Pages

Showing posts with label 2019 at 11:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:04PM. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

Zahrotur Riyad, Sosok Muslim Pejuang Pendidikan Seksual Anak Pulau

Ia memulai penyuluhan reproduksi di kalangan remaja Kepulauan Riau sejak 9 tahun lalu

Latar belakang pendidikannya boleh saja kedokteran gigi, namun Zahrotur Riyad justru berjibaku dengan penyuluhan reproduksi untuk remaja di pulau-pulau kecil sekitaran Batam, Riau. Angka kehamilan yang tinggi di kalangan remaja setempat membuatnya teguh menyadarkan bahwa tugas remaja adalah belajar sebanyak-banyaknya, bukan mengasuh anak.

Poin utama:

  • Kehamilan di bawah umur menjadi motivasi Zahrotur Riyad untuk memberi pendidikan seks kepada remaja pulau di Kepulauan Riau
  • Kehamilan dan persalinan dini di kalangan remaja pulau tak hanya berpangkal dari pendidikan yang rendah, kata Zahro
  • Dengan kesadaran tentang kesehatan reproduksi, remaja pulau diharapkan bisa berkembang dan ingin tahu tentang banyak hal

Zahro, sapaan akrab Zahrotur Riyad, memulai upaya penyuluhan reproduksi di kalangan remaja Kepulauan Riau sejak 9 tahun lalu. Panggilan untuk menyuluh muncul ketika Zahro bertugas sebagai pegawai negeri sipil yang memberi pelayanan kesehatan gigi di sekolah-sekolah.

"Persoalan dulu ketika saya mulai proyek di sana itu adalah karena seks bebas. Angka kehamilan dan persalinan di usia remaja yang sangat tinggi, di bawah 18 tahun. Bahkan ada satu yang usia 14 tahun," tutur penerima gelar ibu berprestasi kategori kesehatan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kepulauan Riau ini kepada ABC.

Sejak menemukan banyak anak sekolah hamil di luar nikah di tahun 2010 itu, Zahro lantas memberanikan diri meminta izin kepada kepala Puskesmas tempat ia bekerja untuk mengajar kesehatan reproduksi remaja di sejumlah SMP dan SMA.

"Salah satu caranya adalah tiap sekolah saya latih biasanya 15-20 anak untuk jadi konselor sebaya di tiap sekolah," sebut dokter teladan tingkat nasional Indonesia tahun 2016 ini.

Perempuan berjilbab ini mencatat, sepanjang tahun 2014 di pulau-pulau kecil di sekitaran Batam, Kepulauan Riau, ada 33 persalinan dari ibu dengan usia di bawah 18 tahun dan 33 kehamilan dari ibu yang berusia di bawah 18 tahun juga.

Di tahun 2015, angka itu turun jadi 22 persalinan dan 23 kehamilan, kemudian setahun berikutnya yakni di tahun 2016, angka itu turun lagi menjadi 15 persalinan dan 15 kehamilan di bawah 18 tahun.

"Itu yang ke puskesmas, yang ditolong bidan. Yang tidak lapor bisa jadi lebih banyak," ujar dokter gigi lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Data tersebut menjadi titik balik bagi penerima penghargaan CNN Indonesia Heroes 2017 ini. Zahro merasa ia harus berbuat apapun untuk menjadi bagian solusi, sekalipun hal itu melenceng dari bidang awal pekerjaannya.

"Bagi saya, kita bekerja itu memberi solusi atas apapun. Tidak cuma memilah-milah, 'oh ini bukan bidang saya, bukan bidang dokter gigi, ya sudah'."

"Pemahaman saya tidak seperti itu," tegasnya.

Di lingkungan anak pulau, kehadiran Zahro selalu ditunggu. Ia mengaku mengajarkan pendidikan seksual lewat cara informal yang menjauhi kesan jenuh. Padahal, menurut pengakuannya, ia sempat tak dianggap.

"Tahun 2010 itu ketika saya mengajar atau ketika saya melakukan pelatihan konselor sebaya, itu saya enggak dipedulikan."

"Mereka senang ada dokter datang tapi atas apa-apa yang saya katakan itu tidak begitu peduli."

"Tapi sekarang tiap saya datang, mereka akan duduk mendengarkan dengan serius. Meski saya sebenarnya tidak pernah menyampaikan dengan serius ya," kata perempuan asal Lumajang, Jawa Timur ini.

Zahro mengaku ia menyampaikan materinya dengan gaya stand-up comedy atau dengan meggunakan media audio-visual seperti film.

Berkutat dengan anak pulau, menyelami latar belakang dan lingkungan mereka, Zahro mengungkap pendidikan yang rendah tak menjadi faktor ekslusif di dalam minimnya pengetahuan seksual di kalangan remaja pulau.

Ia menyebut lingkaran setan antara kemiskinan, kemalasan, gaya hidup yang kurang higienis serta pendidikan rendah itu sendiri menjadi satu-kesatuan latar belakang.

Oleh karena itu, dalam tiap pertemuan dengan anak-anak didiknya, Zahro selalu berusaha membakar semangat mereka.

"Saya bilang ke anak-anak itu 'kalian mau terus hidup seperti ini? kalian lulus SMP, kawin, terus punya anak. Terus anaknya kalian juga kawin pas SMP terus cucu kalian lahir, kawin lagi SMP. Begitu terus ratusan tahun kalian mau seperti ini? Kalian tidak ingin melihat-lihat dunia?'."

"Saya bangunkan kesadaran lewat hal seperti itu sebenarnya."

Keteguhannya untuk memberikan pendidikan seksual bagi remaja pulau berpangkal dari hal sederhana namun berdampak luas.

"Anak-anak ini aset bangsa. Saya berpikir jika tidak dibangun remaja ini, anak-anak ini dengan pemahaman yang benar tentang segalanya, fondasi yang benar, baik tentang kehidupan, tentang pendidikan dan termasuk seks di dalamnya maka mereka akan begitu seterusnya."

Zahro tak ingin anak-anak itu selamanya menjadi bagian dari masalah bangsa. Mereka, harapnya, harus menjadi bagian dari solusi bagi Indonesia.

"Ketika dibangun kesadaran dari hal-hal seperti fondasi, tentang pendidikan seks misalnya, akan berkembang ke hal yang lain. Itu akan berkembang dengan keinginan untuk tahu lebih banyak."

"Terus saya motivasi untuk bisa bersekolah lebih tinggi, punya cita-cita, hal-hal seperti itu. Sehingga itu bisa mendobrak dan membuat mereka ingin keluar dari kungkungan pulau."

"Maksudnya untuk mendapat yang lebih bagus dan suatu saat akan kembali ke pulaunya itu, meski tidak dalam bentuk fisik ia kembali ke pulaunya itu," tutur perempuan 41 tahun ini.

Zahro sungguh bertekad agar para remaja itu benar-benar memiliki kesadaran bahwa seks bukanlah satu-satunya tujuan dalam hidup.

"Bahwa seks itu adalah kebutuhan, iya itu benar. Tapi itu (dilakukan) ketika sudah dewasa dan bisa bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan tentang segala hal dalam aspeknya."

"Tetapi ketika dalam usia remaja, maka hal utama yang menjadi tujuan adalah belajar sebanyak-banyaknya, berteman dengan sebanyak mungkin orang dan mengambil hikmah dengan bermakna. Bertualang mencari pengalaman."

"Bukan sibuk dengan pikiran tentang seks dan keinginan untuk melakukan seks," pungkasnya.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hht7uh
May 12, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hht7uh
via IFTTT

Thursday, March 28, 2019

Jokowi Janji Selesaikan Pembangunan Jalan di Sulawesi Barat

Jokowi menyampaikan akan menyelesaikan proyek jalan Mamuju, Mamasa, Tabang, Toraja.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menuntaskan pembangunan jalan di Sulawesi Barat. Saat berkampanye di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/3), Jokowi menyampaikan akan menyelesaikan proyek jalan Mamuju, Mamasa, Tabang, Toraja.

Pembangunan proyek ini ditargetkan akan selesai pada 2020 nanti. Selain itu, ia juga berjanji akan merampungkan proyek jalan Polewali hingga Mamasa sepanjang 30 km.

"Saya tadi dapat bisikan bahwa jalan Mamuju, Mamasa, Tabang, Toraja masih kurang 50 km lagi, betul? Saya sampaikan sore hari ini segera akan kita selesaikan," kata Jokowi.

Di hadapan para pendukungnya, Jokowi juga berjanji akan segera menyelesaikan proyek jalan arteri Kota Mamuju menuju Bandara Tampa Padang Mamuju dan pelabuhan.

"Jalan arteri Kota Mamuju menuju Bandara, pelabuhan laut masih kurang 30 km lagi, perlu dibangun tidak?," tambah dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TFwYFV
March 28, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TFwYFV
via IFTTT

Saturday, March 16, 2019

Insiden di Christchurh, Umat Islam Diimbau tak Terpancing

Tindakan aksi teror tersebut tidak berperikemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin MAg meminta umat Islam, untuk tidak terpancing dengan tragedi penembakan di Selandia Baru. Ia mengimbau umat untuk meneduhkan suasana.

"Kepada semua umat Muslim, jangan terpancing dengan situasi ini dengan melakukan tindakan yang justru menimbulkan masalah baru. Mari kita teduhkan suasana agar selalu dalam lindungan Allah SWT," pesan Zainal, Sabtu (16/3).

Zainal menegaskan, tindakan penembakan itu sangat tidak berperikemanusiaan dan tergolong sebagai aksi teror yang meresahkan orang banyak. Zainal turut mengutuk tindakan pembunuhan itu, karena agama apa pun melarang  membunuh orang.  "Tindakan ini sangat keji," tegas Zainal.

Sebagai umat Islam, Zainal menghaturkan duka mendalam atas peristiwa menewaskan puluhan orang yang sedang menunaikan ibadah shalat Jumat di Selandia Baru.

Ia sangat menyayangkan perbuatan teror seperti itu. "Sebagai umat Islam, kami merasa sedih," ucap Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairat Palu itu.

Zainal yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu itu mengecam aksi terorisme yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab. Zainal menilai aksi tersebut sangat biadab dan tidak bermoral karena telah menghilangkan nyawa orang yang tidak berdosa.

Dia meminta pihak kepolisian setempat untuk segera menuntaskan penyelesaiakn kasus pembunuhan itu.

Zainal mengajak seluruh umat Islam mendoakan para korban yang meninggal agar diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat layak disisi Allah SWT.  Gubernur Sulteng Longki Djanggola juga mengutuk kebiadaban aksi teroris tersebut.

Seyogyanya, kata Longki, Presiden dan pemerintah Indonesia melakukan protes atas insiden tersebut, karena WNI ikut menjadi korban di dalamnya. Mudah-mudahan segera terungkap motif dari perbuatan teroris ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jf6ISJ
March 16, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jf6ISJ
via IFTTT

Sunday, February 10, 2019

Indonesia Diminta Tetap Waspadai Wabah Campak Filipina

Pemerintah didesak segera mencari bahan halal sebagai sumber vaksin MR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX, Irma Suryani Chaniago, mengingatkan Indonesia harus sigap dan waspada akan wabah campak. Kesiagaan tetap perlu dilakukan meski menurutnya wabah campak di Filipina sulit untuk masuk ke wilayah Indonesia.

"Filipina bukan destinasi wisata, insya Allah tidak sampai ke Indonesia. Tetapi, kita tetap harus sigap dan waspada," ujar Irma, Ahad (10/2).

Menurut Irma, vaksinasi measles and rubela (MR) untuk menegah terjadinya campak di Indonesia sudah cukup, tapi belum maksimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada pihak-pihak yang menolak untuk melakukan vaksinasi MR.

"Kemenkes terus berupaya mensosialisasikan manfaat vaksin ini, mengingat risikonya yang cukup besar bagi yang tidak tervaksinasi," jelas dia. Irma menambahkan, selain sosialisasi, hal yang kini harus terus dilakukan adalah membuat vaksin MR dengan bahan baku pengganti. Ia pun berharap, vaksin MR dengan bahan baku pengganti itu dapat segera ditemukan dan diproduksi agar penyakit campak tak menjadi wabah.

"Saat ini sedang diusahakan vaksin yang bisa dibuat dengan bahan pengganti. Mudah-mudahan segera ditemukan dan diproduksi tentunya," katanya.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan, wabah campak telah menyebar ke wilayah Luzon dan Visayas. Perluasan sebaran wabah campak ini menyusul adanya laporan lebih dari 1.500 kasus dan 26 kematian.

Sekretaris Departemen Kesehatan Francisco Duque mengatakan, wabah campak juga melanda Calabarzon, Wilayah 6 (Visayas Barat), dan Wilayah 7 (Visayas Tengah). Adapun, Calabarzon melaporkan 104 kasus campak dan sembilan kematian.

Sementara Wilayah 6 mencatat ada 104 kasus dan tiga kematian, serta Wilayah 7 terdapat 71 kasus campak dan satu kematian. Duque juga mencatat terdapat peningkatan kasus campak yang mengkhawatirkan di wilayah Ilocos, Lembah Cagayan, Mimaropa, dan wilayah Bicol.

"Kami memperluas wabah dari Metro Manila ke daerah lain, karena kasus telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan untuk memperkuat pengawasan jika ada kasus baru serta mengingatkan orang tua agar lebih waspada," ujar Duque, dilansir dari CNN, Sabtu (9/2).

Duque mendesak para orang tua agar memberikan vaksin kepada anak-anak, dan segera membawa mereka ke pusat kesehatan ketika gejala campak muncul. Pemerintah Filipina juga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk melaksanakan program imunisasi tambahan bagi anak-anak. Duque menjamin bahwa vaksinasi untuk campak tidak sama dengan vaksin Dengvaxia yang pernah menjadi kontroversi pada 2014.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E2xJnM
February 10, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E2xJnM
via IFTTT

Wednesday, January 23, 2019

Indonesia's external debt remains controlled: BI

Indonesia's external debt at the end of November 2018 was US$372.9 billion.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia's external debt at the end of November 2018 remains controlled with healthy structure. Bank Indonesia communications director Agusman revealed that in a statement here on Wednesday.

The position of Indonesia's external debt at the end of November 2018 was US$372.9 billion, consisting of government and central bank debt of $183.5 billion, and private, including state-owned enterprises debt amounting to $189.3 billion.

Agusman said that the external debt position increased $12.3 billion compared to the previous month due to net withdrawals of external debt and the strengthening of rupiah against US dollar resulted in bigger rupiah debt held by foreign investors in term of US dollar.

Annually, Indonesia's external debt at the end of November 2018 grew 7.0 percent (yoy), higher than the previous month's growth of 5.3 percent (yoy). The increase in the external debt growth resulted from growing government and private external debt growth.

Government external debt growth increased in November 2018. The outstanding government external debt at the end of November 2018 was $180.5 billion, or grew 4.4 percent (yoy), increasing from 3.3 percent (yoy) in the previous month.

The government's external debt growth increased $5.1 billion compared to the previous month on account of foreign capital inflows to Government Securities (SBN) market during November 2018.

Meanwhile, private external debt increased in November 2018. The position of private external debt at the end of November 2018 grew 10.1 percent (yoy), up from the previous month's growth of 7.7 percent (yoy).

The private external debt increased by $7.1 billion on the previous month, mainly driven by net foreign buying of corporate bonds. The private external debt was mainly incurred by the financial and insurance services sector, manufacturing sector, electricity, gas, and water supply sector, as well as the mining sector.

The share of the four sector external debt to the total private external debt reached 73.9 percent, relatively higher than the share in the previous month (72.9 percent).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RJ9ZgT
January 23, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RJ9ZgT
via IFTTT

Saturday, January 19, 2019

Kongres PSSI tak Bahas Khusus Kasus Pengaturan Skor

Secara umum PSSI akan melakukan evaluasi kegiatan organisasi satu tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan membahas khusus masalah pengaturan skor. Kongres Tahunan PSSI ini akan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, Bali, pada Ahad (20/1)

"Soal itu akan dibahas dalam satu kesatuan program tahun 2019. Karena, jangankan tahun 2019, pada kongres tahun lalu juga sudah ada program kerja tentang area integritas," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Sabtu.

Ratu melanjutkan, pembahasan pada kongres tahun 2018-lah yang menjadi alasan mengapa PSSI terus bekerja sama dengan pihak Genius Sports. Ini perusahaan yang memfokuskan perhatian pada kemungkinan-kemungkinan terjadinya pengaturan skor dalam laga sepak bola di berbagai belahan dunia.

Yang berbeda, kata Ratu, untuk tahun 2019, PSSI akan memanfaatkan data-data dari Genius Sports yang dipadukan dengan tugas Komite Khusus (Ad Hoc) Integritas PSSI yang rangkanya disusun sejak Desember 2018. "Komite itu didirikan melalui rapat Komite Eksekutif PSSI. Pengaturan skor juga dibicarakan dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan kepolisian pada pekan lalu. Itu menjadi bagian besar dari seluruh program tahun 2019."

Ratu memastikan, terkait isu pengaturan skor, PSSI melakukan apa yang memang seharusnya dilakukannya sebagai sebuah organisasi olahraga. Dalam kongres tahunan ini, secara umum PSSI akan melakukan evaluasi kegiatan organisasi selama satu tahun ke belakang dan rencana kerja tahun berikutnya atau tahun 2019.

Beberapa hal khusus juga akan dibahas dalam kongres seperti terkait tim nasional, keorganisasian, dan lain-lain. PSSI juga mengklaim semua materi kongres tahunan yang diikuti 85 pemilik suara (voter) ini akan dijalankan mirip dengan kongres FIFA.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sJN2LP
January 19, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sJN2LP
via IFTTT

Friday, January 4, 2019

Petugas Antar Ribuan KTP-El ke Rumah Warga

1.081 keping KTP elektronik akan dikirimkan ke 20 kecamatan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Menumpuknya keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (El), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menyerahkan 1.081 keping KTP-el yang sudah jadi kepada Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP). Personil Bapol PP akan membagikan ribuan keping KTP-el kepada warga yang bersangkutan, Jumat (4/1).

Sekretaris Banpol PP Kota Bandar Lampung Wisnu mengatakan, sebanyak 50 personil Bapol PP akan mengunjungi 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung. “Sebanyak 1.081 keping KTP elektronik tersebut akan dikirim ke 20 kecamatan dan selanjutnya dikirim ke pemiliknya,” katanya.

Dari 1.081 keping KTP-el yang menumpuk belum diambil pemiliknya, berada di Kecamatan Kedaton 51 keping, Sukarame 63 keping, Tanjungkaran Barat 74 keping, Panjang 78 keping, Tanjungkarang Pusat 49 keping,  Telukbetung Selatan 42 keping,  Telukbetung Barat 24 keping, Telukbetung Utara 44 keping, Rajabasa 52 keping.

Tanjungsenang 48 keping, Sukabumi 75 keping, Kemiling 114 keping, Labuhanratu 48 keping, Wayhalim 56 keping, Langkapura 42 keping, Enggal 26 keping, Kedamaian 67 keping, Telukbetung Timur 65 keping, dan Bumiwaras 63 keping.

Menurut Wisnu, sebanyak 50 anggota Banpol PP tersebut akan dibagi dalam 20 kecamatan tersebut, untuk membagikan KTP-el kepada pemiliknya. Pengantaran KTP-el kepada warga secara langsung oleh personil Banpol PP tersebut atas instruksi dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.

Pembagian KTP-el kepada warga secara langsung tidak dipungut biaya apa pun. Warga diharapkan tidak susah lagi pergi ke Kantor Disdukcapil sekedar hanya mengambil KTP-el atau menanyakan KTP-nya sudah jadi atau belum.

Budi, warga Langkapura, mengapresiasi perintah wali kota yang meminta anggota Banpol PP mengantarkan langsung KTP-el warga yang sudah jadi ke rumahnya masing-masing. “Ini bentuk pengabdian dan pelayanan pemerintah kepada warganya. Jadi, warga tidak dipersulit lagi hanya ingin mendapatkan KTP padahal kewajiban pemerintah,” ujar lelaki bekerja di sektor swasta.

Menurut dia, warga sudah antusias datang ke kantor Disdukcapil jauh-jauh dari rumah hanya untuk membuat KTP-el, seharusnya pemerintah lebih gesit dan cepat melayani warganya yang ingin memperoleh haknya, bukan malah mempersulit atau menunda-nunda. “Selama ini yang terjadi, warga mengantre lama buat KTP-el, jadinya belum jelas kapan, harus datang lagi tapi juga belum pasti selesainya,” ujarnya.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2C0Qp5b
January 04, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2C0Qp5b
via IFTTT