Pages

Showing posts with label 2019 at 10:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:53PM. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

Menang di Laga Terakhir, Liverpool Tetap Gagal Juara

Liverpool menutup musim 2018/ 2019 dengan kemenangan atas Wolves.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liverpool menutup Liga Primer Inggris musim 2018/ 2019 dengan kemenangan atas Wolverhampton. Bermain di Stadion Anfield, Ahad (12/5) malam WIB, Liverpool menang dengan skor 2-0 atas Wolves.

Babak kedua antara Liverpool vs Wolves, berjalan alot. Kedua tim saling melancarkan serangan namun tidak mampu menghasilkan gol. Kuatnya barisan pertahan Wolves, membuat pasukan Juergen Klopp terus gagal memperbesar keunggulan. Sementara penampilan cemerlang Alisson, membuat para pemain Wolves gagal membobol gawang the Reds.

Liverpool akhirnya bisa memperoleh gol kedua melalui Sadio Mane pada menit ke-81. Pemain asal Senegal itu sukses meneruskan umpan silang yang dilepaskan Tren Alexander-Arnold. Gol ini sekaligus menjadikan Sadio Mane menjadi top skor sementara bersama Mohamed Salah dan Pierre-Emerick Aubameyang dengan jumlah 22 gol.

Kemenangan Liverpool hari ini terasa hambar, karena di pertandingan lain Manchester City berhasil menang besar atas Brighton. Artinya, meski menang di laga terakhir, namun Liverpool kembali gagal meraih trofi Liga Primer Inggris. Liverpool harus puas finish di posisi kedua dengan total 97 poin, kalah satu poin dari Manchester City yang memastikan diri menjadi juara.

Meski kembali gagal meraih trofi, namun Kopites yang memenuhi Stadion Anfield, tetap memberikan dukungan penuh kepada Juergen Klopp dan pasukannya. Spanduk dukungan dan flare dipasang oleh para pendukung Si Merah, jelang pertandingan berakhir. Liverpool telah mengarungi musim luar biasa, dengan meraih total poin tertinggi selama berkompetisi di Liga Primer Inggris.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JyhfH7
May 12, 2019 at 10:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JyhfH7
via IFTTT

Sunday, February 24, 2019

Mendidik Anak Jalanan Agar Jadi Lebih Baik

PT MCK menggandeng Yayasan Tri Kusuma Bangsa berupaya mendidik anak jalanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepedulian sosial adalah sebuah sikap keterhubungan dengan kemanusiaan pada umumnya, sebuah empati bagi setiap manusia. PT Muara Cipta Kreasi (MCK) yang bergerak di bidang jasa desain dan percetakan, dengan menggandeng Yayasan Tri Kusuma Bangsa melakukan kepedulian sosial terhadap anak-anak jalanan di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Ahad (24/2).

“Di perusahaan kami ini memiliki program kepedulian sosial yang bertujuan untuk membantu sesama untuk kemajuan dan mencerdaskan bangsa tidak hanya itu mereka juga salah satu aset berharga yang harus kita jamin keberlangsungan pendidikannya," ujar CEO MCK Devid Susilo di sela-sela kegiatan tersebut.

Dalam siaran pers, Devid menyampaikan, kepedulian sosial sebagai program yang dimiliki oleh perusahaannya bertujuan untuk membantu sesama manusia. Selain itu untuk memajukan serta mencerdaskan bangsa. “Mereka adalah aset sebuah negara ke depannya harus kita jamin pendidikannya,” terang Devid.

Dia menerangkan, anak jalanan sejatinya bukan gangguan untuk kemajuan bangsa. Namun, mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus diberikan pemahaman dan bimbingan yang tepat agar tidak terjerumus pada hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka. 

Lewat program ini, pihaknya bisa lebih peduli kepada nasib mereka dan dengan bantuannya diharapkan  mereka dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju. "Saya sangat mendukung kegiatan ini dan kami memiliki tujuan yang sama dengan yayasan untuk memajukan bangsa dengan cara mencerdaskan bangsa, saya memandang ini sangat positif,” ujar Devid.

Any Kusuma Dewi yang merupakan pendiri sekaligus CEO di Yayasan Tri Kusuma Bangsa mengatakan, bekerja sosial memberikan energi sendiri dan tak ada duka yang dirasakannya.

"Pekerjaan ini tidak ada dukanya, karena saya jatuh cinta pada dunia anak-anak dan pendidikan. Sesuatu yang dilakukan dengan hati pasti tidak ada duka. Sukanya seperti ini melihat tingkah laku dan ekspresi mereka membuat kita selalu mempunyai energi baru dan kebahagian. Selain itu saya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk kami," kata Any.

Dia menambahkan, yayasannya terdapat para pengajar ekspatriat. Mereka mengajar bahasa Inggris selama satu jam. Para pengajar ini mulai bergabung dari satu tahun lalu. "Mereka bergabung jadi tenaga pengajar dari satu tahun lalu. Mereka ekspatriat. Mereka setiap Sabtu mengajar bahasa Inggris jam tiga sampai jam empat," ujar Any.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U5zrKJ
February 24, 2019 at 10:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U5zrKJ
via IFTTT

Saturday, February 2, 2019

Jabar Libatkan Ulama Tangani Masalah Lingkungan

Pemprov akan mengedukasi masyarakat mengenai pelatihan tanggap bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak cendekiawan Muslim maupun ulama untuk terlibat dalam penanganan masalah lingkungan, kerusakan alam dan kebencanaan di Jawa Barat.

"Saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun Resillience Culture Blue Print serta menyiapkan edukasi masyarakat mengenai pelatihan tanggap bencana," kata Ridwan Kamil saar membuka Seminar nasional dan silaturahmi kerja wilayah ICMI Orwil Jabar, di Kota Bandung, Sabtu.

Dalam penyusunan blue print tersebut Ridwan Kamil berharap ulama turut menyumbangkan pemikirannya."Saya merasa peran ulama maupun cendekiawan muslim sangat penting dan dibutuhkan dalam masalah lingkungan serta kebencanaan," kata dia.

Menurut Emil, bila berbicara tentang kebencanaan sering kali yang difokuskan adalah tanggap bencana namun kurang memikirkan terkait pencegahannya."Jangan hanya ditempuh secara formal tapi harus ada cara lain yaitu melibatkan peran ulama, sentuh dimensi keadilan dalam lingkungan," ujarnya.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2018 terjadi 1.500 bencana alam dimana 60 persennya adalah longsor disusul banjir dan puting beliung. "Karena Jabar ini secara geologis dari tengah ke selatan berbukit-bukit sedangkan tengah ke utara datar yang identik banjir," katanya.

Melihat kenyataan seperti itu, di era kepemimpinannya, Ridwan Kamil akan menyusun dokumen Resillience Culture Blue Print. Program ini merupakan edukasi menghadapi bencana dan peta potensinya. Ditargetkan cetak biru yang bekerja sama dengan JICA Jepang itu selesai tahun 2019 ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ber48c
February 02, 2019 at 10:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ber48c
via IFTTT

Saturday, January 26, 2019

Repnas: Dunia Usaha Maju dengan Kepemimpinan Jokowi-Maruf

Repnas siap mendukung program percepatan tumbuhnya wirausahawan muda

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Kalimantan Selatan mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (26/1). 

Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Kiai Ma'ruf dan juga Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Erick Thohir. Hadir juga Ketua Dewan Pembina Repnas Bahlil Lahadalia, Sekretaris Nasional Repnas Yuke Yurike, putri Kiai Ma'ruf Siti Mamduhah, dan seribuan relawan pengusaha muda nasional.

Yuke Yurike mengatakan, Jokowi-Ma'ruf merupakan pasangan yang tepat untuk membangun perekonomian Indonesia. Karena itu, menurut dia, pengusaha muda yakin dunia usaha akan semakin baik di bawah kepemimpinan ulama dan umara tersebut. 

Menurut dia, selama empat tahun ini Jokowi sudah meletakan pondasi pembangunan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, melalui infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Sementara, Kiai Ma'ruf memiliki gagasan yang besar terkait dengan arus baru ekonomi Indonesia

"Sehingga Repnas meyakini lima tahun mendatang, dunia usaha semakin baik ketika Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf terpilih di periode kedua," ujar Yuke dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/1).

Yuke mengatakan, pihaknya siap mendukung satu di antara program ekonomi Jokowi-Ma'ruf jika terpilih pada periode 2019-2024, yakni mempercepat tumbuhnya wirausahawan muda dengan penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang melibatkan komunitas pendidikan dan sektor ekonomi kreatif. 

"Jika Jokowi-Ma'ruf terpilih, maka perekonomian Indonesia akan lepas landas menuju Indonesia maju," ucap Yuke.

Yuke menambahkan, Repnas sejauh ini telah gencar melakukan sejumlah program untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf, sekaligus untuk menyerap aspirasi dari dunia usaha di seluruh Indonesia. Di antanya, dengan melakukan diskusi dengan para pelaku usaha se-Nusantara.

"Repnas mengerahkan bus jelajah nusantara yang sekarang tur keliling nusantara untuk langsung bertemu pelaku-pelaku usaha, menyerap aspirasi mereka, dari masyarakat Aceh sampai Papua," kata Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta Selatan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HzfM44
January 26, 2019 at 10:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HzfM44
via IFTTT

Tuesday, January 22, 2019

Ekonomi Dunia Melambat, IMF Wanti-Wanti Soal Utang

IMF menyebut kebijakan fiskal yang tepat harus mampu memastikan rasio utang stabil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan negara-negara berkembang untuk menjaga rasio utang tetap berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dunia yang semakin menantang. Peringatan IMF ini menyusul pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,5 persen di 2019 dan 3,6 persen untuk 2020, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yakni 3,7 persen untuk 2019 dan 2020 berturut-turut.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang 'suram' ini dirilis IMF dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Senin (21/1) kemarin. IMF menggaris bawahi sejumlah risiko yang menekan pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang masih berlangsung hingga rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Dalam paparan World Economic Outlook (WEO) yang diterbitkan IMF pada Januari 2019 ini, IMF menyebut bahwa pasar negara berkembang sebetulnya sudah terbukti 'ampuh' mengatasi kondisi eksternal yang sulit. Selama beberapa bulan terakhir, ekonomi dunia memang diramaikan dengan dinamika tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, naiknya suku bunga bank sentral AS, tumbuhnya nilai tukar dolar AS, hingga volatilitas harga minyak mentah.

"Di beberapa negara, menangani utang swasta yang tinggi, neraca pembayaran, dan ketidakseimbangan aset pada neraca perusahaan, membutuhkan kerangka makroprudensial yang kuat," tulis IMF dalam laporannya.

IMF juga menyebutkan bahwa kebijakan fiskal yang tepat oleh pemerintah negara berkembang harus mampu memastikan rasio utang tetap stabil. Pemerintah, sebut IMF, juga harus sanggup memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran dan merasionalisasikan belanja rutin agar bisa mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Rilis IMF ini senada dengan konten pidato Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, di di konferensi pers Prospektus Ekonomi Dunia di Davos, Swiss yang menyebutkan bahwa mengurangi utang pemerintah adalah salah satu metode untuk menekan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. Lagarde berpendapat, pengurangan utang pemerintah bisa memberikan ruang untuk melawan penurunan ekonomi. Namun, hal itu harus dilakukan secara fleksibel dan lebih elastis, agar pengurangannya justru tak semakin menurunkan perekonomian pada negara tersebut. 

"Mengurangi utang pemerintah yang tinggi akan membuka ruang yang dibutuhkan untuk melawan penurunan di masa depan. Tetapi ini harus dilakukan dengan cara yang adil dan ramah pertumbuhan," ujar Lagarde dalam keterangan resmi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AZ5d4o
January 22, 2019 at 10:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AZ5d4o
via IFTTT