Pages

Showing posts with label 2019 at 09:14PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:14PM. Show all posts

Sunday, March 31, 2019

Babak Pertama, Napoli Imbangi Roma di Olimpico

AS Roma menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Babak pertama antara AS Roma vs Napoli dalam pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia di Stadion Olimpico, Ahad (31/3) berakhir imbang dengan skor 1-1. Napoli berhasil unggul cepat sebelum akhirnya AS Roma menyamakan kedudukan di babak tambahan waktu.

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Napoli unggul lewat gol Arkadiusz Milik. Memanfaatkan serangan balik, Simone Verdi mengirimkan umpan matang yang langsung disontek oleh Milik. Napoli 1-0 AS Roma.

Tertinggal satu gol, AS Roma meningkatkan pemainan. Di sisi lain, Napoli juga tidak ingin melepas kemenangan. Tercatat Napoli sempat beberapa kali mempunyai peluang matang untuk menambah keunggulan. Namun hingga 45 menit babak pertama kedua tim tidak bisa menambah gol.

Semangat tak pantang menyerang AS Roma akhirnya berbuah manis. Pada menit ke 45+3, pemain Roma Patrick Schick dilanggar oleh kiper Napoli. Wasit pun menunjuk titik putih.

Diego Perotti yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya. Tendangan Perotti ke pojok kanan gawang gagal diantisipasi kiper Roma. Hingga babak pertama usai kedudukan imbang 1-1.

Berikut susunan pemain AS Roma Vs Napoli, Ahad (31/3) :

AS Roma : 4-2-3-1 (4-4-2)

Pemain : Robin Olsen; Kolarov, Federico Fazio, Kostas Manolas, Davide Santon; Steven N'Zonzi, Daniele De Rossi; Diego Perotti, Bryan Cristante, Patrik Schick; Edin Dzeko

Pelatih : Claudio Ranieri

Napoli : 4-4-2

Pemain : Alex Meret; Mario Rui, Koulibaly, Maksimovic, Elseid Hysaj; Simone Verdi, Fabian Ruiz, Allan, Jose Callejon; Arek Milik, Dries Mertens

Pelatih : Carlo Ancelotti

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OCZVkL
March 31, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OCZVkL
via IFTTT

Saturday, March 9, 2019

137 Amil Zakat Sudah Tersertifikasi

Amil harus memiliki kompetensi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Amil Zakat Nasional (LSP Baznas) menjelaskan, pihaknya baru memiliki sebanyak 137 amil zakat yang telah tersertifikasi. Ketua LSP Baznas, Sarniti mengatakan amil zakat yang telah tersertifikasi memiliki sejumlah kompetensi yang harus dipenuhi.

"Amil harus kompeten, kompeten ini harus meliputi tiga aspek yaitu knowledge, skill, dan attitude yang mengacu kepada standar kompetensi," ujar Sarniti saat dikonfirmasi, Sabtu (9/3).

Sarniti menjelaskan, secara umum untuk mengikuti sertifikasi di LSP Baznas, syaratnya harus merupakan amil zakat Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ). Amil akan disertifikasi melalui dua proses, yaitu pengalamannya dan uji kompetensi.

"Akan dilihat portofolio dari yang bersangkutan selama mengelola zakat. Kemudian jika melalui proses uji kompetensi, maka akan diuji oleh asesor LSP Baznas,” ujar Sarniti.

LSP Baznas sekarang memiliki tujuh skema sertifikasi. Yaitu skema pimpinan Baznas, skema direktur, skema manager pengumpulan, skema manager pendistribusian dan pendayagunaan, skema staf pelaksana, serta skema verifikator.

Dalam waktu lima tahun, LSP Baznas juga menargetkan 5.000 amil zakat yang akan disertifikasi. "Dengan tersertifikasinya pengelola zakat, berarti pengelolaan zakat di mana pun memiliki standar sama,” ujar Sarniti.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EZak7h
March 09, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EZak7h
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Partai-partai Islam Diharapkan Punya 'Ukhuwah'

Kini ada kecenderungan partai-partai Islam jalan sendiri-sendiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai-partai politik Islam diharapkan menyadari kekuatan kebersamaan (ukhuwah), khususnya ketika menghadapi "tahun politik" 2019. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof Din Samsyuddin.

Menurut dia, partai-partai demikian harus bersatu padu. Sebab, ada agenda keumatan yang semestinya dituju bersama-sama. Mereka juga hendaknya memiliki semangat ukhuwah sebagai pengikat satu sama lain. Demikian kondisi idealnya.

Hanya saja, Din meneruskan, sistem politik yang berlaku di Indonesia saat ini adalah liberal. Dengan begitu, panggung politik memunculkan sistem multipartai. Bagi mantan Ketua Umum MUI itu, kondisi itu kurang menguntungkan bagi terwujudnya kekuatan politik Islam di Indonesia.

"Seyogianya, kekuatan politik Islam menjadi kekuatan bangsa, untuk memperjuangkan nilai-nilai etika Islam bagi kehidupan kebangsaan. Jadi jangan dihalangi, dinafikan, apalagi ditiadakan," kata Din Syamsuddin kepada Republika.co.id di kantor MUI, Jakarta, Rabu (20/2).

Dia menerangkan, dapat dipahami bila partai-partai politik yang mengusung narasi Islam bervisi persatuan umat.

Namun, pada faktanya partai-partai demikian cenderung jalan sendiri-sendiri. Seharusnya, kata Din, mereka berkoalisi secara strategis, terutama dalam konteks wawasan keislaman tentang pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Tanah Air.

Apalagi, dalam suasana menjelang Pilpres 2019. Boleh jadi, mereka terlalu berfokus pada menjadikan kandidat presiden masing-masing sebagai pemenang, sehingga menampakkan pragmatisme. Wantim MUI tersebut mengaku sangat menyayangkan kondisi itu.

Sementara, nuansa politik yang saling mencerca sudah mulai terasa. Para pendukung masing-masing kandidat cenderung melupakan akhlak yang baik, sehingga saling merundung satu sama lain.

"Yang kelompok ini, memanggil (kelompok) sana dengan nama binatang. Kelompok sana memanggil yang sini dengan nama binatang. Itu tidak menghargai manusia sebagai ciptaan Tuhan yang harus dimuliakan. Kok sudah sampai begitu kita ya?" ujar ketua umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 itu.

Pada akhirnya, dia berharap "tahun politik" kali ini tidak membuat seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan adab. Dia menyerukan agar bangsa Indonesia dalam menghadapi agenda demokrasi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (Pilpres) secara beradab. Hal itu lebih khusus lagi bagi umat Islam.

"Maka (bangsa Indonesia) jangan meluncur ke arah kebiadaban, biarlah kita berbeda pilihan untuk anggota legislatif, partai dan pilpres tapi jangan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah porak poranda," tutur dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IrbXOC
February 20, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IrbXOC
via IFTTT

17 Warga Palestina yang Ditangkap dari Al-Aqsa akan Diadili

Pasukan Israel menyerang jamaah Muslim Palestina di dalam masjid Al-Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Menurut Pengacara Palestina, pihak berwenang Israel akan mengadili 17 warga Palestina yang ditahan dari dalam Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur pada Selasa (19/3) malam. "Sebanyak 17 warga Palestina dipindahkan oleh polisi Israel ke pengadilan untuk diadili," ujar pengacara Palestina, Mohamed Mahmoud mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (20/2) waktu setempat.

Pada Selasa sesudah Maghrib menjelang ibadah Isya, pasukan Israel menyerang jamaah Muslim Palestina di dalam masjid Al-Aqsa. Pasukan Israel telah membuat banyak dari mereka terluka. Selain itu, Pasukan Israel juga menangkap 17 orang dari dalam situs suci tersebut.

Serangan Selasa terjadi dua hari setelah polisi Israel pada Ahad menutup Gerbang Al-Rahma di dinding timur Kota Tua Yerusalem. Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Namun orang-orang Yahudi, pada bagian mereka, menyebut daerah itu sebagai "Kuil Gunung". Mereka mengklaim Al-Aqsa adalah situs dari dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian mencaplok kota suci itu pada 1980 dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota kesatuan negara Yahudi yang memproklamirkan diri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T6H1r4
February 20, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T6H1r4
via IFTTT

Saturday, February 2, 2019

Emery Jamin Suarez 'tidak Ganggu' Oezil

Kehadiran Suarez hadirkan warna baru bagi posisi tengah dan skema ofensif Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal, Unai Emery, meyakini bahwa kedatangan Denis Suarez ke Emirates Stadium tidak berdampak negatif pada situasi Mesut Oezil. Meskipun, sang pemain kerap dirumorkan bakal hengkang dari London Utara.

Suarez bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona pada Kamis. Gelandang asal Spanyol ini kembali ke Liga Primer Inggris setelah sebelumnya sempat menghabiskan dua musim bersama Manchester City.

"Tidak ada perubahan baginya (Oezil). Suarez akan datang ke sini karena kami memiliki banyak masalah di sayap, kami tidak punya pemain untuk bermain di kanan atau kiri, itulah alasannya,'' kata entrenador asal Spanyol, seperti dilansir Fourfourtwo, Jumat (1/2).

Meski menjadi salah satu kapten di tim utama Arsenal, Oezil baru memulai 13 pertandingan Liga Inggris musim ini. Dirinya seperti tidak masuk daftar pemain pilihan Emery.

Emery bahkan membantah kedatangan mantan anak asuhnya di Sevilla itu akan menambah situasi Oezil terhimpit di tim berjuluk the Gunners. Pesepak bola asal Jerman itu diprediksi bakal lebih sulit masuk daftar starting eleven Arsenal.

Di sisi lain, kehadiran Suarez menghadirkan warna baru bagi posisi tengah dan skema ofensif Tim Gudang Peluru. Kepindahannya pun berkat keinginan sang pelatih.

''Dia pemain dengan kualitas baik dan saya pikir dia bisa membantu kami dengan kualitasnya,'' katanya. ''Ambisinya juga bisa membantu untuk melakukan sesuatu yang penting di sini. Ini tantangan yang bagus baginya.''

Nantinya Suarez diprediksi akan melakoni debut awalnya bersama Arsenal pada pekan ke-25 Liga Primer melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Ahad (3/2).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G70CS2
February 02, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G70CS2
via IFTTT

Sunday, January 27, 2019

Yenny Wahid: Hari Ini Jakarta Ijo Royo-Royo

Yenny menyebut ibu dari presiden Jokowi ikut pengajian Muslimat NU.

REPUBLIKA.CO.ID,  Jakarta -- Ketua Panitia Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid mengaku sangat senang menyaksikan kekompakan jamaah Muslimat Nahdatul Ulama yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (27/1).

Dia juga menyinggung seragam yang dikenakan jamaah Muslimat NU yang mengenakan seragam hijau memenuhi bangku-bangku SUGBK. "Hari ini, Jakarta jadi ijo royo royo," kata Yenny.

Dia memuji semangat para Muslimat NU yang tidak surut meski diguyur hujan sejak malam. Mereka bahkan sudah menempuh perjalanan jauh dari berbagai daerah untuk hadir ke acara pada hari ini.

Baca juga, Jokowi Hadiri Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK.

Yenny mengatakan, muslimah NU memang sudah memberikan banyak pengaruh di masyarakat. Ia menyebutkan, banyak tokoh-tokoh nasional dibesarkan oleh seorang ibu dari muslimah NU, termasuk Presiden RI Joko Widodo yang hadir pada peringatan Harlah ke-73 ini.

"Bapak Presiden kita jelas, ibunya dari dulu sampai sekarang ikut pengajian Muslimat NU di Solo. Enggak heran Presiden ikut fasih bernyanyi Syubbanul Wathon," ujar Yenny.

Yenny juga bercerita tentang dirinya yang awalnya khawatir diberi tanggung jawab menggelar acara ini. Namun, dia teringat neneknya yang juga pernah menjadi Ketua Harlah Muslimah pada 1970-an. "Saya mau Almarhumah bangga bahwa cucunya mau berkhidmat untuk kepentingan NU," kata Yenny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RRmuXH
January 27, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RRmuXH
via IFTTT

Monday, January 14, 2019

Serikat Petani Minta Pemerintah Serap Produk Holtikutura

Penyerapan produk holtikultura strategis dinilai bisa cegah fluktuasi harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah menyerap produk hortikultura strategis seperti cabai agar petani tidak lagi terbebani persoalan distribusi dan fluktuasi harga.

"Bukan hanya beras, tapi juga komoditas lainnya, misalnya produk holtikultura yang bernilai strategis," ujar Sekretaris Umum SPI Agus Ruli Ardiansyah dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (14/1).

Ia mengatakan kepastian daya serap pemerintah atas komoditas holtikultura seperti cabai menjadi penting, karena tingkat fluktuatif harga, yang tinggi.

"Persoalan anjloknya harga, tanaman holtikultura lebih tinggi dibanding tanaman pangan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan pelatihan kepada petani untuk mengatur pola tanam atau tidak terjadi produksi berlebih, yang menyebabkan jatuhnya harga.  Dengan upaya ini, Agus mengharapkan persoalan distribusi dan harga yang diduga menjadi penyebab terjadinya aksi demonstrasi petani cabai di Demak, Jateng, tidak terjadi lagi.

Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan permasalahan yang terjadi akibat pembuangan cabai di Demak sudah selesai. Suwandi mengatakan tidak ada persoalan distribusi yang menyebabkan kenaikan harga cabai dan kegaduhan di tingkat petani.

"Kemarin yang harganya bagus itu sudah Rp18 ribu. Sudah senang semua. Barang sudah selesai, jangan heboh," ujarnya.

Suwandi mengakui komoditas hortikultura strategis seperti cabai memang rentan terhadap perubahan iklim dan harganya mudah bergejolak. Namun, pemerintah sudah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi stabilitas harga cabai mulai dari menyiapkan benih unggul, mengatur pola tanam, hingga pengolahan ketika stok berlebih.

"Walaupun kita sudah mengatur supaya pasokan tiap bulan itu 'flat' dengan pola tanam, tapi iklim, ada juga hujan, kemarau, dan kering," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SUk6vU
January 14, 2019 at 09:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SUk6vU
via IFTTT