Pages

Showing posts with label 2019 at 09:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:42PM. Show all posts

Friday, March 29, 2019

Utusan Khusus Presiden RI untuk Timteng Temui Presiden Irak

Pertemuan Utusan Khusus Presiden RI bertujuan ekonomis hingga politis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Alwi Shihab, menggelar pertemuan dengan Presiden Irak, Barham Salih. 

Dalam pertemuan tersebut, Alwi didampingi  20 orang dari Kementerian Luar Negeri, Kantor Dagang Indonesia, BUMN/swasta,  Pertamina, PGN, WIKA, Bank Exim (LPEI), Gajah Tunggal, Kreasindo, Audi Building Co., dan Elza Syarif Law Firm.

Sementara saat pertemuan dengan Presiden Irak pada Selasa (26/3), jajaran pejabat negara berjuluk negeri 1001 itu turut mendampi antara lain Menteri Perminyakan, Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan Irak.  

Alwi menuturkan, beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah  kelanjutan eksplorasi ladang minyak di Western Desert, rekonstruksi infrastruktur, seperti rumah sakit, dan perumahan, peralatan medis dan obat-obatan serta tenaga medis (perawat). “Termasuk soal perdagangan tekstil, ban mobil, dan kertas,” kata dia dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Jumat (29/3),

Dia menjelaskan, dalam kunjungan kali ini, Bank Exim/LPEI menjajaki kerja sama dengan Trade Bank of Iraq (TBI) mengenai pembayaran perdagangan dan investasi dan KADIN Indonesia dan Irak menandatangani MOU kerja sama.

Dia menyebutkan, di antara respons Irak adalah Kementerian Perdagangan Irak akan mengirimkan delegasi dan pengusaha Irak pada TEI di Indonesia pada Oktober 2019. 

Lebih lanjut, Alwi menutur, pertemuan juga mebahas situasi di Irak, khususnya Baghdad cukup aman, lalu lintas ramai dan macet di beberapa lokasi, pasar dan mal ramai. 

“Masjid Syeikh Abdul Qadir Jaelani, Imam Hanafi dan Imam Khadamiyah dipenuhi jamaah,” tuturnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TKz2fv
March 29, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TKz2fv
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Gagal Menang, Witan Cs Tertahan di Posisi Kedua Grub B

Pemain Timnas U-22 Marinus Wanewar (tengah) beraksi setelah mencetak gol petama ke gawang Malaysia dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja

Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana
EMBED
Indonesia U-22 kembali gagal menang pada penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Tim nasional (timnas) Indonesia U-22 kembali gagal meraih kemenangan pada penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019. Skuat Merah Putih bermain imbang 2-2 dengan Malaysia U-22, di Stadion Nasional Kamboja, Rabu (20/2) petang WIB.

Tampil dominan, skuat garuda muda menekan pertahanan Malaysia. Namun, beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.

Alhasil, pasukan Indra Sjafrie berhasil menjebol gawang Malaysia di babak kedua melalui kaki Marianus Manewar di menit ke-52. Keunggulan tak bertahan lama, Malaysia berhasil menjebol gawang Indonesia pada menit ke-62.

Indonesia berhasil kembali unggul melalui tendangan Witan Sulaiman yang menembus tiang jauh gawang Malaysia pada menit ke-77. Namun, Indonesia kembali gagal menahan keunggulan.

Melalui eksekusi tendangan pojok, Malaysia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-86. Hingga peluit akhir pertandingan, skor tak berubah, Indonesia ditahan imbang 2-2 oleh Malaysia.

Berikut video lengkapnya.

Video Editor: Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gzm5mH
February 20, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gzm5mH
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Ribuan Santri Pantura Desak Fadli Minta Maaf ke Mbah Moen

Ribuan santri pantura Jawa Tengah menggelar aksi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS—Para santri Pantura Timur Jawa Tengah mendesak Fadli Zon untuk bertaubat dan meminta maaf kepada para kiai, termasuk KH Maimoen Zubair. Permintaan itu menyusul puisi "Doa yang Tertukar" yang ditulis Fadli.

Ribuan santri pantura Jawa Tengah, yang mengatasnamakan Aliansi Membela Kiai (Asmak), pada Jumat (8/2) menggelar aksi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Koordinator Asmak, Muhamad Sa’roni mengatakan, sikap Fadli Zon yang merendahkan KH Maimoen Zubair melalui puisi "Doa yang Tertukar" merupakan puncak dari kekesalan para santri.

Sebelumnya, Fadli juga dituding juga sudah beberapa kali mencemooh para kiai, Sehingga aksi Bela Kiai ini menjadi puncak dari akumulasi kekesalan para santri, atas ulah Fadli Zon yang dianggap tidak mencerminkan sebagai seorang elit politik.

"Fadli Zon sudah banyak mencela kiai kami. Contoh Kiai Cholil Staquf, Kiai Ma’ruf Amin, Tuan Guru Bajang (TGB) dan lainnya. Maka ini merupakan puncaknya, saat Fadli Zon mencela KH Maimoen Zubair,” jelasnya.

Sehingga para santri sangat menyayangkan sikap Fadli Zon tersebut. Asmak juga mendesak kepada politisi ini menghentikan sikapnya yang telah menuai kegaduhan. "Termasuk meminta maaf kepada KH Maimoen Zubair serta bertaubat kepada Allah SWT," tegasnya.

Karena bagi para santri mencela dan mencemooh kiai juga berarti telah memusuhi para santri. “Karena itu, para santri wajib untuk melawan ketika tokoh panutannya (kiai) dicela atau dizalimi,” tegasnya.

Sa’roni juga menambahkan, aksi Bela Kiai ini bermula dari keprihatinan atas terjadinya berbagai kegaduhan, di balik memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Presiden (pilpres) tahun 2019 ini. Di sana- sini banyak kiai- kiai dicemooh dan bahkan dicela oleh para tokoh yang selama ini dianggap sebagai tokoh nasional. Padahal, menurut para santri, berbakti kepada kiai adalah hukumnya adalah qath’I (pasti).

Tetapi, masalah pilihan politik itu adalah zhanni, yang masih bisa salah dan masih bisa benar. Sudah menjadi kewajiban bagi para santri dan sebagai seorang muslim untuk menghormati para ulama, menghormati kiai, menghormati dzurriyah- dzurriyah Rasul.

“Maka hari ini kami juga melaksanakan zikir dan doa bersama, memohon kepada Allah SWT, mudah- mudahan negeri ini diberikan situasi yang aman dan Pilpres berjalan dengan lancar tanpa ada halangan, sekaligus harapan kami tidak ada gesekan- gesekan lagi,” kata Sa’roni.

Aksi Bela Kiai yang digelar ini diikuti oleh 2.000 santri. Mereka berasal dari 12 pesantren yang ada di wilayah pantura timur Jawa Tengah.

“Aksi ini juga dihadiri para alumni pesantren,” tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ULjvgt
February 08, 2019 at 09:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ULjvgt
via IFTTT