Pages

Showing posts with label 2019 at 02:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:27PM. Show all posts

Thursday, May 16, 2019

Genap 14 Tahun, FKDB Terus Mengabdi pada Masyarakat

FKDB menilai kemakmuran terwujud bila kemiskinan dan Kebodohan dientaskan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menginjak tahun ke-14 , Forum Komunikasi Doa Bangsa atau FKDB terus memantapkan diri dengan program-program pembangunan dengan beberapa tagline. Di antaranya kedaulatan pangan pasti terbukti, sejahtera makmur harga mati bagi NKRI, dan Kebodohan-Kemiskinan terhapus di bumi pertiwi.

Penegasan itu disampaikan Ketua umum FKDB H Ayep Zaki saat lembaga yang dipimpinnya memasuki usia 14 tahun pada tanggal 10 Januari 2019 lalu. Menurut Zaki, berikut ini merupakan  fase pergerakan FKDB selama 14 tahun. 

Pada tahun 2005-2009 adalah fase assessment dan pemetaan. FKDB telah melakukan berbagai hal diantaranya survei ke berbagai daerah yang dinilai prospektif untuk pengembangan usaha. Diawali dengan berdirinya penggilingan padi di Sukabumi Jawa Barat. 

Kemudian mengembangkan perekonomian di berbagai titik usaha sesuai dengan kompetensi dasar pengelolanya. Juga menanam modal usaha di berbagai lapangan pekerjaan. “Termasuk merencanakan kaderisasi dan berdirinya beberapa UMKM awal di Karibaja (Kalimantan, Riau, Batam, Jawa),” ujarnya di Jakarta pada Kamis (16/5).

Sedangkan tahun 2009-2012 adalah fase implementasi dwiprogram (ekonomi dan pendidikan). Pihaknya telah membentuk unit usaha sebanyak 258 UMKM di sebaran Karibaja. Permodalan dikelola dengan satu manajemen. 

“Pendirian koperasi-koperasi untuk menopang kegiatan ekonomi. Berdirinya Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa sebagai wahana pergerakan Pendidikan yang berbadan hukum. Berdirinya SMK Doa Bangsa. Berdirinya PAUD Doa Bangsa serta berdirinya Asrama LKP Doa Bangsa,” kata Ayep.

Sedangkan, tahun 2013-2017, adalah fase pembelajaran hukum. Kegiatan FKDB yakni; Pembenahan Manajemen YPPDB. Revitalisasi UMKM menjadi 152 Unit Usaha. Pendirian perkumpulan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). Berdirinya 22 Lembaga Pendidikan, termasuk SMP dan SMA Doa bangsa. Pendirian 10 DPD dan 63 DPC dan Memantapkan giat Dwi Program FKDB.

"Pada tahun 2018 lalu, kami telah merevitalisasi UMKM menjadi 244 unit usaha di 28 provinsi. Membangun sinergitas antar lembaga baik pemerintah maupun swasta. Pembenahan manajemen 22 satuan pendidikan dan pengembangan," ujar Zaki.

Dengan pengalaman ini, menurut Zaki, FKDB menyadari bahwa kemakmuran dan kesejahteraan hanyalah satu kenyataan sosial budaya yang hanya bisa terwujud bila kemiskinan dan Kebodohan ini bisa dientaskan. Hal itu dilakukan secara tuntas dan lazimnya sebuah negara maju. 

"Dengan predikat negara agraris yang disandang oleh Indonesia ini, maka kunci keberhasilan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran adalah pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) yang optimal oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas," demikian Zaki menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HrSf1y
May 16, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HrSf1y
via IFTTT

Sunday, April 28, 2019

Kemendikbud: Hasil Diagnosis UN Berbeda Tiap Daerah

Kemendikbud berharap hasil UN tersebut bisa menjadi umpan balik bagi guru dan siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan hasil diagnosis Ujian Nasional (UN) berbeda-beda di setiap daerah. Hasil UN tersebut diharapkan bisa menjadi umpan balik bagi guru dan siswa. 

"Profil diagnosisnya berbeda. Ada yang bagus untuk materi ini ada juga yang tidak. Kita lihat dari hasil UN nya," ujar Totok di Jakarta, Ahad (28/4).

Ia mengatakan umpan balik itu agar siswa pada tahun berikutnya diajar lebih baik dari tahun ini. Sejak tahun lalu, Kemendikbud memberikan hasil diagnosis UN yang diberikan kepada sekolah, dinas pendidikan serta Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.

Dengan hasil tersebut bisa dilihat penguasaan siswa akan suatu materi. "Dinas pendidikan dan Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) harus menggali lagi mengapa materi ini kurang dikuasai. Dimana kurangnya Dan dimana lebihnya," tambah dia.

Ke depan, diagnosis UN itu bisa diakses melalui internet sehingga bisa digunakan untuk memperbaiki metode belajar mengajar di dalam kelas. Kendati demikian, pihaknya tidak memaksa penggunaan hasil diagnosis UN itu.

Menurut dia, lebih kepada kesadaran. "Lebih pada kesadaran, harus sadar betul bahwa tanggung jawab moral pendidikan itu adalah mencerdaskan anak. Cerdas sikap, fisik, karakter hingga pikiran. Lalu bagaimana anak ini berpikir kritis, kreatif dan mampu menggunakan konsep yang diajarkan," kata dia lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GIedNg
April 28, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GIedNg
via IFTTT

Saturday, April 27, 2019

Kisah Ilham Bintang dan C&R

REPUBLIKA.CO.ID, 

Oleh: Nasihin Masha

Penulis Lepas

 

Ingat Cek & Ricek, ingat almarhum Mayjen TNI Purn Edi Budianto. Saya mengenalnya ketika meliput perang Bosnia. Saat itu ia menjadi komandan pasukan Indonesia yang menjadi pengamat perdamaian dalam perang tiga wajah tersebut. Saat itu saya reporter di Republika. Ia menyemangati saya agar masuk di wilayah tempur. Dorongannya berhasil. Saya bisa masuk di gelap malam di pinggiran hutan. Bertemu tentara-tentara Bosnia dengan senjata rakitan. Itulah kisah perkenalan saya dengan Letkol Inf Edi Budianto pada 1994.

 

Perkenalan itu terus berlanjut menjadi pertemanan. Pada 1999, saat itu saya ditugasi menjadi redaktur pelaksana tabloid politik milik Republika, Tekad. Saya bercerita tentang perpindahan tugas tersebut. Dengan enteng dia berkata: “Buat apa bikin tabloid politik…sekarang orang nyarinya yang ringan-ringan. Orang lebih suka baca Cek & Ricek. Itu laris banget.” Saya cuma senyum kecut. Padahal saat itu tabloid politik sedang booming. Ada Detak, Saksi, Bangkit, Adil, dan sebagainya. Omongan Edi benar. Tabloid politik hanya berumur kurang dari 10 tahun. Pada 2001 Tekad ditutup oleh pemilik baru Republika, Erick Thohir. Padahal saat itu Tekad adalah yang terbesar. Kondisinya untung. Tapi Erick berpendapat bahwa tabloid politik tak memiliki prospek bisnis yang bagus. Iklannya sangat minim. Jadi hanya mengandalkan dari selisih harga produksi dengan harga jual. Padahal dalam bisnis media cetak, pendapatan terbesar adalah dari iklan. Bukan dari penjualan koran/majalah/tabloidnya.

 

Cek & Ricek berdiri pada 24 Agustus 1998, hanya beberapa bulan setelah kejatuhan Soeharto. Tabloid hiburan ini dipimpin dan milik Ilham Bintang. Selain itu, juga diperkuat sejumlah jurnalis senior seperti Marah Sakti Siregar. Dua nama ini hanya saya kenal lewat cerita. Saat itu saya baru empat tahun menjadi wartawan. Belum banyak bergaul dengan para senior. Apalagi lingkup tugas saya belum bersentuhan dengan mereka. Ilham adalah wartawan yang besar di harian Angkatan Bersenjata, milik TNI. Sedangkan Marah pernah di Tempo dan Editor. Ilham bercerita, bahwa ia mendirikan tabloid tersebut sebetulnya hanya sekoci saja. Dan benar, sekoci inilah yang menjadi penyelamatnya.

 

Nama Cek & Ricek sudah moncer sejak setahun sebelumnya. Tapi itu nama program infotainmen di RCTI yang memang hasil rumah produksi milik Ilham. Inilah yang menjadi pertanda booming jurnalisme infotainmen. Cek & Ricek sebetulnya bukan yang pertama, tapi didahului oleh Kabar-Kabari (1996) yang fokus pada musik milik Remy Stansyah dan Hans Miller Banureah dan Buletin Sinetron (juga milik Ilham) yang tayang di RCTI pada 1994-2007 yang fokus pada sinetron. Namun Remy dan Hans tentu tak seberminyak Ilham dalam jurnalistik, apalagi dalam dunia artis dan perfilman. Satu hal yang membedakan C&R dengan Kabar-Kabari maupun Buletin Sinetron, yaitu C&R tak membatasi pada isu musik saja atau sinetron saja tapi semua isu dalam dunia hiburan. Jadi lebih umum. Hal lainnya adalah Ilham sejak belia sudah terjun sebagai wartawan budaya, termasuk film. Ia bahkan menjadi ketua bidang budaya di PWI. Dalam sekejap, Kabar-Kabari lenyap. Ilham menjadi raja infotainmen. Namun krisis melanda Indonesia pada 1997, padahal Cek & Ricek baru tayang enam bulan. Saat itu, kantor Cek & Ricek masih di garasi rumahnya di Jakarta Barat. Krisis tersebut membuat dunia bisnis kolaps. Stasiun televisi tak banyak beroleh iklan. Karena itu mereka tak mampu membayar vendor, termasuk Cek & Ricek. “Pernah mau dibayar dengan ruko yang terbakar dan satu kontainer mi instan cap Ayam Merak,” kata Ilham.

 

Sebelum mendirikan versi cetak, Ilham sempat bicara dengan Chairul Tanjung (CT). Saat itu CT belum memiliki stasiun televisi Trans TV. Dia menjadi salah satu pemilik majalah Panji Masyarakat, yang kemudian tutup. Ilham dan CT sempat bersepakat untuk berkongsi mendirikan versi cetak Cek & Ricek. Namun kemudian CT mundur. Sesuai dengan kajian orang keuangan di perusahaannya, bisnis media sedang tak bagus. Maka Ilham pun jalan sendiri. Namun tunggu dulu. “Direktur keuangan saya menyodorkan kertas analisisnya. Intinya tak layak. Karena itu saya nggak mau liat dan nggak mau baca,” kata Ilham. “Tapi saya punya insting. Orang bosan dengan politik dan ingin hiburan dan informasi yang ringan,” katanya bersemangat. Maka dengan modal Rp 400 juta, Ilham menerbitkan tabloid Cek & Ricek dari garasi rumahnya.

 

Dalam enam bulan, Ilham sudah bisa membangun kantor untuk Cek & Ricek. Tak lagi di garasi rumahnya. Ia bisa membeli rumah dengan luas tanah 250 meter persegi. Namun pada 2008, ia bisa membangun perkantoran yang megah. Bangunan empat lantai itu berdiri di atas tanah seluas 3.400 meter persegi. Di tahap awal, harga tabloid itu masih Rp 2.000 per eksemplar. Namun kemudian tabloid hiburan itu berganti ke kertas HVS. Harganya pun naik menjadi Rp 4.000 per eksemplar. Dan saat ini, hingga edisi terakhirnya, tabloid Cek & Ricek dibanderol Rp 10 ribu per eksemplar. Inilah satu-satunya tabloid hiburan yang memiliki kolom tajuk yang diasuh Ilham sendiri. Setelah 21 tahun, pada 23 April 2019, pukul 06.43 WIB, Ilham Bintang memposting cover C&R edisi terakhir di grup whatsapp Forum Pemred (dengan admin Pemred JakTV Herbert Timbo Parluhutan Siahaan). Dengan warna khasnya, cover itu hanya berisi kalimat: Kami Pamit! (Berpisah untuk Bertemu Kembali). Satu menit kemudian, Khairul Jasmi, pemred koran Singgalang, Padang, merespons, “Apa ini? Gak terbit?” Ilham menjawab diplomatis: “Ini terbit hari ini.” Jasmi menanggapinya lagi dengan becanda, dan dijawab Ilham dengan canda lagi. 06.50, Toto Irianto, pemred Pos Kota, segera menanggapi, “Semoga C&R lebih jaya dalam dunia online.”

 

Sejak Ilham memposting cover itu, saya tak segera bertanya. Apalagi pertanyaan Jasmi dijawab diplomatis. Maka saya memilih membuka facebook Ilham. Benar saja, pada pukul 06.30, 13 menit sebelum memposting di grup WA, Ilham sudah terang benderang menjelaskan soal ini. Dengan memposting cover C&R edisi terakhir di akun fbnya, Ilham mengantarnya dengan kalimat singkat: “Shifting. Cover story edisi terakhir tabloid C&R, terbit hari ini.” Setelah membaca fbnya, saya segera menanggapinya di grup WA: “Wah, C&R total shifting nih ke digital. Mantap.” Ilham pun menjawab, “Siapp. Terima kasih Ink.” Lalu perbincangan berlanjut tentang C&R.

 

Ya, shifting, bergeser. C&R termasuk telat masuk dunia online/digital. Baru pada tahun 2017, Ilham membuat portal C&R. Padahal seluruh media sudah bergerak ke versi digital sejak awal. Republika.co.id lahir pada 17 Agustus 1995, Detik.com lahir pada 1998, dan Kompas.com 14 September 1995. Pada 23 Desember 2017, di bawah komando salah satu putranya, C&R membuat konser Tulus di halaman kantornya yang luas. Tulus adalah penyanyi dengan follower twitter yang jutaan. Dengan cara itu, portal C&R diharapkan akan ikut terkerek dengan cepat. Pada konser berikutnya menampilkan penyanyi dari grup RAN dan Reza Artamevia di Hotel Fairmont. Strategi co-branding dan engagement dilakukan dengan baik oleh C&R. Para penontonnya dipilih dari follower yang sang biduan. Mereka harus mendaftar, setelah itu dipilih dan diundang. Strategi yang baik.

 

Setelah 1,5 tahun, setelah edisi cetak dan edisi online terbit beriringan, manajemen C&R merasa sudah cukup untuk menutup edisi cetak dan membiarkan sang bayi C&R edisi online dibiarkan tumbuh besar. Mungkin mengikuti falsafah tak boleh ada matahari kembar, maka salah satunya harus dimatikan. Strategi yang berbeda dilakukan oleh Republika dan Kompas – dua media ini juga mengawalinya dari edisi cetak lalu diikuti edisi online. Dua koran ini justru hadir beriringan antara edisi cetak dan edisi online. Karena keduanya memiliki karakter pembaca yang berbeda. Walaupun banyak yang bilang bahwa pada saatnya edisi cetak akan mati – bisa jadi bukan karena tak ada pembaca dan pengiklannya tapi misalnya karena bahan kertas yang makin sulit didapat atau pabrik mesin cetaknya yang tutup.

 

C&R edisi cetak sampai edisi terakhir masih bertiras 60 ribu eksemplar. Sebetulnya masih cukup untuk hidup alakadarnya. Namun tentu saja ini sudah tinggal 10 persen saja dibandingkan di masa puncaknya, yang bisa terbit dengan tiras lebih dari 500 ribu eksemplar. Bahkan sejumlah edisi terbit dua kali naik cetak karena cetakan pertama ludes di pasar. Hal itu misalnya terjadi pada edisi Machicha Muchtar dan edisi Raam Punjabi. Walau C&R adalah media hiburan dan gosip artis yang terbit sepekan sekali, dan sebagian edisinya bikin gempar, tapi C&R justru relatif aman dari gugatan. Apakah ini karena faktor Ilham Bintang yang disegani kalangan artis? Atau karena kualitas jurnalistiknya?

 

Harus diakui, Ilham adalah figur petarung dan berani melawan siapa saja. Badan gempal, muka persegi, mata tajam, dan suaranya yang menggelegar memang bisa bikin orang lain geder. Namun dunia elite bisa tak berwajah. Artinya, faktor fisik individu bisa tak bermakna. Ilham juga memiliki relasi yang kuat dengan banyak tokoh. Namun sekali lagi, hal-hal seperti itu bisa tak bermakna jika sudah menyangkut kebenaran. Ya, kekuatan C&R adalah justru pada kualitas jurnalistiknya. Sedari awal, Ilham secara sadar menamakan medianya sebagai Cek & Ricek, sebuah penerjeman sederhanya dari check and recheck. Inilah salah satu falsafah kerja jurnalistik. Cek, dan bukan hanya sekali, tapi cek ulang (ricek) terhadap fakta yang didapat. Tentang hal ini, kita teringat pada jurnalis yang satiris dan humoris almarhum Mahbub Djunaidi. Katanya: “Fakta harus dijunjung seperti mertua”.

 

Dengan fakta-fakta yang dimiliki dan mampu diverifikasi dengan baik, membuat terang isu yang dipilihnya. Bukan bersembunyi di balik ayunan kalimat. Itulah kekuatan C&R. Padahal ibarat kata, C&R adalah media gosip artis maka nyerempet-nyerempet sensasi merupakan pilihan yang masih bisa dimaklumi. Namun C&R tak memilih jalan itu. Ilham lebih memilih jalan terang. Berkat pendekatan jurnalistiknya yang clear ini, Ilham berhasil memperjuangkan agar jurnalisme infotainmen diakui sebagai bagian dari jurnalistik. Saat itu, khalayak jurnalis masih tak mengakui infotainmen sebagai bagian dari jurnalistik. Perjuangan itu berhasil mendapat pengakuan dari PWI Pusat di masa Tarman Azzam memimpin PWI.

 

Namun ironisnya, seiring perkembangan bisnis infotainmen, stasiun-stasiun televisi kemudian memproduksi sendiri rubrik infotainmennya. Dan, Ilham Bintang justru menjadi minoritas dalam belantara infotainmen. Program-program infotainmen bahkan oleh MUI dinilai sebagai ghibah. Ya, memang umumnya berisi gosip-gosip yang tak bermakna. Isinya hanya seputar kawin-cerai, putus-nyambung, dan kabar perselingkuhan dunia artis. Bahkan sebagian berita infotainmen itu merupakan berita setting-an untuk menaikkan rating program atau menaikkan popularitas artis.

 

Tak heran jika popularitas infotainmen makin menurun. Mirip dengan film Indonesia yang pernah bunuh diri melalui film-film panas seputar paha dan dada. Beruntung kemudian lahir sineas-sineas muda seperti Riri Reza dan Mira Lesmana yang berhasil mengangkat kembali dunia perfilman hingga bangkit sampai saat ini. Turunnya pamor infotainmen di televisi juga beriringan dengan serbuan dunia digital dalam informasi. Nah, edisi cetak media hiburan adalah yang terkena pertama. Tabloid Bintang Indonesia (Tempo), Mutiara (Sinar Harapan), Citra (Kompas), Gennie (MNC), Dangdut (Arswendo Atmowiloto), dan Wanita Indonesia (Siti Hardiyanti Indra Rukmana) sudah tutup lebih dulu. Padahal dua tabloid ini lahir lebih dulu. Kini masih menyisakan tabloid Nyata di Surabaya.

 

Bisa jadi ini memang era tabloid yang harus tutup buku. Karena sebelumnya tabloid Bola dan sebagainya sudah berguguran lebih dulu. Ilham bercerita bahwa di masa jayanya, pendapatan terbesar C&R adalah dari penjualan tabloid, yakni 60 persen. Sedangkan 40 persennya lagi dari iklan. Hal ini berbeda dengan koran. Pendapatan terbesar adalah dari iklan. Bisa 60-80 persen. Sisanya berasal dari penjualan korannya. Pengiklan memang cenderung memilih koran dibandingkan tabloid.

 

Namun Ilham sudah memiliki rencana yang baik dalam menghadapi perubahan platform dan channel media di abad ke-21 ini. Hasil 21 tahun kesuksesannya menjadi owner media, Ilham tak hanya membangun kerajaan media tapi juga diinvestasikan di bidang-bidang lain. Ia membuka usaha di bidang kesehatan dan kuliner. Dua lini usaha ini dikelola oleh dua anaknya (Rezanades Mohammad dan Yassin Yanuar). Sedangkan usaha di bidang media juga sudah dikelola salah satu anaknya, Fikar Rizki. Kini Ilham dan istrinya lebih menikmati hidup dengan berkeliling dunia dan beribadah.

 

Untuk eksistensi dirinya, Ilham tetap aktif di PWI Pusat sebagai ketua Dewan Kehormatan. Ini jabatan paling bergengsi di PWI. Jabatan yang hanya dipegang oleh para senior pers di Indonesia seperti Rosihan Anwar dan Haji Agus Salim (ketua DK PWI pertama). Sebagai ketua DK PWI Pusat, Ilham ‘cukup bunyi’ menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Namun tak ada gading yang tak retak, pasti setiap orang memiliki banyak kelemahan.

 

PR terbesar Ilham adalah membimbing anaknya agar mampu membawa C&R tetap berlayar mengarungi samudera pers Indonesia. Bisnis pers itu bisnis yang unik, karena ia juga tergantung pada isinya. Ya, isinya adalah perjuangan mencari kebenaran dan mengabarkan pesan peradaban. Orang kadang lebih sibuk pada kebenaran formal, lalu lupa pada substansi. Kebenaran formal dalam jurnalistik sudah dibakukan dalam kode etik. Sedangkan substansinya adalah pesan itu sendiri. Di era post truth ini, banyak pers hanya bersandar pada kebenaran formal dan melupakan substansi pesannya itu sendiri. Padahal di situlah nyawa sesungguhnya. Apakah kita menyampaikan pesan kebenaran, atau kita memanipulasi pikiran dan emosi orang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L5J5gd
April 27, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L5J5gd
via IFTTT

Thursday, April 25, 2019

Sri Lanka Larang Drone

Larangan drone di Sri Lanka diberlakukan mengingat situasi keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Sri Lanka melarang drone dan pesawat tak berawak dan melakukan ledakan terkendali atas barang-barang mencurigakan, Kamis (25/4). Otoritas penerbangan sipil Sri Lanka mengatakan mengambil tindakan tersebut mengingat situasi keamanan.

Drone hobi telah digunakan oleh militan di masa lalu untuk membawa bahan peledak. Pasukan Irak menemukan mereka sulit ditembak ketika mengusir kelompok ISIS yang anggotanya memuat drone dengan granat atau bahan peledak sederhana untuk menargetkan pasukan pemerintah. Gerilyawan Houthi di Yaman juga menggunakan pesawat tanpa awak. Tindakan yang paling baru adalah menargetkan parade militer pada Januari dan membunuh tentara.

Polisi Sri Lanka melanjutkan pencarian mereka untuk bahan peledak. Polisi meledakkan benda mencurigakan di tempat pembuangan sampah di Pugoda, sekitar 35 kilometer (22 mil) timur Kolombo.

Serangan pada hari Paskah terutama di gereja-gereja dan hotel-hotel menewaskan sedikitnya 359 orang dan melukai 500 lainnya. Sebagian besar adalah warga Sri Lanka.

Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi 36 orang asing tewas. Seorang pejabat tinggi Sri Lanka mengatakan banyak pelaku bom bunuh diri berpendidikan tinggi dan berasal dari keluarga kaya.

Menteri Pertahanan Junior Ruwan Wijewardene mengatakan setidaknya satu memiliki gelar sarjana hukum dan yang lain mungkin telah belajar di Inggris dan Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan salah satu pengebom berada di negara itu dengan visa pelajar sebelum pergi pada 2013.

Seorang pejabat keamanan Inggris juga mengonfirmasi seorang pengebom diyakini telah belajar di Inggris antara 2006 dan 2007. Pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitifnya penyelidikan, mengatakan intelijen Inggris tidak mengawasi Abdul Lathief Jameel Mohamed selama dia tinggal di negara itu. Namanya pertama kali dilaporkan oleh Sky News.

Para pemimpin pemerintah Sri Lanka telah mengakui beberapa unit intelijen mengetahui kemungkinan serangan teror terhadap gereja atau target lain beberapa minggu sebelum pengeboman. Presiden meminta pengunduran diri menteri pertahanan dan kepala polisi nasional tanpa mengatakan siapa yang akan menggantikan mereka.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IWvjKm
April 25, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IWvjKm
via IFTTT

Tuesday, April 23, 2019

BKSDA Sumbar: Harimau Sumatera Masih tidak Aman

Perdagangan satwa liar, termasuk Harimau Sumatera, melibatkan uang Rp 19 T.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Koordinator Pengendalian Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar Rusdyan Ritonga mengatakan populasi Harimau Sumatera masih dalam kondisi terancam. Penyebab utamanya kata Rusdiyan adalah masih maraknya perburuan terhadap harimau Sumatera untuk diperjualbelikan di pasar gelap.  

Rusdiyan mengatakan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bersama pihak kepolisian akan terus berjuang menyelamatkan dan mengamankan populasi harimau Sumatera yang memang sudah berstatus terancam punah. Harimau Sumatera masuk kategori satwa yang harus dilindungi oleh konservasi internasional sejak 1994 lalu.

"Harimau Sumatera ini tidak aman di alam, dengan terjadinya perburuan-perbutuan ini. Berdasarkan data yang kita punya. penyebab paling besar kepunahan harimau adalah perdagangan," kata Rusdiyan di Kantor Polda Sumbar, Selasa (23/4).

Rusdiyan menyebutkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bisnis perdagangan tubuh satwa liar di Indonesia memang menggiurkan. Kementerian KLHK menyebutkan dari perdagangan satwa liar yang dilindungi telah melibatkan perputaran uang senilai Rp 19 triliun.

Karena itulah BKSDA di bawah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup akan terus memerangi perdagangan satwa liar dengan memberikan efek jera kepada pelaku.

Perdagangan harimau dan satwa liar yang dilindungi ini kata Rusdiyan dilakukan lintas provinsi dan lintas negara. Hal tersebut menjadi penyebab utama kepunahan Harimau Sumatera. Selain karena perburuan manusia, populasi harimau Sumatera juga terus berkurang karena kerusakan habitat harimau itu sendiri. Yakni kerusakan hutan yang juga terjadi karena alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan.

Rusdiyan menyebutkan saat ini populasi Harimau Sumatera berkisar di angka 600 ekor. Negara kata dia tidak akan membiarkan Harimau Sumatera ini punah karena akan mengancam kehidupan masyarakat. Sebab harimau merupakan puncak dari rantai makanan. Harimau merupakan pemangsa dari hewan-hewan lain yang menjadi hama seperti monyet, babi dan lain-lain. Andai harimau punah, maka hewan-hewan yang menjadi hama bagi pertanian masyarakat akan bertambah banyak.

"Harimau kini menjadi perhatian dunia untuk dilindungi. Bila punah maka bahaya ekologi sangat besar bagi negara. Karena tak ada lagi kontrol terhadap rantai makanan," ujar Rusdiyan.

Jumat (19/4) kemarin, Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar telah menangkap dua orang tersangka penjual kulit harimau Sumatera di Bukittinggi. Tersangka dengan S yang merupakan pemilik toko barang antik di Jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi dengan barang bukti kulit harimau Sumatera yang masih basah.

Satu lagi tersangka A yang merupakan seorang wiraswasta merupakan orang yang menitipkan sejumlah barang bukti berupa offset kulit harimau dan tulang belulang harimau untuk dijualkan.

Dari tersangka A dan S, Polda Sumbar mengamankan barang bukti berupa satu lembar kulit harimau, 14 tulang punggung harimau, dua buah tulang tengkorak harimau, dua tulang pinggul harimau, 10 tulang bagian kaki harimau, dua tulang bahu harimau, tumpukan tulang rusuk harimau, satu tengkorak tapir dan satu offset kulit harimau.

Satu kulit harimau ditemukan masih dalam kondisi basah. Polda memperediksi harimau Sumatera tersebut baru dikuliti dalam satu bulan terakhir. Begitu juga dengan tulang belulang harimau yang masih ada tempelan daging yang masih basah. Rencananya S akan menjual kulit dan tulang harimau ini seharga Rp 32 juta. Tapi penjualan tidak jadi karena sudah lebih dulu diamankan polisi.

Rusdiyan menjelaskan sejak 2007, sudah ada tujuh kasus perburuan dan perdagangan  harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang diamankan kepolisian dan kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Dua tahun terakhir, sudah dua kasus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4IVH2
April 23, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4IVH2
via IFTTT

Thursday, April 18, 2019

Maruf: Istilah Cebong dan Kampret itu Dikubur Saja

Maruf mendorong rekonsialiasi kedua kubu yang bersaing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin angkat bicara terkait adanya istilah 'cebong' dan 'kampret' yang membagi dua pendukung kubu pasangan calon. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta jika istilah itu lebih baik dihilangkan.

"Ya, jangan lagi bunyi lagilah, selesai sampai kemarin. Kita kubur saja ada 'cebong' ada kampret, dikubur saja," kata Ma'ruf Amin saat melakukan jumpa pers di kediamannya di Jalan Situbondo, Jakarta Pusat pada Kamis (18/4).

Pernyataan Ma'ruf dilontarkan menyusul keinginan upaya rekonsiliasi antara kedua kubu yang berkontestasi dalam pemilihan kepala negara sejak 2014 lalu. Dia mengatakan, pembelahan yang terjadi akibat Pilpres maupun Pileg harus diakhiri sampai pemilu tahun ini saja.

Ma'ruf mengajak seluruh masyarakat untuk segera bersatu kembali guna membangun bangsa. Dia mengatakan, jangan sampai pembelahan terus berlanjut hingga harmonisasi hubungan antar warga terganggu.

Ma'ruf menambahkan, terganggunya hubungan antar masyarakat akan berdampak pada terhambatnya pembangunan negara. Lebih dari itu, dia melanjutkan, ketidakhamonisan itu juga mengganggu stabilitas nasional. "Tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kalau terlalu lama terjadi suasana tidak produktif," katanya lagi.

Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) itu mengungkapkan, salah satu cara rekonsiliasi adalah dengan melakukan konsolidasi kebangsaan. Menurut dia, dialog serta pertemuan-pertemuan untuk bisa saling mengerti tanpa harus menyampaikan kritik yang tidak membangun. "Pastilah. Setelah selesai semua, kita akan membuat agenda-agenda yang sifatnya memang kegiatan yang sifatnya melakukan agenda upaya rekonsiliasi," katanya.

KPU menetapkan hasil Pemilu 2019 paling lama 35 hari setelah pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019. Dengan begitu, hasil resmi pemilu 2019 baru bisa diketahui paling lama pada 22 Mei 2019.

"Menurut Undang-Undang paling lama 35 hari setelah pemungutan suara dilakukan KPU sudah harus mengumumkan," kata Ketua KPU Arief Budiman.

Hal itu sesuai pasal 413 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatakan bahwa KPU menetapkan pemilu secara nasional dan hasil perolehan suara pasangan calon, perolehan suara parpol untuk DPR RI dan perolehan suara DPD paling lama 35 hari setelah pemungutan suara.

Sementara, KPU Provinsi menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD Provinsi paling lama 25 hari setelah pemungutan suara. KPU Kabupaten/Kota menetapkan hasil perolehan suara parpol untuk DPRD Kabupaten/Kota paling lama 20 hari setelah pemungutan suara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KJV5Up
April 18, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KJV5Up
via IFTTT

Thursday, April 4, 2019

Duo Milan Dilaporkan Berebut Tanda Tangan Pedro

Chelsea sejatinya terkena larangan oleh FIFA untuk berbelanja pemain.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Dua tim Serie A, AC Milan dan Inter Milan, dilaporkan siap berburu tanda tangan winger Chelsea Pedro Rodriguez pada musim panas mendatang. Itu menambah daftar pemain the Blues yang dilaporkan akan hengkang.

Chelsea sejatinya terkena larangan oleh FIFA untuk berbelanja pemain karena telah melanggar peraturan aturan perekrutan pemain di bawah umur 18 tahun. Tak hanya dilarang melakukan belanja pemain, skuat Roman Emperor juga dikenai sanksi membayar denda sebesar 460 ribu euro.

Sudah tak bisa membeli pemainm skuat Chelsea malah jadi incaran banyak klub elite Eropa. Setelah Eden Hazard yang dirumorkan diincar Real Madrid, kini Pedro masuk dalam daftar belanja duo klub Italia Milan dan Inter.

Surat kabar Inggris, Express, disadur Football Espana, Kamis (4/4), melaporkan apabila pihak klub siap melepas pemain yang kontraknya tersisa 15 bulan lagi di Stamford Bridge.

Kehilangan Pedro tak akan membuat skuat Maurizio Sarri pincang. Sebab mereka memiliki pemain sayap muda Callum Hudson-Odoi dan juga pemain anyar Christian Pulisic yang baru datang dari Borussi Dortmund musim depan.

Di sisi lain, Milan tertarik kepada eks penggawa Barcelona lantaran direktur olahraga klub, Leonardo Araujo, merupakan penggemar gaya bermain pesepak bola asal Spanyol itu. Sementara Inter berencana mendatangkan pemain 31 tahun lantaran menjaga-jaga bilamana Ivan Perisic hengkang dari Giuseppe Meazza. Sebab, Perisic santer dilaporkan bakal merapat ke salah satu klub Liga Primer Inggris.

Pedro telah mencetak 31 gol untuk klub asal London Barat sejak kedatangnnya dari Barcelona pada 2015 dengan benderol 30 juta euro. Namun, musim ini ia baru memainkan 19 pertandingan dengan total sembilan gol.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UcUhfj
April 04, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UcUhfj
via IFTTT

Wednesday, April 3, 2019

Ariana Grande Tanggapi Rumor Dirinya Biseksual

Ariana mengaku tidak ingin memberi label pada dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi pop Ariana Grande akhirnya menanggapi rumor para penggemarnya tentang apakah Ariana biseksual. Untuk pertama kalinya, dalam sebuah cicitan di akun Twitter resminya Ariana menanggapi rumor tersebut.

Dalam cicitan itu dia tidak menyangkal rumor tersebut. Ariana hanya menulis bahwa apapun perasaan yang dia miliki itu semua baik-baik saja.

"Saya belum [melabeli diri saya] dan masih tidak perlu sampai sekarang. Yang pasti itu baik-baik saja," tulis Ariana dalam cicitannya seperti dikutip Mirror, Rabu (3/4).

Dalam single terbarunya yang berjudul 'Monopoly', Ariana berkolaborasi dengan Victoria Monet seorang biseksual. Pada kesempatan itu Monet membalas cicitan Ariana, dan menuliskan bahwa Ariana telah berkata sejujurnya.

"Dia mengatakan apa yang ia nyatakan," tulis Monet.

Namun jawaban Ariana tidak menyetop perbincangan antar penggemar. Terlebih dalam video musik 'Monopoly', digambarkan Monet dan Ariana selalu mengenakan pakaian yang sama.

Dalam lagu 'Monopoly' juga terdapat penggalan lirik "saya suka wanita dan pria". Hal tersebut membuat para penggemar tetap yakin bahwa Ariana biseksual.

Para penggemar penyanyi pop Ariana Grande, memang telah lama membahas apakah Ariana biseksual atau tidak. Karena dalam beberapa lagunya yang hit seperti 'Breake Up With Your Girlfriend, Im Bored' lirik dan maknanya menjadi bias.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YJTDo5
April 03, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YJTDo5
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Pengamat: Masalah Ezra Walian Hanya pada Administrasi

Ada kasus serupa di luar sana seperti yang dialami Ezra Walian.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Langkah timnas U-23 Indonesia harus terhenti akibat dua kekalahan beruntun pada babak kualifikasi grup Piala AFC U-23 2019. Sebelumnya, pemain depan Ezra Walian pun terpaksa tidak diturunkan karena dilarang oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana menanggapi hal itu. Menurutnya, ada kasus serupa di luar sana seperti yang dialami Ezra.

"Feeling saya cuma satu, PSSI tidak memberikan administrasi yang lengkap," kata Justin saat dihubungi Republika.co.id, Senin (25/3).

Justin mencontohkan kasus yang dialami pemain timnas Thailand, Charyl Chappuis. Namun Federasi Sepak Bola Thailand berjuang melengkapi persyaratan hingga akhirnya Chappuis bergabung dalam timnas Thailand. "FIFA dan AFC itu kan ada protokolnya, statutanya, kalau mereka lihat ada satu yang tidak dipenuhi ya batal," katanya.

Justin mengakui dengan larangan bermain pada Ezra, ini membuat pelatih timnas U-23 Indra Sjafrie kerepotan. Menurutnya, Indra tidak mengantisipasi larangan tersebut.

Di sisi lain, Justin mengakui bahwa peran Ezra memang tidak terlalu banyak. Apalagi, Ezra baru bergabung dengan timnas beberapa hari sebelum berangkat ke Myanmar. "Jadi jangan mengharapkan Ezra sebagai el savador, orang yang menyelamatkan, tidak. Tapi dia punya harapan bisa berkontribusi di timnas," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uoMSKs
March 25, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uoMSKs
via IFTTT

Friday, March 22, 2019

JK: Revolusi Industri Harus Diikuti Revolusi Entrepreneur

revolusi industri 4.0 itu juga dibarengi dengan revolusi entrepreneur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai pentingnya revolusi entrepreneur di era Revolusi Industri 4.0. Itu karena era industri 4.0 berpotensi mengurangi penyerapan tenaga kerja, karena mengharuskan tenaga kerja memiliki kemampuan dan keahlian.

"Perubahan telah terjadi pada revolusi industri 4.0 itu juga dibarengi dengan revolusi entrepreneur karena entrepreneurlah yang kemudian membuka lapangan kerja itu," ujar JK saat hadir membuka Talent Fest 2019 di Ji Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/3).

Menurut JK, revolusi entrepreneur diperlukan karena saat ini kurang lebih 1,2 juta orang masuk ke dunia kerja yang baru. Karenanya, pertumbuhan harus juga diikuti dengan terbukanya lapangan kerja. Tak hanya itu, dengan adanya perkembangan teknologi juga mengharuskan tenaga kerja memiliki kemampuan dan keahlian.

"Karena lapangan kerja terbuka apabila kita mempunyai kemampuan penguasaan teknologi dan juga perkmbangan industri yang baik," ujar JK.

Karenanya ia mengapresiasi dilaksanakannya Talent Fest tersebut, yang juga bagian adaptasi dari perubahan-perubahan teknologi saat ini untuk membuka kesempatan lapangan kerja.

"Karena itulah maka upaya kita semua untuk mempertemukan antara pencari kerja dan yang membutuhkan lapangan kerja akan terwujud dalam talent festival dan job fair ini," kata JK.

JK melanjutkan, salah satu indikator maju atau tidaknya suatu negara juga dapat dilihat dari tingkat penganggurannya.

"Kalau kecil berarti negeri itu memiliki tingkat kemajuan dan juga tentu karena itu maka upaya kita semua untuk membuka lapangan kerja tentu harus dibarengi dilaksanakan dengan invetasi  peningkatan daripada karyawan dan masyarakat kita," ujar JK.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OheURn
March 22, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OheURn
via IFTTT

Wednesday, March 20, 2019

Hujan tak Surutkan Bocah-Bocah Datangi Rumah Baca Mondoluko

Setiap Ahad ada agenda Si Rumba (Inspirasi Rumah Baca) dengan variasi kegiatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Hujan mengguyur sejak asar. Namun hal ini tak menyurutkan langkah 10 anak untuk tetap hadir pada agenda rutin Rumah Baca Mondoluko. Setiap Ahad ada agenda Si Rumba (Inspirasi Rumah Baca) dengan variasi kegiatan seperti kelas inspirasi, mendongeng, gemar baca, games ataupun outbound.

Sore ini kegiatan mereka adalah Si Rumba Gemar Baca. Setiap anak dituntut menyelesaikan bacaan satu buku. Setelah itu para peserta diminta untuk merangkum pelajaran apa yang bisa dipetik dari buku tersebut. Usai merangkum, satu per satu peserta maju ke depan untuk membacakan hasil rangkumannya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.30-16.30 WIB ini cukup meriah. Sebab sebelumnya tidak ada acara membacakan hasil rangkuman dihadapan teman-teman lainnya.

"Hari ini mereka dilatih untuk mempresentasikan hasil rangkumannya. Dengan harapan mereka terbiasa menyampaikan sesuatu di depan banyak orang," ujar M Bagus Setiawan, Fasilitator Desa Berdaya Tamansuruh, seperti dalam siaran pers Rumah Zakat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HuLrmr
March 20, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HuLrmr
via IFTTT

Tuesday, March 19, 2019

Emil Enggan Berkomentar Soal Uu Absen Terus di Persidangan

Uu mangkir dari persidangan kasus korupsi dana hibah dan bantuan sosial Tasikmalaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tidak bisa mengomentari urusan hukum dan pilihan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum tidak hadir di Pengadilan Negeri Bandung. Uu selalu mangkir dari persidangan kasus korupsi dana hibah dan bantuan sosial Tasikmalaya.

Padahal, keterangan Uu sangat dibutuhkan sebagai mantan bupati Tasikmalaya yang mengetahui prosedur penyaluran dana tersebut. Pada pemanggilan terakhir Senin (18/3) lalu, Uu lebih memilih berkegiatan di Sukabumi.

“Saya tidak punya kompetentesi memberi komentar,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Bandung, Selasa (19/3).

Emil mengatakan, ia menyerahkan urusan ini pada prosedur hukum. Dalam kasus ini, Emil hanya mengetahui posisi Uu dalam persidangan hanya sebagai saksi. “Saya nggak terlalu hafal. Jadi kalau boleh minimalislah komentar dari saya,” katanya.

Sebelumnya, wakil gubernur Jawa Barat sekaligus mantan bupati Tasikmalaya itu tidak hadir setelah tiga kali dipanggil dalam persidangan. Penasihat hukum terdakwa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Lesmana, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (18/3), mengatakan ketidakhadiran bisa mengindikasikan keterlibatan Uu dalam kasus korupsi bantuan sosial Kabupaten Tasikmalaya.

Bambang mengatakan absennya Uu dalam persidangan mantan anak buahnya mengindikasikan Uu memang benar menyuruh Abdul Kodir untuk mencari dana guna kegiatan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) dan penyerahan hewan kurban. Sebab, dua kegiatan tersebut tidak ada dalam APBD.

Karena itu, Uu meminta para terdakwa melakukan pemotongan anggaran bantuan sosial untuk merealisasikan program tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hxmzua
March 19, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hxmzua
via IFTTT

Monday, March 18, 2019

DMI Jadikan Remaja Masjid Agent of Change

DMI bakal mengiatkan program satu kelurahan dan satu remaja masjid.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dewan Masjid Indonesia (DMI) memandang remaja masjid perlu kembali dibangkitkan, dan akan dijadikan ‘agent of change’ bagi kemakmuran masjid di nusantara. Melalui program ‘Satu Kelurahan, Satu Remaja Masjid’, DMI akan mendirikan organisasi remaja masjid di tiap kelurahan.

“Insya Allah DMI akan berkolaborasi dengan organisasi remaja masjid yang sudah besar. (Karena dimulai dari DKI Jakarta) Pemprov DKI Jakarta dan Ditjen Binmas Kemenag RI akan mendukung program ini,” ujar Juru Bicara DMI, Muhammad Novar Akbar, kepada Republika Senin (18/3).

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, memang secara langsung memberikan dampak positif maupun negatif bagi segala aspek kehidupan manusia saat ini. Dengan remaja yang sekarang disebut kaum millenial dan identik keranjingan gadget, ini memang menimbulkan kapasifan terhadap organisasi.

Perkembangan teknologi ini semakin berkembang dengan pesat, dan berpengaruh juga pada kehidupan beragama. “Program ini sangat perlu dilakukan. Meskipun banyak dampak positif, akan tetapi nyatanya teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak negatif yang cukup mempengaruhi kehidupan sosial dan kehidupan beragama pada masyarakat, terutama kepada remaja dan pemuda,” kata Novar.

Karena kekhawatiran itu lah, remaja atau pemuda sesungguhnya memiliki peranan yang sangat penting dalam membawa perubahan. ‘Agent of change’ merupakan frasa yang tepat untuk menggambarkan sosok pemuda yang cerdas, berkarakter, penuh semangat, dedikasi, dan kreativitas.

Berbekal kesuksesan dari empat lembaga remaja masjid di Jakarta dalam membangun, mengelola serta mengembangkan kegiatan remaja dan pemuda berbasis masjid, sehingga DMI merasa ini perlu dibesarkan lagi. DMI ingin mengajak semua lapisan masyarakat agar kembali memakmurkan masjid dan meramaikan masjid dengan memulai membangun, membuka kembali dan mendukung kegiatan remaja atau pemuda masjid pada setiap masjid yang ada di Indonesia.

“Nantinya remaja atau pemuda masjid bisa menjadi solusi kegiatan untuk para remaja atau pemuda sekitar, agar tidak terjerumus pada kegiatan-kegiatan negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan zaman,” jelas Novar yang juga Ketua Penyelenggara Soft Launching ‘Satu Kelurahan, Satu Remaja Masjid’.

Untuk diketahui, Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan segera meluncurkan program yang bertajuk ‘Satu Kelurahan, Satu Remaja Masjid’. Pihaknya bekerja sama dengan lembaga remaja masjid dari keempat rumah ibadah seperti Pemuda Hijrah Bandung, Pemuda Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta (Riska), Pemuda Masjid Cut Meutia Jakarta (Ricma), Pemuda Masjid At-Tin (Prisma) dan Pemuda Masjid Jogokaryan Yogyakarta.

Jadi, untuk satu kelurahan akan memiliki minimal satu lembaga remaja masjid yang bagus seperti. Dalam program ini, DMI memilih satu remaja dari lima wilayah DKI Jakarta. Nantinya kelima calon kader ini yang akan diberikan pelatihan oleh DMI yang bekerja sama dengan empat organisasi masjid, yang manajemennya sudah berjalan lebih baik.

Pelatihan yang diberikan meliputi soal bagaimana memunculkan potensi sumber daya manusia (SDM), serta membuat manajemen organisasi yang bagus untuk remaja masjid. Selain itu, pembahasan juga seputar konten dan pendanaan.

DMI nantinya akan mengevaluasi setiap tiga bulan sekali bagaimana program pendampingan itu berjalan. Jika nantinya lima remaja terpilih itu sukses atau mencapai target pelatihan, maka DMI akan mencari masjid lainnya yang perlu dibantu dalam membentuk organisasi remaja masjid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U0y8QB
March 18, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U0y8QB
via IFTTT

Thursday, March 14, 2019

Mubaligh Dompet Dhuafa Bervisi Islam 'Rahmatan lil 'Alamin'

Ustaz Ahmad Sonhaji mengungkapkan seluk-beluk perekrutan mubaligh di Dompet Dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa (DD) memiliki sejumlah standarisasi bagi dai yang bergabung di lembaga filantropi tersebut. Selain itu, DD juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi lainnya yang konsen pada dakwah Islam dalam menerima dai.

Hal itu disampaikan Direktur Dakwah dan Layanan Masyarakat DD, Ustaz Ahmad Sonhaji. Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyelenggarakan sertifikasi untuk para dai. Tujuannya agar terdapat kesamaan visi, yakni mendakwahkan Islam kepada masyarakat dengan pendekatan maslahat (rahmatan lil 'alamin).

“Kita memiliki sertifikasi untuk dai kita, agar mereka menjadi corong yang menyampaikan dakwah ke masyarakat,” kata Ustaz Ahmad Sonhaji kepada Republika.co.id, Kamis (14/3).

Dia mengakui, jumlah lembaga dakwah di Tanah Air cukup banyak. Masing-masing juga memiliki karakteristik yang khas, sesuai dengan misi lembaganya.

Adapun DD, lanjut Ustaz Sonhaji, mengharapkan setiap dai yang aktif di dalamnya bisa menyampaikan pesan-pesan yang mencerdaskan dan menyejukkan di tengah masyarakat.

“Kita mengakomodir semua pemahaman yang ada, tapi ketika dia (para dai) bersama DD, maka yang dibawa adalah memberikan pemahaman ke masyarakat yang lebih tenang dan praktis. Itu model dai yang kita rekrut," jelas dia.

Selama ini, DD bekerja sama dengan pelbagai institusi. Sebut saja, Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU), Muhammadiyah, Hidayatullah, dan sebagainya.

Kerja sama tersebut berupa rekrutmen dai yang akan dikirim ke daerah-daerah perdalaman dan juga luar negeri. Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan lembaga yang berpusat di daerah-daerah supaya kian sinergis dalam menyampaikan dakwah.

Sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan menyelenggarakan program pengkaderan muballig/muballighah level nasional.

Program ini diharapkan melahirkan juru dakwah yang memilki wawasan keislaman wasathiyah atau moderat. Program tersebut juga dalam rangka penguatan kompetensi sekaligus penyediaan muballigh di seluruh Indonesia. Secara resmi, nama program ini adalah Pengkaderan Calon Dai Muda (PCDM).

Terkait program tersebut, Ustaz Sonhaji menilai program itu sangat bagus. Namun, dia berharap program-program itu agar jangan sampai menimbulkan hambatan bagi para dai yang ingin berdakwah, terutama di daerah pedalaman.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XYGd7a
March 14, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XYGd7a
via IFTTT

Terungkap, Sopir yang Gelapkan Mobil Warga Korea

Polisi berhasil menangkap pelaku penggelapan di Tegal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subdit 6 Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus penggelapan mobil dengan modus sopir pribadi. Pengungkapan tersebut berasal dari laporan seorang warga bernama Dadang Iskandar yang membantu warga negara asing (WNA) asal Korea untuk mencari jasa supir pribadi.

"Selang dua hari jadi driver, tersangka AH (39) melarikan mobil milik orang Korea tersebut ke luar Jakarta. Setelah ditunggu-tunggu mobil itu tidak kembali dan akhirnya dilaporkan ke Polsek Mampang akhir bulan Desember 2018," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3).

Setelah itu, lanjut Argo, Subdit Ranmor Polda Metro Jaya membantu Polsek Mampang dengan membentuk tim untuk menyelidiki kasus itu. Pada Februari 2019, tim ranmor berhasil menangkap AH di Tegal, Jawa Tengah. Namun, setelah ditangkap, AH mengaku, mobil yang dibawanya kabur itu sudah ia jual ke orang lain.

"Akhirnya, kita cari lagi siapa yang menerima penjualan mobil tersebut. Adalah seorang laki-laki sebagai penadah inisial AB (45), warga Tegal juga," imbuh Argo.

Argo menjelaskan, dari pengungkapan ini polisi menangkap lima orang lainnya yang juga berperan sebagai penadah, yakni ES, RH, AY, EL, dan HJ. Selain itu, sebanyak 53 mobil dengan berbagai jenis juga disita polisi sebagai barang bukti.

Mobil-mobil tersebut berasal dari Jakarta, kemudian dijual dengan harga murah tanpa kelengkapan surat-surat administrasi ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Mayoritas mobil ini masih dalam sistem kredit," ucapnya.

Oleh karena itu, Argo mengimbau kepada masyarakat jika ada seseorang yang menawarkan sebuah mobil atau kendaraan bermotor dengan harga murah untuk mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan. Bahkan bisa melakukan pengecekan ke Samsat asal kendaraan tersebut untuk memastikan apakah kendaraan itu legal atau tidak.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun, dan atau Pasal 36 UU Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi mengatakan, ia mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang mengungkap kasus ini. Ia juga menjelaskan, UU Fidusia bertujuan untuk memproteksi kreditur, dalam hal ini perusahaan-perusahaan pembiayaan atau yang lebih dikenal sebagai perusahaan leasing yang mempermudah masyarakat untuk membeli mobil maupun motor.

"Dengan kemudahan-kemudahan yang ada tentu diharapkan masyarakat paham dan taat akan aturan-aturan yang ada, yaitu membayar cicilan dengan baik dan tentunya dalam UU Fidusia tidak boleh dipindahtangankan, dijual, dan digadaikan jelas di dalam Pasal 36 tersebut," papar Suwandi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3).

Apabila dilakukan, seperti kasus tersebut, sambungnya, maka akan melanggar UU Fidusia dan akan ada hukum pidana tersendiri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T43GjF
March 14, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T43GjF
via IFTTT

Tuesday, March 12, 2019

KPU Tiadakan Kegiatan Nobar di Lokasi Debat Cawapres

KPU tidak melarang adanya nobar yang diselenggarakan secara mandiri oleh timses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak lagi memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) di lokasi debat cawapres pada 17 Maret mendatang. Kendati demikian, KPU tidak melarang adanya nobar yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing tim sukses (timses).

"Nobar itu tidak dilarang sejak debat perdana.  Acara nobar pun banyak digelar. Bedanya untuk debat ketiga KPU tidak memfasilitasi nobar," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/3). 

Namun, Ia menerangkan KPU mempersilakan jika ada pihak TKN Jokowi-Ma'ruf Amin atau BPN Prabowo-Sandiaga Uno ingin menggelar nobar debat cawapres di dekat lokasi debat. "Tetapi itu tidak ada urusan dengan KPU. Hakikatnya itu saja," tegas Wahyu. 

Dia mengungkapkan keamanan menjadi alasan KPU meniadakan kegiatan nobar. "Karena potensi kerawanan keamanan itu menjadi pertimbangan utama kita tidak fasilitasi kegiatan nonar. KPU hanya terkonsentrasi di dalam ruangan (venue debat)," tambahnya. 

Debat ketiga pilpres akan diselenggarakan pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Debat nanti akan membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial-kebudayaan. 

Debat tersebut akan mempertemukan cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ketiga ini akan disiarkan oleh Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia TV.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2u2GwAk
March 12, 2019 at 02:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2u2GwAk
via IFTTT