Pages

Showing posts with label 2019 at 07:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:38PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Panjang Umur Perjuangan Mahasiswa!

Mahasiswa adalah interpretasi kaum intelektual dan terpelajar.

Mahasiswa adalah interpretasi kaum intelektual dan terpelajar. Ide dan gagasan, prestasi, bahkan pergerakan mahasiswa menjadi sorotan sebuah negeri. Dengan pola fikir yang cerdas dan kritis, mahasiswa kerap menawarkan gagasan untuk memecahkan persoalan masyarakat.

Namun saat ini mahasiswa tidak lagi kritis dan memikirkan nasib rakyat. Mayoritas mahasiswa disibukkan dengan urusan individu masing-masing, tidak lagi peka terhadap persoalan yang ada. Memang, masih ada mahasiswa yang peduli dan berani bersuara, namun bila dibanding jumlah keseluruhan mahasiswa, sangat kecil. 

Tetapi, sekecil apapun suara mahasiswa sudah sangat berarti bila berani bersuara. Mengapa harapan besar itu digantungkan pada pundak mahasiswa?

Sebab mahasiswa memiliki energi dan potensi besar untuk memikirkan dan menyuarakan kebenaran tanpa diboncengi kepentingan pihak tertentu. Memiliki idealisme yang masih terjaga, melihat kesengsaraan rakyat dengan jeli, me-review peraturan dan hukum yang berkaitan kepentingan rakyat, serta memikirkan solusi hakiki untuk seluruh persoalan dengan fikiran jernih.

Selasa (21/5) tepatnya 21 tahun reformasi, sejumlah Ormawa (organisasi mahasiswa) turun ke jalan untuk aksi dan menyuarakan aspirasi. Aksi ini tersebar di berbagai wilayah mulai dari Unsyiah Aceh, USU dan Unimed di Kota Medan hingga Pulau Jawa.

Adapun aksi mahasiswa di Kota Medan bertajuk “Evaluasi & Cita-Cita Reformasi” yang disuarakan mulai dari Lapangan Merdeka Medan dan berakhir di Kantor DPRD Sumut. Aksi diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi. 

Bulan Mei memang bulan aspirasi mahasiswa, sebab bertepatan dengan reformasi. Melanjutkan estafet perjuangan mahasiswa patut diapresiasi namun perlu diperhatikan apakah perjuangan mahasiswa sudah sampai solusi hakiki atau hanya berkutat solusi parsial.

Dilihat dari beberapa point tuntutan mahasiswa se-Kota Medan, salah satunya adalah menuntut pemerintah dan DPR untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pemilu dan menolak proyek OBOR di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Jika ditinjau ulang, tuntutan mahasiswa masih seputar permasalahan parsial (contoh: pemilu) yang sifatnya cabang, mengikuti akarnya. Akar dari permasalahan pemilu adalah demokrasi, dimana demokrasi memiliki metode untuk memilih pemimpin ,yakni pemilu. Artinya, pemilu yang buruk sesungguhnya disebabkan sistem demokrasi yang memang sudah cacat bawaan telah terbukti tidak akan mampu membawa kesejahteraan.

Saat ini, masyarakat sudah sangat rindu dengan suara mahasiswa. Ketika demokrasi terbukti rusak maka seharusnya mahasiswa-lah yang berada di garda terdepan bersuara menolak sistem rusak tersebut.

Tentu mahasiswa harus menyuarakan solusi hakiki untuk problematika masyarakat, sebab dengan tuntutan parsial tidak akan mampu menyelesaikan masalah hingga ke akar. Hanya dengan perubahan mengakar yang dapat menyelesaikan problematika hingga ke akar.

Solusi hakiki tentunya yang berasal dari Sang Pencipta Allah SWT, yang Maha Mengetahui aturan yang sesuai dengan hamba-Nya. Solusi tersebut tidak diambil secara parsial namun harus secara keseluruhan.

Semoga mahasiswa tidak hanya bersuara pada tanggal tertentu saja, bagai ajang tahunan. Karena masyarakat setiap hari menjerit dengan himpitan buah sistem menjepit. Panjang umur perjuangan mahasiswa! Masyarakat membutuhkan suaramu.

Pengirim: Lestari Sormin, aktivis pers mahasiswa kreatif Universitas Negeri Medan

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WUh2lo
May 22, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WUh2lo
via IFTTT

Nilometer Pernah Alami Renovasi Pascabanjir

Bentuk Nilometer yang kita jumpai sekarang sebagian besar masih orisinal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pascabanjir, renovasi Nilometer di lakukan pada tahun 870 M oleh Ibnu Tulun sang pendiri Dinasti Thulun dan pada 1092 M oleh khalifah al- Mustansir dari Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syiah.

Bentuk Nilometer yang kita jumpai sekarang sebagian besar masih dalam wujudnya yang orisinal, kecuali atap kerucut kayu (kubah di bagian dalam) yang merupakan renovasi modern Nilometer yang hancur akibat ledakan saat Prancis menduduki negeri itu tahun 1825 M.

Para insinyur Prancis mengetahui bahwa atap Nilometer yang asli berbentuk kubah, namun bentuk atap kerucut hasil coretan seorang pengembara dari Denmark akhirnya dipilih sebagai penghias Nilometer, 

Dinding Nilometer dihiasi kaligrafi khufi, selain tulisan biasa yang menceritakan mengenai peran khalifah al-Mutawakkil dalam pembangunannya, juga ada ayat-ayat Alquran yang meriwayatkan mengenai air, ta naman, dan kemakmuran. Hiasan kaligrafi tersebut ditulis di atas marmer putih berpadukan warna biru untuk menimbulkan kesan kontras yang kuat. 

Ibnu Tulun yang masa pemerintahanya telah banyak menyumbang berbagai bangunan berarsitektur indah di Mesir tak ketinggalan ikut menjamah Nilometer. Di atas kaligrafi mengenai Mutawakkil, dia menambahkan dekorasi dinding Nilometer dengan ayat Alquran yang diambil dari surah Qaf ayat 9 dan surah al- Haaj ayat 63. Sebagian ahli sejarah menduga tindakan Ibn Thulun itu disengaja untuk menutupi tulisan yang memuji al-Mutawakkil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EsKEzg
May 22, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EsKEzg
via IFTTT

BNI Makassar Siapkan Rp 2,05 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran

Uang tunai masih menjadi kebutuhan utama para pemudik yang menikmati libur Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Bank BNI Kantor Wilayah Makassar menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 2,05 triliun untuk kebutuhan masyarakat dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau 2019. Secara nasional yang disiapkan itu sebanyak Rp 21,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau untuk BNI Wilayah Makassar itu kami mendapat alokasi Rp 2,05 triliun," ujar Pemimpin BNI Kanwil Makassar Faisal Setiawan di Makassar, Rabu (22/5).

Ia mengatakan uang tunai sebanyak Rp 2,05 triliun itu akan disebar di BNI Kantor Wilayah Makassar yang menaungi Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Maluku.

Faisal menyebutkan uang tunai masih menjadi kebutuhan utama para pemudik yang menikmati libur Lebaran 2019. Budaya saling memberi dengan uang pas menjadikan kebutuhan terhadap uang tunai masih tinggi, belum lagi kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Karena alasan itu, BNI memastikan kebutuhan para nasabah setianya terhadap uang tunai selama masa libur Lebaran 2019 akan terpenuhi. "Jadi uang dua triliun ini akan disebar di semua kantor wilayah dan cabang kami. Ada empat provinsi, Sulsel, Sulbar, Sultra dan Maluku dan tetap saja alokasi anggaran lebih besar di Makassar," katanya.

Dia merincikan uang akan tersebar ke 1.046 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di empat provinsi. Khusus untuk Makassar ada sekitar 400 lebih ATM akan disiapkan lebih demi memudahkan masyarakat mendapatkan uang tunai.

Dia menyatakan jika mesin ATM kehabisan uang, maka pihak operator akan langsung mengisinya kembali dan maksimal mesin ATM kosong hanya dua jam. "Maksimalnya dua jam saja ATM kosong dan sudah terisi kembali. Untuk pecahan Rp 50 ribu itu bisa mengisi hingga Rp 400 juta dan pecahan Rp 100 ribu terisi Rp 800 juta," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X0YP5Q
May 22, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X0YP5Q
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Said Aqil Minta Warga LPOI tak Ikut Aksi 22 Mei

Said Aqil sebut umat yang tak puas bisa ajukan protes melalui jalur konstitusional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar Harlah ke-8 di kantornya di Jalan Kramat VI, Jakarta Pusat, Senin (20/5). Dalam kesempatan itu mereka juga memberikan pernyataan soal aksi people power yang rencananya dilakukan pada 22 Mei ini.

Ketua Umum LPOI yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj meminta 14 ormas Islam yang tergabung dalam LPOI ini untuk mencegah warganya ikut dalam aksi people power pada 22 Mei nanti.

"Tanggung jawab dari 14 ormas ini mari rem warganya masing-masing. NU sudah. Di Sumsel sudah, NTB sudah, Kaltim sudah. Jambi sudah. Itu motornya dari NU. Tidak ada gunanya di bulan puasa ini bulan di mana umat Islam itu ikhlas dan tulus," kata dia dalam konferensi pers di kantor LPOI, Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Menurut Said, mayoritas masyarakat Indonesia ingin agar setelah pengumuman hasil Pemilihan Presiden 2019 pada 22 Mei nanti itu keadaan kembali semula. Situasi kembali aman, tenteram dan selesai semuanya. "Mereka maunya selesai, aman, tenteram, kembali kerja," tutur dia.

Said mengatakan hanya sebagian kecil yang masih belum dapat menerima kenyataan. Meski begitu, bagi mereka yang tak puas silakan melakukan protes melalui jalur yang konstitusional melalui sampai Mahkamah Konstitusi.

LPOI pada hari ini merayakan Harlah atau hari berdirinya lembaga ke-8. Harlah ini sebenarnya jatuh pada 1 Juni tetapi seluruh jajaran ormas di LPOI sepakat untuk memajukan waktunya pada 20 Mei.

Ormas Islam yang tergabung dalam LPOI antara lain, PBNU, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ikatan Dai Indonesia, Azzikra Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Umat Islam, dan Himpunan Bina Mualaf.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WmHSG1
May 20, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WmHSG1
via IFTTT

Sunday, May 19, 2019

Hendropriyono: Politik Jalanan tak Dibenarkan oleh Pancasila

Hendropriyono meminta agar masyarakat menghentikan pemikiran anehnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebutkan politik jalanan atau demonstrasi di jalanan tidak dibenarkan dalam Pancasila. Sejumlah pihak akan melakukan aksi di Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu menjelang pengumuman hasil Pemilu oleh KPU pada 22 Mei 2019

"Politik jalanan atau demonstrasi di jalanan, baik damai maupun tidak damai tidak dibenarkan oleh Pancasila, politik jalanan seperti ini," kata Hendropriyono dalam sambutannya pada Acara Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (19/5).

Karena itu, Hendropriyono meminta agar masyarakat yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres untuk menghentikan pemikiran aneh dengan melakukan aksi politik jalanan. "Saya merasa agak malu karena sebagai generasi penerus bangsa kecolongan dan kalian anak-anakku mengingatkan bahwa kami kecolongan. Sudah menyusup masuk ke berbagai sendi kebangsaan kita terutama di bidang pendidikan," kata Hendropriyono.

Ia pun bersyukur kaum muda yang menggelar acara Musyawarah Besar ini tidak ikut-ikutan untuk turun ke jalan melakukan aksi pawai atau lainnya menjelang penetapan pemenang Pilpres oleh KPU. "Alhamdulillah bahwasanya ternyata kaum muda bangsa Indonesia sadar untuk kembali mengukuhkan pancasila sebagai dasar filsafat bagi negara bangsa ini," kata dia.

"Ini adalah suatu bentuk kesadaran nasional yang luar biasa ditengah hiruk pikuknya kita, diterpa prakara ideologi asing yang berbahaya. Saya bersyukur karena kaum muda bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke terwakili pada ini hari untuk mencetuskan sesuatu yang mengoreksi generasi penerus dalam acara yang bertema Kesadaran Nasional ini," ucapnya.

Rencananya, massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan aksi Menjaga Kedaulatan Rakyat Indonesia dari Kecurangan Pemilu 2019 di Kantor KPU pada 22 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vzmysd
May 19, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vzmysd
via IFTTT

Thursday, May 9, 2019

Rapat Pleno KPU Provinsi Lampung Diwarnai Interupsi

KPU memiliki kewenangan untuk tidak menindaklanjuti permasalahan.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDAR LAMPUNG – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi Lampung berlangsung di Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis (9/5). Pleno yang digelar KPU Provinsi Lampung tersebut diwarnai hujan interupsi sejumlah saksi di awal pembukaan.

Sejumlah saksi dari partai politik (parpol) peserta pemilu mengaku keberatan dengan beberapa poin tata tertib (tatib) pleno. Mereka memprotes atas tata tertib yang tidak membahas lagi keberatan saksi pada rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota. Saksi keberatan bahwa tatib dibuat tidak berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan KPU 2018.

Salah seorang saksi parpol dari PDIP mempertanyakan KPU terkait pembuatan tatib pleno sudah berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU 2018. Menurut dia, tatib poin 28 dan 30 tidak sesuai dengan UU dan PKPU tersebut.

Interupsi juga dilakukan saksi dari Partai Golkar. Saksi tersebut mempertanyakan KPU yang telah menganggap selesai hasil yang telah dilakukan pada penghitungan ulang di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Lampung Timur. “Apakah ini sudah selesai. Bila masih ada keberatan masih bisa dilakukan pada rapat pleno saat ini, misalnya kami mengajukan keberatan dan meminta membuka kota suara di sini,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono mengatakan, KPU memiliki kewenangan untuk tidak menindaklanjuti permasalahan keberatan saksi pada hasil pleno rekapitulasi tingkat kabupaten/kota yang digelar pada pleno rekapitulasi hitung suara tingkat provinsi. “Keberatan saksi pada pleno hitung suara di tingkat kabupaten/kota sudah selesai di tingkat itu. KPU hanya menampung tapi kami punya kewenangan untuk tidak menindaklanjutinya,” katanya.

Menurut dia, bila saksi parpol menemukan dan mempunyai data baru terkait selisih penghitungan suara di tingkat kabupaten/kota, seharusnya diverifikasi lebih dulu oleh Bawaslu. Setelah itu, Bawaslu akan mengeluarkan rekomendasi kepada KPU untuk ditindaklanjuti.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, keberatan saksi parpol atas penghitungan suara pada tingkat kabupaten/kota masih dipersilahkan untuk mengajukan pada pleno tingkat provinsi, namun dapat menunjukkan data dan fakta yang baru dan akurat, dan juga dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut dia, dari pengawasan Bawaslu yang diterima pada 15 kabupaten/kota, pada rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten dan kota di Lampung mendapat beberapa catatan. Beberapa catatan tersebut akan dibahas dan diperbaiki pada tingkat provinsi. “Ada yang sudah selesai di tingkat kabupaten/kota, tapi ada juga yang harus diselesaikan di pleno tingkat provinsi,” katanya.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Lampung yang digelar KPU Provinsi Lampung akan berlangsung tiga hari sejak Kamis (9/5) sampai Sabtu (11/5). Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan, rapat pleno tingkat provinsi hanya menghitung surat suara pemilu presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi Lampung hasil pemilihan di 15 kabupaten/kota di Lampung. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VVTpM1
May 09, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VVTpM1
via IFTTT

Wednesday, May 8, 2019

Bulan Sabit Merah Sediakan Iftar Bagi 500 Yatim Pakistan

Bulan Sabit Merah juga distribusikan 2.000 paket makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Lembaga bantuan dan filantropi Turki, Bulan Sabit Merah menyediakan iftar atau buka puasa bagi 500 anak yatim di Pakistan Utara. Organisasi bulan sabit merah Turki mengorganisasikan iftar di sebuah panti asuhan  Arjuman Faiz-ul Islam di Rawalpindi sebuah kota di wilayah barat laut Provinsi Punjab.  

“Sangat baik untuk memulai Ramadhan ini bersama,” kata Duta Besar Turki untuk Pakistan, Ihsan Mustafa Yurdakul, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (8/4) sembari menambahkan bahwa Bulan Sabit Merah telah menyelenggarakan iftar setiap tahunnya.  

Kepala delegasi Bulan Sabit Merah Turki di Pakistan, Ibrahim Carlos Camilo, mengatakan pihaknya akan membagikan iftar pada  500 anak yatim dan keluarga.

Bulan Sabit Merah Turki akan mendistribusikan 2.000 paket makanan di Pakistan tahun ini dan  menjadi tuan rumah berbuka puasa bagi para penyandang cacat, anak yatim dan janda selama bulan suci Ramadhan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DXfbF3
May 08, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DXfbF3
via IFTTT

Perubahan Iklim Dinilai Lebih Mengancam Ketimbang Terorisme

Dua pertiga warga Australia menilai perubahan iklim menjadi ancaman serius.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Menurut hampir dua pertiga warga Australia, perubahan iklim adalah "ancaman kritis" bagi kepentingan negara itu. Perubahan iklim juga menjadi keprihatinan yang lebih serius ketimbang terorisme internasional, program nuklir Korea Utara, atau serangan dunia maya dari negara lain.

Ini adalah pertama kalinya perubahan iklim memimpin daftar ancaman potensial dalam jajak pendapat Lowy Institute yang sudah berjalan lama sejak pertanyaan itu dimasukkan pertama kali pada 2006. Jajak pendapat itu juga menegaskan bahwa warga Australia lebih peduli dengan perubahan iklim dalam Pemilu kali ini dibanding periode kapanpun sejak Kevin Rudd terpilih pada 2007 yakni ketika kedua partai besar mengusulkan skema perdagangan emisi.

Jajak pendapat itu dilakukan antara 12 dan 15 Maret, baik melalui telepon dan online. Survei itu menarik hasil dari sampel perwakilan nasional dari 2.130 orang dewasa Australia dan memiliki margin kesalahan sekitar 2 persen.

Tahun ini, 61 persen pemilih Australia mengatakan perubahan iklim sangat serius dan mendesak mereka untuk mengatasinya sekarang, walaupun hal itu mahal. Hasil itu adalah lompatan 25 poin persentase sejak 2012 dan jumlah tertinggi tertinggi sejak tahun 2006. Tetapi sejumlah tanggapan terhadap pertanyaan itu menunjukkan perbedaan yang mencolok antargenerasi.

Di antara orang Australia berusia 18 hingga 29 tahun, 81 persen berpikir mereka harus mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, meskipun itu mahal. Tetapi kurang dari setengah, 49 persen, dari mereka yang berusia di atas 45 tahun memiliki pandangan yang sama.

Natasha Kassam dari Lowy Institute mengatakan bahwa temuan itu penting.

"Saya pikir itu sangat penting pada saat Anda melihat pemogokan sekolah dan perhatian yang mereka ciptakan," katanya.

Hanya 28 persen dari warga Australia yang mengatakan perubahan iklim harus ditangani secara bertahap. Sebanyak 10 persen mengatakan mereka tak seharusnya bertindak atas perubahan iklim sampai mereka "yakin hal itu adalah masalah" - angka terendah sejak 2006 dan 2008 untuk masing-masing pilihan.

Hasil itu mengikuti temuan bahwa lingkungan -secara lebih luas -adalah masalah yang paling penting bagi pemilih. Sejumlah 29 persen responden mengatakan lingkungan adalah masalah nomor satu bagi mereka dalam Pemilu Australia kali ini -naik tajam dari hanya 9 persen di Pemilu terakhir.

Pada Selasa (7/5), sebuah laporan yang didukung oleh PBB yang ditulis oleh ratusan ilmuwan terkemuka memeringatkan bahwa kehidupan di Bumi dipertaruhkan oleh aktivitas manusia. Laporan itu menyerukan tindakan yang lebih kuat untuk melindungi lingkungan, termasuk aksi perubahan iklim.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah media setelah merilis laporan itu, Perdana Menteri Australia -Scott Morrison -menegaskan kembali perlawanan koalisi terhadap regulasi lingkungan yang lebih kuat, dengan mengatakan "kebijakan hijau" bisa "mengikat bisnis" dan menimbulkan biaya.

Kebijakan iklim kubu Koalisi termasuk menjaga target emisi Australia saat ini, yang menurut para ahli tidak sesuai dengan Perjanjian Paris untuk menghentikan pemanasan global. Dan pihaknya telah mengusulkan pembayaran untuk sejumlah proyek individual melalui Climate Solutions Fund, serta Snowy Hydro 2.0 dan lebih banyak tenaga air yang dipompa di Tasmania.

Kebijakan itu juga menyebut Koalisi akan mengarahkan uang dari Perusahaan Pembiayaan Energi Bersih untuk daur ulang, dan memberikan hibah untuk membantu melindungi beberapa spesies yang terancam.

Partai Buruh telah mengusulkan peningkatan target emisi Australia dan menerapkan berbagai kebijakan untuk menurunkan emisi dari generator listrik, transportasi dan sektor pertanahan.

Para ahli mengatakan target 2030 berada di level perbatasan agar sesuai dengan Perjanjian Paris, tetapi kebijakan untuk memenuhi target tersebut bisa ditingkatkan.

Partai Buruh juga mengatakan akan membentuk Otoritas Perlindungan Lingkungan Australia yang baru dan merombak undang-undang lingkungan Australia untuk "memaksa pemerintah federal secara aktif melindungi" lingkungan.

Polling Lowy Institute menemukan bahwa 59 persen orang berpikir Partai Buruh akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengelola respons Australia terhadap perubahan iklim daripada kubu Pemerintahan Koalisi. Tetapi Koalisi lebih disukai pada sejumlah masalah kebijakan luar negeri lainnya, termasuk keamanan nasional dan manajemen ekonomi.

Hasil lengkap jajak pendapat akan dirilis pada bulan Juni.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lu3gEN
May 08, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lu3gEN
via IFTTT

Sunday, April 28, 2019

BPBD Cari Tiga Korban Hilang Banjir Kepahiang Bengkulu

Dari empat orang yang hanyut akibat banjir Bengkulu baru satu yang ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, bersama tim gabungan terus mencari tiga korban hilang. Korban terbawa banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Ujan Mas Jumat (26/4) malam.

"Ada empat orang yang hanyut, kemudian satu orang ditemukan warga Sabtu pagi sekitar jam 04.00 WIB setelah hilang pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan tiga orang lainnya masih hilang dan dalam pencarian tim gabungan," ujar Kepala BPBD Kepahiang, Taufik saat ditemui di Desa Tanjung Dalam, Ahad (28/4).

Warga yang selamat tersebut kata dia, adalah petambak ikan di kawasan Danau Suro Bali atas nama Saripudin bin Abdul Muhtalib (43) warga Desa Suro Ilir. Saat ini ia menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Kepahiang lantaran mengalami luka-luka yang cukup parah.

Sedangkan tiga orang lainnya yakni Kirno Santoso bin Sarni (35), warga Desa Suro Ilir dan Rohim (50), warga Simpang Kota Bingin, Kecamatan Merigi. Serta satu lagi korban yang hilang pada Sabtu siang (27/4), Taufik Hanuli (30), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang.

Korban hilang saat ini masih dalam pencarian tim gabungan TNI/Polri, Basarnas, BPBD, PMI termasuk relawan dari kelompok mahasiswa IAIN Curupyang terus menyisir Sungai Musi guna menemukan ketiganya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kepahiang, Zamazami Zubir saat meninjau lokasi banjir di Desa Air Hitam dan Tanjung Dalam mengatakan, pemkab setempat telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari mulai 27 April hingga 3 Mei mendatang.

"Pemkab Kepahiang sudah menetapkan masa tanggal darurat selama tujuh hari, selain itu kami sudah menyiapkan dana darurat bencana alam sebesar Rp 2 miliar. Cuma tidak akan kita habiskan dan digunakan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Sedangkan untuk pendataan jumlah korban warga yang terdampak bencana itu kata dia, sudah didata oleh instansi terkait dan masih dalam tahap perapian, baik yang ada di Desa Suro, Air Hitam dan Tanjung Dalam, termasuk juga melakukan pendataan ternak mati dan lahan pertanian yang mengalami kerusakan, terutama di Desa Air Hitam yang terdampak paling parah namun belum ada laporannya.

Pemkab Kepahiang tambah dia, telah mengupayakan penanganan bencana semaksimal mungkin dengan membuka akses transportasi menuju desa yang terdampak banjir. Kemudian mendirikan dapur umum serta akan mengupayakan bantuan bagi petani yang mengalami gagal panen akibat sawah mereka rusak diterjang banjir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IMIgHe
April 28, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IMIgHe
via IFTTT

Saturday, April 27, 2019

Aman Palestin Sosialisasikan Metoda Tahfiz Alquran Ala Gaza

Gaza dikenal sebagai kota pencetak penghafal Alquran di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Aman Palestin Indonesia menggelar seminar bertajuk Metode Menghafal Alquran Ala Gaza di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Sabtu (27/4). Seminar ini merupakan agenda menyambut bulan suci Ramadhan.  

Direktur Aman Palestin Indonesia, Ustaz Miftahuddin Kamil, menuturkan seminar ini menjadi bagian menyosialisasikan keberhasilan Gaza mencetak penghafal Alquran. 

Dia menyebutkan, dari sekitar dua jutaan penduduk Gaza, 100 ribu di antaranya merupakan penghafal Alquran. Ini menunjukkan Gaza memiliki cara khusus yang harus diketahui Muslim lainnya untuk memperbanyak para penghafal Alquran lainnya, termasuk Indonesia.

"Metode menghafal Alquran ala Gaza sudah cukup terkenal dan terbukti menghasilkan 100 ribu penghafal Alquran yang baik yang sekarang ada dalam Gaza. Maka ini sangat cocok metode ala Gaza ini diterapkan di Kota Bandung yang dengan kuantitas penduduknya hampir sama dua jutaan," kata Ustaz Miftah kepada Republika.co.id, Sabtu.   

Seminar ini, kata dia, juga sengaja digelar menjelang Ramadhan. Sebab, Ramadhan sebagai bulan istimewa yang dipenuhi banyak Muslim yang berlomba-lomba dalam kegiatan beribadah. Sehingga selain ibadah lainnya, menghafal Alquran juga bisa dilakukan dengan metode yang diterapkan di Gaza.

"Kita ingin mengingatkan ini mau masuk bulan suci Ramadhan. Kita ingin semangati masyarakat untuk bisa meniru saudara di Gaza menghafal Alquran," tuturnya. 

Dia menyebutkan di Gaza penduduknya terbiasa menamatkan baca Alquran (khatam) sebanyak 3-5 kali selama Ramadhan. Tak sekadar membaca, mereka juga menghafalkan Alquran dengan sangat giat. 

"Banyak kalangan anak muda yang dalam waktu dua bulan bisa hafal 30 juz. Ini yang patut kita tiru bagaimana kesungguhan rakyat Palestina menghapal alquran," ujarnya.

Menurutnya di tengah konflik yang terjadi di Palestina, rakyat Gaza masih sangat semangat menuntut ilmu terutama menghafal Alquran. Oleh karenanya masyarakat Indonesia didorong bisa mengikuti semangat tersebut. 

Tak sekadar seminar, dia berharap ke depannya bisa menindaklanjuti kegiatan ini dengan bentuk program yang lebih nyata.   

Salah satu peserta seminar, Ali Rhomadoni (23), mengatakan dirinya  bersama teman-temannya yang biasa aktif di Masjid Salman ITB sengaja mengikuti seminar ini. Ali ingin mengetahui jurus masyarakat Gaza bisa mencetak banyak penghafal Alquran.

Pria yang saat ini sudah hafal delapan juz ini mengatakan setelah mengikuti seminar, dia mendapat banyak ilmu dari yang disampaikan narasumber. Meskipun tidak jauh berbeda metodenya dengan di Indonesia, ada beberapa kelebihan di Gaza yang membuat keberhasilan penghapal Alquran di sana.

Dalam seminar ini dihadirkan narasumber yang merupakan alumni Darul Quran Was Sunah Gaza, Ziad M M Shehada. Beliau juga saat ini aktif menjadi pengajar menghafal Alquran di Malaysia. Seminar ini juga dihadiri mulai dari anak sekolah hingga orangtua.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DAORAd
April 27, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DAORAd
via IFTTT

Wednesday, April 24, 2019

Harga Tiket Tinggi Buat Agen Perjalanan Mulai Tutup

Agen perjalanan disarankan mengatur strategi agar bisnis tetap berjalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Titus Indrajaya mengungkapkan tingginya harga tiket pesawat mulai berdampak kepada kelangsungan bisnis agen perjalanan. Sebab, menurut Titus, hingga saat ini persoalan tersebut belum teratasi.

“Kalau agen perjalanan tutup ada lah, di daerah ada dampaknya 60 persen anggota kita tujuh ribu agen perjalanan fokusnya ticketing,” kata Titus di Jakarta, Rabu (24/4).

Dia menjelaskan belum lama ini baru saja mengunjungi Kalimantan Timur dan ada rekomendasi untuk menutup agen perjalanannya. Titus mengatakan beberapa agen perjalanan lebih memilih ke bisnis lain.

Meskipun begitu, Titus menegaskan bukan berarti semua agen perjalanan berupaya untuk menutup bisnisnya. “Ada juga yang bisnisnya disederhanakan ke bisnis lain yang memungkinkan,” tutur Titus.

Untuk itu, Titus menegaskan saat ini Asita pusat masih memotivasi agar agen perjalanan tidak terpuruk. Dia mengatakan para agen travel mulai kembali mengatur strategi tidak hanya membuka perjalanan wisata namun umrah, haji, dan outbound.

Yang pasti, lanjut Titus, dari tingginya harga tiket membuat 30 sampai 40 persen penjualan tiket turun. “Di Bali lokalnya turun, di Yogyakarta, di daerah Pulau Jawa juga. Kita ada tujuh ribu anggota, ada 1,3 juta pekerja,” ungkap Titus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GEkRFK
April 24, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GEkRFK
via IFTTT

Monday, April 22, 2019

Desa Berdaya Rumah Zakat Ajarkan Cara Berpuasa

Anak-anak Desa Berdaya Sumodikaran diajarkan cara berpuasa melalui metode mendongeng.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Pada bulan April ini, Desa Berdaya Sumodikaran binaan Rumah Zakat kembali mengadakan Taklim Santri Madrasah Diniyah (Madin) bersama Kak Budi dari Kampung Dongeng Bojonegoro. Kegiatan yang diadakan di serambi Masjid Baitul Ghofur pada Kamis (18/4) kemarin, mengangkat tema "Belajar Puasa Bagi Anak-Anak".

Tema taklim ini disampaikan kepada sekitar 50 santri Madin dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Kak Budi pada kesempatan tersebut menjelaskan bagaimana anak-anak belajar berpuasa melalui metode dongeng yang sangat menyenangkan anak-anak santri Madin.

Diceritakan dalam dongeng tersebut tentang kisah seorang anak yang belajar berpuasa hanya sampai waktu shalat dzuhur. Sebelumnya Kak Budi menjelaskan tentang kewajiban Rukun Islam yang salah satunya adalah puasa, untuk itu sebagai anak Muslim harus mau belajar berpuasa.

Sementara itu Khoyidatul Khoimah, Kepala Madin Baitu Ghofur, menyampaikan beberapa pesan kepada para wali santri Madin yang juga hadir mendampingi anak-anaknya. "Agar anak-anak mau belajar berpuasa maka sebagai orang tua kita harus melalukan beberapa hal di rumah masing-masing,” ujarnya seperti dalam siaran pers.

Khoimah juga menjelaskan bahwa beberapa hal tersebut yaitu, yang pertama memberikan pemahaman kepada anak tentang kewajiban berpuasa dalam Rukun Islam, yang kedua memberikan contoh berpuasa kepada anak, dan yang ketiga menciptakan suasana yang mendukung anak belajar berpuasa di rumah. “Agar anak melupakan rasa lapar dan dahaga selama puasa, maka harus disiapkan alternatif kegiatan yang meyenangkan seperti permainan atau buku cerita untuk anak,” kata Khoimah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZqUIBr
April 22, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZqUIBr
via IFTTT

Thursday, April 18, 2019

Imam Masjid Diminta Berperan Atasi Persoalan Sosial

Imam masjid berperan besar turut menyelesaikan persoalan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG— Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, meminta para Imam masjid yang juga tokoh masyarakat di lingkungannya untuk bisa menjadi bagian dari solusi penanganan persoalan masalah sosial.

"Melalui program Tangerang mengaji, Tangerang bersedekah, Subuh berjamaah dan teranyar adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), saya titipkan nasib moral anak bangsa pada pendidikan di lingkungan masjid," katanya di Tangerang, Kamis (18/4).

Selain itu, tambah dia, agar masjid memiliki peran yang besar dalam pemberdayaan umat khususnya masyarakat Kota Tangerang.

"Bayangkan jika peradaban umat bisa berkembang pesat melalui masjid, saya yakin rahmat Allah akan turun. Bangun rumah-rumah tahfiz, cetak generasi penghafal Alquran agar anak-anak kita bisa mengerti dan paham betul kitab yang menjadi tuntunan hidup bagi umat Islam," lanjut Arief.

Sebelumnya Pemerintah Kota Tangerang menggelar pembinaan Imam Masjid se Kota Tangerang pada 2019 yang diikuti 650 peserta yang terdiri dari Imam masjid, Ketua DKM dan Marbot se-kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, yang membuka acara pun mengajak para imam masjid untuk bersama-sama mewujudkan Kota Tangerang yang akhlakul karimah.

"Saya mohon kesediaan para Imam masjid yang hadir agar bisa mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah di kota kita tercinta," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L25wmL
April 18, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L25wmL
via IFTTT

Tuesday, April 16, 2019

In Picture: Jalan Rusak di Kemiri Muka Depok Kondisinya Berlumpur

Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki itu mengganggu aktivitas warga.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kendaraan menghindari kubangan pada jalan yang rusak di Jalan Pertamina, Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/4).

Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki itu mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZbxhfD
April 16, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZbxhfD
via IFTTT

Tuesday, April 9, 2019

MUI invites Muslims to cast voting right

Indonesians will cast their vote on April 17.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Ulema Council (MUI) invites all Muslims in the country to use their voting right on April 17. The statement came ahead of election which will be held simultaneously, to choose House of Representatives (DPR), Regional Representative Council (DPD), and Regional Legislative Council (DPRD) members, also president and vice president. 

MUI deputy chairman Zainut Tauhid Sa’adi said by giving their votes, people will give their mandates to those who are elected to express their aspirations and hopes. The institution considered it is necessary to convey the statement related to election to all Muslims and all components in Indonesia.

“We encourage Indonesian Muslims to use their voting rights with full awareness and responsibility to choose leaders (nashbul imam) according to their conscience," Zainut said on Tuesday.

Zainut ask Muslims to choose leaders who are faithful and pious, honest (siddiq), trustworthy, active, and aspirational (tabligh), have the ability (fathanah), and fight for the interests of Muslims. MUI also urged Muslims and all the community, also institutions to actively participate in maintaining conducive, orderly and safe situations and conditions during 2019 election, until the result announcement.

Zainut said all the alleged violations during election must be reported directly to authorities. He also reminded that 2019 election is a part of state agenda in order to choose and uphold leadership in Indonesia.

Election must be held with full of responsibility and joy to elect leaders in egislative and executive institutions. As well as the momentum of collective efforts to improve the life of the nation in order to safeguard religious values and prosperity of humanity (hirasat ad-din wa siyasat ad-dun-ya).

"Because the election result is very important in the state and national life, also will determine the direction of the nation's journey, the development and administration of the country for the next five years," Zainut explained.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2OYnyVc
April 09, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2OYnyVc
via IFTTT

Monday, April 1, 2019

AC Milan Terus Bidik Kemenangan demi Tiket Liga Champions

Posisi Il Diavolo Rosso masih rentan tersalip oleh duo ibu kota AS Roma dan SS Lazio.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Laju AC Milan terhenti di dua giornata Serie A Italia yang terakhir. Sebelum jeda internasional, I Rossoneri takluk 2-3 dari rival sekota Inter Milan. Pasca jeda internasional, giliran Sampdoria yang mempermalukan pasukan Gennaro Gattuso 1-0 akhir pekan kemarin.

Beruntung di pekan yang sama, AS Roma juga menuai kekalahan dari SSC Napoli sehingga posisi Milan di peringkat empat masih aman. Milan duduk di peringkat empat dengan nilai 51. Akibat kekalahan dari Il Samp, Milan gagal menyalip Inter Milan yang juga takluk 0-1 di Giuseppe Meazza oleh SS Lazio.

Milan akan mencoba bangkit pada laga tengah pekan ini. Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan akan menjamu Udinese di Stadion San Siro, Rabu (3/4) malam WIB. Donnarumma menjadi pemain yang menjadi pesakitan karena kekalahan dari Sampdoria kemarin.

Satu-satunya gol tuan rumah di Luigi Ferraris itu tercipta karena blunder kiper 20 tahun tersebut. Donnarumma yang hendak melakukan umpan pendek kepada rekannya malah terhalang oleh penyerang Sampdoria, Defrel.

Bola hasil sepakan Gigio justru memantul Defrel dan bola masuk ke gawangnya. Kejadian tersebut terjadi pada babak pertama. Sayangnya pada waktu yang tersisa, Milan tidak mampu menciptakan gol balasan.

Donnarumma cukup terpukul dengan kesalahan yang dia buat. Kiper timnas Italia itu bertekad membayar utangnya saat turun melawan Udinese.

"Saya berterima kasih karena tim mendukung saya setelah kesalahan yang saya buat. Selanjutnya, saya akan membayarnya dengan tidak lagi membuat kesalahan," kata Donnarumma dikutip dari Football Italia awal pekan ini.

Milan wajib menang di laga ini supaya angan-angan ke Liga Champions musim depan bisa terwujud. Tiket Liga Champions buat Milan musim depan masih jauh dari kata aman.

Posisi Il Diavolo Rosso masih rentan tersalip oleh duo ibu kota AS Roma dan SS Lazio. Hingga giornata ke 29, Milan hanya unggul tiga poin dari Lazio dan Atalanta di urutan lima dan enam. Dari Roma, Milan unggul empat poin.

Andai seri atau kalah dari Udinese, Milan bisa terlempar dari empat besar dan sulit kembali. Karena setelah menjamu Udinese, Milan akan berhadapan dengan penguasa Serie A Juventus di Turin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V9d7Av
April 01, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V9d7Av
via IFTTT

Tuesday, March 26, 2019

E-Commerce 'Jual' Alat Seks, Ini Tanggapan Kemenkominfo

Kemenkominfo menyebut penjualan tersebut tak melanggar UU ITE karena bukan pornografi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ferdinand Setu memberikan tanggapan terkait adanya penjualan alat bantu seks pada aplikasi E-commerce. Menurutnya,  penjualan alat bantu seks pada aplikasi penjualan elektronik tersebut belum masuk ke ranah pornografi.

"Kita merujuk pada undang nomer 44 tahun 2008. Pornografi itu ketika memperlihatkan alat kelamin, telanjang, atau sebagainya," Kata Ferdinand saat dihubungi Republika.co.id,  Selasa (26/3). 

Ferdinand mengatakan penjualan alat bantu sex tersebut juga tidak masuk dalam kontruksi pasal 27 ayat 1 UU ITE yang bermuatan melanggar perbuatan kesusilaan. "Kami dari Kemenkominfo mengikuti perspektif aturan. Kami tidak bisa memukul rata perspektif semua orang. Ini kan pandangan publik juga. Mungkin bisa ditanyakan kepada orang yang lebih mengerti seperti ahli agama," Kata Ferdinand.

Ferdinand menambahkan, pihak kemenkominfo belum bisa memberikan teguran karena hal tersebut belum masuk kategori melanggar UU ITE. "Ya ketika belum melanggar, ya dia tidak masuk kategori melanggar UU ITE," Ujar Ferdinand. 

Sebelumnya, Dian, salah seorang Retizen Republika mengirimkan tulisannya ke Kanal Retizen Republika. Ia mempertanyakan tentang penjualan alat bantu seks dan perangsang yang dijual di aplikasi Ecommerce. Menurutnya hal ini bisa melanggar UU Pornografi dan UU ITE. 

Hal yang sama sebenarnya juga sempat muncul dari pernyataan Dirkrimsus Polda Metro Jaya melalui Kombes Adi Deriyan, yang  mengatakan penjualan alat bantu seks melalui aplikasi online dilarang karena melanggar Undang-Undang ITE dan UU Pornografi.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HHBnXg
March 26, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HHBnXg
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Indonesia Unggul 1-0 dari Myanmar di Babak Pertama

Timnas senior Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar, dalam laga persahabatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas senior Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Mandalarthiri Mandalay, Myanmar, Senin (25/3). Greg Nwokolo mencetak gol keunggulan Indonesia pada akhir babak pertama.

Permainan menarik dipertontonkan oleh kedua tim, dimana Timnas Indonesia bermain lebih dominan. Bola-bola daerah dimainkan oleh timnas Indonesia, Lilipaly mengambil inisiatif serangan di menit awal pertandingan, serangan cepat dilakukan meski masih bisa dipatahkan oleh penjaga gawang Myanmar. Indonesia kembali menciptakan peluang, Greg mendapatkan celah untuk melakukan tendangan pada menit ke-4, namun Kyaw Zin Phyo berhasil menangkapnya dengan sempurna.

Myanmar juga mendapatkan peluang di menit ke-6 melalui tendangan bebas yang lepas dari penjagaan lini belakang Indonesia. Beruntung bola menggelinding ke sisi kanan gawang Andritany. Selanjutnya, Aung Thu menit ke-17 melakukan tendangan jarak jauh tanpa penjagaan, beruntung bola masih meleset dari gawang Indonesia.

Menit ke-21 Stevano Lilipaly mendapat peluang emas usai menerima umpan jauh, dia berhasil menggocek kiper dan pemain belakang Myanmar yang menempelnya, namun sayang saat melakukan shooting, pemain lini belakang Myanmar lainnya berhasil melakukan penyelamatan.

Anak asuh Simon Mcmenemy terus mencoba mengobrak-abrik pertahanan Myanmar. Di antaranya pada menit ke-27, Riko Simanjuntak mempertontonkan aksinya dengan melakukan tendangan tipuan yang terukur. Namun masih meleset ke sisi kiri gawang. Selain itu, menit ke-28, Lilipaly menang sprint dari lini belakang Myanmar, sayangnya tendangan Lilipaly masih membentur kaki penjaga gawang.

Akhirnya, pada menit ke-41 Greg Nwokolo berhasil menciptakan gol pertama pada pertandingan ini usai menerima umpan dari Lilipaly. Greg dengan tenang bermanuver di depan gawang Myanmar.

Pada menit ke-45, Myanmar mendapat kesempatan emas dari hadiah tedangan pinalti lantaran pelanggaran yang dilakukan di dalam kotak pinalti. Namun, Andritany dengan baik berhasil menepis tendangan itu.

Susunan pemain kedua tim:

Indonesia (3-4-3): Andritany Ardhiyasa (kiper); Yanto Basna, Lestusen, Pranata; Yustinus Paew, Sanjana Pellu, Evan Dimas, Karel Sanadi; Stevano Lilipaly, Greg Nwokolo, Riko Simanjuntak.

Myanmar (4-4-2): Kyaw Zin Phyo (kiper); Hein Nay San, Zaw Min Tun, Paye Phyo Zaw, Thet Naing; Mg Mg Lwin, Hlang Bo Bo, Nyein Chan Aung, Yan Naing Oo; Aung Thu, Win Naing Soe

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Yv3Nce
March 25, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Yv3Nce
via IFTTT

Sunday, March 17, 2019

Sebelum Hadiri Debat Cawapres, Jokowi-JK Beri Arahan

Arahan tersebut bersifat tertutup bagi awak media.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden Joko Widodo memberi pengarahan kader seluruh partai koalisi dalam acara konsolidasi H-30 Pemilu Presiden 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Ahad (17/3). Arahan Jokowi disampaikan 986 peserta yang terdiri dari kepala daerah dan wakil, serta Ketua DPRD tingkat I dan II dari parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Arahan Jokowi juga diberikan hanya beberapa saat sebelum debat calon wakil presiden atau debat ketiga yang mempertemukan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Rencananya setelah memberi arahan, Jokowi dijadwalkan hadir ke acara debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta.

Sebelumnya, para kader konsolidasi juga lebih dahulu mendapat arahan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Ketua TKN Erick Thohir. Namun, arahan tersebut bersifat tertutup bagi awak media.

"Beliau hadir di sini kasih pengarahan langsung, alhamdulilah Pak Jusuf Kalla juga hadir. Ini mencerminkan bagaimana soliditas dari pada tokoh-tokoh nasional dan tokoh tokoh daerah, dan tentu partai partai koalisi," ujar Erick.

Menurut Erick, arahan diberikan untuk mempersiapkan pemenangan pasangan calon nomor urut 01 menuju 17 April mendatang. Ia mengatakan, sisa waktu 30 tersisa akan dimaksimalkan untuk kerja pemenangan.

"Bagaiamana gerakan yang secara masif untuk di semua wilayah dalam pemenangan paslon 01," ujar Erick.

Erick mengatakan, semua daerah menjadi fokus kerja pemenangan tim pasangan calon nomor urut 01. "Kami tidak membeda-bedakan kan wilayah mana, tapi kita ingin meyakini bahwa semua daerah penting karena filosofi dari paslon 01 semua daerah hrus dibangun karena itu semua daerah harus dimenangkan secara optimal," ujar Erick.

Acara konsolidasi dihadiri ketua dan sekjen parpol koalisi. Ketua umum yang hadir di antaranya Megawati Soekarno Putri, Oesman Sapta Odang, Airlangga Hartarto, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, dan Hary Tanoesudibjo, Diaz Hendropiyono.

Sementara sekjen parpol yang hadir seperti Lodewijk Paulus, Ahmad Rofiq, dan Raja Juli Antoni juga hadir. Termasuk Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Y1Zh4B
March 17, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Y1Zh4B
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Tiga Langkah agar Berbeda Mazhab Keagamaan Tetap Rukun

Perbedaan merupakan ketentuan yang tidak dapat diintervensi manusia

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Guru besar pemikiran Islam Modern IAIN Palu, Zainal Abidin, menyampaikan tiga langkah yang perlu diperhatikan dalam rangka mewujudkan perdamaian dan ketenteraman dalam kehidupan sosial utamanya menghadapi perbedaan mazhab keagamaan, afilisasi politik, dan ragam perbedaan lainnya.

Dia mengatakan yang pertama, setiap individu harus menghormati perbedaan yang ada, bahwa perbedaan merupakan ketentuan yang tidak dapat diintervensi manusia.

Menurut dia, perbedaan agama, suku RAS, dan segalanya yang terjadi, merupakan kehendak Tuhan. 

“Bukan kehendak manusia, karena itu sebagai seorang yang beragama harus menghormati perbedaan itu," kata Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu  pada Tabligh Akbar Satuan Tugas Nusantara yang di laksanakan Satgas Nusantara Polres Parigi Moutong, di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/2).  

Dia menyebutkan yang kedua, jangan berprasangka buruk kepada seseorang atau kepada sekelompok orang, karena prasangka yang buruk dapat melahirkan pikiran dan tindakan yang buruk. 

“Dengan begitu persaudaraan antarsesama manusia dalam kehidupan sosial akan putus bila diwarnai dengan prasangka buruk,” kata dia.

Sementara yang ketiga, kata dia, tidak boleh mengklaim paham dan aliran serta pendapat dari yang lahir dari seseorang atau sekelompok menjadi kebenaran mutlak, sehingga yang lain dianggap salah bila tidak sependapat.

"Perbedaan mazhab, aliran dan paham, serta perbedaan lainnya tidak terlepas dari ketentuan Tuhan. Karena itu harus dihormati, tidak boleh memonopoli kebenaran," tutur dia. 

Lebih lanjut dia menyampaikan pesan kepada umat Islam yaitu, kehidupan meski berada dalam dunia yang sama, tetapi berbeda bangsa dan negara. Dalam satu bangsa dan negara, manusia berbeda suku bangsa.

Sementara dalam satu suku bangsa, bisa berbeda keyakinan dan agama. “Dalam satu keyakinan dan agama, kita berbeda paham dan aliran. “Mari kita rawat kebhinekaan, kita mantapkan keberagaman,” kata dia.  

Tabligh Akbar Satgas Nusantara itu mengangkat tema "Dengan Hati yang Sejuk Kita Dukung Pemilu yang Aman dan Damai", dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Parigi Moutong dan ribuan masyarakat di daerah itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GXhWIN
February 23, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GXhWIN
via IFTTT