Pages

Showing posts with label 2019 at 10:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:09PM. Show all posts

Saturday, April 13, 2019

STIE Indonesia Banking School Gelar Seminar Produk Halal

Masyarakat Indonesia lebih memilih produk halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — STIE Indonesia Banking School mengadakan seminar bertema “Kenapa Harus Halal?”. Acara ini diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu (13/4).

Narasumber seminar ini adalah Direktur LP POM MUI DKI Jakarta Dr Oesmena. Dia menyampaikan materi tentang dukungan pemerintah terhadap industri halal dan upaya membangun literasi dan kepedulian halal.

Menurutnya masyarakat Indonesia lebih memilih produk halal. Karena terjamin dari sisi kesehatan dan syariat.

“Masyarakat Indonesia sangat peduli dengan produk halal. Produk yang bersertifikat halal mendapatkan perhatian lebih dan banyak diburu konsumen,” katanya.

Seminar ini dihadiri oleh para Mahasiswa, dosen, dan juga guru-guru perbankan syariah. Mereka antusias bertanya tentang masa depan produk halal di Indonesia.

Selain seminar, kampus ini juga meluncurkan buku Muslim Vietnam dan Industri Halalnya karya Dr Marissa Haqque. Buku ini berisi tentang keberadaan industri halal di Vietnam yang juga menguntungkan Muslim lain di dunia karena memfasilitasi mereka dalam memperoleh produk dan jasa yang halal ketika berkunjung ke Vietnam. 

Buku ini juga membahas sejauh mana kontribusi minoritas Muslim Vietnam dalam meningkatkan industri halal di Vietnam dan pertumbuhan ekonomi negaranya. Juga apa yang dapat dikolaborasikan dan dialiansikan bersama oleh Indonesia dan Vietnam terkait sertifikasi halal. 

Tidak hanya itu, pembaca juga dapat mengetahui sejarah singkat perjalanan muslim di negeri yang terkenal dengan ideologi komunisnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G9EYdn
April 13, 2019 at 10:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G9EYdn
via IFTTT

Wednesday, April 3, 2019

Saudi Airlines Siapkan 13 Pesawat Angkut Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia akan diberangkatkan ke Arab Saudi menggunakan 14 pesawat Garuda Indonesia dan 13 pesawat Saudi Arabian Airlines. Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan jamaah haji Indonesia dari embarkasi Batam, Palembang, Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga:

"Saudi Arabian Airlines akan menggunakan Boeing 747-400 sebanyak tujuh pesawat, dan menggunakan Boeing 777-300 sebanyak enam pesawat," kata Marketing and Public Relation Saudi Arabian Airlines di Indonesia, Januardi kepada Republika.co.id, Rabu (3/4). 

Januardi mengatakan, Saudi Arabian Airlines akan menggunakan 13 pesawat untuk mengangkut jamaah haji Indonesia. Jumlah jamaah yang akan diangkut sebanyak 102.475 orang.

Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan calon jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi mulai 7 Juli 2019. Sementara, jamaah haji Indonesia akan dipulangkan kembali ke Tanah Air mulai 17 Agustus 2019.  

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag), Garuda Indonesia, dan Saudi Arabian Airlines menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengadaan transportasi udara penyelenggaraan haji 2019. Penandatanganan PKS dilakukan di Kantor Kemenag pada Selasa (2/4). 

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Nizar Ali, mengatakan  sangatlah penting dalam memastikan kelancaran operasional haji, termasuk peranan dari aspek transportasi udara. Maka Kemenag berupaya memastikan seluruh proses pelaksanaan transportasi udara haji pada 2019 dapat memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

Dia menyampaikan, Garuda Indonesia akan melayani jamaah haji dari sembilan embarkasi, di antaranya Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Garuda Indonesia akan mengangkut sekitar 104.055 jamaah haji. 

Berita Terkait

Sementara, Saudi Arabian Airlines akan melayani jamaah haji dari empat embarkasi, di antaranya Batam, Palembang, Jakarta, dan Surabaya. "Saudi Arabian Airlines akan mengangkut sekitar 102.475 jamaah haji," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FPfx0p
April 03, 2019 at 10:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FPfx0p
via IFTTT

Friday, March 29, 2019

Eric Dier Absen Bela Spurs Saat Jumpa Liverpool

Eric Dier harus absen melawan Liverpool karena mengalami cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON --Tottenham Hotspur mendapatkan kabar yang kurang sedap menjelang pertemuan dengan Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Ahad (29/3). Eric Dier harus absen melawan Liverpool karena mengalami cedera saat membela Inggris lawan Republik Cheska.

"Dia (Dier) telah dikeluarkan (dari skuat lawan Liverpool). Dia butuh memulihkan diri dari cedera yang dideritanya lawan Republik Ceska bersama tim nasional," kata manajer Spurs Mauricio Pochettino, dikutip Reuters, Jumat (29/3).

Namun Pochettino tak tahu berapa lama cedera Dier akan pulih. Dia hanya mengatakan akan terus memantau perkembangan cedera dari Dier. Saat ini, lanjut dia, Dier sudah mulai berlatih, tapi masih harus menunggu sampai benar-benar pulih. 

"Itu bukan masalah besar. Satu pekan, 10 hari, dua pekan. Kami harus menunggu. Kami akan memantaunya hari demi hari. Tapi saya tidak percaya itu akan lebih lama dari dua pekan," kata dia.

Meski Dier tak bisa ikut ke Anfield, absennya gelandang andalan the Lilywhites tersebut diklaim Pochettino tak akan mempengaruhi kekuatan tim. Padahal, bukan hanya Dier yang absen, Harry Wink dan Serge Aurier pun juga tidak akan ikut memperkuat Spurs lawan laga krusial ini.

Jika kalah dari Liverpool, maka Spurs bisa terlempar dari posisi tiga klasemen sementara. Spurs hanya berselisih satu poin dari Arsenal di peringkat keempat, dan tiga poin dengan Manchester United di peringkat kelima. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CID2re
March 29, 2019 at 10:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CID2re
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Pembina Persija Dorong Satgas Ungkap Kasus Pengaturan Skor

Profesionalisme dan prestasi sepak bola Indonesia terganggu akibat kasus itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta, Syafruddin, mendorong Satgas Antimafia Bola Polri mengungkap kasus penghancuran dokumen diduga milik Persija. Ia yang juga menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) meminta satgas bertindak tidak pandang bulu dalam membongkar kasus pengaturan skor.

"Hukum tidak boleh pandang bulu, jangan hanya orang-orang tertentu. Ini kan masalah pidana, hukumannya di ranah pidana. Saya akan mendorong itu, saya mengizinkan, saya mengapresiasi, silakan hukum siapapun pelakunya," ujar Syafruddin di Kantor KemenpanRB, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Wakil Kapolri periode 2016-2018 dan sebagai bagian dari dunia sepak bola itu mengaku sangat mengetahui permasalahan yang terjadi dalam persepakbolaan Indonesia. Untuk itu, Syafruddin juga mendorong satgas mengungkap kasus pengaturan skor hingga tuntas.

Syafruddin mengaku sudah menyampaikan kepada satgas untuk mengungkap kasus pengaturan skor hingga ke akarnya. Menurut dia, kasus itu mengganggu profesionalisme dalam persepakbolaan Indonesia dan prestasi sepak bola Indonesia. "Saya bilang proses betul, ungkap betul, sampai ke akar-akarnya siapa yang melakukan hal-hal yang tidak baik dan mengganggu profesionalisme," kata dia.

Apalagi, menurut Syafruddin, semua tentang permasalahan pengaturan skor mendapat pengawasan berbagai pihak. Termasuk masyarakat pecinta sepak bola Tanah Air. Sehingga, semua pihak dan Syafruddin sendiri akan terus meminta satgas membongkar tuntas kasus pengaturan skor.

Syafruddin juga mengatakan, apabila terbukti benar oknum di Persija terlibat dalam kasus pengaturan skor, maka akan diproses hukum. Ia mengimbau satgas menyelesaikan dengan tuntas baik itu di PSSI maupun klub-klub sepak bola. "Aparat yang tengah menangani masalah ini, baik itu di PSSI atau klub selesaikan dengan tuntas. Yang terlibat betul-betul diproses hukum," kata dia menegaskan.

Mengenai sejumlah pengurus Persija Jakarta yang mundur, Syafrudiin menganggap hal itu masalah pribadi. Direktur Utama Persija I Gede Widiade bersama Direktur Operasional Persija Muhammad Rafil Perdana menyatakan mundur dari jabatannya awal pekan ini. Mereka mengundurkan diri secara yuridis pada 1 Februari 2019. "Mereka pamit kepada saya, akan mengundurkan diri sebagai orang yang profesional menjalankan tugas ya saya restui," jelas dia.

Syafruddin berharap jajaran direksi baru di Persija harus profesional juga dan kompak. Ia pun meminta kepada kesebelasan Persija dan para pendukung Persija, The Jakmania, agar tetap kompak terus mendukung skuat Macan Kemayoran "Saya pembina, saya tak terpengaruh dengan orang-orang yang mundur. Itu masalah individu, oleh karena itu saya selaku pembina menyampaikan semuanya harus profesional, utuh," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DiZKG6
February 08, 2019 at 10:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DiZKG6
via IFTTT

Saturday, January 26, 2019

Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, PDIP Siap Pasang Badan

Jokowi dilaporkan setelah dianggap menghina Prabowo saat debat pertama Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) amgkat bicara soal pelaporan Joko Widodo (Jokowi) oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Bawaslu. Calon presiden (capres) pejawat itu dilaporkan setelah dianggap menghina Prabowo ketika debat sesi pertama Pilpres 2019.

"Kami siap menjadi pembela Pak Jokowi. Barisan-barisan PDIP siap membela Pak Jokowi," kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela safari kebangsaan keenam di Probolinggo, Sabtu (26/1).

Hasto menilai aneh pelaporan yang ditujukan kepada Jokowi ke Bawaslu itu. Dia mengatakan, sebab yang disampaikan oleh capres di dalam debat adalah soal komitmen soal pemberantasan korupsi.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) itu melanjutkan, saat itu Jokowi mempertanyakan pelaksanaan komitmen pemberantasan korupsi oleh Prabowo yang juga Ketua Umum Gerindra. Hasto mengatakan, pertanyaan Jokowi itu tentu ada alasannya.

Sebab, dia mengatakan, semua partai politik memang meneken pakta integritas dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal tak mengajukan caleg mantan napi korupsi. Dia menambahkan, bahkan yang menyetujuinya adalah ketua umum dan sekretaris jendral masing-masing partai politik.

"Kalau di PDIP itu kan clear. Maka Pak Jokowi menanyakan itu ke Prabowo. Tak ada tujuannya untuk merendahkan. Itu fakta atau bukan? Itu yang kita lihat," kata Hasto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DCmUbX
January 26, 2019 at 10:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DCmUbX
via IFTTT