Pages

Showing posts with label 2018 at 09:47PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:47PM. Show all posts

Thursday, December 13, 2018

Dompet Dhuafa-Zhevron Dhuafa Tingkatkan Ketrampilan Warga

Pelatihan ketrampilan diberikan kepada warga usia produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Institut Kemandirian Dompet Dhuafa bekerja sama dengan PT. Chevron Pacific Indonesia, meremikan program pelatihan keterampilan ketenaga kerjaan untuk kaum dhuafa.  Program tersebut sebagai wujud pengembangan keterampilan tenaga kerja untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kewirausahaan, bagi masyarakat dhuafa usia produktif di wilayah operasi PT. Chevron Pacific Indonesia.

GM PGPA Assets PT Chevron Pacific Indonesia, Sukamto Tamrin, mengatakan, melalui program pelatihan dan sertifikasi tersebut, PT. Chevron Pacific Indonesia mengharapkan peserta memiliki peluang yang lebih besar untuk menembus pasar kerja, dan juga memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam berwirausaha.

Pogram ini tentu memiliki kontribusi besar dalam pengembangan SDM. "Sehingga memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat Riau," ujarnya, Kamis ( 13/12 ).

Dalam program tersebut, ditargetkan sebanyak 300 peserta membuka acara launching 'Workforce Development Program'.Dengan  mengangkat potensi  sumber daya manusia lokal Provinsi Riau, khususnya di wilayah operasi PT. Chevron Pacific Indonesia, seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai, tentunya program tersebut akan memiliki dampak positif yang besar bagi pengembangan Sumber Daya Manusia.

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, mengatakan program yang bergulir di Riau ini akan membekali para peserta dengan pelatihan dari berbagai bidang yang ada. Pelatihan tersebut terbagi dalam berbagai bidang konsentrasi, yaitu pelatihan desain tata busana, pengolahan pangan, komputer, bengkel, dan pengelasan. Pelatihan tersebut rencananya akan berlangsung hingga Agustus 2019 mendatang.

Juperta menambahkan melalui  program workforce development akan memiliki dampak positif yang besar bagi pengembangan sumber daya manusia. Nantinya juga ada kolaborasi tim pelaksana, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dan Politeknik Caltex Riau, tentu juga akan menggandeng sejumlah pihak, termasuk dari instansi pemerintahan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qu9oiv
December 13, 2018 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qu9oiv
via IFTTT

Saturday, December 8, 2018

Senator Papua Usulkan Bentuk TPF untuk Usut Pembantaian

Penyelidikan TPF dinilai lebih komprehensif.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Senator asal Papua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Marvin Sadipun Komber meminta pemerintah membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelusuri peristiwa pembantaian 19 pekerja Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Menurutnya, kasus pembantaian pekerja proyek jalan Trans-papua tersebut harus ditangani secara serius. TPF menurutnya, dinilai mampu menyelidiki peristiwa pembantaian tersebut secara mendalam.

"Kita tidak bisa menanggapi ini dengan biasa-biasa saja. Karena itu saya minta presiden untuk membentuk tim pencari fakta terhadap kasus nduga ini. Bentuklah TPF, karena korban yang mati begitu banyak," ujar Marvin saat ditemui wartawan di sela-sela forum Regional Diplomat Meeting, Kuta, Bali, Sabtu (8/12).

Baca juga, Pembantaian Nduga, Teroris di Tanah Papua.

Menurutnya, dalam TPF akan melibatkan banyak pihak mulai dari Polri/TNI, Kementerian terkait, Komnas HAM. Sehingga ia menilai lebih komprehensif dalam penyelidikannya.

"TPF harus dibentuk, dan TPF itu yang akan menjelaskan, melibatkan Pemerintah Papua bersama dalam TPF itu dan kemudian bisa menjelaskan akar masalahnya apa, lalu bagaimana caranya kita menindaklanjuti," ujar Marvin.

Ia juga meminta kepolisian untuk menjelaskan detil para pelaku pembantaian itu. Sebab, ia menilai, selama ini masyarakat lebih hanya tau tindakan itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menurutnya kepastian siapa dalang di balik kejadian itu penting. Hal itu guna untuk mencegah timbulnya permasalah baru terjadi lagi. "Supaya apa? mencari dalang itu jangan kemudian membuat keresahan yang baru di masyarakat sipil," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SBkT4i
December 08, 2018 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SBkT4i
via IFTTT