Pages

Showing posts with label 2019 at 03:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:49PM. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

Sri Sultan Harapkan Seluruh Pihak Lakukan Rekonsiliasi

Sri Sultan mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap seluruh pihak melakukan rekonsiliasi. Hal ini dikatakan usai pembacaan perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (21/5) dini hari.

"Diharapkan agar para pihak menginisiasi rekonsiliasi untuk mendinginkan suasana kebatinan para pendukungnya. Dengan penuh lapang dada guna menjaga persatuan bangsa," kata Sultan di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/5).

Sultan menginginkan agar seluruh masyarakat, khususnya DIY untuk menjalin kembali kebersamaan pascapemilu. Tentu dengan mengedepankan semangat Yogya Istimewa.

Sehingga, ketenangan dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan berbangsa dapat tercipta lebih baik. "Untuk itu agar senantiasa menjalin kerukunan dengan membuka sekat-sekat dan melenyapkan limbah Pemilu lalu," kata Sultan.

Sultan pun mengucapkan selamat kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf karena memperoleh suara tertinggi. Kepada pendukungnya, Sultan berharap agar merayakan dengan mengedepankan rasa tenggang rasa.

"Dengan teriring harapan bagi para pendukungnya agar merayakannya dengan tepok sliro. Jangan seperti layaknya sebuah kemenangan perang," kata Sultan.

Sementara, untuk pasangan nomor urut 02 Prabowo Sandi diharapkan menerima keputusan tersebut. Sebab, keputusan telah sesuai dengan Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Namun, jika terdapat keberatan akan hasil tersebut dapat ditempuh berdasarkan aturan yang berlaku. Tentunya, lanjut Sultan, dengan membawa bukti-bukti yang sah dan meyakinkan.

"Dengan harapan agar tidak membawanya ke ranah demokrasi jalanan. Karena hal ini akan menjadi penghalang percepatan pendewasaan demokratisasi kita," kata Sultan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wa4wlZ
May 21, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wa4wlZ
via IFTTT

Friday, May 17, 2019

Harga Telur di Yogyakarta Perlu Diwaspadai

Harga telur cenderung mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mengatakan harga bahan pokok yang perlu waspadai dan dicermati saat ini yakni telur. Sebab, saat ini harganya masih naik di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000.

"Yang perlu kita cermati pantauan yang kita lihat itu, daging ayam dan telur yang masih bergerak dari sisi harga," kata Gatot di Pasar Beringharjo, Jumat (17/5).

Menurut Gatot, hal ini perlu diwaspadai. Sebab, harga dapat terus meningkat seperti yang terjadi dua tahun lalu.

Saat ini, harga telur berada di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram. "Kalau lihat pengalaman dua tahun lalu, dari sekarang Rp 22.000 sampai Rp 23.000 bisa sampai Rp 28.000," ujarnya.

Sementara, harga komoditas lainnya seperti bawang putih, bawang merah dan cabai merah mengalami penurunan. Sehingga, komoditas ini tidak terlalu khawatir akan terjadi kenaikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengatakan, harga bahan pokok di DIY sudah bisa dikendalikan. Bahkan, stok juga memenuhi selama Ramadhan dan Lebaran.

Selain itu, untuk bawang merah saat ini tengah dalam masa panen di Bantul. Harganya juga masih relatif normal yakni Rp 20 ribu per kilogram.

Untuk bawang putih pun juga sudah turun yang saat ini Rp 32 ribu per kilogram. Sehingga, operasi pasar telah dihentikan karena harga bawang putih yang sudah turun.

"Harga bawang putih dua minggu lalu sangat melambung. Dengan operasi pasar, efeknya positif. Sementara, kita hentikan operasi pasar karena sudah cenderung turun," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W8FodY
May 17, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W8FodY
via IFTTT

Thursday, May 16, 2019

Pemudik Diprediksi Naik, Daop 3 Cirebon Siapkan KA Tambahan

Jumlah pemudik yang melalui stasiun Daop 3 Cirebon diperkirakan meningkat 4,7 persen

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Jumlah penumpang kereta api (KA) pada arus mudik lebaran Idul Fitri 2019 diprediksi meningkat dibandingkan lebaran tahun lalu. Menghadapi kondisi itu, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon pun menyiapkan KA tambahan.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, menjelaskan, PT KAI menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari. Yakni, mulai 26 Mei 2019 (H-10) sampai 16 Juni 2019 (H+10).

Pada masa lebaran tahun ini, PT KAI Daop 3 Cirebon memperkirakan akan terjadi peningkatan total volume penumpang sebesar 4,7 persen. Yakni dari 150.369 penumpang di lebaran tahun lalu menjadi 157.501 penumpang di lebaran tahun ini.

"Untuk menghadapi hal itu, selain menyediakan perjalanan KA reguler, PT KAI juga menyiapkan KA tambahan," ujar Tamsil, Kamis (16/5).

Tamsil menyebutkan, pada masa angkutan lebaran tahun ini, PT KAI menyediakan 94 perjalanan KA reguler yang melintasi wilayah Daop 3 Cirebon, yang terdiri dari KA jarak jauh dan sedang. Ditambah lagi, 32 perjalanan KA tambahan serta delapan perjalanan KA tambahan dari Daop 3 Cirebon.

Selama angkutan lebaran 2019 itu, Daop 3 Cirebon menjalankan tujuh perjalanan KA reguler tujuan Gambir dengan KA Tegal Bahari, Argo Jati dan Cirebon Ekspres. Selain itu, adapula satu perjalanan KA reguler tujuan Jember dengan KA Ranggajati.

"Dengan jumlah seat 9.122 per hari selama masa angkutan Lebaran 2019," tutur Tamsil.

Tamsil memastikan, Daop 3 Cirebon mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran 2019 agar sukses. Sedangkan titik berat pelaksanaan angkutan lebaran terletak pada faktor keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan KA.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w3HbSU
May 16, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w3HbSU
via IFTTT

Persib Bandung Pinjamkan Dua Pemain ke BLFC

Kedua pemain itu dipinjamkan karena tidak masuk skema pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung meminjamkan dua pemain ke Badak Lampung (BL) FC. Adalah M Sabil dan Billy Keraf yang resmi bergabung dengan BLFC sejak Kamis (16/5).

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S Taryono, mengakui keduanya dipinjamkan karena tidak masuk skema pelatih. Opsi dipinjamkan dipilih karena keduanya masih memiliki kontrak dengan Persib.

"Status Sabil dan Billy itu sesungguhnya sudah terikat dengan Persib, tapi karena memang tidak masuk skema pelatih jadi dipinjamkan," kata Kuswara di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (16/5).

Kuswara menyatakan, keduanya sudah berada bersama tim BLFC. Sementara, kedua manajemen klub masih dalam tahap penyelesaian administrasi. "Secara administrasi tetap harus nge-klik dari dua klub, prinsipnya kami tidak berkeberatan," kata dia.

Kesepakatan tersebut, lanjut Kuswara, termasuk mengenai durasi peminjaman kedua pemain itu. Karena, kedua pemain ini masih menyisakan kontrak satu musim dengan Persib. "Opsinya supaya tetap memiliki menit bermain ya dipinjamkan. Itu jadi solusi untuk bisa tetap bermain di klub lain," kata dia menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q8L7eE
May 16, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q8L7eE
via IFTTT

Sunday, May 12, 2019

Cita-Cita YMTAN Cetak Hafiz Alquran Terbaik

Tujuan utama berdirinya YKTAN adalah memasyarakatkan Alquran,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Yayasan Karantina Tahfiz Alquran Nasional (YKTAN) pun memiliki cita-cita untuk menghasilkan penghafal Alquran terbaik di nusantara. Yayasan ini berdiri pada 25 Juli 2014 dengan tujuan memasyarakatkan Alquran dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk bisa belajar dan menghafal Alquran.

Sekretaris Yayasan Karantina Tahfiz Alquran Nasional Heri Kiswanto menyebut, yayasan ini berdiri atas pemikiran Ustaz Ma'mun Al-Qurthuby dan Ustaz Yadi Iryadi, Al-Hafizh sebagai pendiri. Siapa pun dengan profesi dan usia berapa pun diharapkan bisa menghafal Alquran.

Heri mengungkapkan, hadirnya program karantina menjadi solusi bagi semua Muslim dari berbagai usia untuk menghafal Alquran. Menurut dia, mereka tak harus me nempuh proses persyaratan untuk masuk ke pesantren tahfiz. "Maka, dengan hadirnya karantina, kami memfasilitasi siapa pun yang ingin belajar Alquran," ujar dia.

YKTAN memberikan program-program yang bisa diikuti siapa pun dengan mudah karena targetnya dalam satu bulan bisa ha fal 30 juz. Hingga 2019 ini, total peserta dan alumni sebanyak 8324 santri dan me masuki angkatan ke-39. Penyumbang ter besar alumni berasal dari kalangan pelajar

Menurut Heri, mereka leluasa mengikuti program karantina pada momentum libur sekolah atau Ramadhan. Saat sedang libur sekolah, jumlah peserta di satu angkatan bisa mencapai 500-700 orang."Kita pakai metode khusus, Yadain. Menghafal Alquran disertai tadabur terjemahan perkata. Jadi, peserta tidak hanya hafal Alquran, tapi juga tahu arti dan maknanya. Banyak yang berpikir kalau hafal Alquran sambil hafal maknanya akan memakan waktu lama. Justru kita balik pendapat itu," ujar dia.

Dia menjelaskan, banyak kosakata yang diulang dalam Alquran. Tidak semua kosa katanya pun baru. Ketika peserta sudah pa ham dan hafal satu kata maka jika mun cul lagi di ayat atau surat berikutnya, dia sudah tahu dan hafal. Contohnya adalah kata alladzina yang artinya "wahai orangorang yang".

Penggunaan metode ini juga khusus di barengi dengan penggunaan Alquran Ya dain. Alquran ini ditambahkan dengan ter jemahan per kata, tapi tidak semua kata di terjemahkan. Jika ada kosakata yang su dah diterjemahkan sebelumnya, maka be rikutnya hanya kata-kata baru yang diterjemahkan.

Beberapa program yang disiapkan YK TAN ada satu ahad tahsin tuntas yang di khususkan bagi masyarakat yang ingin belajar cara membaca Alquran dengan baik.Untuk rencana ke depan, YKTAN disebut sedang merancang untuk membuat sekolah formal. YKTAN ingin melakukan pengembangan program sekolah formal dengan dasar Alquran. Adapun sekolah formal yang ingin dibangun bisa berupa SDIT, SMPIT, maupun SMAIT. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VtQta5
May 12, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VtQta5
via IFTTT

Ekonom: Penurunan Harga Bawang Putih Lambat

Harga bawang putih belum turun karena OP tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, lambatnya penurunan harga bawang putih disebabkan adanya keterlambatan pasikan impor. Hal itu membuat pembentukan harga akibat minimnya suplai semakin tinggi.

Dia menjelaskan, butuh waktu lama bagi pemerintah untuk mengembalikan harga bawang putih ke harga stabil. Terlebih, operasi pasar (OP) bawang putih yang dilakukan pemerintah bersama sejumlah importir tidak memenuhi 100 persen kebutuhan konsumsi masyarakat saat ini.

“Makanya, penurunan harga akan jadi bertahap dan lambat,” kata Nailul saat dihubungi Republika, Ahad (12/5).

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih sedang pada 12 Mei 2019 berada di kisaran harga Rp 51.900-Rp 68.750 per kilogram (kg). Harga tersebut mengalami penurunan rerata 25-30 persen sejak harga yang tertera di 6 Mei 2019 kemarin.

Masih mengacu catatan tersebut, harga bawang putih terendah terpantau berada di kisaran harga Rp 30.100 per kg di wilayah Kalimantan Barat, sedangkan harga tertinggi terpantau di kisaran harga Rp 88.750 per kg di wilayah Sulawesi Tengah. Sementara di wilayah Indonesia bagian timur, tren pergerakan harga terpantau turun meski belum tercatat signifikan di kisaran harga Rp 76.250 per kg.

Dia menambahkan, dengan adanya jaminan stok impor yang masuk secara otomatis membuat pasokan untuk beberapa bulan ke depan sudah dapat diprediksi aman dan harga cenderung stabil. Kendati demikian dia menilai, pemerintah perlu melakukan realisasi pemenuhan stok dengan pengawasan yang ketat terhadap para importir.

Langkah tersebut perlu dilakukan, kata dia, agar stabilitas harga dan pasokan terjamin sehingga tidak ada importir nakal yang menahan stok dan memainkan harga ke depannya. Dengan masuknya barang impor tersebut, Nailul melanjutkan, pemerintah perlu mengawal pasokan hingga terdistribusi dengan baik ke pasar.

“Ke depan, pemerintah harus memastikan pasokan impor ini harus terpenuhi. Jadi impornya jangan telat lagi,” kata dia.

Direktur Jenderal Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menyatakan, pihaknya memastikan harga bawang putih akan segera stabil meski di beberapa wilayah harga belum sepenuhnya berada di level normal. Dia menjelaskan, yang terpenting saat ini pemerintah tengah mengupayakan program strategis berjangka panjang.

“Kita kan mau swasembada bawang putih 2021 nanti, jadi kita sabar dulu pakai stok impor, Karena kita masih tanam benihnya sekarang,” kata dia.

Dia menambahkan, saat ini produksi benih secara nasional hingga Mei dan Juni nanti diprediksi mencapai 4.000 ton dari lahan tanam sebesar 11 ribu hektare. Jumlah tersebut, kata dia, masih akan digenjot pertumbuhannya seiring dengan target perluasan lahan tanam benih tahun ini sebesar 20 ribu hektare. Adapun wilayah yang berkontribusi besar terhadap produksi benih berada di wilayah Temanggung dan Lombok Timur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hgs7GR
May 12, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hgs7GR
via IFTTT

Friday, May 3, 2019

Pemudik Jalur Darat Diminta Hindari H-5 Lebaran 2019

BKS juga mengimbau agar pemudik tidak seluruhnya terkonsentrasi pada tanggal 31 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mulai mengimbau masyarakat yang akan menjalankan tradisi mudik atau pulang kampung agar menghindari periode puncak arus mudik, Jumat (31/5) atau H-5 Lebaran mendatang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) menyebutkan, arus mudik diprediksi mulai mengalir ke luar Jakarta sejak Rabu (29/5) petang atau H-7 Lebaran. Perlu diketahui, Kamis (30/5) tercatat sebagai tanggal merah, yakni peringatan kenaikan Isa Almasih.

BKS juga mengimbau agar pemudik tidak seluruhnya terkonsentrasi pada tanggal 31 Mei 2019, namun tersebar merata sejak tanggal 29 Mei 2019. Dengan begitu, BKS yakni kemacetan parah tidak akan terjadi.

"Makanya kita mengimbau, mulai lah (mudik) tanggal 30 Mei pulang, karena 30 libur kan, bahkan 29 malam sudah mulai pulang. Itu sepi," jelas BKS usai menghadiri rapat terbatas persiapan Ramadhan, Jumat (3/5). 

Demi menekan angka kecelakaan selama arus mudik 2019, Kementerian Perhubungan juga menjadwalkan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan terhadap angkutan umum untuk mudik Lebaran. Sebagai langkah awal, Kemenhu meminta seluruh pengelola angkutan umum melakukan pengecekan mandiri, sebelum nantinya secara acak akan dilakukan ramp check oleh pemerintah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LhBlbb
May 03, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LhBlbb
via IFTTT

Tuesday, April 30, 2019

Gelar RUPST, BRI Syariah Ubah Susunan Pengurus

Pada triwulan I 2019 BRI Syariah mencatat pertumbuhan positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Untuk pertama kalinya, PT Bank BRIsyariah Tbk (“BRIsyariah”) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Hal ini diselenggarakan sejak bank tersebut resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Mei 2018.

RUPST yang digelar pada Senin, 29 April 2019 di Gedung BRI Corporate University, Ragunan, Jakarta tersebut telah menyetujui enam agenda. Di antaranya persetujuan laporan tahunan, termasuk penyampaian laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan (inital public offering/IPO) tahun 2018 dan perubahan susunan pengurus. 

Manajemen baru BRIsyariah memiliki pengalaman dan latar belakang yang diharapkan mampu mendorong akselerasi implementasi strategi yang telah ditetapkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) selaku induk untuk 5 tahun ke depan. “Selama ini progress selalu menjadi perhatian utama yang dimonitor dan dievaluasi secara berkala agar target tercapai sesuai harapan seluruh stakeholder BRIsyariah,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bank BRIsyariah Tbk Indriati Tri Handayani

Susunan manajemen baru

Dewan Komisaris

Komisaris Utama  : Parman Nataatmadja*

Komisaris Independen : Eko Suwardi

Komisaris Independen : Ernie Tisnawati Sule*

Komisaris          : Sutanto

Direksi:

Direktur Utama          : Ngatari

Direktur Bisnis Komersil : Kokok Alun Akbar

Direktur Bisnis Ritel         : Fidri Arnaldy*

Direktur Operasional         : Fahmi Subandi*

Direktur Kepatuhan         : Yana Soeprianan*

Kinerja BRIsyariah Triwulan I 2019

Pada triwulan I 2019 BRIsyariah mencatatkan pertumbuhan positif. Aset tumbuh 11,02 persen secara year on year dari Rp 34,7 miliar menjadi Rp 38,6 miliar. Pada pembiayaan, BRIsyariah telah mendistribusikan sebesar Rp 22,6 miliar. Jumlah ini meningkat 16,35 persen dibandingkan tahun 2017. Sementara laba pada Maret 2019 tercatat sebesar Rp 54,38 miliar.

Pembiayaan didominasi segmen komersil, dengan memprioritaskan BUMN, menimbang faktor risiko yang lebih kecil. “Pembiayaan komersil diharapkan membawa trickle down business sehingga mempercepat pertumbuhan pembiayaan segmen konsumer, mengingat pembiayaan konsumer adalah kunci dari pertumbuhan bagi BRIsyariah di masa datang,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bank BRIsyariah Tbk Indriati Tri Handayani.

Kinerja positif BRIsyariah di triwulan I tahun 2019 juga ditunjang pula oleh dana pihak ketiga. Khususnya pertumbuhan dana murah berupa tabungan. Tabungan tumbuh 15,49 persen secara Yoy dari Rp 6,3 triliun menjadi Rp 7,3 triliun pada Maret 2019. 

Tabungan payroll dan tabungan haji merupakan kontributor terbesar bagi peningkatan tabungan dan dana murah perusahaan. Untuk meningkatkan dana murah dan fee based income, BRIsyariah menjalin kerja sama dengan lembaga, badan pemerintah dan non pemerintah. 

Pada tahun 2019, BRIsyariah akan terus menjalin kerja sama baru, serta meningkatkan sosialisasi dan promosi layanan. Tujuannya adalah mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan kualitas pemantauan dan memperluas basis pasar.

Untuk memperluas basis pasar, pada bulan April 2019, BRIsyariah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Paytren Indonesia. Tujuannya untuk menggalang sinergi dan potensi yang telah dimiliki oleh kedua belak pihak. 

Selain Paytren, di bulan April 2019 BRIsyariah menjalin kerja sama dengan Al Rajhi Bank Malaysia. Perjanjian kerja sama berkaitan dengan pengadaan platform solusi pembayaran ke Kerajaan Arab Saudi melalui sistem islamic payment gateway yang terhubung langsung ke Al Rajhi. Dengan demikian  kerja sama ini akan memudahkan transaksi pengiriman uang dari Indonesia ke Arab Saudi.

Di tahun 2019 BRIsyariah juga terus melanjutkan program pengembangan Teknologi Informasi sebagai bagian dari penerapan rencana strategis Bank, dilandasi keyakinan bahwa IT akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan pengembangan usaha Bank. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LeyeAD
April 30, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LeyeAD
via IFTTT

Ratu Anandita dan Mario Irwinsyah Fokus Ibadah Ramadhan

Ratu Anandita berencana membatasi kegiatan yang kurang berfaedah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 tinggal menghitung hari. Demi mendapatkan berkah Ramadhan, umat muslim kerap berlomba-lomba meningkatkan ibadah dan kebaikan pada bulan tersebut, tidak terkecuali bagi pasangan selebritas Ratu Anandita dan Mario Irwinsyah.

Menurut Dita, pada bulan Ramadhan kali ini ia bersama suami ingin lebih fokus beribadah dan terus mencari Ridha Allah SWT. Karena itu keduanya berencana membatasi kegiatan-kegiatan yang kurang berfaedah selama bulan suci Ramadhan.

“Fokus sama ibadah, dari pada kita mikirin kegiatan-kegiatan yang pada akhirnya malah melalaikan ibadah kita sendiri, amalan kita sendiri,” kata Dita saat diwawancarai usai syukuran Bersih-Bersih Masjid 2019 di Istana Wapres Jakarta, Selasa (30/4).

Dita sering kali menganalogikan Ramadhan ibarat obral belanja daring atau toko swalayan, karena pada saat bulan Ramadhan rahmat dan pahala dari Allah SWT sangatlah berlimpah. Sehingga amalan-amalan sekecil apapun akan sayang untuk dilewatkan.

Dita dan sang suami namun memilih memperhatikan kualitas ibadahnya. “Jangan sampai juga karena kita ingin punya banyak pahala kita tidak memperhatikan kualitas ibadahnya. Pengen ini dan itu, ke sana dan ke mari ya maka akan tidak maksimal,” kata dia.

Wanita kelahiran Bandung 31 Januari 1984 ini juga memberikan trik agar ibadah yang dijalankan berkualitas. Salah satunya dengan membuat daftar target ibadah yang ingin dilakukan selama Ramadhan. Misalnya ingin fokus memperbaiki bacaan Alquran atau merutinkan tahajud dan lain sebagainya.

“Sama kumpul dengan teman-teman sholeh dan sholeha, berkumpul dengan komunitas. Jadi kita punya lingkungan yang selalu support ibadah. Atau bisa juga datang ke masjid, berkenalan dengan muslim lain di masjid. Insya Allah kalau ada niat, maka Allah akan kasih jalan,” ucap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VDUbNu
April 30, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VDUbNu
via IFTTT

Tuesday, April 23, 2019

Sunan Hotel Solo Tampilkan Miniatur Masjid dari Bumbu Dapur

The Sunan Hotel Solo juga meluncurkan paket istimewa Idul Fitri Night Market.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Menyemarakkan kehadiran bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idui Fitri 1440H/2019, The Sunan Hotel Solo menampilkan kreasi unik berupa miniatur masjid berbahan baku dari bumbu dapur atau bumbu pawon. Miniatur masjid tersebut diletakkan tepat di tengah Lobby The Sunan Hotel Solo.

Miniatur masjid tersebut memiliki diameter 180 sentimeter dan tinggi 150 sentimeter. Miniatur masjid berbentuk segi empat tersebut memiliki satu pintu dan empat jendela di setiap sisinya. Pada setiap sudut dilengkapi menara yang menjulang setinggi kubah.

Miniatur masjid tersebut dibuat dari bahan-bahan antara lain ketumbar, kayu manis, lada, cengkeh, merica, kapulaga, dan pekak. Semua bahan-bahan tersebut ditempelkan menggunakan lem tembak sehingga membentuk miniatur masjid.

Dinding masjid dibuat dari ketumbar. Pintu masjid dibuat dari susunan pekak, sedangkan jendela disusun dari kapulaga. Empat menara masjid terbuat dari kayu manis. Kayu manis juga digunakan sebagai pagar pembatas di sekeliling masjid.

Berbagai macam bumbu dapur tersebut mengeluarkan aroma kesegaran yang khas. Sehingga membuat suasana menjadi rileks dan nyaman saat mendekati miniatur masjid tersebut.

General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, mengatakan, proses pengerjaaan miniatur masjid tersebut memakan waktu selama tiga hari. Miniatur yang dikerjakan oleh tim seni The Sunan Hotel Solo dengan dipimpin Executive Sous Chef Boedi Prasetyo tersebut menghabiskan bumbu dapur sebanyak 5 kilogram.

"Miniatur ini akan dipamerkan di lobby lounge sampai dengan Hari Raya Idul Fitri," ujar dia, kepada wartawan, Selasa (23/4).

Retno menambahkan, selain untuk menyemarakkan tampilan dekoratif di lobby, para tamu yang menginap maupun masyarakat yang sedang berada di hotel The Sunan bisa mengabadikan kenangan ketika sedang menikmati suasana Ramadhan dan merayakan hari raya Ildul Fitri.

Selain menyiapkan suasana dekoratif, The Sunan Hotel Solo juga meluncurkan paket istimewa "Idul Fitri Night Market". Paket tersebut menyajikan hidangan lengkap nusantara dengan berbagai menu istimewa termasuk sajian tarian tradisional serta menu-menu yang menjadi favorit para pemudik yang berasal dari Kota Bengawan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GzyNzo
April 23, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GzyNzo
via IFTTT

Monday, April 22, 2019

Luhut: Prabowo Itu Rasional dan Bisa Diajak Berpikir Jernih

Luhut dikabarkan akan bertemu dengan Prabowo sebagai utusan capres Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai bahwa calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto adalah orang yang sangat rasional. Luhut dikabarkan akan bertemu dengan Prabowo sebagai utusan capres Joko Widodo (Jokowi).

"Saya kenal Pak Prabowo itu orang yang sangat rasional dan bisa diajak berpikir jernih, jadi bukan pemimpin yang tidak bisa diajak berpikir," kata Luhut di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/4).

Pertemuan antara Luhut dan Prabowo sempat dikabarkan berlangsung pada Ahad (21/4). Namun, pertemuan itu tidak dapat berlangsung karena Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengatakan Prabowo sedang fokus memantau penghitungan suara.

"Bagaimanapun Pak Prabowo itu harus menjadi bagian sejarah dari Indonesia karena Pak Prabowo itu kan seorang pemimpin juga, beliau aset bangsa, beliau patriot juga, patriotismenya tidak bisa dimungkiri, kepeduliannya terhadap republik ini juga tidak bisa dimungkiri, sebenarnya saya mau (bicara) itu saja, kalau yang lain-lain berkembang pembicaraan kamilah," jelas Luhut.

Luhut menilai bahwa Prabowo perlu meninggalkan warisan bagi bangsa Indonesia dengan menghormati keputusan KPU. "Saya betul-betul ingin Pak Prabowo legacy-nya (warisan) diingat di Indonesia sebagai pemimpin yang turut mematangkan demokrasi di Indonesia dan menghormati apa pun yang diputuskan oleh KPU," tegas Luhut.

Ia juga mengimbau para elite dan tokoh politik agar tidak emosional menyikapi hasil hitung sementara terkait Pilpres 2019. Elite diminta sabar dan menunggu hasil penghitungan akhir dari KPU.

"Saya juga menghimbau teman-teman atau tokoh-tokoh elit supaya jernih melihat agar tidak emosional, karena kita tidak bisa bohongi digital itu tidak bisa dibohongi, siapapun dia mengatakan begini begitu at the end orang akan lihat data digital yang tidak bisa dibohongi," jelas Luhut.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sendiri sudah tiga kali mendeklarasikan kemenangan pada 17-18 April lalu. Deklarasi itu menurut Prabowo berdasarkan hasil real count yang dilakukan oleh tim internal BPN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2viQLAU
April 22, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2viQLAU
via IFTTT

Awal Ramadhan Tahun Ini Diperkirakan Serentak

1 Syawal juga diperkirakan serentak, yakni 5 Juni 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan akan tiba sebentar lagi. Untuk itu, penentuan awal Ramadhan menjadi sesuatu yang menuai perhatian. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, penentuan 1 Ramadhan dapat melaui pemantauan hilal (rukyatul hilal). Lapan sendiri akan turut dalam proses itu, tepatnya pada Ahad (5/5) mendatang.

Setelah rukyatul hilal, tahap selanjutnya adalah sidang itsbat yang biasanya digelar pada bakda maghrib. Thomas mengungkapkan, kemungkinan besar berbagai metode akan mementukan, 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Mei 2019. 

Artinya, awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah tahun 1440 Hijriyah di Indonesia mungkin serempak. Sebab, posisi bulan (satelit Bumi) pada akhir bulan lebih tinggi dari dua derajat atau masih di bawah ufuk.

"Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan Nahdlatul Ulama, semuanya menunjukkan pada saat Maghrib 5 Mei 2019 posisi bulan telah memenuhi kriteria," kata Thomas Djamaluddin kepada Republika.co.id, Senin (22/4).

Ia menambahkan, kriteria internasional (odeh) dan usulan rekomendasi Jakarta 2017 sudah digunakan, antara lain, oleh organisasi Persatuan Islam (Persis). Maka dari itu, lanjut Thomas, secara hisab penentuan awal Ramadhan 1440 Hijriyah jatuh pada 6 Mei 2019.

Bagaimanapun, kepastiannya akan hal ini sebaiknya menunggu hasil sidang itsbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Thomas, yang juga termasuk Tim Hisab Rukyat Kemenag, menjelaskan, tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri 1440 Hijriyah juga diperkirakan serentak. Secara hisab, 1 Syawal 1440 Hijriyah akan jatuh pada 5 Juni 2019.

"Kepastiannya menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil pengamatan hilal pada saat Maghrib 3 Juni 2019," ujarnya.

Thomas menyampaikan, pengamatan hilal akan dilakukan di banyak tempat. Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh wilayah Indonesia, ormas-ormas Islam, perguruan tinggi Islam, dan komunitas astronomi akan melakukan pengamatan hilal.

Awal Dzulhijjah

Terkait menentukan awal Dzulhijah, Thomas menjelaskan, wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan kriteria ketinggian bulan dua derajat yang digunakan Nahdlatul Ulama (NU) menunjukkan hal yang sama. Yakni, pada saat petang tanggal 1 Agustus 2019, posisi bulan telah memenuhi kriteria.

Artinya, secara hisab, awal Dzuhijjah 1440 Hijriyah jatuh pada tanggal 2 Agustus 2019. Kemudian, Idul Adha akan jatuh pada 11 Agustus 2019.

Hal berbeda bila mengikuti Kriteria Odeh dan usulan rekomendasi Jakarta 2017. Pada saat maghrib 1 Agustus 2019, posisi bulan diperkirakan belum memenuhi kriteria.

Oleh karena itu, menurut kriteria tersebut, awal Dzulhijjah jatuh pada hari berikutnya, yakni 3 Agustus 2019. "Sesuai rekomendasi Jakarta 2017, bila ada perbedaan karena beda kriteria atau beda dengan hasil pengamatan hilal, maka kita merujuk keputusan pemerintah sebagai otoritas tunggal, demi persatuan umat," papar Thomas.

Serempaknya awal Ramadhan juga diamini pihak NU. Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hendro Setyanto menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengamatan hilal pada Ahad (5/5). Dia melanjutkan, pengamatan hilal untuk menentukan awal Ramadhan akan dilakukan di 41 tempat.

"Insya Allah tahun ini awal Ramadhan akan serempak dan tidak ada perbedaan, berdasarkan perhitungan rukyat, jadi posisi hilalnya kemungkinan tidak akan menyebabkan perbedaan," ujar Hendro Setyanto.

Sementara itu, PP Muhammadiyah juga telah menetapkan awal Ramadhan 1440 Hijriah yang jatuh pada Senin, 6 Mei 2019. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, penetapan awal Ramadhan berdasarkan hasil perhitungan astronomi hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

"Dalam maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dijelaskan mengenai awal puasa dan hari-hari besar lain, di antaranya 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah jatuh pada 5 Juni 2019.

Kemudian, 1 Zulhijah akan jatuh pada 2 Agustus 2019. Selanjutnya, Arafah pada 9 Zulhijah akan jatuh pada 10 Agustus 2019. Terakhir, Idul Adha pada 10 Zulhijah akan jatuh pada 11 Agustus 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PmFQQ4
April 22, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PmFQQ4
via IFTTT

Saturday, April 13, 2019

Kubu Jokowi Diserang Hoaks Toilet Kotor

Relawan dan simpatisan Jokowi baru diperbolehkan masuk ke Stadion GBK pukul 10.00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acara Kampanye Akbar Jokowi- Amin bertajuk Konser Putih Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK) belum lagi dimulai, tapi kubu pasangan Capres nomor urut 01 ini sudah diserang hoaks.  Kabar yang dilansir pukul 07.53 di sosial media, menggambarkan kondisi toilet GBK yang memprihatinkan akibat kurangnya kesadaran para relawan Jokowi-Amin menjaga kebersihan.

Padahal, relawan dan simpatisan Jokowi-Amin baru diperbolehkan masuk ke Stadion Utama GBK pada pukul 10.00 WIB. Pantauan lapangan juga memperlihatkan kenyataan lain.

Kondisi toilet pria dan wanita di pagi hari terlihat bersih dan terjaga. Tidak ada lantai yang kotor, closet yang mampat, apalagi sampah yang menumpuk.

Petugas penjaga kebersihan yang memakai atribut kaos putih bertuliskan #01 pun mengacungkan jempol untuk mengapresiasi kesadaran relawan dalam menjaga kebersihan. Budaya antri juga terlihat pada warga yang akan menggunakan toilet portable di area GBK dekat Pintu 5 (TVRI) sekitar pukul 09.30 WIB.

Tidak hanya kebersihan toilet, relawan Jokowi-Amin juga telah dihimbau untuk membawa plastik sampah sendiri untuk menjaga kebersihan di sekitar GBK.

Kini, ribuan massa yang datang menggunakan bis, kereta, motor dan mobil carter telah memenuhi tribun Stadion Utama GBK. Adapun lapangan SUGBK baru dipenuhi setengah dari kapasitas maksimal. Sementara itu, masih banyak massa yang berkumpul di sekitar FX, sepanjang jalan Asia-Afrika, kawasan DPR, dan Century menunggu rombongannya masing-masing untuk masuk ke Kawasan GBK.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GlexTr
April 13, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GlexTr
via IFTTT

Monday, April 8, 2019

Darmin Pimpin Delegasi ke Brussel Lawan Diskriminasi Sawit

Pemerintah tak gentar membawa persoalan sawit ke WTO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memimpin Delegasi RI (DELRI) dalam lawatan resmi ke Brussels, Belgia pada Senin dan Selasa (8-9/4). Selama dua hari kunjungannya, para Delegasi akan melakukan pertemuan dengan Komisi, Parlemen dan Dewan Eropa serta berbagai stakeholder yang terlibat dalam rantai pasok industri sawit di pasar Uni Eropa.

Darmin menjelaskan, kunjungan ini merupakan respon Indonesia atas kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE) yang mengklasifikan produk kelapa sawit sebagai komoditas bahan bakar nabati yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi / Indirect Land Use Change (ILUC). Diketahui, kebijakan tersebut kini telah diadopsi dalam regulasi turunan (Delegated Act) dari kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II).

"Tujuan utama joint mission ini untuk menyampaikan kekecewaan dan melawan Delegated Act yang telah diadopsi oleh Komisi Eropa pada 13 Maret 2019 lalu," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (8/4).

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan 10 (sepuluh) poin sikap atas langkah diskriminatif UE terhadap komoditas kelapa sawit. Tidak hanya itu, bersama Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, pemerintah juga telah menggandeng dunia usaha asal UE melalui pertemuan dengan International Chamber of Commerce & European Union MNCs di Kementerian Luar Negeri pada 20 Maret 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Darmin menegaskan hubungan baik antara Indonesia dan UE seharusnya tetap dapat dibina dengan baik. Khususnya dalam bidang ekonomi yang sudah terjalin sejak lama.  

Anggota DELRI yang turut serta dalam lawatan ini antara lain Staf Khusus Kementerian Luar Negeri RI Peter F. Gontha, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Mahmud, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati, dan perwakilan-perwakilan asosiasi kelapa sawit nasional.

Adapun delegasi Malaysia dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Industri Utama (MPI) Malaysia Dato’ Dr Tan Yew Chong, sementara Duta Besar Kolombia di Brussel Felipe Garcia Echeverri memimpin delegasi Kolombia.

Sebelumnya, Darmin menegaskan, pemerintah tetap tidak gentar membawa persoalan minyak kelapa sawit ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/ WTO). Sebab, menurutnya, UE sudah melakukan diskriminasi terhadap komoditas Indonesia.

Darmin menuturkan, UE boleh saja percaya diri untuk menang di WTO. Tapi, pemerintah Indonesia tidak akan merisaukan hal tersebut karena sudah memiliki dasar bahwa UE memang melakukan diskriminasi dengan menyebutnya sebagai komoditas tidak berkelanjutan dengan risiko tinggi untuk deforestasi. "Dia (UE) emang udah selesai deforestasinya, 200 tahun lalu. Tapi, jangan tiba-tiba bilang kita begitu," tuturnya ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Menurut Darmin, sawit memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dari segi lahan untuk memproduksi minyak nabati. Ia menyebutkan, rapeseed maupun bunga matahari yang banyak ditanam di Eropa membutuhkan lahan hingga 20 kali lebih luas dibanding dengan sawit.

Tentang deforestasi, Darmin menambahkan, Eropa sudah melakukannya sejak ratusan tahun lalu. Mereka menebang pohon di area hutan untuk menanam tanaman guna mendapatkan minyak nabati. "Kemudian, dia (UE) bilang kita tidak boleh (ekspor CPO ke sana). Loh, emangnya, setelah you makmur, kita tidak boleh? Itu diskriminasi," ucapnya.

Klasifikasi CPO sebagai risiko tinggi itu masuk dalam rancangan peraturan Komisi Eropa, yakni, Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 of the EU Renewable Energy Directive (RED II). Apabila RED II tersebut diadopt atau disahkan, CPO dan produk turunannya seperti biofuel tidak dapat masuk ke pasar UE. Sebab, mereka dianggap tidak memenuhi syarat dari sisi keberlanjutan.

Selain melalui WTO, Darmin menuturkan, pemerintah juga akan mencari upaya lain untuk menghentikan UE menghentikan akses CPO ke mereka. Di antaranya dengan melibatkan para pengusaha asal UE untuk melawan sikap diskriminatif UE.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IkBLu5
April 08, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IkBLu5
via IFTTT

Thursday, April 4, 2019

Mahathir: Aset Pemerintah akan Dijual untuk Kurangi Utang

Aset pemerintah akan dijual ke warga Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan, kemungkinan akan ada penjualan lebih banyak aset pemerintah termasuk tanah, Kamis (4/4). Ini dilakukan untuk menjaga utang negara berada pada tingkat yang dapat dikelola.

"Kami masih memiliki beberapa aset. Bahkan, kami mungkin, jika perlu, menjual tanah milik pemerintah. Tetapi tentu saja kami akan menjualnya kepada orang Malaysia, bukan kepada orang asing. Itu akan membantu mengurangi utang," katanya kepada wartawan di lobi Parlemen, dilansir di Straits Times, Kamis (4/4).

Sebelumnya, penjualan Superyacht Equanimity telah dilakukan kepada konglomerat Genting Malaysia Bhd seharga 126 juta dolar Amerika Serikat (AS). Kapal pesiar itu diduga dibeli dengan uang yang dicuri dari dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Kapal itu pernah digunakan oleh pengusaha Malaysia, Low Taek Jho untuk menjadi tuan rumah pesta-pesta mewah.

Harga pembelian 126 juta dolar AS merupakan penawaran terbaik yang diterima sejak kapal super yacht itu dijual pada Oktober tahun lalu. Malaysia pada awalnya ingin menjual kapal pesiar dengan harga tidak kurang dari 130 juta dolar AS.

Low disebutkan sebagai rekanan mantan perdana menteri Najib Razak, yang telah didakwa di pengadilan dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan atas 1MDB. Mahathir menyalahkan pemerintah Najib karena membebani Malaysia dengan utang dan kewajiban lebih dari satu triliun ringgit Malaysia (RM). Mahathir mengatakan, pemerintah melihat kemungkinan untuk mengurangi lebih banyak utang melalui identifikasi aset pemerintah.

"Jadi saat ini proses sedang berlangsung, itu tidak statis. Itu (utang nasional) sedang diturunkan, sedang dikerjakan setiap saat. Saya tidak bisa memberikan angka yang tepat, tetapi saya percaya itu telah berkurang cukup banyak," ucap Mahathir.

Mahathir juga mengatakan pemerintah telah memulihkan uang yang hilang dari Singapura. Akan tetapi ia tidak mengungkapkan perinciannya lebih lanjut.

"Kami telah dapat memulihkan cukup banyak uang yang hilang, yang disimpan oleh Singapura sehingga uang membantu mengurangi utang," kata dia.

Saat ditanya apakah uang itu terkait dengan 1MDB, ia menjawab, "Saya harus bertanya kepada Menteri Keuangan. Dia memiliki angka yang lebih baik daripada saya," ujar Mahathir.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G15czX
April 04, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G15czX
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Maarif: Pendidikan Multikulturalisme Tangkal Intoleransi

Virus intoleransi berpotensi menjangkiti para siswa di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, meminta para guru atau pendidik menggencarkan penanaman pendidikan multikulturalisme untuk menangkal bibit-bibit virus intoleransi. Virus intoleransi berpotensi menjangkiti para siswa di sekolah.

"Pendidikan multikulturalisme semakin penting dalam era ini, tekankan terus agar tidak mengkhianati sumpah pemuda karena virus intoleransi itu muncul karena mungkin ada rantai pendidikan yang terputus," katanya di sela Pelatihan Pengawas Sekolah Program memperkuat Peran Auditor dan Pengawas Sekolah dalam Mempromosikan Toleransi dan Mulikulturalisme di Yogyakarta, Senin (25/3).

Buya sapaan akrab Ahmad Syafii Maarif itu mengatakan, virus intoleransi yang merusak sendi-sendi kebinekaan terbukti bisa merasuk di berbagai lini termasuk lembaga pendidikan seperti sekolah. "Contoh kecilnya, kalau ada seorang murid di sekolah itu sudah merasa tidak nyaman bersama dengan murid lain yang berbeda agama dengannya," kata anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Menurut Buya, perlahan namun pasti virus intoleransi yang masih ada hingga saat ini berpotensi memisahkan nilai-nilai Kebhinekaan dari Bangsa Indonesia. Kendati demikian, ia menyakini virus intoleransi itu masih bisa diantisipasi dan diatasi.

Karena itu itu, perlu langkah untuk menangkal virus intoleransi yang kebanyakan berasal dari ideologi transnasional itu. Langkah tersebut, menurut dia, pendidikan multikulturasime perlu terus ditekankan oleh para pendidik di sekolah untuk menyelamatkan bangsa.

Buya mengapresiasi para guru atau pendidik yang hingga kini konsisten memberangus virus intoleransi di sekolah. "Bangsa ini memang plural, itu sebuah keniscayaan yang harus diakui, jadi jangan sampai virus itu dipakai untuk merusak kebangsaan," kata Buya Syafii.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TvizMh
March 25, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TvizMh
via IFTTT

Tuesday, March 12, 2019

OJK Minta Industri Keuangan Non Bank Bantu Atasi Defisit CAD

Tingkat defisit neraca transaksi berjalan (CAD) pada 2018 mencapai 2,98 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi neraca transaksi berjalan mencatatkan defisit turut mempengaruhi kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Kondisi tersebut sudah mengkhawatirkan, sehingga pelaku IKNB ikut berperan dalam pembiayaan berorientasi ekspor.

Deputi Komisioner Pengawasan IKNB OJK Moch Ihsanuddin mengatakan tingkat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada 2018 yang mencapai 2,98 persen, berpengaruh juga pada pembiayaan yang dilakukan IKNB ke sektor pertambangan, otomotif dan properti  "Kita juga lakukan revitalisasi lembaga Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ini harus didorong di samping pembiayaan para eksportir sudah dibiayai bank mereka juga harus mengisi market gap yang sekarang masih susah didapatkan," ujar saat acara ‘Seminar Nasional Prospek Bisnis IKNB 2019’ di Hotel JW Marriott, Selasa (12/3).

Guna membantu meningkatkan ekspor, menurut Ichsan, perusahaan multifinance didorong untuk melakukan pembiayaan di sektor-sektor prioritas, yaitu sektor pariwisata dan sektor perumahan, dan sektor yang mendukung ekspor. "Jadi industri jasa keuangan kita juga didorong untuk melakukan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, yaitu sektor yang mendukung ekspor, sektor pariwisata, dan sektor perumahan." ungkapnya.

Dia menambahkan, peran dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) juga diharapkan bisa berperan optimal untuk mendorong ekspor. "Jadi, industri jasa keuangan juga didorong untuk melakukan pembiayaan," ucapnya.

Ke depan, pihaknya mengaku tetap ada sikap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri keuangan, meski ada sejumlah kekhawatiran yang bisa mengganggu aktivitas ekonomi nasional. "Terutama, ada juga kekhawatiran soal current account deficit. Saya pernah berbicara mengenai ini dengan Bapak Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia). Pemerintah harus mendorong ekspor dan IKNB juga harus berperan di sini," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hl3w6r
March 12, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hl3w6r
via IFTTT

Dompet Dhuafa Pulihkan Kondisi Korban Banjir Jatim

Ada 12.495 keluarga menjadi korban terdampak musibah banjir tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Dompet Dhuafa bersama pemerintah Pemprov Jawa Timur terus melakukan berbagai tindakan untuk kembali memulihkan kondisi korban banjir di 15 wilayah Jawa Timur. Kondisi korban mulai dari kondisi psikologis, kondisi tubuh, hingga kondisi rumah, semua dalam penanganan tim relawan.

Banjir di 15 wilayah tersebut memang telah surut, dimana 12.495 keluarga menjadi korban terdampak musibah tersebut. Salah satu yang turun langsung adalah tim Disaster Management Center (DMC) dan juga tim relawan Dompet Dhuafa di berbagai cabang baik Jawa Timur, Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

“Dompet Dhuafa sigap dalam merespons bencana dengan mendirikan pos hangat, aksi layanan medis hingga menghilangkan rasa trauma pada korban melalui tim Psychological First Aid (PFA),” ucap Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rulyawan, dalam keterangannya, Selasa (12/3).

Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama sejumlah relawan, melakukan kegiatan Psychological First Aid (PFA) di Desa Pengkol, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Pada Ahad (10/3). Tidak hanya ada pelayanan PFA, Dompet Dhuafa juga menyediakan pos medis dan pos hangat untuk masyarakat terdampak.

Semua relawan DMC dan Dompet Dhuafa terjun mulai dari evakuasi, distribusi logistik kepada para korban hingga sekarang dalam proses pemulihan bencana. Tim berupaya memulihkan keadaan seperti sediakala, karena masyarakat yang terkena banjir ingin hidup normal kembali.

Selain itu, untuk menguatkan dan menghidupkan kembali aktivitas masyarakat terdampak banjir Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, tim DMC dan Dompet Dhuafa cabang Jawa Timur, berkolaborasi melakukan pembersihan fasilitas umum dari kotoran sisa banjir.

Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama aktivis kemanusiaan turut membersihan lumpur sisa banjir di permukiman penduduk, dan mendistribusikan dua tangki air berkapasitas 1.100 liter di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Ngawi. Lalu membersihkan lumpur sisa banjir di SDN 03 Kasreman, Kabupaten Ngawi, dengan total penerima manfaat berjumlah 300 jiwa.

Meski sejumlah titik mulai surut, namun kondisi cuaca masih belum dapat terprediksi dan banjir kapan saja bisa datang. Sadar dan tanggap bencana perlu dihadirkan di masyarakat. Selain itu, bagi masyarakat yang berada di wilayah aman, dapat membantu sesama untuk siap siaga menghadapi bencana bersama Dompet Dhuafa.

“Armada ambulance turut disiagakan di sejumlah titik. Pada kondisi bencana banjir Pulau Jawa ini, kami sengaja menghadirkan hampir semua pelayanan masyarakat yang ada di Dompet Dhuafa. Mengingat saat banjir, tentu cuaca juga kurang bersahabat dan kondisi kesehatan masyarakat rentan sakit. Maka kami hadir dari fase respons hingga pemulihan di setiap titik banjir yang ada,” jelas Imam.

Masyarakat masih terus membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka. Sejauh ini, memang bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa, telah tertanganani secara baik oleh relawan, masyarakat, dan juga pemerintah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HuDPPJ
March 12, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HuDPPJ
via IFTTT

Monday, March 11, 2019

Boeing 737 MAX 8 Sulit Dilarang Terbang di Indonesia

Saat ini Lion Air masih mengoperasikan 10 armada Boeing 737 MAX 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines menjadi perhatian dunia penerbangan. Sebab, tipe pesawat tersebut sama dengan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh pada Oktober 2018 lalu.

Regulator penerbangan Cina telah mengeluarkan perintah penangguhan pengoperasian pesawat tersebut oleh seluruh maskapai Cina. Namun, hal itu dinilai sulit untuk dilakukan oleh Indonesia.

"Kalau seperti di Cina, kita agak susah. Karena Lion Air punya banyak pesawat jenis itu," ujar Pengamat Penerbangan Arista Atmajati kepada Republika.co.id, Senin (11/3).

Diketahui saat ini Lion Air masih mengoperasikan 10 Boeing 737 MAX 8, sedangkan Garuda Indonesia mengoperasikan 1 pesawat tipe ini. Saat ini Lion dengan tiga bendera maskapainya yakni Lion Air, Batik Air, dan Wings Air, masih menguasai sekitar 50 persen pangsa pasar penerbangan Indonesia.

Untuk itu, Arista menilai apabila Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan hal yang serupa dengan Cina, dikhawatirkan akan mengganggu transportasi udara di Indonesia. Namun ia menegaskan perlunya pengawasan secara ketat atas tipe pesawat ini.

"Kemenhub bisa melakukan ramp check, audit, tentang maintenance log secara ketat jenis Boeing 737 MAX 8," kata Arista.

Kementerian Perhubungan menegaskan hingga saat ini masih melakukan pengawasan terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan selain pengawasan juga berkoordinasi dengan pihak terkait pascakecelakaan Ethiopian Airlines dengan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8, Ahad (10/3).

"Kami tetap bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Boeing, maupun lembaga penerbangan dunia seperti Federal Aviation Administration (FAA) untuk terus melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8," kata Polana, Senin (11/3).

Kerja sama tersebut dilakukan dalam peningkatan teknik operasional pesawat tersebut yang saat ini juga masih digunakan oleh Lion Air dan Garuda Indonesia. Dia menambahkan hal tersebut juga sebagai tindak lanjut Kemenhub terhadap operasional pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 selanjutnya.

Regulator juga melakukan komunikasi dan pemantauan proses investigasi pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia. "Kami berkoordinasi dengan FAA untuk memutuskan langkah lanjut dalam perbaikan operasional Boeing 737 MAX 8," tutur Polana.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VRuWUj
March 11, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VRuWUj
via IFTTT

Sunday, March 10, 2019

Pemerintah Arab Saudi Larang Istilah Wisata Religi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan istilah wisata religi untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Staf Teknis Haji Konsul Haji Republik Indonesia (KJRI), Endang Jumali mengatakan, kebijakan ini baru diterima KJRI Jeddah hari ini, Ahad (10/3).

Baca Juga:

Keputusan ini, kata dia diketahui berdasarkan surat Muassasah Muthawwif Jamaag Haji Asia Tenggara. Endang mengatakan, dengan adanya keputusan tersebut, maka perjalanan ibadah haji, umrah atau ziarah ke Masjid Nabawi, dilarang menggunakan istilah wisata religi.

Menurut Endang, surat itu merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi pada 2 Jumadil Akhir 1440 H (7 Februari 2019) lalu yang merujuk pada Dekrit Kerajaan. Endang juga mengatakan telah menyampaikan informasi ini kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

"Kami sudah bersurat kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ikut mensosialisasikan kebijakan baru tersebut, baik kepada Kanwil Kemenag Provinsi, maupun penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus dan umrah," kata Endang melalui keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/3).

Berita Terkait

Istilah wisata religi, memang sering ditemui dalam paket-paket penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus. Istilah ini biasanya dikonotasikan dengan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki sejarah dalam dakwah Islam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EMEwRD
March 10, 2019 at 03:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EMEwRD
via IFTTT