Pages

Sunday, March 31, 2019

Polisi Buru Pembacok Petugas Kebersihan TMC Polri

Polisi belum mengetahui motif pembacokan petugas kebersihan TMC Polri itu.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Polres Sukabumi Kota dan Polsek Cikole memburu pelaku pembacokan dan penusukan terhadap seorang petugas kebersihan di TMC Satlantas Polres Sukabumi Kota di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Polisi juga masih menyelidiki motif pelaku penyerangan.

"Kami masih menyelidiki motif dan pelakunya sedang dalam pengejaran anggota serta memeriksa beberapa saksi yang berada di lokasi saat kejadian," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Ahad (31/1).

Informasi yang dihimpun, kasus pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Korban adalah petugas kebersihan di TMC Satlantas Polres Sukabumi Kota yang diketahui bernama Enjih alias Gagu (23).

Video saat korban terkapar di aspal sempat viral. Sempat diduga korban diserang anggota geng motor. Tetapi pihak kepolisian belum bisa memastikan dugaan tersebut.

Korban yang mengalami luka parah akibat bacokan dan tusukan masih menjalani pengobatan intensif di RS Kartika Kota Sukabumi. Ia belum bisa dimintai keterangan perihal kejadian yang menimpanya.

Sementara itu, Polsek Warudoyong menangkap seorang anggota geng motor yang melakukan penyerangan terhadap warga di Jalur Lingkar Selatan di waktu  hampir bersamaan. Namun belum diketahui apakah penangkapan tersebut ada kaitannya dengan kasus penganiayaan terhadap Enjih atau tidak.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa ditangkap untuk mengetahui motif melakukan penganiayaan tersebut. Anggota pun sudah kami sebar agar tersangkanya bisa segera tertangkap," tegasnya.

Susatyo mengatakan menjelang Pemilihan Umum 2019 ini pihaknya terus memperketat keamanan dan tidak segan menindak sekecil apapun perilaku kriminalitas di wilayah hukumnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U6CGW5
March 31, 2019 at 10:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U6CGW5
via IFTTT

Warga Badui Komit tak Golput

Masyarakat Badui memiliki hak berpartisipasi menggunakan hak suaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Badui yang tinggal di kawasan tanah hak ulayat di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, berkomitmen tidak masuk golongan putih atau golput pada pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan serentak 17 April 2019.

"Kita sebagai warga tentu wajib berpartisipasi menggunakan hak suara dan tidak golput pada pesta demokrasi itu," kata Santa (45) warga Badui saat dihubungi di Lebak, Ahad (31/1).

Masyarakat Badui memiliki kewajiban untuk berpartisipasi menggunakan hak suara pada Pemilu 2019 untuk memilih presiden, wakil rakyat dan perwakilan daerah. Sebab, pesta demokrasi yang dilaksanakan lima tahun sekali untuk melahirkan pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, masyarakat Badui sebagai warga negara yang baik tentu wajib menggunakan hak suara pada pemilu terebut. "Kami bersama warga lainnya akan berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak politiknya dan tidak golput," ujarnya menegaskan.

Pemuka adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Saija mengatakan masyarakat Badui siap melaksanakan pesta demokrasi dengan damai dan aman, namun pilihan suara tergantung hati nurani mereka berdasarkan penilaian rekam jejak calon pemimpin.

"Kami menyerahkan kepada warga Badui untuk pilihan tanpa politik uang," katanya.

Sementara itu Pengawas Pemilu kawasan hak ulayat masyarakat Badui di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Ardi mengatakan, jumlah warga Badui yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2019 tercatat 6.873 jiwa terdiri dari laki-laki 3.641 jiwa dan perempuan 3.232 jiwa dan tersebar di 27 TPS.

Saat ini, masyarakat Badui pada pemilu 2019 kebingungan karena kartu suara tidak ada foto calon wakil rakyat. Padahal, pemilu sebelumnya terdapat foto dan tulisan nama anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten dan kota.

"Kami berharap KPU hanya tinggal tiga pekan lagi dapat mengoptimalkan sosialisasi pemilu 2019 agar warga Badui memahami dan mengetahui tata cara pencoblosan yang baik dan benar," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uC0fHe
March 31, 2019 at 10:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uC0fHe
via IFTTT