Pages

Showing posts with label 2018 at 08:01PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:01PM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

Agar Karier Berkembang? Ambil Keuntungan Bekerja di Korporat

Pilih tempat kerja yang paling nyaman dan karier bisa berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, Menjatuhkan lamaran di perusahaan tidak boleh asal-asalan. Sebelumnya, perhatikan bagaimana budaya kerja yang ditetapkan oleh perusahaan, apakah nantinya sesuai atau tidak dengan budaya kerja yang diinginkan.

Mengingat, di era milenium ini, generasi milenial memang lebih suka bekerja di perusahaan startup ketimbang perusahaan lain karena alasan mobilitas kerja. Padahal mobilitas kerja di perusahaan lain seperti korporat misalnya, tidak kalah baiknya dengan perusahaan startup.

Jauhkan pikiran negatif mengenai perusahaan korporat karena budaya kerjanya memberikan banyak keuntungan yang bisa membawa pada kesuksesan berkarier. Keuntungan apa sajakah?

Bicara soal keuntungan, berikut hal yang menguntungkan bagi karier Anda bila bekerja di perusahaan korporat seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Terbiasa Disiplin karena Budaya Kerja yang Teratur

Di perusahaan korporat, semua tugas-tugas diatur menurut tenggat waktu yang sudah tersusun dengan rapi. Karyawan wajib memenuhi target tugas sesuai deadline yang ditentukan jika tidak ingin mendapat teguran atau peringatan dari atasan, termasuk urusan jam masuk dan pulang kantor.

Sehingga kondisi tersebut akan membuat Anda terbiasa dengan kedisiplinan. Begitu juga soal sistem kerja di perusahaan korporat yang lebih teratur karena sudah ada ketentuan dalam SOP (Standard Operational Procedure). Apabila pelaksanaan tugas tidak sesuai SOP, maka ada sanksi yang harus diterima.

2. Bisa Mahir pada Satu Bidang

Pembagian kerja di perusahaan korporat lebih jelas dan spesifik. Ada yang ditugaskan di bagian keuangan, pemasaran, persediaan dan lain sebagainya. Setiap karyawan hanya diperbolehkan mengurus pekerjaan di bidangnya, selebihnya tidak diperbolehkan.

Setiap karyawan diberi tanggung jawab yang berbeda-beda sesuai kemampuannya. Jadi, Anda yang mahir di bidang keuangan bisa bekerja di bagian keuangan dan terus mengasah kemampuan pada bidang ini. Begitu juga untuk bidang yang lain.

3. Bisa Memaksimalkan Fasilitas yang Lebih Lengkap

Namanya juga korporat yang artinya perusahaan sudah mapan. Untuk menunjang kinerja para karyawannya, biasanya perusahaan memberikan fasilitas yang cukup lengkap. Nah, Anda bisa memanfaatkan dengan maksimal fasilitas yang diberikan untuk meningkatkan keterampilan.

Berbagai macam fasilitas yang diberikan perusahaan korporat tentunya bermacam-macam, mulai dari pembiayaan pendidikan lanjutan, fasilitas kendaraan pribadi, hingga fasilitas kepemilikan rumah, dan masih banyak lagi. Nah, fasilitas-fasilitas tersebut diberikan dengan harapan bisa meningkatkan performa dan loyalitas karyawan pada perusahaan.

4. Ada Kesempatan Bekerja Sambil Belajar

Bekerja di tempat yang berbeda juga berlaku di perusahaan korporat, yakni bekerja di anak atau cabang perusahaan yang ada di luar kota bahkan luar negeri. Perpindahan tempat kerja biasanya dilakukan setelah 2-3 tahun kerja.

Meskipun tempat kerja berpindah, posisi dan mekanisme kerjanya masih tetap sama. Kalaupun berbeda, perusahaan akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dasar sebelum menduduki posisi kerja yang baru.

Dengan budaya seperti ini, pengalaman kerja otomatis akan semakin bertambah. Maka dari itu Anda juga berkesempatan mendapat ilmu baru, dan itu sangat bermanfaat untuk perjalanan karier Anda.

5. Punya Jenjang Karier yang Jelas

Peribahasa “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” dianut oleh perusahaan korporat. Sebelum menempati posisi tertinggi, Anda harus mau mengawali karier dari posisi paling rendah, seperti magang. Di sinilah performa kerja akan dinilai.

Apabila mampu berkontribusi dengan baik, pimpinan perusahaan bisa saja mengangkat Anda menjadi karyawan tetap. Bila perusahaan menyediakan program pelatihan seperti MT (Management Trainee), sebaiknya ikutilah.

Program seperti ini baik untuk percepatan jenjang karier. Kalau tidak, Anda harus mau mengikuti loncatan karier sesuai yang ditentukan oleh perusahaan.

6. Tentu Saja, Gaji yang Menjanjikan

Gaji di perusahaan startup tidak selalu lebih rendah jika dibandingkan dengan perusahaan korporat. Tetapi, jumlah gaji bisa berbeda-beda setiap saat, tergantung dari mobilitas perusahaan startup. Sedangkan perusahaan korporat memberikan jumlah gaji yang tetap ditambah bonus, asuransi dan tunjangan.

Gaji yang diterima dari perusahaan korporat makin lama semakin besar, apalagi kalau Anda memiliki jam terbang yang tinggi. Untuk itu, gunakan waktu Anda sebaik mungkin untuk belajar dan meniti karier.

Pilih Tempat Kerja yang Paling Nyaman dan Karier Berkembang

Walaupun budaya kerja korporat terkesan kuno, tetapi jaminan kesejahteraan kerja di perusahaan sangat tinggi. Terbukti dari gaji, fasilitas dan ruangan kerja yang begitu nyaman.

Tentu saja, pilih bekerja di perusahaan startup atau korporat, semuanya kembali lagi kepada pilihan diri sendiri. Namun yang pasti pilihlah tempat kerja yang diinginkan dan mampu memberikan kenyamanan ekstra untuk menunjang produktivitas saat bekerja. Selamat bekerja!

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qx3JYR
December 15, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qx3JYR
via IFTTT

Friday, December 14, 2018

Australia Bisa Akses Rekening Warganya di Swiss

Akses rekening untuk memastikan warga Australia bayar pajak semestinya.

REPUBLIKA.CO.ID,  CANBERRA -- Warga Australia pemilik rekening bank di Swiss, terutama kelompok individu terkaya, kini perlu berhati-hati. Pasalnya, Kantor Pajak Australia (ATO) telah mendapatkan akses ke rekening-rekening tersebut.

Wakil komisioner ATO Jeremy Hirschhorn memastikan pihaknya kini memiliki akses ke rekening bank Swiss. Akses ini akan digunakan untuk memastikan warga Australia membayar pajak sebagaimana mestinya.

"Kami baru saja menerima daftar semua warga Australia yang memiliki rekening bank Swiss," kata Hirschhorn kepada ABC Australia.

"Tentu saja tidak ada salahnya memiliki rekening bank Swiss. Tapi yang pasti ada beberapa orang dalam daftar ini yang menarik perhatian kami," ujarnya.

Hirschorn tak bersedia mengkonfirmasi apakah individu dengan kekayaan tinggi dalam daftar yang dipantau ATO itu termasuk para pesohor Australia.

"Saya tidak ingin menyebut nama-nama individu dalam daftar itu. Tapi yang ingin saya katakan yaitu para pesohor Australia umumnya merupakan pembayar pajak yang baik," kata Hirschhorn.

Menurut dia, jika ada nama pesohor dalam daftar ini, tentunya akan mengejutkan. Kemarin ATO merilis laporan transparansi korporat yang menyebutkan 81 persen perusahaan swasta terkait dengan kelompok usaha yang dikendalikan individu-individu kaya.

Laporan itu menyebut adanya 11 ribu entitas dengan kekayaan tinggi yang mencakup perusahaan, trust, kemitraan, dan dana pensiun. "Yang pertama adalah kami mengetahui siapa mereka, kami tahu siapa pemain-pemain besar itu," kata Hirschhorn.

Dia menjelaskan perekonomian digital kini semakin memudahkan perpindahan aset, namun sekaligus menyisakan jejak digital yang sangat mungkin dilacak.

Sebuah era yang berakhir

Hirschhorn menambahkan dunia digital saat ini memungkinkan seorang karyawan melaporkan perusahaan atau individu yang mungkin mengakali urusan pajak. Karyawan yang kecewa misalnya, bisa saja mengunduh seluruh data perusahaan, seperti terjadi dalam kasus Panama Papers.

"Jadi masa-masa melarikan duit ke luar negeri kini sudah berakhir," ucap Hirschhorn.

Laporan ATO mengenai transparansi korporat menyoroti adanya pengawasan terus-menerus terhadap pengemplang pajak. Laporan itu mengungkap sepertiga perusahaan besar Australia sama sekali tidak membayar pajak meskipun menghasilkan laba kotor.

Hirschhorn menyebutkan alasannya termasuk kerugian tahun sebelumnya, kepekaan terhadap kondisi ekonomi, dan pengurangan pajak. Hal itu, katanya, khususnya dialami perusahaan yang baru mulai. "Biasanya terjadi pada perusahaan pertambangan besar atau perusahaan industri ekstraktif," katanya.

Meski tidak menyebut nama perusahaan tertentu, Hirschhorn mengakui bahwa maskapai penerbangan Qantas saat ini telah membayar pajak perusahaan lagi.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QsVptj
December 14, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QsVptj
via IFTTT

Thursday, December 13, 2018

Pemain Persib Ini Bersyukur Atas Kepemimpinan Mario Gomez

Gomez mempromosikan beberapa pemain muda ke tim Persib senior.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung resmi tidak lagi menggunakan jasa Mario Gomez sebagai pelatih kepala. Namun pelatih asal Argentina ini akan dikenang baik oleh para pemainnya.

Gomez membagi menit bermain tim dengan pemain muda yang sudah terlebih dahulu bergabung bersama Persib. Seperti Henhen Herdiana, Febri Hariyadi, Puja Abdillah, dan Agung Mulyadi.

Agung mengaku bersyukur menjalani musim kompetisi Liga 1 2018. Menurutnya, di bawah arahan Gomez, ia dapat bermain dengan skuat Persib selama 600 menit. Padahal, pada tahun 2017, ia hanya dimainkan selama 47 menit di satu pertandingan.

"Alhamdulillah sangat bersyukur di musim ini Agung bisa dapat menit bermain lebih banyak. Ini semua tentu membuat pengalaman bertanding Agung bertambah," kata Agung seperti dilansir dari laman resmi Persib, Kamis (13/12).

Gomez mempromosikan beberapa pemain muda ke tim Persib senior. Di antaranya adalah Indra Mustafa, Aqil Savik, dan Wildan Ramdani. Dua di antaranya membela timnas U-19 Indonesia.

Agung mengaku beruntung telah bermain di bawah arahan Gomez. Kini ia bersiap untuk menjadi pemain yang lebih baik di musim mendatang. "Agung juga beryukur beliau selalu kasih kepercayaan sama Agung selama musim ini. Ini bisa jadi bekal untuk Agung jadi lebih baik lagi di musim depan," kata dia menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QtYmtB
December 13, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QtYmtB
via IFTTT

Monday, December 3, 2018

Soal OSO, Mahfud Minta KPU Patuhi Putusan MK

Menurut Mahfud, induk dari semua hukum adalah konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) merujuk kepada putusan konstitusi untuk menyikapi polemik soal syarat pencalonan anggota DPD. Secara spesifik, Mahfud dan sejumlah pengajar hukum tata negara mengusulkan KPU menjalankan opsi yang paling dekat dengan konstitusi untuk menyikapi persoalan yang diuji materi oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu.

Menurut Mahfud, induk dari semua hukum adalah konstitusi. "Oleh sebab itu, dalam pilihan hukum yang problematis ini kami usulkan (kepada KPU) pilihan opsi yang paling dekat dengan konstitusi," ujar Mahfud saat memberikaan keterangan kepada wartawan usai melakukan audiensi dengan KPU, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Dia melanjutkan, ada usulan yang spesifik itu diberikan kepada KPU untuk kemudian diolah. Meski demikian, Mahfud menegaskan tidak mau mencampuri KPU dalam memutuskan sikap final soal tindak lanjut putusan MK, Mahkamah Agung (MA) dan PTUN mengenai syarat pencalonan anggota DPD.

"Kami ingin KPU memberikan keputusan yang independen sehingga agenda konstitusi kita tetap berjalan, tidak membuat gaduh. Kami mendukung KPU untuk mengambil pilihan-pilihan bagi pemilu kita," tambah Mahfud.

Selain Mahfud, Mantan Ketua MA, Bagir Manan juga turut hadir dalam audiensi dengan KPU, Senin sore. Hadir pula para pengajar hukum tata negara seperti Bvitri Susanti, Feri Amsari dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

Dijumpai secara terpisah, Bagir Manan, juga menegaskan jika menurut sistem ketatanegaraan MK menjadi institusi yang paling depan dalam menjaga konstitusi. Menurut dia, meski dalam sistem ketatanegaraan Indonesia tidak menyatakan bahwa MK dapat secara hukum mengesampingkan putusan lain, tetapi kedudukan MK kuat sebagai lembaga penjaga konstitusi.

"Sudah semestinya dia (MK) dianggap sebagai juru tafsir pertama mengenai undang-undang dasar (UUd 1945). Maka semestinya putusan MK itu yang paling dekat dengan pengertian kandungan konstitusi, " tegasnya.

Dia melanjutkan, KPU juga harus menghitung berbagai risiko untuk mengambil putusan soal polemik pencalonan anggota DPD ini. Bukan hanya risiko hukum, tetapi risiko politik, risiko sosial juga bharus dipertimbangkan.

"Jangan sampai karena KPU kurang arif membuat keputusan, nanti akan ada timbul masalah-maslah poltiik atau sosial sehingga mempengaruhi kualitas pemilihan umum kita. Kami memberikan dukungan moril kepada KPU agar tidak usah ragu memgambil keputusan, ' tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ALk29Y
December 03, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ALk29Y
via IFTTT

Saturday, December 1, 2018

Mario Gomez Enggan Komentari Hasil Imbang Kontra Persela

Pelatih Persib ini mengakui timnya tak punya banyak peluang menjebol gawang lawan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung berhasil mencuri poin dari Persela Lamongan. Meski tidak merusak rekor Persela yang belum pernah kalah di kandang, Persib mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (1/12).

Pelatih Persib Mario Gomez enggan mengomentari hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, banyak keputusan wasit yang merugikan pemainnya.

"Saya tidak ingin berkomentar jika kalian (wartawan) belum berkomentar. Ketika Ezechiel one on one dengan lawan, itu harusnya pelanggaran bukan?" tanya Gomez usai pertandingan.

Gomez mengakui timnya memang tidak memiliki banyak peluang untuk menjebol gawang Persela. Karena menurutnya, Persib sulit menembus pertahanan Persela. "Ketika penalti untuk kami terjadi, Bauman dijegal kiper, kalian (wartawan) tahu aturannya seperti apa, harusnya kartu merah," jelas dia.

Meski begitu, pelatih asal Argentina ini menyayangkan peluang yang terbuang. Menurutnya, skuat Maung Bandung harus bisa mengeksekusi tendangan dengan baik. "Satu poin tidak apa-apa. Sebenarnya kami ingin menang, 15 menit terakhir kami tidak bisa mencetak gol kedua. Padahal kami memiliki beberapa peluang," jelasnya.

Atas hasil tersebut, Persib berada di posisi tiga dengan raihan 51 poin. Sementara, Persela menutup laga kandang terakhir dengan rekor tidak terkalahkan. Persela berada di urutan ke-13 dengan raihan 43 poin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pf8Ac1
December 01, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pf8Ac1
via IFTTT

Thursday, November 29, 2018

Pemerintah Minta PSSI Bergerak Berantas Match Fixing

Selain manajer tim, anggota Exco PSSI juga diduga terlibat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepak bola Tanah Air kembali digoyang isu match fixing atau pengaturan skor. Beberapa pertandingan Liga 2 Indonesia diduga telah dibayangi pengaturan hasil. Selain manajer tim, anggota Exco PSSI juga diduga terlibat dalam aksi yang mencederai nilai-nilai luhur olahraga tersebut. 

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewabroto meminta PSSI segera bergerak cepat untuk menindaklanjuti isu tersebut. Ia mengatakan, sekarang saat tepat untuk memberantas match fixing.

"Di tengah kekecewaannya terhadap hasil tim nasional senior yang gagal lolos semifinal Piala AFF 2018, ditambah komunikasi yang kurang baik dari ketua umum PSSI, inilah waktu yang tepat bagi untuk mengambil tindakan," ujar Gatot saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (29/11).

Ia mengatakan, masyarakat butuh kepercayaan dari PSSI. Ia meminta PSSI jangan lagi menunggu laporan. Ia mengatakan, pengakuan sejumlah pihak dalam program acara Mata Najwa sudah cukup bagi PSSI untuk mengambil tindakan.

"Kami sebagai perwakilan pemerintah mendukung tindakan PSSI untuk mengungkap kasus ini. Kalau perlu nanti kami yang akan memfasilitasi dengan pihak keamanan," kata dia.

Pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia, menurut Gatot, sudah terjadi cukup lama. Ia mengetahui ini saat menjadi anggota Tim Sembilan, saat pembekuan PSSI lalu. Ia mengaku mendapatkan banyak laporan terkait itu. Bahkan, kata Gatot, ada mantan bandar yang memberikan pengakuan.

Ia mengingatkan, pengatur skor ini harus mendapat perhatian serius federasi. "Saya pernah berdiskusi dengan pengelola Liga Spanyol, jika di Liga ada isu pengaturan skor, federasi di sana langsung cepat bertindak," kata dia.

Ia mengatakan, untuk masalah suap sudah ada aturannya dalam Undang-Undang nomor 11 Tahun 1980. "Memang tidak menyebut spesifik profesi, tetapi kita bisa menggunakan aturan tersebut. Kita tunggu saja keberanian PSSI," kata Gatot. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rmzws5
November 29, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rmzws5
via IFTTT

Sunday, November 25, 2018

Bhayangkara FC Belum Menyerah Buru Gelar Juara Liga 1

Bhayangkara masih menyisakan tiga laga lagi di Liga 1.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Bhayangkara FC belum mau mengibarkan "bendera putih" sebagai tanda menyerah dalam perburuan gelar juara Liga 1 musim kompetisi 2018. Bhayangkara masih menyisakan tiga laga lagi di Liga 1.

"Kalau menyerah belum, tapi sejatinya saya tidak mau memikirkan itu dulu karena fokus ke pertandingan terdekat, yaitu melawan Persebaya," ujar Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy, Ahad (25/11).

Secara hitung-hitungan matematis, Bhayangkara FC yang kini berada di posisi empat dengan koleksi 49 poin masih memungkinkan mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu. Sampai saat ini, penghuni puncak klasemen sementara PSM Makassar memiliki 57 poin (sisa dua pertandingan), disusul posisi kedua Persija Jakarta 56 poin (sisa dua pertandingan), dan ketiga adalah Persib Bandung 50 poin (sisa dua pertandingan).

Jika PSM serta Persija kalah di dua laga sisa dan Bhayangkara FC menang di tiga pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin Jajang Mulyana dan kawan-kawan kembali menjadi yang terbaik di Liga 1.

Namun, perjuangan tim yang bermarkas di Stadion PTIK Mabes Polri tersebut harus diawali menghadapi tuan rumah Persebaya di laga pekan ke-32 Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (26/11) malam.

Menurut Simon, menghadapi Persebaya merupakan laga berat, terlebih dalam beberapa pertandingan terakhir skuat Bajul Ijo sukses mengalahkan lawan-lawannya dengan skor cukup telak. "Apalagi Persebaya bermain di hadapan puluhan ribu suporternya. Tapi, kami beberapa kali menang di kandang lawan yang disaksikan suporternya. Itulah mengapa kami tetap tak gentar, dan bersiap mencuri tiga poin di Surabaya," ujar mantan pelatih timnas Filipina tersebut.

Hal senada disampaikan bek andalan Bhayangkara, M Hidayat, yang mengibaratkan laga melawan Persebaya dan dua pertandingan sisa lainnya adalah final sehingga menang merupakan harga mati. "Kami tetap akan kerja keras untuk memberikan hasil maksimal. Tim siap menjalankan instruksi pelatih dan semoga melawan Persebaya meraih hasil maksimal," kata kapten timnas U-19 tersebut.

Sementara itu, dalam lawatannya ke Kota Pahlawan, Bhayangkara FC membawa 18 pemain, kecuali tiga pemain andalannya, yakni kiper Awan Setho, gelandang M Hargianto, dan bek kanan Putu Gede Juni Antara. Ketiga pemain itu harus membela timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RcMcSj
November 25, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RcMcSj
via IFTTT

Wednesday, November 21, 2018

Baznas Siak Kuncurkan ATM Beras untuk Mustahik

ATM beras ini untuk memudahkan masyarakat miskin dalam pengambilan beras.

REPUBLIKA.CO.ID, SIAK -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak, Riau meluncurkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras di Masjid Al-fatah. Peluncuran ATM beras ini untuk memudahkan masyarakat miskin dalam pengambilan beras sebagai pemenuhan kebutuhan dasar.

"Pagi tadi Baznas meluncurkan kartu ATM beras untuk 50 mustahik yang ada di Kecamatan Siak. Nantinya akan tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Siak, yang saat ini masih dalam proses verifikasi penerima," ujar Ketua Baznas Kabupaten Siak, Abdul Rasyid Suharto Pua Upa di Siak, Rabu (21/11).

Peluncuran ATM beras ini juga bersamaan dengan gerakan Subuh berjamaah yang ikut dihadiri oleh Bupati Siak Syamsuar, Wabup Alfedri, Kepala Kantor Kemenag Muharam, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan unsur Forkopimda. "Target kami tahun depan ATM beras sudah tersedia di 14 kecamatan Kabupaten Siak," katanya.

Dia mengatakan ATM beras ini akan diaktifkan setiap selesai Shalat Subuh berjamaah dengan waktu sekitar setengah jam setiap harinya. Masing-masing penerima mendapat jatah sebanyak 15 kilogram per bulannya. "ATM beras ini akan kita adakan juga di semua masjid kecamatan se-Kabupaten Siak, agar mustahik atau fakir miskin yang ada di masing-masing kecamatan dengan mudah mendapatkan beras untuk kebutuhan hidup mereka," ujarnya.

Rasyid menambahkan, dalam pengelolaan ATM Beras ini, Baznas akan bekerja sama dengan pengurus masjid untuk mengontrol dan melakukan pengisian beras setiap saat. Menurut Bupati Siak Syamsuar, keberadaan ATM beras ini untuk meringankan beban fakir miskin secara sistematis. Disamping itu juga menghidupkan gerakan subuh berjamaah.

"Mustahik tidak perlu lagi mencari dan membeli beras di pasar, cukup dengan mesin ATM yang telah diprogramkan Baznas. Tinggal dipencet keluarlah berasnya," kata Syamsuar. Tak hanya itu Syamsuar mengajak mustahik dan masyarakat Siak agar dapat memakmurkan masjid dengan shalat subuh berjamaah serta ibadah lainnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qWJHYP
November 21, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qWJHYP
via IFTTT

Nasi Minyak Batanghari Kaya Alkulturasi

Nasi minyak Batanghari

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
EMBED
Terdapat 10 hingga 12 rempah dalammnya.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Jambi memiliki kudapan nasi minyak Batanghari yang kaya akan rasa. Pakar kuliner William Wongso mengatakan masakan tersebut kaya akan alkulturasi. Terdapat 10 hingga 12 rempah dalammnya.

Dalam kudapan itu juga terdapat sentuhan dari India dengan menggunakan minyak samin. Uniknya, menu disajikan dengan daging hitam. Yaitu daging yang dimasak dengan kelapa sangrai.

William juga ingin masyarakat mengenal luas masakan tersebut. Maka dari itu dia berkerja sama dengan Telaga Sampireun untuk menyuguhkan masakan tersebut. Selain nasi minyak Batang Hari, William juga hadirkan beberapa masakan lain.

Seperti diantaraya adalah ayam tangkap khas Aceh, gadon dari Jawa, gulai patin dan telur dadar pegagan.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer & Video Editor:
  • Fian Firatmaja


Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AfI2Sa
November 21, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AfI2Sa
via IFTTT

Monday, November 19, 2018

Oknum Dosen Pencabul Mahasiswi Dituntut Dua Tahun

Pelaku sempat mengakui dan meminta berdamai dalam persidangan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (19/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Agus Dwi Hendrawan menuntut terdakwa Chandra Ertikanto atau CE (58 tahun), oknum dosen di FKIP Universitas Lampung (Unila) selama dua tahun penjara. Chandra dituntut bersalah dalam perkara tindak pidana pencabulan terhadap mahasiswi bimbingan skripsinya.

JPU Kadek Agus Dwi menyatakan, terdakwa terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana pencabulan kepada mahasiswinya DCL. “Terdakwa juga telah mengakui perbuatannya,” kata JPU Kadek Agus Dwi dalam sidang dengan agenda tuntutan JPU.

Baca: Polda Lampung Tolak Penangguhan Tahanan Dosen Cabul

JPU menyatakan, tindakan terdakwa atas perbuatannya telah melanggar Pasal 290 ayat (1) Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Perbuatan terdakwa terancam pidana Pasal 281 ke-2 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Setelah pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Nirmala Dewita menutup sidang. Sidang akan dilanjutkan kembali pekan depan, dengan agenda mendengarkan pledoi terdakwa. Terdakwa hanya terdiam setelah mendengar tuntutan hukuman dua tahun penjara. Seusai sidang terdakwa juga irit bicara menanggapi tuntutan JPU.

Sebelumnya, CE telah memohon kepada pihak keluarga korban untuk berdamai. Pada sidang lanjutan, Senin (12/11), terdakwa membuat pernyataan mengakui perbuatan cabulnya di hadapan majelis hakim dan JPPU.

Baca: Kasus Pencabulan Mahasiswi Unila Mulai Disidangkan

Dalam dakwaan JPU, aksi pencabulan terdakwa pernah dilakukan pertama kali pada 13 November 2017. Sedangkan yang kedua hanya berselang dua hari, dosen tersebut mengulangi lagi perbuatannya kepada mahasiswi tersebut. Sedangkan yang ketiga terjadi pada 5 Desember 2017.

Dalam penjelasannya, terdakwa melakukan tindakan pencabulan terhadap DCL mahasiswinya dengan cara memegang payudara korban. Perbuatan terdakwa membuat DCL trauma dan takut untuk bertemu dosen pembimbingnya. Bentuk trauma korban, selain takut bertemu, korban juga tidak bisa tidur karena peristiwa tersebut.

Kasus pelecehan yang dilakukan oknum dosen terhadap DCL mahasiswi FKIP Unila terungkap 5 Desember 2017. Saat itu, korban sedang melakukan bimbingan skripsi di lantai 3 Gedung I MIPA Fisika Unila. Saat itu, DCL mendapat perlakuan pelecehan oleh dosen pembimbingnya.

Keluarga resah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung, pada 24 April 2018. Sempat terhambat, kasus pelecehan oknum dosen tersebut terus didorong sejumlah pihak agar menahan tersangka. Pada 13 Agustus 2018, oknum dosen itu ditahan di Polda Lampung, setelah gencar tekanan lembaga swadaya masyarakat peduli perempuan. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OR7XoH
November 19, 2018 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OR7XoH
via IFTTT