Pages

Showing posts with label 2018 at 06:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:49PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Pakar: Pendeteksi Tsunami di Indonesia Butuh Lebih Canggih

Tata ruang di pantai seharusnya juga diatur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli paleotsunami Eko Yulianto mengakui Indonesia memang membutuhkan pendeteksi dini tsunami yang lebih canggih. Sebab, ia menilai saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru mengandalakan seismometer untuk mendeteksi tsunami.

Melalui seismometer, BMKG memiliki waktu minimal lima menit untuk dapat mengolah informasi parameter gempa. Apabila gempa berpotensi tsunami, maka dibutuhkan waktu lagi untuk mengabarkan kepada masyarakat.

"Misalnya itu menyampaikan kepada masyarakat satu menit, jadi total enam menit sudah hilang. Sementara melihat peristiwa tsunami yang belakangan ini terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, air itu dua sampai tiga menit sudah sampai daratan," kata Eko kepada Republika.co.id, Selasa (25/12).

Selain seismometer, Indonesia juga menggunakan tsunami buoy. Namun, Eko mengatakan, buoy tersebut memiliki risiko kerusakan yang tinggi. Sering kali buoy dirusak oleh pihak tidak bertanggung jawab atau tidak sengaja tertabrak kapal. Apabila ini terjadi, maka Indonesia tidak memiliki pendeteksi dini tsunami yang baik.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI ini juga mengatakan, sudah ada usulan terkait pendeteksi gempa yang ditanamkan di dasar laut. "Alternatifnya memasang tsunami detector yang dipasang di bawah samudera," kata Eko menjelaskan.

Namun, lanjut Eko, tersedianya alat pendeteksi tsunami yang canggih dan aman bukan satu-satunya hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi bencana tsunami di Indonesia. Tata ruang di pantai seharusnya juga diatur sehingga ketika terjadi tsunami tidak akan memakan banyak kerusakan atau pun korban.

"Kalau kita lihat di Carita kemarin, sebenarnya gelombang cukup dekat dengan garis pantai. Tapi karena bangunan yang ada sangat dekat dengan garis pantai, maka kerusakan dan korban banyak," kata Eko.

Sebenarnya, kata Eko, sudah ada peraturan soal sempadan pantai, yakni bagian tepi pantai yang harus dikosongkan dari aktivitas manusia. Namun, ia mengakui cukup sulit menerapkannya karena aturan tersebut keluar setelah pantai-pantai tersebut dikelola. "Memang pada kondisi seperti itu memerlukan upaya yang lebih cerdas supaya tata bangunan bisa diatur, bangunan penting rumah sakit atau sekolah bisa djauhkan dari pantai sehinga relatif lebih aman," katanya menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TcnQZu
December 25, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TcnQZu
via IFTTT

Sunday, December 23, 2018

BRI Syariah Terus Salurkan Pembiayaan ke Sektor Halal

Jumlah pembiayaan yang telah disalurkan sampai September 2018 sebesar Rp 21,27 T.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank BRI Syariah memperluas pembiayaan ke industri halal. Sebab, sebagai bank syariah, perseroan hanya bisa menyalurkan pembiayaan ke sektor halal.

"Sehingga sampai saat ini, BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor halal," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indriati Tri Handayani kepada Republika.co.id, Ahad, (23/12). Ia menyebutkan, jumlah pembiayaan yang telah disalurkan perseroan sampai September 2018 sebesar Rp 21,27 triliun.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tantangan tahun depan yakni terkait pengetatan likuiditas. Hal itu menurutnya harus diwaspadai.

"Kita pun memilih sejumlah strategi peningkatan penghimpunan dana untuk hadapi persoalan likuiditas," ujarnya. Di antaranya dengan meningkatkan pemasaran layanan payroll.

"Kemudian melakukan peningkatan layanan digital banking untuk meningkatkan CASA (dana murah) dan transaksi," jelas Indriati. Ia menambahkan, BRI Syariah menargetkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2019 bisa tumbuh di atas 20 persen dibandingkan 2018.

Sebelumnya, per akhir September lalu penghimpunan DPR BRI Syariah sebesar Rp 27,76 triliun atau secara year on year (yoy) tumbuh 9 persen dari periode sama pada 2017 yang sebesar Rp 25,36 triliun. Sebagai informasi, total Aset BRI Syariah pada kuartal III 2018 juga naik sebesar 19 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 36,18 triliun. Sebelumnya pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 30,42 triliun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AbJlm8
December 23, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AbJlm8
via IFTTT

Saturday, December 22, 2018

Jokowi: Tugas Seorang Ibu Berat Namun Mulia

Jokowi mengatakan, seorang ibu menjalankan tugasnya tanpa meminta balas jasa apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tugas seorang ibu berat namun mulia. Jokowi mengatakan, seorang ibu menjalankan tugasnya tanpa meminta balas jasa apapun.

"Menjadi ibu adalah sebuah tugas berat, dan juga sebuah tugas yang mulia dalam membentuk generasi penerus kita, tugas yang berat namun juga tugas yang mulia," kata Jokowi di Makassar, Sabtu (22/12).

Jokowi mengemukakan hal itu menanggapi Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember di kediaman pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersantap siang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla di kediaman pribadi JK tersebut.

"Dalam pendidikan kepada anak, ibu adalah guru utama yang ada di setiap anak di Indonesiak karena ibu adalah yang memberi isi yang pertama pada anak-anaknya," ujarnya.

Presiden juga menilai bahwa seorang ibu juga menjadi seorang dokter bagi keluarganya. "Ibu juga seperti seorang dokter yang entah pagi, entah tengah malam, entah subuh, pagi kalau anak-anakya ada apa-apa. Tugas beratnya di situ," ucapnya.

Dibanding dengan berbagai tugas beratnya, ibu pun tidak meminta tanda jasa kepada anak-anaknya. "Saya kira terlalu banyak untuk kita eja satu per satu, berat tugas yang dititipkan kepada ibu oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tahu semua itu tanpa memikirkan berapa pahalanya, dan tidak terbersit apapun untuk meminta balas jasa," jelasnya.

Meski mengaku tidak memberikan hadiah khusus kepada Ibu Iriana Joko Widodo pada Hari Ibu, Presiden mengaku jamuan makan siang sudah menjadi momen berharga bagi keduanya.

"Tadi sudah makan bersama di sini hehehe bersama Pak Jusuf Kalla," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bz4DtG
December 22, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bz4DtG
via IFTTT

Mahasiswa UBSI Sukabumi Ikuti Sosialisasi Penggunaan Fintech

Di era digital, tak ada lagi sekat finansial.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi bekerja sama dengan Bank Indonesia Regional Jawa Barat menyelenggarakan seminar ekonomi dan teknologi. Kegiatan tersebut diadakan di Aula UBSI Sukabumi, Jalan Cemerlang nomor 8 Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (20/12).

Seminar yang bertemakan “Sosialisasi Peluang dan Penggunaan Uang Eletronik (e-Money) serta Financial Technology (Fintech) ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen UBSI Sukabumi.

Seminar yang dibuka oleh Kordinator Kampus UBSI Sukabumi, Denny Pribadi dan Asisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Karsono menampilkan nara sumber  anggota Komisi XI DPR-RI, Heri Gunawan;   Manager Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif BI Regional Jawa Barat, Pramudya Wicaksana; dan Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Regional Jawa Barat, Peri Ardiansyah.

“Selamat datang di era ekonomi digital, di mana tidak ada lagi sekat dalam hal finansial. Ke depannya semua aspek akan berhubungan dengan teknolog. Maka dari itu, Bank Indonesia sebagai salah satu otoritas di bidang sistem pembayaran berusaha melakukan kontrol terhadap financial technology (fintech) yang telah berkembang pesat di Indonesia dan kebijakan Bank Indonesia bisa diterima di industri dan juga masyarakat,” ujar Karsono saat memberikan kata pembuka seminar, seperti dikutip dalam rilis UBSI yang dterima Republika.co.id, Jumat (21/12).

“Produk fintech seperti e-money (uang elektronik), salah satu yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,” kata Manager Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif BI Regional Jawa Barat, Pramudya Wicaksana.

Menurutnya, e-money yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia berbasis chip. Sementara untuk produk berbasis server hanya berfungsi di perangkat pribadi seperti smartphone.

“Pertama kali Bank Indonesia menggunakan database untuk e-money kurang lebih tahun 2007. Pengguna e-money disamping sebagai alat pembayaran juga ada sebuah kesempatan yang berhubungan dengan peluang startup usaha,” kata Heri Gunawan.

Bukan hanya itu. Menurut Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Regional Jawa Barat, Peri Ardiansyah,  seiring arus revolusi industri 4.0, penggunaan transaksi e-money berpotensi dapat membantu perkembangan bisnis dan tantangan bagi industri perbankan, transportasi, ritel, dan pemerintah daerah.

“Dengan sistem tersebut, transaksi menjadi lebih fleksibel, efisien, dan sebagai salah satu cara pencegahan tindak korupsi. Diharapkan acara ini, memberikan pemahaman dan kemudahan untuk bertransaksi, bertransportasi maupun hal lainnya,” ujarnya.

Kepala kampus UBSI Sukabumi,  Denny Pribadi  menyambut antusias atas kerja sama UBSI Sukabumi dengan Bank Indonesia untuk melaksanakan seminar ekonomi dan teknologi.

“Pihak kampus sangat senang dengan adanya  kerja sama ini. Pengetahuan perkembangan teknologi terkini seperti ini sangat dibutuhkan oleh peningkatan keilmuan mahasiswa kami yang berkuliah di bidang teknologi. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dikegiatan yang akan datang,” ujar Denny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QL8sXi
December 22, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QL8sXi
via IFTTT

Wednesday, December 19, 2018

Polda Metro Gagalkan Peredaran 70 Kg Sabu untuk Tahun Baru

Sabu dan ekstasi dikirim dari Malaysia untuk diedarkan di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengungkap 70 kilogram sabu-sabu dan 49.238 butir ekstasi dari jaringan antarnegara di Apartemen Season City Jakarta Selatan pada 17 Desember. Polda Metro Jaya mengatakan, narkoba tersebut akan diedarkan di Jakarta dalam rangka perayaan tahun baru.

"Pelaku jaringan internasional barang dari Malaysia melalui Palembang dan didistribusikan di Jakarta," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat di Jakarta Rabu (19/12).

Dari pengungkapan itu, polisi meringkus YH (41), N (47), AB (38), M (36), AS (28), H (28), dan HG (35), sedangkan tiga tersangka lainnya berstatus buronan yaitu IJK, JH dan D alias RM. Brigjen Wahyu menyebutkan tersangka menyelundupkan narkoba itu dari Malaysia menuju Palembang kemudian diedarkan di Jakarta dalam rangka perayaan tahun baru.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Alexander mengungkapkan para tersangka menggunakan dua mobil dari tiga kendaraan guna mengangkut narkoba. Para menyimpan narkoba pada bagian sound system agar tidak terdeteksi anggota kepolisian.

"Di sound system mobil terdapat dua kotak, satu kotak yang bisa memuat 15 sampai 20 kg," jelas AKBP Dony.

Petugas juga menyita barang bukti berupa tiga koper dan tiga tas yang berisi sabu seberat 70 Kg dan ekstasi sebayak 49.238 butir, satu unit mobil Porsche, satu unit mobil Pajero Sport, satu unit mobil Fortuner, satu unit mobil Marcedes Benz, satu unit mobil Avega, satu unit motor Yamaha R15, dan satu unit motor Honda Beat. Para tersangka dijerat Pasal 12, Pasal 114, serta 115 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R2tT5v
December 19, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R2tT5v
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

Kemenperin Dorong IKM Tembus Pasar Internasional

Belum semua kemasan produk IKM berdesain menarik dan sesuai kebutuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu kendala industri kecil dan menengah (IKM) dalam berjualan daring adalah penampilan dari kemasan produknya. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Ditjen Industri Kecil dan Menengah terus meningkatkan daya saing IKM melalui perbaikan kualitas kemasan. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, Kemenperin terus mendorong IKM untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas dan keindahan kemasan agar mampu bersaing di pasar internasional. Salah satunya dengan menggelar Semarak Festival IKM 2018 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12). 

Airlangga mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM nasional yang sudah bisa menembus pasar ekspor karena produk yang dihasilkannya beragam dan berkualitas. "Contohnya IKM Dayang Songket yang rajin mempromosikan kain songket khas Sambas ke berbagai pameran di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, dan Belgia," ujar Airlangga.

Airlangga sempat mengunjungi IKM tenun Dayang Songket di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dia menyebut, IKM tersebut sudah pernah dapat penghargaan Upakarti dari Kemenperin. "Kualitasnya semakin bagus. Kami akan terus dorong IKM seperti ini ditingkatkan, yang bisa kompetitif di pasar internasional,” kata Menperin.

Dia mengklaim, IKM kini berkembang pesat dan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat. Data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyebutkan, jumlah usaha IKM mencapai sebesar 4,4 juta unit usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta tenaga kerja. Namun begitu, saat ini belum semua kemasan produk IKM yang menjual, berdesain menarik, dan sesuai kebutuhan produk.

Airlangga menuturkan, banyaknya kemasan yang masih sederhana itu disebabkan, antara lain keterbatasan pengetahuan dan wawasan pengusaha IKM tentang kemasan, terbatasnya ketersediaan bahan kemasan, serta berlakunya minimum order, dan lain-lain. Kondisi tersebut menyebabkan produk IKM menjadi kurang menjual. "Padahal mutunya sudah cukup baik," katanya.

Dirjen IKM Kemenparin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya memberikan fasilitas berupa desain kemasan dan mock up kemasan kepada IKM. Sampai tahun lalu, telah dibantu sekitar 6.998 desain kemasandan 7.396 desain merek kepada 2.832 IKM, serta bantuan cetakan kemasan yang diberikan kepada 371 IKM. 

“Pada tahun 2018, pengembangan IKM memang difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kualitas kemasan,” kata Gati.

Dia menambahkan, telah memberikan dukungan bagi pelaku industri, khususnya IKM untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya dengan membentuk Klinik Desain Kemasan dan Merek sejak tahun 2003. Klinik Desain Kemasan dan Merek dapat melayani bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan dan merek di daerah, bantuan cetak kemasan serta bantuan desain kemasan, dan merek untuk IKM yang datang langsung. 

“Klinik tersebut juga ikut berpartisipasi pada kegiatan bimbingan dan pendampingan teknis desain merek dan kemasan yang diselenggarakan oleh daerah,” jelas Gati.

Dalam acara tersebut, Gati juga memberikan penghargaan jurnalistik untuk ketagori umum dan profesional tentang Rebranding Sentra IKM Tanggulangin. Erik PP

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qt6RoB
December 13, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qt6RoB
via IFTTT

Perusahaan di DIY Pekerjakan Disabilitas Masih Minim

Masyarakat dan stakeholders mempunyai tanggung jawab menghormati hak disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kuota tenaga kerja untuk penyandang disabilitas di perusahaan yang ada di DIY masih relatif minim. Data 2017 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mencatat jumlah tenaga kerja disabilitas di DIY sebanyak 153 orang yang bekerja di 35 perusahaan.

Padahal berdasarkan data 2018,  jumlah perusahaan di DIY sebanyak 4.569 perusahaan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Andung Prihadi, dalam sambutannya pada acara Pemberian  Penghargaan bagi Produktivitas Perusahaan Siddhakarya dan Penandatanganan Komitmen Pengusaha DIY untuk Melaksanakan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang  Penyandang Disabilitas, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (13/12).

Karena itu, lanjutnya, pada kesempatan ini pihaknya mengundang 16 organisasi usaha swasta dan industri untuk menandatangani komitmen moral. "Mudah-mudahan dengan penandatanganan komitmen moral dunia usaha dan industri DIY untuk mengimplementasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas khususnya kuota penyandang disabilitas sebanyak satu persen dari seluruh karyawan," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Disablitas Indonesia Bambang Susilo  mengakui masih minimnya perusahaan di DIY yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Ia berharap dengan adanya komitmen organisasi dunia usaha dan industri DIY,  paling tidak ada perusahaan yang mau menerima penyandang disabilitas.

Penggalangan dan penandatanganan komitmen dunia usaha dan dunia industri DIY dilakukan oleh Kadin DIY, Apindo DIY, IWAPI DIY, PHRI DIY, Asita DIY, Apernas DIY, API, serta para pimpinan asosiasi/himpunan pengusaha serta perwakilan sektor dunia industri di DIY.

Pada kesempatan ini, ada enam perusahaan  yang mendapatkan penghargaan produktivitas perusahaan Siddhakarya yakni tiga perusahaan kecil (Coklat Dalem Kotagede, CV Fania Kota Yogyakarta, Putri 21 Gunungkidul) dan tiga perusahaan  menengah (Tasinda Putra Prima Bantul, CV Timbul, serta Perusahaan Aluminium Kota Yogyakarta).

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin DIY, Gonang Djuliastono, mengatakan pihaknya sudah dua tahun bekerja sama dengan Disnakertrans DIY dalam bidang ketenagakerjaan. Ia berharap dengan adanya pemberian penghargaan ini dapat memacu dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan masyarakat dan stakeholders terkait mempunyai tanggung jawab untuk menghormati hak penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam upaya mengembangkan dirinya melalui kemandirian sebagai manusia yang bermartabat.

Pemenuhan hak penyandang disabilitas  bertujuan untuk mewujudkan taraf  kehidupannya yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, serta bermartabat."Untuk itu, saya menyambut baik dilaksanakan pemberian penghargaan produktivitas bagi perusahaan (Siddhakarya)  di DIY serta penandatanganan  komitmen dunia usaha dan usaha dunia industri untuk kuota disabilitas satu persen dari seluruh karyawan," kata Sultan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RXmlxZ
December 13, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RXmlxZ
via IFTTT

Sunday, December 2, 2018

Sumur Global Wakaf Terinspirasi dari Wakaf Ustman bin Affan

Sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Global wakaf akan membangun sumur wakaf di seluruh Indonesia. Saat ini  telah menjangkau 19 provinsi dengan total 168 desa di 80 Kabupaten/Kota. Sekitar 190-an Sumur wakaf  yang dibangun mengaliri kebaikan bagisekitar 270.000-an penerima manfaat.

“Insya Allah ikhtiar akan terus dilakukan Global Wakaf dalam memproduktifkan Sumur Wakaf sebagaimana halnya Sumur Wakaf Utsman. Dengan pengelolaan yang profesional, Sumur Wakaf akan mengalirkan manfaat yang tak kan terputus,” kata Head ofPartnership  ACT DIY Bagus Suryanto.

Sudah lebih 1.400 tahun berlalu, namun keberkahan sumur yang diwakafkan oleh Utsman bin Affan masih dimanfaatkan oleh masyarakat Madinah hingga saat ini. Bahkan, hasil pengelolaan sumur itu terus dapat dirasakan oleh fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini.

Cerita dari  sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun berubah menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf saat ini. Salah satunya Global Wakaf. Berbekal semangat memproduktifkan aset-aset wakaf untuk kepentingan umat si DIY sampai akhir November 2018 sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY .

Sigit Purnomo selaku tokoh masyarakat di Dusun Rejosari menyampaikan di dusun Rejosari sendiri sebelumnya sudah ada 2 sumur bor yang coba dibangun untuk mengatasi kekeringan warga. Hanya saja kedua sumur tersebut tidak memiliki sumber mata air yang bagus sehingga hanya cukup untuk dimanfaatkan sekitar 4-5 Kepala Keluarga saja.

"Alhamdulillah debit air dari sumur yang dibangun Global Wakaf-ACT DIY ini sangat melimpah, diujicobakan untuk masyarakat selama lebih darienam jam masih bagus. Padahal semula di dusun ini cukup susah sumbermata airnya," kata dia.

Penanggung jawab pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Rejosari  KharisPradana mengatakan program pembangunan Sumur Wakaf ini akan menjadisolusi jangka panjang permasalahan kekeringan di Gunungkidul. “Sekarang sudah ada 15 Sumur Wakaf yang dibangun, dan Gedangsari adalah sumur wakaf ke 13 dibangun di Kabupaten Gunungkidul. Walaupun di sebagian tempat sudah turun hujan, tapi globa lwakaf ACT akan terus membangun sumur wakaf agar masyarakat tidak kekurangan air bersih lagi ketika terjadi kemarau,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EczShY
December 02, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EczShY
via IFTTT

Saturday, November 24, 2018

KPK tak Ambil Pusing Bantahan Bupati Bekasi

KPK mendalami informasi adanya indikasi penanggalan mundur sejumlah dokumen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ambil pusing dengan pernyataan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin nonaktif yang mengaku tak tahu menahu ihwal dugaan izin mendirikan bangunan (IMB) dibuat mundur atau backdate dalam proses perizinan proyek Meikarta. Pada pemeriksaan Jumat (23/11), Neneng membantah mengetahui adanya backdate tersebut.

"KPK telah menemukan adanya backdate. Siapa yang melakukannya tidak bisa disampaikan saat ini. Tapi faktanya kami dapatkan. Bantahan, sangkalan, itu silakan saja, dari pihak-pihak tertentu apalagi tersangka silakan saja. KPK tentu tidak bergantung pada keterangan satu orang saja," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11).

Terkait dengan perizinan, KPK mendalami informasi adanya indikasi penanggalan mundur dalam sejumlah dokumen perizinan Meikarta, yaitu sejumlah rekomendasi sebelum penerbitan IMB, perizinan lingkungan dan pemadam kebakaran, dan lainnya. Jika rekomendasi-rekomendasi tersebut tidak diproses dengan benar, maka risiko terkait masalah lingkungan, seperti banjir dan lainnya di lokasi pembangunan properti dapat menjadi lebih tinggi.

"Terkait dengan adanya dugaan penanggalan mundur dalam perizinan Meikarta ini, KPK sedang menelusuri juga apakah pembangunan sudah dilakukan sebelum perizinan selesai," jelas Febri. "Kami menduga persoalan perizinan Meikarta terjadi sejak awal. Misalnya masalah pada tata ruang. Karena itu, sebenarnya beralasan bagi pihak pemprov, pemkab, ataupun instansi yang berwenang untuk melakukan evaluasi terhadap perizinan Meikarta."

Lebih lanjut Febri menambahkan, peruntukan lahan dan tata ruang penting diperhatikan agar pembangunan properti dapat dilakukan secara benar dan izinnya tidak bermasalah. Karena jika ada masalah, maka hal ini dapat merugikan masyarakat yang menjadi konsumen.

"Adanya temuan KPK tentang dugaan suap dalam proses perizinan dan indikasi backdate sejumlah dokumen perizinan semestinya bisa menjadi perhatian bagi pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan review perizinan Meikarta," kata Febri menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OZVwXR
November 24, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OZVwXR
via IFTTT

Wednesday, November 21, 2018

Polisi: Pembunuhan Mayat dalam Lemari Bermotifkan Uang

Salah satu pelanggan karaoke menitipkan uang tip untuk pelaku melalui korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menduga pembunuhan terhadap CIP (20 tahun) bermotifkan uang titipan dari pelanggan tempat hiburan malam. Jasad CIP ditemukan dalam lemari.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar di Jakarta Rabu (21/11), menyatakan salah satu pelanggan karaoke menitipkan uang tip untuk pelaku NR melalui CIP. Namun, pelaku tidak menerima uang sesuai nominal yang diberikan tamu tersebut.

"Kemudian uang tersebut ketika diminta oleh salah satu pelaku tidak utuh lagi sehingga terjadi ketersinggungan cek-cok pada saat itu terjadilah kejadiaan (pembunuhan) itu," kata Indra.

Indra mengatakan, korban CIP (20) telah bekerja tiga tahun sebagai pemandu lagu pada Karaoke "The Palace" kawasan Gatot Subroto Jakarta Selatan sedangkan NR baru sepekan bekerja di tempat yang sama. "Ya, mereka berteman bekerja di tempat yang sama dan mereka saling mengenal tetapi untuk lebih jauh kita akan analisis dan juga hasil laboratorium pun juga belum ada," kata Indra.

Indra mengungkapkan NR ditangkap bersama seorang pria berinisial YP yang diduga turut terlibat pembunuhan terhadap CIP. Penyidik akan mendalami keterangan dari kedua pelaku tersebut termasuk mencari pelanggan tempat hiburan malam yang menitipkan uang kepada korban.

Pengakuan kedua tersangka disebutkan Indra membunuh CIP dengan cara memukul kepala korban bagian belakang menggunakan martil yang diduga menyebabkan kematian. "Tapi nanti ahli yang menyimpulkan, yang jelas hantaman pertama membuat korban meninggal," ucap Indra.

Pada Selasa (20/11) siang, anggota Polda Jambi membantu penangkapan YP dan NR saat berusaha melarikan diri usai membunuh CIP di wilayah Merangin Jambi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TxjHjB
November 21, 2018 at 06:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TxjHjB
via IFTTT