Pages

Showing posts with label 2019 at 02:36PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:36PM. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Laporan Kecurangan Pemilu Ditolak Bawaslu, Dian Fatwa Kecewa

Bawaslu menilai laporan Dian Fatwa tidak disertai bukti yang memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PAN, Dian Islamiati Fatwa mengaku kecewa laporan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang dituduhkan kepada Pasangan Calon Jokowi-Ma'ruf ditolak untuk diproses oleh Bawaslu. Dian menilai Bawaslu berlaku tidak fair.

"Saya dan kuasa hukum menyayangkan, bahwa putusan tersebut tidak merekomendasikan laporan kami dilanjutkan karena saksi-saksi belum sempat ditanyakan. Kan mestinya ada saksi, kami sudah menyiapkan sejumlah saksi dan belum diperiksa, dan bagi saya ini tidak fair," kata Dian di Bawaslu, Jakarta, Senin (20/5).

Alasan Bawaslu menolak laporan Dian itu adalah karena bukti yang disertakan Dian tak kuat, hanya berupa artikel berita daring yang dicetak. Namun, menurut Dian, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah saksi. Namun, saksi itu tak diperiksa oleh Bawaslu.

Putusan Bawaslu menyatakan, Dian dianggap tidak menyertakan tudingan masif dengan setidaknya menunjukkan kecurangan terjadi pada minimal 50 persen wilayah. Terkait hal ini, Dian justru mengungkit ihwal kenaikan gaji PNS oleh pemerintah yang dinilainya politis dan masif.

"Misalnya PP (Peraturan pemerintah) yang terbukti menunujukkan ini adalah TSM karena kalau peraturan pemerintah misalnya tentang kenaikan gaji. Ini kan dampaknya sebenarnya sudah cukup luas, tidak lagi harus menunggu 50 persen," kata dia.

Namun, Mantan jurnalis Australia Broadcast Company (ABC) itu juga mengakui, pihaknya belum menyiapkan bukti yang lengkap karena alasan waktu. "Karena antara jangka waktu saya menemukan dan harus melaporkan itu jangka waktunya sangat mepet sekali dan yang terpikir oleh saya adalah melaporkan dulu, karena terbatas," kata dia.

Dian pun menyatakan akan berkoordinasi dengan kuasa hukum terkait langkah berikutnya yang akan ditempuh. Mengingat, putusan Bawaslu menolak laporan Dian tidak bisa dibanding.

Bawaslu memutuskan tidak memproses laporan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang dituduhkan pada paslon Joko Widodo - Ma'ruf karena tak menyertakan bukti yang memadai. "Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu TSM tidak dapat diterima. Demikian diputuskan pada rapat pleno Bawaslu. Pada hari rabu tanggal 15 mei 2019," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam Sidang Bawaslu, Jakarta, Senin (20/5).

Bawaslu menolak memproses dua laporan dengan tuduhan yang sama itu. Laporan pertama dibuat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi atas nama Ketua BPN Djoko Santoso dengan nomor 01/LP/PP/ADM/TSM/RI/00.00/V/2019. Laporan kedua dibuat Politikus PAN Dian Fatwa dengan nomor 02/LP/PP/ADM/TSM/RI/00.00/V/2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YCKJb2
May 20, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YCKJb2
via IFTTT

Sunday, April 14, 2019

In Picture: Pencoblosan di Iran Berlangsung Aman dan Lancar

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih Presiden, Wakil Presiden RI dan DPR RI bagi WNI di Iran dilaksanakan secara serentak di TPS 001 Tehran dan TPS 002 Qom, Kamis (11/4) berlangsung dari pukul 08.00 – 18.00 waktu setempat.

Pemungutan suara di kedua TPS berlangsung aman dan lancar, suasana tertib dan kondusif terlihat di TPS 001 yang bertempat di KBRI Tehran dan TPS 002 yang bertempat di Sekretariat Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Kota Qom, Iran.

Dalam siaran persnya yang diterima Republika, Ahad (14/4), pemungutan di dua TPS diikuti cukup antusias oleh WNI di Iran yang tersebar di kota Tehran, Kharaj, Gorgan, Mashaad, Isfahan serta Qom. TPS 001 dengan jumlah  DPT 78 orang, sebanyak 70 org jumlah pemilih yg menggunakan haknya. Dengan demikian dari 80 SS untuk PPWP dan DPR RI (78 SS DPT + 2 SS cadangan) yang diterima PPLN Tehran, bersisa 10 SS.

Sekretaris Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Iran, Tety Mudrika menyebutkan, di TPS 002 Qom, dari jumlah DPT 161 orang, sebanyak 164 pemilih telah menggunakan haknya. "Dengan demikian dari 165 SS (SS DPT 161 + 4 SS cadangan) yang diterima PPLN Tehran, 1 SS dalam keadaan rusak sehingga jumlahnya menjadi 164 SS," ujarnya.

Sementara itu untuk TPS Pos dengan jumlah DPT 26 orang, dari 26 SS yang dikirimkan melalui pos, hanya satu SS yang sampai tanggal 11 April 2019 belum dikembalikan ke KPPSLN Pos dan masih ditunggu hingga tanggal penghitungan, 17 April 2019. Dengan demikian dari 27 SS (SS DPT 26 + 1 SS cadangan) yang diterima PPLN Tehran,  jumlah pemilih yang telah menggunakan haknya sebanyak 25 orang, mereka pada umumnya WNI yang bertempat tinggal di Mashaad, Shiraz dan Kepulauan Kish.

Jumlah partisipasi pemilih dari ketiga TPS sebanyak 96,6 %, untuk selanjutnya masing-masing KPPSLN (Tehran, Qom, dan Pos) menyerahkan secara resmi Kotak suara dan dokumen terkait kepada PPLN Tehran. Kotak suara dan dokumen tersebut disimpan di ruang rapat PPLN Tehran di KBRI Tehran yang diawasi oleh perangkat CCTV selama 24 jam hingga penghitungan SS serentak di dalam dan luar negeri dilaksanakan tanggal 17 April 2019 mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IiH9yM
April 14, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IiH9yM
via IFTTT

Friday, April 5, 2019

Klopp Nilai Manchester City Layak Raih Quadruple

City dianggap lebih stabil dibanding dua tim raksasa Eropa lainnya, Barca dan Juve.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pelatih Liverpool Juergen Klopp menilai, Manchester City layak meraih empat gelar sekaligus atau Quadruple Winner pada musim ini. Pelatih asal Jerman itu melihat konsistensi dan kualitas tim pesaing terdekat Liverpool di perburuan gelar juara Liga Primer Inggris tersebut sangat kuat.

Bahkan, Klopp menyatakan, City merupakan salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Penampilan the Citizens pun dinilai lebih stabil dibanding dua tim raksasa Eropa lainnya, Barcelona dan Juventus.

Sementara Barcelona dinilai kesulitan saat menghadapi Villarreal, tengah pekan ini, Klopp juga menyebut, Juventus belum teruji tampil di Liga Champions jika tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo, meski bisa tampil begitu impresif di Serie A Liga Italia.

''Jika Anda melihat dari luar, maka Anda berpikir, City bisa menjuarai empat gelar sekaligus pada musim ini. Begitu pun dengan saya. Pada saat ini, mereka sepertinya adalah tim terbaik di dunia. City terlihat lebih stabil dibanding mereka (Barcelona dan Juventus),'' ujar Klopp seperti dikutip the Guardian, Jumat (5/4).

Pada musim ini, City memang masih mengantongi peluang untuk menjadi klub pertama asal Inggris yang meraih empat gelar sekaligus, tiga di kancah domestik dan satu torehan gelar Liga Champions. Satu dari empat gelar itu pun sebenarnya sudah dikantongi the Citizen, yaitu saat menjadi yang terbaik di gelaran Piala Liga Inggris, Februari lalu.

Di kancah semifinal Piala FA, City bakal berhadapan dengan Brighton and Hove Albion. Sementara di ajang Liga Champions, the Citizens telah melaju hingga ke babak perempat final dan bakal berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Sedangkan di pentas Liga Primer Inggris, kemenangan 2-0 atas Cardiff City kembali membawa City ke puncak klasemen sementara.

Bahkan, di Liga Primer Inggris, City menorehkan kemenangan beruntun dalam delapan laga terakhir setelah secara mengejutkan kalah dari Newcastle United, 1-2, akhir Januari lalu. Tidak hanya itu, dalam delapan laga terakhir tersebut, City juga hanya kebobolan dua gol.

Kendati begitu, kata Klopp, semua catatan ini tidak membuat Liverpool gentar. Menghadapi Southampton di pekan ke-33 Liga Primer Inggris, Jumat (5/4) waktu setempat, the Reds mengincar torehan tiga angka demi bisa menggeser City di puncak klasemen sementara dan mengembalikan keunggulan dua poin atas juara bertahan Liga Primer Inggris tersebut.

''Saya tidak peduli dengan semua peluang itu. Saya hanya fokus pada permainan kami dan kami akan berusaha meraih kemenangan dengan semua yang kami punya serta terus bersaing dalam perebutan gelar juara,'' ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KhXoOC
April 05, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KhXoOC
via IFTTT

Thursday, April 4, 2019

Kemenag Dukung MUI Usulkan Hari NKRI

Kemenag mengapresiasi langkah MUI yang mengusulkan adanya Hari NKRI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyambut baik wacana yang digulirkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait peringatan Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin.

Seperti diketahui, MUI telah menyelenggarakan sarasehan nasional bertajuk "Peran Umat Islam dalam Memelopori, Mendirikan, Mengawal dan Membela NKRI" pada Senin (1/4) lalu. Dalam kesempatan itu, majelis tersebut mewacanakan 3 April sebagai Hari NKRI. Alasannya, Mosi Integral yang diinisiasi Mohammad Natsir disahkan pada tanggal tersebut, tepatnya 3 April 1950.

Menurut Muhammadiyah Amin, adanya hari peringatan seperti itu perlu sebagai momentum menguatkan rasa nasionalisme sekaligus pemahaman kepada warga tentang sejarah NKRI.

"Setuju, saya setuju. Sebenarnya bagus juga kalau banyak hari-hari begitu, cuma signifikansinya juga harus dipertimbangkan. Tetapi kalau untuk penguatan terhadap NKRI, tentu saya atas nama Dirjen setuju-setuju saja," kata Muhammadiyah Amin saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (4/4).

Selain untuk mengenang pembentukkan NKRI, peringatan tersebut juga bermaksud menghormati perjuangan Mohammad Natsir. Dialah tokoh kunci dalam peleburan negara-negara bagian di Tanah Air pasca-pengakuan kedaulatan oleh Belanda terhadap Indonesia, Desember 1949.

Natsir pada 1950 mulai aktif bertemu dengan tokoh-tokoh pelbagai negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS) agar bersedia melebur ke dalam Republik Indonesia. Upaya ini mengkristal menjadi Mosi Integral. Belakangan, nama lengkap dokumen yang disahkan pada 3 April 1950 itu sering disebut sebagai "Mosi Integral Natsir".

Menurut Amin, sosok Mohammad Natsir akan selalu dikenang tidak hanya sebagai tokoh Muslim, tetapi juga pahlawan bangsa Indonesia. "Itu bukan hanya karena Mohammad Nashir sebagai seorang Muslim, tapi juga sebagai tokoh nasional, sebagai pahlawan bangsa. Jadi, saya kira tidak ada masalah. Natsir juga dikenal oleh semua agama," jelas Amin.

Dia juga memandang, MUI sudah tepat dalam memilih istilah "Hari NKRI." Lebih lanjut, Amin menganjurkan MUI untuk mengajukan wacana ini secara resmi kepada kementerian-kementerian terkait. Sebut saja, Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kita serahkan pada MUI yang akan merumuskan itu. Tentu saja perlu juga kesepakatan dari seluruh pihak. Karena tentu tidak mungkin MUI menetapkan tanpa regulasi pemerintah," ujar Amin.

"Kalau 'Hari NKRI', itu lebih tepat pengajuannya di Kemenko Polhukam atau Kemendikbud, kecuali jika itu peringatan hari yang berkaitan dengan Islam seperti hari santri, itu bisa diajukan ke Kemenag," sambung dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UrMjyi
April 04, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UrMjyi
via IFTTT

Tuesday, April 2, 2019

Mutasi Genetik Bisa Buat Orang tak Rasakan Sakit Sedikitpun

Seorang ibu asal Skotlandia tak bisa rasakan sakit sedikitpun saat luka bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi kasus yang diterbitkan dalam British Journal of Anesthesia menyebutkan bahwa sebuah mutasi genetik yang baru ditemukan menyebabkan seorang wanita Skotlandia menanggung luka, luka bakar, patah tulang, persalinan dan operasi tanpa merasakan sakit.

"Sekitar lima tahun yang lalu, Joanne Cameron, sekarang 71 tahun, menjalani operasi tangan yang menyakitkan di Rumah Sakit Raigmore Skotlandia," kata Dr Devjit Srivastava, seorang konsultan anestesi dan obat pereda nyeri di rumah sakit tersebut seperti dilansir dari laman Time, Ahad (31/3).

Srivastava menyebutkan bahwa Cameron tidak merasakan sakit dan dia tidak memerlukan anestesi. Itu bukan kejadian yang lazim ditemui Srivastava dalam berpraktik sehari-hari.

“Sebenarnya aku mengabaikannya. Saya tidak bisa mempercayainya. "

Srivastava memberi Cameron anestesi seperti biasa, tapi memutuskan untuk memeriksanya setelah operasi. Ketika dia melakukannya, dia menemukan bahwa dia melaporkan tidak ada rasa sakit dan tidak mengambil obat penghilang rasa sakit apapun di luar obat yang dijual bebas yang direkomendasikan oleh dokternya.

Ketika berbicara dengannya lebih lanjut, Srivastava mengetahui bahwa Cameron juga tidak mengalami rasa sakit dari diagnosis artritis sebelumnya maupun operasi penggantian pinggul. Ketika melahirkan kedua anaknya, dia mengatakan kepada Srivastava, dia hanya mengalami "sedikit ketidaknyamanan."

Dalam beberapa kasus, dia bahkan tidak menyadari adanya luka bakar di tubuhnya. Tak ada sinyal nyeri yang ditangkapnya. Ia baru sadar mengalami luka bakar setelah mencium aroma daging tubuhnya yang terbakar.

"Dia juga ingat pernah mengalami patah lengan semasa kanak-kanak, namun tidak menyadarinya sampai sang ibu melihatnya."

Srivasta bingung dan merasa itu adalah tanggung jawabnya dan tidak boleh membiarkan Cameron pergi tanpa menyelidiki.

Dia lantas merujuknya ke ahli genetika nyeri di University College London dan University of Oxford, yang menyelesaikan pengurutan genetik pada dirinya serta ibunya dan dua anaknya. Mereka menemukan bahwa Cameron memiliki beberapa mutasi genetik, termasuk satu pada kromosom yang mengkode enzim yang disebut FAAH. Gen FAAH dari Cameron membuat jenis enzim yang dimodifikasi, yang telah ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya untuk mengurangi persepsi nyeri.

Dari sana, dokter menemukan mutasi genetik lain di dekat gen FAAH. Melalui tes darah, mereka mengkonfirmasi bahwa cacat genetiknya adalah “menerjemahkan ke dalam cacat biokimiawi yang meningkatkan zat kimia otak, yang menyebabkan dia tidak merasakan sakit, dia pelupa, dan dia sangat bahagia,” Srivastava menjelaskan.

Penemuan ini menyoroti peran lembut rasa sakit dalam tubuh. Beberapa rasa sakit adalah hal yang baik, karena berfungsi sebagai tanda peringatan ketika ada sesuatu yang salah, katanya. Bahkan tanpa tanda-tanda peringatan seperti itu, Cameron saat ini dalam "kesehatan yang sangat baik," kata Srivastava.

Tapi pada saat yang sama, jutaan orang - termasuk lebih dari 50 juta di AS saja - menderita sakit kronis, yang secara signifikan dapat menghambat kualitas hidup, mengarah pada ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit yang membuat ketagihan seperti opioid dan bahkan mengubah cara otak bekerja.

Kasus Cameron suatu hari nanti bisa mengarah pada terobosan bagi orang-orang ini, kata Srivastava. Dia berharap, jika para peneliti dapat mengidentifikasi jalur molekuler di balik toleransi rasa sakit Cameron, suatu hari mereka dapat menggunakan informasi itu untuk mengembangkan terapi pereda nyeri baru - idealnya yang memiliki risiko lebih sedikit daripada opioid.

Kenyataan itu masih jauh - penelitian hanya pada tahap konseptual untuk saat ini, tapi ia mengatakan itu tidak mustahil untuk dibayangkan. "Ketika rasa sakit bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tidak ada gunanya. Kami mencoba untuk (menargetkan) jutaan pasien itu dan memberikan bantuan kepada mereka."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FHCumm
April 02, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FHCumm
via IFTTT

Rumah Zakat dan Warga Bersihkan Sungai Kapuas

Bersih-bersih sungai mengingatkan betapa pentingnya menjaga lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Relawan Rumah Zakat berkolaborasi dengan kelurahan Benua Melayu Laut dan beberapa komunitas di Pontianak membersihkan Sungai Kapuas di Jalan Tanjungpura, Gang Irian, kelurahan Benua Melayu Laut, Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Kegiatan ini merupakan inisiatif kelurahan Benua Melayu Laut untuk berkolaborasi bersama beberapa komunitas serta masyarakat sekitar lokasi untuk bersama-sama membersihkan sungai Kapuas.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa komunitas diantaranya, Relawan Rumah Zakat Pontianak, Aikal Pontianak, RAR Pontianak, Swista Alam, MGC Pontianak, Himgeo Untan, dan komunitas lainnya. Bagus Apriadi, salah satu peserta kegiatan mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai Kapuas , selain memberikan bantuan bagi masyarakat setempat, itu juga bisa menjadi pelajaran bagi diri sendiri agar selalu menjaga kebersihan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Kita harus bisa mendorong masyarakat untuk bisa saling mengingatkan betapa pentingnya menjaga lingkungan sehingga kota kita terlihat bersih," kata Bagus.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Uou2BJ
April 02, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Uou2BJ
via IFTTT

Saturday, March 30, 2019

Liam Neeson Minta Maaf Atas Komentar Rasialnya

Liam Neeson mengaku sedang emosi saat mengeluarkan komentar berbau rasial tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Liam Neeson meminta maaf atas komentar yang sempat dilontarkannya terkait keinginannya membunuh seorang pria kulit hitam. Menurut pemenang Oscar 1994 itu, komentar tersebut sejatinya tidak cukup pantas diungkapkan.

Permintaan maafnya tersebut diakui Neeson sudah melalui proses perenungan panjang. Ia tak menampik komentar itu keluar saat dirinya tengah emosi.

Komentar Neeson tersebut keluar saat ia menceritakan insiden 40 tahun lalu. Neeson  bermaksud memberikan tanggapan soal insiden pemerkosaan seorang temannya oleh pria kulit hitam, namun justru terselip komentar ingin membunuh kulit hitam.

Tak pelak, aktor Irlandia itu mendapatkan banyak protes, termasuk reaksi yang tidak diharapkan pada Februari lalu saat dirinya mempromosikan sebuah film. Tidak sampai di situ, acara karpet merah pemutaran perdana film Cold Pursuit di New York pun dibatalkan hingga filmnya menuai hasil buruk di box office.

Aktor berusia 66 tahun itu pun mengaku sadar, kendati komentarnya bermaksud membela seorang teman, tapi kalimatnya telah melukai banyak orang. Komentar itu dinilai sangat tidak bijak, mengingat kesalahan tidak melulu berasal dari kulit hitam.

"Apa yang saya gagal sadari adalah bahwa ini bukan tentang membenarkan amarah saya bertahun-tahun yang lalu, tetapi juga tentang dampak kata-kata saya hari ini," katanya.

Neeson mengatakan meskipun komentar yang dibuatnya tidak mencerminkan seluruh kulit hitam, tapi dia menyadari komentarnya bisa sangat menyakiti banyak orang dan memecah belah. "Saya sangat meminta maaf," ujarnya dilansir laman Reuters, Sabtu (30/3).

Dalam sebuah pernyataan, Neeson meminta maaf atas pemikiran dan tindakannya yang menurutnya tidak dapat diterima itu. Dia menambahkan ketika ia mencoba menjelaskan perasaannya, Neeson tidak bermaksud melukai banyak orang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YxDQsl
March 30, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YxDQsl
via IFTTT

Saturday, March 23, 2019

TGB Imbau Tokoh Agama Suarakan Kebaikan di Pilpres

TGB hari ini mengisi Tabligh Akbar di Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Wasathiyah Center, Tuan Guru Barang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengingatkan para tokoh agama yang mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019 berkewajiban untuk menyuarakan kebaikan dalam proses politik. Tokoh agama berperan penting untuk tetap menyampaikan pesan-pesan yang baik sehingga semuanya dapat berproses dengan baik.

"Kita membayangkan bahwa kalau tokoh agama terlibat politik itu akan memecah belah, akan negatif. Namun, tergantung dari konten yang dibawa. Justru para tokoh agama itu punya kewajiban untuk selalu menyuarakan kebaikan dalam proses politik, di mana pun posisinya," kata TGB usai mengisi Tabligh Akbar, di Jakarta Pusat, Sabtu (23/3).

Menurut TGB, kalau ada tokoh agama berada di paslon 01, Jokowi-Maruf tetap harus menyuarakan bahwa pilpres ini fastibasul khairat, ini adalah perlombaan sesama anak bangsa. "Penuh dengan keriangan siapa pun yang menang, ya Indonesia yang menang. Siapa pun yang berhasil, ya negara kita akan maju ke depan. Mudah-mudahan," katanya.

Begitu pun di pasangan calon 02, Prabowo-Sandi diharapkan tokoh agama juga menyuarakan yang sama demi kebaikan. "Bukan perang, bukan mau armaggedon, bukan perang akhir zaman. Itu terlalu bahaya menggunakan idiom-idiom perang suci yang untuk kontestasi antar kita anak bangsa," kata TGB.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HCD3kC
March 23, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HCD3kC
via IFTTT

Saturday, March 9, 2019

Karawang Alokasikan Rp 1,3 Miliar untuk Asuransi Pertanian

Luasan lahan pertanian yang diasuransikan bertambah dari 20 ribu menjadi 40 ribu ha

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemkab Karawang, alokasikan Rp 1,3 miliar untuk asuransi usaha tani padi (AUTP). Anggaran tersebut untuk melindungi 40 ribu hektare lahan sawah. Jadi, jika ribuan hektare lahan sawah itu, gagal tanam atau panen akibat bencana dan serangan hama, maka petani akan mendapatkan pengganti melalui asuransi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, M Hanafi Chaniago, mengatakan, pemkab berupaya memberikan perhatian serius di sektor pertanian. Salah satunya, dengan adanya program peningkatan angggaran untuk subsidi AUTP.

"Kita ingin melindungi petani. Makanya, subsidi dalam bentuk asuransi ini digulirkan," ujar Hanafi, melalui rilis yang diterima Republika, Ahad (10/3).

Hanafi menjelaskan, tahun 2018 lalu asuransi pertanian itu sudah ada. Namun, baru melindungi 20 ribu hektare saja. Di 2019 ini, ada peningkatan subsidi untuk asuransi. Jadi, luasan yang dilindunginya bertambah dari 20 ribu menjadi 40 ribu hektare.

Hanafi menjelaskan, bantuan ini berupa premi asuransi. Peruntukannya bagi petani yang memiliki lahan sedikit. Dengan jumlah kepemilikan, maksimal hanya satu hektare.

Pemerintah, membayarkan premi asuransinya sebesar Rp 180 ribu per hektarenya. Dari, nilai premi itu ada subsidi dari pemerintah pusat, sebesar 80 persen atau Rp 144 ribu. Sedangkan, sisanya Rp 36 ribu merupakan subsidi dari daerah, melalui APBD kabupaten.

"Ini, merupakan upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya.

Adapun keuntungan yang diterima petani, lanjutnya, yaitu setiap sawah yang terdampak bencana atau serangan hama, akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare. Jadi, sawah yang mendapat penggantian asuransi ini, jika mengalami gagal tanam atau panen.

Sementara itu, Wakil Ketua KTNA Kabupaten Karawang, Ijam Sudjana, menilai, asuransi pertanian ini akan menghamburkan uang APBD saja. Alasannya, selama ini sudah banyak petani yang ikut asuransi pertanian.

Namun, saat ada kerusakan akibat serangan hama, ternyata proses klaimnya ribet dan bertele-tele. "Selain itu, tidak ada kejelasan kerusakan seperti apa yang bisa dicover oleh asuransi. Sebab, saya pribadi sudah mengalami, saat areal sawah rusak diserang hama. Saat akan diklaim, oleh pihak perusahaan asuransinya di tolak dengan berbagai alasan," ujar Ijam.

Padahal, sambung dia, dirinya merupakan pengurus dari organisasi petani. Namun, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari perusahaan asuransinya. Apalagi, petani biasa.

Karena itu, pihaknya menyarankan supaya kebijakan ini dikaji ulang. Jangan sampai, uang APBD keluar percuma. Sedangkan, masalah petani tetap tidak ada solusinya.

Jika asuransi pertanian ini, memang membantu petani, lanjut Ijam, sebaiknya pemkab berkerjasama dengan perusahaan asuransi yang kapabilitasnya diakui. Sehingga, ketika disuatu hari ada serangan hama yang cukup sporadis atau ada bencana, yang mengakibatkan gagal tanam serta panen, maka asuransi petani itu bisa diklaimkan.

"Jangan sampai, sudah ada asuransi, ketika petani kesusahan akibat gagal tanam dan panen, klaimnya tak bisa cair," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UzT1iB
March 10, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UzT1iB
via IFTTT

Monday, March 4, 2019

Ketika Bang Imad Menjadi Tahanan Politik

Almarhum Imaduddin Abdulrahim alias Bang Imad menulis 'Kuliah Tauhid'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu pembawaan Imaduddin Abdulrahim alias Bang ‘Imad adalah berani karena benar. Ceramah-ceramahnya selalu lugas, memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar. Padahal, Orde Baru kala itu sedang kuat-kuatnya dan cenderung anti-kritik.

Pemilihan umum tahun 1971, misalnya, membuktikan nirdemokratisnya penguasa. Terhadap fenomena ini, Bang ‘Imad di tiap forum publik tidak ragu menyuarakan kritik keras. Imbasnya, dia pernah tidak bisa berceramah di kampus-kampus pada 1986-1988.

Ke manapun dia pergi, selalu dibuntuti mata-mata. Ada dua kasus yang cukup fenomenal. Pertama, saat dirinya menjadi penceramah Maulid Nabi di Masjid al-Azhar (Jakarta) 1971.

Bang ‘Imad tahu betul ada mata-mata pemerintah yang menyelinap di antara hadirin. Panitia juga telah mengingatkannya lantaran khawatir keselamatan sang narasumber.

Namun, tak terbersit rasa takut dalam diri Bang ‘Imad. Setelah mengutip ayat Alquran, dia tegas menyerukan, umat Islam “jangan pernah takut kepada selain Allah, apalagi kepada intel.” Diserukannya pula agar siapapun intel yang sedang menyamar mencatat setiap perkataannya.

Kasus kedua terjadi di UGM Yogyakarta. Di hadapan ratusan hadirin, Bang ‘Imad menyinggung sejarah Firaun. Dikatakannya pula, sebelum mati penguasa Mesir Kuno itu mendirikan istana di atas bakal kuburannya. Konteks ceramahnya saat itu adalah era Presiden Suharto. RI-1 saat itu memang sudah membangun kompleks mausoleum Astana Giribangun di Karanganyar, Jawa Tengah. Walaupun Bang ‘Imad tidak menyebut Suharto atau presiden, terasa sindirannya kepada penguasa.

Menjadi Tahanan Politik

Pada malam hari, 23 Mei 1978, peristiwa ini terjadi. Bang ‘Imad ditangkap intel di rumahnya. Suami Nur’aini itu baru saja selesai mengisi kajian di Masjid Salman, ITB. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta ditempuh lewat tengah malam.

Bang ‘Imad tak merasa cemas sama sekali. Tiba di penjara yang berlokasi persis samping TMII, dia tidak menjalani penyiksaan. Malahan, sipir yang membentaknya dibentaknya lebih keras lagi. Sejak saat itu, semua petugas segan kepadanya. Baik sebagai ilmuwan maupun figur publik, Bang ‘Imad menampakkan jiwa tauhid yang teguh.

Sekilas cerita. Saat menjadi dosen di Malaysia, umpamanya, dia sedih melihat ada mahasiswa yang percaya stereotipe bahwa segala yang berbau Barat –termasuk kemajuan teknologi— bertentangan dengan Islam.

Bahkan, pelajar itu tampak meyakini Islam tidak cocok untuk dunia modern. Bang ‘Imad pun mengadakan Latihan Mengenal Diri (LMD; bukan “Latihan Mujahid Dakwah”) kepada semua anak didiknya.

Tujuannya agar Muslimin Indonesia atau umumnya bangsa Melayu mengenal betul agamanya sehingga bangga beridentitas Islam. Di negeri jiran, training ini dijuluki Latihan Tauhid.

Hasilnya, para mahasiswa mulai berubah. Yang tadinya malu-malu membawa Alquran ke kampus, kini menampakkannya di atas buku-buku kuliah.

Satu karya Bang ‘Imad adalah Kuliah Tauhid. Buku yang terbit pada 1982 ini bermula dari transkrip ceramahnya yang disampaikan selama Ramadhan 1397 H di Masjid Salman ITB.

Karya ini disempurnakannya 14 bulan ketika dirinya berstatus tahanan politik di Penjara Nirbaya. Artinya, masa-masa di dalam penjara dimanfaatkannya untuk menulis dan menyebarkan ilmu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EM84QL
March 05, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EM84QL
via IFTTT

Tuesday, February 26, 2019

Sekum PP Muhammadiyah: Pilpres Bukan Urusan Ibadah

Pilpres adalah wilayah muamalah duniawiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menghimbau agar masyarakat tidak terlalu fanatik terhadap pilpres. Menurutnya, pilpres bukanlah urusan ibadah sehingga masyarakat tidak perlu mencampur adukkan agama dengan politik, apalagi mengistilahkan dengan 'perang'.

Istilah 'perang' disinggung kedua kubu pasangan calon presiden menjelang pilpres yang kurang dari dua bulan lagi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Moeldoko, menggunakan istilah 'perang total', sedangkan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi  Neno Warisman mengutip doa nabi saat 'perang badar' dalam acara Munajat 212. Meskipun, belakangan Neno menyebut doa itu tak ada kaitannya dengan pilpres dan BPN Prabowo-Sandi.

Mu'ti menerangkan, pilpres merupakan agenda politik lima tahunan yang sudah berulangkali dilaksanakan di Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat seharusnya menyikapi dan berpartisipasi secara wajar serta tidak berlebihan.

"Pemilihan presiden sebagai proses politik merupakan wilayah muamalah duniawiah, bukan masalah ibadah. Umat memiliki kebebasan untuk memilih sebagaimana mereka melaksanakan muamalah yang lainnya seperti bisnis, bertetangga, dan sebagainya,“ kata mu'ti saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (27/2).

Dalam menyukseskan pilpres, menurut dia, hal terpenting adalah menjaga nilai-nilai dan akhlak Islam. Di tengah perbedaan yang ada, masyarakat harus bisa membina persatuan dan perdamaian serta saling menghormati satu sama lain.

Selain itu, Mu'ti juga meningkatkan kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan media sosial dengan bijak. Bukan malah sebaliknya, menyebar hoaks dan kebencian. "Masyarakat hendaknya mengembangkan keadaban digital untuk menebarkan perdamaian," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NuBKV4
February 27, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NuBKV4
via IFTTT

Mengenal Rihlah Keilmuan Syekh Muhammad bin Alawy (2-Habis)

Pada 1971, Syekh Muhammad bin Alawy diangkat menjadi guru besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelumnya, telah dijelaskan perjalanan atau rihlah keilmuan yang dilakukan Syekh Muhammad bin Alawy al-Maliki di Jazirah Arab dan sekitarnya. Dalam masa sebagai mahasiswa pula, keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib itu berkelana ke Afrika Utara.

Di Mesir, dia belajar dengan teramat tekun, baik di dalam maupun luar Universitas al-Azhar, Kairo--kampusnya. Para gurunya antara lain adalah rektor kampus tersebut, Syekh Dr Abdul Halim Mahmud; imam hadits Mesir Syekh Sayyid Muhammad al-Hafiz al-Tijani; mufti Mesir Syekh Hasanayn Muhammad Makhluf; dan imam Masjid al-Azhar Syekh Shalih al-Ja’fari.

Di luar itu ialah Syekh Amin Mahmud Khattab al-Subki, Syekh Muhammad al-‘Aquri, Syekh Hasan al-‘Adawi, dan Syekh Sayyid Muhammad Abu al-‘Uyun al-Khalwati.

Muhammad bin Alawy juga menyambangi negeri-negeri Islam lainnya, seperti Sudan, Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. Beberapa gurunya dari kawasan tersebut adalah Syekh Yusuf Hamad al-Nil, Syekh Muddassir Ibrahim, Syekh Ibrahim Abu al-Nur, dan Syekh Tayyib Abu Qinayah.

Selanjutnya antara lain Syekh Sayyid Syarif Abdul Kabir al-Saqali al-Mahi, Syekh Sayyid Abdullah bin al-Siddiq al-Ghimari, Syekh Sayyid Abdul Aziz bin al-Siddiq al-Ghimari, dan Raja Libya Syarif Idris al-Sanusi. Di luar itu, masih ada tokoh-tokoh lainnya, seperti imam Zaytuna di Tunisia, Syekh Muhammad al-Tahir bin ‘Ashur; Syekh al-Tayyib al-Muhaji al-Jaza’iri; Syekh al-Faruqi al-Rahhali al-Marrakashi; dan Syekh Sayyid al-Sharif Muhammad al-Muntasir al-Kattani.

Kawasan Asia Selatan tidak luput dari cakupan pengembaraannya sebagai penuntut ilmu. Di India dan Pakistan, Muhammad bin Alawy berguru pada ulama-ulama terkemuka, antara lain Syekh Abu al-Wafa al-Afghani al-Hanafi; Syekh Abdul Mu‘id Khan Hyderabadi; mufti India Imam al-’Arif Billah Mustafa Rida Khan al-Barelawi; dan mufti Pakistan Muhammad Shafi’ al-Deobandi.

Berikutnya, pakar hadits Maulana Muhammad Zakariyyah al-Kandahlawi; Maulana Zafar Ahmad Thanawi; Syekh al-Muhaddith Habib al-Rahman al-‘Azami; dan Sayyid Abu-al-Hasan Ali al-Nadawi.

Pada 1971, Syekh Muhammad bin Alawy diangkat menjadi guru besar. Dia pun menyandang status pengajar tetap di Masjid al-Haram.

Hal ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pembuktian. Dia mampu meneruskan amanah, sebagaimana yang pernah diemban ayah, kakek, serta datuk-datuknya terdahulu.

Pada periode yang sama, Syekh Muhammad menjabat sebagai ketua ajang internasional perlombaan musabaqah tilawati Alquran (MTQ). Dua kampus juga menjadi tempatnya bekerja sebagai dosen ilmu hadits dan ushuluddin. Yaitu, King Abdul Aziz University di Jeddah dan Umm Al-Qura di Makkah. Pada masa ini, dapat dikatakan sebagai puncak kariernya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GODsjQ
February 27, 2019 at 02:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GODsjQ
via IFTTT