Pages

Showing posts with label 2019 at 09:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:04PM. Show all posts

Monday, April 8, 2019

Muslim Internasional Dinilai Abaikan Nasib Uighur

Muslim di Uighur (ilustrasi)

EMBED
Diaspora Uighur di AS menyayangkan sikap komunitas Muslim Internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, Kuzzat altay, Diaspora Uighur di AS menyayangkan sikap komunitas Muslim Internasional, termasuk Indonesia yang mengabaikan nasib warga Uighur di wilayah otonomi Xinjiang di China. Tokoh komunitas Muslim AS pun mengingatkan untuk memperhatikan nasib saudara seiman di manapun pun mereka berada.

Berikut video lengkapnya.

Sumber : VOA

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2OWH4RX
April 08, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2OWH4RX
via IFTTT

KPU: Pemilih Pindahan Masih Butuh 630 TPS Baru

630 TPS ini untuk menampung 139.919 pemilih DPTb.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan pihaknya masih membutuhkan 630 tempat pemungutan suara (TPS) baru khususnya bagi pemilih kategori pindah memilih atau DPTb. Menurutnya, 630 TPS ini untuk menampung 139.919 pemilih DPTb.

"Jadi, sebanyak 139.919 pemilih ini (pemilih DPTb) belum memiliki TPS dan mereka membutuhkan 630 TPS baru," ujar Arief Budiman dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perubahan tahap ketiga di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Arief menjelaskan 139.919 pemilih tersebut terkonsentrasi ke kedua tempat, yakni di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan di non-lapas. Jumlah DPTb yang terkonsentrasi di lapas sebanyak 52.239 pemilih dengan jumlah TPS yang tersedia sebanyak 295 TPS.

"Kemudian DPTb yang non-lapas terkonsentrasi di luar lapas, itu sebanyak 87.680 pemilih, itu terkonsentrasi di 335 TPS," ungkap dia.

Arief melanjutkan,  KPU sudah melakukan rekapitulasi jumlah DPTb dari seluruh Indonesia sebanyak 800.219 pemilih. Mereka tersebar di 169.668 TPS.

Dari jumlah pemilih DPTb tersebut, kata dia sebanyak 690.038 pemilih sudah tersebar ke TPS-TPS yang ada. "Pemilih (DPTb) yang belum dapat TPS sebanyak 139.919 orang sehingga membutuhkan 630 TPS baru," tambah Arief.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uVFhDe
April 08, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uVFhDe
via IFTTT

Saturday, March 30, 2019

Debat Capres, Jokowi: Ke Depan Perlu Pemerintahan 'Dilan'

Jokowi menilai perlunya reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan Pemerintah ke depan memerlukan pemerintahan yang digital melayani (Dilan). Karenanya, Jokowi menilai perlunya reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam segmen pertama visi misi debat keempat calon presiden Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

"Pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan yang 'Dilan' atau digital melayani. Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik," ujar Jokowi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Jokowi melanjutkan, Pemerintahan mendatang juga diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan. Selain itu, ia menilai perlunya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur dikuti selanjutnya, reformasi tata kelola.

Debat kali ini mengangkat tema "Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. Untuk bidang pertahanan, Jokowi menilai pentingnya kualitas SDM dan pengembangan kualitas SDM TNI dan Polri.

"Terutama teknologi persenjataan dan siber. Karena kedepan perangnya teknologi. Pengembangan alutsista di dalam negeri," ujarnya.

Jokowi menilai, Indonesia belum sepenuhnya mampu untuk mengembangkan hal tersebut, maka bisa bergabung dengan negara lain yang lebih dulu mampu.

Sementara di bidang politik luar negeri yang penuh dengan ketidakpastian dan proteksionisme meningkat, Jokowi menekankan pentingnya Indonesia berdiri tegak dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Namun, kata Jokowi, harus tetap berpegang untuk memperjuangkan kepentingan nasional

"Namun Indonesia harus berdiri tegak dan bermartabat dan jalankan politik luar negeri yang bebas aktif, bebas jalankan dan perjuangkan kepentingan nasional dan aktif dalam perdamaian dunia," kata Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V63G4J
March 30, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V63G4J
via IFTTT

Debat Capres, Prabowo: Saya akan Hadapi yang Ubah Pancasila

Prabowo menegaskan Pancasila sudah final.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa ideologi Pancasila sudah final.

Prabowo mengatakan, Pancasila adalah hasil suatu komporomi besar dan kecemerlangan dari generasi pendiri bangsa Indonesia. Kemudian pancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis, suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dan bahasa yang berbeda. Kompromi ini jugalah, kata dia, yang menghasilkan Republik Indonesia.

"Karena itu, kami bertekad untuk mempertahankan pancasila sampai titik darah yang terakhir. Pancasila adalah ideologi final," ujarnya saat pemaran visi misi debat capres, di Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Apalagi, Prabowo mengaku dirinya sejak berusia 18 tahun telah menandatangani sumpah untuk membela Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar (UUD 1945). 

"Jadi kalau ada yang mau mengubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya," katanya.   

Prabowo juga menyatakan bahwa demokrasi itu sebuah keharusan. 

"Demokrasi itu kan keharusan, demokrasi adalah sistem politik dari pada yang ada, sistem yang paling baik. Jadi, kita harus sikapi dengan semangat," ucap Prabowo.  

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat keempat calon presiden yang berkompetisi dalam Pemilu 2019.

Debat diikuti calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Debat keempat ini mengambil tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, dan hubungan internasional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CNc5D4
March 30, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CNc5D4
via IFTTT

Thursday, March 21, 2019

In Picture: Prosesi Resik-resik Candi Festival Gedongsongo 2019

Festival Gedongsongo 2019 resmi dibuka dengan prosesi 'Resik Resik' Candi Gedongsongo

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Agenda budaya Festival Gedongsongo 2019 resmi dibuka. Pembukaan kegiatan pendukung pariwisata di Kabupaten Semarang ini diawali dengan prosesi 'Resik Resik' Candi Gedongsongo, di Kecamatan Bandungan yang menjadi destinasi wisata unggulan daerah ini.

Prosesi resik-resik candi yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang-- ini diawali dengan pengambilan tiga mata (sumber) air suci, yang ada di lingkungan Candi Gedongsongo.
Masing- masing Sumber Bening (Suci), Sumber Tedheng serta Sumber Pethuk yang secara filosofi memiliki makna dengan hati yang bersih menjaga kelestarian serta kesejahteraan di wilayah Kabupaten Semarang.

Berbagai harapan mengalir dalam doa yang panjatkan dalam prosesi ini, mulai dari limpahan berkah, harapan kesejahteraan dari pembangunan yang telah dilaksanakan, ketenteraman daerah hingga kelancaran dan keamanan hajat Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Semarang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CvEm0B
March 21, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CvEm0B
via IFTTT

Sunday, February 10, 2019

In Picture: Uji Coba Timnas U-22 Vs Arema FC Bermain Imbang 1-1

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Timnas Indonesia U-22 bermain imbang 1-1 saat laga uji coba menghadapi tim Liga 1, Arema FC. Laga antara kedua kesebelasan berlangsung di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), pada Ahad (10/2). 

Ini menjadi pertandingan seri kedua bagi skuat Garuda, setelah uji tanding pekan lalu ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara FC.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BpOur5
February 10, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BpOur5
via IFTTT

Wednesday, February 6, 2019

Pengawas HAM Minta Cina Tutup Kamp Konsentrasi Muslim Uighur

Kamp konsentrasi diduga menahan lebih dari 1 juta Muslim Uighur.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Observatorium Internasional Hak Asasi Manusia (IOHR) menggelar demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Cina di London, Inggris, Selasa (5/2). Mereka menuntut Cina menutup kamp konsentrasi yang disebut menahan lebih dari 1 juta Muslim Uighur.

"Kami berkumpul di sini hari ini untuk menyerukan Pemerintah Cina mengakhiri penindasan sistematis terhadap minoritas etnis Muslim Uighur di Xinijiang," ujar seorang organisator IOHR, dikutip laman Anadolu Agency.

Aksi tersebut diikuti lebih dari 100 orang. Sebagian dari mereka membawa poster bertuliskan "Hentikan Membunuh Uighur!". Ferida, salah satu demonstran mengatakan, apa yang dialami Muslim Uighur adalah sebuah ketidakadilan.

"Mereka dihukum karena mereka mengikuti keyakinan yang berbeda dengan (Presiden Cina) Xi (Jinping) dan partainya. Itulah satu-satunya kejahatan mereka; kepercayaan mereka," ujar Ferida.

Organisator IOHR mengatakan demonstrasi itu dan banyak lainnya harus mengingatkan Pemerintah Cina bahwa dunia tahu apa yang sedang terjadi. "Muslim Uighur tidak akan menderita dalam kesunyian atau kesepian. Kami akan berdiri di samping mereka," ujarnya.

Sekitar tiga tahun lalu, otoritas Cina melancarkan kampanye penahanan dan reedukasi di Xinjiang. Pengawasan terhadap etnis minoritas di sana, termasuk Uighur, diperketat. Bila tampak adanya sedikit kejanggalan, mereka akan segera ditarik ke kamp interniran.

Lembaga hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) telah menerbitkan laporan tentang situasi di Xinjiang. HRW menyebut terdapat sekitar 1 juta Muslim Uighur yang ditahan di kamp interniran.

Dunia internasional pun mulai menekan Cina. Saat Beijing menghadapi tekanan yang kian menajam, televisi pemerintah menyiarkan sebuah laporan berdurasi 15 menit yang membahas tentang pusat pendidikan dan pelatihan keterampilan di Xinjiang, Hotan selatan.

"Terorisme dan ekstremisme adalah musuh umum peradaban manusia," kata televisi pemerintah Cina yang disiarkan pada Oktober tahun lalu. Cina selalu mengklaim bahwa Xinjiang rawan disusupi ideologi ekstremisme dan terorisme. Pembangunan pusat pelatihan kejuruan adalah upaya untuk menangkal hal tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying menuding berbagai media asing menerbitkan banyak laporan keliru perihal pusat pelatihan kejuruan di Xinjiang. "Laporan-laporan itu sepenuhnya didasarkan pada bukti desas-desus atau dibuat dari udara tipis," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UKExvE
February 06, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UKExvE
via IFTTT

Thursday, January 31, 2019

PN Surabaya Gelar Sidang Perdana Ahmad Dhani Pekan Depan

Ahmad Dhani menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menetapkan jadwal persidangan perdana terhadap tersangka musisi Ahmad Dhani dalam perkara pencemaran nama baik pada 7 Februari mendatang. Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan dan dipimpin oleh Hakim R Anto Wiyono.

"Sudah ditunjuk tiga hakim yang akan menyidangkan perkara ini, yang dipimpin oleh Hakim R Anton Wiyono," kata Juru bicara PN Surabaya Sigit Sutriono kepada wartawan di Surabaya, Kamis (31/1).

Seperti diketahui, pentolan grup band Dewa 19 itu sebelumnya pada pekan lalu dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara ujaran kebencian. Saat ini, Ahmad Dhani saat ini sedang menjalankan masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta.

Sigit menjelaskan, dalam perkara yang akan disidangkan di PN Surabaya pada Kamis pekan depan, Dhani dijerat Pasal 27 ayat 3, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008, sebagaimana telah direvisi menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang Pencemaran Nama Baik.

Perkara ini, lanjut dia, terkait ucapan Ahmad Dhani di media sosial, yang dinilai menyinggung sebuah kelompok atau organisasi massa saat digelar aksi Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018.

"Selanjutnya terkait upaya mendatangkan Ahmad Dhani yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang untuk dihadirkan dalam persidangan di Surabaya menjadi wewenang kejaksaan," ujarnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Adytomo memastikan saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk melakukan pemindahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya.

"Sampai sekarang masih sedang kami upayakan pemidahan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya agar lebih memudahkan jalannya persidangan di PN Surabaya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CT4eTz
January 31, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CT4eTz
via IFTTT

Monday, January 14, 2019

Mobil Seorang Ustazah di Depok Diduga Ditembak

Polsek Sawangan tengah mengusut kejadian ini.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Seorang ustazah di Kota Depok, Jawa Barat, bernama  Rokoyah diduga menjadi korban penembakan orang tak dikenal saat sedang berada di dalam mobil yang ditumpanginya. Akibatnya, mobil miliknya, mobil Toyota Avanza hitam B 1394 ERA, pintu kacanya nyaris pecah tertembus peluru.

"Saat hendak parkir, tiba-tiba pintu kaca pecah dan sempat terdengar seperti lentusan tembakan," kata sopir mobil milik Rokoyah, Witno (65 tahun) di lokasi kejadian di tempat parkir pengajian Majelis Ta’lim Al Ikhlas, Pasir Putih, Sawangan Kota Depok, Senin (14/1).

Menurut Witno, kejadian sekitar pukul 10.30 WIB dan sempat melihat pengendara motor sambil berboncengan tak jauh dari mobil yang langsung kabur setelah terdengar letusan. "Tidak ada korban, pintu kaca mobil retak-retak. Saya sudah lapor ke polisi," terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Sawangan, Depok, Iptu Pol Rodiman membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. "Kami sudah melakukan olah TKP dan melakukan identifikasi oleh unit Inafis Polresta Depok," jelasnya.

Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, belum bisa memastikan  lubang pada kaca mobil itu dari peluru yang ditembakan. "Kami masih dalam proses penyelidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan, apakah kaca mobil itu pecah karena tembakan senjata api atau bukan. Kami juga masih mencari kemungkinan ada selonsong pelurunya," kata Rodiman. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sploDt
January 14, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sploDt
via IFTTT

Monday, January 7, 2019

Saddil Ramdani Bersiap Bela Klub Malaysia

Saddil akan bergabung dengan klub Pahang FC untuk dua tahun ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Pesepak bola timnas U-22 asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Saddil Ramdani, sudah berada di Malaysia. Saddil akan bergabung dengan klub Pahang FC untuk dua tahun ke depan.

"Ini saya sudah berada di Malaysia dan bersiap berangkat ke Thailand," kata Saddil Ramdani ketika dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (7/1).

Seperti diwartakan sebelumnya, lima pemain timnas sepak bola Indonesia U-22 absen pada sesi latihan perdana yang digelar di Lapangan Sepak Bola ABC di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin. Dari 38 nama pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas U-22, lima pemain yang absen adalah Ezra Walian, Egy Maulana, Firza Andika, Osvaldo Haay, dan Saddil Ramdani.

Pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri usai memimpin latihan perdana mengatakan tiga pemain, Ezra Walian (RKC Waalwijk), Egy Maulana (Lechia), dan Saddil Ramdani (Pahang FC) berhalangan hadir karena masih membela klubnya di luar negeri. "Kami sedang komunikasikan dengan klub mereka," kata Indra.

Sementara Ozvaldo sedang berhalangan karena ada acara keluarga dan Firza dikabarkan sedang membela klub Asam Kumbang Jaya di kejuaraan Himpunan Pemuda Maju Cup I di Medan. Timnas U-22 dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFF pada Februari di Kamboja, Piala AFC pada Maret di Vietnam, dan SEA Games 2019 di Filipina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CWjSPh
January 07, 2019 at 09:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CWjSPh
via IFTTT