Pages

Showing posts with label December 03. Show all posts
Showing posts with label December 03. Show all posts

Monday, December 3, 2018

Soal OSO, Mahfud Minta KPU Patuhi Putusan MK

Menurut Mahfud, induk dari semua hukum adalah konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) merujuk kepada putusan konstitusi untuk menyikapi polemik soal syarat pencalonan anggota DPD. Secara spesifik, Mahfud dan sejumlah pengajar hukum tata negara mengusulkan KPU menjalankan opsi yang paling dekat dengan konstitusi untuk menyikapi persoalan yang diuji materi oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu.

Menurut Mahfud, induk dari semua hukum adalah konstitusi. "Oleh sebab itu, dalam pilihan hukum yang problematis ini kami usulkan (kepada KPU) pilihan opsi yang paling dekat dengan konstitusi," ujar Mahfud saat memberikaan keterangan kepada wartawan usai melakukan audiensi dengan KPU, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Dia melanjutkan, ada usulan yang spesifik itu diberikan kepada KPU untuk kemudian diolah. Meski demikian, Mahfud menegaskan tidak mau mencampuri KPU dalam memutuskan sikap final soal tindak lanjut putusan MK, Mahkamah Agung (MA) dan PTUN mengenai syarat pencalonan anggota DPD.

"Kami ingin KPU memberikan keputusan yang independen sehingga agenda konstitusi kita tetap berjalan, tidak membuat gaduh. Kami mendukung KPU untuk mengambil pilihan-pilihan bagi pemilu kita," tambah Mahfud.

Selain Mahfud, Mantan Ketua MA, Bagir Manan juga turut hadir dalam audiensi dengan KPU, Senin sore. Hadir pula para pengajar hukum tata negara seperti Bvitri Susanti, Feri Amsari dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

Dijumpai secara terpisah, Bagir Manan, juga menegaskan jika menurut sistem ketatanegaraan MK menjadi institusi yang paling depan dalam menjaga konstitusi. Menurut dia, meski dalam sistem ketatanegaraan Indonesia tidak menyatakan bahwa MK dapat secara hukum mengesampingkan putusan lain, tetapi kedudukan MK kuat sebagai lembaga penjaga konstitusi.

"Sudah semestinya dia (MK) dianggap sebagai juru tafsir pertama mengenai undang-undang dasar (UUd 1945). Maka semestinya putusan MK itu yang paling dekat dengan pengertian kandungan konstitusi, " tegasnya.

Dia melanjutkan, KPU juga harus menghitung berbagai risiko untuk mengambil putusan soal polemik pencalonan anggota DPD ini. Bukan hanya risiko hukum, tetapi risiko politik, risiko sosial juga bharus dipertimbangkan.

"Jangan sampai karena KPU kurang arif membuat keputusan, nanti akan ada timbul masalah-maslah poltiik atau sosial sehingga mempengaruhi kualitas pemilihan umum kita. Kami memberikan dukungan moril kepada KPU agar tidak usah ragu memgambil keputusan, ' tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ALk29Y
December 03, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ALk29Y
via IFTTT

Menumbuhkan Semangat Penyandang Disabilitas

Presiden berharap penyandang disabilitas bisa terus berprestasi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Penyandang Disabilitas (HDI) 2018 yang diselenggarakan Kementerian Sosial RI di Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/12). Pada kesempatan itu, presiden Joko Widodo berpesan supaya para penyandang disabilitas di Tanah Air bisa berprestasi.

"Saya berpesan kepada para penyandang disabilitas untuk selalu percaya diri meraih prestasi. Saya tanya Adul minta apa, dia bilang minta sekolah dari SD sampai kuliah. Semangat seperti ini yang harus terus kita tumbuhkan. Kita tingkatkan," kata Jokowi, Senin (3/12).

Dikatakan Presiden, pemerintah memberi wadah dan ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan. Hal ini juga telah diamanatkan dalam undang-undang.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan penyandang disabilitas, Presiden meminta kepada Menteri Sosial untuk mendirikan pabrik yang kelak dapat mempekerjakan dan dikelola oleh para penyandang disabilitas.

"Saya ingin yang konkret, yang riil. Undang-undang yang mengatur tentang hak-hak penyandang disabilitas sudah ada, sekarang yang penting adalah implementasinya," tutur Presiden disambut tepuk tangan ribuan penyandang disabilitas, demikian halnya  penyandang Rungu Wicara bertepuk tangan dengan cara mengangkat kedua tangannya ke atas dan melambaikan ke kanan dan ke kiri. 

Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufron Sakaril mengatakan kehadiran Presiden memberi makna yang dalam bagi para penyandang disabilitas terutama dalam pembangunan disabilitas di Indonesia. "Kami sangat senang dengan kehadiran Bapak Presiden di tengah-tengah kami. Semoga ke depannya hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi," katanya.

Acara Puncak Peringatan HDI 2018 dipusatkan di area terbuka Mall Sumarecon Bekasi dan dihadiri ribuan penyandang disabilitas dari berbagai usia. Mereka antusias datang dari berbagai kota untuk bertemu, berdialog, menyampaikan harapan, dan bersalaman dengan Presiden. Tema internasional HDI 2018 “Empowering Persons With Disabilities and Ensuring Inclusiveness and Equality” yang di Indonesia diterjemahkan dalam tema nasional “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”. 

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kampanye Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas dilakukan melalui berbagai saluran media. Di media sosial, Kementerian Sosial mengajak netizen berbagi pengalaman dan kisah inspiratif memiliki keluarga atau sahabat penyandang disabilitas, jajak pendapat seputar pemahaman tentang seberapa jauh pemahaman netizen terhadap isu-isu disabilitas, serta mengajak mereka terlibat aktif dalam kampanye sosial melalui hashtag #indonesiaramahdisabiltas.

Baca juga: Reuni 212 Jadi Sorotan Berbagai Media Asing

Baca juga: Tim Medis: Banyak Peserta Reuni 212 yang Kesurupan

Di lokasi acara selama dua hari yakni 2--3 Desember terdapat Pameran Program, Layanan Inklusif dan Produk Penyandang Disabilitas yang menampilkan 70 gerai dengan pembagian 7 kelompok. Kementerian Sosial bekerja sama dengan berbagai organisasi penyandang disabilitas, lembaga pemerintah dan kementerian terkait dalam menghadirkan layanan di setiap gerai,

Yaitu, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Dukcapil Kota dan Kabupaten Bekasi, Korlantas Polri, Bareskrim Polri, HWDI, PERADI, PPUA dan Pokja RPP, Direktorat PKLK Disdasmen, IPB, UNJ dan UNIKA Atmajaya, BPJS Ketenagakerjaan, BKN, Kemenakertrans, ALFA CORP Kemenkes, PERDOSRI, PERDAMI, Komunitas Indonesia Rare Disorder, Perhimpunan Jiwa Sehat, Ikatan Therapis Wicara, Yayasan Autisme Indonesia, Komnas PGPKT dan PT. ABDI, YKTD. Selain itu,  YSKI, OHANA Indonesia, UNDIP Semarang, UGM Yogyakarta, HIMBARA, dan Kementerian PPA, HWDI, dan Gerkatin.

Masing-masing mitra kerja tersebut bertanggung jawab terhadap setiap gerai dan memberikan layanannya kepada penyandang disabilitas. Sebanyak 7 kelompok tersebut adalah (1) Gerai Pendataan dan Identitas, Politik, Keadilan dan Perlindungan Hukum; (2) Gerai Pendidikan, Pekerjaan, Kewirausahaan dan UKM; (3) Gerai Kesehatan, Kesejahteraan Sosial dan Alat Bantu; (4) Gerai Keolahragaan.

Kemudian, (5) Gerai Transportasi, Kebudayaan dan Pariwisata yang akan menghadirkan pameran mobil akses Kementerian Sosial, Designer Disabilitas dan Pelukis Disabilitas dari Bandung; (6) Gerai Aksesibilitas dan Keuangan Inklusi; (7) Gerai Kebencanaan, Anak dan Perempuan Penyandang Disabilitas.

Baca juga: Reuni 212 Jadi Sorotan Berbagai Media Asing

Baca juga: Catatan tentang KSAD, Pangeran Istana di Menara Tentara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zENrmt
December 03, 2018 at 08:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zENrmt
via IFTTT

Mahyudin Minta Masyarakat Waspadai Proxy War

Sasaran revolusi mental adalah perubahan menjadi mental-mental produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengakui revolusi mental belum berjalan dengan maksimal. Ini bisa dilihat dari mental masyarakat yang mudah diadu-domba, meluasnya ujaran kebencian serta hoaks.

"Mental-mental itu harus diubah dengan mental produktif," kata Mahyudin dalam pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada warga kelurahan Muara Rapak, kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (3/12). Sosialisasi ini merupakan kerja sama MPR dengan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPLB) kota Balikpapan.

Mahyudin mengingatkan sasaran revolusi mental adalah perubahan menjadi mental-mental produktif, bukan mental malas, mudah diadu-domba, menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Salah satu kekhawatiran Mahyudin adalah mental generasi muda yang mudah dirusak dengan narkoba. Untuk merusak sebuah bangsa, kata Mahyudin, tidak perlu dengan serangan militer.

"Cukup dengan cara merusak generasi muda. Kalau generasi muda rusak, hancurnya sebuah bangsa hanya menunggu waktu," ujarnya seperti dalam siaran pers.

Bukan hanya dengan narkoba, mental generasi muda juga dirusak dengan budaya asing melalui teknologi semisal game online. Content game online yang berisi kekerasan bahkan pornografi tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa.

"Itulah perang asimetris atau proxy war. Perang yang diwakili. Perang modern ini bukan hanya perang dengan senjata, termasuk perang ideologi, perang dagang. Semua ingin dirusak oleh bangsa asing," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Mahyudin, MPR turun ke bawah sampai ke kelurahan mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Empat Pilar MPR inilah yang menjadi alat pemersatu bangsa untuk membentengi dari proxy war.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E9MQgp
December 03, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E9MQgp
via IFTTT

Ada 20 Pekerja Dibunuh Kelompok Bersenjata, Ini Kata Polisi

Polisi masih kesulitan untuk mengakses Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Sekitar 20 pekerja dilaporkan tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin, mengatakan, memang ada laporan tentang kasus pekerja dibunuh KKB di Distrik Yall, namun polisi hingga kini kesulitan untuk mencari tahu kebenarannya. "Tidak ada pos polisi dan sarana telekomunikasi ke kawasan itu yang terbatas," kata Sormin yang dihubungi melalui telepon selularnya dari Jayapura, Senin (3/12). 

Ia mengaku sempat mengirim anggota dari Polres Jayawijaya untuk melakukan pengecekan ke lokasi . Namun jalan menuju distrik tersebut sudah dipalang dengan membentangkan batang-batang pohon di tengah jalan. "Karena itu pihaknya belum bisa memastikan kebenaran laporan tersebut," kata Irjen Pol Sormin.

Sementara itu data yang dihimpun mengungkapkan, adanya laporan tentang pembunuhan terhadap sekitar 24 pekerja disekitar kali Yigi dan kali Aurak, Distrik Yall oleh KKB yang dilakukan pada (2/12).

Sebanyak 10 pekerja lainnya dilaporkan selamat setelah berhasil melarikan diri dan kini diamankan tokoh masyarakat secara terpisah yakni di Distrik Mbua dan Distrik Koroptak.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SriHw2
December 03, 2018 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SriHw2
via IFTTT

Polisi Usut Kasus Dugaan Kepsek Cabul di Lampung Barat

Diperkirakan jumlah korban lebih dari dua orang siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kepolisian Resort (Polres) Lampung Barat mulai mengusut kasus pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah (kepsek) sebuah sekolah kepada siswanya pada akhir bulan lalu. Saat ini, sudah ada laporan keluarga dari dua siswa yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

Kepala Polres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi membenarkan laporan kasus dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oknum kepsek tersebut kepada beberapa siswanya. “Baru dua yang melapor,” kata Doni Wahyudi kepada wartawan, Senin (3/12).

Menurut Doni, penyidik masih mendalami kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepsek sebuah sekolah di Lampung Barat. Hasil pemeriksaan petugas, terungkap masih ada sejumlah korban yang belum melapor ke polisi. Diperkirakan jumlahnya lebih dari dua orang.

Alasan keluarga korban belum melapor, Doni mengungkapkan, karena kemungkinan hal tersebut menyangkut aib keluarga sehingga mereka enggan melapor. Namun petugas terus berharap korban-korban pelecehan seksual tersebut segera membuat surat pengaduan ke polisi agar kasusnya segera diusut tuntas.

Dari keterangan yang diperoleh, seorang kepsek mencabuli siswa laki-laki tersebut di ruang kerjanya di sekolah pada 28 November 2018. Oknum kepsek tersebut memanggil siswanya ke ruang kerjanya. Setelah pintu dikunci, ia melakukan perbuatan tidak sepantasnya kepada siswa laki-laki tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E98RvZ
December 03, 2018 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E98RvZ
via IFTTT

Dompet Dhuafa Pendidikan Gelar Lomba Busana Muslim

Sebanyak 50 peserta dari Jabodetabek berpartisipasi meramaikan perhelatan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Pada Sabtu (01-12) Dapour Enterprise bekerjasama dengan Blok M Mall dan Dompet Dhuafa Pendidikan menghelat gelaran Fashion Show Busana Muslim untuk memperingati rangkaian Maulid Nabi yang ditujukan untuk anak usia Sekolah Dasar di Blok M Mall, Jakarta belum lama ini.

Sebanyak 50 peserta dari Jabodetabek berpartisipasi meramaikan perhelatan yang rutin diadakan selama dua bulan sekali. "Kegiatan fashion show ini kami harapkan mampu membuat anak semakin mencintai agamanya sejak dini. Karena kami tak hanya ingin memberikan tantangan melainkan penanaman nilai-nilai Islam," ujar Daniel, Ketua Panitia, ketika ditemui di sela-sela acara.

Selama acara berlangsung para peserta terlihat menikmati setiap sesi yang disuguhkan penyelenggara. “Saya senang sekali anak saya bisa ikut acara ini, harapannya anak saya dan anak-anak lainnya bisa tambah percaya diri, mandiri, dan semakin cinta Islam,” tandas ibu dari Putri, salah satu peserta Fashion Show.

“Saya sudah sering ikut lomba fashion show seperti ini, biasanya Mama yang mengajak. Saya senang sekali, Semoga acara seperti ini masih terus dilaksanakan tidak hanya di blok M, tapi juga di mall besar lainnya,” tutup salah satu peserta fashion show.

Acara yang berlangsung selama tiga kali rangkaian ini akan ditutup pada 15 Desember 2018 dengan acara lomba Fashion Show dan Lomba Menggambar serta Mewarnai. (AR)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qvdbvi
December 03, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qvdbvi
via IFTTT

Manuver Yusril dan Kader PBB yang akan Patuh

Yusril pada Jumat pekan lalu bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (30/11) lalu menerima kunjungan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Seusai pertemuan itu, kepada wartawan, Yusril memberi isyarat bahwa partainya akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Ya itu Januari nanti akan ke sana arahnya. Insya Allah, kan sudah sama-sama," kata Yusril di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11).

Yusril mengklaim, keputusan dirinya mendukung Jokowi itu juga didukung oleh kader PBB. Bahkan, kata dia, hal ini telah dibahas sejak lama termasuk dalam pertemuan rapat Komite Pemenangan Pemilu PBB.

"Jadi diundang semacam bapilu-nya di seluruh provinsi di seluruh Tanah Air dan juga ketua DPW dan tidak ada satupun yang menolak langkah yang saya tempuh, sejak awal kemarin," jelas Yusril.

Lebih lanjut, pakar hukum tata negara ini menyampaikan dirinya selama ini tak berseberangan dengan pemerintahan. Meskipun sering kali menyampaikan kritikan, a menilai kritikan tersebut merupakan kritikan konstruktif.

"Sebenarnya nggak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan tapi semua itu dengan niat yang baik tapi juga kritik yang konstruktif ya. Bukan asal kritik tanpa alasan," ujar dia.

Selain kritikan, menurut Yusril, dirinya juga kerap memberikan saran kepada Presiden Jokowi, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum. "Ada yang beliau pertimbangkan mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita semuanya," kata dia.

Menurut Jokowi, dalam pertemuan dengan Yusril, keduanya membahas masalah negara, terutama masalah ketatanegaraan. Jokowi pun menyatakan, hubungannya dengan Yusril sudah terjalin akrab sejak lama saat ia masih menjadi wali kota Solo.

"Saya dengan beliau ini sudah kenal lama. Saat wali kota sudah kenal baik karena memang PBB saat itu memang dengan kita. Kemudian, dengan gubernur juga saya ketemu sering malah. Saya pernah ke rumah Prof Yusril. Jadi, menurut saya, saya dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik," ujar Jokowi.

Baca juga

Respons kader PBB

Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menyatakan, Yusril tidak secara terbuka atau eksplisit menyatakan dukungan untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Selain itu, ia mengatakan, pernyataan itu dilontarkan setelah Yusril sebagai pengacara bertemu Jokowi selaku kliennya.

Sukmo menegaskan, keputusan PBB mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan diputuskan pada saat Rakornas pada Januari 2019. Kendati demikian, ia menambahkan, apa pun langkah Yusril bakal diikuti oleh para kader.

"Saya kira kalau di bawah, kebiasaan di Partai Bulan Bintang itu apa yang menjadi langkah ketua umum itu, semua akan patuh mendukung langkahnya," kata Sukmo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/12).

Apalagi, Sukmo mengatakan, langkah yang dilakukan oleh ketua umumnya untuk membesarkan PBB. Termasuk, meloloskan partai ini ke parlemen pada pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Menurutnya, para kader dan konstituen menyadari untuk bisa lolos ke Senayan maka perlu diambil langkah-langkah strategis. "Tentunya, kami yang di bawah tentunya mendukung semua langkah ketua umum," tutur Sukmo.

Sukmo menambahkan, pengurus pusat telah melakukan pertemuan dengan pimpinan pengurus PBB se-Indonesia. Pada kesempatan itu, Yusril menyampaikan langkah-langkahnya 

"Terus turun ke bawah menjelaskan pengurus-pengurus di bawahnya, para caleg dan konstituen. Nah sikap itu akan diwujudkan pada bulan januari," tutup

Wakil Sekjen PBB Bidang Komunikasi dan Opini Publik, Solihin Pure menyatakan, pertemuan Yusril dan Jokowi telah membuat lawan politik, yakni Partai Gerindra 'kebakaran jenggot'. Senada dengan Sukmo, menurut Solihin, pertemuan itu adalah pertemuan antara seorang lawyer dengan kliennya.

"Bang Yusril temui Presiden Jokowi sebagai lawyer (pengacara). Kenapa Gerindra yang 'kebakaran jenggot' dan makin jago menjadi tukang klaim," kata Solihin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (1/12).

Solihin mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Partai Gerindra yang juga anggota Timses Prabowo-Sandi, Andre Rosiade yang mengklaim kader PBB di akar rumput tetap akan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut Solihin, sangat tidak pantas, Andre menggiring opini di publik bahwa Yusril dan DPP PBB dukung Jokowi, sementara kader dan caleg PBB di akar rumput mendukung Prabowo.

"Belum juga PBB tentukan arah dukungan di pilpres kok Gerindra sudah mulai 'gergaji' PBB dan Yusril, apa panik ya menyaksikan manuver ketua umum PBB bang Yusril? Hehe," katanya.

Menurut Solihin, PBB adalah partai Islam yang sangat demokratis dan Yusril sebagai ketua umum telah ditetapkan sebagai capres dari PBB. "Jika tidak bisa maju capres, maka kewenangan itu sepenuhnya diserahkan ke Bang Yusril sebagai ketum untuk menentukan arah kebijakan partai terkait dengan dukungan capres," jelasnya.

Nanti setelah diambil keputusan, maka dirinya yakin kader PBB di akar rumput akan patuh dengan putusan DPP dan Yusril, apakah mendukung Jokowi ataukah Prabowo ataupun sebaliknya tidak mendukung keduanya. Ia menambahkan, kalau ada kader yang berbeda padangan merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi partai politik.

"Karena tujuan utama PBB adalah lolos parlemen dan memiliki perwakilan di DRR RI, terpenuhinya anggota DPRD Provinsi dan kab dan kota di seluruh Indonesia," demikian Solihin Pure.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E09J5g
December 03, 2018 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E09J5g
via IFTTT

Babak Pertama, Bhayangkara FC Masih Imbang 0-0 Vs PSM

Permainan cepat diperagakan kedua kubu sejak duel dimulai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Babak pertama pekan ke-33 Liga 1 Indonesia antara Bhayangkara FC melawan PSM Makassar telah berakhir. Sementara duel yang berlangsung di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (3/12) petang WIB, masih imbang 0-0.

Permainan cepat diperagakan kedua kubu sejak duel dimulai. PSM memiliki peluang terlebih dahulu melalui sepakan Marc Anthony Klok pada menit ke-2.  Tuan rumah bereaksi. Pada menit ke-7, sepakan bebas kapten Indra Kahfi menciptakan kemelut di depan gawang Juku Eja. Namun belum ada gol tercipta.

Tiga menit kemudian, lagi-lagi Bayangkara mendulang kans. Sepakan Adam Alis Setyano melenceng tipis di samping gawang Hilman Syah.

Para suporter kedua tim tak berhenti meneriakkan yel-yel bernada dukungan. Terdengar pukulan drum dan berbagai nyanyian di seantero Stadion PTIK ini.

Dalam 25 menit awal, baik Bayangkara maupun PSM lebih banyak memainkan umpan silang. Tak ada peluang apik yang tercipta.

Pada menit ke-29, tim tamu memperoleh peluang emas. Sayang sepakan jarak dekat Alessandro Ferreira Leonardo melenceng tipis di samping kanan gawang Wahyu Tri Nugroho. Hingga turun minum skor kacamata tetap bertahan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q8M4Xq
December 03, 2018 at 07:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q8M4Xq
via IFTTT

Harga Ayam Masih Pengaruhi Inflasi Kota Malang

Tingkat inflasi Kota Malang pada November sebesar 0,37 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Harga daging ayam ras masih memberikan pengaruh besar terhadap inflasi Kota Malang selama November 2018. Meski bukan urutan teratas lagi, bahan komoditas ini menyumbang inflasi sekitar 0,283 persen.

"Dengan kenaikan 2,11 persen dibandingkan sebelumnya," ujar Kasi Distribusi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Dwi Handayani, di Kantor BPS Sukun, Kota Malang, Senin (3/12).

Pada bulan sebelumnya, daging ayam ras bahkan sempat berada di posisi teratas sebagai penyumbang inflasi. Kenaikan harga sebesar 7,12 persen membuatnya turut andil dalam inflasi sekitar 0,0892 persen.

Adapun pada Oktober, inflasi Kota Malang berkisar 0,30 persen. Sedangkan November 0,37 persen. "November ini, inflasi Kota Malang naik," ujar Dwi.

Selama November, daging ayam ras berada di posisi ketiga teratas. Sementara penyumbang inflasi terbesar berasal dari angkutan udara dan bawang merah. Tiket pesawat mengalami kenaikan 10,17 persen sedangkan bawang merah sekitar 14, 84 persen.

Melihat data ini, menurutnya, masalah harga daging ayam ras sepertinya belum kunjung teratasi. Bahkan, pengaruhnya beberapa kali sempat terjadi di tahun lalu juga. Untuk itu, ia sangat berharap, permasalahan harga komoditas ini dapat terpecahkan di bulan mendatang.

Berdasarkan laporan para pedagang, Dwi mengungkapkan, harga daging ayam ras memang sudah mengalami kenaikan dari sumbernya. Di pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang beberapa waktu lalu, para pedagang besar sempat mengutarakan inti masalahnya.

Semuanya akibat dari pakan yang sulit diperoleh sehingga memengaruhi harga komoditas ini. "Yang pasti kita sudah menyampaikan ke TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) bahwa ini tolong diwaspadai (harga daging ayam sejak Oktober)."

Dijelaskan, pemkot juga sudah bergerak dengan mengundang pelaku usaha ayam, satu pengepul, hingga pedagang. "Dan itu memang karena harga jagung tinggi, pakan ikut tinggi. Sedangkan harga dari pedagang, ya apa kata pengepul," jelasnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah memantau harga daging ayam di pasar. Para pedagang mengaku kenaikan harga komoditas tersebut sudah terjadi di distributornya.

"Pedagang mengambil ayam di pengepul-pengepul yang menjual ke pedagang juga cukup tinggi. Juga karena banyaknya permintaan masyarakat akan ayam potong. (Nanti) Dinas Perdagangan akan menyegerakan menemui peternak ayam, akan menanyakan apakah memang dari peternak yang dibeli pengepul-pengepul juga ada kenaikan," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zDkAia
December 03, 2018 at 07:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zDkAia
via IFTTT

Usai Makan Bubur untuk Program Gizi, Anak SD Malah Keracunan

Ada sekitar 70 pelajar diduga mengalami keracunan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Puluhan pelajar Sekolah Dasar Bantargebang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga keracunan usai menyantap bubur ayam yang diberikan pihak sekolah untuk Program Gizi Anak Sekolah (Progras), Senin (3/12). Belasan pelajar masih menjalanan perawatan.

"Ada sekitar 70 pelajar yang diduga mengalami keracunan dan seluruhnya sudah menjalani perawatan dan hingga kini tinggal 14 pelajar yang masih menjalani perawatan, sedangkan sisanya sudah pulang," kata Kepala Puskesmas Bantargadung Yayu Sriwahyuni, di Sukabumi, Senin.

Berdasarkan informasi, gejala keracunan tersebut berawal saat SD di Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung tersebut melaksanakan Progras di sekolahnya dengan diberikan santapan sarapan bubur.

Awalnya, kondisinya baik-baik saja namun beberapa saat setelah menyantap bubur itu tiba-tiba puluhan pelajar mengalami pusing, mual, muntah hingga buang air besar. Kondisi itu langsung membuat panik pihak sekolah dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Progras tersebut dilaksanakan di lima sekolah di Desa Bantargadung, dan hanya SD Bantargebang saja yang pelajarnya diduga mengalami keracunan. Pelaksanaan Progras tersebut sudah berjalan 100 hari, namun baru sekarang terjadi seperti ini.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi sudah diturunkan untuk melakukan pendataan dan mencari tahu penyebab terjadi gejala keracunan itu, dengan mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh pelajar itu.

"Petugas sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium, dan hasilnya bisa diketahui lima hari ke depan, namun dugaan awal penyebabnya akibat mengkonsumsi pangan," katanya pula.

Hingga kini, petugas dari puskesmas dan Dinkes masih melakukan observasi terhadap belasan pelajar yang diduga mengalami keracunan itu, dan masih ada beberapa pelajar yang datang ke puskesmas karena kondisi kesehatannya menurun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PgbU6H
December 03, 2018 at 07:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PgbU6H
via IFTTT

Police searches Habib Bahar house in South Sumatra

Habib Bahar misses the summon of Bareskrim on Monday.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — South Sumatra Regional Police have searched the house of Habib Bahar bin Smith on Saturday (Dec 1). According to spokesperson of South Sumatra Police, the search was done to help National Police investigation.

"The case investigation is fully carried out by the National Police and we only help them," spokesperson of South Sumatra Regional Police Slamet Widodo said when contacted by Republika.co.id, on Monday (Dec 3), without mentioning any detail on evidences seized from Habib Bahar's house.

Meanwhile, National Police Criminal Investigation Unit (Bareskrim) rescheduled examination against Habib Bahar related to alleged hate speech and insult to President Joko Widodo (Jokowi). Habib Bahar failed to meet the summon scheduled on Monday (Dec 3).

“I confirmed that it will not be done today,” said National Police spokesman Syahar on Monday.

Habib Bahar was scheduled to be questioned as witness at 9.00 WIB (Indonesia West Standard Time) today. However, he did not come until afternoon.

According to Syahar, police is still confirming the reason behind Habib Bahar absence. He stressed that he did not know when the next summon will be done.

In one of his lectures back in 2016, Habib Bahar allegedly spreaded hate speech against Jokowi. He said Jokowi as a traitor of the country and the people as the president did not respond to the ulemas request to meet during 411 rally on November 4, 2016.

The 411 rally was known as the Second Action to Defend Islam to call for the prosecution of then-Jakarta governor Basuki Tjahaja Purnama or Ahok for blasphemy. Jokowi left the Palace and continued his agenda to review airport train railways project.

“If you meet Jokowi, you can open his pants, maybe he has menstruation because he seems like a sissy,” Habib Bahar said.

As a respond of his lecture, Habib Bahar was reported to National Police by Jokowi Mania Secretary General. In addition, the report also came from Cyber Indonesia Muannas Aladid to Jakarta Police.

“This is not a good criticism or lecture, if he wants to protest, please but don’t harass like that. It’s inappropriate for a person who called as habib or ulema,” said Muannas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zHNoWZ
December 03, 2018 at 07:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zHNoWZ
via IFTTT

Keluarga Ini Shalat Hadap Timur dan Yakini Sensen Rasul

Kesbangpol tangani satu keluarga akui Sensen sebagai rasul.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menangangi satu keluarga pengikut ajaran Sensen Komara yang mengaku sebagai rasul akhir zaman. Pemerintah setempat berharap paham tersebut tidak meluas sehingga bisa menimbulkan keresahan terhadap masyarakat umum lainnya.

"Sudah diproses, kami juga sudah pantau aktivitas keluarga tersebut," kata Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya kepada wartawan di Garut, Senin (3/12).

Ia menuturkan, Kesbangpol Garut sudah menerima informasi adanya warga bernama Hamdani bersama keluarganya yang mengakui Sensen sebagai rasul. Bahkan hal itu dibuktikan secara tertulis dengan menggantikan dua kalimat syahadat.

Keluarga yang bertempat tinggal di Kecamatan Caringin tersebut, kata dia, sudah mendapatkan penanganan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan setempat. MUI  pun sudah membuat laporan ke Polsek Caringin.

Baca juga, MUI Tata Cara Shalat Ajaran Damiri Sesat.

Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman, menambahkan, sebelumnya Hamdani telah mengirimkan surat ke MUI dan unsur pimpinan kecamatan tentang meminta izin agar shalat menghadap ke arah timur, kemudian mengakui Sensen sebagai rasulnya.

"Masalah itu (shalat ke timur) sudah ditangani biar aqidahnya kembali ke jalan yang benar, tapi itu belum beres, sudah ada lagi surat yang ini," ucapnya.

Ia mengungkapkan, paham Sensen itu sudah diketahui sejak lama dengan pengikutnya masyarakat biasa. Bahkan ada seorang pengikutnya sudah menjalani hukuman dengan kurungan penjara selama tiga tahun pada 2013.

Khusus kasus pengakuan rasul ini, kata Ahmad, MUI Kecamatan Caringin sudah menemui keluarga Hamdani untuk memberikan pengertian tentang pemahamannya yang salah.

Namun, lanjut dia, pemikirannya tersebut tetap tidak berubah dan mengakui Sensen sebagai nabinya. Hingga akhirnya MUI Caringin melaporkan ke kepolisian dengan laporan penistaan agama. "Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PgaJUP
December 03, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PgaJUP
via IFTTT

Layanan Silvia Pendukung Program Full Day School

Tidak hanya hari biasa, pada akhir pekan pun pelayanannya tetap dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan kunjungan di Perpustakaan Kota Yogyakarta terus meningkat. Dalam memberikan pelayanan yang baik, pemkot pun terus menciptakan berbagai layanan untuk masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengungkapkan, inovasi layanan yang diciptakan tentunya harus bersifat membangun dan mendidik. Layanan baru yang diluncurkan di antaranya Sinema Literasi Visual untuk Pemustaka (Silvia).

Ia menyebutkan, layanan ini diluncurkan dalam rangka mendukung program full day school. Sebab, tidak hanya hari biasa, pada akhir pekan pun pelayanannya tetap dilakukan.

"Anak-anak ini sekolah dari Senin sampai Jumat. Lalu apakah Sabtu-Ahad tidak belajar? Tetap belajar, tetapi tempatnya lain, tidak di sekolah. Bisa di masyarakat atau tempat lain, salah satunya perpustakaan ini," kata Wahyu, di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Senin (03/11).

Tidak hanya bagi pelajar, namun masyarakat umum juga dapat menikmati layanan ini. Kontennya pun tentu mendukung budaya literasi yang artinya membangun dan mendidik.

Walaupun layanan ini baru diluncurkan, banyak respons positif dari masyarakat terkait penambahan layanan ini. Namun, Wahyu tidak memprioritaskan hal tersebut.

Hal yang penting, lanjutnya, bagaimana pihaknya terus berinovasi dalam mengembangkan layanan dan memberikan layanan yang baik. Tentunya juga dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat. 

"Karena tugas kami hanya itu, menyediakan layanan yang baik di bidang perpustakaan dan melakukan pembinaan yang baik dibidang perpustakaan. Jadi semuanya harus tetap kita kelola dan kembangkan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zF35hv
December 03, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zF35hv
via IFTTT

Transaksi Uang Elektronik LRT Masih Terkendala

Fasilitas pendukung Gerakan Nasional Non-Tunai belum optimal di stasiun LRT.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pelaksanaan transaksi uang elektronik untuk pembayaran tarif kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Sumatera Selatan di Palembang masih terkendala sejumlah persoalan. Salah satunya kesiapan fasilitas pendukung.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Senin (3/12), mengatakan fasilitas pendukung seperti mesin ATM belum tersedia di semua stasiun LRT sehingga rencana ini belum terlaksana. Ia mengatakan sebenarnya penggunaan uang  elektronik ini untuk mendukung program Gerakan Nasional Non-Tunai yang berlaku mulai 1 Desember 2018. Pemerintah menetapkan untuk naik LRT menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang diterbitkan 5 perbankan.

"Saat ini kami telah memberlakukan penggunaan uang elektronik namun masih ada kendala, seperti untuk pengisian ulang uang elektronik di stasiun," kata dia. Aida menambahkan waktu sosialisasi penggunaan uang elektronik untuk transaksi LRT dinilai belum terlalu lama, sementara penumpang LRT sangat beragam.

"Sementara ini untuk penumpang tujuan dan dari Stasiun Bandara yang wajib menggunakan uang elektronik, namun bagi penumpang dari stasiun-stasiun lain yang telah memilikinya diarahkan untuk tetap menggunakan uang elektronik, sebagai dukungan program Gerakan Nasional Non-Tunai," kata dia.

Berdasarkan catatan Perseroan, saat ini penggunaan Kartu Uang Elektronik pada saat naik LRT mencapai 37.227 penumpang. Aida mengatakan pihaknya terus berupaya dan rutin melakukan evaluasi untuk meningkatkan  pelayanan dalam operasional LRT.

"Mengingat sebagai transportasi baru dan pertama di Indonesia, LRT Sumsel masih terus melakukan penyesuaian dan evaluasi dari semua pihak agar semakin baik operasionalnya. Sehingga masyarakat akan mulai beralih menggunakan LRT sebagai alternatif transportasi dalam aktivitasnya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PgaJnN
December 03, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PgaJnN
via IFTTT

Jasa Para Arsitek Muslim

arsitektur bertengger pada posisi yang terhormat dalam lingkup kajian intelektual

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sosok-sosok arsitek melengkapi perkembangan peradaban Islam. Melalui kemampuannya, mereka menciptakan rancangan bangunan yang indah dan menghiasi wilayah-wilayah kekuasaan pemerintahan Islam. Mereka memadukan kecemerlangan pemikiran dan keindahan untuk mewujudkan bangunan-bangunan fenomenal.

Ilmuwan bernama Khalid Azabi mengatakan, arsitektur bertengger pada posisi yang terhormat dalam lingkup kajian intelektual pada masa pemerintahan Islam. Hal ini terbukti dengan maraknya ilmuwan Muslim yang menggeluti arsitektur. Beberapa ilmuwan pun menyampaikan pemikirian serta merumuskan apa itu arsitektur dan arsitek.

Salah satunya adalah Al-Qalqashandi. Ia berpendapat bahwa arsitek adalah seseorang yang berwenang untuk mendesain tampilan dan proporsi dari sebuah bangunan. Sang arsitek juga bertindak sebagai pengawas selama proses pembangunan. Sejarawan dan pakar ekonomi, Ibnu Khaldun, turut menyumbangkan pemikirannya.

Seorang arsitek, ungkap Khaldun, terlibat penuh dalam merancang sebuah bangunan, termasuk mendekorasi dan memperindahnya. Dalam tulisannya, The Architect in Islamic Civilization, Khalid Azabi menegaskan, peran arsitek sangat signifikan dalam membuat kian beragamnya khazanah arsitektur Islam.

Buah pemikiran asritek Muslim mewujud dalam banyak bangunan dan tersebar luas di Irak, Turki, Kazakhstan, Suriah, Mesir, Persia, hingga Andalusia. Sebagian bangunan itu masih wujud. Misalnya, Masjid Kordoba, Masjid Damaskus, Suriah, Istana Taj Mahal, dan Madrasah Murad di Turki.

Dari sekian banyak arsitek yang bertaburan di dunia Islam, beberapa nama seolah menjadi ikon perkembangan arsitektur Islam. Ini tak lepas dari ide-ide mereka yang dianggap fenomenal. Mereka mampu menciptakan teknik, metode, dan gaya baru yang kemudian memantik perkembangan lebih lanjut arsitektur Islam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RvVhFI
December 03, 2018 at 07:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RvVhFI
via IFTTT

Mereka yang Memuji dan Mengkritik Reuni 212

Kritikan terkait dengan nuansa politis kegiatan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Reuni 212 telah berlangsung secara damai dan tertib pada Ahad (2/12) lalu. Tak ada insiden berarti meski jumlah massa yang memenuhi seluruh sudut monas hingga daerah-daerah di sekitar seperti Bundaran HI atau Tugu Tani.

Aksi ini tak pelak menuai banyak pujian, baik dari kalangan tokoh pemerintahan, politisi maupun pengamat.  Tapi tak juga luput dari kritikan karena dianggap bernuansa politis.

Salah satu yang memuji Reuni 212 adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Faros, Jawa Timur, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan menilai berlangsungnya Reuni 212 adalah cerminan dari semangat persatuan umat Islam di Indonesia.

Baca juga, Polisi Apresiasi Kegiatan Reuni 212 yang Berjalan Tertib.

Menurut Irfan Yusuf, tidak tepat bila acara tersebut dicap politis dan dimodali oleh pihak-pihak tertentu.  "Semua kan bisa dibilang politis kalau kita melihat dari kaca mata politis. Kalau kita lihat dari kacamata dakwah dan persatuan, ya ini persatuan," kata Gus Irfan dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Senin (3/12).

Salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku ikut ambil bagian dalam Reuni Mujahid 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (3/12). Ia berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada Sabtu malam, menggunakan pesawat terakhir pada hari itu.

Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing juga memuji aksi itu. Menurutnya, reuni yang berjalan damai dan tertib itu bisa menjadi role model bagi Indonesia, bahkan dunia. "Mengapa tidak proses perencanaan dan pelaksanaan Reuni 212 ini dibuat menjadi role model,” ucap Emrus dalam siaran pers pada Senin (3/12).

Terlepas dari agenda dan wacana sebagian anggota masyarakat yang menilai reuni 212 bermuatan politik, ia justru menilai pelaksanaan Reuni 212 berlangsung sangat baik, tertib, dan teratur, meski diikuti banyak peserta.

Ia menyarankan ke depan kegiatan publik seperti konser, silaturahim politik, perayaan pergantian tahun, penyampaian aspirasi atau kegiatan lain yang mengikutsertakan masyarakat banyak, dapat mencontoh peserta Reuni 212.

Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan aman. “Perkumpulan umat Islam harus selalu menjadi bukti kebaikan masyarakat,” ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (3/12).

Sehari sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi para peserta Reuni 212 baik yang berasal dari Jakarta dan daerah lain karena telah menjaga ketertiban kegiatan sejak pagi hingga siang hari.  Dengan sikap ini, ia berharap Monas juga bisa dinikmati oleh pengunjung lain selayaknya pada hari Minggu lainnya meski sudah digunakan untuk kegiatan berskala besar.

Adapun kritik atas kegiatan ini salah satunya datang dari PKB.  Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyarankan agar Persaudaran Alumni (PA) 212 membentuk partai politik. Itu disampaikan Jazilul lantaran ia menilai sejumlah aksi yang diinisiasi oleh PA 212 mengandung unsur politis.

Menurutnya dengan adanya partai politik, PA 212 lebih jelas dalam hal memperjuangkan aksi-aksinya tersebut. "Kalau gentle bikin partai, supaya tahu, kan perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan, tunjukkan kalau memang mau berpolitik bikin partai," ujar Jazilul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qbg58S
December 03, 2018 at 07:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qbg58S
via IFTTT

Kontra PS Tira di Laga Tunda, PSMS Bawa 18 Pemain

PSMS incar 2 kemenangan di laga tersisa untuk lepas dari jerat degradasi Liga 1.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- PSMS Medan membawa 18 pemain untuk menghadapi PS Tira pada laga partai tunda Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (5/12). Namun, dari 18 pemain tersebut, ada dua pemain yang belum fit 100 persen, yakni Alexandros Tanidis dan Danie Pratama, yang mengalami cedera saat melawan Persebaya.

"Melawan PS Tira kami juga akan berusaha skuat tenaga untuk mendapatkan tiga poin," kata Pelatih PSMS Peter Butler, Senin (3/12).

Pelatih asal Inggris tersebut menyatakan tetap mengusung optimisme tinggi. Ia ingin menuntaskan dua laga tersisa dengan kemenangan dan menyelamatkan tim dari zona degradasi.

Apalagi, Butler melihat bagaimana perjuangan para pemain yang 95 persen berasal dari Liga 2 dan telah menunjukkan semangat dan daya juang tinggi selama 32 laga yang sudah dijalani. "Saya bersyukur para pemain bisa menunjukkan kerja keras fantastis dalam keadaan sulit sekali pun sejak saya datang ke klub ini pada Agustus lalu," jelasnya.

Komitmen para pemain, lanjut Butler, sangat kuat, terutama untuk terus meningkatkan skill maupun kerja sama tim dalam menghadapi setiap lawan. "Keinginan untuk mengembangkan skill secara individual dan tim sangat luar bisa. Kerja keras yang mereka tunjukkan setiap hari pantas dipuji. Dan saya tidak akan melupakan kesan yang mereka tinggalkan pada saya," ungkapnya.

Mantan arsitek Persipura Jayapura itu mengakui berada di PSMS selama lima bulan terakhir benar-benar satu tantangan. "Namun saya menyukainya. Kami mendekati tantangan dua laga ibarat final ini dengan segala kesulitan yang ada. Saya meminta mereka untuk tetap disiplin dan fokus hingga titik akhir," tegasnya.

Butler juga tak lupa berterima kasih kepada pemain dan masyarakat Medan karena menerimanya dengan baik selama di PSMS. "Di masa singkat saya bersama PSMS, kami telah berusaha untuk tetap bertahan di Liga 1 dengan skuat yang masih muda dan minim pengalaman. Inilah pencapaian yang sebenarnya," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DZLa8x
December 03, 2018 at 07:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DZLa8x
via IFTTT

Oesman Sapta: Manfaatkan Ponsel untuk Memperkuat Persatuan

Berbagai ideologi mudah tersebar ke seluruh anak bangsa melalui telepon seluler.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tujuh ratus orang dari Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), putra-putri Polisi, dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia, memenuhi Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (3/12). Mereka berada di gedung yang biasa digunakan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk mengikuti Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengapresiasi peserta sebab mereka mempunyai pandangan dan komitmen untuk menjaga ideologi bangsa dan negara. ”Ini yang harus diperkuat,” ujarnya seperti dalam siaran pers. Apalagi di era berbagai ideologi mudah tersebar ke seluruh anak bangsa  melalui telepon seluler (ponsel).

Pria yang juga menjadi Ketua DPD itu menyebut ponsel merupakan sarana yang  dapat memudahkan pekerjaan namun sekaligus juga bisa menjerumuskan. Dengan ponsel pengguna dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja.

Pengguna dapat membaca berita dari mana saja bahkan berbarengan dengan saat kejadian. Pengguna tidak hanya bisa membaca berita kiriman namun juga mampu menyebar berita atau informasi, entah itu fakta ataupun ilusi.

“(Ponsel) bisa menjadi penyebar kebaikan sekaligus  berpotensi  penebar kebohongan,” ungkapnya.

Pria asal Kalimantan Barat menegaskan agar ponsel dapat digunakan untuk memperkuat persatuan melalui  jejaring  media sosial. Sementara tantangan negatif penggunaan ponsel itulah yang menurut Oesman Sapta membuat MPR semakin yakin penguatan nilai-nilai kebangsaan mutlak untuk dilakukan. 

“Kami  tidak  ingin  generasi  penerus  tidak mengenal  dan  mengerti  ideologi  bangsa  dan negara,” paparnya. Dijelaskan, tidak  ada  satupun negara  yang  kuat  tanpa  ideologi. Negara juga tidak dapat berdiri jika rakyatnya tidak memahami dan  mengimplementasikan ideologinya.

Keberadaan Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan adat istiadat merupakan kekayaan. Namun diingatkan, keberagaman itu apabila tidak dikelola dengan persatuan justru bisa menjadi pemecah bangsa.

“Tanpa persatuan mustahil ada kesejahteraan dan pembangunan,” tegasnya.

Ketua umum organisasi Hipakad Hariara Tambunan mengucapkan terima kasih bisa bekerja sama dengan MPR untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan kebangsaan kepada para peserta. Diakui meski Indonesia sebagai rumah bersama di mana beragam suku, bahasa, dan agama hidup tersebar di ribuan pulau di bawah naungan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika namun bangsa ini tidak lepas dari berbagai ancaman persatuan dan kesatuan.

“Ancaman ini khususnya menyasar generasi muda,” paparnya. Untuk itulah Sosialisasi Empat Pilar menurutnya perlu dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Hariara juga mengajak kepada peserta acara itu untuk memerangi hoaks. Dirinya mengharap nilai-nilai yang didapat harus diimplementasikan dalam keseharian. “Jangan diingat dan dipahami hanya di dalam gedung ini saja," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zFTh7c
December 03, 2018 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zFTh7c
via IFTTT

Hutan Sumatra Menipis, Populasi Harimau Makin Kritis

Populasi harimau Sumatra kini tidak sampai 400 ekor.

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPAR -- Seekor induk harimau yang sedang hamil besar tewas bersama bayinya akibat jeratan perangkap yang melilit tubuhnya di salah satu desa di Riau. Hutan Sumatra yang kian menipis semakin mengancam populasi harimau yang kini tidak sampai 400 ekor.

Penduduk Tanjung Belit, Kabupaten Kampar, yang mendengar jeritan harimau tersebut berhasil menangkap dan membawanya ke desa mereka. Harimau itu sebenarnya lolos dari perangkap, namun kawat logam yang menjerat bagian paha dan perutnya semakin ketat. Hewan ini tewas sebelum petugas terkait tiba di lokasi.

Dua ekor bayi harimau yang masih dalam kandungan induknya juga tak berhasil diselamatkan. Hewan itu merupakan korban perburuan satwa yang merajalela di Indonesia.

"Ini melibatkan uang banyak," kata Budi (bukan nama sebenarnya), seorang mantan pemburu satwa liar.

Setelah 30 tahun berburu harimau, Budi kini turut membantu kelompok konservasi WWF dan berbalik memburu para pemburu. Di tahun-tahun sebelumnya Budi mengaku telah menangkap dan membunuh setidaknya 30 ekor harimau.

"Saya sering tertangkap, tetapi selalu aman dengan petugas. Saya tak pernah ke pengadilan. Karena diselesaikan di tempat," katanya kepada jurnalis ABC Anne Barker.

Dahulu harimau pertama yang dijual Budi laku Rp 850 ribu. Namun kini harganya semakin mahal.

"Harimau terakhir yang sempat saya jual laku Rp 9.500.000," ujarnya.

Deforestasi berdampak pada harimau

Deforestasi dan kegiatan pembangunan sangat berdampak langsung dalam mengurangi habitat harimau di Sumatra. Hutan rimba digunduli untuk pembukaan lahan perkebunan.

Menurut hitungan WWF, 49 persen hutan asli Sumatra telah hilang sejak 2000 akibat pembukaan jalan bagi perkebunan kelapa sawit, karet, dan kertas. Pulau terbesar keenam di dunia ini mengalami perubahan lanskap alam menjadi produsen komoditas global dengan nilai miliaran dolar. Tercatat, antara 2000 dan 2015, rata-rata 1,82 hektare hutan ditebang setiap jam.

Selain harimau, satwa liar lainnya rusa atau monyet juga terdampak secara langsung. Akibatnya, tak jarang satwa-satwa ini muncul di desa dan daerah perkotaan. Serangan pada penduduk pun tak jarang terjadi.

Bulan lalu, seekor harimau jantan terperangkap di kolong selokan di salah satu pertokoan di Indragiri Hilir. Dokter hewan Andita Septiandini mengatakan peristiwa itu mencerminkan semakin meningkatnya tekanan pada satwa liar.

"Habitat harimau di Indonesia semakin buruk. Harimau bersaing dengan harimau lain karena mereka tak lagi memiliki ruang untuk menjelajah," katanya.

"Mereka terpaksa masuk ke kampung karena semakin sulit mencari mangsa di hutan," ujarnya.

Upaya mencegah kepunahan harimau

Warga Tanjung Belit masih ingat ketika harimau terlihat setiap hari dan betapa berbahayanya masuk hutan. Salah satu warga bernama Kasim, yang ayahnya mati dibunuh harimau pada 1972, mengaku belum pernah melihat seekor pun harimau di alam liar.

"Sekarang hutan penuh dengan orang. Orang berkebun di hutan, jadi tak ada lagi harimau di sana," katanya.

Meskipun jumlahnya kian menyusut, WWF tetap optimis harimau Sumatra dapat diselamatkan dari kepunahan. LSM itu kini fokus di wilayah bagian tengah Sumatra di mana harimau masih memiliki jangkauan menjelajah dan berkembang biak yang cukup luas.

Suaka Margasatwa Rimbang Baling di sepanjang punggung pegunungan Sumatra menjadi salah satu dari 18 lokasi di dunia yang diidentifikasi WWF berpotensi melipatgandakan populasi harimau. Tujuannya bukan hanya menghentikan perburuan satwa tetapi juga menghentikan atau memperlambat hilangnya lahan hutan.

Petugas jaga hutan pun diturunkan berpatroli untuk melacak dan mengejar pemburu atau menghancurkan perangkap yang mereka pasang.

Petugas pun mengincar jaringan perburuan satwa dan sindikat penebangan liar. Namun karena faktor korupsi, aktivitas tersebut seringkali tidak ditindak secara hukum.

Dalam sejumlah kasus, lahan-lahan perkebunan berhasil dihutankan kembali, dan tanaman sawit atau tanaman industri lainnya diganti dengan pohon-pohon asli setempat. Namun proses ini memakan waktu yang lama. Paling tidak perlu satu dekade bagi populasi harimau dan satwa lainnya untuk pulih kembali.

Kini, di kawasan suaka tersebut petugas telah memasang kamera CCTV di berbagai titik. Mereka kemudian mencatat setiap harimau yang terekam kamera.

Para pemilik lahan juga didorong melanjutkan perkebunan mereka tanpa perlu menggunduli hutan asli. Caranya, dengan kembali ke lahan yang sebelumnya sudah ditinggalkan.

WWF belum lama ini menandatangani kerja sama dengan klub footy Richmond Football Club di Melbourne, yang memiliki julukan The Tigers. Tujuannya untuk mempromosikan kampanye kesadaran harimau di Australia.

Pekan lalu, dua pemain Richmond, Nick Vlastuin dan Jack Graham, menghabiskan tiga hari di Sumatra menyaksikan patroli harimau di Rimbang Baling. WWF Australia Ashley Brooks mengatakan sebagian besar kegiatan konservasi di Sumatra, termasuk patroli harimau, didanai donor dari Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Australia masih berbilang minim kontribusinya untuk konservasi harimau.

Dr Brooks mengatakan banyak konsumen tak tahu bagaimana kehidupan mereka berdampak langsung pada harimau Sumatra, akibat industri minyak sawit, kertas, dan karet.

Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Minyak ini digunakan untuk berbagai produk mulai dari coklat batangan dan es krim hingga sabun, pembersih rumah tangga, dan biofuel. Sementara karet produksi Indonesia banyak digunakan dalam pembuatan sepatu dan ban.

"Sekitar 55 persen barang-barang di rak supermarket manapun di dunia memiliki kandungan minyak sawit atau produk turunannya," kata Dr Brooks.

Pada November lalu produsen ban meluncurkan inisiatif untuk menghentikan perusakan hutan akibat perkebunan karet. Global Platform for Sustainable Natural Rubber yang mencakup Michelin dan Goodyear, akan dimulai pada Maret nanti untuk mengurangi deforestasi.

Industri ban dunia menyerap sekitar 70 persen pasokan karet alam, sebagian besar berasal dari Asia Tenggara. Inisiatif serupa telah diterapkan dalam industri minyak kelapa sawit, kopi dan kakao, dengan tingkat keberhasilan yang beragam. Namun keberhasilan industri sawit, karet dan kertas berkelanjutan, akan selalu dirugikan oleh melonjaknya permintaan.

Permintaan karet selama 20 tahun terakhir misalnya, meningkat tajam karena munculnya pasar seperti Cina dengan kian banyaknya membeli mobil. Semua ini memicu deforestasi dan membuat penderitaan harimau Sumatra semakin parah.

Penduduk Tanjung Belit tahu persis bahwa mereka tak mungkin lagi melihat harimau jika habitatnya hancur. "Dahulu kami biasa melihat mereka setiap hari," kata Ali Zabur, seorang warga setempat.

"Mereka tampak sangat ganas, mungkin karena habitatnya sudah hancur. Sekarang harimau sudah hilang karena hutan juga sudah hancur. Kasihan," tuturnya.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pefuhr
December 03, 2018 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pefuhr
via IFTTT

Hampir Satu Juta Warga Cina Ikut Tes CPNS

Posisi yang dibuka bagi pelamar pada tahun ini lebih sedikit.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Cina diikuti hampir satu juta orang. Badan Kepegawaian Sipil Cina (SACS) menyebutkan 920 ribu orang mengikuti tes penerimaan CPNS tahun ini untuk memperebutkan 14.500 formasi di kantor dan lembaga pemerintahan.

Ujian penerimaan tersebut dianggap sebagai salah satu tes yang paling kompetitif di Cina karena hanya satu dari setiap 63 kandidat yang bisa dipekerjakan di lembaga pemerintahan pada tahun ini, demikian media resmi setempat melaporkan, Senin (3/12).

Tes penerimaan pegawai pemerintah di Cina digelar setiap tahun. Posisi yang dibuka bagi pelamar pada tahun ini lebih sedikit.

Pada tahun lalu, pemerintah Cina membutuhkan 28 ribu pegawai baru dan sudah formasi tersebut semuanya sudah terisi. Selain menjalani ujian tulis pada Ahad (2/12), para pelamar harus menjalani tes sesuai bidang kebutuhan, seperti keuangan, keamanan publik, luar negeri, dan beberapa bidang lain yang membutuhkan tes lanjutan keterampilan profesi.

Pegawai pemerintah sipil masih menjadi profesi dambaan bagi sebagian besar masyarakat di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa tersebut. "Banyak orang ingin menjadi pegawai pemerintah sipil. Tapi persaingannya juga sangat ketat," kata seorang pegawia pemerintah sipil di Pemerintah Kota Guangzhou kepada Antara beberapa waktu lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zHJX2x
December 03, 2018 at 06:59PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zHJX2x
via IFTTT