Pages

Showing posts with label 2018 at 07:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:38PM. Show all posts

Friday, December 14, 2018

Musim Haji 2018 Menjadi Berkah PT Kemang Nusantara Travel

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Kemang Nusantara Travel Haji Muhammad Khoeron MA mengatakan tahun 2018 ini menjadi tahun yang menggairahkan bagi perusahaannya. Mengambil prinsip bekerja sepenuh hati menjadi strategi PT Kemang Nusantara Travel tetap survive.

"Secara internal alhamdulillah trennya naik. Karena selama ini hanya satu kali keberangkatan setiap bulan, tapi sekarang mulai ada empat kali keberangkatan," kata Muhammad Khoeron MA saat berbincang dengan Republika.co.id Rabu (12/12) lalu.

Pria yang akrab disapa Khoeron ini mengatakan awal travelnya banyak diminati calon jamaah ketika masuk musim haji tahun 1440 Hijriah. Jadi bisa dikatakan musim haji 2018 menjadi berkah bagi perusahaannya. "Alhamdulillah kita mulai di awal musim ini 1440H (setelah musim haji) mengalami pertumbuhan yang baik," katanya.

Khoeron merinci, di bulan Oktober travelnya telah membarangkatkan sebanyak 30 jamaah. Sementara kenaikam signifikan ada di bulan November dan Desember yang sampai lima kali keberangkatan.

Misalnya di bulan November, Khoeron merincikan tanggal 2 sebanyak 47 jamaah, tanggal 8 sebanyak 28 jamaah, tanggal 13 sebanyak 35 jamaah, tanggal 20 sebanyak 23 jamaah, dan tanggal 23 sebanyak 39 jamaah. Sementara untuk di bulan Desember di tanggal 5 ada 32 jamaah, tanggal 16 ada 82 jamaah, tanggal 27 ada 22 jamaah dan tanggal 31 ada 16 jamaah yang akan diberangkatkan.

"Mudah-mudah ini jadi awal yang baik kami masuk di dunia travel. Mengingat saya hanya modal semangat dan nekat ingin ikut terlibat dalam melayani jamaah ke Tanah Suci," katanya.

Tahun 2018 ini merupakan periode kedua travelnya survive di tengah menjamurnya wisata religi. "Kita sebetulnya memberangkatin baru tahun ini juga pada 3 Februari, 12 Maret, April dan Mei. Walaupun secara periode dua periode masuk tahun kedua tapi secara tahun Masehi masih pada tahun yang sama," ungkapnya.

Khoeron tidak mau mengumbar bagaimana strateginya bisa mendapatkan banyak jamaah umrah menggunakan travelnya terutama untuk keberangkatan di akhir tahun. Namun dengan rendah hati, dia mengatakan kurang pantas rasanya sebuah travel umrah yang baru tahun kedua memberikan strategi bagaimana menarik calon jamaah umrah. "Yang pastinya semua travel punya strategi masing-masing," katanya.

Tapi selama ini Khoeron mengatakan, pihaknya selalu belajar memberikan yang terbaik buat jamaah. Apalagi jamaah merupakan tamu Allah yang niatnya ingin beribadah umrah harus harus diluruskan. "Ini berat sebetulnya pertanggung jawabannya jika amanah jamaah disalahgunakan," katanya.

Khoeron mengatakan, perusahaan yang digawanginya tidak bermain di harga untuk menarik calon jamaah umrah. Untuk masalah harga, dia mengaku menerapkan yang realistis. "Kalau harga saya sama sekali tidak melihat bahwa murah itu jaminan menjadikan kita maju," katanya.

Tapi yang terpenting kata dia, harga yang diberikan terukur dengan pelayanan atau sepadan fasilitas dengan yang dibayarkan jamaah. Karena justru yang murah jika tidak rasional malah akan menggiring kita ke arah kebangkrutan. "Dalam hal ini saya tidak ngoyo mencari jamaah‬. Orang mau silakan, tidak juga tidak masalah‬. Travel banyak silakan dipilih saja yang terbaik," katanya.

Berita Terkait

Dia mengajak seluruh pegawainya untuk bekerja sepenuh hati agar kegiatan ini mendapatkan nilai keberkahan, bukan sekadar proses bisnis semata. "Bagaimana bisnis yang berorientasi akhirat walaupun maaf mungkin ini terlalu muluk-muluk, tapi kita terus belajar agar mendekati semangat itu," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CaZWrq
December 14, 2018 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CaZWrq
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

In Picture: Lintas Ekbis: IIMEFC dan JIMF di Rangkaian Acara ISEF 2018

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- 4th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) 2018 kembali digelar di Surabaya, Kamis, (13/12). Rangkaian acara dilanjutkan dengan Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF) Call for Papers yang mempertemukan 50 peneliti dari 13 negara yang telah melalui seleksi dari 28 negara partisipan.

Acara IIMEFC menjadi salah satu forum penting yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economy Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2018 yang berlangsung pada 11-15 Desember 2018 di Surabaya. Berikut berita foto lintas ekonomi dan bisnis selengkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QsVUDG
December 13, 2018 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QsVUDG
via IFTTT

Friday, December 7, 2018

Upaya Penyelundupan 20 Kg Sabu Dioplos Ikan Asin Digagalkan

Penyelundup sabu diketahui adalah jaringan peredaran narkoba dari Medan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 20 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang dimasukkan dalam satu karung yang berisi ikan asin. Penyelundup sabu diketahui adalah jaringan peredaran narkoba dari Medan, Sumatra Utara.

"Empat tersangka ditangkap, salah satunya sebagai pengendali. Ini jaringan Medan," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Krisno Halomoan Siregar di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Krisno menjelaskan, bahwa kasus terungkap saat penyidik melakukan razia narkoba di sebuah pool bus trans Sumatera-Jawa di Jalan Pelabuhan Merak, Mekarsari, Pulomerak, Cilegon, Banten, Senin (3/12). Dalam razia tersebut, penyidik menemukan sebuah karung goni yang berisi 20 bungkus plastik berisi kristal sabu-sabu dengan total bobot 20 kg gram.

"Dilakukan pemeriksaan barang-barang bawaan dan ditemukan karung goni yang berisi 20 kilogram sabu-sabu yang ditumpuk dengan ikan asin untuk menyamarkan," katanya.

Penyidik akhirnya menangkap tersangka Mis (38) yang menjadi salah satu penumpang di bus tersebut. Mis berperan mengawasi pengiriman sabu-sabu dari Tanjung Balai Sumatera Utara menuju Jakarta.

"Tersangka Mis perannya sebagai pengendali," katanya.

Keesokan harinya tim penyidik menangkap tersangka lainnya, yakni HGS (39) di Hotel Tresya, Tanjung Balai, Sumatra Utara. "HGS perannya mendatangkan barang dan mengirim barang ke pemesan," katanya.

Penyidik kemudian meringkus tersangka DJS (37) dan EZ (48) yang bertugas mengirimkan paket sabu-sabu dari gudang ke bus tersebut. Dari keterangan para tersangka, diketahui bahwa paket sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa ke Indonesia melalui jalur laut dan darat.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 miliar rupiah dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BW70bv
December 07, 2018 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BW70bv
via IFTTT

Monday, December 3, 2018

Manuver Yusril dan Kader PBB yang akan Patuh

Yusril pada Jumat pekan lalu bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (30/11) lalu menerima kunjungan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Seusai pertemuan itu, kepada wartawan, Yusril memberi isyarat bahwa partainya akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Ya itu Januari nanti akan ke sana arahnya. Insya Allah, kan sudah sama-sama," kata Yusril di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11).

Yusril mengklaim, keputusan dirinya mendukung Jokowi itu juga didukung oleh kader PBB. Bahkan, kata dia, hal ini telah dibahas sejak lama termasuk dalam pertemuan rapat Komite Pemenangan Pemilu PBB.

"Jadi diundang semacam bapilu-nya di seluruh provinsi di seluruh Tanah Air dan juga ketua DPW dan tidak ada satupun yang menolak langkah yang saya tempuh, sejak awal kemarin," jelas Yusril.

Lebih lanjut, pakar hukum tata negara ini menyampaikan dirinya selama ini tak berseberangan dengan pemerintahan. Meskipun sering kali menyampaikan kritikan, a menilai kritikan tersebut merupakan kritikan konstruktif.

"Sebenarnya nggak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan tapi semua itu dengan niat yang baik tapi juga kritik yang konstruktif ya. Bukan asal kritik tanpa alasan," ujar dia.

Selain kritikan, menurut Yusril, dirinya juga kerap memberikan saran kepada Presiden Jokowi, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum. "Ada yang beliau pertimbangkan mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita semuanya," kata dia.

Menurut Jokowi, dalam pertemuan dengan Yusril, keduanya membahas masalah negara, terutama masalah ketatanegaraan. Jokowi pun menyatakan, hubungannya dengan Yusril sudah terjalin akrab sejak lama saat ia masih menjadi wali kota Solo.

"Saya dengan beliau ini sudah kenal lama. Saat wali kota sudah kenal baik karena memang PBB saat itu memang dengan kita. Kemudian, dengan gubernur juga saya ketemu sering malah. Saya pernah ke rumah Prof Yusril. Jadi, menurut saya, saya dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik," ujar Jokowi.

Baca juga

Respons kader PBB

Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menyatakan, Yusril tidak secara terbuka atau eksplisit menyatakan dukungan untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Selain itu, ia mengatakan, pernyataan itu dilontarkan setelah Yusril sebagai pengacara bertemu Jokowi selaku kliennya.

Sukmo menegaskan, keputusan PBB mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan diputuskan pada saat Rakornas pada Januari 2019. Kendati demikian, ia menambahkan, apa pun langkah Yusril bakal diikuti oleh para kader.

"Saya kira kalau di bawah, kebiasaan di Partai Bulan Bintang itu apa yang menjadi langkah ketua umum itu, semua akan patuh mendukung langkahnya," kata Sukmo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/12).

Apalagi, Sukmo mengatakan, langkah yang dilakukan oleh ketua umumnya untuk membesarkan PBB. Termasuk, meloloskan partai ini ke parlemen pada pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Menurutnya, para kader dan konstituen menyadari untuk bisa lolos ke Senayan maka perlu diambil langkah-langkah strategis. "Tentunya, kami yang di bawah tentunya mendukung semua langkah ketua umum," tutur Sukmo.

Sukmo menambahkan, pengurus pusat telah melakukan pertemuan dengan pimpinan pengurus PBB se-Indonesia. Pada kesempatan itu, Yusril menyampaikan langkah-langkahnya 

"Terus turun ke bawah menjelaskan pengurus-pengurus di bawahnya, para caleg dan konstituen. Nah sikap itu akan diwujudkan pada bulan januari," tutup

Wakil Sekjen PBB Bidang Komunikasi dan Opini Publik, Solihin Pure menyatakan, pertemuan Yusril dan Jokowi telah membuat lawan politik, yakni Partai Gerindra 'kebakaran jenggot'. Senada dengan Sukmo, menurut Solihin, pertemuan itu adalah pertemuan antara seorang lawyer dengan kliennya.

"Bang Yusril temui Presiden Jokowi sebagai lawyer (pengacara). Kenapa Gerindra yang 'kebakaran jenggot' dan makin jago menjadi tukang klaim," kata Solihin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (1/12).

Solihin mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Partai Gerindra yang juga anggota Timses Prabowo-Sandi, Andre Rosiade yang mengklaim kader PBB di akar rumput tetap akan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut Solihin, sangat tidak pantas, Andre menggiring opini di publik bahwa Yusril dan DPP PBB dukung Jokowi, sementara kader dan caleg PBB di akar rumput mendukung Prabowo.

"Belum juga PBB tentukan arah dukungan di pilpres kok Gerindra sudah mulai 'gergaji' PBB dan Yusril, apa panik ya menyaksikan manuver ketua umum PBB bang Yusril? Hehe," katanya.

Menurut Solihin, PBB adalah partai Islam yang sangat demokratis dan Yusril sebagai ketua umum telah ditetapkan sebagai capres dari PBB. "Jika tidak bisa maju capres, maka kewenangan itu sepenuhnya diserahkan ke Bang Yusril sebagai ketum untuk menentukan arah kebijakan partai terkait dengan dukungan capres," jelasnya.

Nanti setelah diambil keputusan, maka dirinya yakin kader PBB di akar rumput akan patuh dengan putusan DPP dan Yusril, apakah mendukung Jokowi ataukah Prabowo ataupun sebaliknya tidak mendukung keduanya. Ia menambahkan, kalau ada kader yang berbeda padangan merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi partai politik.

"Karena tujuan utama PBB adalah lolos parlemen dan memiliki perwakilan di DRR RI, terpenuhinya anggota DPRD Provinsi dan kab dan kota di seluruh Indonesia," demikian Solihin Pure.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E09J5g
December 03, 2018 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E09J5g
via IFTTT