Pages

Showing posts with label 2018 at 01:16AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:16AM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

DKI Lanjutkan Tradisi Nikah Massal pada Malam Tahun Baru

Acara nikah massal akan digelar di Lapangan Parkir Thamrin 10.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar berbagai acara pada malam pergantian Tahun Baru 2019, mulai Jalan Medan Merdeka Barat (Pintu Barat Daya Monas), Jalan MH. Thamrin (Bundaran HI), Jalan Jenderal Sudirman, sampai dengan Dukuh Atas. Keterangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (29/12), seluruh rangkaian acara malam pergantian Tahun Baru 2019 dilaksanakan pada hari Senin (31/12), mulai pukul 19.00 sampai 24.00 WIB.

Seperti tahun sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali melaksanakan kegiatan nikah massal di Lapangan Parkir Thamrin 10 dengan menghadirkan Aa Gym yang akan memberikan nasihat pernikahan. Selain nikah massal yang merupakan pernikahan baru, kali ini juga dilaksanakan itsbat nikah. Total keseluruhan peserta adalah 557 pasang, dengan rincian peserta nikah massal 221 pasang dan peserta itsbat nikah 336 pasang.

Peserta juga akan mendapatkan bingkisan serta uang sebesar Rp 500 ribu. Warga yang datang pun dapat menikmati bazar UMKM yang berasal dari perwakilan 44 Kecamatan dan Binaan UMKM dengan total 70 tenda yang akan digelar di sekitar area depan Lapangan Parkir Thamrin 10.

Selain nikah massal, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengadakan doa bersama untuk mendoakan masyarakat yang tertimpa musibah tsunami di Pandeglang, Banten. Doa bersama akan dilakukan pada pukul 24.00 WIB bertempat di Panggung Utama Bunderan HI.

DKI Jakarta menyiapkan empat panggung hiburan mulai dari pintu Monas Barat Daya sampai dengan Bundaran HI. Selain panggung hiburan, terdapat juga pertunjukan musik tepi barat dan tepi timur di sepanjang Jalan M.H. Thamrin.

Berikut rincian panggung hiburan yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta :

1.  Panggung hiburan     :    Bunderan Hotel Indonesia

2.  Panggung hiburan     :    Pintu Masuk Monas Barat Daya

3.  Panggung hiburan     :    Perempatan ujung Jalan  Kebon Sirih

4.  Panggung hiburan     :    Perempatan ujung Jalan  K.H. Wahid Hasyim.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menginformasikan kepada pengelola gedung-gedung sekitar Jalan M.H Thamrin melalui Surat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2228/-1.855.1 tanggal 28 Desember 2018 hal Pemberitahuan Penyelenggaraan Rangkaian Kegiatan Acara Malam Tahun Baru 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AhUeTm
December 30, 2018 at 01:16AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AhUeTm
via IFTTT

Saturday, December 22, 2018

Babak Pertama, Modric Bawa Madrid Unggul 1-0 Atas Al Ain

Madrid dan Al Ain tengah bertanding pada laga final Piala Dunia Antarklub.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Real Madrid untuk sementara unggul 1-0 atas lawannya Al Ain pada final Piala Dunia Antarklub yang berlangsung di Stadion Zayed Sport City, Ahad (23/12) dini hari WIB. Gol semata wayang el Real dicatat Luka Modric pada menit ke-14.

Juara Liga Champions musim lalu Real Madrid tampil begitu percaya diri sejak peluit pertama berbunyi. Percobaan pertama hadir melalui striker Karim Benzema yang lolos dari kawalan bek lawan. Sayang, tembaknnya masih melebar dari gawang Al Ain.

Peluang emas di dapat kesebelasan asal Uni Emirat Arab (UEA) pada menit ke-13. Namun, tembakan Hussein El Shahat masih bisa diblok bek tengah Raphael Varane. Skor masih sama kuat 0-0.

Berselang semenit Madrid mampu memperdaya Al Ain. Tim yang mengalahkan juara Copa Libertadores River Plate tersebut kecolongan oleh gol Luka Modric pada menit ke-14. Skor sementara unggul 1-0 untuk Los Merengues.

Setelah unggul lebih dahulu Madrid mulai menurunkan tempo permainan. Anak asuh Santiago Solari terlihat lebih sering memainkan umpan-umpan pendek.

Madrid bisa saja menggandakan kedudukan pada menit ke-20 andai wasit menunjuk titik putih usai Marcelo dijatuhi oleh bek lawan. Tapi, sang penegak lapangan menilai itu bukan lah pelanggaran.

Penguasaan bola dipegang oleh wakil Spanyol 70 persen berbanding 30 persen. Hingga peluit babak pertama berbunyi skor 1-0 tetap bertahan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SiVkW6
December 23, 2018 at 01:16AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SiVkW6
via IFTTT

Sunday, December 16, 2018

PBB Sepakat Terapkan Perjanjian Iklim Paris 2015

Rincian rumit pelaksaan perjanjian iklim Paris belum diselesaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, KATOWICE -- Negara-negara anggota PBB sepakat untuk menerapkan Perjanjian Paris 2015 dalam konferensi iklim 24th Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP24) di Katowice, Polandia, pada Sabtu (15/12). Meski demikian, masih ada masalah kontroversial lainnya yang tersisa untuk diselesaikan tahun depan.

Negara-negara itu mengeluhkan rincian rumit tentang bagaimana memperhitungkan dan mencatat emisi gas rumah kaca mereka, yang akan menjadi dasar dari peraturan untuk mewujudkan Perjanjian Paris. Sementara pertanyaan-pertanyaan sulit seperti bagaimana meningkatkan komitmen yang ada saat ini untuk mengurangi emisi dan bagaimana menyediakan pembiayaan bagi negara-negara miskin untuk melakukan hal yang sama, telah ditangguhkan untuk tahun-tahun mendatang.

Pada jam-jam terakhir konferensi, kesepakatan diwarnai oleh perdebatan mengenai kredit karbon, yang diberikan kepada negara-negara itu untuk melangsungkan upaya pengurangan emisi dan penyerapan karbon. Mereka membahas mengenai hutan yang menyerap karbon dioksida.

Brasil menginginkan sebuah amandemen yang akan menguntungkan negaranya karena hutan hujannya yang besar. Namun hal itu ditentang oleh negara lain karena dapat merusak integritas sistem.

Usulan mengenai amandemen ini akan dibahas kembali dalam konferensi tahunan tahun depan. Brasil, di bawah kepemimpinan presiden barunya, Jair Bolsonaro, juga membatalkan tawaran untuk menjadi tuan rumah konferensi iklim PBB tahun depan.

Brasil telah menjadi pendukung yang dapat diandalkan dalam konferensi iklim tahunan sebelumnya. Negara ini telah bekerja untuk menjembatani kesepakatan antara negara maju dan berkembang. Tanpa dukungan itu di masa depan, konferensi hanya akan berlangsung lebih kacau.

Ketika masalah kredit karbon Brasil ditunda dalam COP24, hambatan selanjutnya dibuka oleh Turki, yang ingin disebut sebagai negara berkembang daripada negara maju. Para delegasi yang lelah akhirnya masuk ke sesi penutupan pada hampir pukul 22.00 malam untuk menyepakati perjanjian.

Meski ada sejumlah hambatan, COP24 berhasil menghasilkan kesepakatan untuk menerapkan Perjanjian Paris 2015. David Waskow, dari World Resources Institute, mengatakan kesepakatan terakhir adalah landasan yang baik bagi negara-negara untuk menerapkan perjanjian itu.

“Konferensi ini mengatur arah perjalanan dan akan mendorong negara-negara untuk mengambil tindakan. Sekarang negara-negara itu harus pulang dan mengerjakan pekerjaan rumah mereka, dengan meningkatkan komitmen mereka [pada pengurangan emisi]," kata Waskow, dikutip The Guardian.

Akan tetapi, pertanyaan kunci mengenai apakah negara-negara itu telah cukup melakukan pengurangan emisi, tidak dibahas dalam konferensi. Sebelumnya, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dalam laporannya telah memperkirakan konsekuensi yang mengerikan jika suhu dibiarkan naik lebih dari 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Laporan IPCC yang dirilis pada Oktober lalu itu menunjukkan, dunia harus berubah secara drastis dalam dekade berikutnya untuk menghindari konsekuensi kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius. Konsekuensi yang dimaksud adalah matinya terumbu karang, kekeringan, dan banjir, serta penurunan produktivitas pertanian di banyak wilayah.

Tahun ini, cuaca ekstrem telah terjadi di banyak bagian di dunia dan suhu rata-rata global tertinggi keempat telah tercatat. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memuji negara-negara anggota PBB karena telah mencapai kesepakatan, tetapi ia masih menuntut lebih banyak.

"Persetujuan program kerja Perjanjian Paris adalah dasar untuk proses transformatif yang akan membutuhkan ambisi kuat dari masyarakat internasional," kata dia.

“Ilmu pengetahuan telah menunjukkan dengan jelas bahwa kita membutuhkan ambisi untuk mengalahkan perubahan iklim. Mulai sekarang, lima prioritas saya adalah: ambisi, ambisi, ambisi, ambisi, dan ambisi,” kata Guterres.

Dia juga menyebutkan perlunya negara-negara untuk memperkuat target pengurangan emisi dan menyesuaikan infrastruktur mereka untuk mengatasi dampak perubahan iklim. “Satu tahun bencana iklim dan peringatan yang mengerikan dari para ilmuwan terkemuka dunia seharusnya bisa menghasilkan lebih banyak dorongan lagi. Sebaliknya, negara justru mengabaikan sains dan penderitaan kelompok yang rentan," ujar Jennifer Morgan dari Greenpeace.

“Tanpa tindakan segera, bahkan aturan terkuat pun tidak akan membawa kita kemana-mana. Orang-orang mengharapkan tindakan, dan itulah yang tidak dilakukan oleh pemerintah. Ini secara moral tidak bisa diterima," ungkapnya.

Gareth Redmond-King, kepala perubahan iklim di WWF-UK, mengatakan ada beberapa kemajuan positif, tetapi dunia belum melakukan cukup aksi. Menurut dia, dunia berada dalam keadaan darurat iklim, namun beberapa pemimpin negara lebih memilih untuk menyangkal.

“Masa depan semua orang dipertaruhkan. Semua negara perlu jauh lebih serius tentang ambisi perubahan iklim," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PH5eyr
December 17, 2018 at 01:16AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PH5eyr
via IFTTT

Sunday, November 18, 2018

Inggris Lolos ke Semifinal, Southgate: Ini Baru Awal

Performa apik the Three Lions terlihat di sepanjang 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris memastikan lolos ke babak semifinal UEFA Nations League usai menaklukkan Kroasia, 2-1, di laga pamungkas penyisihan Grup A4, Ahad (18/11) malam WIB. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol dari Andre Kramaric, Inggris akhirnya memastikan kemenangan lewat gol dari Jesse Lingard dan Hary Kane.

Kemenangan ini membawa Inggris bertengger di puncak klasemen Grup A4 dengan raihan tujuh poin dari empat laga. Keberhasilan melewati fase penyisihan UEFA Nations League ini seolah menegaskan performa apik the Three Lions di sepanjang 2018, termasuk saat mengakhiri gelaran Piala Dunia 2018 di babak empat besar.

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate mengaku bangga dengan penampilan anak-anak asuhnya di laga kontra Kroasia. Menurutnya, di laga tersebut, para penggawa the Three Lions berhasil menunjukkan kesabaran dan kekuatan mental, terutama setelah tertinggal lebih dulu pada menit ke-57.

Kendati demikian, Southgate menegaskan, perjalanan Inggris belum sepenuhnya berakhir. Mantan penggawa timnas Inggris itu menyebut, keberhasilan menembus fase semifinal UEFA Nations League merupakan awal dari kebangkitan the Three Lions di ajang sepak bola internasional.

''Ini merupakan langkah maju, karena kami bisa lolos dari grup yang berat. Setelah musim panas lalu, kami terus berkembang. Para pemain dan orang lain mulai percaya kami bisa meraih prestasi. Sepanjang tahun ini, penampilan kami cukup baik, tapi kami harus bisa memastikan, ini merupakan awal dari perjalanan kami,'' ujar Southgate seperti dikutip Sky Sports, Ahad (18/11).

Southgate menambahkan, dari segi permainan, para penggawa the Three Lions memang telah berkembang secara signifikan. Para pemain, lanjut dia, mulai berani dan nyaman saat memulai serangan dari lini belakang.

Tidak hanya itu, kekuatan utama timnas Inggris juga terletak pada kedalaman skuat. ''Ini seiring dengan hadirnya para pemain muda. Siapa pun yang datang mampu berkompetisi dan bisa menunjukkan kemampuannya saat terpilih sebagai starting di sebuah laga,'' ujar Southgate menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ft03Cp
November 19, 2018 at 01:16AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ft03Cp
via IFTTT