Pages

Showing posts with label May 15. Show all posts
Showing posts with label May 15. Show all posts

Wednesday, May 15, 2019

Jalan Siliwangi Raya Berlubang Hingga Memakan Satu Jalan

Jalan Siliwangi Raya berlubang hingga hampir memakan satu bahu jalan

Jalan Raya Siliwangi, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi kondisinya rusak. Jalan tersebut merupakan akses jalan menuju Bantar Gebang dan Kota Bogor. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak lubang-lubang besar di sepanjang jalan ini. Jalan ini banyak dilewati oleh kendaraan-kendaraan bertonase besar seperti truk dan kontainer. Selain itu lubang-lubang di sepanjang jalan ini juga tergenang air yang berasal dari saluran air yang tersumbat. 

Kerusakan ini juga memakan hampir satu lajur jalan, sehingga jalan menjadi menyempit dan mengganggu arus lalu lintas. Di lokasi rusaknya jalan tersebut, juga terdapat beberapa ban bekas yang di letakkan diatas lubang-lubang oleh masyarakat. Hal ini untuk menandakan kepada para pengendara agar tak melintas di atas jalan berlubang. 

Selain menganggu arus lalu lintas, jalan tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan bahaya bagi para pengendara yang melintas. Karena semakin hari kondisi jalan semakin rusak sementara perbaikan tak kunjung dilakukan.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HoMt29
May 15, 2019 at 05:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HoMt29
via IFTTT

Street Food Bung Karno Mataram, Simbol Bangkit Pascagempa

Street Food Bung Karno berdiri di tengah pariwisata NTB yang belum pulih pascagempa

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Momen berbuka puasa menjadi sesuatu yang dinantikan umat Islam. Sejumlah tempat kuliner di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak ingin ketinggalan menawarkan menu hidangan berbuka. Seperti yang dilakukan Street Food Bung Karno.

Sesuai namanya, kafe di Jalan Bung Karno Kota Mataram ini tampil dengan konsep 'jalanan' lantaran letaknya yang benar-benar di pinggir jalan. Meski hanya berada di pinggir jalan, kafe ini memiliki gaya yang santai dan cocok untuk nongkrong anak-anak muda di Lombok. Letaknya sangat strategis karena berada di pusat Kota Mataram dan berhadapan langsung dengan Hotel Lombok Garden.

Street Food Bung Karno memiliki menu makanan dan minuman yang bervariasi. Mulai dari aneka nasi goreng, seafood, pizza, pasta, dimsum, hingga aneka kopi nusantara. Selama Ramadhan, Street Food Bung Karno memiliki dua menu istimewa yakni nasi mandhi dan ximilu.

Salah satu pemilik Street Food Bung Karno, Asrianti Mustari, menuturkan awal mula berdirinya tempat makan tersebut. Sebelum membuka Food Street Bung Karno, Tari sudah memiliki usaha kafe bernama Lombok Box Container di  Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Lombok Box Container sudah berjalan tiga tahun.

Awalnya, Lombok Box Container merupakan waralaba dari sebuah kafe di Mataram hingga akhirnya Tari memutuskan untuk mengelola sendiri. Ia bercerita Lombok Box Container sedang dalam masa keemasan sebagai sebuah kafe.

Hal ini tak lepas dari citra Lombok sebagai destinasi wisata yang sedang naik daun. Namun bencana gempa yang melanda Lombok pada pertengahan 2018 membuat usahanya kembali ke titik nol.

Para wisatawan di Senggigi yang biasanya menghabiskan malam di Lombok Box Container pun tiada lagi. Kalaupun ada, tentu tidak dalam jumlah banyak.

"Senggigi dan Lombok pada umumnya kan lagi naik-naiknya. Baru dua tahun (wisata Lombok) booming dan tiba-tiba gempa. Ketika gempa itu juga sedang banyak tamu wisatawan dan langsung terasa banget dampaknya," ucap Tari.

Tari menyebut kondisi pariwisata Senggigi saat ini dalam masa sulit. Karyawannya yang dahulu mencapai 28 orang kini tinggal 10 orang. Sebelum gempa, jumlah pengunjung Lombok Box bisa mencapai 150 orang. Angka yang sulit dicapai untuk saat ini.

Fokus Tari pascagempa ialah membuat Lombok Box tetap bertahan sembari berharap sektor pariwisata Senggigi kembali pulih. "Bagaimana caranya biar kita bertahan dulu, tidak tutup karena sayang juga orang-orang sudah banyak tahu (Lombok Box Container)," kata Tari.

Sembari menunggu sektor pariwisata Senggigi pulih, Tari memutuskan membuka cabang di Mataram bernama Street Food Bung Karno bersama seorang rekannya, Nora Aziz. Sebagai pemula, Tari mengaku agak sulit membuka usaha seorang diri di tengah kondisi pariwisata Lombok yang belum sepenuhnya pulih.

Pilihan bekerja sama dengan temannya dinilai sedikit meringankan dari sisi pendanaan hingga operasional usaha. Meski baru berjalan tiga bulan, Street Food Bung Karno mampu memikat anak-anak muda di Mataram untuk singgah.

Kafe dengan kapasitas hingga 50 pengunjung ini buka mulai pukul 16.00 WITA hingga 24.00 WITA. Tari dan Nora berharap usahanya memberikan warna baru dan alternatif kuliner bagi sektor pariwisata di Lombok. Keduanya juga sepakat tidak menjajakan minuman beralkohol di Street Food Bung Karno, sejalan dengan branding wisata halal yang digencarkan pariwisata Lombok.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YxxU1B
May 15, 2019 at 05:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YxxU1B
via IFTTT

Kewajiban Sertifikasi Perketat Kompetisi Industri Mamin

Imbas kewajiban sertifikasi untuk produk halal lebih ke industri kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kewajiban sertifikasi bagi produk halal pada Oktober 2019 mendatang seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dinilai tidak akan menghambat produsen makanan minuman (mamin) besar. Namun, hal itu akan makin memperketat kompetisi.

Analis PT Pefindo, Martin Pandiangan menjelaskan, kompetisi industri mamin Tanah Air terbilang ketat, baik bagi produk lokal maupun impor. Kewajiban sertifikasi bagi produk halal akan membuat kompetisi makin ketat, terutama industri mamin rumah tangga.

Hal itu berbeda dengan korporasi besar yang sudah kuat, produknya bersertifikat halal, dan sudah bisa ekspor. "Imbas kewajiban sertifikasi untuk produk halal lebih ke industri kecil," kata Martin usai rilis pemeringkatan rutin Pefindo di Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Produsen mamin besar seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI) pasarnya sudah signifikan. Produk kedua emiten pun sudah bersertifikat halal. Namun, regulasi sertifikasi akan membuat persaingan mereka lebih ketat.

Dari segi margin, produk roti bisa sekitar 30 persen dan mi instan sekitar 10 hingga 30 persen. Namun, industri mamin rentan terhadap bahan baku. Sementara pasokan bahan baku dari dalam negeri seperti gula, jumlahnya tidak mencukupi, kualitas di bawah standar, atau panen tidak sesuai prediksi.

"Bahan baku produk mamin sebagian masih mengandalkan impor seperti gandum. Kalau pasokan di dalam negeri kurang, itu juga harus ditutup impor," kata Martin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q5RQpi
May 15, 2019 at 05:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q5RQpi
via IFTTT

Mental Menerabas dalam Jual Beli Jabatan

Kasus jual beli jabatan di Kemenag hanya rentetan kasus di lembaga pemerintahan.

Tahta selalu menggoda. Banyak orang rela melakukan apa saja untuk meraihnya. Ironisnya, mereka yang memiliki wewenang dan kekuasaan untuk menentukan jabatan memanfaatkan proses pengaturan jabatan untuk mengumpulkan harta dan pundi keuntungan pribadi.

Kiai dan juga penyair A. Mustafa Bisri dalam puisinya yang berjudul “Di Negerimu” menulis: “Ini negeri paling aneh/di mana keserakahan dimapankan/kekuasaan dikerucutkan/kemunafikan dibudayakan/telinga-telinga disumbat harta dan martabat/mulut-mulut dibungkam iming-iming dan ancaman.” Dan iming-iming suap misalnya telah berkali-kali merusak misi pembentukan pemerintahan yang bersih.

Di negeri ini, Indonesia, jual beli jabatan telah berlangsung sejak lama. Kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama yang baru saja terjadi hanya rentetan dari sekian banyak kasus dengan modus relatif sama yang terjadi di lembaga pemerintahan lainnya.

Asal punya kedekatan dengan penentu kebijakan dan punya uang, seseorang bisa melenggang menggenggam tahta yang diimpikannya. Ia tak peduli dengan orang lain yang lebih memiliki hak memanggul amanah itu karena kompetensi dan profesionalitasnya.

Pada kasus jual beli jabatan, harga diri dan kehormatan sesungguhnya telah dipertaruhkan. Bukan hanya harga diri dan kehormatan seseorang, namun juga bangsa ini. Jika jual beli jabatan menjadi budaya, maka orang-orang yang kompeten dan professional tetapi tak punya uang dan tak memiliki kedekatan dengan kekuasaan, akan sulit menduduki jabatan-jabatan strategis yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat.

Bagaimana mungkin mengelola lembaga dengan bersih, jika pemegang jabatan di dalamnya melakukan jual beli jabatan. Tangan mereka telah kotor sebelum mereka menduduki jabatan. jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama juga merusak citra lembaga itu yang harusnya menginternalisasikan nilai-nilai religius.

Dugaan keterlibatan tokoh politik dari partai berbasis agama dalam kegiatan jual beli jabatan makin menunjukkan betapa budaya koruptif dan jual beli jabatan, telah menciptakan citra tokoh yang ambigu. Selain itu jual beli jabatan memiliki konstruksi identitas ganda: politisi atau pemimpin yang membalut dirinya dengan atribut agama, tetapi dalam waktu bersamaan sang politisi juga mengiyakan rayuan dan godaan yang dilarang ajaran agama.

Tahta dan harta bagi sebagian orang di negeri ini bisa diraih dengan melalui jalan melanggar hukum sehingga pengadaan kitab, yang di dalamnya mengajarkan kebajikan, dikorupsi.  Saya masih ingat kisah seorang teman bahwa untuk menjadi kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan beridentitas agama, seorang calon juga dimintai sejumlah uang oleh oknum yang berwenang menentukan.

Dalam lembaga pendidikan lebih tinggi seperti perguruan tinggi, kita baru-baru ini disuguhi berita tentang indikasi suap miliaran rupiah dalam pemilihan rektor sebuah perguruan tinggi. Sekolah dan kampus adalah tempat para intelektual yang harusnya kritis pada segala bentuk penyimpangan dan selalu menyuarakan perubahan untuk kebaikan. Jika mereka menggadaikan kehormatan intelektualnya dalam patgulipat dan lingkaran mafia jabatan, maka mereka telah turut meruntuhkan marwah institusi pendidikan sebagai pencetak calon pemimpin dan para aktor kemajuan negeri ini.

Orang-orang yang menginginkan jabatan dengan jalan pintas dan orang-orang yang memanfaatkan proses seleksi jabatan berarti memiliki mental menerabas. Mereka tak menjunjung tinggi proses yang transparan, objektif dan berdasarkan kualitas atau mutu.

Koenjaraningrat menggambarkan mental menerabas berhubungan dengan nafsu mencapai tujuan secepat-cepatnya dengan menegasikan proses. Orang-orang bermental ini menginginkan jalan yang gampang. Mental menerabas yang terus dipupuk dan dibudayakan dari waktu ke waktu akan menjadi kanker yang menggegoti tubuh bangsa ini.

Jabatan yang diraih seseorang melalui pesta demokrasi, seperti kepala daerah dan anggota legislatif, yang dikotori oleh jual beli suara telah berpotensi menegasikan proses pemilihan yang mengedepankan kualitas calon pemangku jabatan. Siapa yang punya banyak uang dia yang berkesempatan melenggang.

Sebuah judul buku terkait dengan pemilu di Indonesia ditulis oleh Edward Aspinall dan Ward Berenschot dengan judul yang terkesan mengkritik yaitu “Democracy  For Sale: Elections, Clientilism and The State in Indonesia”. Gambar sampul depan buku ini adalah sebuah kotak suara pemilu yang terkunci dan di bagian lubang atasnya tampak uang seratus ribu yang hendak dimasukkan. Sementara latar warna merah putih di belakang kotak dan uang itu bisa dimaknai sebagai simbol yang berhubungan dengan negara Indonesia. Ilustrasi tersebut menggambarkan praktik politik uang dalam kontestasi politik di Indonesia.

Dalam informasi buku tersebut yang ditampilkan dalam website KITLV menunjukkan bahwa bagian isi buku terkait dengan fenomena bahwa para politisi menggapai kedudukan, jabatan atau kekuasaannya dengan menyalurkan berbagai proyek skala kecil, uang tunai, materi atau barang lainnya kepada pemilik suara atau kelompok masyarakat. Para politisi itu mendapatkan dana yang mereka gunakan untuk menyelenggarakan kampanye melalui kontrak perdagangan, lisensi dan bantuan lainnya dengan pengusaha; dan mereka terlibat dalam kontestasi konstan satu sama lain dan dengan birokrat untuk memiliki kontrol atas sumber daya negara.

Demokrasi selama ini dipercaya banyak orang sebagai sistem yang akan menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi. Tapi bagaimana jika demokrasi telah diperjualbelikan? Tentu nilai-nilai demokrasi akan terdistorsi dan tercederai.

Kita coba bayangkan seorang pejabat yang meraih jabatannya dengan jalan pintas, dengan membeli jabatan itu kemudian dia berpidato atau memberikan arahan-arahan tentang kebaikan pada para bawahannya dan rakyat. Betapa lucu dan menggelikan seorang pejabat tampil di podium dengan sekian ekspresi dan ujaran seakan dia membela rakyat, namun di balik penampakannya yang seakan terhormat, tersimpan jejak kelam penuh muslihat demi tujuan menjabat. Namun, saya tetap percaya di negeri ini masih banyak orang baik dalam panggung pemerintahan dan politik, yang tak mau terseret godaan atau iming-iming uang untuk pengaturan sebuah jabatan.

TENTANG PENULIS

YUSRI FAJAR, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LMrXMW
May 15, 2019 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LMrXMW
via IFTTT

Rapat Dengar Pendapat PP Jaminan Produk Halal Digelar Kamis

Rapat digelar di DPR, dihadiri Menteri Agama, pimpinan eselon I dan II BPJPH.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Peraturan Pemerintah Jaminan Produk Halal (PP JPH) akan diselenggarakan Kamis (16/5). Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Siti Aminah mengatakan segala informasi terbaru akan disampaikan di sana.

"Kita ada RDP besok dengan Komisi VIII DPR RI, nanti ada update di sana ya, kita siapkan bahan dulu," kata dia pada Republika.co.id, Rabu (15/5).

RDP akan dihadiri oleh Menteri Agama, pimpinan eselon I dan II BPJPH, hingga Sekretariat Negara. Siti mengatakan agenda besok yakni membahas kesiapan BPJPH menuju implementasi Undang Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada 17 Oktober 2019.

UU tersebut telah mengamanatkan pembentukan BPJPH dan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan JPH. BPJPH memiliki sejumlah wewenang di antaranya untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan jaminan produk halal, norma, standar, prosedur, dan kriteria jaminan produk halal. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HkIPGb
May 15, 2019 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HkIPGb
via IFTTT

Baznas Sukabumi Targetkan Perolehan Zakat Fitrah Rp 2 Miliar

Kesadaran untuk membayar zakat di Baznas semakin tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi menargetkan perolehan zakat fitrah 1440 H sebesar Rp 2 miliar. Target ini optimistis dapat tercapai karena mulai tingginya kepercayaan warga membayar zakat ke Baznas.

"Tahun ini masih kita targetkan perolehan zakat fitrah Rp 2 miliar,’’ ujar Wakil Ketua III Baznas Kota Sukabumi Muh Kusoy kepada Republika.co.id Rabu (15/5).

Pada tahun ini besaran zakat fitrah sebesar Rp 30 ribu. Baznas membuat 200 kupon zakat fitrah. Baznas telah menggulirkan gerakan sadar zakat bersama dengan elemen masyarakat lainnya.

Upaya lainnya untuk pencapaian zakat yakni dengan memaksimalkan peran unit pengumpul zakat (UPZ) di dewan kemakmuran masjid (DKM) atau rukun warga (RW) yang berada di tujuh kecamatan dan 33 kelurahan. Saat ini, kata Kusoy, jumlah UPZ DKM atau RW mencapai sebanyak 355 unit.

Pada momen pengumpulan zakat fitrah yang baru lalu UPZ ini menjadi salah satu ujung tombak di lapangan. Dana zakat infak, dan shodaqoh (ZIS) yang terkumpul disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak menerimanya sesuai syariat Islam. Selain itu disalurkan pada program pemberdayaan dan upaya pengentasan kemiskinan.

Pada 2018 lalu Baznas mencetak kupon zakaf fitrah sebanyak 150 ribu lembar. Namun yang terwujud hanya 70 ribu.

Kondisi ini ungkap Kusoy disebabkan ada warga yang membayar zakat langsung kepada delapan asnaf atau melalui lembaga zakat lain. Namun ke depan ia optmistis Baznas akan menjadi pilihan utama bagi warga untuk menyalurkan zakat fitrah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yun6By
May 15, 2019 at 05:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yun6By
via IFTTT

JK dan Wakil PM Malaysia Sepakat Bawa Sawit ke WTO

Sikap Indonesia dan Malaysia tersebut didasari diskriminasi produk CPO oleh Uni Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah Wan Ismail di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5). Pertemuan keduanya digelar di Hotel Beau-Rivage, Jenewa sekitar pukul 10.15 waktu setempat, di sela kunjungan dua pimpinan negara tersebut dalan forum PBB 'Global Platform on Disaster Risk Reduction 2019' di Jenewa, Swiss.

Usai pertemuan, JK mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat memiliki sikap yang sama terkait sawit atau crude palm oil (CPO). JK menerangkan, jika diskriminasi Uni Eropa kepada CPO tetap berlanjut, maka kedua negara sepakat akan membawa masalah sawit ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 

"Sikap bersama (Indonesia-Malaysia) mengenai sawit/CPO dengan Eropa dan juga karena nanti pada akhirnya kalau pun terjadi, maka kita majukan ke WTO," ujar JK di Hotel Beau-Rivage, Jenewa, Swiss, Rabu (15/5)

JK mengatakan, sikap Indonesia dan Malaysia tersebut didasari diskriminasi produk CPO oleh Uni Eropa berdampak pada perekonomian kedua negara tersebut. Sebab, CPO merupakan salah satu produk yang terpenting bagi kedua negata.

"(Kesepakatan) supaya ini Indonesia dan Malaysia kita juga salah satu produk yang penting, Malaysia juga hal yang sama antara nomor satu nomor dua produk di dunia," ujar JK.

JK menerangkan, selanjutnya utusan tetap Indonesia maupun Malaysia di Jenewa akan bekerjasama untuk menindaklanjuti pertemuan hari ini. "Justru di sini nanti penyelesaiannya, ada Pak Hasan Kleib sudah kerja sama dengan Dubes tadi ya sama sama sikap memajukan WTO," ujar JK.

Dalam kunjungan yang berlangsung tertutup tersebut, JK didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, dan Wakil Tetap RI untuk PBB Hasan Kleib. Sementara, pendamping di pihak Malaysia antara lain Wakil Tetap Malaysia untuk PBB Dato Amran Mohamed Din, Pejabat Khusus Deputi PM Malaysia Ameer Vali, dan Pejabat Khusus Urusan Internasional Abdul Razak Sharif.

Sebelum memulai acara tersebut, Wan Azizah juga sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepada JK yang hari ini tengah berulangtahun. "Saya ucapkan selamat berulang tahun. Semoga diberikan keselamatan, diberikan kebahagiaan, diberi kesehatan," ujar Wan Azizah yang langsung diamini oleh JK tersebut.

Keduanya bertemu di Hotel Beau-Rivage, Jenewa pada pukul 10.15 waktu setempat, sebelum JK bertolak ke Prancis untuk menghadiri acara The Christchurch Call to Action di Istana Elysee, Paris, Prancis dalam rangka membicarakan persoalan teroris. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E9Tly1
May 15, 2019 at 05:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E9Tly1
via IFTTT

Film BBC One Day in Gaza Dikritik

BBC salah menerjemahkan kata Yahud menjadi Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Film One Day in Gaza yang disiarkan saluran BBC Two menuai kecaman dan kritik. BBC dituding menutupi antisemitisme yang ditunjukkan warga Palestina di Jalur Gaza saat melakukan aksi Great March of Return pada Maret tahun lalu. 

Tuduhan itu berangkat dari kesalahan BBC menerjemahkan kata "Yahud". Oleh BBC, kata itu diartikan sebagai "Israel". Dalam film One Day in Gaza kesalahan penerjemahan itu muncul setidaknya lima kali. 

Satu di antaranya adalah ketika BBC mewawancarai Bader Saleh (24 tahun), salah satu warga Palestina di Gaza yang berpartisipasi dalam aksi Great March of Return. Dalam wawancara tersebut, Saleh mengatakan Great March of Return adalah sebuah aksi heroik. 

Dalam aksi tersebut, lagu-lagu revolusioner dinyanyikan dan dikumandangkan. "Mereka mendorong Anda untuk mengerat kepala orang 'Yahud'," kata Saleh. 

Kata "Yahud" dalam kutipan wawancara itu diterjemahkan BBC sebagai "Israel". Sejarawan Holocaust Deborah Lipstadt segera mengecam BBC atas terjadinya hal tersebut. "Contoh mencolok lain dari kegagalan untuk mengambil momok antisemitisme dengan serius," kata dia melalui akun Twitter pribadinya, dikutip laman the Times of Israel, Rabu (15/5). 

Kelompok the North West Friends of Israel di Inggris juga melayangkan kecaman terhadap BBC. "Ketika orang-orang Palestina menggunakan kata 'Yahud', yang mereka maksudkan adalah 'Yahudi'. Itu tidak berarti 'Israel'," katanya melalui akun Twitternya. 

Kelompok tersebut menyesalkan kesalahan BBC dalam menerjemahkan kata tersebut. Mereka menilai BBC telah menutupi antisemitisme yang diperlihatkan warga Palestina. 

Aksi Great March of Return digelar warga Palestina pada Maret 2018. Dalam aksi itu mereka menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya pasca Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina. Selain itu, warga Palestina juga menyuarakan protes atas keputusan Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. 

Namun, aksi demonstrasi yang berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza-Israel itu direspons secara represif oleh Israel. Mereka menembaki para demonstran dengan peluru tajam. Lebih dari 200 warga Palestina telah tewas selama aksi Great March of Return dilaksanakan. Sekitar 6.016 lainnya mengalami luka ringan dan berat. PBB telah menyatakan bahwa tindakan Israel terhadap para demonstran Great March of Return merupakan kejahatan perang. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JkdEND
May 15, 2019 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JkdEND
via IFTTT

Penyakit Masyarakat tak Lantas Hilang Selama Ramadhan

Satpol PP menyisir tempat-tempat maksiat.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Belasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyisir tempat-tempat yang rawan digunakan hal negatif di Kota Tasikmalaya, Rabu (15/5) dini hari. Mulai dari bekas Terminal Cilembang, Pasar Cikurubuk, hingga Alun-Alun Kota Tasikmalaya dihampiri untuk mencegah adanya penyakit masyarakat selama bulan Ramadhan.

Seorang perempuan malam dan belasan botol minuman keras berhasil diamankan dalam operasi itu. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi A Sudin mengatakan, operasi itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk menertibkan suasana Kota Tasikmalaya.

"Semua yang tertangkap akan kita bawa dan kita bina," kata dia, Rabu (15/5) dini hari.

Ia mengatakan, meskipun memasuki bulan Ramadhan, penyakit masyarakat di Kota Tasikmalaya tak juga menghilang. Menurut dia, selama sepekan memasuki Ramadhan, Satpol PP tetap menemukan sejumlah penyakit masyarakat.

Ia menyebutkan, penyakit masyarakat yang masih kerap ditemukan di antaranya adalah prostitusi dan pesta minuman keras yang dilakukan para anak jalanan. "Sepekan ini kita mengamankan beberapa waria dan psk, anak jalanan pesta miras, dan kita sekarang mendapatkan barbuk," kata dia.

Tak hanya melakukan operasi pada malam hari, Satpol PP juga bergerak pada siang hari mendatangi warung-warung makan yang masih berbuka. Sandi mengatakan, warung-warung makan yang masih berbuka sebelum pukul 16.00 WIB diperingatkan untuk mematahu surat edaran Wali Kota Tasikmalaya untuk buka setelah pukul 16.00 WIB.

Menurut dia, saat melakukan penyisiran rumah makan ditemukan juga orang-orang yang sedang makan pada siang hari. Kepada orang-orang tersebut, pihaknya memberikan arahan dan pembinaan untuk menghargai orang-orang yang berpuasa.

"Sepekan ini, kita berikan arahan dan pembinaan. Kita minta tolong lah hargai orang-orang yang lagi berpuasa," kata dia.

Namun, Sandi meningatkan, jika warung makan masih bandel membuka sebelum waktunya, Satpol PP tak ragu melakukan penertiban. Ia mengatakan, barang-barang di warung tersebut akan disita jika warung-warung makan tetap memaksa buka siang hari.

"Kalau masih bandel, kita akan kasih sanksi administrasi dan penyitaan barang," kata dia.

Ia mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan mematuhi peraturan yang ada selama bulan Ramadhan. Ia juga mengajak semua pihak untuk melapor ke Satpol PP jika menemukan sesuatu yang mengganggu ketentraman masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JD0vP7
May 15, 2019 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JD0vP7
via IFTTT

Sudah Tradisi, Biaya Saat Ramadhan-Lebaran Ini Harus Diingat

Anda tetap bisa melakukan tradisi ini tanpa takut keuangan kedodoran.

Bukan wajib, sih, hukumnya. Tapi ini sepertinya sudah jadi tradisi selama bulan Ramadan dan Lebaran. Apa sajakah itu?

Sebelum Cermati.com merinci biaya-biaya yang tak boleh dilupakan saat bulan puasa dan Lebaran ini, sebaiknya ketahui kondisi keuangan Anda saat ini.

Sebab biaya wajib pada momen ini bukan hanya untuk zakat, tiket mudik, dan pakaian baru saja, tapi juga ada hal lain yang harus dianggarkan.

Jika memang gaji pas-pasan, Anda bisa menyesuaikan pengeluaran yang biasanya selalu ada di momen Ramadan dan Lebaran ini. Sehingga Anda tetap bisa melakukan tradisi ini tanpa takut keuangan kedodoran.

Jangan sampai keasyikan atau karena kelupaan, lalu mengeluarkan uang tanpa terencana, yang akhirnya gaji dan THR ludes setelah Lebaran. Lebih baik, ketahui apa saja yang biasanya dibutuhkan pada kedua momen ini dan siapkan dananya dengan tepat dan bijak.

Inilah biaya yang harus disiapkan di bulan Ramadan dan Lebaran yang yang tak boleh terlupakan begitu saja, agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar di kedua momen ini.

1. Biaya Beli Makanan dan Minuman Khas Ramadan

Menu Buka Puasa

Kurma dan minuman manis untuk buka puasa

Dilansir dari laman NU.or.id, disebutkan berbuka puasa yang dianjurkan adalah dengan kurma dan air putih, karena dinilai mengandung zat yang bisa mengembalikan fungsi anggota tubuh yang berkurang karena berpuasa.

Bahkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan At-Tirmidzi, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri mencontohkan berbuka puasa dengan kurma dan air putih.

عن أنس بن مالك قال* كان النبي صلى الله عليه وسلم يفطرعلى رطبات قبل ان يصلي فان لم يكن رطبات فتمرات فان 

لم يكن تمرات حسا حسوات من ماء رواه أحمد وأبو داود والترمذي

Artinya, ”Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa kurma matang dan basah sebelum melangsungkan salat. Kalau tidak ada kurma basah, Rasulullah SAW berbuka dengan kurma kering. Bila tak ada kurma kering, ia meminum beberapa teguk air,” (Hadits Riwayat/HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi).

Dijelaskan, untuk memahami hadits tersebut, maka para ulama memandang kesunahan berbuka puasa dengan kurma itu terletak pada sifat manis yang ada di kurma. Hal ini diungkapkan Muhammad Ali As-Syaukani dalam karyanya Nailul Authar.

وإذا كانت العلة كونه حلواً والحلو له ذلك التأثير فليحق به الحلويات كلها، أما ما كان أشد منه في الحلاوة فبفحوى 

الخطاب وما كان مساوياً له فبلحنه

Artinya, ” Kalau illah (sebab) disunahkan berbuka dengan kurma itu karena manisnya (dan sifat manis itu menjadi sebab primer buka puasa Rasulullah SAW dengan kurma), maka semua bentuk makanan dan minuman manis lainnya juga tergolong kategori berbuka puasa berdasarkan sunah Rasulullah SAW. Kalau ada misalnya makanan atau minuman yang lebih manis dari kurma, maka ulama menggunakan fahwal kithab (qiyas di mana yang disebut di nash Al-Quran/hadits lebih kuat dari yang disebut di nash)”.

Maka di bulan Ramadan, orang Indonesia berbuka puasa dengan es campur, puding, kolak, dan aneka kue manis lainnya. Tapi sekarang ini untuk mendapatkan kurma tidaklah sulit.

Ada banyak kurma yang dijual di toko secara online maupun offline. Tak heran bila di bulan puasa banyak orang menyerbu bahan-bahan makanan khas Ramadan di supermarket dan lainnya.

Jadi, selama bulan puasa ini, anggarkan bujet untuk kebutuhan sehari-hari buat buka puasa dan sahur dengan makanan sehat dan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Tak perlu belanja yang berlebihan, belilah makanan dan minuman khas Ramadan itu secukupnya agar tak mubazir.

2. Biaya untuk Bukber

Buka Puasa Bersama

Buka puasa bersama atau bukber

Seolah sudah dari turun temurun bulan Ramadan jadi ajang silaturahmi kecil-kecilan dengan teman-teman kantor, teman kuliah, teman sekolah semasa SMA hingga SD, teman kongko, dan lainnya. Buka puasa bersama atau biasa dikenal dengan istilah ‘bukber’ bisa dilakukan di mana saja, mulai dari di rumah hingga restoran dan kafe.

Jadi, jangan lupa untuk menganggarkan bujet bukber ini dengan tepat. Biar tak terjadi pemborosan, bikin bukber yang sederhana saja atau bisa pilih restoran dan kafe yang murah meriah tapi menyajikan aneka makanan dan minuman yang lezat.

Baca Juga: Ini Asuransi yang Cocok untuk Mobil Pribadi saat Mudik Lebaran

3. Biaya Kirim Parcel

Parcel Lebaran

Parcel Lebaran via tokopedia.com

Mengirim parcel Lebaran tentunya sudah jadi tradisi yang juga tak ketinggalan dilakukan hingga sekarang. Parcel bisa berisi berbagai macam produk makanan ringan atau minuman dan bahan-bahan makanan, hingga barang-barang pecah belah, serta lainnya sesuai selera.

Oleh karena itu, anggarkan bujet untuk mengirim parcel ke orang-orang terkasih maupun mereka yang Anda hormati. Biar lebih irit lagi, Anda bisa membeli produk-produk dan merangkai sendiri parcel tersebut.

4. Biaya Beli Bahan Makanan Khas Lebaran

Makanan Khas Lebaran

Ilustrasi makan makanan khas Lebaran

Seperti kita tahu, ada banyak makanan dan penganan khas Lebaran di Indonesia. Wajar saja, ada banyak daerah yang memiliki ciri khas masakan masing-masing.

Dari khas masakan Nusantara inilah akhirnya secara tradisi menjadi makanan khas Idul Fitri. Mulai dari ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, rendang, semur, dan lainnya.

Tak hanya itu, kita bisa menjumpai berbagai macam makanan ringan seperti kue nastar, kastengel, kue putri salju, kacang goreng, dan masih banyak lagi akan tersedia di meja. Oleh karena itu, siapkan bujet untuk menyediakan makanan dan penganan khas Lebaran ini secukupnya.

5. Biaya untuk Salam Tempel

Salam Tempel Lebaran atau THR

Ilustrasi anak kecil yang gembira menerima amplop salam tempel atau THR via kompasiana.com

Setelah bekerja dan punya penghasilan sendiri, rasanya tak afdal bila tak membagi-bagikan salam tempel pada sanak saudara seperti keluarga, keponakan, ataupun anak-anak kecil dari para kerabat dan tetangga.

Biasanya, untuk salam tempel ini menggunakan uang pecahan baru, mulai dari pecahan Rp2000, Rp5000, Rp20.000, Rp50.000 hingga Rp100.000. Untuk itu, jangan lupa menukarkan uang receh untuk Lebaran nanti, ya?

Siapkan uang untuk salam tempel Lebaran ini secukupnya dan sesuai kemampuan Anda. Tak harus dalam jumlah besar, asalkan didasari keikhlasan, semoga segalanya menjadi lebih berkah dengan berbagi.

Baca Juga: Rayakan Lebaran: Jangan Lupa Tukar Uang Baru, ini Caranya!

Siapkan Dananya, Nikmati Kebersamaan dan Indahnya Berbagi

Setelah mengetahui biaya apa saja yang biasanya perlu dikeluarkan saat Ramadan dan Lebaran, maka Anda perlu menyiapkan dengan baik agar keuangan tak berantakan dan kebutuhan pada momen ini terpenuhi. Catat semua pengeluaran yang dibutuhkan, dan nikmati kebersamaan serta indahnya berbagi di hari kemenangan setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu dan menahan lapar. Selamat menjalankan ibadah Puasa dan berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijiriah.

Baca Juga: Tips agar Tak Kehabisan Uang Jelang Ramadan Berakhir

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JkdBkV
May 15, 2019 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JkdBkV
via IFTTT

Ratusan Siswa SD Bina Insani Ikuti Pesantren Ramadhan 2019

Pesantren Ramadhan diharapkan menghasilkan santri/santriwati yang baik dan benar.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dalam rangka menyambut dan mengisi momentum  bermanfaat bulan suci Ramadhan 1440 H, SD Bina Insani menggelar Pesantren Ramadhan (Pesram) 2019.  Kegiatan itu diadakan di SD Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, 10-11 Mei 2019.

“Pesantren Ramadhan merupakan program tahunan sekolah yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan. Kegiatan ini sifatnya wajib bagi kelas 4 dan 5 SD namun dipersilakan bagi kelas 1,2,3 dan 6 jika ingin berpartisipasi,” kata Kepala SD Bosowa Bina Insani, Dr M Sudrajat MPdI dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (15/5).

Pesantren Ramadhan ke-27 dibuka secara resmi oleh Wadir Dikdasmen Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI), Sudirman SP. Ia  menyematkan pin pada masing-masing perwakilan santriawan/wati. Acara ini juga dihadiri oleh Pendais dari Kamenag Kota Bogor, Sumiah  MAg, para manager dan kepala sekolah, dan Komite Sekolah (PABBI)  di lingkungan Sekolah Bosowa Bina Insani.

“Pesantren Ramadhan ini diharapkan menghasilkan santri/wati yang memiliki pribadi yang baik dalam beribadah dan benar seusai ilmu yang didapatkannya juga dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Manager Islamic Studies, H. Asep Sumarsana di sela-sela acara berlangsung.

Sudrajat mengemukakan,  Pesram ke-27 mengusung tema “Pribadi jujur, pribadi sukses”.  “Tema ini sederhana tapi padat makna. Membudayakan bersikap jujur sejak dini adalah suatu proses yang sangat baik karena jujur itu kunci kesuksesan dan kesuksesan sejati adalah meraih balasan surga. Hal itu sebagaimana pesan Rasullah SAW,  ‘Hendaklah kalian bersikap jujur karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kalian kepada jalan kebaikan dan kebaikan itu membawa kalian ke surga’,” ujar Sudrajat.

Ia mengungkapkan, antusiasme peserta pesram begitu tinggi. “Pesram merupakan kegiatan positif bagi santriawan/wati di bulan Ramadhan, mudah-mudahan pola aktivitas selama pesram dilakukan dilingkungan rumah dan diharapkan agar lebih dipersiapkan lagi konsep acaranya agar santriawan/wati lebih semangat,” papar Sudrajat.

“Santriawan/wati diharapkan bisa bersikap lebih jujur dalam segala hal, agar tercapai kesuksesan di dunia dan akhirat. Semoga menjadi pengalaman dan pembelajaran yang melekat dan mengkristal dalam jiwa siswa, sehingga menjadi pribadi-pribadi yang taat kepada Allah swt, sayang dan hormat kepada orang tua, dan guru,” kata  Ketua Panitia sekaligus Koordinator Kerohanian SD Bosowa Bina Insani, Agung S. Hadiwiata SSosI, MPd.

Ia mengemukakan, tak hanya kelas 4 dan 5 saja, partisipasi kelas 1,2 dan 3 tak luput dari perhatian panitia Pesantren Ramadhan. “Sekitar 70 anak ikut berpartisipasi menyukseskan acara hingga selesai,” ungkapnya. 

Agung menjelaskan, para santriawan/wati dibagi ke dalam 22 firqoh yang terdiri dari 11 firqoh laki-laki dan 11 firqoh perempuan.  “Pesram 27 memiliki materi utama yakni motivasi, tahfizh, sosio drama,

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hkq9Xh
May 15, 2019 at 05:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hkq9Xh
via IFTTT

David Luiz: Abramovich Masih Punya Gairah dengan Chelsea

David Luiz membantah jika Abramovich sudah bosan dengan Chelsea.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain belakang Chelsea, David Luiz mengatakan Roman Abramovich masih bergairah dengan klub yang dimilikinya tersebut. Menurutnya, Abramovich berusaha untuk terlibat setiap hari meski sudah lama tidak bisa berada di Stamford Bridge.

Abramovic, miliarder Rusia itu, mengalami masalah dalam memperbarui visa Inggris tahun lalu, di tengah ketegangan antara Rusia dan Inggris. Akibatnya Abramovic belum pernah terlihat dalam pertandingan Chelsea musim ini.

Laporan media Inggris mengindikasikan bahwa Abramovich sudah mulai ogah-ogahan dan ingin menjual the Blues. Namun, Luiz menegaskan bahwa pria berusia 52 tahun itu tidak kehilangan dahaga untuk menggapai sukses setelah mereka berbicara sebelum memperpanjang kontrak bersama Chelsea minggu lalu.

"Saya berkesempatan untuk berbicara dengannya minggu lalu untuk memutuskan masa depan saya. Dia mencintai klub ini dan semua yang ada di dalam klub. Dia ingin memenangi segalanya, dia ingin berbuat lebih banyak," kata Luiz kepada The Daily Mail seperti dikutip Reuters.

"Memang sulit baginya, dia berada jauh tetapi hatinya ada di sini. Dia mencoba untuk terlibat setiap hari. Dia masih sangat bersemangat untuk klub. Dia memiliki gairah yang sama, berpikir tentang kemenangan. Dia tidak ingin kehilangan energi," ujarnya.

"Dia yang membangun Chelsea dan segalanya di Chelsea berubah karena dia. Hasilnya sudah terlihat, 15 trofi juara dalam 15 tahun," ucap pemain asal Brazil itu.

Chelsea dibawah pelatih Maurizio Sarri berada di urutan ketiga klasemen akhir Liga Primer Inggris, sehingga kembali berlaga di Liga Champions musim depan. Menurut Luiz, klub asal London itu sebenarnya telah melampaui harapan pra-musim ketika mereka ingin menuntaskan target dengan gelar juara di Liga Eropa saat mereka akan berhadapan dengan Arsenal di Baku pada 29 Mei mendatang.

"Kami tampil luar biasa, terutama saat tahun pertama bersama pelatih baru. Tidak ada yang mengira Chelsea akan finis di urutan ketiga. Semua orang mengira kami akan tersingkir untuk berlaga di Liga Champions musim depan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yxun3l
May 15, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yxun3l
via IFTTT

Baznas Sosialisasi Pengelolaan Zakat kepada Pengurus

Sosialisasi untuk mendorong pengurus mengelola zakat dengan lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Selatan (Sumsel) selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah berupaya menggalakkan sosialisasi pengelolaan zakat kepada pengurus masjid. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mendorong pengurus masjid agar lebih baik dalam pengelolaan zakat selama bulan puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua Baznas Sumsel, Najib Haitami di Palembang, Rabu (15/5), mengatakan pengelolaan zakat dari umat Muslim yang memiliki kemampuan secara ekonomi perlu terus ditingkatkan kualitasnya, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik dan disalurkan kepada orang yang tepat atau berhak menerimanya. Untuk mengelola zakat dengan baik, pengurus masjid diharapkan bisa menyusun data siapa saja mustahik atau orang yang berhak menerima zakat dan yang berpotensi membayar zakat (muzakki).

Dengan adanya data tersebut, potensi penerimaan zakat setiap tahunnya dapat ditingkatkan dan penyalurannya bisa semakin luas. Dia menjelaskan, zakat tidak hanya sekedar ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Muslim yang memiliki kemampuan ekonomi, tetapi ada manfaat yang terkandung di dalamnya.

Beberapa manfaat zakat yakni menambah ketaatan kepada Allah SWT, membuat manusia tumbuh berkembang, bertambah kemaslahatan dan berkah harta yang dimiliki, bertambah pahala, serta banyak dosa-dosa yang diampuni, katanya.

"Menghilangkan kotoran sesuai surat At-Taubah yang artinya 'Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka'," katanya.

Kemudian, dengan berzakat membantu orang yang kesusahan seperti orang fakir atau orang yang sangat sengsara hidupnya, orang miskin atau yang kekurangan secara ekonomi. Membantu orang yang kehabisan bekal, dan juga bisa membantu orang yang tidak bisa membayar hutang, serta membantu orang yang berjuang untuk agama Allah SWT.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hkz8re
May 15, 2019 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hkz8re
via IFTTT

Siswa SMAN 4 Solo Raih Nilai UN 100 pada 4 Mata Pelajaran

Hafidh merupakan siswa pertama yang meraih nilai 100 untuk 4 mata pelajaran.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Siswa SMA Negeri 4 Solo, Ananda Hafidh Rifa'i Kusnanto, mendapatkan nilai 100 pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 untuk empat mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Fisika. Siswa kelas XII IPA 6 tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Hafidh mengaku tidak menyangka bakal mendapatkan nilai sempurna untuk semua mata pelajaran yang diujikan di UNBK. Apalagi, malam sebelum hari pelaksaan UNBK, Hafidh mengaku tidak belajar agar lebih santai saat besoknya mengerjakan soal. 

Namun, anak pertama dari empat bersaudara tersebut mengaku sehari-hari rajin belajar. Menariknya, Hafidh tidak mengikuti bimbingan belajar di luar sekolahnya. Sebab, dia menyadari orang tuanya kesulitan mendaparkan biaya untuk les tambahan. Selain itu, dia menganggap latihan soal yang diberikan guru di sekolah sudah cukup. 

"Habis mengerjakan soal saya sempat ragu. Dapat nilai 100 semua saya kaget, tidak menyangka. Untuk Matematika dan Fisika optimistis bisa dapat 100. Tapi kalau Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saya tidak menyangka," ucap siswa kelahiran Sukoharjo, 11 Oktober 2011 tersebut saat ditemui wartawan di SMAN 4 Solo, Rabu (15/5). 

Putra pasangan almarhum Amat Kusnanto dan Supadmi tersebut mengaku senang terhadap pelajaran Fisika. Bahkan, dia juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Klub Astronomi di sekolahnya. Dalam mengikuti pelajaran di kelas, Hafidh mengaku menonjol di mata pelajaran Matematika, Kimia dan Fisika. Sedangkan mata pelajaran yang nilanya kurang bagus yakni Biologi. Nilai Hafidh di rapor juga selalu masuk ranking 10 besar di kelas. 

"Biologi susah, karena banyak hafalan. Kalau Fisika seru, banyak tantangan," imbuh alumnus SMP Negeri 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, tersebut. 

Hafidh yang bercita-cita menjadi insinyur tersebut bertekad untuk membanggakan ibunya. Sejak ayahnya meninggal pada 2016, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-hari, ibu Hafidh berjualan mainan di salah satu sekolah dasar di daerah Kartasura. Dalam sehari, penghasilan ibu Hafidh sekitar Rp 50 ribu-Rp 60 ribu. 

Karenanya, Hafidh fokus untuk belajar dan membimbing adik-adiknya belajar. Dia memastikan sebelum pulang sekolah harus sudah memahami setiap materi yang diberikan oleh guru pada hari tersebut. 

"Ibu selalu berpesan supaya sekolah yang rajin, belajar yang sungguh-sungguh dan selalu ingat kepada yang di atas," imbuh siswa yang beralamat di Wirogunan RT 02/RW 03, Kartasura, Sukoharjo, tersebut.

Saat ini, Hafidh sudah diterima sebagai mahasiswa di jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Selama bersekolah di SMAN 4 Solo, Hafidh juga mendapatkan keringanan dan pembebasan biaya SPP. Sebelumnya, Hafidh pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang astronomi pada 2017 dan meraih medali perak. 

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMAN 4 Solo, Nanang Inwanto, menyatakan, setiap tahun biasanya selalu ada siswa yang mendapatkan nilai 100 di Ujian Nasional, tetapi hanya satu mata pelajaran (mapel). Bahkan, tahun ini ada 25 siswa yang mendapatkan nilai 100 untuk satu mata pelajaran di UN. "Ini pertama kali ada siswa yang mendapat nilai 100 di empat mapel," ucapnya.

Menurutnya, dari awal kelas XII sekolah telah melakukan pembelajaran mapel khusus UN. Kemudian, siswa diberikan latihan-latihan soal. Hal tersebut umum dilakukan di setiap sekolah sebelum menghadapi UN. 

Menurut Nanang, sehari-hari Hafidh merupakan siswa jujur, sederhana dan pendiam. Hafidh ke sekolah naik bus atau diantar ibunya. Hafidh mendapatkan keringanan biaya SPP saat kelas X, kemudian pada kelas XI dan XII diberikan pembebasan penuh biaya SPP. 

"Sekolah mengucap syukur dan bangga. Selain kerja Hafidh, ini juga kerja keras sekolah untuk membimbing dan menjaga motivasi siswa sampai UN," imbuh Nanang. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WLFqFN
May 15, 2019 at 05:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WLFqFN
via IFTTT

AS Bantah Lakukan Provokasi di Laut Cina Selatan

AS menilai operasi di Laut Cina Selatan berjalanan konsisten.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) John Richardson mengatakan operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan berjalan konsisten selama beberapa dekade terakhir. Dia menegaskan AS tak melakukan tindakan provokatif apa pun di wilayah perairan strategis tersebut.

“Saya telah melakukan analisis dan saya dapat menyatakan dengan yakin bahwa tingkat operasi kami (di Laut Cina Selatan) telah konsisten selama beberapa dekade terakhir,” ujar Richardson di sela-sela konferensi pertahanan maritim di Singapura pada Rabu (15/5).

Menurut dia, operasi itu mendapat lebih banyak perhatian dari media dan terkadang Cina. Namun, dia mengaku tak terkejut dengan respons Beijing yang menganggap pelayaran yang dilakukan kapal-kapal Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan sebagai tindakan provokatif.

“Saya kira mereka (Cina) sudah cukup konsisten dalam menanggapi operasi-operasi ini, tapi jika saya kembali ke prinsip pertama, saya hanya ingin memastikan bahwa pendekatan Angkatan Laut AS konsisten. Kami tidak melakukan sesuatu yang semakin provokatif atau apa pun,” ujar Richardson.

AS diketahui telah mengecam dan menolak klaim sepihak atas Laut Cina Selatan. Washington secara khusus juga mengkritik pembangunan sejumlah pulau reklamasi dan fasilitas militer, termasuk jalur udara dan dermaga, di wilayah perairan tersebut.

Operasi kebebasan navigasi adalah salah satu cara yang dilakukan AS untuk menentang klaim Cina atas Laut Cina Selatan. Beijing telah berulang kali mengecam tindakan AS karena dinilai provokatif.

Selain AS, beberapa negara Asia Tenggara juga menolak klaim sepihak Cina atas Laut Cina Selatan, antara lain Brunei Darusallam, Malaysia, Filipina, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EbjHjl
May 15, 2019 at 05:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EbjHjl
via IFTTT

Bosan Es Teler dan Sup Buah? Kini Saatnya Coba Ximilu

Ximilu berasal dari Hongkong yang artinya biji selasih dalam bahasa Mandarin

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Momen berbuka puasa menjadi sesuatu yang dinantikan umat Islam. Sejumlah tempat kuliner di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak ingin ketinggalan menawarkan menu istimewa hidangan berbuka. Di Street Food Bung Karno misalnya, pengunjung ditawari dengan menu segar bernama ximilu.

Street Food Bung Karno memiliki menu makanan dan minuman yang bervariasi. Mulai dari aneka nasi goreng, seafood, pizza, pasta, dimsum, hingga aneka kopi nusantara. Namun selama Ramadhan, Street Food Bung Karno juga menghadirkan ximilu yang sayang untuk dilewatkan.

Ximilu adalah sup buah ala Hong Kong. "Ximilu dari Hongkong yang halal dan dalam artian biji selasih dalam bahasa Mandarin," ujar salah satu pemilik Street Food Bung Karno, Asrianti Mustari, saat berbincang dengan Republika belum lama ini.

Ximilu berbahan baku buah-buah segar seperti semangka, mangga, melon, anggur, alpukat, jambu manis, dan biji selasih. Selain itu, terdapat juga jeli yang dibentuk menyerupai mi ramen. Perbedaan dengan es teler atau sup buah, ximilu tidak menggunakan santan atau susu melainkan bubuk krim yang didinginkan di dalam kulkas.

Perempuan yang dipanggil Tari ini menjelaskan proses pembuatan ximilu cukup sederhana. Buah-buah segar yang telah dipotong dicampur dengan bubuk krim dingin. Menurut Tari, buah-buahan selalu diletakan di dalam kulkas agar segar dan baru dipotong begitu ada pemesanan.

"Tidak pakai es batu, dari sana (Hongkong) memang harus dingin dari kuahnya (bubuk krim). Aslinya tanpa es batu. Tapi kalau mau pakai es batu bisa juga sesuai selera pengunjung," kata Tari.

Tari mengaku senang bisa menyajikan ximilu di Lombok mengingat sepengetahuannya belum ada yang menjual kuliner tersebut di Lombok. Tari juga gembira dengan respons pengunjung akan ximilu yang dinilai cocok untuk hidangan buka puasa.

Ximilu dijual dalam dua versi berdasarkan ukuran. Untuk ukuran kecil, ximilu dibanderol seharga Rp 15 ribu sementara ukuran lebih besar dihargai Rp 25 ribu. "Responsnya lumayan. Kita ingin isi Ramadhan ini tidak cuma es teler dan sup buah, tapi ada desert lain ximilu yang enak juga untuk buka puasa," ucap Tari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WEeec1
May 15, 2019 at 05:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WEeec1
via IFTTT

Bulog NTB Siap Pasok Beras untuk Ekspor

Bulog tetap melakukan penyerapan beras petani meski penyaluran rastra dihentikan.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) siap memasok beras berkualitas bagus untuk diekspor ke berbagai negara sesuai dengan rencana perusahaan. ejumlah negara menyatakan minat untuk membeli beras dari Indonesia.

Kepala Divisi Regional Bulog NTB, Ramlan UE di Mataram, Rabu (15/5), menyebutkan beberapa negara di kawasan Asia yang berminat membeli beras dari Indonesia adalah Malaysia, Papua Nugini, Filipina, dan Timor Leste. "Sementara ini kami masih menunggu instruksi. Setiap divisi regional hanya diminta untuk menyiapkan terkait antisipasi masalah ekspor dan untuk kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) serta TNI-Polri," katanya.

Ia mengatakan pemerintah tetap meminta kepada Perum Bulog untuk memaksimalkan penyerapan gabah produksi petani. Penyerapan harus tetap dilakukan meskipun penugasan penyaluran beras sejahtera (rastra) akan dihentikan sepenuhnya pada akhir 2019.

"Terkait penyalurannya nanti, pemerintah pusat yang akan menentukan. Bulog hanya diminta tetap maksimal melakukan pengadaan beras berkualitas baik," ujarnya.

Divre Bulog NTB, kata dia, sudah melakukan pengadaan beras sebanyak 43 ribu ton atau sebesar 23 persen dari target yang dibebankan sebanyak 140 ribu ton pada 2019. Proses pengadaan masih terus berlangsung. Bahkan pada akhir musim panen padi yang diperkirakan akhir Mei, ditargetkan total serapan mencapai 60 ribu ton setara beras.

"Mudahan bisa mencapai 70 hingga 80 ribu ton setara beras karena rata-rata kami mampu menyerap 500 hingga 1000 ton per hari selama musim panen raya padi," ucap Ramlan.

Terkait dengan stok beras yang tersedia, Ramlan menyebutkan jumlahnya mencapai lebih dari 35.000 ton. Jumlah ini dikatakan bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB selama 18 bulan ke depan.

Stok tersebut sudah termasuk untuk penyaluran rastra di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah, sebanyak 2.700 ton per bulan hingga akhir Mei 2019 atau batas akhir penyaluran rastra untuk tiga kabupaten tersebut. Setelahnya, wilayah itu akan menerapkan bantuan pangan nontunai (BPNT).

Begitu juga dengan Bulog Subdivre Sumbawa tidak lagi menyalurkan rastra sebanyak 389 ton per bulan di wilayah kerjanya mulai Juli. Subdivre Bima juga berhenti menyalurkan rastra sebanyak 400 per bulan mulai September 2019.

"Setelah tidak lagi menyalurkan rastra, Bulog rencananya akan menyalurkan beras untuk kebutuhan ASN dan TNI-Polri, serta rencananya diekspor juga," kata Ramlan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WKUuDu
May 15, 2019 at 04:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WKUuDu
via IFTTT

UMP Tuan Rumah Pekan Seni Mahasiiswa Kampus Muhammadiyah

UMP siap menjadi tuan rumah PSM PTM.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) akan menjadi tuan rumah Pekan Seni Mahasiswa (PSM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) 2019. Namun mengenai jadwal acaranya, pihak terkait yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut masih belum bisan memutuskan.

''Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) bersama Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat  (PP) Muhammadiyah,'' kata Rektor UMP Anjar Nugroho, Rabu (15/5).
Terkait hal itu, pihak terkait masih melakukan koordinasi mengenai jadwal waktu dan teknis penyelenggaraannya. ''Yang jelas, acara ini akan dihadiri kontingen dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah Air,'' ucap dia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Aman Suyadi yang mengkoordinir persiapan penyelenggaraan kegiatan itu, menyatakan pada dasarnya UMP siap untuk menjadi tuan rumah PSM PTM 2019. ''Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik,'' katanya.

Dia menyebutkan, UMP sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Tingkat Jawa Tengah pada tahun 2016. Acara tersebut dihadiri oleh kontingen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se Jawa Tengah.

''Dari pengalaman tersebut, kami sangat optimistis dapat menjadi tuan rumah yang baik dan mensukseskan PSM PTM 2019 nantinya,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E94Wxu
May 15, 2019 at 04:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E94Wxu
via IFTTT

Kriminolog: Aksi Begal tak Terkait Ramadhan

Geng motor membegal motor dengan menyiarkan aksinya di media sosial saat Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Eliasta Meliala menyebut aksi begal tidak tekait dengan bulan Ramadhan. Menurut dia, meningkatnya aksi begal terjadi karena musiman.

"Sayakira tidak usah dikait-kaitkan (dengan Ramadhan). Mungkin karena kebiasaan atau musiman saja. Setelah lebaran, langsung turun jumlahnya," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (15/5).

Adrianus mengatakan, remaja atau dewasa yang berkumpul setelah pulang tarawih adalah fenomena biasa. Beberapa juga saling bergurau dengan sarung gulung.

Setelah ada motor, menurut Adrianus, orang-orang kemudian berputar-putar di jalan raya. Namun, karena terdapat lebih dari satu kelompok yang melakukan hal serupa, maka bisa terjadi senggolan.

"Senggolan antarkelompok itu bisa berujung pada tawuran atau mencari lawan," ungkap Adrianus.

Menurut Adrianus, modus aksi begal tidak pernah berubah, bisa saja kejam, tetapi amatiran. Namun, saat ini yang membuat beda karena diunggah di media sosial sehingga menimbulkan kepanikan dan kecemasan masyarakat.

Keberadaan geng motor di Jakarta meresahkan warga sejak awal Ramadhan setelah pawainya yang disiarkan secara langsung melalui media sosial memperlihatkan acungan senjata tajam. Sebagian anggota geng yang ditangkap polisi diketahui masih di bawah umur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WFqrgy
May 15, 2019 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WFqrgy
via IFTTT

Konsumsi Air PDAM Selama Ramadhan di Bandung Meningkat

Konsumsi air bersih PDAM Ramadhan mengalami kenaikan mencapai 10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja mengungkapkan konsumsi air bersih selama bulan puasa Ramadhan mengalami kenaikan mencapai 10 persen. Hal itu dipicu dengan budaya masyarakat yang lebih banyak menggunakan air saat hendak berbuka dan sahur.

"Masyarakat relatif lebih banyak menggunakan air pada saat persiapan buka puasa sampai sahur. Yang biasa tidak masak jadi masak," ujar Manager Humas dan Sekretariat PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati kepada wartawan saat di Soreang, Rabu (15/5).

Menurutnya, kenaikan pemakaian air di masyarakat hampir merata terjadi seluruh wilayah yang terlayani. Meski kenaikan tidak terlalu signifikan, namun pihaknya terus mengupayakan kualitas air yang diterima oleh pelanggan adalah kualitas yang bagus.

Saat ini, ia menuturkan jumlah pelanggan air bersih PDAM sendiri mencapai 98.103 pelanggan yang tersebar di wilayah Selatan, Timur dan wilayah Utara Bandung Raya.

Dirinya merincikan, di wilayah Selatan, pelanggan yang terlayani berada di Soreang, Ciwidey, Banjaran dan Pangalengan serta Kutawaringin. Sementara yang belum terlayani yaitu Kertasari, Margaasih, Margahayu dan Arjasari.

Sedangkan yang terlayani di wilayah Timur yaitu Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Pacet, Dayeuhkolot, Majalaya, Rancaekek, Cicalengka dan Ciwidey. Sementara yang belum terlayani yaitu Cilengkrang, Nagreg, Ibun dan Cilengkrang.

Selain itu, di wilayah Utara yang terlayani yaitu Cimahi, Padalarang, Cikalong Wetan, Cililin, Batujajar dan Cisarua serta Lembang. Sedangkan yang belum yaitu Sindangkerta, Gununghalu, Cipongkor, Rongga, Cipendeuy dan Saguling.

"Selama Ramadhan ini, kita bersiap dan mengantisipasi stok air baku," katanya. Selain itu, dirinya menambahkan, PDAM terus melakukan perawatan dan jaringan pipa agar tetap dalam kondisi yang baik dan berkualitas.

"Kita juga menyiapkan petugas administrasi dan tim lainnya. Jelang idul fitri dilakukan juga sistem piket," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YrCr5V
May 15, 2019 at 04:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YrCr5V
via IFTTT