Pages

Showing posts with label 2019 at 11:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:28PM. Show all posts

Wednesday, April 3, 2019

Klopp Bicara Puasa Gol Salah dan Situasi Van Dijk

Klopp mengatakan puasa gol tak berarti karier Salah sudah berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pelatih Liverpool Juergen Klopp mengatakan, paceklik gol yang sedang melanda Mohamed Salah pada pertengahan musim Liga Primer Inggris 2018/2019 tidak mengganggu tim atau pemain lain. Paceklik gol juga tak berarti kariernya sudah berakhir.

"Ketika semua orang berbicara tentangnya (Salah), saya tidak tahu berapa banyak pertandingan, dia sepertinya tak peduli tentang hal itu, sama seperti saya," jelas Klopp dikutip Four Four Two, Rabu (3/4).

Pemain berpaspor Mesir ini mencetak 44 gol dalam musim perdananya bersama the Reds. Akan tetapi, musim ini ia baru mengoleksi 20 gol di semua kompetisi, dan gagal mencetak gol dalam beberapa laga terakhir Liverpool.

Alhasil itu merupakan periode puasa gol terpanjang Salah sejak musim 2015/2016 lalu ketika masih memperkuat AS Roma  Namun, Klopp tetap kerasaan, gol yang ditunggu-tunggu bakal segera hadir dan Salah akan membuktikan hal itu.

"Kariernya belum berakhir! Seolah-olah dia bisa mencetak 20 gol tahun ini maka dia mencetak 60 di dua terakhir. Wow, itu tak terlalu buruk," sambung Klopp.

Karamnya Salah ternyata memberi berkah kepada dua rekan setimnya, Sadio Mane dan Roberto Firmino. Masing-masing mencetak 20 gol dan 14 gol sekaligus membantu Liverpool terus melaju di jalur positif.

Juru taktik asal Jerman memberikan informasi terbaru terkait situasi terkini bek Virgil van Dijk jelang bentrokan versus Southampton di Stadion St Mary's. "Sebenarnya tidak ada masalah besar. Setelah pertandingan, Anda berpikir tentang Van Dijk, tetapi ia berlatih dengan baik, benar-benar normal."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FWjYIj
April 03, 2019 at 11:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FWjYIj
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Pemerintah Tentukan Ambang Batas Kelulusan Seleksi PPPK

Peserta seleksi PPPK harus melalui tiga tahapan; administrasi, kompetensi, wawancara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti halnya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pemerintah juga menentukan ambang batas kelulusan bagi peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Nilai peserta PPPK minimal harus memenuhi ambang batas yang telah ditentukan.

Penetapan itu dituangkan dalam dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) No. 4/2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian. "Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri PANRB yang menentukan nilai ambang batas seleksi PPPK," ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Mudzakir dalam keterangannya, Jumat (22/2).

Nilai ambang batas untuk kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural paling rendah 65 (akumulatif), dan nilai kompetensi teknis paling rendah 42. Jika peserta memenuhi nilai ambang batas tersebut, maka juga harus melampaui nilai ambang batas wawancara berbasis komputer paling rendah 15.

Setiap peserta seleksi PPPK harus melalui tiga tahapan yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi, dan seleksi wawancara. "Dalam tes yang akan berlangsung tanggal 23 dan 24 Februari ini, setiap peserta harus mengerjakan 100 soal, terdiri dari 90 soal kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan 10 soal wawancara berbasis komputer," kata Mudzakir.

Seleksi PPPK saat ini dibuka untuk Tenaga Honorer Eks K-II yang telah mengikuti tes pada tahun 2013 pada jabatan guru, dosen, dan tenaga kesehatan yang terdapat dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Khusus untuk Penyuluh Pertanian, database-nya ada pada BKN dan Kementerian Pertanian, dan database Kemenristekdikti untuk dosen. Sebanyak 372 Pemda telah menyampaikan usulan kebutuhan PPPK.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EbjQCK
February 23, 2019 at 11:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EbjQCK
via IFTTT

Sunday, January 27, 2019

Relawan BMH Jalan Kaki 15 KM demi Salurkan Bantuan

Aksi menolong korban longsor Gowa itu menempuh waktu delapan jam, bolak-balik.

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA -- Penyaluran bantuan untuk korban bencana longsor di Kabupaten Gowa menyisakan kisah tersendiri bagi para relawan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

“Ini memang luar biasa. Relawan Laznas BMH  harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer, jadi pulang pergi 30 kilometer, untuk menyalurkan bantuan,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Syamsuddin, Sabtu (26/1).

Syamsuddin mengisahkan seluruh relawan mulai jalan kaki dari Desa Bissoloro dan berakhir di Desa Mangempang. “Subhanallah, demi amanah, bantuan ini harus sampai, bagaimanapun caranya,” imbuhnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (27/1).

Proses jalan kaki ini pun tidak biasa. “Sebenarnya, jika keadaan normal,  perjalanan dengan kendaraan hanya menempuh waktu 30 menit. Namun, berjalan kaki di lereng gunung saat itu menjadi berat karena hujan deras disertai angin kencang, mengakibatkan banyak ruas jalan  tertimbun longsor dan jembatan terputus. Sehingga,  mau tidak mau harus ditempuh dengan jalan kaki dan memakan waktu selama empat jam sekali jalan. Bolak-balik berarti  delapan  jam,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selain membawa logistik bahan makan pokok, tim relawan Laznas BMH juga menyerahkan makanan siap santap bagi warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka.

Sapada (60 tahun),  warga Desa Mangempang menceritakan saat  hari kejadian tiga titik longsor melanda sekitar rumahnya. “Saat kejadian, kami berlari ke arah lembah yang di sana ada sawah,” katanya.

Syamsuddin mengungkapkan, terputusnya akses membuat bantuan bahan makanan  tersendat. Selain itu,  warga masih banyak mengungsi dan belum dapat bekerja kembali. Warga seperti Sapada yang bertahan tidak mengungsi karena menjaga harta benda,  harus makan seadanya. “Alhamdulillah ada rezeki, datang relawan bawa bantuan bahan makanan. Terimakasih,” ungkap Sapada.

BMH Perwakilan Sulawesi Selatan terus bergerak memberikan layanan kepada para korban banjir bandang di Makassar, Maros dan Gowa.

“Karena ini amanah, dan tugas kami memang menemukan masyarakat yang terdampak namun sulit dijangkau. Alhamdulillah, kami lega, setelah semua amanah telah ditunaikan kepada saudara kita yang berhak menerima,” pungkas Syamsuddin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S8ZvXr
January 27, 2019 at 11:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S8ZvXr
via IFTTT

Wednesday, January 2, 2019

BNPB: Longsor Jadi Bencana Paling Sering di Sukabumi

Terdapat 33 kecamatan di Sukabumi yang berada dalam status bahaya longsor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tanah longsor merupakan bencana yang paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi dalam 10 tahun terakhir.

"Paling banyak adalah bencana tanah longsor, baru kemudian puting beliung dan banjir. Desa Sinaresmi yang baru saja mengalami longsor memang wilayah yang rentan bahaya tanah longsor menengah dan tinggi," kata Sutopo dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (2/1).

Menurut Sutopo, terdapat 33 kecamatan di Sukabumi yang berada dalam status bahaya longsor menengah dan tinggi pada Januari 2019. Sementara itu, delapan kecamatan memiliki kemungkinan longsor yang bisa memicu banjir bandang.

"Peta potensi bencana longsor masing-masing wilayah bisa diakses di portal resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sayang belum banyak masyarakat dan pemerintah daerah yang mengaksesnya," katanya.

Karena itu, kata dia, untuk mengurangi risiko dampak bencana tanah longsor, penataan tata ruang dan wilayah sangat penting dengan memperhatikan peta rawan bencana.

"Wilayah-wilayah yang memiliki risiko bahaya bencana tinggi seharusnya bukan untuk permukiman atau pertanian, melainkan untuk konservasi," tuturnya.

Sebelumnya, terjadi bencana tanah longsor akibat hujan dengan intensitas rendah yang terjadi selama beberapa hari sebelumnya di Desa Sinaresmi, Kabupaten Sukabumi pada Senin (31/12).

Tanah longsor menimbun lahan pertanian dan 30 rumah sehingga 32 kepala keluarga atau 101 jiwa terdampak. Hingga Rabu pukul 13.00 WIB, 15 orang ditemukan meninggal dunia dan 11 diantaranya telah teridentifikasi.

Menurut Sutopo, melihat kemiringan lereng yang terjal karena lebih dari 30 persen dengan materi penyusun berupa tanah berpori yang mudah menyerap air dan gembur, lokasi tersebut seharusnya untuk konservasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VrBlqe
January 02, 2019 at 11:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VrBlqe
via IFTTT