Pages

Showing posts with label May 08. Show all posts
Showing posts with label May 08. Show all posts

Wednesday, May 8, 2019

ASN Muslim di Purwakarta Wajib Tadarus Alquran Selama Puasa

Tadarus Alquran wajib sebelum beraktivitas di kantor.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA – ASN yang bekerja di lingkungan Pemkab Purwakarta, diwajibkan untuk tadarus Alquran sebelum beraktivitas selama bulan puasa. Tentunya, yang wajib tadarus ini adalah ASN yang Muslim. Tujuannya, sebagai bagian dari memperkuat ibadah para abdi negara tersebut.

Sekda Purwakarta, Iyus Permana, mengatakan, selama bulan puasa ASN masuk kerja lebih pagi satu jam dari hari normal. Selain itu, mereka yang muslim diwajibkan untuk tadarus Alquran sebelum menunaikan kewajibannya sebagai pegawai.

"Jadi, setelah apel pagi, para ASN termasuk THL wajub membaca AlQuran secara berjamaah," ujar Iyus, melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (8/5).

Menurut Iyus, tadarus Alquran dilakukan semua pegawai di seluruh OPD. Apalagi, membaca Alquran merupakan sebuah kewajiban dan kebutuhan umat Muslim. Karena, Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang mana di dalamnya terdapat berbagai petunjuk kehidupan.

Dengan aktivitas baru ini, lanjut Iyus, diharapkan para pegawai lebih fresh serta jauh lebih produktif. Sebab, sebelum bekerja para ASN ini telah terlebih dulu mendapatkan siraman rohani melalui pembacaan ayat-ayat Alquran. "Tadarus Alquran ini, diharapkan jadi spirit untuk meningkatkan produktivitas pekerja kita," ujarnya.

Kepala BKPSDM Purwakarta, Asep Supriatna, mengatakan perubahan jam kerja ini merujuk pada aturan yang dikeluarkan pemerintah melalui KemenPAN-RB. Kemudian, di daerah ada landasan hukum lainnya, yaitu surat edaran bupati.  

"Kami berharap, semua ASN bisa menaati aturan ini. Apalagi, di Purwakarta jam kerja lebih pagi selama puasa, bukan hal yang aneh. Sebab, telah berlaku sejak zaman kepemimpinan bupati sebelumnya," ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WAXMJK
May 08, 2019 at 08:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WAXMJK
via IFTTT

Garuda akan Pasang Wifi di 30 Pesawat

Jaringan wifi dipasang di pesawat Garuda dan Citilink.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sebanyak 30 pesawat milik Garuda Indonesia Group akan dipasangi jaringan internet nirkabel (wifi) oleh PT Mahata Aero Teknologi.

Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Juniarto menyebutkan wifi akan dipasang di 15 pesawat Citilink, lima di pesawat Garuda tipe Airbus A330, dan 10 di pesawat Garuda tipe Boeing 737 NG. Iwan mengatakan pemasangan wifi juga diawasi oleh Lufthansa Technik dan Lufthansa System.

"Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Mahata dengan Lufthansa yang memonitor langsung," katanya dalam konferensi pers Public Expose Insidentil di Hangar 2 GMF AeroAsia, Tangerang, Rabu (8/5).

Untuk memasang wifi, Iwan menuturkan dibutuhkan izin dari otoritas internasional, seperti Federal Aviation Administration (FAA) dari Amerika Serikat dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

"Prosesnya cukup panjang untuk mendapatkan izin," katanya.

Saat ini, dia menyebutkan, yang sudah mendapatkan izin adalah dari pihak Airbus untuk pemasangan wifi di pesawat Airbus 330 dan Airbus 320.

"Yang sekarang ini baru satu dipasang di Citilink, ke depan sudah open purchase sudah siap dikirim dan yakin bahwa pemasangan ini akan terjadi tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Iwan mengaku izin dari pihak Boeing belum didapatkan mengingat adanya kecelakaan Boeing 737 Max 8 di mana masih dalam tahap pembicaraan.

"Target kita September sudah dapat sertifikasinya, wajar karena ini menyangkut keselamatan yang luar biasa," katanya.

Sebelumnya, pada 17 Januari 2019 telah diluncurkan wifi pada pesawat Citilink Indonesia PK GQR dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Pada awalnya, terjadi gangguan (baby sickness) dalam jaringan wifi tersebut, sehingga koneksi kurang lancar.

Pesawat yang telah dilengkapi layanan wifi gratis itu juga telah diterbangkan untuk penerbangan komersial perdana ke Bandara Internasional Yogyakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DQOkuj
May 08, 2019 at 08:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DQOkuj
via IFTTT

Sidang Bawaslu, BPN Ungkap Sejumlah Kejanggalan Situng

Salah satu agenda hari ini mendengarkan keterangan saksi dari BPN Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sidang lanjutan dugaan pelanggaran administrasi pemilu terkait Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU kembali digelar oleh Bawaslu, Rabu (8/5). Salah satu agenda sidang adalah mendengarkan keterangan dari saksi yang dihadirkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga sebagai pihak pelapor.

Ada dua saksi yang dihadirkan yakni Hanfi Fajri dan Zulham. Namun, mereka tidak mengungkapkan apa latar belakang pekerjaan mereka dalam persidangan kali ini.

Kedua saksi mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan yang mereka lihat pada Situng. Salah satu yang diungkapkan yakni soal keanehan formulir C1 untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang telah dipindai bertuliskan nama buah-buahan, bukan nama dari dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hanfi mengaku melihat tulisan buah-buahan ini saat dirinya mengecek Situng pada 1 Mei 2019. Di situ tertera formulir C1 yang berasal dari TPS 29, Kelurahan Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Lazimnya, gambar maupun tulisan buah-buahan ada pada kertas surat suara atau dokumen-dokumen yang digunakan ketika simulasi pemungutan suara dilakukan atau sebelum pemilu dilaksanakan. "Ada juga yang lebih janggal, aneh, lucu disitu KPU mungkin lapar atau apa, disitu ada form C1 tulisannya anggur, apel, sawo, durian. Untuk 01 (Jokowi-Maruf) anggur-apel, 02 [Prabowo-Sandi] sawo-durian," jelas Hanfi dalam persidangan.

Saksi lain,  Zulham mengaku formulir C1 Pilpres bertuliskan nama buah-buahan ini masih ia temukan pada 4 Mei 2019. Hanfi dan Zulham juga mengaku kerap kali melihat Situng secara bersamaan saat sedang berkumpul bersama dan juga melihatnya sendiri saat waktu mereka sedang luang. Keduanya mengaku tergerak melihat Situng karena maraknya informasi yang didapat terkait tudingan kecurangan yang dilakukan KPU, salah satunya melalui Situng.

Apalagi, mereka tak percaya dengan pernyataan komisioner-komisioner KPU yang beralasan bahwa kesalahan pada Situng murni karena kesalahan manusia saat memasukkan data. "Setelah melihat pernyataan komisioner KPU di berita online, lalu ribut-ribut viral di Facebook, Instagram ternyata kata KPU human error, itulah jadi latar belakang kami (cek Situng), kok banyak kesalahan," ucap Hanfi.
"Lalu kami juga mencek apakah sudah diperbaiki seperti yang dibilang di media sosial, karena kan medsos hoaks juga makanya kami pastikan di Situng, ternyata di Situng lebih banyak lagi kesalahan," imbuhnya.
Setelah melihat adanya kejanggalan-kejanggalan dalam Situng, keduanya pun melaporkan temuannya ini ke pihak BPN Prabowo-Sandiaga, dengan harapan langsung disampaikan ke KPU. Meski begitu, mereka menolak bila dikaitkan sebagai relawan atau bagian dari pendukung Prabowo-Sandiaga.
"Tidak ada hubungan (dengan BPN). (Kami) masyarakat yang peduli terhadap proses pemilu yang jujur, adil. Apalagi BPN buka hotline terkait kecurangan-kecurangan proses pemilu," kata Hanfi.
Disinggung soal kenapa tak melaporkan ke KPU atau ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hanfi berdalih data-data yang ditampilkan dalam Situng banyak yang merugikan pasangan Prabowo-Sandi.
"Karena lebih banyak yang 02 dirugikan ya," ujarnya.

Atas keterangan dua saksi tersebut, perwakilan Biro Hukum KPU, Setya Indra Arifin membantahnya. Menurut Indra, pihak KPU sudah memperbaiki kesalahan ini pada 2 Mei 2019. "Apa yang ditemukan Zulham tanggal 4 Mei tadi sudah diperbaiki tanggal 2 Mei," ucap Indra.


 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/305kGuH
May 08, 2019 at 08:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/305kGuH
via IFTTT

Penjaja Takjil Diizinkan Berjualan di Bawah Menara Pakaya

Di luar waktu yang ditentukan, penjaja takjil tak boleh berjualan di Menara Pakaya.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengizinkan pedagang takjil untuk berjualan di bawah Menara Pakaya, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kebijakan itu diumumkan menyusul keresahan para pedagang yang bingung dan khawatir soal izin untuk berjualan di lokasi tersebut.

Nelson mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak pernah melarang penjual takjil di tempat itu. Sejalan dengan itu, ia meminta agar pedagang memerhatikan kebersihan area bawah Menara Pakaya.

"Saya tegaskan, bahwa penjual takjil diizinkan berjualan di sini," ucap Nelson usai mengunjungi Menara Pakaya, Rabu.

Nelson mengungkapkan, para pedagang dapat berjualan mulai dari sebelum buka puasa hingga Maghrib sepanjang bulan Ramadhan. Di luar waktu yang telah ditentukan, pedagang tak diperkenankan membuka lapak.

"Mereka dapat berjualan hingga Maghrib dan setelah itu dapat kembali berjualan, namun pindah lokasi ke Taman Budaya Limboto yang letaknya bersebelahan," ungkap Nelson.

Di Taman Budaya tersebut, menurut Bupati, sudah ada lokasi yang disediakan di bagian dalam taman untuk para pedagang berjualan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VPMQKR
May 08, 2019 at 08:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VPMQKR
via IFTTT

Kasus Bunuh Diri, Indikasi Menguatnya 'Inflasi Pendidikan'

Sekolah terlalu berorientasi nilai lupa menciptakan kultur membangun keterampilan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus seorang wanita yang tewas bunuh diri di Pluit, Jakarta, pekan lalu memancing keprihatinan banyak pihak. Bukan hanya karena peristiwanya yang tragis dimana korban melompat dari lantai 4 sebuah mal, melainkan juga karena indikasi penyebabnya yakni karena wanita tersebut belum mendapatkan pekerjaan. Padahal yang bersangkutan adalah seorang lulusan sebuah perguruan tinggi di Australia.

Pengamat pendidikan, Muhammad Nur Rizal, mengatakan dilihat secara sistem maka hal ini kian menguatkan indikasi adanya 'inflasi pendidikan'. "Dimana lulusan luar negeri tidak memberi jaminan pekerjaan yang berkualitas dan bergengsi," kata Rizal kepada Republika beberapa waktu lalu.

Menurut Rizal, sekolah atau kampus yang terlalu berorientasi pada nilai akademis lupa menciptakan kultur untuk membangun keterampilan seperti daya juang, kegigihan, etos kerja, dan pengembangan keterampilan bekerja berdasarkan minat. Hal ini diperparah jika sekolah kurang memberikan ruang eksplorasi bagi siswa untuk mengembangkan dirinya secara utuh sehingga spiritualitas, intelektual, hingga kemampuan pengelolaan emosi dan sosialnya rendah.

"Akibatnya ketika menghadapi persoalan mereka mudah menyerah, tidak mampu mengelola diri, dan tidak bisa mengkomunikasikan dengan orang lain secara proporsional. Lalu bisa jadi memilih jalan pintas bunuh diri tersebut," kata pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) itu.

Sementara itu dilihat dari sisi keluarga, kata Rizal, hal ini bisa dipandang sebagai minimnya ruang dialog antara anak dengan orang tua sehingga keputusan untuk sekolah atau bekerja bisa jadi didominasi oleh orang tua. "Sehingga anak merasa tertekan dan kurang memiliki ruang untuk mengembangkan keinginan dan minatnya sendiri," kata dosen Teknik Elektro UGM ini menambahkan.

Sementara itu psikolog remaja, Novi Candra, mengungkapkan peristiwa bunuh diri tersebut bisa jadi diakibatkan oleh banyak faktor. Meskipun demikian, terdapat kemungkinan adanya krisis kesehatan mental (health crisis), yaitu meningkatnya problem dan gangguan mental dari stres, depresi bahkan bunuh diri karena ketidaksesuaian antara perubahan global (era disrupsi) dengan model pendidikan.

Ketidaksesuaian ini, ujar Novi, membuat anak-anak muda yang dididik memakai pola lama merasa kebingungan. Apalagi jika institusi pendidikan atau rumah tidak menggunakan pendidikan berbasis manusia. Karena paradigma pendidikan lama berorientasi mencari kerja, maka anak muda yang tidak sadar bahwa kebutuhan kerja telah berubah akan merasa ditekan baik oleh sosial maupun orang tua.

"Lihat bagaimana saking malunya menyandang gelar pengangguran. Alih-alih mencoba wirausaha misalnya, orang tua dan anak-anak memilih sekolah lagi ke jenjang yang lebih tinggi hanya untuk menghindari status sosial," tutur dosen Psikologi UGM ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LuDAIo
May 08, 2019 at 07:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LuDAIo
via IFTTT

Pelatih Persib Dukung Ajax ke Final Liga Champions

Robert Rene Alberts mengatakan mendukung Ajax Amsterdam lolos ke final Liga Champions

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ajax akan menjamu Tottenham Hotspur pada laga leg kedua semifinal Liga Champion di Johan Cruyff Arena, Amsterdam pada Kamis (9/7). Ajax memiliki modal lebih karena di leg pertama berhasil menaklukan Tottenham Hotspur.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts menjadi salah satu pendukung fanatik Ajax. Sebagai pelatih asal Belanda, Robert berharap Ajax dapat lolos ke babak final. "Saya pikir ini akan jadi pertandingan yang sulit bagi Ajax, karena sebelumnya mereka bermain tandang. Tidak ada yang berpikir Ajax akan lolos, tapi ternyata mereka salah," kata Robert di Lapangan Saraga, ITB, Kota Bandung, Rabu (8/4).

Rene menyebut Ajax bisa lolos ke babak final jika mereka tetap bermain seperti di pertandingan sebelumnya. Meskipun banyak yang meragukan Ajax karena mayoritas diisi oleh pemain muda. "Jika kepala mereka tetap dingin, mereka tetap menjaga antusias dan spirit mereka, maka mereka bisa masuk final, saya harap mereka bisa masuk final," kata pelatih berusia 64 tahun ini.

Namun prediksi hanyalah prediksi. Robert menyebut Tottenham akan sangat sulit dikalahkan oleh Ajax. Di sisi lain, Roberst mengakui kesempatan Ajax untuk lolos ke babak final memang terbuka lebar. Menurutnya, Ajax mampu menjaga tren positif mereka selama bertempur di Liga Champion.

"Mereka bermain dengan baik maka mereka punya kesempatan yang bagus, mereka memperlihatkan kualitas mereka," katanya.

Dia berharap penampilan Ajax tidak turun karena cemas menghadapi Tottenham. Dia mengaku penasaran dengan hasil pertandingan leg kedua nanti. "Saya juga penasaran siapa yang akan lolos, tapi saya kira mereka lolos. Ajax is in my blood," katanya bercanda.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H8Hhiy
May 08, 2019 at 07:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H8Hhiy
via IFTTT

Bawaslu: Nomor Pengirim C1 di Menteng Sudah tak Aktif

Bawaslu mengetahui nomor itu dari sopir taksi online yang membawa kardus C1 itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengaku menemui kendala dalam mengungkap identitas pengirim ribuan formulir C1 di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Salah satu kendala yakni nomor pengirim yang sudah tak aktif.

"Ada kendala pada nomor (telepon) si pengirim sudah tidak aktif," kata Komisioner Bawaslu DKI Puadi di Jakarta, Rabu (8/5).

Puadi menuturkan, Bawaslu sudah mengantongi beberapa petunjuk mengenai identitas pengirim dari sopir taksi online.  Sopir itu dimintai keterangan karena membawa ribuan formulir C1 dari seseorang konsumen.

Namun pihak Bawaslu DKI belum mau membeberkan hal itu karena masih dalam proses penyelidikan "Untuk itu investigasi masih dalam proses penelusuran apakah kontak ini atas nama siapa supaya mudah dikomunikasikan," ujar Puadi.

Puadi mengatakan proses investigasi hingga kini masih dilakukan di tingkat Bawaslu Jakarta Pusat dan ditargetkan selesai secepatnya. "Apabila dalam 14 hari diduga ada pelanggaran pidana maka akan dilakukan pembahasan kedua naik ke kepolisian untuk dilakukan pemanggilan lanjutan," ungkap Puadi.

Sebelumnya diberitakan, penemuan ribuan formulir C1 di Jl. Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, saat operasi lalu lintas yang dilakukan Polres Jakpus pada Sabtu (4/5). Ditemukan 2 kardus berisi formulir C1 di bagasi taksi online yang terjaring operasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YeaA98
May 08, 2019 at 07:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YeaA98
via IFTTT

Harga Daging Ayam di Sukabumi Bertahan Tinggi

Harga daging ayam tinggi dinilai biasa terjadi di awal bulan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Harga komoditas daging ayam di pasar tradisional Kota Sukabumi masih cukup tinggi. Pada hari ketiga Ramadhan ini harganya mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perdagangan dan Industri (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Heri Sihombing kepada wartawan Rabu (8/5) mengatakan naiknya harga daging ayam ini biasa terjadi di awal bulan puasa. Nantinya setelah di bulan puasa akan kembali normal lagi. Sebelumnya di awal Mei harga daging ayam hanya sebesar Rp 35 ribu per kilogram.

Heri menerangkan, untuk komoditas lainnya yang mengalami kenaikan adalah daging sapi. Harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp 110 ribu per kilogram menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Jenis daging sapi has luar pun naik dari Rp 120 ribu per kilogram menjadi Rp 135 ribu per kilogram. Selain itu, komoditas telur ayam naik dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Sementara untuk komoditas lain, harganya relatif stabil. Harga beras Ciherang Rp 12 ribu per kilogram, IR 64 Rp 11 ribu per kilogram, IR 64 Rp 9.800 per kilogram, dan beras premium klas I Rp 12.500 per kilogram, serta harga terendah beras Rp 9.000 per kilogram.

Salah seorang warga Kota Sukabumi Dewi N (34 tahun) mengatakan, harga daging ayam cukup memberatkan masyarakat. Sehingga, warga berharap agar harga daging ayam bisa turun seperti sebelumnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H8fVck
May 08, 2019 at 07:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H8fVck
via IFTTT

Iftar Nasi Nampan di Masjid Nurul Badar Pasar Minggu

Iftar nasi nampan digelar Masjid Nurul Badar selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tiga puluh menit menjelang beduk Maghrib, para jamaah sudah berdatangan ke Masjid Nurul Badar, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di halaman depan Masjid, jamaah mengantre rapi untuk mengambil menu iftar atau hidangan berbuka puasa.  

Sore hari, pengurus Masjid telah menyiapkan sejumlah hidangan berbuka. Ada es teh, es buah, lontong oncom, dan gorengan. Hidangan itu disediakan sebagai menu  awal berbuka bagi jamaah.  

Begitu azan Maghrib berkumandang, jamaah yang telah mendapatkan hidangan berbuka langsung menyantapnya. Bersama-sama mereka berbuka puasa di pelataran depan Masjid. 

Setelah membatalkan puasa, para jamaah pun  menjalankan shalat Maghrib berjamaah. Yang menarik, usai shalat Maghrib pengurus Masjid menggiring jamaah ke salah satu pelataran masjid. Jamaah pun diminta duduk membentuk halaqah atau lingkaran kecil. Satu halaqah terdiri dari empat sampai lima orang. 

Tak berapa lama, beberapa pengurus masjid membawa puluhan nampan berisi nasi dengan lauk pauk seperti daging ayam, sayur tahu kuning dan tempe. Hidangan nasi nampan itu diperuntukan bagi jamaah sebagai menu utama berbuka puasa.  

“Setiap tahun begini buka bersama makan nasi di nampan. Sampai akhir Ramadhan insya Allah ada terus,” kata Lukman salah satu petugas masjid yang membagi-bagikan iftar kepada Jamaah saat berbincang dengan Republika.co.id Rabu (8/5). 

Menurut Lukman, saban harinya pengurus masjid menyediakan sebanyak 25 nasi nampan bagi jamaah. Lukman mengatakan tradisi berbuka seperti itu sudah lama dilakukan di masjid Nurul Badar. Dia berharap hal itu bisa diterima jamaah terutama para musafir. “Kita juga sediakan lontong gorengan ratusan ada, cepat ini habisnya,” katanya. 

Sebagian besar jamaah pun tak menyia-nyiakan buka bersama dengan hidangah nasi nampan ala Masjid Nurul Badar itu. Salah satunya Said (32 tahun), pekerja di kawasan Tebet itu pun merasa senang karena bisa merasakan pengalaman berbuka puasa yang berbeda dari biasanya. “Ini kan rame-rame semoga berkah saja, lauknya juga enak. Kebetulan saya pertama buka disini,” katanya. Andrian Saputra

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wr6REG
May 08, 2019 at 07:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wr6REG
via IFTTT

Bulan Sabit Merah Sediakan Iftar Bagi 500 Yatim Pakistan

Bulan Sabit Merah juga distribusikan 2.000 paket makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Lembaga bantuan dan filantropi Turki, Bulan Sabit Merah menyediakan iftar atau buka puasa bagi 500 anak yatim di Pakistan Utara. Organisasi bulan sabit merah Turki mengorganisasikan iftar di sebuah panti asuhan  Arjuman Faiz-ul Islam di Rawalpindi sebuah kota di wilayah barat laut Provinsi Punjab.  

“Sangat baik untuk memulai Ramadhan ini bersama,” kata Duta Besar Turki untuk Pakistan, Ihsan Mustafa Yurdakul, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (8/4) sembari menambahkan bahwa Bulan Sabit Merah telah menyelenggarakan iftar setiap tahunnya.  

Kepala delegasi Bulan Sabit Merah Turki di Pakistan, Ibrahim Carlos Camilo, mengatakan pihaknya akan membagikan iftar pada  500 anak yatim dan keluarga.

Bulan Sabit Merah Turki akan mendistribusikan 2.000 paket makanan di Pakistan tahun ini dan  menjadi tuan rumah berbuka puasa bagi para penyandang cacat, anak yatim dan janda selama bulan suci Ramadhan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DXfbF3
May 08, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DXfbF3
via IFTTT

Perubahan Iklim Dinilai Lebih Mengancam Ketimbang Terorisme

Dua pertiga warga Australia menilai perubahan iklim menjadi ancaman serius.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Menurut hampir dua pertiga warga Australia, perubahan iklim adalah "ancaman kritis" bagi kepentingan negara itu. Perubahan iklim juga menjadi keprihatinan yang lebih serius ketimbang terorisme internasional, program nuklir Korea Utara, atau serangan dunia maya dari negara lain.

Ini adalah pertama kalinya perubahan iklim memimpin daftar ancaman potensial dalam jajak pendapat Lowy Institute yang sudah berjalan lama sejak pertanyaan itu dimasukkan pertama kali pada 2006. Jajak pendapat itu juga menegaskan bahwa warga Australia lebih peduli dengan perubahan iklim dalam Pemilu kali ini dibanding periode kapanpun sejak Kevin Rudd terpilih pada 2007 yakni ketika kedua partai besar mengusulkan skema perdagangan emisi.

Jajak pendapat itu dilakukan antara 12 dan 15 Maret, baik melalui telepon dan online. Survei itu menarik hasil dari sampel perwakilan nasional dari 2.130 orang dewasa Australia dan memiliki margin kesalahan sekitar 2 persen.

Tahun ini, 61 persen pemilih Australia mengatakan perubahan iklim sangat serius dan mendesak mereka untuk mengatasinya sekarang, walaupun hal itu mahal. Hasil itu adalah lompatan 25 poin persentase sejak 2012 dan jumlah tertinggi tertinggi sejak tahun 2006. Tetapi sejumlah tanggapan terhadap pertanyaan itu menunjukkan perbedaan yang mencolok antargenerasi.

Di antara orang Australia berusia 18 hingga 29 tahun, 81 persen berpikir mereka harus mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, meskipun itu mahal. Tetapi kurang dari setengah, 49 persen, dari mereka yang berusia di atas 45 tahun memiliki pandangan yang sama.

Natasha Kassam dari Lowy Institute mengatakan bahwa temuan itu penting.

"Saya pikir itu sangat penting pada saat Anda melihat pemogokan sekolah dan perhatian yang mereka ciptakan," katanya.

Hanya 28 persen dari warga Australia yang mengatakan perubahan iklim harus ditangani secara bertahap. Sebanyak 10 persen mengatakan mereka tak seharusnya bertindak atas perubahan iklim sampai mereka "yakin hal itu adalah masalah" - angka terendah sejak 2006 dan 2008 untuk masing-masing pilihan.

Hasil itu mengikuti temuan bahwa lingkungan -secara lebih luas -adalah masalah yang paling penting bagi pemilih. Sejumlah 29 persen responden mengatakan lingkungan adalah masalah nomor satu bagi mereka dalam Pemilu Australia kali ini -naik tajam dari hanya 9 persen di Pemilu terakhir.

Pada Selasa (7/5), sebuah laporan yang didukung oleh PBB yang ditulis oleh ratusan ilmuwan terkemuka memeringatkan bahwa kehidupan di Bumi dipertaruhkan oleh aktivitas manusia. Laporan itu menyerukan tindakan yang lebih kuat untuk melindungi lingkungan, termasuk aksi perubahan iklim.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah media setelah merilis laporan itu, Perdana Menteri Australia -Scott Morrison -menegaskan kembali perlawanan koalisi terhadap regulasi lingkungan yang lebih kuat, dengan mengatakan "kebijakan hijau" bisa "mengikat bisnis" dan menimbulkan biaya.

Kebijakan iklim kubu Koalisi termasuk menjaga target emisi Australia saat ini, yang menurut para ahli tidak sesuai dengan Perjanjian Paris untuk menghentikan pemanasan global. Dan pihaknya telah mengusulkan pembayaran untuk sejumlah proyek individual melalui Climate Solutions Fund, serta Snowy Hydro 2.0 dan lebih banyak tenaga air yang dipompa di Tasmania.

Kebijakan itu juga menyebut Koalisi akan mengarahkan uang dari Perusahaan Pembiayaan Energi Bersih untuk daur ulang, dan memberikan hibah untuk membantu melindungi beberapa spesies yang terancam.

Partai Buruh telah mengusulkan peningkatan target emisi Australia dan menerapkan berbagai kebijakan untuk menurunkan emisi dari generator listrik, transportasi dan sektor pertanahan.

Para ahli mengatakan target 2030 berada di level perbatasan agar sesuai dengan Perjanjian Paris, tetapi kebijakan untuk memenuhi target tersebut bisa ditingkatkan.

Partai Buruh juga mengatakan akan membentuk Otoritas Perlindungan Lingkungan Australia yang baru dan merombak undang-undang lingkungan Australia untuk "memaksa pemerintah federal secara aktif melindungi" lingkungan.

Polling Lowy Institute menemukan bahwa 59 persen orang berpikir Partai Buruh akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengelola respons Australia terhadap perubahan iklim daripada kubu Pemerintahan Koalisi. Tetapi Koalisi lebih disukai pada sejumlah masalah kebijakan luar negeri lainnya, termasuk keamanan nasional dan manajemen ekonomi.

Hasil lengkap jajak pendapat akan dirilis pada bulan Juni.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lu3gEN
May 08, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lu3gEN
via IFTTT

Bulan Puasa Bukan Alasan tak Menghafal Alquran

Meski dilanda kantuk karena puasa anak-anak tetap semangat menghafal Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pukul lima sore terlihat anak-anak P3A Tahfidz Grup Idzhar mulai berdatangan ke Mushola Nurul Iman untuk belajar menghafal Aquran bersama Teh Ika. Anak-anak yang hadir hari ini berjumlah delapan orang, di antaranya Salwa, Nur Rahmayanti, Ghina, Fitri, Vanka, Nazwa, Danial, dan Fajar.

Sebelum mulai menghafal Quran Surat (Qs) Al-Kahfi, mereka muroja'ah Qs An-Nazi'at dan Qs An-Naba terlebih dahulu. Setelah selesai muroja'ah, mereka mulai membuka Alquran Surat Al-Kahfi. Seperti biasa, Teh Ika tak mau mereka langsung menghafal tapi baca dulu ayatnya dengan baik.

"Alhamdulillah, walaupun sedang berpuasa dan dilanda rasa kantuk, mereka sudah bisa menahannya dengan baik dan tak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan menghafal Alquran," ujar Teh Ika, mentor P3A.

Pagi ini mereka mulai menghafal Qs Al-Kahfi ayat 2. Teh Ika mengajak mereka untuk berlatih pernafasan dengan baik, karena memang ayatnya yang panjang. "Masha Allah, semoga Allah selalu memberikan kemudahan kepada mereka untuk menghafal dan mengamalkan Alquranan dengan baik," ujar Teh Ika.

P3A Tahfidz Grup Idzhar merupakan binaan Rumah Zakat. Mereka kerap melakukan kegiatan menghafal Alquran. Bulan Ramadhan tak menjadikan mereka malas menghafal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DXIjfh
May 08, 2019 at 07:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DXIjfh
via IFTTT

KPU Fokus Salurkan Santunan untuk KPPS yang Tertimpa Musibah

KPU berharap semua petugas yang terkena musibah segera bisa menerima santunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, mengatakan pihaknya sedang fokus menyalurkan santunan kepada para penyelenggara pemilu ad hoc (KPPS, PPS dan PPK) yang tertimpa musibah. KPU berharap semua penyelenggara tertimpa musibah yang memenuhi syarat, segera bisa menerima santunan.

"Sekarang kita fokus memberikan santunan kepada penyelenggara yang tertimpa musibah baik yang meninggal maupun yang sakit. Juknisnya sudah kita buat, tinggal verifikasi data-data mereka di daerah. Misalnya kartu keluarga, ahli waris dan syarat administrasi lainnya," ujar Evi di Kantor KPU,  Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Evi tidak menampik jika salah satu satu penyebab banyak petugas KPU meninggal dunia karena kelelahan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu. Pasalnya, mereka harus bekerja dalam target waktu yang sudah ditentukan olah Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan putusan Mahkamah Konstitusi.

"Mungkin faktor kelelahan, target waktu kerja yang dicapai. Tetapi saya sebenarnya tidak punya kompetensi untuk menganalisis penyebab kematian mereka," ungkap dia.

Namun, lanjut Evi, berdasarkan informasi dan cerita dari keluarga korban, para petugas KPPS ini setelah bekerja sampai larut malam, kemudian langsung kembali ke aktivitas mereka masing-masing. "Bahkan ada yang tidak sempat tidur dan langsung bekerja sesuai pekerjaannya masing-masing," tandas dia.

Sementara Komisioner KPU lain Ilham Saputra menegaskan bahwa KPU tetap memandang penyelenggara yang meninggal dunia saat bertugas adalah pahlawan pemilu atau pahlawan demokrasi. Menurut dia, mereka telah bekerja luar biasa untuk melayani pemilih menggunakan hak pilihnya.

"Orang-orang itu (penyelenggara) adalah yang bekerja bener-benar fight, penuh integritas ya, jadi mereka datang kemudian ada perasaan yang belum selesai mereka kembali lagi dan memastikan oke, tanpa istirahat, makan, dan sebagainya," tutur dia.

Karena itu, Ilham mengimbau semua pihak menghormati kerja dan usaha dari penyelenggara pemilu ad hoc yang telah rela mengorbankan nyawanya demi suksesnya penyelenggaraan pemilu. Menurut dia, tidak etis jika dilakukan investigasi, apalagi otopsi terhadap penyelenggara yang meninggal.

"Kalau ada upaya meminta autopsi ya, kalau ada kecuragaan seperti itu, ya, soal etik, kita tidak menghargai perasaan keluarga (penyelenggara). Kalau saya begitu lihatnya. Tolong hormati kerja teman-teman (penyelenggara) yang sudah maksimal," tambah Ilham.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vMHrpo
May 08, 2019 at 07:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vMHrpo
via IFTTT

Juara Umum STQ, Kota Bandung Beri Hadiah Puluhan Juta

Kota Bandung memberikan hadiah untuk para pemenang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan uang ‘kadudeuh’ (hadiah) kepada para kafilah yang berhasil meraih prestasi pada gelaran Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XVI/2019 tingkat Jawa Barat. Kota Bandung menjadi juara umum dalam ajang lomba. Prestasi ini pertama kali didapatkan Kota Bandung.  

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan raihan positif ini merupakan hasil kerja kolektif semua unsur yang mendukung kontingen STQH Kota Bandung. Sehingga hadiah ini diharapkan bisa menjadi apresiasi atas kebanggan ini.  

“Ini adalah keberhasilan bersama para kafilah, pembina, maupun pengasuh. Termasuk juga berkat dukungan Pemkot, Kementerian Agama Kota Bandung, dan bahkan DPRD Kota Bandung,” kata Ema saat pemberian hadiah di Masjid Al Ukhuwah, Kota Bandung, Rabu (8/5).

Dia menyebutkan Pemkot Bandung memberikan kadeudeuh sebesar Rp 40 juta untuk juara pertama, lalu Rp 30 juta (peringkat kedua), dan Rp 20 juta  (peringkat ketiga). Sedangkan untuk cabang hafalan hadis, juara mendapat kadeudeuh Rp 15 juta dan Rp10 juta untuk peringkat kedua. 

Perbedaan jumlah tersebut karena hafalan hadis masih menjadi eksibisi pada STQH XVI 2019. Sedangkan untuk para kafilah yang belum masuk dalam tiga besar tetap memperoleh kadeudeuh sebesar Rp 5 juta. 

Secara khusus Ema mengingatkan, raihan gelar juara umum ini tidak bolah membuat kafilah dan tim kontingen Kota Bandung terlena dalam euforia. Namun harus lebih fokus untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan capaian di gelaran STQH berikutnya.  

Ema berharap, para kafilah di STQH bisa mengikuti torehan prestasi Kota Bandung di gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), yang sudah mencatatkan tujuh titel juara umum secara berturut-turut. 

“Ini momentum dan modal kita untuk meningkatkan kualitas baik MTQ maupun STQ‎,” katanya.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, menyatakan rasa bangganya atas keberhasilan perjuangan para kafilah. Prestasi ini mengharumkan nama ibu kota Jawa Barat ini. “Saya bangga. Insya Allah, saya berharap warga Kota Bandung suatu saat menjadi ahli Alquran,” kata Oded.

Oded berharap, pemberian kadeudeuh ini menjadi pemacu semangat bagi masyarakat Kota Bandung secara umumnya. Sehingga banyak yang tertarik untuk lebih memperdalam lagi kajian Alquran  

Setelah mengamankan trofi juara tingkat provinsi ini, LPTQ Kota Bandung akan kembali berkonsentrasi untuk mematangkan kafilah yang akan berkontribusi membela ‎tim Jawa Barat untuk bertarung pada STQH tingkat nasional. Rencananya berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, 28 Juni-6 Juli mendatang.

Berikut daftar peraih medali di STQH XVI/2019 tingkat Jawa Barat:

  1. Puteri Diana Abdul Zabar , juara 1 hafizah 5 juz dan tilawah putri
  2. Himmah Aliyah , juara 1 hafizah 20 juz putri
  3. Muhammad Rif’at Al Bana, juara 1 30 juz putra
  4. Ulfiyyaturrohmah Azizah, juara 1 tafsir Alquran golongan Bahasa Arab putri
  5. Silmi Nurazizah, juara 1 hafalan 100 hadis dengan sanad putri
  6. Suryadi Suryanullah, peringkat 2 cabang tilwah Alquran dewasa putra
  7. Tb Azkiya Haikal Hazim, peringkat 2 hafalan 100 hadis dengan sanad putra
  8. M Miqdad Al Ghazy Modhoffar, peringkat 3 tilawah Alquran anak-anak putra
  9. Ro’yu Nahriyya, peringkat 3 hafizah 30 juz putri

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PRWuax
May 08, 2019 at 07:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PRWuax
via IFTTT

Ismed Sofyan: Puasa Lancar, Latihan Jalan

Pemain Persija Jakarta mengatakan ibadah puasa tak menganggu latihannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan merupakan bulan yang dirindukan oleh seluruh umat Islam dipenjuru dunia, tidak terkecuali dengan pemain sepak bola. Salah satunya adalah kapten kesebelasan Persija Jakarta, Ismed Sofyan. Bahkan Ismed mengaku sama sekali tidak halangan dalam menjalankan ibadah puasa meski latihan harus tetap jalan.

"Alhamdulillah puasanya lancar, latihan juga tetap jalan. Di bulan puasa kita seperti biasa latihannya digeser malam hari," jelas Ismed Sofyan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/6).

Tidak hanya itu, meski jadwal latihan rutin di malam hari tetap tidak menyurutkan pemain asal Aceh itu untuk melaksanakan shalat sunnah tarawih. Kebetulan, kata Ismed, lapangan Sutasoma memiliki fasilitas penerangan yang cukup. Sehingga latihan bisa dimulai setelah menunaikan ibadah puasa. Oleh karena itu, ia sangat bersyukur masih bisa latihan tanpa mangganggu puasanya.

"Jadi habis tarawih baru latihan. Resepnya perbanyak ibadah kalau bulan Ramadan supaya kuat itu aja," ucap Ismed.

Selain shalat sunnah tarawih, pemain bernomor punggung 14 juga tidak ingin ketinggalan untuk tadarus Al-Quran, juga berbuka puasa bersama keluarga. Dengan itu, Ismed berharap agar dirinya bisa lebih baik dalam segala hal dari sebelumnya. "Harapan di bulan puasa tahun ini, tentu ingin lebih baik lagi dalam segala hal," kata Ismed.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vKqLyL
May 08, 2019 at 07:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vKqLyL
via IFTTT

Prabowo Minta Penyebab Kematian KPPS Diusut Tuntas

Prabowo ucapkan bela sungkawa atas meninggalnya ratusan petugas pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (8/5). Prabowo menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya ratusan KPPS yang meninggal pada proses pemilihan umum (pemilu) 2019.

"Atas nama seluruh BPN Prabowo-Sandi koalisi Indonesia Adil Makmur kami ingin mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya yang dilaporkan lebih dari 500 petugas pemilu dari berbagai tingkatan yang telah meninggal dalam proses pemilu ini," kata Prabowo.

Ia menganggap peristiwa serupa tidak pernah terjadi dalam sejarah pemilu di Indonesia. Ia pun meminta agar penyebab meninggalnya petugas pemilu tersebut diusut oleh pihak yang berwenang. "Perlu ada kami rasa suatu visum atau pemeriksaan medis KPPS petugas2 tersebut yang meninggal," imbaunya.

Berdasarkan data KPU per-Selasa 7 Mei 2019 menyebut jumlah petugas KPPS yang wafat sudah mencapai 456 orang, dan sakit 3.658 orang. Total 4.766 petugas KPPS yang mengalami musibah saat menyelenggarakan pesta demokrasi.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam konferensi pers tersebut di antaranya politikus senior PAN Amien Rais, pakar ekonomi Rizal Ramli, putri Presiden RI ke-2 Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak. Selain itu terlihat juga petinggi Gerindra seperti Edhie Prabowo, Desmond Junaidi Mahesa, Sufmi Dasco Ahmad. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PRGLZ2
May 08, 2019 at 07:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PRGLZ2
via IFTTT

ICJR Menolak Keras Wacana Pembentukan Tim Hukum Nasional

ICJR mempertanyakan wacana pembentukan Tim Hukum oleh Wiranto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengkritik keras upaya pemerintah membentuk Tim Hukum Nasional. Pemerintah tidak seharusnya turut campur dalam penegakan hukum pidana.

Direktur Eksekutif ICJR, Anggara menilai pembentukan Tim Hukum Nasional menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola isu politik di media dan media sosial. ICJR mempertanyakan inisiatif dari pemerintah ini.

"Sebab sebenarnya sudah ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah suatu ucapan atau tindakan seseorang merupakan suatu tindak pidana atau bukan, yakni Kejaksaan dan Kepolisian," kata Anggara dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (8/5).

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), menurutnya, sudah secara jelas dikatakan bahwa Penyelidik bekerjasama dengan Penuntut Umum. Mereka memiliki kewenangan untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka mencari dan menemukan apakah suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana dilakukan penyidikan.

"Sikap yang dikeluarkan pemerintah ini juga menunjukkan ketidakpercayaan Pemerintah terhadap sistem peradilan pidana yang selama ini sudah ada," terangnya

ICJR mengingatkan, bahwa kritik yang disampaikan di muka umum terkait dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah adalah hal yang wajar. Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi, yang jelas dalam konstitusinya menjunjung tinggi kebebasan dalam mengeluarkan pikiran baik secara lisan dan tulisan.

"Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945 secara eksplisit menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat. Pasal 22 ayat (3) UU Undang-Undang (UU) No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia secara lebih dalam mengatur mengenai kebebasan berekpresi tersebut yang secara internasional juga dijamin dalam Pasal 19 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui UU 12 tahun 2005," jelasnya.

Karena itu, pembentukan Tim Hukum Nasional untuk merespons berbagai isu di media dan media sosial, dalam pandangan ICJR bagian dari ketidakmampuan pemerintah untuk mengelola berbagai isu yang muncul di media dan media sosial.

ICJR mengingatkan, bahwa penggunaan kekuasaan dan penggunaan hukum pidana yang berlebihan memiliki potensi besar untuk membahayakan kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia.

"Berdasarkan atas hal ini, maka ICJR merekomendasikan agar pemerintah mengkaji ulang dan membatalkan rencana pembentukan tim hukum nasional ini," imbau Anggara.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengklarifikasi pernyataannya terkait pembentukan Tim Hukum Nasional. Tim tersebut dibentuk bukan sebagai badan baru, tetapi sebagai tim bantuan di bidang hukum untuk pengendalian masalah hukum dan keamanan nasional.

"Itu bukan tim nasional, tapi tim bantuan di bidang hukum yang akan menyupervisi langkah-langkah koordinasi dari Kemenko Polhukam," ungkap Wiranto di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/5).

Tim itu nantinya, kata Wiranto, akan menjadi tim bantuan hukum yang ada di bawah Kemenko Polhukam. Tim yang akan membantu dalam rangka sinkronisasi, harmonisasi, dan pengendalian masalah hukum dan keamanan nasional.

Tim tersebut akan berisi para profesor, doktor, dan pakar hukum dari berbagai universitas dan lembaga. Mereka akan membantu Kemenko Polhukam untuk memilah tindakan mana saja yang bisa dan tidak bisa dianggap melanggar hukum.

Wiranto menerangkan, saat ini banyak aktivitas-aktivitas yang seharusnya sudah masuk kategori melanggar hukum dan ditindak tetapi tidak ditindak karena jumlahnya yang begitu banyak. Banyaknya jumlah aktvitas itu mempersulit pemilahan secara singkat mana saja yang melanggar dan tidak melanggar hukum.

"Nah kita butuh tim bantuan itu. Bukan berarti secara formal dan secara organisasi kemudian kita abaikan, tidak. Kita memang ada, pemerintah punya lembaga-lembaga hukum yang sudah formal dalam ketatanegaraan Indonesia kan ada," tuturnya.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, tim tersebut akan melihat permasalahan yang ada dari sudut pandang masyarakat, yakni masyarakat intelektual yang memiliki pemahaman terhadap hukum. Berbeda dengan kepolisian, kejaksaan, dan lembaga hukum formal lainnya.

"'Ayo, coba Anda nilai sendiri aktivitas masyarakat seperti ini sudah melanggar hukum atau tidak?' Kalau mereka mengatakan, 'Oke Pak, sudah melanggar hukum itu,' Oke kita bertindak. Jadi kita kompromikan (dahulu)," terang dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vJstAj
May 08, 2019 at 07:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vJstAj
via IFTTT

Polres Cilacap Bantu Buka Puasa Santri

Polres menyediakan hidangan berbuka puasa selama sebulan penuh di pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Selama sebulan penuh, para santri di pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan Kabupaten Cilacap, tak perlu lagi harus membeli makanan buka puasa. Polres Cilacap, pada tahun ini menggelar kegiatan maidaturrahman atau menyediakan hidangan berbuka puasa pada Bulan Ramadhan.

''Pada Ramadhan ini, kita memang menyediakan hidangan berbuka puasa selama sebulan penuh di pesantren di pesantren Al Ihya Ulumaddin Kesugihan Kabupaten Cilacap. Dengan demikian, para santri di pesantren ini tak perlu membeli makanan di luar bila akan berbuka puasa,'' kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, Rabu (8/5).

Selain di pesantren Al Ihya Ulumudin, Kapolres juga menyebutkan, pihaknya menggelar kegiatan buka puasa bersama di berbagai lokasi dengan berbagai kalangan masyarakat. ''Namun lokasi buka bersama ini dilakukan berpindah-pindah,'' katanya.

Kapolres berharap, kegiatan Maidaturrahman ini bisa makin mendekatkan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat. ''Selain itu, semoga kegiatan ini juga bisa mendatangkan berkah bagi semua pihak, khususnya bagi seluruh jajaran Polres Cilacap,'' katanya.

Hidangan yang diberikan pada para santri pesantren Al Ihya Ulumaddin, berupa hidangan lengkap sebagaimana lazimnya hidangan berbuka puasa. Selain nasi dengan berbagai lauk pauknya, juga ada makanan penyegar seperti kolak dan hidangan segar lainnya. ''Insya Allah, kegiatan ini akan berlangsung hingga hari terakhir Bulan Puasa,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vLtubb
May 08, 2019 at 07:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vLtubb
via IFTTT

Empat WNA Asal Cina di Tasikmalaya Dideportasi

Empat WNA asal Cina itu dideportasi karena tak memiliki dokumen keimigrasian

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebanyak empat warga negara asing (WNA) asal Cina yang ditahan Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya akan segera dideportasi ke negara asalnya. Empat WNA itu dideportasi lantaran tak memiliki dokumen keimigrasian berupa paspor dan visa kunjungan.

Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Sarial, mengatakan empat WNA Cina itu dikanakan Pasal 71 B Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Selain dideportasi, empat WNA yang masing-masing berinisial YS, ZX, LY, dan SM dicekal untuk masuk ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu.

Sarial menambahkan para WNA itu akan dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis (9/5) pukul 21.00 WIB. "Insya Allah malam nanti kita berangkatkan menuju Soekarno-Hatta dan pesawatnya berangkat besok jam 9 malam," kata dia, Rabu (8/5).

Sarial menjelaskan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Cina di Indonesia terkait penangkapan empat warga negaranya itu. Menurut dia, Pemerintah Cina melalui Kedubesnya mengakui kesalahan empat warganya itu. "Setelah kita ceritakan kronologi kejadian, mereka (Kedubes Cina) memahami dan memgakuinya," kata dia.

Sebelumnya, empat WNA asal Cina diamankan oleh petugas Polsek Karangnunggal di sebuah rumah warga di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (25/4). Empat WNA itu diduga ingin menikahi perempuan Indonesia di rumah tersebut.

Sarial mengakui, pihaknya memang menerima laporan adanya dugaan para WNA hendak menikahi perempuan di kampung itu. Namun ia menegaskan penangkapan WNA itu bukan didasari rencana menikahi perempuan Indonesia melainkan karena yang bersangkutan tak mengantongi dokumen keimigrasian.

Sebelumnya, Kapolsek Karangnunggal Kompol Jefry mengatakan empat WNA asal Cina sedang bertamu di salah satu rumah warga. Penangkapan itu berawal dari adanya laporan warga yang menaruh curiga dengan kehadiran mereka.

Jefry menuturkan keempat WNA itu berencana menikahi dengan empat gadis Karangnunggal yang masih berusia di bawah 20 tahun. Mereka bahkan akan dinikahkan di rumah tersebut.

"Awalnya dari laporan warga. Kami langsung mendatangi lokasi yang dimaksud dan didapati ada empat orang warga asing yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik serta tidak dapat menunjukkan identitas," kata dia.

Menurut dia, keempat WNA tersebut berkenalan dengan gadis-gadis Karangnunggal melalui seorang perantara. Mereka membawa misi menikahi gadis-gadis tersebut dengan tujuan mendapat hadiah dari negaranya.

"Untuk dapat menikahi keempat gadis tersebut, mereka mengaku telah masuk Islam sebulan lalu di Kecamatan Bantarkalong. Kita tidak mengusut hal-hal lain termasuk rencana untuk menikah tetapi yang kita fokus soal identitas," kata dia.

Jefry mengimbau kepada warga untuk tak mudah tergiur dengan tawaran menikah WNA tanpa alasan yang jelas. Ia mengatakan bukan tidak mungkin para WNA itu memiliki tujuan tertentu.

Berdasarkan penelusuran Republika, keluarga perempuan yang hendak dinikahi WNA itu dijanjikan uang sebesar Rp 30 juta untuk mahar. Setelah menikah, keluarga perempuan akan mendapat uang bulanan sebesar Rp 2 juta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PTD7ht
May 08, 2019 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PTD7ht
via IFTTT

Kiper Bhayangkara FC tak Kesulitan Jaga Performa Saat Puasa

Awan Setho mengatakan dirinya tak kesulitan menjaga kondisi saat puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjaga gawang Bhayangkara FC, Awan Setho mengaku dirinya dan tim tidak kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi di bulan Ramadhan. Sebab, ini bukan musim pertama baginya tetap bermain sepak bola di bulan puasa

Menurutnya, penyesuaian jadwal kick-off pukul 20.30 WIB pada pertandingan Liga 1, dan sesi latihan tim pada malam hari membuat ia lebih mudah mengatur waktu ibadah dan profesinya.  "Adaptasi sih cepat karena tidak pertama kali juga latihan di bulan puasa, yang penting tetap jaga kondisi saja," ucap Awan Setho seperti dilansir laman resmi Bhayangkara FC.

Jika dibanding dengan tahun lalu, Awan Setho mendapati suasana berbeda pada bulan Ramadhan tahun ini. Sebab, kompetisi baru akan dimulai pada pertengahan Ramadhan. Karena kompetisi masih belum dimulai, Awan Setho memiliki kesempatan untuk menjalani awal Ramadhan dengan berkumpul bersama keluarganya. Hal itu dirasakannya sebagai momen istimewa bagi penjaga gawang Timnas Indonesia U-23 tersebut.

"Menu buka puasa semua favorit itu masakan ibu. Itu sudah yang paling mantap," ujar pemain asal Semarang itu.

Sementara, Manajer Bhayangkara FC, Sumardji juga meminta para pemain yang beragama Islam untuk tetap berpuasa meski menjalani rangkaian pertandingan dan latihan. "Yang beragama muslim harus juga tetap wajib menjalankan ibadah puasa. Harus menjaga kondisi seperti hari-hari biasanya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VPIaEN
May 08, 2019 at 07:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VPIaEN
via IFTTT