Pages

Showing posts with label 2018 at 03:15PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:15PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Kiai Ma'ruf: Jokowi tak Pernah Menculik dan Membunuh Orang

Kiai Ma'ruf menyebut Jokowi banyak melakukan amal shaleh.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengatakan, Presiden Joko Widodo telah melakukan banyak amal shaleh selama pemerintahannya. Di antaranya, membangun lapangan terbang, pelabuhan, memberikan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, membangun ekonomi kreatif dan memberikan sertifikat tanah secara gratis kepada masyarakat.

Selain itu, menurut Kiai Ma'ruf, Jokowi tidak pernah melakukan penculikan. "Menurut saya itu amal shaleh semua, enggak ada beliau (Jokowi) menculik orang, enggak ada menganiaya orang, enggak pernah membunuh orang," ujar Kiai Ma'ruf dalam acara Istighatsah Doa Bersama di Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Menes, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12) pagi.

Ketua Umum MUI ini mengatakan, dengan melaksanakan program-program tersebut, justru Jokowi telah melaksanakan apa yang diperintahkan oleh agama. Karena, agama memerintahkan untuk membangun kemaslahatan umat. 

"Jadi menurut saya dia itu melaksanakan tugas-tugas keagamaan, yaitu membangun kemaslahatan, kemanfaatan, dan menghilangkan kerusakan dan bahaya," ucap Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf menambahkan, dirinya juga sering berdiskusi dengan Jokowi untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih maju. Menurut dia, Jokowi kerap menerima masukanya terkait ekonomi keumatan atau ekonomi kerakyatan, termasuk soal pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

"Akhirnya beliau (Jokowi) mengatakan tolong dibuat Komite Nasional Keuangan Syariah. Ok, Nanti saya buat," kata Kiai Ma'ruf menirukan Jokowi.

Namun, saat itu Kiai Ma'ruf menyarankan agar Jokowi memimpin KNKS secara langsung, sehingga komite tersebut semakin berwibawa. "Akhirnya begitu siap, sidang kabinet dengan menteri, dan bilang hari ini saya bentuk Komite Keuangan Syariah dan ketuanya saya sendiri," kata Kiai Ma'ruf kembali menirukan ucapan Jokowi saat pembetukan KNKS.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q8RCw1
December 29, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q8RCw1
via IFTTT

Monday, December 24, 2018

Solusi Amphuri Soal Rekam Biometrik Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) memberikan solusi agar rekam biometrik tidak menyusahkan jamaah.

Sekretariat Jendral AMPHURI Firman M Nur menyarankan agar FVS Tasheel di lima tempat saja di Indonesia ya itu di bandara-bandara di embarkasih tempat keberangkatan seperti di Jakarta Medan, Makasar, Surabaya dan Solo.

"Jadi hanya di ima kota saja kantor FVS Tasheel beroprasi tidak perlu buka di 24 Kabupaten/Kota yang telah dilakukan sekarang ini," katanya kemarin,

Dari lima kota itu kata Firman harus difokuskan lebih simple dan pelayananan bisa dimaksimalkan sehingga tidak memberatkan calon jamaah umrah terutama jamaah yang di daerah-daerah terpencil.

Berita Terkait

"Kemudian jamaah juga tidak perlu melakukan effort lebih untuk menempuh perjalanan pulang-pergi kadang bisa menginap karena jarak jauh sekian jam seperti Kepulau Riau," katanya.

Jadi kata Firman sebelum para jamaah berangkat ke Saudi jamaah harus melakukan rekam medik di setiap embarkasih-embarkasih yang biasa digunakan untuk keberangkatan haji. Dan itu kata Firman costnya lebih murah bagi FVS Tasheel sendiri atau pemerintah Saudi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sjf77A
December 24, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sjf77A
via IFTTT

Wednesday, December 19, 2018

70 Tahun, Warga di Perbatasan Akhirnya Nikmati Jalan Aspal

Jalan di perbatasan Atambua sebelumnya dipenuhi oleh batu-batu yang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ATAMBUA --  Sejumlah masyarakat perbatasan di desa Bakustulamu Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu menyambut gembira keberadaan jalan sirip (non status) yang dibangun oleh Kementerian Desa, Tertinggal Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Kepala desa Bakustulamu, Raymundus Berek mengatakan keberadaan jalan itu membantu warga di desa itu.

"Warga di desa ini sangat menyambut gembira keberadaan jalan ini, karena memang mereka sangat membutuhkan jalan yang bagus," katanya, Selasa (18/12).

Ia mengisahkan sudah 70 tahun sejak dirinya berada di desa itu, baru kali ini warga di desa tersebut merasakan jalanan yang aspal, setelah dibangun oleh Kemendes PDTT. Raymundus mengatakan sebelum dibangun jalan sepanjang 3,2 kilometer itu tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum.

"Karena memang sepanjang jalan itu dipenuhi oleh batu-batu yang tinggi," ujar Raymundus.

Anselmus, warga di desa itupun mengatakan bahwa dengan adanya jalan tersebut pihaknya tidak perlu menggunakan jalan sebelumnya yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. "Dengan adanya jalan ini kami mau membawa hasil bumi ke kota, hanya membutuhkan waktu tidak sampai satu jam," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A4WKMS
December 19, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A4WKMS
via IFTTT

Friday, December 7, 2018

Patuna Nilai Sipatuh Mendukung Kerja Pendataan Jamaah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- PT Patuna Mekar Jaya merupakan salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terbantu dengan adanya Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji (Sipatuh). Patuna menilai Sipatuh ampuh digunakan sebagai pengumpulan data administrasi jamaah.

“Ahamdulillah enggak ada masalah dan sangat berguna,” kata Direktur Utama PT Patuna Mekar Jaya Syam Resfiadi Amirsyah saat diminta pendapatnya terkait Sipatuh, Jumat (7/12).

Alumni IKIP Jakarta ini mendukung penuh keberadaan (Sipatuh). Dia menyebut Sipatuh sangat meringankan pekerjaannya di bidang pendataan. “Kami mendukung Sipatuh karena membuat kerja lebih cepat,” ujarnya.

Saat ditanya ada sebagian (PPIU) yang berpendapat jika Sipatuh merepotkan karena harus mengunggah data jamah seperti KTP, kwitansi pembayaran, nomor kontak telpon dan email, Syam menilai mereka tidak mau kerja keras saja. “Karena enggak mau repot ya mereka malas,” katanya.

Berita Terkait

Syam memastikan sejak diluncurkannya Sipatuh pada Oktober 2018, Patuna langsung memasukan semua data jamaah yang akan diberangkatkan menggunakan travelnya ke Tanah Suci Makkah.  “Iya boleh dicek langsung sama staf dokumen Patuna,” katanya.

Syam menyambut baik upaya Kementerian Agama yang terus mengembangkan Sipatuh demi terkoneksinya sistem PPIU dengan Sipatuh di Kementerian Agama. “Kami juga menunggu sistemnya agar bisa koneksi dengan system Patuna,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zJEcS0
December 07, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zJEcS0
via IFTTT

Tuesday, December 4, 2018

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Mencapai 1.000 TEUs

Pada awal Januari 2019, Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I sudah beroperasi secara penuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs. Target tersebut diharapkan bisa tercapai saat pelabuhan tersebut dioperasikan pada awal Januari 2019.

"Kita harapkan minimal kita targetkan 800 sampai 1.000 TEUs," kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I Bambang Eka Cahyana saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Selasa (4/12).

Dia menargetkan pada awal Januari 2019, Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I sudah beroperasi secara penuh. "Setelah diresmikan Presiden, target kita bisa diresmikan 'full operation' awal Januari 2019 itu ekspor-impor Sumatera Utara dan Sumatera berangsur-angsur menggunakan Kuala Tanjung," katanya.

Dia menambahkam sejumlah eksportir seperti Unilever, Wilmar, Domba Mas, Pabrik Rokok STTC akan menggunakan Kuala Tanjung dalam kegiatan ekspor-impor. "Saat ini kita dalam proses negosiasi untuk ekspor punya kargo Unilever, kargo Wilmar, kargo pabrik rokok Siantar, tiga pabrik ini lokasinya berdekatan dengan Kuala tanjung, jadi lebih murah," katanya.

Untuk Unilever, dia menyebutkan 400 ribu kontainer per minggu, Wilmar sedang negosiasi agar mencapai 200 ribu TEUs per minggu, sementara itu pabrik rokok diharapkan 50 ribu sampai 100 ribu TEUs. "Pelayaran one hand ini mengharapkan minimal ekspor di Kuala Tanjung ini minimal 500-600 kontainer yang bisa diangkut kapal," katanya.

Adapun tujuan ekspor ke Asia Utara, Cina dan Taiwan. "Proses perizinan semua sudah peroleh, izin operasi dari Kemenhub udah, izin kepabeanan sudah diperoleh, jadi ini tinggal mematangkan untuk kepentingan pelaksanaan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, sudah ada sudah ada komitmen dari pelayaran yang akan menggunakan kapal 5.000 sampai 8.000 TEUs di Pelabuhan Kuala Tanjung. "Tersedia tiga kontainer Pospanamak rencanannya akan tiba di 8 Desember besok, 3 'container crane' datang di perjalanan perlu 10 hari instalasi 'crane'-nya," katanya.

Bambang menyebutkan target peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap 1 pada Desember 2018. "Presiden berkeinginan meresmikannya sebelum akhir tahun 2018 ini," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pgl1UJ
December 04, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pgl1UJ
via IFTTT

Saturday, November 17, 2018

Timor Leste Lanjutkan Rekomendasi Pemasukan Unggas Indonesia

Timor Leste berharap ada kerja sama bidang SDM.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Timor Leste menyatakan komitmennya untuk memperpanjang rekomendasi ekspor unggas dan produk olahannya serta pakan dari Indonesia  ke Timor Leste untuk 2 tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RDTL, Domingos Gusmao pada acara exit meeting evaluasi rekomendasi ekspor di Balai Besar Veteriner Denpasar (16/11)

Ia katakan bahwa rekomendasi ekspor sebelumnya hanya diberikan kepada Indonesia selama 1 tahun dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. “Rekomendasi ekspor Indonesia akan diperpanjang dua tahun mulai Januari 2019 hingga Januari 2021,” kata dia.

Ekspor Indonesia ke Timor Leste pada tahun ini hingga November 2018 diantaranya DOC Final Stock Broiler sebanyak 7 ribu ekor, DOC Final Stock Layer sebanyak 32 ribu ekor, pakan ternak mencapai 160 ribu kg dan produk olahan daging ayam sebesar 32,2 ton.

Acara exit meeting evaluasi rekomendasi ekspor di Balai Besar Veteriner Denpasar ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya serangkaian kunjungan yang dilakukan oleh Tim RDTL. Sebelumnya acara dimulai dari entry meeting di Jakarta pada tanggal 12 November 2018 dan dilanjutkan kunjungan ke beberapa unit usaha milik PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) dari hatchery, farm pembesaran hingga processing plant pengolahan di Banten dan Bali.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim RDTL, Tim mereka menyimpulkan bahwa PT CPI telah memenuhi syarat dari segala aktivitasnya untuk ekspor ke RDTL. Domingos Gusmao menilai, DOC baik broiler maupun layer dari Indonesia telah menerapkan biosecurity yang bagus.

Nantinya, jika hatchery di Kupang belum mampu memenuhi jumlah kebutuhan RDTL, maka akan dipasok dari hatchery yang ada di Bali, Surabaya dan Jakarta. Lebih lanjut Domingos Gusmao mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan impor dari unit usaha lainnya yang berada di Indonesia.

Namun demikian, Domingos Gusmao berharap kerjasama kedua Negara ini tidak hanya terbatas pada perdagangan saja, namun berkembang ke arah peningkatan SDM Timor Leste. “Kerjasama ini juga dapat dilakukan dalam mengantisipasi kasus penyakit hewan yang baru muncul dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasannya,” kata Domingos.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Indonesia, Fini Murfiani menyambut baik atas hasil evaluasi tersebut. “Perpanjangan rekomendasi ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor Indonesia dan mempererat kerjasama yang tentunya akan berkontribusi terhadap perekonomian diantara kedua negara,” kata dia.

Terkait dengan usulan kerjasama dalam peningkatan SDM, Fadjar Sumping Tjaturrasa, Direktur Kesehatan Hewan menegaskan bahwa Indonesia bersedia memfasilitasi peningkatan SDM bidang Kesehatan hewan bagi petugas RDTL yang rencananya akan diselenggarakan di Balai Besar Veteriner Wates dalam waktu dekat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qQmR4U
November 17, 2018 at 03:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qQmR4U
via IFTTT