini bagian dari ikhtiar kami bersama untuk mengajak mengisi akhir tahun dengan kegiatan positif daripada kegiatan di luar," kata Hasan di Masjid Al Furqon, Yogyakarta, Senin (31/12).

Menurut Hasan, saat ini, kegiatan Tabligh Akbar ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat. Bahkan, kegiatan ini seakan telah menjadi kebutuhan. Sebab, hal ini lebih baik dilakukan dari pada harus mengisi pergantian Tahun Baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat.

"Mudah-mudahan ini tanda-tanda kebaikan bahwa sekarang pun berzikir di akhir tahun ini bukan kagiatan alternatif saja, tapi kebutuhan bagi kita mengisi akhir tahun," kata Hasan.

Ke depan, dia berharap, agar persatuan seluruh umat dapat terjalin. Terlebih, di tahun politik saat ini di Indonesia, yang dapat menimbulkan perpecahan jika tidak disikapi dengan baik.

"Di era ke depan, tahun depan jangan sampai masalah politik kita menjadi pecah. Mari kita eratkan persatuan umat," tambah Hasan. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, melalui Tabligh Akbar ini dapat menjadi pencerah bagi seluruh masyarakat. Sehingga, pada 2019 menjadi tahun yang menuntun kepada hal yang diharapkan oleh seluruh umat.

"Semoga acara ini senantiasa mencerahkan dan memberikan bimbingan kepada kita semua. 2019 betul-betul menjadi tahun yang kita harapkan dan sesuai dengan kepentingan umat dan kepentingan kita semua," kata Heroe.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EZcnt0
January 01, 2019 at 12:01AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EZcnt0
via IFTTT

Meski Hujan, 47 Ribu Orang Padati Bundaran HI

Ratusan aparat kepolisian masih terus melakukan pengamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menilai masyarakat tetap antusias merayakan malam pergantian tahun meski Jakarta diguyur hujan. Ia mengatakan, di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI) ada sekitar 47 ribu masyarakat yang berkumpul.

"Cuaca karena agak gerimis tidak memengaruhi antusias masyarakat merayakan malam pergantian tahun. Kurang lebih 25 menit lagi," kata dia di Bundaran HI, Jakarta, Senin (31/12).

Menurut dia, hingga saat ini kondisi keamanan perayaan malam pergantian tahun masih bisa terkendali. Sementara itu, ratusan aparat kepolisian masih terus melakukan pengamanan.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, cuaca di Bundaran HI gerimis dan berangin cukup kencang. Beberapa warga mengenakan jas hujan dan payung. Sementara sisanya masih berteduh di pos polisi maupun tenda-tenda yang tersedia.

Suara petasan dan kembang api mulai terdengar ramai sejak 30 menit menjelang pergantian tahun. Masyarakat seolah tak peduli dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat.

"Aman, alhamdulillah," kata Kapolda Metro Jaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EZCLCj
January 01, 2019 at 12:00AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EZCLCj
via IFTTT

Warga Lampung Timur Gelar Doa Bersama

doa dan istigasah bersama itu sarana mengoreksi diri

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Pada malam pergantian tahun 2018 menuju 2019, masyarakat pesisir Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung menggelar istigasah dan doa bersama demi keselamatan masyarakat setempat.

Istigasah dan doa bersama itu dilangsungkan di tepi Pantai Kuala Penet desa setempat, Senin malam, diikuti seribuan warga dan diimami Kiai Haji M Yasin, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum.

"Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk tercipta rasa kebersamaan antarsesama umat beragama dan masyarakat," kata Wahyu Jaya, Kepala Desa setempat.

Dia mengatakan, doa dan istigasah bersama itu bukan untuk memperingati Tahun Baru 2019, melainkan sarana mengoreksi diri masing-masing, mengingat akhir-akhir ini di sejumlah wilayah di Tanah Air kerap terjadi bencana alam.

"Kita bermunajat untuk keselamatan seluruh masyarakat Desa Margasari khususnya dan kemakmuran desa kami ke depannya," kata Kepala Desa Margasari itu lagi.

Istigasah dan doa bersama masyarakat Desa Margasari ini berlangsung khusyuk.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sw77jF
December 31, 2018 at 11:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sw77jF
via IFTTT

Ustaz Arifin Doakan Palestina Hingga Uighur

Arifin membacakan doa dan diamini oleh puluhan ribu jamaah Dzikir Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Arifin Ilham memimpin Dzikir Nasional yang digelar Republika di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam. Di akhir zikir untuk menyambut Tahun Baru 2019 itu, Arifin pun membaca doa dan diamini oleh puluhan ribu jamaah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para jamaah tampak khusyuk berdoa sembari menengadahkan tangannya ke atas. Mereka terus mengaminkan doa-doa yang dipanjatkan Arifin Ilham.

Saat berdoa, Arifin juga sempat memanjatkan doa untuk umat Islam yang dilanda konflik di Palestina dan di beberapa negara Islam yang dilanda konflik lainnya. Bahkan, Pimpinan Majelis Az-Zikra ini juga mendoakan Muslim Uighur di Cina. "Palestina, Afghanistan, Suriah, Mesir, Uighur di Cina, Rohingya di Myanmar," ujarnya di antara doa-doa yang dilafalkan dengan menggunakan bahasa Arab.

Saat memimpin zikir dan doa bersama itu, Arifin Ilham dalam kondisi yang kurang sehat. Namun, dia tetap memaksakan diri untuk hadir dalam Dzikir Nasional agar umat tidak merasa kecewa.

Setiap tahun, pimpinan majelis zikir Az Zikra ini memang selalu memimpin Dzikir Nasional tersebut dan biasanya dia memimpin zikir kurang lebih satu jam. Namun, kali ini dia terpaksa mempersingkat zikirnya.

Setelah acara zikir, Arifin pun disalami oleh sejumlah tokoh dan ulama yang juga hadir dalam Dzikir Nasional. Di antaranya oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis. Kiai Cholil tampak memeluk Arifin Ilham dan mendoakannya agar kembali diberikan kesembuhan oleh Allah.

Selain Kiai Cholil, di tengah-tengah Dzikir Nasional itu juga tampak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dan juga Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi yang hadir mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QfNdHZ
December 31, 2018 at 11:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QfNdHZ
via IFTTT

Islamic Center Indramayu Dipenuhi Jamaah

Masjid Islamic Center juga merupakan kebanggaan warga Indramayu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi daya tarik bagi warga saat malam pergantian tahun.Seorang warga Abdul  mengaku lebih memilih menunggu pergantian tahun di Masjid Islamic Center, karena halamannya sangat nyaman dan keren.

"Kalau disini nyaman, karena halamannya juga luas dan bagus sehingga kami lebih memilih kesini," katanya.

Dia mengatakan sebelum berdiri semegah ini, warga lebih memilih ke daerah alun-alun, namun setelah Masjid jadi dan dibuka untuk umum, maka jadi pilihan warga.Selain megah lanjut Abdul, Masjid Islamic Center juga menjadi kebanggaan warga Indramayu.

Untuk itu kalau belum ke Masjid, maka ada yang kurang."Masjidnya megah, kalau disini serasa bukan di Indramayu, karena memang sangat keren," tuturnya.

Senada dengan Abdul, Suci warga lainnya juga mengaku lebih memilih melewati malam pergantian tahun di Masjid Islamic Center, karena sangat menakjubkan."Masjidnya sangat baik, dan ini wajib dikunjungi, apalagi bersama teman atau saudara," katanya.

Warga terus berdatangan ke Masjid Islamic Center, mereka terlihat menikmati suasana yang sejuk dan nyaman.Selain itu pada malam pergantian tahun, cuaca di Indramayu juga sangat mendukung, karena tidak turun hujan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VmkqVS
December 31, 2018 at 11:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VmkqVS
via IFTTT

Oded: Zikir Sebagai Cerminan Kota Bandung

Manusia menggunakan shalat sebagai pegangan hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Saat ini, zikir sebagai bagian yang tidak terpisahkan di Kota Bandung. Wajar, bila kemudian Kota Bandung banyak menghasilkan hafiz.

Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung, Oded M Danial yang memaparkan bagaimana cerminan pemuda sebagai cerminan Kota Bandung. Termasuk bagaimana zikir di lingkungan warga Kota Bandung.

Pertama, kata Oded, adalah zikir langsung. Dia mengingatkan, bagaimana zikir harus terus dilakukan karena bisa dilaksanakan dimanapun dan kapanpun.

"Kedua adalah zikir dalam membaca Alquran. Alhamdulillah di Kota Bandung sudah banyak hafiz," kata Oded di acara Muhasabah Akhir Tahun Republika di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (31/12). 

Dia mengklaim, ada 2.385 hafiz di Kota Bandung dengan berbagai kategori. "Dari mulai juz 30 sampai 30 juz. Ada 118 Alhafiz 30 juz," aku Oded.

Dia mengingatkan, bahwa melahirkan hafiz bukan perkara mudah. Ini merupakan tanggung jawab orang tua untuk membimbing anak dalam mencintai Alquran. 

"Jangan sampai sebagai orang tua tidak pernah mendidik putra putri dalam mencintai Alquran. Karena ini adalah bentuk kecintaan orang tua pada anak," ucapnya.

Selanjutnya adalah zikir dalam bentuk shalat. Dia mengakui, shalat adalah salah satu cara berkomunikasi dengan Allah. Sehingga manusia menggunakan shalat sebagai pegangan hidup.

"Tidak akan pernah. Umat Muslim tidak akan pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya," kata Oded.

Terakhir adalah zikir dengan cara mendatangi kajian. Oded menyebut, mendatang Majelis Takzim bukan hanya sekedar untuk mendengan ceramah. Tapi juga sebagai cara untuk terus mendalami agama. "Semoga warga kota Bandung dapat menjadi ahli zikir," tutup Oded.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CGIf3x
December 31, 2018 at 11:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CGIf3x
via IFTTT

Jejak Awal Muslim Selandia Baru

Komunitas Muslim saat ini di dominiasi orang India, Arab, Malaysia, Indonesia, Iran,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslim pertama di negara itu adalah 15 penambang emas Cina yang beker ja di Dunstan Pulau Selatan. Menurut sensus pemerintah Selandia Baru pada April 1874 dan pada 1950, ketika itu jumlah mereka hanya 150 Muslim.

Sensus 1996 mencatat populasi Muslim kurang dari 14 ribu. Penjual daging halal, Yakub Khan, berhijrah dari Fiji ke Selandia Baru pada 1981. Dia berdagang di Wellington.

Yakub menginginkan suasana baru, tem pat yang membuatnya lebih giat berjuang dan berdakwah. Karena itu lah dia lebih memilih untuk berpindah tempat. Keluarga Mahmood Bhikoo, merupakan Muslim India pertama di Selandia Baru.

Mahmood dan Fatima Bhikoo, cucu-cucunya adalah generasi kelima yang hidup di sana. Mereka memiliki dan mengelola Hollywood Dairy di Auckland. Dilansir di New Zealand Journal of Asian Studies 8 berjudul "New Zealand's Muslim and Their Organisations" tulisan William Shepard menyebutkan komunitas Muslim merupakan imigran baru dan keturunan mereka.

Mayoritas populasi Selandia Baru berasal dari imigrasi Inggris (Anglo- Celtic) yang dimulai pada tahun 1820- an dan 1830-an. Orang-orang ini berasal dari negara-negara Eropa, yang biasa disebut 'Pakeha' untuk membe dakan mereka dari suku Maori asli.

Komunitas Muslim saat ini di dominiasi orang India, Arab, Malaysia, Indonesia, Iran, Somalia, Balkan, dan Afghanistan. Sulit mendapatkan pekerjaan Setelah tahun 1986, imigran Mus lim makin banyak berdatangan. Mereka banyak yang melihat kesuksesan imigran yang telah menetap di Selandia Baru.

Beberapa di antara mereka yang datang memiliki bebagai keahlian, tapi banyak juga yang tidak memiliki kemampuan apa pun. Wanita Muslim saat ini lebih banyak yang memakai jilbab, dibandingkan masa lalu. Selain populasi muslim semakin meningkat, juga budaya busana muslim lebih dihargai.

Olahraga khas Selandia Baru, seperti rugbi dan balap mobil tidak terlalu diminati. Muslim di negara ini lebih tertarik pada kriket dan sepak bola.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vl1FC7
December 31, 2018 at 11:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vl1FC7
via IFTTT

Tike Tampil Beda

Tike memang tengah menjalani program diet sejak bulan Juli lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTAG -- Ada yang berbeda dengan Penampilan Tike Priatnakusumah. Ia tampak lebih kurus daripada sebelumnya. Ternyata, Tike memang tengah menjalani program diet sejak bulan Juli lalu.

Tike mengaku tergugah untuk melakukan program diet setelah mengetahui kondisi kesehatannya yang mulai ada tanda penurunan."Dulu tuh saya selalu pede dengan badan saya yang besar, kolesterol saya rendah dan saya nggak punya asam urat. Awal 2018 saya cek kesehatan, asam urat saya mulai tinggi tapi itu masih belum menggerakkan hati saya untuk melakukan sesuatu yang fenomenal untuk kesehatan saya," ucap Tike Priatnakusumah saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, Senin (31/12).

Pemain film "Milly & Mamet" ini kemudian berkonsultasi dengan dokter. Oleh dokter, dia disarankan untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan makannya. Hasilnya pun terasa berat badannya mulai turun sebanyak 25 kg dari sebelumnya di angka 103 kg.

"Kata dokter ternyata tinggal diubah mindset, pola makan, dan komitmen sama apa yang sudah diatur. Alhamdulillah selama empat bulan itu bisa turun 25 kg," tuturnya.

Dalam menjalankan program dietnya, Tike mengatakan selalu memperhatikan tiga elemen penting, yaitu jumlah, jadwal, dan jenis makanannya. Dia pun bertekad untuk mengurangi berat badannya hingga di angka 60 kg."Jumlah, pasti dalam sehari ada batasannya. Misalnya berapa ratus kalori. Jenis, pilih yang rendah lemak, tidak digoreng pakai minyak, tepung-tepungan juga nggak. Jadwal, setiap hari jadwal makan dan ngemilnya selalu sama, pagi siang malam itu jamnya selalu sama," tutupnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QgQWoC
December 31, 2018 at 11:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QgQWoC
via IFTTT

Masjid Al Muttaqin Isi Malam Akhir Tahun dengan Zikir

Acara diawali dengan khataman Quran 30 Juz.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Masjid Al Muttaqin yang terletak di Bogor Utara, meramaikan malam akhir tahun Masehi 2018 dengan kegiatan zikir dan muhasabah, Senin (31/12). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama dengan PPPA Daarul Quran dan beberapa komunitas Islam.

Menurut Ketua DKM Masjid Al Muttaqin, Noviar Baderanie, inti dari kegiatan tersebut yakni tabligh akbar yang diawali khataman Quran 30 Juz bersama beberapa komunitas Islam. “Terdapat komunitas Islam yang turut serta, seperti Teman Hijrah, Sahabat Masjid, ODOJ, Rumah Tahfiz, Halaqoh Khatmil Quran DPP Ustad Sam Sam Nur Hidayat,” ucapnya.

Acara yang dimulai sejak sore hari itu diawali dengan khataman Quran 30 Juz, dilanjutkan dengan buka puasa sunnah bersama. Acara inti dimulai setelah Shalat Isya dan dilanjutkan zikir akbar. Setelah itu dilanjutkan tausiyah.

Acara itu juga diselingi dengan pemutaran video tentang Muslim Uighur dan dilanjutkan dengan doa bersama untuk Uighur. Dalam acara itu juga disalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Sebagai tausiyah penutup, tampil ustaz Hilman Fauzi.

DKM Masjid Al Muttaqin menggelar acara ini di malam akhir tahun Masehi, bertujuan untuk menghimpun anak-anak serta remaja dan pemuda yang tergabung dalam komunitas Islam agar bisa mengisi waktu malam pergantian tahun ini dengan kegiatan bermanfaat. “Bukan hura- hura di jalanan, tapi mereka kita fasilitasi untuk ada dan mengikuti kegiatan di masjid,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, kaitan dengan adanya sesi doa untuk sejuta Muslim Uighur. Menurutnya, karena gagasan ini muncul dari keprihatinan dan kepedulian sesama Muslim. “Sebelumnya kita sudah juga lakukan pengumpulan dana, maka saat ini kita akan lakukan doa bersama untuk Uighur,” tuturnya kepada Republika.co.id.

Noviar mengatakan, di acara itu DKM juga menyediakan fasilitas berbuka puasa, makan malam, dan ada pemberian bingkisan. Terdapat beberapa penceramah juga seperti KH Roudl Bahar, Ustad Hilman Fauzi, Ustad Imron Rosyadi Haetami dan Ustad Sam-Sam Nur Hidayat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LIyGUi
December 31, 2018 at 11:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LIyGUi
via IFTTT

Lingard: Solskjaer Kembali 'Hidupkan' Pogba

Performa Pogba dinilai tak memuaskan saat diasuh Mourinho.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Penyerang sayap Manchester United (MU) Jesse Lingard memberikan pujian kepada pelatih sementara the Red Devils Ole Gunnar Solskjaer . Karena, Lingard menilai Solskjaer telah mengembalikan rasa percaya diri gelandang Paul Pogba.

Sebagaimana diketahui sebelumnya performa Pogba di bawah asuhan Jose Mourinho jauh dari kata memuaskan. Pesepakbola asal Prancis bahkan sempat dirumorkan akan hengkang dari Old Trafford lantaran hubungan yang buruk dengan juru taktik berdarah Portugal.
"Paul (Pogba) menikmati sepak bola. Dia bermain dalam peran yang dia suka mainkan, di sebelah kiri. Dia memiliki kebebasan dan selalu maju untuk mencetak gol," sebut Lingard dilansir Fourfourtwo, Senin (31/12).
Namun, usai lengesernya Mourinho dari kursi kepelatihan MU Pogba perlahan menemukan kembali jati dirinya. Di bawah besutan Solskajer, Pogba sukses mencatatkan tiga gol dalam tiga partai terakhir.
"Solskjaer telah membantunya 100 persen. Dia telah memberikan kebebasan bagi Pogba," sambung pemain 26 tahun.
Dalam tiga partai terakhir di paruh pertama Liga Primer Inggris, MU berhasil mengemas sembilan angka dengan capaian 12 gol. Meski masih bertengger di urutan keenam namun Lingard percaya apabila kehadiran Solskjaer berdampak positif bagi ruang ganti tim.
"Ketika kami mencetak satu gol, kami ingin lebih. Kami bermain dengan banyak energi dan menggunakan sepak bola menyerang. Ia pelatih hebat, dia akan selalu berbicara kepadamu dan memberitahumu apa yang harus dilakukan."
Dalam kemenangan terakhir melawan AFC Bournemouth Pogba sukses mencetak dua gol dengan kemenangan telak 4-1 di Stadion Old Trafford, Senin (31/12).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ThXvJt
December 31, 2018 at 11:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ThXvJt
via IFTTT

NU NTB Gelar Refleksi Akhir Tahun

Kegiatan doa dan zikir bersama juga dirangkaikan dengan diskusi refleksi akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama civitas Universitas NU (UNU) NTB menggelar Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan wafatnya TGH Ahmad Taqiuddin Mansur di aula kampus UNU NTB di Mataram, Senin (31/12).

Kegiatan doa dan zikir bersama juga dirangkaikan dengan diskusi refleksi akhir tahun. Dalam sambutannya, Rektor UNU NTB Baiq Muliana mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat tali silahrurahim dan juga untuk mengenang sosok Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur.

Pemikiran dan hal-hal baik dari dua tokoh itu diharapkan bisa menginspirasi generasi muda saat ini. Selain itu kegiatan juga digelar untulk memberikan ruang refleksi akhir tahun bagi UNU NTB.

"UNU NTB yang sudah berdiri sejak tiga tahun lebih, mudah-mudahan kami tetap bisa berbuat dan mengabdi untuk NTB dan Indonesia dan memberikan keberkahan bagi masyarakat," kata Baiq Muliana.

Sekretaris PBNU NTB, Lalu Winengan mengatakan, TGH Ahmad Taqiuddin Mansur yang terakhir menjabat Ketua PWNU NTB merupakan sosok inspiratif bagi generasi muda NTB, khususnya pemuda NU.

"Dalam perjalanan banyak yang diajarkan oleh beliau (TGH Ahmad Taqiduddin Mansur). Beliau adalah ketua, orang tua, dan guru kita. Banyak yang dihasilkan beliau, dan ini juga jadi motivasi untuk kader muda NU," kata Winengan.

Winengan mengatakan, kegiatan itu sangat startegis untuk merefleksi apa yang sudah terjadi ada 2018 untuk menghadapi 2019. 2018, kata dia, bencana demi bencana terjadi di Indonesia, termasuk gempa Lombok yang terjadi pada Juli-Agustus 2018 lalu.

Menurut Winengan, moment doa dan zikir bersama itu menjadi moment untuk sama-sama memanjatkan doa agar alam bisa bersahabat dan tidak lagi ada bencana ke depannya.

"2018, bencana demi bencana di Indonesia. Gempa terpanjang 2018. Saat ini kita berdoa untuk Gus Dur dan TGH Taqiuddin, juga berdoa agar alam ini berhenti bencana," katanya.

Selain berdoa, Winengan juga berharap semua masyarakat untuk menginstrospeksi diri, dan memperbanyak beristigfar. Lebih banyak saling mendoakan dan saling memaafkan sesama umat manusia.

"Tahun politik ini jangan tambah panas. Kita beda pilihan saja sudah saling mengkafirkan. Ini yang tidak boleh. Kita harus lebih banyak istigfar, saling memaafkan, agar bumi initidak lagi bergetar," ucap Winengan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Rosiady Sayuti. Rosiady mengatakan, Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur adalah sosok ulama yang sangat menginspirasi. Rosiady mengungkapkan, tanpa disadari kehidupan berbangsa saat ini banyak diwarisi oleh zaman pemerintahan Gus Dur.

"Reformasi total itu dimulai di zaman Gus Dur, di mana tentara yang dulu sangat kuat dan begitu hebat dengan dwi tunggalnya bisa diselesaikan dengan begitu damai ketika Gus Dur jadi presiden," kata Rosiady.

Begitu juga dengan pembangunan, otonomi daerah, dan desentralisasi yang saat ini ada dan bisa dinikmati, semua pangkalnya ada di zaman Gudur.

"Menurut saya beliau jenius, pemikiran beliau memembus batas. Sesuatu yang belum terpikir," kata Rosiady.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QadCH7
December 31, 2018 at 11:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QadCH7
via IFTTT

Bangsa dan Umat Islam Harus Bersatu Agar Negara Maju

Muhasabah kali ini sangat menarik karena diisi semua Ormas yang ada di Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bangsa Indonesia dan umat Islam harus bersatu agar negara maju. Karenanya, perbedaan mazhab bukanlah hal yang prinsip. Sebab, apa pun warna kaosnya, walaupun berbeda partai, tapi tetap umat yang satu.

Hal tersebut, diungkapkan KH Ahmad Ruhyat Hasni dari Nahdatul Ulama saat mengisi Kultum Acara Muhasabah Republika.co.id, di Masjid Pusdai Jabar, Senin malam (31/12).

"Umat Islam harus tetap bersatu, Insya Allah Indonesia akan jadi negara maju," ujar KH Ruhyat.

KH Ruhyat menilai, acara Muhasabah kali ini sangat menarik karena diisi semua Ormas yang ada di Jabar. Selain itu, muhasabah yang rutin digelar oleh Republika.co.id, ini pun, sesuai dengan kata sabda Rasulullah.

Menurut KH Ruhyat, karena temanya ukhuwah, Ia teringat dulu dengan sosok Buya Hamka seorang ulama besar dari Muhamadiyah pada tahun 70-an sedang haji dengan pengurus besar NU Bisri Samsuri. 

"Buya Hamka yang Muhamadiyah saat menjadi imam tak baca qunut  jadi melamakan i'tidalnya. Karena tahu makmumnya akan baca qunut. Begitu juga sebaliknya," kata KH Ruhyat seraya mengatakan, kebersamaan ini sangat dirindukannya. 

KH Ruhyat berharap, ke depan akan bisa dibangun komitmen bersama antar umat Islam. "Walaupun tata caranya berbeda, tapi ingat syahadat, hadis, ka'bahnya sama," katanya.

KH Ruhyat menilai, tak ada alasan bagi kita sesama Ormas untuk terpengaruh dari luar agama kita sendiri. Karena, umat Islam bisa melihat ukhuwah islamiyah yang sesunghnya. Yakni, saat umrah, haji, dan wukuf yang semuanya sama tak lagi memandang bagaimana tata cara wudhu. "Saat haji, semuanya sama dengan pakaian sama," katanya.

Menurut Ruhayat perbedaan mazhab bukan prinsip. Karena, apa pun warna kaos kita, walaupun berbeda partai, tapi kita adalah umat yang satu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VmTULR
December 31, 2018 at 11:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VmTULR
via IFTTT

Warga Lombok Barat Sambut Pergantian Tahun dengan Zikir

Usai zikir, warga melaksanakan iktikaf di masjid.
REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Warga Perumahan Panorama Alam bersama remaja Islam dan pengurus Masjid Hubburahman di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, memilih merayakan pergantian tahun baru dengan zikir dan doa bersama pada Senin (31/12) malam. 
Doa dan zikir bersama diawali dengan pengajian di Masjid Hubburahman usai pelaksanaan shalat Maghrib yang dilakukan secara berjamaah. Ketua RT 007 Perumahan Panorama Alam, Dusun Dasan Utama, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Fahrul Mustofa mengatakan kegiatan kali ini bagian mengenalkan generasi muda di wilayahnya agar mengisi kegiatan pergantian tahun baru masehi dengan kegiatan positif.
"Sebab perayaan dengan meniup terompet serta pesta kembang api merupakan budaga barat yang tidak dikenal dalam ajaran islam. Yang pasti kegiatan dzikir dan doa ini adalah kegiatan tahunan, yang juga kita hajatkan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kebencanaan yang dialami NTB akhir-akhir ini," ujar Fahrul. 
Fahrul bersyukur kegiatan yang diakhiri dengan bersantap malam bersama seluruh warga itu berlangsung tertib dan lancar. 
"Usai santap malam, seluruh anak-anak dan remaja melaksanakan itikaf di masjid. Sedangkan, para orang tua bersama pengurus RT dan masjid ikut mendampingi mereka untuk melantunkan ayat Alquran," ungkap Fahrul.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rwzbqd
December 31, 2018 at 11:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rwzbqd
via IFTTT

Kebahagiaan Umat Manusia Bukan Soal Duniawi

Manusia tidak hanya harus berusaha di dunia, namun juga untuk bekal di akhirat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Manusia modern memiliki dua sifat yang tidak menggembirakan, yakni pragmatis dan hedonis. Itulah paparan awal Ustaz Budi Priyatno dalam Muhasabah Akhir Tahun Republika di Masjid Pusdai, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin (31/12).

Ustaz Budi menjadikan penggambaran pragmatis sebagai manusia yang hanya ingin memudahkan proses di dunia. Dimana segala sesuatu merasa sangat menggampangkan kehidupan dunia.

Kedua adalah hedonis, dimana manusia mengedepankan kesuksesan duniawi menjadi pegangan hidup. "Seakan orang yang paling berhasil itu orang yang paling kaya, dia mendapatkan kesenangan atas hedonis itu," kata Ustaz Budi.

Ustaz Budi memaparkan, kemajuan yang ada di dunia salah satunya adalah dengan teknologi. Namun, teknologi tidak pernah menjanjikan kebahagiaan. Dia mencontohkan, bagaimana orang yang memiliki pengikut ribuan di sosial media cenderung merasa kesepian.

"Dari foto yang di-update, followers seribu, nggak ada yang kasih jempol, nggak ada yang komen, asa nyeri hate (kaya sakit hati)," kata Ustaz Budi disambut tawa jamaah.

Justru, teknologi bila tidak dibimbing agama akan menyengsarakan. Ustaz Budi menyayangkan, bagaimana yang terjadi di Tanah Suci, dimana orang lebih mementingkan internet untuk pamer dibandingkan serius beribadah.

"Paket data belum aktif, nggak bisa pamer di Masjid Nabawi. Coba bayangkan, nikmat pahala shalat di Masjid Nabawi, seribu kali pahala dikalahkan oleh jamaah yang nggak bisa pamer karena nggak ada paket data," papar Ustaz Budi.

Dia mengingatkan, kunci kebahagiaan adalah ketika hidup seorang manusia merasakan manfaat. Termasuk, ketika melakukan segala sesuatunya dengan ikhlas.

Ustaz mencontohkan, bagaimana kebahagiaan bisa didapat justru dari hal kecil di dalam hidup. "Ketika mengerjakan sesuatu, jika dikerjakan secara ikhlas sehingga semua terasa ringan," kata Ustaz Budi.

Dia menyebut bagaiman rezeki dari Allah sudah diatur sedemikian rupa. Sehingga, manusia tidak hanya harus berusaha di dunia, namun juga untuk bekal di akhirat.

Tidak lupa, Ustaz mengajak jamaah yang hadir untuk bermuhasabah. Apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun ke belakang menjadi evaluasi untuk ke depan. Bagaimana orang tua mengurus anak sebagai tanggung jawab dunia akhirat, bagaimana seseorang bertanggung jawab atas pekerjaannya dan dirinya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Ustaz menekankan, bagaimana manusia harus berserah diri pada Allah. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Memohon ampun pada Allah, meminta perlindungan pada Allah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GNPavO
December 31, 2018 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GNPavO
via IFTTT

Ada Hikmah di Balik Musibah

Ujian bisa membuat bangsa Indonesia menjadi besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang tahun 2018, Tanah Air didera beberapa bencana alam besar seperti gempa bumi, angin puting beliung, banjir, bahkan tsunami. Sejumlah kalangan menyampaikan keprihatinan terkait hal tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendi saat menghadiri Dzikir Nasional Republika menyampaikan, di balik musibah mengandung hikmah. Berdasarkan Alquran, musibah bisa dimaknai sebagai ujian dari Allah.

"Kalau ingin jadi pribadi atau bangsa yang besar dan kuat pasti akan menghadapi ujian, semakin berat cobaan berarti Allah memberi peluang untuk menjadi orang (atau bangsa) yang besar dan kuat," kata Muhadjir kepada Republika.co.id di Masjid At-Tin, Senin (31/12).

Ia berharap dan berdoa agar Bangsa Indonesia tidak diberi ujian yang tidak bisa dihadapi. "Mudah-mudahan berbagai ujian yang diberikan Allah kepada bangsa ini justru pertanda Allah menyayangi Indonesia," katanya.

Muhadjir yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, Allah memberikan ujian kepada Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang besar. Sehingga bisa menjadi bangsa yang maju.

"Kita harus selalu berdoa, mudah-mudahan kita bisa menanggungnya (menanggung berbagai ujian dari Allah) dan menjadi bangsa yang kuat," ujarnya.

Muhadjir mewakili PP Muhammadiyah akan memberikan tausiyah di acara Dzikir Nasional sebagai puncak acara Festival Republik. Berdasarkan pantauan Republika.co.id pada Senin (31/12) malam, puluhan ribu jamaah mengikuti acara Dzikir Nasional di Masjid At-Tin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RioQOv
December 31, 2018 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RioQOv
via IFTTT

Mendikbud: Zikir Republika Menular Hingga Pelosok Indonesia

Masjid-masjid penuh dengan jamaah untuk menandai pergantian tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi kegiatan muhasabah dan zikir termasuk yang diadakan Harian Republika juga dilakukan hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kegiatan semacam ini (muhasabah dan zikir) sudah menular hampir ke pelosok Indonesia," katanya saat mengisi Dzikir Nasional Festival Republik 2018: Menebar Kebaikan Menguatkan Kepedulian di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam.

Ia menambahkan, masjid-masjid penuh dengan jamaah untuk menandai pergantian tahun dan mereka tidak datang ke tempat hiburan, rekreasi, berpesta tetapi justru datang ke masjid untuk taqarrub ke Allah SWT. Masjid menjadi tempat mulia untuk menyandarkan nasib ke Allah SWT, untuk muhasabah, perenungan, hingga evaluasi yang dilakukan setahun terakhir.

Di lokasi yang sama, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaedi menambahkan, dzikir nasional yang digagas Republika menginjak ke-17 tahun ini. Ia menyebut dzikir ini rutin diadakan setiap tahun.

Ia mengenang, awalnya kegiatan zikir ini dianggap aneh karena saat itu orang-orang menghabiskan akhir tahun tidak dengan melakukan kegiatan ini. Kini ia bersyukur dzikir bisa digelar setiap tahun. Terkait kembali dilaksanakannya dzikir nasional di tahun politik tahun ini, ia menegaskan bahwa zikir diadakan murni tanpa keinginan mempengaruhi memilih calon presiden tertentu baik nomor satu atau dua.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Am99fu
December 31, 2018 at 10:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Am99fu
via IFTTT

Asma Allah Menggema di Dalam dan Luar Masjid At-Tin

Suara jamaah menyebut asma Allah menular ke jamaah yang ada di sudut bangunan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara menggemakan asma Allah, 'Ya Allah, Ya Allah' terus menggema di dalam dan luar masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Senin (31/12) malam. Suara jamaah menyebut Ya Allah menular ke jamaah yang ada di sudut-sudut bangunan masjid.

Pantaun Republika.co.id, setiap jamaah terlihat khusyuk mengikuti suara serak KH Muhammad Arifin Ilham. Jamaah lain yang masih mencari posisi aman, mulutnya tetap berzikir seakan ikut larut dalam khusyuknya jamah mengingat asma Allah.

Meski waktu sudah menunjukan pukul 21.30 WIB jamaah masih terlihat terus berdatangan. Puluhan jamaah masih bersemangat rela mencari-cari celah masuk ke kumpulan jamaah demi mendapat tempat di dalam ruangan utama masjid.

"Supaya lebih khusyuk zikirnya kalau dapat posisi di dalam," kata Retno, jamaah asal Bekasi saat Republika menginformasikan untuk bisa masuk ke dalam sudah sulit.

Jamaah terlihat antusias meski beralaskan kain tipis untuk duduk. Mereka ada yang selonjoran mendengarkan zikir di pelataran bagian luar masjid. Mereka juga terlihat menikmati angin sepoi-sepoi dan cerahnya awan meski tidak bertabur bintang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Su2rLo
December 31, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Su2rLo
via IFTTT

Muslim Selandia Baru Bersinergi Bangun Silaturahim

Pada 2030, jumlah mereka diprediksi akan bertambah 100 ribu orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Populasi Muslim di Selandia Baru akan terus tumbuh. Pada 2030, jumlah mereka diprediksi akan bertambah 100 ribu orang berdasarkan penelitian Pew Research Center.

Peneliti Universitas Victoria Jaimee Stuart mengatakan, pemuda Muslim di negeri itu ingin merasa nyaman. Ketika duduk bersama orang-orang muda di sana, Muslim akan merasa diterima di masyarakat.

"Mereka sangat membutuhkan multikulturalisme agar orang-orang di sana lebih mengakomodasi kehadiran masyarakat dengan beragam budaya," ujarnya seperti diberitakan radionz.co.nz.

Untuk mewujudkannya, Selandia Baru harus memberantas diskriminasi terhadap umat Islam. Karena Muslim di sana masih kerap di citrakan buruk. Mereka dianggap gila ka rena bertakbir di jalan. Ini adalah keprihatinan, kata Hela Rahman, pemuda Muslim Selandia Baru.

Kantor Berita ipsnews.net menjelaskan, Islam di sana menjadi agama yang tumbuh paling cepat di antara suku Maori. Muslim Maori meningkat dari 99 menjadi 708 dalam 10 tahun, dan menjadi 1.074 pada 2006. Mereka kini berjumlah 1.300 orang.

Pada 1990, Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru menyelenggarakan pertemuan resmi pertama yang mempertemukan Maori dan Muslim imigran di Wellington Marae. Di sana mereka bersinergi untuk mem bangun silaturahim dan menguatkan dak wah keislaman, sehingga Muslim menda patkan pengetahuan agamanya dengan baik.

Muslim Maori memiliki budaya yang sangat kuat. Sebelum memeluk Islam mereka sering merayakan Matariki. Acara ini adalah cara untuk merayakan budaya Maori dalam Islam.

Perayaan ini berbarengan dengan Ramadhan tahun 2018. Banyak orang di undang untuk merayakan keduanya sekaligus di Pusat Islam Wellington di Kilbirnie.

Di dalamnya, Muslim Maori mengeksplorasi peran astronomi dalam budaya Islam dan Maori. Tahun lalu, beberapa Muslim Maori memiliki kekhawatiran karena minimnya pengetahuan budaya Maori di masyarakat.

Muslim Maori juga memiliki Aquran dengan terjemahan bahasa mereka. Shakil Ahmad Monir adalah orang yang membuat salinan pertama Alquran yang dia terjemahkan ke dalam bahasa Maori.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CHm2lS
December 31, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CHm2lS
via IFTTT

Fasilitan Perekaman Biometrik Umrah Banjarmasin Dikeluhkan

IHRAM.CO.ID, BANJARMASIN -- Fasilitas perekaman biometrik umrah di Banjarmasin dinilai tak memenuhi standar. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H Noor Fahmi menyebut kondisi tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya, Kemenkum HAM, dan Imigrasi.

"Saya sudah ada mengontrol ke sana, ruangannya kecil, tidak memenuhi standar sama sekali," ujarnya.

Sementara, kata dia, jamaah yang datang sangat banyak, sebab hanya satu-satunya di provinsi ini, hingga dikeluhkan. "Sebab antrian untuk melaksanakan itu hingga subuh kabarnya," kata Noor Fahmi.

Meski demikian, tutur Noor Fahmi, pihaknya tidak bisa bertindak apa-apa, hanya bisa memantau dan melaporkan kondisi tersebut apa adanya ke Kemenag Pusat.

Sebab, kata dia, yang bisa menangani semua ini hanya Kementerian Agama pusat, dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi. "Karena ini keluhan semua provinsi, kita tunggu saja kelanjutannya, tapi kita yakin Kemenag Pusat pasti merespon," ucapnya.

Berita Terkait

Noor Fahmi menyebutkan, prediksi kepergian umroh masyarakat Kalsel pada 2019 nanti mencapai sekitar 25 ribu orang. "Sangat besar minat berangkat ibadah umroh di daerah kita ini, sebab untuk menunaikan haji harus antri pluhuan tahun," ujarnya.

Sejauh ini, kata Noor Fahmi, antrian untuk berangkat haji di Kalsel sudah lebih 100 ribu, padahal pertahunnya hanya dapat kuota sekitar 3.881 orang saja. "Makanya kita terus berupaya agar kuota haji daerah kita ditambah," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SuL90q
December 31, 2018 at 10:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SuL90q
via IFTTT

Fasilitan Perekaman Biometrik Umrah Banjarmasin Dikeluhkan

IHRAM.CO.ID, BANJARMASIN -- Fasilitas perekaman biometrik umrah di Banjarmasin dinilai tak memenuhi standar. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H Noor Fahmi menyebut kondisi tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya, Kemenkum HAM, dan Imigrasi.

"Saya sudah ada mengontrol ke sana, ruangannya kecil, tidak memenuhi standar sama sekali," ujarnya.

Sementara, kata dia, jamaah yang datang sangat banyak, sebab hanya satu-satunya di provinsi ini, hingga dikeluhkan. "Sebab antrian untuk melaksanakan itu hingga subuh kabarnya," kata Noor Fahmi.

Meski demikian, tutur Noor Fahmi, pihaknya tidak bisa bertindak apa-apa, hanya bisa memantau dan melaporkan kondisi tersebut apa adanya ke Kemenag Pusat.

Sebab, kata dia, yang bisa menangani semua ini hanya Kementerian Agama pusat, dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi. "Karena ini keluhan semua provinsi, kita tunggu saja kelanjutannya, tapi kita yakin Kemenag Pusat pasti merespon," ucapnya.

Berita Terkait

Noor Fahmi menyebutkan, prediksi kepergian umroh masyarakat Kalsel pada 2019 nanti mencapai sekitar 25 ribu orang. "Sangat besar minat berangkat ibadah umroh di daerah kita ini, sebab untuk menunaikan haji harus antri pluhuan tahun," ujarnya.

Sejauh ini, kata Noor Fahmi, antrian untuk berangkat haji di Kalsel sudah lebih 100 ribu, padahal pertahunnya hanya dapat kuota sekitar 3.881 orang saja. "Makanya kita terus berupaya agar kuota haji daerah kita ditambah," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Aoq2pL
December 31, 2018 at 10:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Aoq2pL
via IFTTT

Jamaah Asal Ponorogo Sengaja Datang Hadiri Dzikir Nasional

Dokter spesialis bedah ini datang sendiri sejak Senin (31/12) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Heru Iskandar 45 (tahun) mengaku sengaja datang langsung dari Ponorogo, Jawa Timur untuk ikut acara Dzikir Nasional. Dokter spesialis bedah ini datang sendiri sejak Senin (31/12) pagi. "Saya memang meluangkan waktu untuk bisa hadir di acara ini," kata Heru saat ditemui Republika.co.id, Senin (31/12).

Heru berharap kegiatan tahunan ini bisa terus digelar Republika dan didukung penuh oleh pemerintah dan masyarakat seluruh Indonesia. "Acara ini mesti didukung oleh semua pihak terutama pemerintah, karena acara ini menjadi alternatif masyarakat mengisi pergantian tahun baru dengan hal-hal yang baik," ujarnya.

Heru mengaku prihatin dengan masih banyaknya acara-acara perayaan tahun baru yang digelar dan bisa mendorong masyarakat bermaksiat kepada Allah SWT. "Di luar sana masih banyak kegiatan negatif. Alhamdulillah masih ada kegiatan seperti ini," katanya.

Heru mengatakan, banyak kegiatan keislaman yang digelar di tengah-tengah sebagian orang berpesta pora menyambut pergantian tahun baru. "Mudah-mudahan acara ini menjadi momentum kita untuk memperbaiki diri," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CI2Hky
December 31, 2018 at 10:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CI2Hky
via IFTTT

Muhasabah Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia juga menjadi kunci keselamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua PW Mathlaul Anwar Jawa Barat KH Yayan Hasuna Hudaya mengatakan Muhasabah menjadi cara menyambut akhir tahun yang positif. Dengan bermuhasabah umat Muslim diajak merenung untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Kiai Yayan menyebutkan salah satu cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah dengan menjaga hubungan baik. Hubungan baik dengan Allah SWT dan hubungan baik dengan sesama manusia.

"Dalam ajaran kita disebutkan semua manusia akan celaka, akan sesat dimanapun berada, kecuali mengadakan hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama manusia," katanya dalam kultum yang digelar dalam rangkaian Muhasabah Akhir Tahun yang diadakan Republika di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (31/12).

Ia menuturkan menjaga hubungan baik dengan Allah yakni dengan mentaati perintahNya serta menjauhi laranganNya. Manusia sebagai MakhlukNya harus tunduk dan patuh menjalankan aturanNya selama hidup di dunia.

Di samping itu, kata dia, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia juga menjadi kunci keselamatan di dunia dan akhirat. Sebab manusia tidak hidup sendiri melainkan bersama-sama dengan makhlukNya yang lain.

"Habluminannaass yaitu menjalin hubungan baik dengan manusia, yaitu mentaati hukum yang dibuat manusia, kita hidup sesuai aturan hukum. Melanggar hukum manusia berarti kita celaka. Kita juga tidak sendiri-sendiri. Memang ada istilah mandiri, tapi kita tidak lepas dari bantuan orang lain," tuturnya.

Ia mengatakan Allah memberikan jaminan bagi manusia yang berhubungan baik denganNya dan juga dengan sesama manusia. Serta memiliki akhlak terpuji seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Surga itu milik siapapun orangnya yang  pertama dia mau berbagi untuk orang lain, kedua jangan jadi pemarah, ketiga orang yang memohon ampunan. Dan terakhir adalah yang mampu memaafkan orang yang pernah menyakiti dan mendzolimi dia," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan muhasabah umat Muslim menyambut tahun 2019 adalah menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya dengan mempererat tali silaturahmi untuk mewujudkan indahnya kebersamaan dan persatuan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ThSMrd
December 31, 2018 at 10:16PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ThSMrd
via IFTTT

Makassar Gelar Zikir dan Doa Bersama

Zikir dan doa bersama tersebut dipandu Habib Mahmud Bin Umar Al Hamid

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Ratusan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan memadati masjid Al Markaz Al Islami untuk mengikuti zikir dan doa bersama di malam pergantian tahun. Zikir dan doa bersama tersebut dipandu Habib Mahmud Bin Umar Al Hamid dan diamini ratusan warga yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam tausiahnya, Habib Mahmud menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa bangsa Indonesia, seperti di Banteng, dan Lampung yang baru saja terjadi termasuk bencana-bencana alam yang sebelumnya terjadi.

Dalam doanya meminta agar diberikan perlindungan dan pertolongan atas musibah tersebut hingga di masa yang akan datang agar tidak terjadi lagi.         

"Ya Allah. Puluhan ribu kami berkumpul semua disini. Kami cuma mengharap rahmatmu. Kami mohon ridha-mu kepada kami semua. Kami tidak mampu melakukan kecuali duduk berdoa berdzikir kepadamu. Kami takut kepadamu. Kamilah umatmu paling nakal, " ucapnya. 

Habib Mahmud melanjutkan, "Ya Allah kami takut. Salat kami sangat kurang. Kami saling adu domba. Saling memfitnah. Kami mohon di penghujung tahun ini ampuni dosa kami. Dosa kami yang dulu dan yang akan datang. Sejahterakan Makassar dan Sulsel, Seluruh Indonesia damaikan," tuturnya dalam doa tersebut. 

Usai zikir dan pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan dengan qasidah dari santri Pondok Pesantren Almubarakh. Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono beserta jajarannya, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi beserta jajaranya dan unsur Muspida lainnya.

Tidak hanya di Masjid Al Markaz Al Islami, sejumlah masjid di Kota Makassar juga menggelar zikir dan doa bersama untuk mendoakan para korban bencana di Indonesia serta seraya memohon doa agar Makassar dan wilayah di Sulsel terhindar dari segala bentuk bencana alam.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengeluarkan edaran pertama, meminta seluruh mesjid untuk menggelar zikir, syukur, dan berdoa untuk perlindungan Kota Makassar dari segala bencana, dan mensyukuri atas perkembangan Kota Makassar pada 2018, serta mendoakan saudara-saudara kita di Banten dan Lampung yang mengalami tsunami.

Kedua, kegiatan zikir, syukur, dan doa ini juga dilaksanakan pengumpulan donasi untuk Banten dan Lampung. Ketiga, kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor, pesta kembang api dan petasan.

Keempat, diharapkan kepada seluruh keluarga untuk memonitor, memantau kegiatan anaknya masing-masing. Kelima, Pemerintah Kota Makassar akan melakukan razia minuman keras, alat kontrasepsi yang dijual tidak di tempatnya.  

Keenam, tetap waspada terhadap cuaca, kriminalitas dan bahaya kecelakaan di jalan. Dan ketujuh, diharapkan dalam menyambut fajar 2019, semua masyarakat menggelorakan Salat Subuh berjamaah di masjid masing-masing.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CIpLQ3
December 31, 2018 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CIpLQ3
via IFTTT

PUI: Muhasabah Jadi Malam Mempererat Persaudaraan Muslim

Ukhuwah Islamiyah merupakan bagian yang tak lepas dari umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Muhasabah yang digelar Republika di Masjid Pusdai Jawa Barat diisi dengan kultum dari berbagai pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Jawa Barat. Mereka menyampaikan dakwahnya tentang ukuwah Islamiyah di hadapan para jamaah yang mulai memadati untuk mengikuti Muhasabah Akhir Tahun, Senin (31/12).

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Jawa Barat KH Engkos Kosasih mengatakan ukuwah Islamiyah merupakan ajaran Rasulullah SAW yang harus terus dijaga oleh umatnya. Melalui malam renungan yang digelar di akhir tahun ini menjadi bagian mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

"Kita memandang malam ini adalah malam ukuwah, malam yang mempersaudarakan berbagai elemen Muslim bangsa ini yang rindu Jawa Barat juara lahir batin. Umat yang bergerak berkumpul ke masjid," kata Engkos.

Ia mengatakan ukhuwah Islamiyah merupakan bagian yang tak lepas dari umat Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW yang juga menjunjung tinggi persaudaraan.

Menurutnya pada semasa hidupnya, Rasulullah tak hanya mengedepankan pembangunan infrastruktur seperti masjid untuk memajukan Islam. Tapi di samping itu mempererat persaudaraan sesama Muslim pun dilakukannya dan terus diamanatkannya.

"Rasulullah berusaha mempersaudarakan kaum Muhajirin di Mekkah dengan kaum Anshor dari Madinah. Artinya bukan hanya masalah infrastruktur umat tetapi lebih dari itu siapa SDM yang akan mengisinya," ujarnya.

Ia menyebutkan Nabi Muhammad SAW mengamanatkan ajarannya untuk terus diikuti oleh kaumnya. Pertama yakni menjauhi ikhtilaf atau perselisihan antar umat. Perbedaan pandangan bukan harus disikapi dengan perselisihan yang berakibat pada hancurnya tali persaudaraan.

Selain itu,ujarnya, Rasulullah mengamanatkan untuk menjaga toleransi antar umat. Dengan toleransi yang dijunjung diharapkan tak ada perpecahan terutama di antara sesama Muslim.

"Ketiga adalah kita harus bersatu. Satu mukmin satu umat Rasulullah. Oleh karena itu jadikan pusdai markas ukuwah. Indah sekali pertemuan dalam Muhasabah saat ini. Semoga Jawa Barat menjadi negeri yang toyibah. Karena Ukuwah di atas segalanya," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SoCixo
December 31, 2018 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SoCixo
via IFTTT

Kediri Gelar Khataman Alquran

Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di 26 kecamatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar khataman Kitab Suci Alquran menjelang pergantian tahun dari 2018 ke 2019.  Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di 26 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan mengatakan, kegiatan itu diikuti para muspika dan perangkat di setiap kecamatan. Kegiatan itu juga disebar di seluruh kecamatan, sehingga semua warga bisa ikut doa bersama serta doa bersama saat malam pergantian tahun ini dengan kegiatan yang positif.

Krisna juga mengatakan, kegiatan ini juga sebagai wujud solidaritas pemerintah kabupaten dengan kejadian musibah yang melanda di sejumlah daerah. Hal itu juga sesuai dengan instruksi dari Bupati Kediri agar perayaan tahun baru dibuat dengan sederhana dan tidak berlebihan.

"Kami berharap saat melaksanakan pergantian tahun baru, tidak diselenggarakan berlebihan, mengingat banyak saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam," kata Krisna.

Walaupun digelar doa bersama, pemerintah kabupaten juga mengadakan semarak peringatan tahun baru di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Di kegiatan itu terdapat berbagai macam kegiatan seperti pameran UMKM, hingga atraksi musik. Turut hadir memeriahkan malam pergantian tahun dengan sajian musik dari grup band ibukota, yakni D'Masiv.

Hal yang sama juga dilakukan di Kota Kediri, dimana juga terdapat kegiatan doa bersama sebelum malam pergantian tahun baru di Masjid Agung Kota Kediri. Acara itu dihadiri para pejabat dan ulama di kota ini. Selain itu, acara juga diiktui ribuan santri dan warga kota ini.

Selain itu, pentas musik juga digelar di area Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri. Acara juga dimeriahkan dengan pameran UMKM serta atraksi musik. Sejumlah grub band, baik dari lokal hingga ibukota turut serta memeriahkan acara malam pergantian tahun ini. Grup band asal ibukota yang hadir yakni Geisha.

"Kami wadahi para musisi muda di festival band di Kediri. Kemudian teman-teman komunitas dan generasi muda yang punya UMKM kami fasilitasi dengan lapak di area GOR," Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar.

Sementara itu, saat ini sejumlah warga sudah mulai memadati lokasi GOR Jayabaya Kota Kediri. Mereka ingin melihat pameran UMKM sekaligus berbagai penampilan di panggung GOR Jayabaya Kota Kediri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AonVSR
December 31, 2018 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AonVSR
via IFTTT

Dennis Adhiswara Berharap Kisah Milly & Mamet Berlanjut

Film Milly & Mamet raih satu juta penonton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film "Milly & Mamet" yang dibintangi oleh Dennis Adhiswara dan Sissy Priscillia mendapat respon positif dari penonton. Terbukti dalam 11 hari penayangannya mampu meraih satu juta penonton. Dennis pun berharap cerita film ini bisa terus berlanjut kedepannya.

"Gue juga mau tanyain. Susah kalau pake feeling tapi kalo gue boleh opini pribadi, sih pengen ada (sekuel) tapi balik lagi ke pak Parwez, Ernest dan Mira," ucap Dennis Adhiswara saat ditemui dalam acara syukuran  satu juta penonton film "Milly & Mamet" di Jakarta, Senin (31/12).

Jika nanti film ini bisa berlanjut, Dennis juga ingin ceritanya berbeda jauh dari sebelumnya. Sebab, menurutnya karakter Milly dan Mamet bisa dikembangkan lebih jauh.

"Karakter Milly & Mamet asik buat dibawain, akan lebih asik lagi kalau ditaruh di situasi yang berbeda dari film ini, tapi harus tetep relate," tuturnya.

Bagi Dennis, film "Milly & Mamet" membuatnya terpacu lagi untuk berakting di film layar lebar setelah sekian lama absen main film.

"Buat saya pribadi entah kenapa "Milly & Mamet" memacu saya untuk pengen mendalami seni peran lagi karena seperti yang kita tahu 5 tahun ke belakang saya sibuk di kantoran belakang layar dan film besar sebelum ini AADC 2," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F2efRh
December 31, 2018 at 09:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F2efRh
via IFTTT

Puluhan Ribu Pendekar Setia Hati Terate Berzikir Bersama

Kegiatan ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO—  Sebanyak 45.024 pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Ponorogo mengikuti zikir dan deklarasi dalam kegiatan "Bumi Reyog Berzikir 2018 dan Deklarasi Pemilu Damai" di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (30/12).

"Zikir bersama yang diadakan pada tutup tahun 2018 ini merupakan suatu bentuk syukur kita kepada Allah SWT, karena kita diberikan nikmat yang luar biasa. Dan kita berdoa semoga pada 2019 hidup kita selalu mendapatkan bimbingan dan rahmat dari Allah," kata Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Prijono Boedi Setiawan saat memberi sambutan.

Ia menyebutkan, para pesilat yang mengikuti zikir dan deklarasi pemilu damai tersebut berasal dari 21 ranting, tiga komisariat dan tiga ranting khusus di seluruh Ponorogo.

"Yang tercatat hadir 45 ribu orang. Mohon maaf, mungkin banyak yang tidak mencatatkan diri, karena datang terlambat," ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum dan Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, jumlah pesilat yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 45.024.

Dengan jumlah pesilat sebanyak tersebut, Leprid memberikan piala dan piagam penghargaan kepada Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni atas prestasi sebagai pemrakarsa "Rekor Zikir dan Gerakan Kolosal Pencak Silat dengan peserta pesilat terbanyak".

Selain itu, Paulus juga memberikan piagam penghargaan kepada PSHT Cabang Ponorogo yang diterima ketuanya, Prijono.

Prijono mengatakan, kegiatan zikir bersama tersebut diharapkan bisa menjadi ajang silaturahim antarwarga PSHT.

"Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa menjalin silaturahim. Sehingga antarwarga PSHT yang tempatnya berjauhan bisa berkumpul di alun-alun," ucapnya menjawab wartawan.

Selain itu, lanjut dia, dengan berkumpul dalam acara zikir bersama, akan memantapkan persatuan dan kebersamaan, mempererat persaudaraan antarwarga PSHT. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EXHNPI
December 31, 2018 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EXHNPI
via IFTTT

Urgensi Waktu

Tidak kurang dari 7 ayat yang di dalamnya Allah bersumapah dengan menyebutkan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H Abdul Ghoni*

Dalam Alqur’an, Allah SWT banyak menyebutkan bagian-bagian dari waktu sebagai sandaran sumpahnya. Tidak kurang dari 7 ayat yang di dalamnya Allah bersumapah dengan menyebutkan waktu. Di antaranya adalah sumpah Allah dengan menggunakan waktu Fajar, Dhuha, Siang, Malam, Ashar, dan Hari Kiamat.

Para mufassir di antaranya disebutkan dalam kitab Rawa’i al Bayan karya Muhammad Ali ash-Shabuni dijelaskan bahwasanya ketika Allah menggunakan ciptaan-Nya sebagai sandaran bersumpah, maka sesuatu itu sangat penting untuk diperhatikan oleh manusia.

Sesuatu yang menjadi sandaran sumpah memiliki kebesaran dan keagungan yang membutuhkan perhatian besar. Dengan demikian bagian-bagian dari hari yang menunjukkan waktu tertentu, sangat penting untuk diperhatikan oleh seiap manusia.

Waktu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia.

Imam Hasan al Bashri memberikan nasehat melalui ungkapannya yang berbunyi:

"Wahai anak Adam, kalian tidak lebih dari kumpulan hari-hari. Maka jika setiap satu hari berlalu, maka sesungguhnya telah tiada sebagian dari diri kalian."

Ungkapan tersebut melihat manusia dari sisi yang abstrak yaitu waktu. Manusia jika dilihat dari sisi waktu, maka sesungguhnya ia terus-menerus berkurang setiap hari. Apalagi jika yang berlalu dari diri kita adalalah satu pekan, satu bulan, atau bahkan satu tahun! Tentu saja bagian yang besar dari manusia terus berkurang meninggalkan manusia.

Satu keniscayaan dari waktu, bahwa ia tidak akan pernah bisa kembali ketika sudah berlalu. Waktu yang sudah lewat, ia tidak dapat dibeli dengan harta sebanyak apapun. Ia tidak dapat dikendalikan oleh pejabat setinggi apapun. Manusia menyerah dan bertekuk lutut di hadapan waktu yang sudah pergi meninggalkannya.

Manusia tak berdaya pada saat itu. Seluruh kekuatan dan energi tidak berarti apa-apa menyaksikan waktu yang baru saja hilang. Ada kata-kata hikmah dalam Bahasa Arab yang berbunyi:

"Tidak akan pernah dapat kembali hari-hari yang sudah berlalu."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EY6kVF
December 31, 2018 at 09:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EY6kVF
via IFTTT

Polisi Benarkan Penemuan Potongan Kepala di Parigi Sulteng

Korban warga sipil diduga dimutilasi kelopok teroris MIT pimpinan Ali Kalora.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengkonfirmasi penemuan potongan kepala di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Ahad (30/12).

Korban warga sipil itu diduga dimutilasi oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora.

"Setelah diidentifikasi diketahui (korban) berinisial RB alias A, 34 tahun, suku Toraja. Yang bersangkutan pekerja di ladang sekitar desa tersebut. Korban diduga dibunuh kelompok DPO Poso dipimpin Ali Kalora cs," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Setelah mengevakuasi potongan kepala tersebut, keesokan harinya petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari potongan tubuh korban.

"Pagi tadi, petugas berangkat untuk olah TKP dan evakuasi tubuh korban. Saat olah TKP aman. Kemudian petugas mencari potongan badan dan ditemukan, letaknya agak jauh dari kepala korban (di wilayah pegunungan). Kemudian dievakuasi," tuturnya.

Namun, saat hendak mengevakuasi tubuh korban, mobil petugas terhalang pohon yang diduga sengaja ditumbangkan di tengah jalan. Salah satu petugas yakni Bripda A kemudian membuka jalan dengan menyingkirkan pohon tersebut.

"Saat membuka jalan, petugas langsung diserang kelompok Ali Kalora dari atas bukit hingga mengenai bahu petugas," ucapnya.

Kemudian, terjadi baku tembak antara aparat dan kelompok MIT tersebut. Dua petugas yakni Bripda A terluka terkena tembakan di punggung dan kaki. Sementara Bripda B terluka pada bahu dan bokongnya. "Saat ini Satgas Tinombala mengejar para pelaku," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EX6nQN
December 31, 2018 at 09:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EX6nQN
via IFTTT

Qari Muda Muzammil Apresiasi Dzikir Nasional Republika

Anak-anak muda sebaiknya gemar memanfaatkan waktu untuk memakmurkan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk kesekian kalinya, Republika kembali mengadakan Dzikir Nasional. Dalam Ini merupakan salah satu upaya menyediakan acara yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai puncak rangkaian acara Festival Republik yang dihelat pada 29-31 Desember 2018.

Di Jakarta, Dzikir Nasional dipusatkan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Shalat Maghrib dan Isya berjamaah di masjid ini, Senin (31/12), dipimpin qari sekaligus imam muda, Muzammil Hasballah.

Menurutnya, Dzikir Nasional patut diapresiasi sebagai alternatif untuk menghabiskan waktu liburan keluarga. Bagaimanapun, dia menyarankan agar acara yang diisi ceramah keagamaan, doa dan zikir bersama itu hendaknya diniatkan sebagai dakwah atau mempelajari ajaran Islam, bukan khususnya merayakan tahun baru Masehi.

"Saya rasa, ini merupakan acara yang positif insya Allah, tergantung kepada niat kita masing-masing. Harapan saya, acara ini harus dipahamkan sebagai bukan dalam rangka (merayakan) tahun baru. Bukan karena kita ingin menyambut tahun baru, tapi karena kebetulan saja momennya besok hari libur, ya kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat," jelas Muzammil Hasballah, Senin (31/12).

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu melihat, penyelenggaraan zikir nasional kini sudah menjadi tren di tengah masyarakat, khususnya dalam masa-masa liburan. Suami Sonia Ristanti itu mengaku bersyukur dengan keadaan tersebut. Namun, dia juga berharap tren yang sesaat diikuti juga dengan konsistensi untuk menuntut ilmu-ilmu agama secara rutin.

"Yang harus kita sadari adalah event-event, tabligh akbar yang sifatnya seperti itu bagus, tapi yang jauh lebih bagus adalah taklim, belajar yang rutin, yakni kita berguru kepada ulama, ikut kajian yang tematis, dan sebagainya," ujar Muzammil.

Sebagai qari muda, nama Muzammil Hasballah tidak asing lagi. Cukup banyak video yang merekam dia sedang membacakan ayat-ayat suci Alquran atau menjadi imam shalat. Video yang dimaksud lalu tidak sedikit viral di tengah masyarakat. "Kalau saya pribadi, sebagai influencer saja. Saya bukan ustaz apalagi ulama," katanya menegaskan.

Muzammil mengatakan, anak-anak muda sebaiknya gemar memanfaatkan waktu untuk memakmurkan masjid, menghadiri kajian ilmu agama, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Dia berharap itulah yang menjadi komitmen anak-anak muda Muslimin di Tanah Air.

Harapan-harapannya terkait kondisi kebangsaan ialah mengutamakan persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Apa-apa yang sudah berlalu, hendaknya menjadi pelajaran untuk direnungi hikmah di baliknya. Dengan memahami kekeliruan di masa lalu, maka masa depan dapat dihadapi dengan lebih baik lagi.

"Tentang muhasabah itu, kalau orang-orang yang beriman insya Allah meresponsnya secara baik. Ketika ada ujian, ada musibah, maka itu menjadi sarana untuk mendapatkan pahala sabar. Ketika dikasih nikmat, anugerah, maka ini sarana untuk mendapatkan pahala syukur, insya Allah," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2s1au6F
December 31, 2018 at 09:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2s1au6F
via IFTTT

Lampung Gelar Tahun Baru Tanpa Pesta Hura-hura

Kegiatan konvoi bisa diganti dengan muhasabah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung menggelar malam pergantian tahun 2018 ke 2019 tanpa pesta kembang api dan petasan. Perhelatan malam tahun baru tersebut diisi dengan melaksanakan zikir, doa, dan juga istighosah sebagai bentuk prihatin atas musibah gelombang tsunami di Lampung, Sabtu (22/12) lalu.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada semua pihak agar melaksanakan malam pergantian tahun baru dilakukan secara sederhana. SE tersebut mengimbau untuk tidak melakukan pesta kembang api dan petasan. Tak hanya Pemprov Lampung, sejumlah kabupaten/kota di Lampung juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk menggelar malam pergantian tahun dengan mengisi kegiatan keagamaan.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Hamartoni Ahadis mengatakan, malam pergantian tahun baru 2019 sebagai wujud simpati terhadap saudara yang sedang tertimpa musibah tsunami di Lampung. “Surat Edaran Gubernur Lampung agar melaksanakannya secara sederhana,” kata Penjabat Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis, dalam SE yang diterima, Senin (31/12).

Hamartoni Ahadis menyatakan, ada empat poin SE Gubernur Lampung.  Pertama, pada saat pergantian tahun baru 2019, kiranya dapat dilaksanakan dengan sederhana, Tidak melaksanakan kegiatan seperti pawai kendaraan, pesta kembang api atau petasan, dan panggung hiburan malam, serta kegiatan lainnya yang berlebihan.

Kedua, mengimbau kepada masyarakat agar melakukan doa agar bencana yang sedang terjadi dapat segera berakhir. Ketiga, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak berkunjung ke daerah pantai. Keempat, diharapkan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengajak masyarakat tidak hura-hura dalam perayaan tahun baru, tetapi dapat mengganti dengan kegiatan bermanfaat seperti doa bersama pada malam pergantian tahun baru 2019. Ia juga meminta kepada seluruh camat untuk melaksanakan doa bersama di masing-masing wilayah kerjanya.

“Sebaiknya tidak hura-hura, sekiranya dapat mengurangi konvoi dengan kendaraan bermotor baik roda dua atau empat. Serta mengurangi pesta kembang api. Kegiatan itu dapat diganti dengan muhasabah (renungan), doa bersama, dan kegiatan keagamaan,” kata Bupati Parosil Mabsus, Senin (31/12).

Ia mengatakan, seluruh masyarakat di kabupatennya untuk merayakan malam tahun baru tidak dilakukan berlebihan sebagai bentuk rasa belasungkawa kepada sesama saudara yang sedang tertimpa musibah bencana alam gelombang tsunami di Lampung Selatan dan daerah lainnya.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyatakan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan menggelar kegiatan silaturrahmi, dzikir, dan doa bersama di akhir tahun 2018. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Taman Kota Soekarno Kotaagung, pada akhir tahun 2018.

Menurutnya, kegiatan tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan hiburan yang meriah dan pesta kembang api. Kali ini, kegiatan sederhana dengan keagamaan sebagai bentuk simpati atas bencana banjir dan tanah longsor, serta gelombang tsunami.

Selain Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, juga Kota Bandar Lampung, Kabupaten Mesuji, Tulangbawang, dan lainnya. Termasuk juga berbagai masjid di Kota Bandar Lampung menggelar malam pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan tanpa menyalakan kembang api dan petasan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LGilj4
December 31, 2018 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LGilj4
via IFTTT

Viral Video Katak Tebu Menumpang di Ular Piton

Katak tampak bergerak merayap.

Seorang petani di ujung utara Australia Barat telah mengabadikan pemandangan yang tidak biasa dimana sejumlah katak tebu menumpang pada seekor ular di tengah malam.

Paul Mock sedang memeriksa bendungan di tanah pertaniannya di luar Kununurra dekat perbatasan Wilayah Utara Australia (NT) ketika dia menemukan sejumlah hewan amfibi menumpang di atas tubuh seekor ular tersebut.

Banjir yang berlangsung malam sebelumnya memaksa dia untuk bangun sekitar jam 1:30 pagi untuk menutup katup bendungan, ketika dia melihat air telah naik sebatas dimana ribuan katak terpaksa mencari tempat yang lebih tinggi.

"Saya perhatikan karena airnya sangat tinggi, sehingga telah membanjiri semua liang katak tebu yang hidup di sekitar tepi danau. Jadi mereka semua berada di atas tanah, jumlah mereka ribuan," katanya.

Dia kemudian pergi untuk menyelidiki sisi lain dari bendungan kalau-kalau banjir telah menghanyutkan jalan, ketika dia menemukan katak tampak bergerak merayap.

"Ketika saya setengah jalan melintasi halaman, saya menabrak ular itu dan dia hanya merangkak bersama semua kodok yang tergantung diatas badannya, yang saya pikir sangat luar biasa dan belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya.

"Jadi saya pikir saya lebih baik memotret kejadian itu dan memvideokannya. Kemudian saya mengunggahnya ke saudara saya yang berada di Selandia Baru saat ini. Dengan zona waktunya dia sudah bangun. Dia mulai men-tweet dan kemudian menjadi viral. "

Pail Mock sudah tahu ada banyak kodok tebu yang terkubur di bawah halaman di sekitar danau di properti itu, tetapi belum menyadari berapa banyak jumlah mereka.

Dia mengatakan ada ribuan katak tebu di lahan miliknya, banyak di antaranya menjadi sangat lincah di tengah badai.

"Sangat mengejutkan ada berapa banyak populasi katak di sana. Saya tidak menyadari berapa banyak yang bersembunyi di sana sampai mereka semua disiram," katanya.

"Kami tidak suka bendungan menjadi setinggi itu karena ada risiko akan meledak dan menghancurkannya, jadi itu tidak biasa bagi liang mereka terkena banjir.

"Mereka terutama keluar di malam hari, mereka tidak suka panas, mereka suka hujan. Mereka semua berkembang biak pda malam hari, berkelahi memperebutkan betina, jadi itu pemandangan yang bagus untuk dilihat."

Paul Mock memiliki seekor anjing peliharaan, tetapi karena sering memimpin, biasanya aman dari ancaman racun katak.

"Kami hanya membawanya karena dia bukan anjing yang sangat taat. Kami tidak ingin dia mengejar walabi ke semak-semak, di mana ada dingo."

Monty si ular gemar santap walabi

"Kami memanggilnya Monty karena dia orang yang menggantung di sekitar tempat itu. Dia ular yang biasa tinggal disini," katanya.

"Kami sering melihatnya di sekitar jemuran dan di semak-semak.

"Pertemuan besar terakhir kami dengannya adalah ketika dia makan walabi. Dan dia begitu kenyang, dia tidak bisa bergerak. Kita sebenarnya bisa naik dan menyentuhnya.

"Dia cukup agresif kelau disentuh karena dia pada dasarnya tidak berdaya dan rentan karena perutnya penuh.

"Kami punya beberapa cerita tentang dia, beberapa lebih kotor dari yang lain."

Katak tebu adalah hewan asli Amerika Selatan dan Amerika Tengah tetapi telah menyebar ke banyak bagian Australia sejak diperkenalkan pada tahun 1935.

Paul Mock mengatakan meski sedih bahwa ada begitu banyak katak tebu di wilayahnya, ada semacam ironi mengenai bagaimana Monty telah beradaptasi dengan mereka.

"Ini membesarkan hati dengan cara mengetahui ular itu cukup pintar untuk tidak memakan katak tebu dan bertahan hidup, dan mereka hidup bersama dan melanjutkan satu sama lain," katanya.

"Bagi saya, Anda bisa melihat sisi positifnya melihat fakta bahwa hewan-hewan Australia telah terbiasa dengan katak tebu.

"Tapi katak tebu masih merugikan beberapa hal seperti goannas, yang banyak mati ketika [katak tebu] pertama kali pindah ke kota, populasi mereka masih belum kembali.

"Ada beberapa reptil yang tidak mengatasinya, tetapi python zaitun sepertinya sudah bisa menemukan sela untuk hidup bersama dengan katak tebu. "

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Ikuti berita-berita lainnya di ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2s2szkS
December 31, 2018 at 09:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2s2szkS
via IFTTT

Satu Jam Bersama Hanum Rais Sedot Perhatian Jamaah Puteri

Sebagian jamaah perempuan yang datang pun adalah kalangan mahasiswi.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA – Jamaah Putri dalam rangkaian Tablig Akbar Republika dipenghujung 2018 ini, semakin banyak. Bahkan mereka sampai menggusur tempat duduk jamaah putra yang digelar di halaman Masjid Al Furqon, Nitikan Baru Umbulharjo Yogyakarta, Senin (31/12). Panitia pun sibuk mencari tambahan tikar sebagai tempat duduk parajamaah.

“Jamaah dalam rangkaian kegiatan tabligh akbar yang diselenggarakan Republika di akhir tahun 2018 ini, terbanyak jumlahnya dibandingkan penyelenggaraan tabligh akbar  yang diselenggarakan Republika  DIY-Jateng tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan Republika  DIY, Jateng dan Jatim, Hariyadi Bambang Susanto.

Sebagian jamaah perempuan yang datang pun adalah kalangan mahasiswi. Ini karena memang di sekitar Masjid Al Furqon ada beberapa perguruan tinggi yang ada disisi selatan kota Yogyakarta.

Jamaah perempuan yang terus memadati kegiatan ini mulai memenuhi tempat tabligh akbar ketika Nasyd Aleeya mulai tampil membawakan dua lagu shalawat yakni versi Jaran Goyang dan shalawat versi de pasito.

Jamaah semakin bertambah penuh ketika Hanum Salsabila Rais tampil dengan judul “Satu Jam Bersama Hanum Rais” dengan dimoderatori oleh penulis buku  “Tidak untuk Dibaca," Dessy Marlia Destiani.

Seksi Acara Muhammad Habibi Rossi Dewantara mengakui, jamaah perempuan di masjid Al Furqon memang selalu banyak dan mayoritas kalangan milenial. “Karena itu di ruang pertemuan ini juga kami siapkan untuk para jamaah, bila di halaman masjid sudah penuh," tuturnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AmsBZk
December 31, 2018 at 08:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AmsBZk
via IFTTT