Pages

Showing posts with label 2019 at 04:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:53PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Facebook Tanggapi Pemerintah Indonesia Batasi Akses Medsos

Pemerintah hari ini membatasi akses fitur foto dan video ke media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Facebook menyatakan akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia terkait dengan pembatasan media sosial menyusul sebaran hoaks dan ujaran kebencian yang berkaitan dengan aksi 22 Mei. Pemerintah hari ini membatasi akses fitur foto dan video ke media sosial.

"Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami," kata juru bicara Facebook dalam keterangan resmi kepada Antara, Rabu (22/5).

Facebook berjanji akan terus memberikan layanan bagi pengguna mereka agar dapat terhubung dengan teman dan keluarga. "Kami akan terus memegang komitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat agar dapat terus berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga," kata juru bicara itu.

Pemerintah membatasi sementara akses media sosial untuk mencegah penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian. Pembatasan itu berimbas media sosial tidak dapat diakses melalui jaringan seluler baik melalui paket data di ponsel maupun sambungan Wi-Fi.

Pantauan Antara, kendala yang dialami saat mengakses media sosial bervariasi. Meskipun yang dibatasi adalah konten berupa video dan foto, sejumlah pengguna melaporkan tidak dapat mengirim pesan teks melalui aplikasi WhatsApp. Pengguna Internet juga mengeluhkan mereka tidak dapat mengakses Facebook, Instagram, dan Twitter sejak Rabu siang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w9Sol2
May 22, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w9Sol2
via IFTTT

Thursday, May 16, 2019

Ramadhan Mulia: Makan Secukupnya Bayar Seridhonya

Berbagi rezeki di bulan Ramadhan adalah waktu tepat dan tindakan yang mulia

Oleh: Uttiek M Panji Astuti, Traveler dan Penulis Buku

"Tromol Ramadhan yang terkumpul kemarin sebesar seratus juta sekian sekian..."

Sekian belas tahun lalu, sewaktu baru awal-awal menjadi jamaah shalat Tarawih di Masjid Agung Al Azhar, saya sungguh takjub dengan perolehan Zakat Infak Shadaqah (ZIS) harian yang diumumkan sebelum mulai shalat. Jumlahnya menurut saya sangat fantastis.

Makin ke sini, makin sadar bahwa potensi ZIS umat Islam memang luar biasa.

Potensi zakat Indonesia dalam setahun mencapai Rp 217 triliun. Angka ini muncul dalam riset berjudul Economic Estimation and Determinations of Zakat Potential in Indonesia oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Islamic Development Bank (IDB).

Allahu akbar!

Namun, angka capaiannya belum sesuai potensinya.

Tercatat perolehan Baznas sebesar 60 miliar tahun 2018, dan Dompet Dhuafa 94,8 miliar di tahun yang sama.

Kesadaran kelas menengah Muslim yang knowledgeable untuk mengeluarkan ZIS terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Survei Inventure (2013) menyebutkan pengeluaran kelas menengah Muslim untuk ZIS mencapai 5,4% dari total pengeluaran bulanan.

Persentase ini tergolong besar, mengingat kewajiban zakat mal hanya sebesar 2,5%.

Maka tepatlah analisa bahwa Muslim di Indonesia, makin makmur, makin pintar, akan makin religius. Seperti yang diungkap Yuswohadi dalam bukunya "Marketing to The Middle Class Muslim".

Kalau zaman saya kecil dulu, pengumpulan maupun distribusi ZIS sangat terbatas, hanya di lingkungan terdekat. Kalaupun sebarannya lebih luas, juga tidak jauh-jauh amat.

Kini tidak lagi. Para muzaki, pemberi zakat, bisa dari mana saja. Dan tidak merasa perlu bertemu langsung dengan mustahik, atau penerima zakatnya.

Lembaga amil zakat modern menawarkan program-program menarik. Dengan berbagai kemudahan pembayaran, membuat parade kesalehan ini kian mudah dilakukan.

Contohnya, secara berkala para muzaki menerima update program dari beberapa lembaga amil zakat yang kredibel ini melalui pesan WA atau email.

Kalau dirasa menarik, tinggal klik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dalam hitungan detik uluran kebaikan itu bisa segera didistribusikan pada mereka yang berhak.

Nilainya pun tidak tanggung-tanggung. Dari ratusan ribu hingga ratusan juta. Para muzaki ini sangat percaya amanahnya akan dikelola dengan benar oleh lembaga amil zakat.

Dana yang sudah tertransfer ini dipercayakan sepenuhnya pendistribusiannya. Mau dibawa ke ujung Indonesia atau ke ujung dunia, tidak masalah. Selama memang umat Islam yang menerima manfaatnya.

Seperti itu akadnya. Tidak perlu dipertanyakan, apalagi diusik keikhlasan umat dalam membagi rezeki untuk saudara-saudaranya.

Karena mereka sadar sepenuhnya. Ada bagian orang lain dari setiap tetes rezeki yang diterimanya.

Tak ada batasan geografis. Tercatat Ramadhan tahun ini sebuah lembaga amil zakat merencanakan mengirimkan 10 ton bantuan untuk saudara-saudara kita di Palestine.

Dalam skala yang berbeda, kini marak sedekah Jumat berkah. Pembagian nasi boks, beras, susu atau kebutuhan lainnya yang dibagikan setiap hari Jumat.

Menariknya lagi, di Bandung ada sebuah eksperimen sosial. Sebuah kantin dengan konsep makan secukupnya, bayar seridhonya digagas oleh Pak Rustam Sumarna dan kawan-kawannya alumni ITB.

Namanya Kantin Saridhona. Didirikan di lingkungan kampus Unpad. Tak tanggung-tanggung, peresmiannya pun dilakukan oleh Rektor Unpad.

Semua orang boleh makan, bayarnya seikhlasnya yang dimasukkan dalam kotak khusus.

Bukan sekadar untung yang dikejar. Melainkan keberkahan yang menyertai yang diharapkan para pemberi donasi. Para muzakinya pun tersebar dari mana-mana.

Bayangkan multilevel efeknya. Donasi makanan seperti ini akan membuat mahasiswa bisa beraktivitas dengan baik. Tak peduli tanggal muda atau saat transferan belum masuk. Mereka tetap terpenuhi kebutuhan pokoknya untuk makan dengan kualitas makanan yang bergizi.

Jika energi dari asupan makanan itu digunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan, pahala yang mengalir pada para muzaki akan berlipat lagi.

MasyaAllah….

Imam al Ghazali dalam kitabnya “Ihya Ulumiddin” mengemukakan 3 alasan mengapa wajib berzakat: Pertama, zakat merupakan implementasi kalimat Tauhid yang diucapkan seorang Muslim.

Kedua, zakat membersihkan diri dari sifat kikir. Dan ketiga, sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah.

Seperti tersebut dalam QS Ali Imran: 92. “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Sejarah mencatat, pada masa Khalifah Umar bin Abd Azis keberkahan yang mengiringi guliran kebaikan seperti ini pernah dituliskan dengan tinta emas.

Periode di mana semua orang sejahtera. Hingga Sang Khalifah kesulitan mencari rakyatnya yang berhak menerima zakat.

Akankan generasi ini menyaksikan masa itu kembali? Biidznillah.

Follow me on IG @uttiek.herlambang

Tulisan dan foto-foto ini telah dipublikasikan di www.uttiek.blogspot.com dan akun media sosial @uttiek_mpanjiastuti

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q8FoW3
May 16, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q8FoW3
via IFTTT

Friday, April 26, 2019

Bawang dan Angkutan Udara Diprediksi Penyebab Inflasi April

Bank Indonesia menganggap pergerakkan inflasi masih terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia memperkirakan inflasi April 2019 sebesar 0,35 persen secara bulanan dan 2,74 persen secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang putih, bawang merah dan tiket pesawat.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan besaran inflasi tersebut masih relatif rendah dan terkendali. “Beberapa bahan makanan seperti bawang merah, bawang putih, cabai ada kenaikan sedikit di inflasi, juga di angkutan udara," ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jumat (26/4).

Tercatat hingga April 2019 inflasi bulanan di 0,35 persen (mtm) dan tahunan di 2,74 persen (yoy). Bank Indonesia menganggap pergerakkan inflasi masih terkendali.

Menjelang Ramadhan, Perry mengungkapkan bank sentral akan mengawasi pasokan dan distribusi barang, yang memengaruhi harga barang karena momentum konsumsi tinggi bulan Ramadhan akan segera tiba pada Mei 2019. Sedangkan untuk harga beras, survei BI menunjukkan masih terjadi deflasi dalam pergerakkan harga. 

"Dengan keterjagaan pasokan bahan itu, Insya Allah bahwa inflasi di bulan Ramadhan tahun ini akan lebih rendah dari tahun lalu, sehingga akhir tahun ini kita perkirakan inflasinya itu lebih rendah dari 3,5 persen," ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XIX6lp
April 26, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XIX6lp
via IFTTT

Wednesday, April 10, 2019

KPU: Tangkap Pembuat Hoaks Penghitungan Suara Luar Negeri

Penghitungan surat suara di luar negeri akan tetap dilakukan pada 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua KPU Arief Budiman meminta kepolisian segera menangkap pembuat dan penyebar hoaks penghitungan hasil pemilu di luar negeri, Kabart tersebut kini telah beredar luas di media sosial.

"Saya imbau itu bisa ditangkap langsung karena itu jelas tidak benar beritanya," kata Arief Budiman di kantor KPU RI di Jakarta Pusat, Rabu.

Arief mengaku apabila menggunakan laporan kepolisian, maka hal tersebut memakan waktu dan proses yang panjang. Pada saat yang sama, KPU kini sedang berfokus dalam persiapan Pemilu 2019.

"Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak karena sudah tercurahkan untuk persiapan dan pelaksanaan pemilu ini," tambah Arief.

Arief mengungkapkan, penghitungan baru akan dimulai 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Pemilu di luar negeri dilaksanakan mendahului di Indonesia yakni 8-14 April 2019.

Sebelumnya, beredar informasi hasil pemungutan suara WNI di luar negeri salah satunya melalui pesan aplikasi Whatsapp. Saat ini, proses pemungutan suara di luar negeri baru dilakukan di Sana'a Yaman pada Senin (8/4), menyusul Panama dan di Quito, Ekuador, pada Selasa (9/4).

Sedangkan, pada Rabu ini, pemungutan suara dilaksanakan di Thailand, yakni di Bangkok dan Songkhla. KPU menyebutkan, selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di luar negeri belum dilaksanakan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uVVqIS
April 10, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uVVqIS
via IFTTT

Pemerhati Anak Sebut Perundungan Dampak Negatif Media Sosial

Peran keluarga sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya perundungan.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerhati anak asal Papua, Betshie Pesiwarissa, mengatakan, kasus-kasus perundungan, penindasan, atau perisakan merupakan salah satu dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Dia menjelaskan peranan keluarga dalam kasus ini sangat diperlukan.

Sesibuk apa pun, orang tua harus meluangkan waktu bagi anak-anaknya agar batas-batas dalam berperilaku di lingkungan sosial masih dapat ditekankan. "Kasus perundungan tersebut juga terjadi di Bumi Cenderawasih, hanya saja kini dalam penyelesaiannya masih menggunakan cara kekeluargaan," ucapnya di Denpasar, Rabu (10/4).

Sebagai satu contoh adalah kasus perundungan yang terjadi pada salah satu SMA di Papua belum lama ini. Dalam video yang beredar dipertontonkan bagaimana seorang anak dipukul oleh oleh teman sekolahnya.

Betshie menyebut video itu menjadi bahan tontonan anak-anak sekolah lewat gawainya masing-masing. Akan tetapi, tidak pernah diunggah bagaimana akhir atau penyelesaian dari kasus perundungan tersebut.

"Anak-anak dan remaja khususnya yang telah menggunakan gawai selama ini hanya menonton berbagai macam kasus perundungan hingga tindak kriminal. Namun, mereka tidak mengetahui penyelesaiannya, akhirnya justru meniru perilaku dalam video-video yang beredar di media sosial tersebut," ujar praktisi hukum pada LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) Papua itu.

"Lantas kaitannya dengan kasus Audrey yang kini sedang viral, diharapkan ada efek jera bagi pelaku sehingga tidak mengulangi lagi perbuatannya, meskipun usianya masih anak-anak dan ini diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak," ujarnya.

Dia menambahkan dalam kasus Audrey di Pontianak pelakunya bisa dipidana. Ini mengingat penetapan ambang batas usia pertanggungjawaban hukum terbaru pada Undang-Undang Perlindungan Anak yakni 14 tahun, pidana yang dikenakan adalah seperdua dari hukuman orang dewasa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P19oCP
April 10, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P19oCP
via IFTTT

Monday, April 1, 2019

Klopp Harap Cedera Van Dijk tak Serius

Klopp berharap cedera Van Dijk tak serius dan bisa kembali perkuat the Reds

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur harus dibayar mahal setelah bek Virgil van Dijk mengalami cedera pada kakinya. Pelatih Juergen Klopp berharap anak asuhnya tidak memiliki cedera serius dan dapat kembali memperkuat the Reds.

Van Dijk turut membantu kemenangan dramatis Liverpool 2-1 atas tamunya Tottenham di Stadion Anfield, Ahad (31/3). Namun, sang pemain mendapat masalah pada kakinya setelah menggagalkan usaha Moussa Sissoko.

"Kita harus melihat. Saya bertanya kepadanya dan saya pikir itu dalam situasi serangan balik ketika Sissoko memukulnya. Saya tidak tahu apakah kakinya terpelintir atau itu sebuah benturan," kata Klopp dilansir laman resmi klub, Senin (1/4).

Pasca laga Van Dijk terlihat berjalan keluar lapangan dengan konpres pada kakinya, dan Klopp berharap itu bukanlah cedera serius.

Di sisi lain, tiga poin membuat the Reds kembali duduk di kursi teratas Liga Primer Inggris dengan perolehan 79 poin unggul dua angka dari Manchester City di kursi kedua.

Selanjutnya, pada pekan ke-33 Liverpool bakal berkunjung ke markas Southampton di Stadion St Mary's, Sabtu (6/4) mendatang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U8YHUy
April 01, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U8YHUy
via IFTTT

Wednesday, March 27, 2019

Lawan Eropa, Pemerintah Dorong Industri Serap Biodisel

Program penyerapan sawit dengan biodisel saat ini tergantung dari bagaimana serapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Dono Boestami mengatakan, pemerintah tengah menjalankan program program penyerapan sawit berupa biodisel untuk digunakan terhadap industri. Penerapan bahan bakar nabati ini dipercaya dapat dikembangkan secara maksimal.

Dia menjelaskan, sejauh ini pemerintah telah memiliki program serta teknologi untuk mendorong industri sawit menyerap biodisel dan bahan bakar berbahan dasar sawit lainnya yakni green fuel. Sebagai pelengkap dari teknologi bio 30 persen atau (B30), pihaknya realistis green fuel dapat diterapkan dan dikembangkan secara maksimal. 

“Kembangkan green fuel saja sudah bagus, tidak usah ke B50 atau bahkan B100 dulu,” kata Dono, di Jakarta, Rabu (27/3). 

Pemerintah memang gencar melakukan beragam cara untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari kebijakan Uni Eropa yang mencoret sawit dari komoditas nabati. Alasannya, sawit dinilai tidak ramah lingkungan serta menyebabkan deforestasi. Saat ini, pemerintah masih merespons keras kebijakan Uni Eropa tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan fakta serapan lahan dan efisiensi sawit. 

Untuk itu, kata dia, seiring dengan kebijakan retaliasi yang sedang disusun pemerintah, program penyerapan sawit dengan biodisel saat ini tergantung dari bagaimana serapannya. Di samping, aturan mengenai biodisel telah disusun pemerintah dan dapat diterapkan di akhir tahun ini. 

“Berdasarkan basis data, teknologi, dan bahan baku, kita sudah siap. Tinggal bagaimana kita ini mau atau tidak untuk menerapkannya,” kata dia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TYGYyR
March 27, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TYGYyR
via IFTTT

Tuesday, March 12, 2019

Rumah Zakat Salurkan Superqurban ke Desa Berdaya

Pembagian kornet Superqurban dalam rangka menambah gizi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Cibugel, Nandar Sutisna, melakukan penyaluran kornet Superqurban di Desa Cibugel, Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Kegiatan penyaluran ini dilakukan beberapa hari di pekan pertama bulan Maret 2019.

Pembagian kornet ini dalam rangka menambah gizi masyarakat dan penyaluran dilakukan secara bervariasi. Mulai dari door to door ke setiap masyarakat hingga dalam kegiatan majelis ta’lim sampai pada kegiatan Posyandu.

Sebanyak 250 kaleng kornet Superqurban disalurkan oleh fasiliator Desa Berdaya Rumah Zakat dalam satu pekan ini mendapatkan respons yang positif dari warga masyarakat Desa Cibugel. Walaupun belum seluruh warga masyarakat Desa Cibugel mendapatkan penyaluran tersebut.

“Semoga ke depan dapat berkesempatan untuk menyalurkan Kornet serupa di desa berdaya ini,” ujar Nandar Sutisna Fasiliator Desa Berdaya Cibugel yang juga merupakan Ketua Forum Desa Berdaya jabar Chapter 7.

Distribusi Superqurbn ini dilakukan selain untuk menambah gizi masyarakat selain pada itu adanya permintaan dari beberapa warga masyarakat. Sebab tahun lalu menjelang bulan Ramadhan fasilator menyalurkan kornet.

"Banyak sekali warga masyarakat yang bertemu menyampaikan keinginannya pada saat melakukan kegiatan personal visit, di majelis ta’lim bahkan saat bertemu di persimpangan jalan menanyakan kapan kornet Superqurban dibagikan lagi untuk warga yang belum pernah mencicipi, untuk itu saya berinisiatif untuk menyalurkannya," ujar Sutisna.

Berbagai cerita menarik dalam penyaluran kornet SuperQurban ini, mulai dari yang tidak tahu cara masak bahkan ada yang bercerita dimakan langsung tanpa dimasak terlebih dahulu dan ada juga yang dijadikan bahan campuran untuk menyeduh mi instan.

Pada prinsipnya penyaluran kornet SuperQurban disambut baik dan diterima dengan rasa syukur oleh warga masyarakat Desa Cibugel dan mendoakan untuk kesuksesan Rumah Zakat serta para donaturnya.

“Nganuhunken pisan ka Rumah Zakat bingkisannya kornet Superqurban kapungkur kantos dipasihan kornet mani raos teh da nembean pisan ibumah dipasihan kornet, ayeuna nganuhunken pisan dipasihan deui kornet. Mudah ka gusti alloh Rumah Zakat tambih majeng tambih seer rejekina sareng ka para donatur-donaturna dipasihan kasehatan kalayan panjang wiswana amin ya alloh ya robobbal alamin,” ujar Aisyah warga kampung cibiru Dusun Sirnarasa Desa Cibugel yang merupakan salah satu warga menerima kornet SuperQurban.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CbB8z5
March 12, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CbB8z5
via IFTTT

Monday, February 25, 2019

Jamie Foxx Ungkap Perpisahan dengan Katie Holmes

Hal tersebut diungkapkan Jamie dalam acara after party Oscar.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Jamie Foxx dan Katie Holmes sudah resmi berpisah. Hal tersebut diungkapkan Jamie dalam acara after party Oscar.

Acara ini dilaksanakan di Beverly Wilshire Hotel tepat setelah penyelenggaraan Oscar berakhir. Pemain The Collateral itu tidak hanya dikelilingi oleh perempuan, termasuk Omarosa. Dia juga mengungkapkan pada semua orang kini dia lajang.

"Tepat sebelum dia bernyanyi, dia memberi tahu semua orang dia masih lajang," ujar seorang saksi mata dilansir Hollywood Life, Senin (25/2).

"Dia bersama banyak perempuan di panggung dan menari bersama mereka! Tampaknya dia memberi tahu orang banyak, 'aku lajang'," lanjut sumber tersebut.

Sebelumnya, Jamie dan Katie terlihat menikmati liburan mereka di sebuah kapal pesiar di Miami pada Desember 2018. Kabarnya, liburan tersebut sengaja dibuat untuk meyakinkan Jamie apakah akan lanjut berhubungan atau selesai.

"Dia (Katie) pergi untuk menunjukkan pada Jamie dia masih cinta padanya. Katie memohon pada Jamie untuk memberi satu kesempatan lagi pada hubungan mereka. Itu benar-benar liburan yang menyenangkan dan itu berhasil," kata seorang sumber.

"Petualangan kapal pesial kecil Katie dan Jamie adalah apa yang diperintahkan oleh dokter. Jamie terkesan dengan inisiatif Katie dan itu pasti membuat percikan kembali dalam hubungan mereka," lanjutnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H3NpJh
February 25, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H3NpJh
via IFTTT

Tuesday, February 19, 2019

Citarum Harum akan di Bawa ke Agenda World Economic Forum

Forum ingin melihat kemajuan Indonesia dari berbagai sektor termasuk lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Menteri Koordinator (Menko) Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan program Citarum Harum yang digagas oleh Presiden Joko Widodo akan di bawa pada agenda World Economic Forum (WEF), Maret mendatang di Indonesia. Hal itu dilakukan atas apresiasi negara-negara maju kepada Indonesia.

"Kebetulan agenda World Economic Forum sebulan lalu. Mereka apresiasi dan kagum dengan kemajuan Indonesia. Kita ada simposium melibatkan WEF, UN, gubernur dan bupati membahas Citarum Harum," ujarnya seusai acara Citarum Expo di Gedong Budaya Sabilulungan, Selasa (19/2).

Ia menuturkan, mereka melihat kemajuan Indonesia dari berbagai sektor termasuk di lingkungan. Sehingga akan dilaksanakan kegiatan simposiun tersebut mendatang.

"Karena ini kongkret dan jelas, Jabar akan menjadi model Indonesia (dalam penyelesaian lingkungan," katanya. Sehingga diharapkan banyak yang belajar ke Provinsi Jawa Barat menyangkut lingkungan.

Program Citarum Harum yang baru berjalan kurang lebih satu tahun terakhir, menurutnya akan bertambah bagus. Sebab rencana aksi kegiatan sudah ada dan anggaran sebesar Rp 605 miliar akan segera cair pada Maret mendatang.

"Citarum ini baru 11 bulan maret dan dibuat program tadi (Pak Gubernur), siapa berbuat apa jelas makanya dana akan mulai turun Maret Rp 605 miliar. Sehingga prosesnya bisa jalan walaupun anggaran bertahap," katanya.

Dirinya menambahkan, banyak perusahaan yang menyalurkan dana pertanggungjawaban sosialnya untuk program Citarum Harum. Termasuk perguruan tinggi yang terlibat seperti MIT dan ITB yang diberi dana dua juta dolar untuk Citarum Harum.

"Kalau kita disebut pencitraan ini sangat jauh. Ini sudah dilihat internasional sehingga serius (dikerjakan). Ini menyangkut masa depan warga Jabar di bantaran Citarum," katanya.

Menurutnya, jika sungai Citarum kotor maka padi dan ikan akan tercemar. Sehingga berdampak pada anak di Jabar menjadi stunting. "Kita tidak ingin nanti banyak anak di Jabar jadi kecil karena air ini makanya sekarang kita mulai perbaiki," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Nc6Roa
February 19, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Nc6Roa
via IFTTT

Wednesday, February 13, 2019

Senator lauds Anies for taking over water supply service

Fahira says Anies' move to take over clean water supply management as bold decision.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta Governor Anies Baswedan's decision to take over clean water supply management and service from private companies PT Aetra and PT Palyja has drawn praises. The move was in accordance with Anies' pledge during the Jakarta gubernatorial race campaign called "The City Advances, The Inhabitants are Happy," Fahira Idris, the Jakarta senator, stated here, Tuesday.

Fahira opined that the governor's decision was right and bold by reinstating the people's sovereignty over clean water access and materializing the Constitution's mandate to meet the public need for clean water. The decision is good news for the residents of Jakarta after two decades of having depended on private companies for obtaining clean water.

"It is the right decision because it has been taken following a comprehensive study and the taking over process was done through a civil process by holding talks with Palyja and Aetra," she noted.

It is a bold decision, as the governor does not have to wait for the termination of the contract in 2023, according to the member of the Jakarta Representative Council, or DPD.

"The decision to stop the privatization of water supply has demonstrated that Governor Anies has chosen to stand with the people," she emphasized.

Fahira believes that until the time clean water is an expensive and exclusive commodity, a city will never advance, as clean water is a basic necessity of human beings for survival. When clean water becomes expensive and exclusive, the productivity and economy of its residents will be affected, as they have to allocate a large sum of money for availing clean water, she pointed out.

"Hence, over a decade ago, major cities in the world had kicked out the privatization of water, and they prefer to independently manage the supply of clean water for their residents," she remarked.

Fahira also opined that Anies' decision to take over clean water supply management and services would put an end to the clean water woes in Jakarta. In line with the Constitution, the state must meet the public need for clean water, she added.

Hence, Anies's move should not only be lauded but also celebrated as the victory of Jakarta's residents, she remarked. No significant progress has been achieved since private companies took over the management of clean water supply service.

During the 1998-2018 period, the coverage of clean water supply service only increased 14.9 percent. In 1998, the coverage was 44.5 percent, and in 2017, it went up to 59.4 percent, far from the coverage target of 82 percent by 2023.

"The Jakarta provincial administration has taken a strong stance to take over the clean water supply management and service for its residents to ensure that every person has access to clean water supply," she stated.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DzSmGr
February 13, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DzSmGr
via IFTTT

Monday, February 11, 2019

Puan: Kinerja Pemerintah Bidang PMK Tunjukkan Peningkatan

Bidang PMK bekerja sama menyelesaikan permasalahan untuk menyejahterakan rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menyampaikan kinerja pemerintah di bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan peningkatan di beberapa bidang. Meski tak dipungkiri masih ada banyak hal yang harus diselesaikan.

"Dari tahun ke tahun, pelaksanaan yang dikoordinasikan Kemenko-PMK dengan target yang bisa diselesaikan bertahap, ada jangka pendek, menengah, dan panjang," kata Menko Puan usai melakukan rapat dengan para menteri dan kepala badan bidang PMK di kantor Kemenko PMK Jakarta, Senin (11/2).

Puan mengatakan, koordinasi dalam Kemenko-PMK berjalan dinamis. Mereka kompak, bergotong royong, bersinergi, dan berkoordinasi dengan dinamika yang ada. Tujuannya adalah satu, semua hal yang dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penyelenggaraan haji Indonesia mengalami peningkatan, dan bahkan mencapai tingkat kepuasan sangat memuaskan berdasarkan survei Badan Pusat Statistik pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018. Lukman juga menyampaikan sejumlah perguruan tinggi keagamaan di Indonesia juga memiliki infrastrukur berupa bangunan baru.

"Kita secara serius mengembangkan perguruan tinggi keagamaan kita, dan tahun ini ada 41 PTKI kita yang memiliki gedung-gedung baru, laboratorium dan sebagainya. Madrasah kita juga alami percepatan luar biasa, ribuan gedung madrasah kita bangun, 2019 ini tidak kurang dari 128 gedung baru madrasah, khususnya daerah terdepan," jelas dia.

Lukman juga menyebut perbaikan gedung KUA selama empat tahun pemerintahan sekitar 839 unit dan akan dilakukan renovasi sebanyak 125 unit di tahun 2019. Selain itu juga disebutkan renovasi seluruh embarkasi haji di Indonesia dengan standar hotel bintang tiga.

Dari sisi kesehatan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyampaikan penurunan angka kematian ibu yang turun signifikan sejak awal pemerintahan pada 2014 sekitar 4.000 orang menjadi 3.000 orang di tahun 2018. Menkes Nila juga memaparkan pembangunan fasilitas kesehatan berupa Puskesmas di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan untuk memberikan akses kesehatan pada masyarakat secara merata.

Selain itu juga penurunan angka kekerdilan pada anak atau stunting dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 30 persen pada 2018. "Kita harus turunkan lagi seperti yang diminta WHO yaitu 20 persen. Kita berhasil, tapi masih perlu kerja keras," kata dia.

Nila menjelaskan masih banyak yang perlu dilakukan di bidang kesehatan mengingat peningkatan penyakit tidak menular, kurang gizi, dan kelebihan gizi yang dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyoroti perhatian pemerintah terhadap pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini yang dibangun sudah mencapai 80 persen di seluruh desa Indonesia. Muhadjir juga menjelaskan program revitalisasi program vokasi yang bisa menurunkan angka pengangguran lulusan SMK, peningkatan partisipasi belajar di tiap jenjang pendidikan 12 tahun, serta peningkatan peringkat pendidikan Indonesia skala internasional dari peringkat 85 menjadi peringkat 77.

Muhadjir memaparkan sebanyak 17 juta lebih anak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Serta adanya pengembangan di bidang kebudayaan dengan disahkannya UU Pemajuan Kebudayaan.

"Dengan demikian kebudayaan secara lokal memiliki payung hukum sangat kuat. Nanti juga ada anggaran BOS di kebudayaan, bantuan operasional untuk kebudayaan," kata Muhadjir.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengemukakan pemerintah Indonesia telah menggelontorkan Rp 187 triliun untuk desa melalui program dana desa selama empat tahun pemerintahan. Dengan diberikannya dana desa dengan total Rp 70 triliun rupiah pada 2019 akan menambah keseluruhan dana desa menjadi Rp 257 triliun dalam lima tahun.

"Selama empat tahun dana desa jadi apa? Desa bisa membangun infrastruktur dalam skala yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia, desa mampu membangun 191 ribu kilometer jalan, 2.000 PAUD Polindes Posyandu, saluran irigasi, dan lain-lain," kata Eko.

Menteri Puan menekankan pemerintah akan bekerja keras hingga akhir, yaitu sampai masa jabatan selesai pada Oktober 2019 mendatang. Dia menegaskan bahwa pemerintah, khususnya di bidang PMK, bekerja bersama-sama menyelesaikan permasalahan dengan tujuan untuk menyejahterakan rakyat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SFEFiN
February 11, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SFEFiN
via IFTTT

Sunday, January 27, 2019

Juara Indonesia Masters, Kevin/Marcus Koleksi Gelar Kedua

Minions mengalahkan seniornya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keperkasaan pasangan ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon nampaknya akan terus berlanjut tahun ini. Setelah pekan lalu meraih gelar Malaysia Masters 2019, kini Kevin/Marcus menjadi kampiun pada gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2019.

Pada final, pasangan berjuluk the Minions mengalahkan seniornya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dua gim langsung 21-17 dan 21-11 dalam waktu 25 menit di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (27/1). Mereka berhasil mempertahankan gelar juara yang tahun lalu diraih pada ajan yang sama.

Sebenarnya di awal permainan cukup seru dengan  tempo cepat, Mereka bolanya matang. Jadi kami tidak boleh mati sendiri. Kami juga beruntung pada gim kedua tadi banyak bola bergulir di net yang menghasilkan angka. Jadi perolehan angka kami bisa cepat," ujar Marcus usai laga, 

Kevin menambahkan kalau Ahsan/Hendra bermain sangat baik pada laga puncak ini. Ia mengatakan, mereka hanya berusaha menempatkan bola. Tidak ada yang diincar karena Hendra/Ahsan bermain sama baiknya.

Hendra mengungkapkan kalau tadi mereka kalah cepat. Apalagi saat di gim kedua, Hendra menilai Kevin/Marcus menang angin sehingga bola pengembaliannya tambah kencang.

"Sebelum jeda istirahat gim kedua masih ramai. Namun kami selalu keduluan. Mereka langsung menyerang dengan selalu menurunkan bola, sehingga kami tidak ada kesempatan menyerang," kata Hendra.

Ahsan mengomentari kalau duet Kevin/Marcus memang sudah matang. "Mereka sudah matang, sedang berada di penampilan terbaik. Mereka juga sudah terbiasa dengan permainan kami karena sudah saling mengenal saat latihan."

Gelar tunggal putri diraih Saina Nehwal. Pemain India ini beruntung karena lawannya Carolina Marin mengalami cedera. Marin cedera tidak dapat melanjutkan permainan di gim pertama saat unggul 10-4. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rgo8gs
January 27, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rgo8gs
via IFTTT

Friday, January 25, 2019

Korban Meninggal Akibat Banjir di Sulawesi Selatan 59 Orang

Sebanyak 25 orang dilaporkan hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan hingga Jumat (25/1) pukul 12.00 WIB telah mengakibatkan 59 orang meninggal dan sebanyak 25 orang hilang.

Badan Nasional Penaggulangan Bencana menyatakan, sebanyak 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, 3.481 orang mengungsi, 79 unit rumah rusak (dua unit hanyut, 26 rusak berat, dua rusak sedang, 14 rusak ringan, lima tertimbun), 4.857 unit rumah terendam, dan 11.876 hektar sawah terendam banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan 61 kecamatan di 13 kabupaten dan kota terdampak bencana tersebut, yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

"Banjir sudah surut di beberapa wilayah. Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban," kata dia dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Sutopo mengatakan bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak, BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PU Pera, SKPD, NGO, relawan dan berbagai unsur lainnya terus membantu penanganan darurat.

Kepala BNPB Doni Monardo telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1,15 miliar dan logistik senilai Rp 828,9 juta untuk penanganan darurat di Sulawesi Selatan. Bantuan langsung diterima Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulsel pada Rabu (24/1).

Dana siap pakai digunakan untuk operasional tanggap darurat bagi BPBD Sulsel, BPBD Gowa, BPBD Jeneponto, BPBD Maros, dan BPBD Kota Makassar. Bantuan logistik berupa tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket, perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, dan makanan tambahan gizi 690 paket.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FZ39gg
January 25, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FZ39gg
via IFTTT

Thursday, January 17, 2019

Kisah Penulis Obor Rakyat: Senandung Berzanji di Cipinang

Jumat ternyata hari yang dirindukan bagi mantan penghuni Lapas Cipinang/

Oleh: Darmawan Sepriyossa, Jurnalis Senior

Seperti goa tempat sembilan bulan Ibrahim bin Adham beruzlah di dalamnya, penjara bisa saja wadah yang berkah. Laiknya yang kami alami di hari-harinya.

Kamis malam, 10 Mei 2018, di hari ketiga kami berada di Cipinang, ada yang membuat hati saya seolah kembali dimudakan. Bada Isya itu, tidak seperti biasanya orang-orang tak segera menggelar tilam untuk tidur. Di lapak Mushala, Blok Penampungan alias blok Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling), sebagian area memang dipakai untuk shalat jamaah. Itu membuat warga lapak ini selalu siap menebar-gulung tilam kapan pun diperlukan. Kamis malam bada Isya ternyata menjadi waktu bagi warga berkumpul untuk membacakan syair-syair Barzanzi.

Terakhir saya menyenandungkan barzanji adalah sekitar 1982, saat SD. Maka syair-syair yang terlantun pun segera membawa saya ke masa-masa itu. Saat-saat hati begitu jernih, dan pikiran pun belum terpolusi. Masa-masa ketika diri sepenuhnya diasuh kasih sayang aba dan umi—kami memanggil mereka mamah dan apa.

Mungkin karena hati yang seolah disucikan kembali itu, syair-syair pujian dan pernyatan cinta kepada Muhammad Sang Nabi pun, begitu menggetarkan. Mata saya tak kuasa menahan air yang terus membual keluar. Dada sesak oleh rasa yang tak terlukiskan kata-kata. Ada rindu yang seolah tak tertahan; ada bangga menjadi bagian dari pengikutnya, bahkan ada syukur sempat kembali melantunkan pujian-pujian Barzanzi, sekali pun di sini, di balik jeruji yang di mata umum mungkin jadi pertanda rendahnya diri.

“Assalamualaik, Zainal Anbiya..

Assalamualaik, Atqool Atqiya…

(Salam sejahtera bagimu, Wahai Nabi yang Mulia.

Salam sejahtera bagimu, pemimpin orang-orang bertakwa…)

Esok harinya, kebiasaan yang sama—melantunkan Barzanzi dan membaca kitab perjalanan kehidupan Nabi, Simtudduror, ternyata juga dilakukan di masjid besar Lapas Cipinang. Waktunya bada Ashar. Pesertanya lebih banyak, ratusan jumlahnya.

Alhasil, setelah kami pindah menempati sel yang lebih pasti, Jumat selalu menjadi hari yang dinanti-nanti. Saat itu, tak hanya berusaha mengisi hari yang penuh berkah, sorenya kami semua melunaskan kerinduan kepada Nabi dengan melantunkan Barzanzi. Di Lapas Cipinang, Jumat adalah hari penuh rindu dan tampaknya dirindukan banyak mereka yang pernah menjalani sebagian hidup di sana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SUlQFy
January 17, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SUlQFy
via IFTTT

Wilayah Jawa Barat Berstatus Siap Siaga Banjir dan Longsor

Status siaga berlaku hingga akhir Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Hasil rapat koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, hingga akhir Mei 2019 semua wilayah di Jawa Barat dinyatakan berstatus siaga banjir dan longsor. Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan melakukan peningkatan kesiapsiagaan. 

“Kami bersama-sama dengan masyarakat di enam kecamatan di Kota Bogor telah bersiap siaga dan waspda. Saya sudah kirim surat imbauan ke enam kecamatan itu dengan harapan masyarakat dapat waspada menghadapi bencana banjir, longsor, dan puting beliunh di puncak musim hujan serta cuaca ekstrem,” kata Ganjar, Kamis (17/1). 

Ganjar menjelaskan, persiapan antisipasi bencana dilakukan mulai dari memobilisasi sumber daya, peralatan, dan juga menggelar kegiatan simulasi tanggap bencana bersama masyarakat. Latihan simulasi bencana longsor, kata dia, baru-baru ini digelar di Kelurahan Cibogor dan Kelurahan Kedunghalang. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, kesiapsiagaan bencana tidak boleh hanya dibebankan pada BPBD saja. Pasalnya, terdapat keterbatasan personel dan anggota yang ada di dalam BPBD. 

“Maka itu kami sedang berupaya membentuk kelurahan dan sekolah yang tangguh akan bencana,” kata Ade. 

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar sebelas kelurahan tangguh bencana yang telah dibentuk.  Ke depan, jumlah kelurahan dan sekolah tangguh bencana tersebut akan terus ditambah sesuai dengan peta kebencanaan yang tengah dirancang. 

Menurutnya, dari segi kontur wilayah, Kota Bogor memang dikenal sebagai wilayah yang rentan akan bencana longsor dan banjir. Namun begitu, pihaknya mengaku akan memperbaiki infrastruktur dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) dan membersihkan drainase untuk meminimalisasi banjir lintasan yang kerap terjadi. 

Ade juga mengimbau kepada warga Kota Bogor untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ARTbKi
January 17, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ARTbKi
via IFTTT

Tuesday, January 15, 2019

Mengapa Tjahjo tak Diperiksa KPK di Kasus Meikarta?

Nama Tjahjo disebut oleh Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah di sidang Meikarta.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Djoko Suceno, Dian Erika Nugraheny, Umar Mukhtar, Antara

Nama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo disebut dalam persidangan dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat. Tjahjo Kumolo, menurut Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah, meminta tolong kepada dirinya untuk membantu pengurusan perizinan Meikarta.

"Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, 'Tolong perizinan Meikarta dibantu'," ujar Neneng dalam kesaksiannya untuk terdakwa Billy Sindoro dkk, Senin (14/1).

Pengakuan tersebut diungkapkan Neneng saat Jaksa KPK, I Wayan Riana menanyakan tentang rapat yang diikuti saksi (Neneng) di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam rapat itu, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono menanyakan soal proses izin peruntukan penggunaan tanah (IPPT) untuk proyek Meikarta seluas 84,6 hektare.

Neneng menerangkan, saat dirinya bertemu dengan Sumarsono di Jakarta itu, tiba-tiba telepon Dirjen Otda tersebut berdering. Setelah telepon diangkat oleh Sumarsono, telepon tersebut langsung diserahkan kepada Neneng.

Neneng pun mengiyakan permintaan Tjahjo Kumolo. Namun, kata Neneng, hal itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku

"Saya jawab, 'baik Pak yang penting sesuai dengan aturan yang berlaku'," katanya.

Dalam sidang itu, Neneng mengatakan, bahwa Sumarsono akan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, dan PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta. Sumarsono pekan lalu sudah diperiksa oleh KPK, namun Tjahjo tak dipanggil dalam kasus ini sampai akhirnya namanya disebut oleh Neneng di persidangan.

Tjahjo Kumolo sudah memberikan klarifikasi tentang pernyataan Neneng terkait izin Meikarta. Menurut Tjahjo, kewenangan perizinan proyek pengembangan properti tersebut merupakan kewenangan Pemkab Bekasi dan Pemprov Jawa Barat.

"Sudah dijelaskan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) yang dipanggil oleh KPK untuk memberikan kesaksian atas kewenangannya yang telah mempertemukan antara Pemda Jabar dan Pemkab Bekasi. Pertemuan itu untuk kejelasan perizinan Meikarta dan merupakan kewenangan Pemda Jabar dan Pemkab Bekasi," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (14/1).

Dia melanjutkan, hasil pertemuan ini lantas diinformasikan kepada dirinya oleh Dirjen Otda Soni Sumarsono. "Disampaikan bahwa kewenangannya oleh Pemkab Bekasi. Intinya demikian," tegas Tjahjo.

Kemudian, Tjahjo juga mengungkapkan, bahwa dirinya memonitor pertemuan antara Pemprov Jabar dan bupati Bekasi. Rapat tersebut difasilitasi Dirjen Otda dan dilakukan secara terbuka.

"Hasil pertemuan itu pun diinformasikan kepada saya. Setiap ada masalah perizinan yang antara pemda belum bisa memutuskan, selalu terbuka bagi Kemendagri untuk memfasilitasi aturan yang benar. Termasuk, Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar soal izin Meikarta, demikian silakan dibantu izinnya sesuai dengan ketentuan," tegas Tjahjo.

Baca Juga

Respons KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencermati soal fakta persidangan perkara suap perizinan proyek Meikarta yang menyebut Tjahjo Kumolo di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (14/1). Nama Tjahjo disebut oleh Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin yang menjadi saksi pada sidang tersebut.

"Kalau tadi Bupati Bekasi mengatakan di persidangan ada pertemuan dan ada arahan seperti itu, tentu kami mencermati terlebih dahulu fakta-fakta di persidangan tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK RI, Jakarta, Senin.

Selain itu, kata Febri, lembaganya juga akan mencermati fakta-fakta lain terkait dengan kasus Meikarta itu pada tahap penyedikan yang masih berjalan sampai saat ini. Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa unsur dari Kementerian Dalam Negeri, yakni Dirjen Otda Soni Sumarsono.

Febri mengatakan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap Dirjen Otda untuk mengonfirmasi satu hal yang dipandang perlu diperhatikan. Pemeriksaan terkait dengan rapat yang diduga diinisiasi oleh pihak Kementerian Dalam Negeri terkait dengan perizinan Meikarta.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai KPK harus memanggil Tjahjo untuk dikonfirmasi terkait kesaksian yang disebut Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah. "Demikian juga saksi-saksi lain yang mengetahui 'perintah' tersebut, untuk kemudian memutuskan status TK (Tjahjo Kumolo) apakah sebagai saksi ataukah sebagai tersangka, termasuk mencekalnya," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (15/1).

Menurut Fickar, bila Tjahjo memang benar memerintahkan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah untuk memberikan izin padahal tidak memenuhi syarat, maka Tjahjo juga bisa dikualifikasi sebagai pelaku. "Dalam perspektif hukum pidana, yang disebut pelaku (dader) itu tidak tunggal, tidak hanya orang yang melakukan saja (actus reus), tetapi juga termasuk pelaku peserta (mededader)," tuturnya.

Hal itu sebagaimana diatur pasal 55 KUHP dan pelaku pembantu sebagaimana diatur dalam pasal 56 KUHP. Fickar menjelaskan, pihak yang termasuk pelaku penyerta adalah mereka yang ikut langsung melakukan, menyuruh melakukan (intelectual dader), dan mereka yang turut serta melakukan.

"Termasuk juga mereka yang memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menggunakan kekuasaan atau dengan kekerasan, memberikan kesempatan dan sarana dan menganjurkan untuk melakukan kejahatan," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SXgkSs
January 15, 2019 at 04:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SXgkSs
via IFTTT