Pages

Showing posts with label 2019 at 10:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:05PM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

Taman Safari Bogor Kembangbiakkan Burung ''Garuda''

Taman Safari mengembangbiakan elang jawa yang selama ini diidentikan dengan garuda.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat resmi mengoleksi sepasang Elang Jawa bernama Hanum dan Riska. Satwa yang kerap diidentikan dengan burung Garuda ini siap dikembangbiakkan oleh TSI Bogor.

"Awal di sini satu pasang. Tujuh tahun baru bisa berkembangbiak. Tapi kalau bisa menangani dengan teknologi hitech dengan inkubator, kita bisa lebih populasi, persentasenya lebih tinggi," kata Direktur TSI Bogor, Jansen Manansang saat meresmikan kandang perkembangbiakan Elang Jawa, Sabtu (27/4).

Ia berniat mengembangbiakan Elang Jawa karena jumlah populasinya yang terancam punah. Karena itu TSI menggandeng PT Smelting untuk membuat penangkaran Elang Jawa sebagai program kerja sama konservasi.

"Namanya Hanum dan Riska, ini satwa endemik Indonesia hanya ada di Pulau Jawa. Ini Elang yang persis Garuda," kata Jansen.

Menurutnya, TSI dan PT Smelting sepakat membangun penangkaran Elang Jawa di TSI yang berlokasi di Cisarua Kabupaten Bogor, karena lokasinya sesuai dengan habitat satwa tersebut.

"Kita desain, sesuai alamiahnya, seperti ketinggian kandangnya, sehingga kalau dia punya anak, tinggal kita buka kita lepaskan," ujarnya.

Jansen mengatakan, sebelumya TSI Bogor sudah beberapa kali berhasil mengambiakkan satwa dan kembali melepaskannya ke alam bebas. Beberapa di antaranya yaitu Curik Putih dan Owa Jawa.

"Nah ini kontribusi dari TSI sebagai lembaga konservasi. Begitu juga dengan PT Smelting dan Kementrian Kehutanan untuk sengaja mengajak masyarakat, sama-sama berpartisipasi untuk bagaimana menjaga lingkungan kita," katanya.

Ia mengulas sedikit mengenai asal usulnya Elang Jawa yang identik dengan burung Garuda. Pada masa kepemimpinam Presiden Indonesia kedua, Soeharto sempat memanggil beberapa pihak untuk menentukan lambang negara yang mewakili identitas masing-masing Provinsi.

"Ditentukan satwa sebagai simbol Indonesia yaitu Pancasila atau Bhineka Tunggal Ika. Kita pilih Elang Jawa karena satwa ini satwa endemis spesies yang ada di Indonesia ada di Pulau Jawa saja," kata Jansen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vpCwdL
April 27, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vpCwdL
via IFTTT

Friday, March 29, 2019

Zakat dan Infak ASN Kota Cimahi Capai Rp 1.6 Miliar

Zakat dan infak itu dikumpulkan dari gaji secara sukarela.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melansir tentang jumlah zakat dan infak yang diterima dari aparatur sipil negara (ASN) sepanjang 2018 lalu mencapai Rp 1.6 miliar. 

Nilai tersebut belum tercapai optimal sebab masih banyak ASN yang belum menjadi seorang muzaki.  

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cimahi, Mardi Santoso, mengatakan pihaknya terus meningkatkan penerimaan zakat dan infak dari ASN. 

Sebab jumlah Rp 1.6 miliar pada 2018 lalu masih belum optimal. Sementara itu, pada Januari-Februari 2019 sudah tercapai Rp 490 juta.  

"Pas awal-awal paling Rp 30 juta perbulan. Dari Januari-Februari sekarang sudah sekitar Rp 409 juta," katanya, Jumat (29/3). 

Menurutnya, terdapat peningkatan penerimaan zakat dan infak dibandingkan saat awal-awal diberlakukan. 

Dia mengatakan, pihaknya tidak memaksakan ASN untuk menyalurkan zakat profesinya. Sebab semua berdasarkan kemampuan dan keinginan ASN yang dituangkan pada surat pernyataan bersedia menjadi pemberi atau muzakki. 

"Implementasinya, ada ijab kabul dengan membuat surat pernyataan," katanya. 

Menurutnya, untuk meningkatkan jumlah penerimaan zakat profesi, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cimahi akan terus mendorong ASN ikut menjadi muzaki. 

"Sekarang kita akan garap PNS di lingkungan dinas pendidikan, kecamatan maupun Kemenag," ungkapnya. 

Dia menambahkan, pembayaran zakat dan infak ASN di Kota Cimahi mulai dilaksanakan pada 2016. 

Hal itu mengacu kepada undang-undang Nomor 23 Tahun 2001 tentang Zakat dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sodaqoh. 

"Untuk zakat profesi dipotong 2,5 persen dari penghasilan ASN," tutur dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ov8DBs
March 29, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ov8DBs
via IFTTT

Thursday, March 28, 2019

Serang Jadikan Buku Biografi KH Syamun Bacaan Wajib Sekolah

Buku ini bisa menjadi inspirasi generasi muda.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG— Buku tentang jejak perjuangan pahlawan nasional asal Banten Brigjen KH Syam'un akan dijadikan buku bacaan wajib pelajar SD hingga SMP di Kabupaten Serang. 

Buku karya karya Mufti Ali dan Rahayu Permana tersebut menceritakan secara rinci tentang perjuangan Brigjen KH Syam'un.

"Ini jadi bacaan wajib tiap sekolah. Kita yang beli dan didistribusikan. Kasihan anak murid kalau mereka yang harus beli, nanti dianggarkan di (APBD) Perubahan 2019," kata Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, saat acara gelar pahlawan nasional dan peluncuran buku perjuangan "Selayang Pandang Jejak Perjuangan Brigjen KH Syam'un Pahlawan Nasional dari Banten" di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (28/3).

Hadir pada acara itu Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang Ahmad Saefudin, tokoh Banten Nasrudin Busro, penulis buku Mufti Ali dan Rahayu Permana, perwakilan keluarga dan para santri Al Khairiyah.

Pandji Tirtayasa mengatakan, buku tersebut bisa menjadi pedoman bagi generasi berikutnya khususnya warga Banten agar mengetahui pahlawannya. 

Ke depan pihaknya akan memerintahkan Dinsos dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah agar membeli buku ini. Kemudian didistribusikan kepada seluruh SD dan SMP.

Menurutnya, KH Syam’un merupakan tokoh multidimensi yang telah berjuang di tiga bidang yakni militer, pendidikan, hingga menjadi bupati Serang pertama. 

KH Syam’un adalah pejuang militer karena pernah menjadi komandan brigadir infanteri. Kemudian dia pejuang pendidikan dengan mendirikan pesantren modern pertama di Banten yakni Al Khairiyah.

Cucu pertama Brigjen KH Syam'un, KH Hikmatullah Syam'un, mengatakan kakeknya merupakan sosok yang selalu mengajarkan cinta Indonesia. Kemudian beliau juga merupakan sosok yang alim dan scientist. 

"Kita ikuti jejaknya agar orang Indonesia, khususnya masyarakat Serang mencintai ilmu. Makanya beliau punya pendidikan Al Khairiyah yang modern," katanya.

Buku Selayang Pandang Jejak Perjuangan Brigjen KH  Syam'un Pahlawan Nasional dari Banten merupakan buku yang berasal dari naskah akademik yang disusun pada 27 Mei-15 Juni 2018 untuk memenuhi persyaratan utama pengajuan Brigjen KH Syam'un sebagai pahlawan nasional.

Mantan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Nandy Mulya S, yang menjadi narasumber acara tersebut mengungkapkan, usulan pahlawan nasional Brigjen KH Syam’un melalui proses panjang, bahkan dua kali gagal.

“Usulan pertama (2014) tidak berhasil, diusulkan kembali (2015) dengan mencari novum baru juga tidak berhasil. Alhamdulillah pada 2018 Brigjen KH Syam’un mendapat gelar pahlawan nasional. Ini kebanggaan Banten,” kata Nandy.

Brigjen KH Syam’un menjadi pahlawan nasional ketiga asal Banten setelah sebelumnya Mr Sjafruddin Prawiranegara pada 2011 dan Sultan Ageng Tirtayasa pada 1970.

“Di Banten banyak sekali pahlawan yang menjadi perintis dan pejuang kemerdekaan. Selain itu ada juga pahlawan revolusi dan pahlawan nasional. Ke depan kita harus terus gali dan usulkan agar bertambah," kata Nandy. 

  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UhL9Fp
March 28, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UhL9Fp
via IFTTT

Monday, February 25, 2019

Persija Putus Kontrak Bek Asal Brasil

Kualitas Neguete tidak memenuhi keinginan jajaran pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Persija Jakarta Ferry Paulus mengatakan, pihaknya resmi memutuskan kontrak bek asal Brazil Vinicius Lopes atau yang biasa disapa Neguete. Ini setelah manajemen mendengarkan masukan dari staf pelatih tim.

"Menurut pelatih Ivan Kolev dan jajarannya, kualitas Neguete tidak memenuhi keinginan mereka," ujar Ferry, Senin (25/2).

Ferry menyebut, alasan serupa juga membuat gelandang Jahongir Abdumuminov dilepas oleh skuat berjuluk Macan Kemayoran. Posisi Neguete dan Jahongir di Persija telah digantikan oleh pemain impor lainnya yaitu Steven Paulle dan Rohit Chand.

Ferry mengungkapkan, sebenarnya Persija memiliki keinginan untuk meminjamkan kedua pemain yang didatangkan pada Januari 2019 ke klub lain. Namun, keinginan tersebut urung terjadi.

Terkait ganti rugi untuk Neguete dan Jahongir karena kedua pemain itu dikontrak selama semusim, Ferry Paulus tidak memaparkan secara rinci. Ia hanya menjelaskan Persija melakukan negosiasi terkait hal tersebut.

"Di dalam kontrak ada klausul bahwa pemain dilepas kalau menit bermain dalam kompetisi kurang dari 10 persen, punya opsi untuk dihentikan dengan kompensasi. Akan tetapi, ini kan belum masuk agenda resmi baru turnamen-turnamen, jadi ada ruang untuk negosiasi," jelas Ferry.

Di rentang tanggal 22-24 Februari 2019, Macan Kemayoran mendatangkan Steven Paulle, Silvio Escobar, dan Rohit Chand. Semuanya sudah resmi terdaftar di Piala AFC 2019.

Persija Jakarta akan menghadapi wakil Vietnam Becamex Binh Duong di laga Grup G Piala AFC, Selasa (26/2), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, mulai pukul 15.30 WIB.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BRXrKa
February 25, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BRXrKa
via IFTTT

Sunday, February 10, 2019

Menteri Basuki Terima Dua Golden Award SIWO PWI Pusat 2019

Kementerian PUPR Sukses mendukung Asian Games dan Asian Para Games 2018

REPUBLIKA.CO.ID,cSURABAYA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima dua penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 sebagai salah satu Kementerian yang telah menjadi Pendukung Sukses Asian Games dan Asian Para Games 2018. Menteri Basuki yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) menerima Golden Award kedua untuk Tim Rowing Putra Asian Games 2018 sebagai Tim Terbaik yang meraih satu medali Emas.

Acara penghargaan SIWO PWI (Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat 2019 dilakukan dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2019 yang digelar di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam (8/2/2019). Penghargaan diberikan kepada sejumlah Menteri/pejabat tinggi negara, kepala daerah, atlet, pelatih, media dan tokoh.

Dalam pelaksanaan AG dan APG 2018, Basuki menyampaikan, pembangunan venue dan non venue yang dilakukan Kementerian PUPR adalah untuk melaksanakan  tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. “Penghargaan yang diberikan bagi saya adalah sebuah kejutan. Untuk penghargaan bagi Tim Rowing putra yang mendapat emas di ajang Asian Games 2018, saya hadir sebagai ketua PODSI mewakili teman-teman atlit dayung,” ujar Basuki.

Ditambahkan Basuki, waktu umumnya yang diperlukan dalam penyiapan sarana dan prasarana Asian Games adalah empat tahun, namun Indonesia dapat menyelesaikannya dalam waktu  kurang dari dua tahun. “Penyiapan sarana dan prasarana dilakukan dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 tahun. Hal ini yang membuat pihak OCA dan IOC sangat mengapresiasi Indonesia. Venues yang kita miliki semua sudah berstandar internasional dan beberapa diantaranya bahkan diakui hingga saat ini sebagai yang terbaik, seperti tata lampu Stadion Utama GBK Keberhasilan ini merupakan sebuah lompatan,” jelas Basuki.

Dalam mendukung Asian Games 2018, pemerintah membangun dan merevitalisasi sebanyak 79 venue pertandingan, terdiri dari 33 venue dikerjakan langsung oleh Kementerian PUPR, 27 venue oleh pemerintah daerah Provinsi Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan dan 19 venue oleh Inasgoc.

Kementerian PUPR membangun 18 venue di Jakarta yakni Stadion Utama GBK, Aquactic Center, lapangan hoki, lapangan panahan dan Sepakbola ABC (AG 4),  Stadion Tenis Indoor dan Outdoor (AG 6), serta Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball (AG 7), lapangan rugby, lapangan basket A/B/C, Hall D venue squash, venue layar, venue jetski, dan padepokan pencak silat.

Kemudian 4 venue di Jakabaring Sport City, Palembang yaitu dayung dan tembak, tribun voli pantai, dan skateboard. 11 venue dibangun di Jawa Barat yakni canoe slalom, Stadion GBLA, Jalak Harupat, Patriot Chandrabaga, Wibawa Mukti, Pakansari, Lapangan Saraga ITB, Persikabo, Padjajaran, Jati Pajajaran UNPAD, dan Paragliding Pasar Tumbul.  

Di samping venue, Kementerian PUPR juga ditugaskan membangun 14 sarana pendukung (non-venue) diantaranya Wisma Atlet Kemayoran dan Jakabaring, serta penataan kawasan kompleks GBK dan Jakabaring. Dalam melaksanakan proyek-proyek tersebut, Kementerian PUPR senantiasa memperhatikan aspek kekuatan, kerapihan, kenyamanan, serta keselamatan bangunan.

Anggaran yang digunakan untuk mendukung infrastruktur AG dan APG 2018 secara keseluruhan mencapai Rp 7,4 triliun yang terdiri dari anggaran Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 3,7 triliun, Ditjen Penyediaan Perumahan sebesar Rp 3,6 triliun dan Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 144,2 miliar.

Basuki menambahkan, kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan event olahraga terbesar se-Asia yakni Asian Games ke-18 2018 telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, diantaranya dari Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad al-Fahad dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dapat dilihat dari sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses sarana dan prasarana. 

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RPlIFP
February 10, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RPlIFP
via IFTTT

Saturday, February 9, 2019

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Perusak Dokumen Persija

Pengrusakan dokumen Persija terjadi saat Satgas Antimafia Bola menggeledah PT LI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satuan tugas (satgas) Antimafia Bola menetapkan tiga tersangka terkait pengrusakan dokumen Persija Jakarta saat penggeledahan di PT Liga Indonesia (LI). Para tersangka tersebut, yakni Muhammad Mardani Mogot (MM), dan Musmuliadi (M) dan Abdul Gofur (AG).

MM diduga sebagai supir dari Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Joko Driyono. Adapun M, diduga sebagai pekerja PT Persija Jaya Jakarta. Sedangkan AG diduga sebagai pekerja di PSSI. Kabag Penum Humas di Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono mengatakan, nama-nama tersebut, resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (8/2) usai gelar perkara.

“Ketiganya saat ini sebagai tersangka. Tetapi tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan kooperatif saat dilakukan pemeriksaan,” ujar dia, kepada Republika, Sabtu (9/2).

Ketiga tersangka, Syahar menerangkan dijerat dengan Pasal 363, 235, 233, 232, 221 juncto Pasal 55 KUH Pidana. Aturan tersebut menjerat perbuatan pencurian, pengrusakan penghancuran barang bukti tindak pidana juncto memerintah atau menyuruh melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Penetapan tiga tersangka ini, merupakan perkembangan penyelidikan dan penyidikan skandal mafia sepak bola di kompetisi nasional. Pada Jumat (1/2), satgas bentukan Mabes Polri tersebut melakukan penggeledahan di dua tempat. Yakni di bekas kantor PT LI dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Dua perusahaan tersebut, merupakan operator kompetisi lama sepak bola Indonesia.

Dua perusahaan tersebut, pun erat kaitannya dengan Joko Driyono. Khusus di kantor PT LI, juga sering dijadikan tempat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI melakukan sidang terkait kompetisi sepak bola nasional. Penggeledahan di dua tempat tersebut, merupakan lanjutan dari aksi serupa oleh satgas di dua kantor PSSI. Ribuan dokumen keuangan, dan perwasitan, serta catatan kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 disita oleh penyidik.

Di PT LI, satgas sempat memberikan garis polisi sebelum penggeledahan. Namun, saat penyidik melakukan penggeledahan diketahui adanya penghancuran sengaja sejumlah dokumen dan alat bukti. Kombes Syahar pernah mengungkapkan, dokumen yang sengaja dirusak tersebut, merupakan catatan keuangan Persija, tim juara Liga 1 2018. Terkait pengrusakan tersebut, satgas pun memeriksa enam nama yang diduga terlibat. Tiga di antaranya yang kini menjadi tersangka.

Dalam penetapan tersangka tersebut, diketahui MM bersama M membongkar akses lain pintu masuk tempat penggeledahan yang sudah digaris kuning polisi untuk mengambil alat perekam (CCTV), dan komputer jinjing, serta dokumen dan telefon genggam yang diduga milik Persija dan PSSI. Sedangkan AG, tersangka yang diminta oleh MM dan M, menyimpan barang-barang bukti tersebut. Adapun tiga nama lain, saat ini satgas tetapkan sebagai saksi.

Terkait penyidikan yang kini menyeret Persija, Dewan Pembina Kesebelasan Macan Kemayoran, Syafruddin menegaskan, agar penyidik segera mengungkap dalang di balik penghancuran alat bukti yang dicari Satgas Antimafia Bola. “Silakan diungkap. Jangan pandang bulu,” kata dia.

Syafruddin yang baru pensiun dari jabatan Wakapolri tersebut mengatakan bukan cuma masyarakat sepak bola yang mendesak satgas mengungkap banyak kasus mafia di kompetisi nasional.  Tetapi dirinya, pun meminta satgas mengusut tuntas banyak skandal di sepak bola Indonesia.

“Dunia sepak bola akan mengejar itu. Termasuk saya,” kata dia.

Sebagai Pembina Persija, ia pun meminta agar kesebelasan di Ibu Kota Jakarta itu, tak risih dengan pengungkapan dugaan keterlibatan tim tersebut. Di manajemen Persija sendiri, awal pekan lalu, sejumlah petinggi di klub tersebut memilih mengundurkan diri.

Mereka yang mundur yakni, Direktur Utama Gede Widiade, dan Direktur Operasional Muhammad Rafil perdana. Meski Gede mengaku pengunduran diri tersebut tak terkait dengan aksi satgas, akan tetapi langkah pengunduran tersebut menjadi guncangan di internal manajemen Macan Kemayoran. Sebab, langkah Gede dan Rafil keluar dari struktur manajemen, juga diikuti oleh sejumlah pengurus dan petinggi Macan Kemayoran lainnya.

n

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MW5Wbu
February 09, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MW5Wbu
via IFTTT

Wednesday, January 23, 2019

Fajar/Rian Tantang Senior pada Babak Kedua Indonesia Masters

Fajar/Rian memastikan langkah setelah memetik kemenangan pada laga pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menantang senior mereka di Pelatnas Cipayung Berry Angriawan/Muhammad Rian Ardianto pada babak kedua turnamen Indonesia Masters 2019. Fajar/Rian memastikan langkah setelah memetik kemenangan pada laga pertama di Istora Senayan Jakarta, Rabu (23/1).

Fajar/Rian mengatasi pasangan Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan 21-10 dan 21-13 selama 24 menit permainan pada babak pertama turnamen Super 500 itu. "Mereka pasangan baru dan tampak belum kompak serta belum punya pola permainan. Saya dan Rian hanya berusaha menikmati permainan sembari menyesuaikan diri dengan lapangan karena ini adalah pertandingan pertama," kata Fajar selepas pertandingan.

Pada pertandingan putaran kedua turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu, Fajar/Rian yang menempati peringkat 10 dunia itu akan melawan senior mereka. Berry/Hardianto melaju ke putaran kedua dengan mengalahkan ganda Thailand Inkarat Apisuk/Tanupat Viriyangkura 21-9 dan 21-12 selama 24 menit permainan.

"Tentu kami akan menghadapi teman senegara, jika tidak pada putaran awal pasti pada akhir turnamen. Tapi, kami selalu siap dan bermain profesional meskipun di luar lapangan kami tetap berteman," kata Fajar.

Rian menambahkan, persiapannya bersama Fajar menuju pertandingan putaran kedua yaitu mengantisipasi serangan-serangan Berry/Hardianto yang punya pukulan smes kencang.

"Kami sering berlatih bersama sehingga saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami selalu siap meskipun mereka punya pukulan yang kencang selain kami antisipasi arah angin di lapangan," kata Rian.

Pertandingan putaran kedua Indonesia Masters 2019 akan menjadi pertemuan pertama Fajar/Rian dengan Berry/Hardinato yang menempati peringkat 19 dunia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CDzNk8
January 23, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CDzNk8
via IFTTT

Saturday, January 19, 2019

Mensos: Dana PKH akan Ditingkatkan Lagi pada 2020

Ini upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH) akan terus ditingkatkan pada 2020. Peningkatan dana ini sebagai upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia.

"Pada 2020 akan ada peningkatan lagi berkaitan dengan program PKH," kata Mensos usai menemui petugas PKH dan masyarakat penerima PKH di kawasan wisata kolam air panas alami Banyoe Sinergi Mandala, Copong, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1).

Ia menuturkan, selama ini Kementerian Sosial terus meningkatkan alokasi anggaran untuk PKH. Pada 2019 dananya mencapai Rp 54 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya hanya Rp 38 triliun.

Kenaikan dana PKH itu, menurut dia, cukup besar. Meksipun begitu Presiden ingin menambahnya lagi dan telah mengarahkan untuk meningkatkan lagi PKH pada 2020.

"Tahun ini sekitar Rp 54 triliun di mana sebelumnya anggaran PKH sekitar Rp 38 triliun, jadi itu kenaikan yang sangat substansial," katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan melalui PKH yang hasilnya efektif dan efisien. "Ini merupakan satu program syarat efektif dan efisien," katanya.

Seorang penerima manfaat PKH warga Garut Kota, Rini Suryani mengatakan, program tersebut telah banyak membantu perekonomian keluarga. Dana PKH yang diterima Rini saat ini mencapai Rp 2 juta yang digunakan untuk biaya kebutuhan anaknya. Misalnya membeli seragam, maupun membayar administrasi sekolah.

"Saya berharap program ini terus berlanjut, karena sangat terasa bantuannya, sangat membantu perekonomian keluarga," kata Rini yang suaminya berprofesi sebagai penjual barang bekas. Penyaluran PKH di Kabupaten Garut tersebut mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo yang langsung meninjau dan berdialog dengan warga penerima PKH.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DkFQLT
January 19, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DkFQLT
via IFTTT

Saturday, January 12, 2019

Ketika Muslim Uighur Dipaksa Buang Air Besar Dalam Tahanan

Dari bangun pagi sampai pukul 10 malam, tahanan dikumpulkan dan tak boleh bergerak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang Muslim Uighur yang pernah ditahan selama 16 bulan di kamp reedukasi Xinjiang, Gulbahar Jalilova (54 tahun) mengungkapkan apa yang ia alami saat berada di tahanan selama satu tahun lebih. Ia datang ke Indonesia untuk mengumumkan kepada dunia tentang kondisi Muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Jalilova mengatakan, ia dan beberapa Muslim Uighur lainnya ditempatkan di sebuah ruangan. Semua kegiatan apa pun hanya di dalam ruangan itu. Termasuk buang air kecil maupun besar.

"Tak bisa keluar karena semua kegiatan hanya di dalam ruangan. Buang air kecil dan besar dilakukan di ruangan itu," ujar Jalilova melalui penerjamah, dalam konferensi pers bertajuk 'Kesaksian dari Balik Penjara Uighur' di Jakarta, Sabtu (12/1).

Jalilova juga mengaku diinterogasi setelah tiga bulan ditangkap. Tahanan lainnya ada yang diinterogasi setelah menunggu selama satu tahun.

Sejak bangun pagi sampai pukul setengah 10 malam, para tahanan dikumpulkan dan tidak boleh bergerak, hanya melihat kepada dinding. Di dinding itu ada kamera CCTV dan layar televisi. Di tayangan TV itu ada Presiden Cina Xi Jinping. "Ketika menoleh dianggap oleh penjaga melaksanakan ibadah lalu disiksa, dihukum," tutur Jalilova.

Selama di ruangan itu, tahanan tidak diberi makan maupun minum. Jalilova dan tahanan lain merasa amat kelaparan dan kehausan. Bahkan berat Jalilova sampai turun 20 kg. "Mereka hidup dalam kelaparan dan kehausan dan ketika mereka mengeluh kelaparan dan kehausan mereka dikira berbicara satu sama lain lalu mendapat siksaan," jelasnya.

Ketika ada satu orang yang sudah lanjut usia pingsan, kemudian tahanan lain ingin menolongnya, maka yang hendak menolong itu mendapat siksaan. "Semuanya diborgol dengan besi, lalu di kakinya diberikan besi 5 kg. Semuanya seperti itu," lanjut Jalilova.

Bahkan, Jalilova kembali menceritakan, di dalam tahanan sempat ada yang melahirkan. Setelah itu ibu dan anaknya dipisahkan. Si anak sama sekali tidak diperbolehkan diberi ASI. "Di penjara saya bersama perempuan dari usia sekitar 14 tahun sampai 80 tahun. Saya mengalami stres, syok," katanya.

Selain itu, seluruh tahanan juga disuntik untuk kemudian diambil darahnya. Para tahanan tidak ada yang mengetahui untuk apa darah itu. Pengambilan darah ini dilakukan per pekan hingga per bulan.

Ada satu hal yang betul-betul ingin dijaga oleh perempuan asal Kazakstan itu, yakni amanah dari para tahanan. Sebelum dibebaskan dengan bantuan lobi dari keluarga dan Pemerintah Kazakstan, para tahanan menitip pesan agar menginformasikan apa yang sebetulnya terjadi di kamp reedukasi Xinjiang, dan yang dialami Muslim Uighur.

"'Kami yang di sini tidak tahu bagaimana keluarnya, mohon beritahukan bahwa kami sedang mendapatkan penindasan dan kezaliman'," kata Jalilova meniru ucapan para tahanan.

Proses awal Jalilova ditahan, yakni saat ia menghabiskan dua dekade terakhir berbisnis di perbatasan Cina-Kazahstan. Pada Mei 2017, ia tiba-tiba ditangkap di Kota Urumqi, Cina, dengan tuduhan mentransfer dana secara ilegal sebesar 17 ribu yuan (3/500 dolar AS) dari Cina dan Turki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FuaNiw
January 12, 2019 at 10:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FuaNiw
via IFTTT