Pages

Showing posts with label 2019 at 11:32PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:32PM. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

Besok, KPU Gelar Rekapitulasi Pemilu 4 Provinsi

Hingga saat ini, ada delapan provinsi yang hasil pemilunya telah ditetapkan oleh KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pihaknya akan menggelar sidang pleno terbuka rekapitulasi hasil Pemilu 2019 untuk empat provinsi pada Senin (13/5). Hingga saat ini, ada delapan provinsi yang hasil pemilunya telah ditetapkan oleh KPU.

"Besok 13 Mei sebagaimana sudah kami sudah konfirmasi dengan KPU provinsi, kami akan melakukan rekapitulasi hasil pemilu untuk provinsi Sulawesi Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur. Rekapitulasi dimulai pukul 10.00 WIB, " ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (12/5) malam. 

Menurut Arief, rapat rekapitulasi pada Senin akan digelar dalam satu panel. Karena ada empat provinsi, maka KPU sepakat telah menggelar rapat pleno rekapitulasi sejak pagi. "Kami pun sudah memperoleh konfirmasi dari Lampung dan Jawa Timur juga akan hadir pada Senin. Namun, kedua provinsi baru bisa datang ke Jakarta sore hari. Sehingga belum bisa dipastikan akan dilakukan pada sesi Senin malam hari atau tidak.  Kalau tidak bisa   maka Lampung dan Jawa Timur akan diikutkan dalam pleno rekapitulasi pada 14 Mei (Selasa)," jelas Arief.

Sebelumnya, KPU telah menetapkan hasil Pemilu 2019 dari delapan provinsi hingga Ahad malam. Paslon capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dua juta suara dari paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

Delapan provinsi yang telah ditetapkan hasil pemilu yakni Bali,  Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Utara,  Kalimantan Tengah, Bengkulu,  Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Hasil pilpres  dari Bali,  Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah sudah ditetapkan pada Jumat (10/5) dan Sabtu (11/5).

Sementara itu, hasil pilpres dari provinsi Bengkulu, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan baru ditetapkan pada Ahad. Berdasarkan hasil pilpres dari delapan provinsi di atas,  paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 7.413.099 suara. Sementara itu, paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno meraih 4.809.998 suara.

Adapun selisih suara untuk kedua paslon yakni 2.603.101 suara. Dengan demikian, paslon Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dua juta suara dari Prabowo-Sandiaga Uno.  Sementara itu, jumlah total suara sah pilpres sebanyak 32.223.457 suara. Jumlah total suara tidak sah pilpres  292.984 suara

Jumlah suara sah dan tidak sah pilpres 32.516.441 suara.

Selain itu, hingga Ahad malam,  KPU telah menetapkan hasil pileg DPR RI dari delapan provinsi. Dari hasil pileg,  tercatat PDIP memimpin dengan meraih 3.151.046 suara.  Disusul kemudian Golkar yang meraih 1.518.303 suara dan Gerindra yang mendapatkan 1.075.648 suara. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ynqfmw
May 12, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ynqfmw
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Kapolda: Lokasi Kebakaran Akan Diamankan

Polisi sudah melakukan langkah antisipasi agar api di kapal tak kembali merambat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran yang melanda kapal-kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Timur, belum juga bisa diatasi hingga Sabtu (23/2) malam. Beberapa kapal yang terbakar belum sepenuhnya padam berada di tengah kolam demaga pelabuhan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, polisi sudah melakukan langkah-langkah antisipasi agar api di kapal tak kembali merambat. Ia juga telah berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk mematikan api ini.

"Juga dengan petugas otoritas pelabuhan kita koordinasi supaya kapal lain juga tidak terkena dampak daripada kebakaran ini," kata dia di lokasi kebakaran, Sabtu (23/2) malam.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara diduga api muncul akibat aktivitas pengelasan di kapal motor (KM) Arta Mina Jaya. Akibat aktivitas itu, timbul percikan api yang menyebabkan korsleting listrik.

Gatot menambahkan, untuk beberapa hari ke depan kepolisian akan mengamankan titik awal lokasi kebakaran di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk proses penyelidikan. "Itu pasti kita kita amankan sama yg berdekatan disitu untuk mengetahui sumber api, kemudian untuk mengetahui kenudian untuk mengetahui penyebabnya," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan mengumpulkan saksi-saksi. Setelah itu, Polda Metro Jaya juga akan menerjunkan tim labfor dengan Inafis. Gatot belum mau memastikan akan adanya tersangka dari kejadian itu. Menurut dia, saat ini polisi masih berupaya mengamankan lokasi dan berkoordinasi untuk memadamkan api.

"Nanti kalau apinya sudah mati, saksi masih kita periksa. Saat ini sudah ada tujuh saksi yang kita periksa," kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini data sementara sudah ada 16 kapal yang terbakar. Ia membantah jika ada kapal tongkang pengangkut solar yang ikut terbakar.

Meski begitu, ia mengatakan, tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. "Sejauh ini kita belum. Nanti kita lihat hasilnya. Kita masih berusaha matikan api ini," kata dia.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Satriadi Gunawan mengatakan, petugas pemadam masih berusaha memadamkan api yang masih membakar kapal. Menurut dia, hingga saat ini sekitar 20 kapal telah terbakar. "Saya belum tahu jumlah persisnya berapa. Tapi sekitar 20-an," kata dia.

Hingga Sabtu (23/2) malam, lanjut dia, pemadam masih mengatur strategi untuk memadamkan api yang masih menyala. Namun, berdasarkan pantauan Republika, beberapa kapal yang terbakar dan berada di tengah dibiarkan begitu saja.

Sementara itu, petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Muara Baru mengimbau para perwira kapal untuk memindahkan kapalnya dari kolam dermaga untuk mengantisipasi merambatnya api. Pasalnya, arah angin tidak menentu dan berpotensi menyambar kapal yang berada di dekatnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SY21B6
February 23, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SY21B6
via IFTTT

Sunday, February 3, 2019

Muslimat NU: Memperjuangkan Jokowi-Maruf adalah Jihad Akbar

Khofifah menyebut Pilpres kali ini pertarungan mempertahankan NKRI dan Pancasila

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Tegal, Umi Azizah mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi- KH. Ma'ruf Amin merupakan paket lengkap khususnya dalam memperjuangkan keutungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). 

Menurut dia, Jokowi merupakan presiden yang telah bekerja secara nyata dan kali ini menggandeng seorang ulama berpaham Aswaja. Karena itu, menurut dia, berjuang untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 adalah sebuah jihad akbar. 

"Beliau (Jokowi) juga berpasangan dengan Kiai Ma'ruf, seorang ulama yang akan menjaga ahlusunnah wal jamaah. Maka memperjuangkan mereka adalah jihad akbar," ujar Umi Azizah dalam acara deklarasi Gerak Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) bersama masyarakat Kabupaten Tegal di Gor Indoor Trisanja, Ahad (3/2).

Dia menuturkan, Jokowi juga merupakan pemimpin yang mewujudkan adanya Hari Santri Nasional. Saat ini, menurut dia, Jokowi juga mendukung penyusunan Undang Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang tentunya akan memberikan ruang besar untuk kesetaraan pendidikan di pesantren.  

"Pak Jokowi juga yang mengesahkan perppu ormas yang melarang organisasi masyarakat yang anti pancasila," ucap Umi Azizah yang juga kini menjabat sebagai Bupati Tegal itu.  

Karena itu, menurut dia, tidak ada alasan lagi bagi warga NU dan JKSN untuk tidak memilih Jokowi-Ma'ruf saat pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April 2019.  Apa yang disampaikan Umi Azizah tersebit juga diamini oleh Ketua Dewan Pengarah JKSN, Khofifah Indar Parawansa. 

Khofifah mengatakan bahwa Aswaja hanya bisa dititipkan di tangan Jokowi-Ma'ruf. Selain itu, menurut dia, Pilpres kali ini juga merupakan pertarungan untuk mempertahankan NKRI dan Pancasila.

"Di pasangan nomor 01 ada Pak Jokowi dan ada Kiai Ma'ruf.  Di sana kita bisa menitipkan ahlaussnah wal jamaah. Maka pilpres adalah jihad besar," kata Ketua Umum Muslimat NU yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini.  

Menurut Khofifah, kiai NU dan warga NU yang punya kontribusi besa lahirnya NKRI harus siaga saat ada yang ingin mengusik Pancasila dan NKRI. "Karena ini akan menjadi bagian dari pertarungan besar. Kita harus hati-hati pada mereka yang siap-siap mendirikan khilafah di Indonesia. Kalau sistemnya negara khilafah maka pemimpinnya adalah khalifah," tegas Khofifah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SpRIET
February 03, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SpRIET
via IFTTT

Kejutan Alaves Yang Kian Memudar

Alaves kini berada di tempat kelima klasemen La Liga Spanyol dengan raihan 32 poin.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Deportivo Alaves, Senin (4/2) dinihari WIB, akan bertandang ke markas Real Madrid dalam kondisi sedang terpuruk. Alaves sejauh ini gagal menghadirkan kembali kejutan seperti yang sempat dipertunjukan pada laga-laga awal musim.

Pada awal Oktober lalu, tim asal Basque itu sempat memaksa Real Madrid membawa pulang kekalahan tipis 0-1. Hasil tersebut memperpanjang rekor buruk Madrid yang gagal memetik kemenangan dalam tiga laga sebelumnya.

Poin penuh dari menjamu Real Madrid juga membuat Alaves saat itu naik ke posisi ketiga klasemen dengan nilai 14. Adapun Madrid tertahan di posisi dua juga dengan nilai 14, namun unggul selisih gol dari Alaves.

Performa apik yang ditunjukan Alaves pada awal musim ini perlahan kian pudar. Dalam tiga laga terakhir, Deportivo Alaves tidak pernah merasakan kemenangan dengan catatan dua kali kalah dan satu kali imbang.

''Penampilan kami dalam beberapa laga terakhir memang mengecewakan,'' kata pelatih Deportivo Alaves, Abelardo Fernadez, seperti dikutip dari situs Marca.

Kekalahan 0-1 dari Rayo Vallecano, akhir pekan lalu, menjadi catatan terakhir penampilan buruk Alaves. Posisi Alaves pun terus melorot dan kini berada di tempat kelima klasemen La Liga Spanyol dengan raihan 32 poin dari 21 laga.

Meskipun demikian, Fernandez menilai keberhasilan meraih 32 poin dari 21 laga Liga Spanyol merupakan pencapaian tersendiri buat Alaves. Ia pun mengungkapkan target utama timnya pada paruh kedua musim ini adalah terus mendapatkan poin.

''Bisa meraih 32 poin dari 21 laga bukanlah hal yang mudah. Kami masih memiliki 17 pertandingan lagi,'' kata Fernandez. ''Tim ini baik-baik saja. Kami akan kembali mendapatkan poin.''

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WE7aMX
February 03, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WE7aMX
via IFTTT

Sunday, January 6, 2019

Pelaku Pungutan Liar Atas Nama Bencana Diamankan

Pungutan yang dilakukannya bukan disalurkan ke korban bencana melainkan untuk pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang pelaku pungutan liar yang mengatasnamakan korban bencana alam diamankan warga. Pungutan yang dilakukannya diketahui bukan disalurkan untuk korban bencana, melainkan untuk kepentingan pribadi.

"Memang benar, ada pria yang diamankan warga karena melakukan pungutan liar untuk korban bencana alam," kata Kapolsekta Banjarmasin Barat, Mars Suryo Kartiko, Ahad (6/1).

Dia mengatakan, aksi pungutan liar itu terjadi pada Jumat (4/1). Pelaku diketahui Roy Chandra alias Chandra (28) warga Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur. Saat pelaku diserahkan ke Polsek Banjarmasin Barat turut diamankan barang bukti di antaranya satu kotak bertuliskan sumbangan untuk Tsunami Selat Sunda Banten, dan Kota Lampung serta uang tunai sebesar Rp42 ribu. Ia mengatakan pelaku tetap diproses secara hukum agar memberikan efek jera pada pelaku dan orang lain yang memiliki niat serupa.

"Saya mengimbau kepada masyarakat kota Banjarmasin, supaya tidak melakukan pungutan liar yang mengatasnamakan korban bencana alam, seperti dilakukan oleh Roy ini, uang tidak dimasukkan dalam korban bencana alam, akan tetapi uangnya masuk dalam kantong pribadi," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Re1zxE
January 06, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Re1zxE
via IFTTT