Pages

Showing posts with label 2018 at 12:12AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 12:12AM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Ini Pelanggaran Reklame Tsamara dan Romi Kata Pemprov

Bila tak kunjung memotong reklame usai disegel bisa dikenaik sanksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Cipta Karya DKI Jakarta, Benny Agus Chandra mengatakan,  penertiban reklame masih terus diterapkan. Menurutnya, bila vendor atau biro jasa reklame tak kunjung memotong reklame usai dilakukan penyegelan, maka vendor akan dikenai sanksi.

“Kalau penertiban oleh Satpol PP. Kalau vendor atau biro jasanya nggak potong juga ya nanti dikenakan sanksi,” jelas Benny kepada Republika.co.id, Ahad (30/12).

Beberapa reklame yang dilakukan penertiban berupa penyegelan adalah reklame miliki politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Lalu, reklame politikus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy di Jalan S Parman, Jakarta Barat.

Keduanya telah dilakukan penyegelan dengan pemasangan spanduk segel. Reklame Tsamara dilakukan penyegelan pada Kamis (27/12) lalu.

Sementara, menurut Benny, penyegelan reklame Romahurmuzy sempat dilakukan penyegelan ulang.  “Kayaknya (reklame Romahurmuzy) lebih awal pekan lalu. Tapi segelnya dicopot jadi kita pasang ulang,” jelas Benny.

Dia mengatakan, menurut aturan, setelah dilakukan penyegelan, maka pihak vendor atau biro jasa reklame diberikan waktu selama tiga kali 24 jam untuk melakukan pemotongan sendiri. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan laporan dari pihak vendor perihal pemotongan reklame secara mandiri.

Benny menegaskan, kedua reklame tersebut menyalahi aturan sehingga dilakukan penyegelan. Selain reklame tersebut berada di wilayah kendali ketat, keduanya menyalahi aturan karena tak membayar pajak dan tak berizin. 

“Iya, berada di kendali ketat dan menurut catatan terakhir, tidak bayar pajak dan tidak ada izin,” jelas Benny.

Bila memang pihak vendor tak kunjung memotong reklame yang menyalahi aturan, maka Satpol PP pun yang akan memotong reklame tersebut. Namun, menurut Benny, hal itu kemungkinan akan ditunda terlebih dahulu oleh Satpol PP.

Menurutnya, Satpol PP masih harus menunggu anggaran 2019 mendatang.  Ini mengingat pada 2018 telah tutup buku.

Baca juga, Gandeng KPK, Pemprov DKI Jakarta akan Tertibkan Reklame.

Benny menjelaskan, pemasangan segel untuk reklame di sepanjang jalan S Parman Jakarta Barat, sampai Cawang, Jakarta Timur dilakukan sampai Senin (31/12). Setelah itu, pihaknya pun akan melakukan evaluasi dan klarifikasi masing-masing titik reklame.

Beberapa titik reklame yang telah disegel pihaknya sejak Oktober lalu, kata dia, telah dipotong secara mandiri oleh vendornya sendiri. Pihaknya berharap, vendor-vendor lainnya bisa kooperatif untuk memotong reklamenya sendiri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu membenarkan, pihak vendor atau biro jasa yang tak mau bekerja sama untuk melakukan pemotongan reklame usai reklame dilakukan penyegelan, maka berpotensi akan dilakukan sanksi administratif.

"Kalau dia tidak kooperatif, maka, dia akan terkena sanksi administratif. Sanksi administratif itu gimana? Blacklist. Tidak boleh usaha seperti itu di Jakarta,” kata Yani kepada Republika.co.id, Ahad (30/12).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BMKGQn
December 31, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BMKGQn
via IFTTT

Saturday, December 29, 2018

Tottenham Tumbang di Kandang Sendiri, Papan Atas Sengit

Padahal, Spurs baru saja menggusur Manchester City di posisi kedua tengah pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan di papan atas Liga Primer Inggris semakin sengit dan menarik. Sebab, tim peringkat kedua Tottenham Hotspur di luar dugaan tumbang pada laga pekan ke-20. Spurs menyerah 1-3 dari Wolverhampton Wanderers, di Stadion Wembley, London, Sabtu (29/12).

Padahal, Spurs baru saja menggusur Manchester City di posisi kedua tengah pekan ini. Kekalahan Tottenham membuat City berpeluang kembali naik ke peringkat kedua klasemen asalkan dapat menaklukkan Southampton pada Ahad (30/12)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AkbirQ
December 30, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AkbirQ
via IFTTT

Thursday, December 27, 2018

Arcandra: Komitmen Investasi Migas Naik

Pemenang lelang WK Migas tahap III 2018 sudah diumumkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan sudah ada 36 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi yang menerapkan kontrak bagi hasil skema Gross Split hingga akhir tahun 2018 dengan komitmen investasi migas naik signifikan.

"Hari ini seperti yang dijanjikan adalah kado akhir tahun untuk bidang migas. Jumlah WK yang menggunakan gross split tahun ini sebanyak 36," jelas Arcandra saat mengumumkan pemenang penawaran wilayah kerja migas kantor Kementerian ESDM, Kamis (27/18).

Pada kesempatan itu, diumumkan tiga pemenang lelang WK Migas tahap III tahun 2018, yaitu WK South Andaman, WK Sakakemang dan WK Maratua. Selain itu, Wamen Arcandra juga menyampaikan keputusan pengelolaan blok migas terminasi 2023 yaitu WK Rimau yang dioperatori oleh Medco E&P dengan menggunakan skema kontrak gross split.

Perlahan, skema bagi hasio gross split makin menunjukkan kemajuan yang begitu signifikan. Total, sudah ada 14 blok eksplorasi, 21 blok regular dan 1 blok amandemen yang telah beralih menggunakan sistem gross split. Dari 36 blok tersebut, Pemerintah telah mengantongi investasi migas sebesar USD 2,13 miliar dan bonus tandangan tangan sebesar USD 895,4 juta.

Arcandra pun menepis tudingan bahwa penggunaan skema gross split tidak mampu menarik minat para investor. "Tahun 2018 ini blok eksplorasi sudah laku 9 (sembilan), tahun 2017 lalu laku 5 (lima). Tahun 2016 dan 2015 laku nol. Kalau ada yang mengatakan sistem gross split tidak cocok untuk blok eksplorasi, ternyata Alhamdulillah hari ini tambah tiga," kata Arcandra.

Selain jumlah blok yang meningkat, investasi skema gross split begitu menarik. Hal ini dibuktikan dengan besaran bonus tanda tangan yang didapat Pemerintah dari kontraktor.

"Selama ini bonus tanda tangan sangat kecil sekali, yaitu USD 500.000. Hari ini kita bisa menjual blok kita, bonus tanda tangan, dua juta dolar. Artinya apa? Tiga kali lipat, empat kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya," kata Arcandra.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ETOumy
December 28, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ETOumy
via IFTTT

Saturday, November 24, 2018

Hasto Sebut Pernyataan 'Pengen Tabok' Jokowi sebagai Teguran

'Kalau sudah tahu tak efektif, kenapa harus dipakai terus? Pak Jokowi jengkel juga.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang geram atas serangan fitnah dirinya adalah PKI sebagai teguran halus. Menurut Hasto, Jokowi hendak memberikan kiasan ketika menyatakan 'rasanya ingin menabok' yang menyebarkan fitnah dirinya adalah PKI. 

Ia menyebut, sebenarnya, pesan utama yang hendak disampaikan Jokowi adalah bahwa politik harus ditunjukkan dengan hal positif dan semua pihak berlomba menunjukkan prestasi.

"Tak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk memfitnah," kata Hasto dalam keterangan yang diterima wartawan, Sabtu (24/11).

Menurutnya, teguran dari Jokowi tersebut masih tergolong cukup halus atas serangan yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 01 tersebut. Karenanya, ia mengingatkan pihak lain agar menghentikan berbagai fitnah dan hoaks tersebut.

Hasto pun membandingkan kondisi saat inu dengan era Orde Baru zaman Presiden Soeharto. Menurutnya, bila di era itu, maka pelaku fitnah terhadap presiden pasti tak hanya diperingatkan seperti pernyataan Jokowi.

"Kalau di jaman Orde Baru kan itu, wah itu bukan hanya ditabok. Tapi, sudah diculik, dimasukkan penjara. Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang presiden yang ingin mengingatkan. Agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya mengedepankan hal positif," ungkap Hasto.

Menurutnya, sejak pemilu 2014 lalu, Jokowi sudah diserang dengan isu-isu tidak benar oleh kubu lawan. "Terbukti yang dulu pun tak efektif. Tapi kalau sudah tahu tak efektif, kenapa harus dipakai terus? Pak Jokowi juga bertanya-tanya, jadi jengkel juga," kata sekjen PDIP tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zpDfOr
November 25, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zpDfOr
via IFTTT

Saturday, November 17, 2018

Pelatih Timnas Thailand Mengaku Beruntung Bisa Bangkit

Dalam kondisi tertinggal, Rajevac menginstruksikan kepada pemain untuk menyerang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Pelatih timnas Thailand Milovan Rajevac mengaku beruntung timnya bisa bangkit setelah tertinggal 0-1 dari Indonesia pada pertandingan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11). Thailand akhirnya menang 4-2.

Dalam kondisi tertinggal, Rajevac menginstruksikan kepada pemain untuk menyerang. Apa yang diharapkannya direspons dengan baik oleh Adisak Kraisorn dan kawan-kawan. Thailand mampu menyamakan kedudukan dan dalam waktu singkat berbalik unggul.

"Pemain saya menunjukkan karakter dan mereka bisa comeback. Ini membuat saya senang karena mampu memdapatkan tiga poin. Hasil ini yang terpenting," kata pelatih asal Swedia itu.

Menurut dia, pada babak pertama timnya bermasalah di lini tengah sehingga pasokan bola ke lini depan sering terhambat. Namun, pihaknya langsung bergerak cepat dengan mengubah strategi sehingga timnya berbalik mampu menguasai jalannya pertandingan.

"Pergantian pemain (dari Mongkol Tossakrai/Pokklaw A-Nan) memberikan efek dan kami bermain lebih baik di babak kedua," kata pelatih asal Swedia itu.

Milovan Rajevac menjelaskan, anak asuhnya secara umum mampu menjalankan instruksi dengan baik. Hanya pada awal pertandingan banyak membuang peluang. Bahkan Thailand harus tertinggal terlebih dahulu dari gol pemain Indonesia, Zulfiandi pada menit 29.

"Kami akui Indonesia mengawali pertandingan dengan baik. Kami terlalu rileks di awal pertandingan dan kami mengawali pertandingan tidak sesuai harapan," kata pelatih berusia 63 tahun itu.

"Setelah itu kami berhasil memperbaiki dan lebih serius untuk meraih hasil yang bagus. Beruntung bagi kami mendapat hasil positif." 

Dengan hasil ini, timnas Thailand bertengger di puncak klasemen Grup B dengan raihan enam poin dari dua pertandingan. Sebelumnya Adisak dan kawan-kawan menang telak 7-0 dari Timor Leste. Selanjutnya anak asuh Milovan Rajevac akan menghadapi Filipina.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ORdHi6
November 18, 2018 at 12:12AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ORdHi6
via IFTTT