Pages

Showing posts with label 2018 at 10:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:44PM. Show all posts

Friday, December 21, 2018

PLH Deputi IV Kemenpora Koordinasi dengan KOI

Chandra diangkat setelah pejabat terdahulu terkena operasi tangkap tangan KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Harian Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama pengurus cabang olahraga. Chandra diangkat setelah pejabat terdahulu terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinasi yang berlangsung di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI) FX Senayan, Jakarta, Jumat (21/12), dinilai sangat penting. Mengingat Indonesia dihadapkan beberapa kejuaraan mulai dari SEA Games 2019 di Filipina maupun persiapan menghadapi Olimpiade 2020 di Jepang.

"Kita harus bekerja keras mengingat waktunya singkat. Semoga semuanya bisa tuntas sesuai dengan tengat waktu," kata kata Chandra Bhakti.

Dalam pertemuan yang digagas oleh KOI ini, Chandra menegaskan masalah OTT tidak akan memengaruhi dukungan Kemenpora terhadap persiapan kontingen Indonesia menghadapi berbagai multi event. Sebab, semuanya sudah disiapkan, termasuk dana sebesar Rp 500 miliar.

"Kita ingin PB/PP yang cabang olahraganya dipertandingkan pada SEA Games Filipina 2019 agar konsentrasi menyusun persiapan atlet untuk nomor-nomor yang dipertandingkan saja. Tujuannya, agar dana yang tersedia bisa mencukupi," katanya.

Selain, untuk SEA Games 2019, dana yang siapkan juga dialokasikan untuk National Paralympic Committe (NPC) guna mempersiapkan Kontingen Indonesia menghadapi ASEAN Para Games Filipina 2019. Apalagi target yang dicanangkan adalah mempertahankan predikat juara umum.

Secara khusus, Chandra Bhakti juga meminta seluruh PB/PP bekerja sama untuk bisa mewujudkan keinginan Menpora Imam Nahrawi untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia pada SEA Games Philipina dan mempertahankan peringkat empat pada Asian Games China 2022.

"Menpora berharap kontingen Indonesia yang berada di peringkat lima di SEA Games Malaysia 2017 bisa meraih prestasi lebih baik lagi di SEA Games Filipina 2019. Begitu pada Asian Games China 2022 bisa mempertahankan posisi keempat.

Pelaksana Tugas Sekjen KOI Hellen Sarita Delima mengatakan pada SEA Games 2019 akan mempertandingkan 56 cabang olahraga dengan 523 nomor. Jumlah tersebut sudah final meski belum ditetapkan secara resmi oleh penyelenggara kejuaraan dua tahunan ini.

"Pengesahannya akan dilakukan Januari 2019," kata Hellen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CsNhjS
December 21, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CsNhjS
via IFTTT

Sunday, December 2, 2018

Polisi Surabaya Bubarkan Aliansi Mahasiswa Papua

Aksi Aliansi Mahasiswa Papua berpotensi membuat ricuh Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membubarkan Aliansi Mahasiswa Papua dengan memulangkan ratusan orang yang tergabung di dalamnya ke daerah asal masing-masing. Gesekan terjadi saat kelompok itu meneriakkan 'Papua merdeka.'

"Alhamdulillah, proses pemulangannya malam ini berlangsung dengan lancar," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan kepada wartawan, di Surabaya, Jawa Timur, Ahad.

Dia mengatakan ratusan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua itu seluruhnya diamankan dari sebuah rumah yang dikenal sebagai mess mahasiswa asal Papua, di Jalan Kalasan Surabaya, pada sekitar pukul 01.00 WIB, Ahad dini hari.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/12) pagi, mereka menggelar aksi di kawasan Bambu Runcing Surabaya. Menurut Rudi, aksi mereka berpotensi membuat rusuh Kota Surabaya karena diduga bermuatan radikal atau makar. "Terbukti ada massa dari ormas lain yang datang untuk menghalau aksi mereka," katanya.

Dia menyebut total personel Aliansi Mahasiswa Papua yang diamankan berjumlah 233 orang. Satu per satu dari mereka diinterogasi di Markas Polrestabes Surabaya.

"Ratusan orang asal Papua itu datang dari berbagai daerah. Setelah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, malam ini kami antarkan mereka ke mess di Jalan Kalasan Surabaya untuk mengambil barang-barangnya, sebelum kemudian dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing," katanya pula.

Pemulangan mereka menggunakan tiga bus yang disediakan oleh Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Satu bus berisi 50 orang menuju Kota Malang. Sedangkan dua bus, masing-masing berisi 57 dan 33 orang menuju Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo dengan pengawalan ketat aparat.

Selain itu, sebanyak 83 orang lainnya pulang sendiri-sendiri saling berboncengan mengendarai sepeda motor.

Rudi menjelaskan rombongan dua bus yang menuju ke Bungurasih berisi mahasiswa asal Papua yang beraktivitas di berbagai daerah. "Sehingga sesampainya di Bungurasih, masing-masing nanti diarahkan ke bus yang menuju ke daerahnya," ujarnya pula.

Baca juga, Kapolri Sebut Papua Masih Jadi Daerah Rawan di Pemilu 2019.

Sedangkan 83 orang yang pulang mengendarai sepeda motor berboncengan, menurut Rudi, rumahnya memang tak jauh dari mess Jalan Kalasan Surabaya. "Mereka tinggalnya di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya," katanya pula.

Rudi menegaskan pemulangan mereka bukan soal melarang kebebasan berserikat, berkumpul atau mengemukakan pendapat di muka umum, melainkan perkumpulan ini dirasakan mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. "Kami tidak ada kompromi. Mereka tidak boleh berkumpul lagi," ujarnya lagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SoT7I9
December 02, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SoT7I9
via IFTTT

Saturday, December 1, 2018

Istiqlal Siap Menampung Peserta Reuni 212

Pengurus Istiqlal menyebut reuni 212 terasa lebih sepi dibandingkan yang lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peserta aksi reuni 212 diperbolehkan untuk istirahat dan bermalam di mesjid Istiqlal. Dalam keterangan yang diberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Badan Pelaksana Pengelola Mesjid Istiqlal (BPPMI), Abu Hurairah, menyatakan bahwa pihaknya beserta semua karyawan dan petugas sudah mendapatkan intruksi dari pimpinan Istiqlal untuk bisa melayani saudara- saudara  peserta reuni 212.

Dikatakan Abu, pihak koordinator persaudaraan Alumni 212 sebelumnya sudah mengirim surat secara resmi pada pihak BPPMI untuk meminta ketersediaannya melayani atau mempersilahkan peserta- peserta reuni dari luar kota yang ingin beristirahat maupun bermalam pada hari sabtunya (1/12) di mesjid Istiqlal. “Dan itu sudah kami tanggapi dengan baik sesuai intruksi dari pimpinan kami untuk dapat melayani para peserta aksi”, ujarnya, Sabtu (1/12).

Pada pernyataannya, mesjid Istiqlal tidak menyediakan fasilitas khusus untuk peserta reuni 212. Pihaknya pun mengimbau, jika para peserta aksi ingin tidur sebaiknya tidak tidur diatas karpet merah ruang utama.

Karena di tempat itu khusus untuk sholat, khawatirnya Jika  tidur di karpet tersebut nantinya dapat menghalangi orang yang hendak sholat atau menyebabkan karpet itu menjadi kotor. Abu menyampaikan, peserta yang ingin tidur bisa di koridor atau di bagian tempat yang lainnya.    

Abu mengatakan, bahwa yang paling penting adalah kerja sama bagi para peserta reuni yang akan mampir beristirahat di mesjid Istiqlal. Seperti halnya menjaga kebersihan dari sisa- sisa makanan, tidak diperbolehkanya merokok di dalam area mesjid, selanjutnya peserta diharapkan efisien saat menggunakan air mesjid.

“Air ini memang sensitif, karena memang memakai mesin yang berguna untuk mendorong air dapat mengalir dengan deras ke seluruh keran di area mesjid ini. Oleh karena itu penggunaan air nantinya kami perlu matikan pada jam 23.00 WIB, guna mendinginkan mesin pemompa air tersebut”, ucap Abu.

Terkait parkiran pihak Istiqlal mempersilahkan para pengemudi kendaraan bisa menaruh kendaraannya di area parkiran mesjid Istiqlal. Menurut Abu, sudah biasa bagi masjid Istiqlal mempersilahkan area parkiran untuk dapat dimanfaatkan para pengendara guna menitipkan kendaraannya, meskipun acaranya dilakukan di area monas.

Abu pun mengatakan, bahwa Pengelola mesjid Istiqlal tidak menyediakan fasilitas konsumsi bagi para peserta reuni PA 212.  Menurutnya, sejak tahun- tahun lalu ketika ada acara reuni 212, istiqlal tidak melayani konsumsi bagi peserta aksi.

 Biasanya konsumsi itu diberikan para donator di sekitaran area mesjid Istiqlal ataupun ada para donator yang menitipkan kepada petugas Istiqlal untuk bisa disalurkan ke para peserta reuni. “namun sampai saat ini belum ada donator yang mulai menitipkan konsumsi kepada petugas di istiqlal”, ungkap Abu.

Abu mengatakan bahwa reuni Persaudaraan Alumni 212 saat ini dirasa lebih sepi jika dibandingkan waktu tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, pada tahun sebelumnya para peserta reuni yang mampir ke Istiqlal di waktu ini sudah terlihat membludak. Namun Pada saat ini masih belum terlihat membludak jumlahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KKs8UH
December 01, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KKs8UH
via IFTTT

Sunday, November 18, 2018

Bantul Gelar Festival Sate Klatak

Sate klatak merupakan sate kambing yang ditusuk jeruji sepeda.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Festival Sate Klatak De Paris digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di kawasan Pantai Parangkusumo. Festival menjadi upaya pemerintah mempromosikan pariwisata Nusantara di dalam dan luar negeri.

"Dengan adanya festival ini, diharapkan, dunia luar lebih yakin dan kenal sate klatak benar-benar makanan khas dari Bantul," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto di sela kegiatan Festival Sate Klatak di Bantul, Ahad (18/11).

Menurut dia, festival sate klatak sengaja digelar dalam upaya untuk mem-branding kuliner asli khas Bantul tersebut. Seperti diketahui, sate klatak atau daging kambing merupakan makanan khas Bantul yang sentranya terdapat di daerah Pleret Bantul.

Sate klatak sebenarnya hampir sama dengan sate kambing pada umumnya. Bedanya sate klatak ini tidak ditusuk dengan bambu ketika dibakar, melainkan dengan jeruji sepeda dan disajikan dengan gulai tengkleng.

"Festival sate klatak ini baru pertama kali digelar, dan diikuti sebanyak 57 peserta yang terdiri dari pelaku usaha atau pedagang profesional, ibu-ibu PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga), dan pelajar/mahasiswa," katanya.

Menurut dia, dari berbagai kategori yang ikut dalam festival sate klatak ini menjadi sebuah bukti bahwa kuliner sate klatak sangat dikenal dan digemari masyarakat Bantul.

"Jadi siapapun bisa membuat dan menikmati sate klatak sebagai sajian kuliner khas Bantul. Harapannya sate klatak bisa terkenal di kancah Nusantara dan internasional," katanya.

Kriteria dalam penilaian dari festival memasak sate klatak ini meliputi rasa, tampilan dan kostum dari masing-masing peserta. Untuk kriteria rasa dikedepankan cita rasa gurih, enak dan empuk.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OMKWDb
November 18, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OMKWDb
via IFTTT