Pages

Showing posts with label March 07. Show all posts
Showing posts with label March 07. Show all posts

Thursday, March 7, 2019

Mengeksplorasi Pintu Rezeki

Ada banyak pintu rezeki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada banyak pintu rezeki. Tiap-tiap anak Adam mendapatkannya dari pintu dan tentunya, cara yang berbeda-beda. Di antara jalan mem peroleh rezeki ialah dengan cara berwiraswasta.

Ragamnya pun bervariasi. Mulai dari berdagang hingga ber cocok tanam, atau bertani misalnya. Berwiraswasta pun dalam agama Islam dipandang amat mulia. Jauh lebih ber harga ketimbang berpangku tangan atau bahkan memintaminta. 

Suatu saat, seperti yang dikisahkan dalam riwayat Abu Dawud, seorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan meminta uang atau makanan. Beliau lantas menegurnya dan mengatakan, “Apakah di rumahmu, tidak ada apa pun?”. Lelaki itu menjawab, “Ada, hanya sejumlah pakaian yang dipakai secara bergantian dan wadah air.” Rasulullah pun meminta agar barang-barang tersebut dibawa ke hadapannya. 

Permintaan itu pun dikabulkan oleh lelaki tersebut. Rasulullah lantas mengambilnya untuk dijual. “Siapa yang hendak membeli dua barang ini?” ucap Rasulullah me nawarkan barang. Seorang sahabat menawarnya dengan satu dirham. “Siapa yang membeli dua dirham?” kata Rasulullah. Sahabat lainnya berani menawar dua dirham. 

Kemudian, dua dirham itu diberikan ke pada pemiliki barang. Rasulullah mengatakan agar satu dirham dibelikan makanan untuk keluarganya. Sedangkan sisanya dibelikan karung. Perintah itu pun dilaksanakan. Rasulullah sendiri mengikat pemotong tersebut dengan sebuah tongkat dan menyuruhnya pergi mencari kayu untuk dijual. “Jangan mendatangiku hingga 15 hari,” kata Rasulullah. 

Semua arahan Rasulullah dilaksanakan. Lalu, ia mendatangi Rasulullah dengan mengantongi 10 dirham dari jerih payahnya. Dari penghasilan itu, ia membeli baju dan makanan buat keluarganya. Rasulullah bersabda, “Hal ini jauh lebih baik bagimu daripada mendatangkan masalah sebagai tanda di wajahmu kelak di hari kiamat. Sesungguhnya, masalah hanya pantas bagi tiga (golongan): miskin sangat, terlilit utang, dan terserang penyakit menahun.” 

Islam mendorong produktivitas bekerja dan berusaha secara mandiri. Kreativitas men ciptakan lapangan pekerjaan sendiri, juga dilakukan oleh para nabi. Hampir sebagian besar para nabi, konon memiliki ke giat an menggembala domba sebagai mata pencaharian. Karena itulah, berwirausaha dan membuka peluang kerja secara mandiri, ditekankan dalam Islam. Allah SWT berfirman: “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS al-Qashash [28]: 77). 

Allah juga menyerukan agar hamba-Nya aktif mengekspolarasi pintu rezeki yang pada dasarnya telah tersedia. Hal ini sebagaimana terdapat dalam ayat berikut, “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan, hanya kepada- Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS al-Mulk [67]: 15). 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Uqb5eL
March 07, 2019 at 11:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Uqb5eL
via IFTTT

In Picture: Tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono Terendam Banjir

Ruas tol tersebut hanya difungsikan satu ruas dengan sistem buka tutup.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3). Luapan Sungai Madiun serta beberapa anak sungainya mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun terendam banjir, dan jalan tol yang terendam tersebut hanya difungsikan satu ruas dengan sistem buka tutup. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CacHlP
March 07, 2019 at 11:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CacHlP
via IFTTT

Hindari Perkara yang Membatalkan Pahala Zakat

Salah satu yang membatalkan pahala zakat adalah mengungkit-ungkit zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang pakar fikih dari golongan salaf Ibn Al Jizzi dalam kitab Al Qawanin Al Fiqhiyyah, memberikan peringatan agar siapa pun yang ingin berzakat menghindari perkara-perkara yang bisa membatalkan pahala zakat. Apa sajakah tindakan yang bisa mengurangi kualitas zakat? 

Menurut tokoh bermazhab Maliki ini, hal yang bisa menggugurkan pahala zakat, anta ra lain ialah mengungkit-ungkit zakat yang telah diberikan. Motifnya bisa jadi untuk menyakiti si penerima atau agar khalayak ramai mengetahui kedermaannya. Ini sangat dikecam dan akan merugikan muzaki. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). (al-Baqarah [2] : 264). 

Ibn Al Jizzi juga meminta agar para muzaki tidak mengumpulkan para mustahik dan membuat kerumunan massa. Menurutnya, selain bisa memicu kericuhan, tindakan seperti ini bisa memunculkan sifat pamer kepada orang lain.

Padahal, anjuran yang ditekankan saat membayar zakat ialah dilakukan secara tertutup dan tidak perlu diketahui banyak orang. Sedekah wajib ataupun sunat supaya ditunaikan jauh dari mata manusia ramai karena ini sangat utama.

“Dan jika kamu menyembunyikannya [173] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS al-Baqarah [2]: 271). Lebih mudahnya, ia menyarankan agar muzaki membayar zakatnya melalui lembaga-lembaga amil zakat.

Namun, menurut Mazhab Syafii dan Hanbali, bila sedekah itu ialah wajib seperti zakat, boleh menampakkannya di depan orang lain. Dengan catatan, jauh dari sikap pamer. Penampakan zakat tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk menarik minat yang lain untuk berzakat. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EKQ9bR
March 07, 2019 at 11:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EKQ9bR
via IFTTT

In Picture: Trotoar dan Bahu Jalan Pasar Senen Digunakan Untuk Berdagang

Kondisi ini mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan menghambat arus lalu lintas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pedagang menggelar barang dagangannya diatas trotoar dan bahu jalan di kawasan Pasar Senen, Jakarta, Kamis (7/3). Keberadaan pedagang yang menjual barang dagangannya diatas trotoar hingga bahu jalan tersebut mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan menghambat arus lalu lintas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TAj0c5
March 07, 2019 at 11:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TAj0c5
via IFTTT

Pejabat Pemprov Jambi 'Malas' Lapor Kekayaan ke KPK

Tingkat kepatuhan LHKPN di Jambi hanya 23 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Provinsi Jambi cukup rendah. Dari catatan LHKPN 2018, tingkat kepatuhan pejabat Pemprov Jambi untuk melaporkan harta kekayaannya hanya sekitar 23 persen.

"Tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN di Jambi ini masih terbilang rendah ya sekitar 23 persen untuk laporan tahun lalu tahun 2018," kata Febri dalam pesan singkatnya, Kamis (7/3).

Meskipun begitu, Pemda dan DPRD Kabupaten Sorolangun, Jambi justru memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, yakni sekitar 83,67 persen pejabat Pemda dan 73,53 persen anggota DPRD di kabupaten tersebut. "Meskipun masih ada sejumlah penyelenggara negara lainnya yang belum melaporkan," ujarnya.

Febri menuturkan sejak Senin (4/3) KPK mengirimkan tim LHKPN ke Jambi untum mengklarifikasi sejumlah aset milik 14 kepala daerah di provinsi tersebut. Klarifikasi dilakukan dengan metode wawancara langsung terhadap 14 kepala daerah itu.

Selain proses wawancara, tim juga turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi aset. Pengecekan dilakukan untuk menguji validitas harta kekayaan baik yang sudah dituangkan dalam LHKPN atau yang belum dilaporkan.

KPK berharap kepada seluruh Pemda untuk memberikan sanksi tegas terhadap jajarannya yang malas melaporkan harta kekayaan. Apalagi kewajiban pelaporan harta kekayaan jelas diatur dalam Undang-undang Tipikor. Diketahui, seluruh instansi paling lambat melakukan pelaporan kekayaan pada 31 Maret 2019. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IW6xeN
March 07, 2019 at 11:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IW6xeN
via IFTTT

Masjid Kowloon Simbol Berkembangnya Syiar Islam

Masjid Kowloon merupakan pusat kegiatan keagamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada perkembangannya, Masjid Islamic Centre Kowloon atau lebih dikenal dengan nama Masjid Tsim Tsa Tsui (TST) ini menjadi simbol berkembangnya syiar Islam di Hong Kong.

Masjid ini dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan, baik oleh warga Muslim asli Hong Kong sendiri maupun pekerja migran, termasuk dari Indonesia. Masjid juga biasa digunakan tempat akad nikah.

Jamaah yang ingin melaksanakan akad nikah secara syariat Islam diharuskan membawa surat izin menikah dari Departemen Nikah (Marriage Department), dua saksi (harus laki-laki atau dua perempuan untuk mengganti satu lakilaki), dengan biaya akad nikah sekitar 500 dolar Hong Kong.

Masjid ini juga sangat membantu Muslim Hong Kong lain dari berbagai negara. Di antaranya Tiongkok, Indonesia, Filipina, Bangladesh, Pakistan, Ing gris, dan Prancis. 

Pihak masjid menguasai beberapa bahasa sehingga dapat memudahkan komunikasi dengan jamaah, termasuk para mualaf yang masih dalam taraf belajar dan perlu bimbingan.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TA77Da
March 07, 2019 at 11:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TA77Da
via IFTTT

Menelusuri Keindahan Masjid Kowloon

Ruang utama shakat didominasi granit putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kini saatnya kita melihat detail keindahan pada setiap struktur bangunan besutan arsitektur IM Kadri ini dari bawah. Struktur bangunan yang paling pertama bersentuhan adalah tangga dan pagar warna hitam dengan motif bunga.

Setelah melewati anak tangga baru akan terlihat detail keindahannya dari semua unsur-unsur bangunan masjid, yang pertama adalah ventilasi (roster GRC) dengan motif garis lengkung.

Ventilasi berwarna coklat ini mengelilingi dinding bagian dasar dan dinding lantai dua. Di beberapa negara, ventilasi tersebut sering disebut GFRC Glass Fiber Reinforced Concrete adalah jenis beton komposit, yang memiliki kekuatan akan tekanan tinggi, tahan cuaca, tahan api, dan mudah dibentuk. Setelah melihat roster-roster klasik, saatnya meninjau ruang utama.

Di ruangan yang didominasi warna dasar dari granit putih itu, ada terdapat dua lampu kristal yang cahayanya mampu menyilaukan mata. Dua lampu kristal dengan bentuk sarang tawon ini menggantung sejajar di tengah-tengah ruangan masjid. Sehingga lampu gantung merupakan aksesori satu-satunya yang terdapat pada ruang utama.

Di lantai pertama ini, memang tak ada hiasan dinding. Hiasan menggunakan lempengan metal hanya terdapat di lantai kedua. Bagian unik lainnya dari masjid ini adalah keberadaan tempat wudhu dengan deretan tempat duduk. 

Di setiap pancuran, disediakan tempat duduk berbentuk persegi panjang. Tanpa lahan parkir Meski fungsinya sebagai fasilitas umum, Masjid Kowloon tidak menyediakan lahan parkir bagi jamaah yang hendak membawa kendaraan roda dua atau empat. 

Berbeda dengan masjid lainnya, termasuk sejumlah masjid Indonesia yang memiliki lahan parkir yang luas. Tidak tersedianya lahan parkir itu karena Pemerintah Hong Kong mewajibkan warganya, untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi. 

Ada dua gerbang masuk dan keluar menuju masjid dari stasiun kereta (MTR) Tsim Tsa Tsui, di sebelah selatan sehingga pintu ini sangat memudahkan akses jamaah, yang baru turun dari kereta menuju masjid.

Selain dekat dengan stasiun, masjid ini juga dekat halte bis kota. Dengan demikian, keberadaan masjid ini lebih nyaman bagi jamaah yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hb9vuv
March 07, 2019 at 11:26PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hb9vuv
via IFTTT

Keindahan Arsitektur Masjid di Hong Kong

Ada lima masjid yang dikenal memiliki arsitektur yang indah,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid Kowloon atau disebut Islamic Center Kowloon merupakan salah satu masjid ternama di Hong Kong, Cina. Sejak Islam masuk Hong Kong pada abad ke-19, negara yang dijuluki Pearl of Orient ini telah memiliki lima masjid yang dikenal masyarakat dunia atas keindahan arsitekturnya.

Masjid yang telah dikenal masyarakat dunia, di antaranya Masjid Jamia, Masjid Ammar Wanchai, Masjid Chai Wan, Masjid Stanley, dan Masjid Ibrahim Yau Ma Tei.

Namun, tampaknya di antara lima masjid di atas tadi, Masjid Kowloonlah yang memiliki beberapa keunggulan mulai dari ukuran sampai desain arsitekturnya yang megah dan mewah. Desain arsitektur masjid, yang terletak di perempatan Jalan Nathan dan Jalan Haiphong ini memiliki desain modern tradisional, dengan model persegi.

Jika dilihat dari udara, bentuk kotak dua susun pada masjid yang pertama kali dibangun pada 1896 ini, seperti kue ulang tahun lengkap dengan empat lilinnya. Keempat lilin adalah personifikasi dari keempat menara yang menjulang tinggi. Ada beberapa unsur yang menjadikan Masjid Kowloon ini terlihat lebih unggul setelah direnovasi terakhir pada 2008.

Selain dari bangunannya yang berbentuk persegi, yakni warna merah dan kubah yang berada di atas masjid membuat masjid ini terlihat dinamis.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UoVM61
March 07, 2019 at 11:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UoVM61
via IFTTT

In Picture: Indofest 2019 Diserbu Pengunjung

Pameran tersebut menampilkan berbagai macam produk kegiatan luar ruang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pameran Indofest 2019 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (7/3), resmi dibuka. Pameran yang berlangsung 7-10 Maret 2019 tersebut menampilkan berbagai macam produk kegiatan luar ruang dengan berbagai merek dengan diskon hingga 50 persen diantaranya tas ransel, tenda, sepatu hingga perjalanan wisata alam bebas. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C97ydI
March 07, 2019 at 11:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2C97ydI
via IFTTT

In Picture: Belanja Barang Outdoor Lewat Aplikasi Lelang

WOWBID merupakan pelopor aplikasi lelang live streaming pertama di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi lelang live streaming WOWBID turut berpartisipasi dalam gelaran Indofest 2019 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (7/3). Dengan aplikasi ini pengunjung dapat membeli barang dengan cara lelang dari harga yang termurah.

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EGUywn
March 07, 2019 at 11:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EGUywn
via IFTTT

Hotel di Sukabumi Diminta Sediakan Kotak Literasi Warga

Kotak Literasi Warga disediakan demi memudahkan masyarakat membaca buku

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi meminta setiap hotel di Kota Sukabumi untuk menyediakan kotak literasi warga cerdas (Kolecer). Langkah ini untuk memudahkan bagi warga dalam membaca buku di setiap tempat termasuk hotel dan tempat umum lainnya.

‘’ InsyaAllah dalam kerangka semakin memasyarakatkan literasi, semua hotel secara bertahap akan dimintakan untuk menyiapkan kotak literasi dan pojok bacanya,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan Kamis (7/3). Harapannya para tamu pun dapat dengan mudah mengakses bacaan sebagaimana ditemui di hotel yang ada di daerah lain.

Semangat yang ingin diraih ungkap Fahmi adalah pemerintah ingin mewariskan peradaban yang lebih baik kepada warga. Sehingga menjadi warga yang cerdas dan melesat dalam mendapatkan informasi.

Menurut Fahmi, pemkot juga akan menyediakan pojok baca di setiap taman terbuka publik yang ada di setiap kelurahan. Seperti diketahui Pemkot Sukabumi meluncurkan program kelurahan sport center. Di mana dalam kawasan itu terdapat pojok baca untuk warga yang berkumpul dan berolahraga di tempat tersebut.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan program Kolecer di Taman Sempur, Kota Bogor pada 15 Desember 2018 lalu. Dalam kesempatan itu Kota Sukabumi mendapatkan satu Kolecer dari Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi Nicke Siti Rahayu menambahkan, Kolecer dari Pemprov Jabar itu kini ditempatkan di Alun-Alun Sukabumi. ‘’ Hadirnya sarana ini memungkinkan masyarakat bisa membaca koleksi buku yang tersedia di pusat keramaian,’’ imbuh dia.

Intinya program Kolecer ini bagian dari kegiatan street library. Dalam Kolecer terdapat sebanyak 80 eksemplar buku. 

Nicke menuturkan, keberadaan Kolecer ini mendapatkan sambutan dari warga yang mengunjungi Alun-Alun Sukabumi. Di mana mereka membaca buku yang tersedia di Kolecer. Bahkan ada sebagian warga yang meminta tambahan jumlah buku di Kolecer.

Antusiasme warga ini sambung Nicke, menggambarkan minat baca warga Sukabumi yang mulai meningkat. Salah satu parameternya adalah tingkat kunjungan ke perpustakaan dalam hal ini sarana Kolecer.

Menurut Nicke, rencananya jumlah Kolecer di Kota Sukabumi akan ditambah. Rencananya akan ditempatkan di sejumlah taman terbuka hijau atau publik.  Upaya ini akan dilakukan dengan menggandeng sejumlah lembaga yang peduli dengan program literasi.

Kolecer juga ungkap Nicke akan ditempatkan di program kelurahan sport center. Di mana di setiap lokasi tersebut akan ditempatkan Kolecer atau pojok baca bagi masyarakat.

Selain Kolecer lanjut Nicke, Kota Sukabumi juga memiliki mobil perpustakaan keliling. Sarana ini untuk menjangkau warga yang berada di daerah dan taman publik. Dalam setahun ada 41 titik layanan perpustakaan keliling dengan 288 kali putaran kegiatan.

Jumlah mobil perpustakaan keliling yang dimiliki mencapai sebanyak tiga unit. Ke depan Nicke berharap ada motor perpustakaan keliling untuk menjangkau warga yang ada di gang-gang kecil.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TnCvpd
March 07, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TnCvpd
via IFTTT

Masjid San Jose Warnai Kehidupan Masyarakat Kosta Rika

Setiap harinya Masjid Kosta Rika ramai jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid San Jose, yang lokasinya berdekatan dengan Muslim Cultural Center di distrik Calle Blancos, pun kian semarak. Shalat fardhu ataupun tarawih berjamaah selalu dipadati oleh umat. Tidak hanya itu, pengurus masjid turut pula mengisi kegiatan dengan kajian agama dan pendidikan baca Alquran.

Imam masjid, Syekh Elsafi Abdel Majid, kerap memimpin langsung kegiatan tersebut. Berpuasa akan mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” tegas Syekh Elsafi, yang berasal dari Mesir. 

Satu hal penting, puasa juga menanamkan jiwa sosial. Diungkapkan ulama ini, puasa sepanjang hari dimaksudkan untuk menyelami kondisi kaum tidak berpunya yang kerap kekurangan makanan. Aplikasi dari perintah berbagi dilaksanakan dengan memberikan santapan kepada warga miskin tanpa memandang latar belakang etnis atau agama.

Pada bagian lain, disebutkan Syekh Elsafi, masjid di San Jose merupakan satu-satunya masjid yang cukup representatif di Costa Rica. Dibangun pada tahun 2003 silam, masjid pun segera menjadi salah satu pusat kegiatan utama umat Muslim setempat. 

Masjid berfungsi sebagai tempat peribadatan. Selain itu, masjid juga berfungsi untuk pendidikan agama serta aktivitas sosial kemasyarakatan. Bisa dikatakan, masjid tersebut merepresentasikan keberadaan umat Muslim sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga Costa Rica.

Kehadiran komunitas Muslim turut mewarnai keseharian di masyarakat. Keterlibatan mereka di bidang jasa dan perdagangan sedikit banyak telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian negara

Oleh karena itulah, warga lokal menyambut dengan sukacita dan menghargai sumbangan yang diberikan komunitas Muslim. Saling pengertian dan toleransi bersemi. Kami sangat menikmati suasana damai di Costa Rica,’’ sambung Sasa.

Hampir tidak ada kekerasan atau diskriminasi berdasarkan perbedaan etnis atau agama. Costa Rica dikenal karena tingkat toleransi yang tinggi. Kaum minoritas, termasuk Muslim, dilindungi keberadaannya oleh konstitusi negara. 

Seperti ketika komunitas Muslim ingin mendirikan masjid di San Jose. Diuraikan Sasa, tidak ada keberatan atau protes dari kaum non-Muslim. Dukungan justru datang dari berbagai kalangan sehingga rencana pembangunan rumah ibadah bisa terealisasikan. 

Demikian halnya dengan pembentukan Muslim Cultural Center, lembaga dan organisasi Muslim, tidak lantas menimbulkan polemik. Inilah bagian dari kehidupan multikultural yang berjalan dengan baik dan umat Muslim berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan semangat tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tWISAy
March 07, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tWISAy
via IFTTT

Muslim Kosta Rika Hidup Sebagai Pedagang

Bulan Ramadhan merupakan momentum muslim kosta Rika perkuat silaturahim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konsentrasi komunitas Muslim berada di San Jose. Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang tinggal di kota-kota besar lain di negara itu. Mereka hidup sebagai pedagang atau pengusaha. 

Kondisi itu tidak menjadi masalah karena mereka terus menjalin komunikasi. Pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan Ramadhan atau hari besar agama, umat akan berkumpul dan bersilaturahim. Kegiatan itu bertujuan untuk merekatkan ukhuwah (persaudaraan). 

Buka puasa bersama sangat dinanti. Masing-masing keluarga akan membawa makanan khas dari negara asal mereka untuk kemudian disantap bersama. Mereka sudah seperti sebuah keluarga besar dan sangat menikmati keakraban tersebut. 

Menurutnya, umat yang berasal dari etnis dan budaya berbeda ini sama-sama merasakan senasib sepenanggungan. Hidup dan menetap di negara yang jauh dari negara asal serta menjadi kaum minoritas, tentu bukan perkara mudah. Namun, Islam mempersatukan mereka dan membentuk ikatan yang kuat.

Dari penjelasan Sasa, bulan Ramadhan merupakan momen yang ditunggu segenap umat Muslim Costa Rica. Mereka bisa berkumpul sekaligus melaksanakan aktivitas keagamaan bersama. 

Sehingga, komunitas Muslim memperoleh dua keutamaan sekaligus. Pertama, bisa memperkuat tali silaturahim antarumat. Kedua, meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT,’’ kata imigran asal Lebanon ini menambahkan.

Masjid San Jose, yang lokasinya berdekatan dengan Muslim Cultural Center di distrik Calle Blancos, pun kian semarak. Shalat fardhu ataupun tarawih berjamaah selalu dipadati oleh umat. Tidak hanya itu, pengurus masjid turut pula mengisi kegiatan dengan kajian agama dan pendidikan baca Alquran.

Imam masjid, Syekh Elsafi Abdel Majid, kerap memimpin langsung kegiatan tersebut. Berpuasa akan mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” tegas Syekh Elsafi, yang berasal dari Mesir. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tX3HMu
March 07, 2019 at 11:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tX3HMu
via IFTTT

Pemkab Pekalongan akan Pulihkan Lahan Pertanian

Banjir rob sering menyebabkan lahan pertanian menjadi hancur.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan memulihkan lahan pertanian. Pekalongan berencana akan membangun tanggul raksasa untuk mencegah terjadinya banjir rob.

Berbagai dampak sosial dan lingkungan, kemungkinan akan berlangsung setelah pembangunan tanggul raksasa di sepanjang pesisir utara Kabupaten dan Kota Pekalongan selesai dilaksanakan. Salah satu dampak yang kemungkinan terjadi, antara lain mengenai fungsi lahan di kawasan pesisir.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyebutkan, salah satu dampak yang akan timbul adalah perubahan kawasan pesisir di beberapa desa kawasan Kecamatan Tirto. ''Saat ini, kawasan pesisir di kecamatan itu banyak difungsikan menjadi tambak. Dengan adanya tanggul, tentu keberadaan tambak akan sulit dipertahankan,'' kata dia, Rabu (6/3).

Dia menyebutkan, dampak perubahan ini teruatama akan terjadi di wilayah Desa Jeruksari dan Mulyorejo Kecamatan Tirto. ''Sebenarnya, areal tambak yang berada di wilayah ini juga tidak bisa digarap optimal, karena kerap terjadi rob. Setiap kali terjadi rob, kawasan tambak juga menjadi hancur,'' kata dia.

Untuk itu Asip menyebutkan, setelah tanggul raksasa selesai dibangun, maka kawasan tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai lahan pertanian. ''Sebelum dilanda banjir rob dua desa tersebut juga merupakan daerah pertanian yang subur. Karena itu, setelah rob tidak lagi terjadi, maka kawasan yang saat ini merupakan lahan tambak akan dikembalikan menjadi lahan pertanian,'' katanya.

Meski demikian dia mengaku, adalah alih fungsi lahan tersebut, saat ini masih perlu disosialisasikan pada masyarakat. Terutama pada para pemilik lahan tambak, yang masih menolak dilakukannya alih fungsi lahan.

''Masalah ini memang masih menjadi kendala dalam penyelesaian pembangunan tanggul raksasa. Untuk itu, kami akan terus melakukan edukasi pada mereka agar bisa menerima alih fungsi lahan ini,'' katanya.

Bupati Asip juga meminta agar seluruh masyarakat Pekalongan bisa mendukung rencana pembangunan tanggul raksasa  ini. ''Pembangunan tanggul penahan banjir rob sudah dibangun sejak 2017 lalu dan direncanakan selesai akhir 2019. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung karena adanya tanggul raksasa untuk kesejahteraan bersama,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HjxSp0
March 07, 2019 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HjxSp0
via IFTTT

Muslim Kosta Rika Jaga Kebersamaan

Muslim Kosta Rika kebanyakan migran dan warga lokal yang menjadi mualaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ruang shalat utama Masjid Omar di San Jose tampak penuh sesak. Ini adalah malam pekan kedua bulan Ramadhan. Ratusan umat Muslim setempat khusyuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah setelah menggelar kegiatan buka puasa bersama. Mereka benar-benar menikmati kemuliaan bulan penuh berkah itu.

Para jamaah merupakan anggota komunitas Muslim yang tinggal di Kosta Rika. Sebagian sudah turun-temurun menetap di ibu kota San Jose. Kota ini memang merupakan konsentrasi umat Muslim terbesar di negara yang terletak di kawasan Amerika Tengah tersebut.

Namun, jumlah umat Muslim tidak terlalu banyak. Mereka merupakan kelompok minoritas di negeri ini. Berdasarkan data CIA World Factbook, persentase umat Muslim hanya 0,01 persen, atau sekitar 500 jiwa dari 4,2 juta penduduk. Kebanyakan adalah kaum imigran dan sebagian warga lokal yang menjadi mualaf.

Meskipun secara kuantitas tidak signifikan, umat tidak berkecil hati. Justru hal itu memacu mereka untuk terus berkiprah di berbagai bidang. Di intern umat sendiri, mereka senantiasa berupaya memperkuat jalinan ukhuwah dan kerja sama satu sama lain.

Kegiatan shalat berjamaah ataupun buka puasa bersama mencerminkan tekad itu. Pada berbagai kesempatan, mereka saling merajut kebersamaan. Masing-masing memiliki kesadaran bahwa persatuan umat Muslim yang minoritas bisa bereksistensi. 

Seperti diberitakan ticotimes.net, Dr Abdullah Sasa, ketua Muslim Cultural Center, mengatakan, komunitas Muslim Kosta Rika berasal dari beragam negara, seperti Irak, Iran, Maroko, Pakistan, Aljazair, Syria, dan sebagainya. Pendatang asal Lebanon merupakan yang terbesar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tQYYMe
March 07, 2019 at 10:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tQYYMe
via IFTTT

Menghalau Keluh Kesah

Setiap manusia dipenuhi keinginan-keinginan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh:Ahmad Agus Fitriawan

Setiap manusia dipenuhi oleh keinginan-keinginan dan keadaan tempat ia berada. Karena itu, kadang ia senang, tetapi kalau datang kesusahan lalu menjadi risau. Memang itulah manusia. Dia sering kali berkeluh kesah dan memang sulit kita hindari.

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir." (QS al-Ma'aarij [70]: 19-22).

Sifat keluh kesah merupakan sifat fitrah manusia. Namun, janganlah dengan sifat ini mengantarkan manusia ke dalam keputusasaan (QS Yusuf [12]: 87). Mereka yang berkeluh kesah dalam hidupnya selalu diliputi oleh keinginan untuk mengikuti hawa nafsunya.

Menggunting dalam lipatan, menyalip dalam tikungan, memilih jalan pintas, menghalalkan segala cara, dan semua itu sangat membahayakan lingkungannya. Itulah energi negatif dari sifat keluh kesah.

Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan delapan hal yang ditawarkan Alquran dalam surah al-Ma'aarij [70] ayat 23-33

Pertama, selalu melanggengkan shalat. Dalam kondisi dan situasi apa pun, mereka selalu melakukan shalat (QS 70: 23). Kedua, menyisihkan sebagian harta yang dia miliki untuk ditasarufkan kepada yang berhak menerima (QS al-Ma'aarij [70]: 24-25).

Ketiga, senantiasa percaya terhadap hari pembalasan, pada dirinya tidak ada rasa dendam, rasa iri dengki, walaupun dizalimi oleh orang lain. Karena dia yakin bahwa akan ada hari pembalasan di mana orang yang baik akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya (QS 70: 26).

Keempat, tidak pernah takut kecuali kepada Allah SWT. Dengan takut kepada Allah, dapat mendorong manusia untuk meningkatkan amal ibadah kepada-Nya dan selalu menghindar dari segala macam perbuatan maksiat dan dari berbagai bencana yang akan mengakibatkan kemurkaan Allah SWT (QS 70: 27).

Kelima, senantiasa menjaga kemaluannya (QS 70: 29-30). Keenam, selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya (QS 70: 32). Ketujuh, selalu bersaksi dengan adil (QS 70: 33).

Kedelapan, selalu menghiasi kehidupannya dengan sabar dan shalat sebagai penolong (QS al-Baqarah [2]: 45). Sabar dan salat ini merupakan kunci keberhasilan hidup di dunia. Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak mengadu permasalahan hidup ini kepada orang lain, tetapi mengadulah seluruh permasalahan kita dengan kesabaran kepada Allah SWT.

Kalau delapan hal ini dapat diaplikasikan, diamalkan, insya Allah manusia akan terhindar dari sifat keluh kesah terlebih putus asa dalam hidup sehingga akan menemui kedamaian dalam hidup ini.

Rasulullah SAW menyampaikan kepada sahabatnya, "Wahai para sahabatku, tatkala kamu dalam hidup menemui kegalauan, kegagalan, janganlah sekali-kali mengadu kepada orang lain, tetapi mengadulah kepada Allah SWT." n 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IWyjYL
March 07, 2019 at 10:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IWyjYL
via IFTTT

25 Prajurit TNI Diserang 50-70 KKSB

Mereka menyerang saat pasukan TNI melaksanakan pengamanan pergeseran pasukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasukan TNI di Papua kembali mendapatkan serangan dari kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Mereka menyerang saat pasukan TNI melaksanakan pengamanan pergeseran pasukan yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan di Nduga, Papua.

"Mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga pagi tadi," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Penyerangan tersebut terjadi Kamis (7/3) sekitar pukum 08.00 WIT. Pasukan TNI Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum) berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. 

Kemudian secara mendadak, mereka mendapatkan serangan oleh sekitar 50 hingga 70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak. 

"Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang kedalam hutan belantara," jelas Aidi.

Aidi menerangkan, akibat serangan tersebut tiga orang prajurit gugur. Ketiga prajurit tersebut, yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji. Sementara dari pihak KKSB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKSB yang jenisnya masih dalam penyelidikan.

"Ditemukan satu orang mayat dan diperkirakan setidaknya tujuh hingga 10 orang anggota KKSB juga tewas. Tapi mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya," terang dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TDowe8
March 07, 2019 at 10:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TDowe8
via IFTTT

Wisata Halal Dinilai Perlu Dijadikan Prodi Perkuliahan

Wisata halal mengutamakan pelayanan dan fasilitas berbasis syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) mengusulkan agar wisata halal, haji, dan umrah menjadi mata kuliah sekolah tinggi pariwisata. Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, dibandingkan membuat mata kuliah, membuat wisata halal, haji dan umroh menjadi sebuah program studi, menurut dia, jauh lebih efektif.

“Sekolah pariwisata dan fakultas wisata, tinggal tambah prodi tentang wisata halal, yang didalamnya membahas manajemen, sertifikasi dan hal teknis lain,” jelas Sapta saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/3).

Terkait wisata, menurut Sapta, wisata halal tidak jauh berbeda dengan wisata konvensional. Namun memang lebih mengutamakan pelayanan dan fasilitas berbasis syariah. Namun, lanjut dia, perlu adanya pemahaman lebih mengenai manajemen, dan hal teknis lain yang sesuai dengan prosedur keislaman.

“Karena banyak orang yang ingin berwisata dengan fasilitas berbasis syariah,” kata dia.

Untuk mengembangkan wisata halal di Indonesia, menurut Sapta, pemerintah harus lebih serius, terlebih jika memang ingin membentuk penjurusan mengenai wisata halal. Perkembangan wisata halal di Indonesia sendiri, lanjut dia, memang cukup memprihatinkan, padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Sebelumnya, Chairman IITCF, Priyadi Abadi, mengatakan mata kuliah mengenai wisata halal, haji dan umroh penting disusun dan diajarkan agar wisata Muslim berkembang secara masif di Indonesia. "Mahasiswa kita yang akan terjun ke industri pariwisata halal, umrah, dan haji, harus sudah dibekali sedini mungkin tentang kejuruannya," kata Priyadi, kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (5/3).

Priyadi menjelaskan, di perkuliahan pariwisata itu terdapat mata kuliah umum dan mata kuliah kejuruan. Mata kuliah umum ini seperti psikologi dan kewirausahaan. Sementara di mata kuliah kejuruan, sudah spesifik dalam hal penjurusan dan biasanya dimulai pada semester tiga.

Priyadi memaparkan, mata kuliah wisata Muslim nantinya bisa diisi dengan pengenalan dasar-dasarnya terlebih dulu. Misalnya, mengenai perbedaan umrah dan haji. Kemudian terkait misalnya apa itu wisata Muslim, dan apa bedanya dengan wisata umum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H4IPve
March 07, 2019 at 10:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H4IPve
via IFTTT

Konsep Swasembada Pangan Kementan Masih Terarah

Anggota DPR Komisi IV menilai kinerja Kementan masih terarah pada swasembada pangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IV DPR Sudin menyatakan konsep kerja Kementerian Pertanian masih sesuai arah programnya. Khususnya sesuai arah program menuju terwujudnya swasembada dan kemandirian pangan nasional.

Sudin mengatakan, Amran Sulaiman mampu menyusun kinerja secara terprogram sehingga memberikan bukti. "Itu makanya layak Kementerian Pertanian mendapat dukungan kerja. Saya mendukungnya untuk mencapai swasembada pangan," ujar Sudin berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (7/3).

Sudin menyebutkan, Kementerian Pertanian berkomitmen pada swasembada dengan sikap antiimpor. Kemudian mampu bersinergi dan menggerakkan komponen instansinya untuk menggapai swasembada pangan.

"Penyuluh pertanian kan kelihatan diperhatikan ya. Ada pembekalan terpadu supaya penyuluh (pertanian) optimal bekerja dan dapat swasembada," kata Sudin.

Sudin menuturkan, salah satu bentuk lain dari terarahnya kinerja Kementan untuk menuju swasembada adalah kemampuannya menyadari potensi pangan daerah. Sehingga komoditas pertanian akhirnya mampu mencatatkan surplus seperti beras, jagung, dan lonjakan nilai ekspor pangan strategis berdasarkan data BPS.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SQQrCS
March 07, 2019 at 10:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SQQrCS
via IFTTT

Januari 2019, Sebanyak 366 Bencana Terjadi di Indonesia

Puting beliung menempati peringkat pertama bencana terbanyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya 366 bencana terjadi selama Januari 2019. Peristiwa itu menyebabkan 94 jiwa meninggal dunia.

"Awal tahun 2019 hingga 31 Januari tercatat 366 kejadian bencana. Kemudian bencana itu menyebabkan 94 jiwa meninggal dunia dan hilang," ujar Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/3).

Budhi menyebutkan, bencana puting beliung menempati peringkat pertama bencana terbanyak, kemudian diikuti banjir dan tanah longsor. Tak hanya korban jiwa, ia menyebut sebanyak 39 fasilitas peribadatan rusak, 101 fasilitas pendidikan rusak, 106 fasilitas kesehatan rusak, dan 4.013 unit rumah rusak.

"Kemudian sedikitnya 149 jiwa luka-luka," ujarnya.

Budhi menambahkan, bencana yang terjadi selama awal tahun ini menyebabkan 88.613 masyarakat terdampak dan mengungsi. Masalah tidak terhenti di situ, ia menyebut bencana menimbulkan masalah sosial dan ekonomi seperti tekanan jiwa, kekhawatiran atas gejala alam, rusaknya bangunan sosial masyarakat, guncangan budaya, rusaknya sumber ekonomi masyarakat, dan konflik sumber daya.

Pengungsi juga diakuinya menghadapi kondisi internal seperti kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, tingginya risiko menerima penyakit, kebosanan karena tidak pasti harus mengungsi berapa lama hingga terlambatnya distribusi bantuan. Kemudian, dia melanjutkan, masalah eksternal yang harus dihadapi adalah kehadiran para pengungsi yang diakibatkan oleh suatu bencana menimbulkan suatu kompleksitas manajemen penanganan dimana berbagai aktor baik pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XDLOzT
March 07, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XDLOzT
via IFTTT