Pages

Showing posts with label 2019 at 04:00PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:00PM. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

Al-Khwarizmi, Ilmuwan Muslim Pakar Matematika

Al-Khwarizmi dikenang sebagai salah satu pakar matematika terbesar sepanjang sejarah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kalau ada orang Islam yang paling banyak berjasa dalam mendirikan pilar-pilar matematika modern, al-Khwarizmi salah satunya. Dialah yang memperkenalkan manfaat angka nol sehingga setiap orang kini bisa menghitung demikian banyaknya lewat bantuan angka nol atau nihil--dalam sistem desimal. Apa jadinya, bila angka itu tak ditemukan?

Tokoh yang bernama lengkap Muhammad bin Musa al-Khwarizmi merupakan intelektual muslim yang banyak menyumbangkan karyanya dalam bidang matematika, geografi, musik, dan sejarah. Lahir di Khwarizmi, sebuah wilayah di bagian barat Baghdad pada 780 M, sejarah sedikit sekali mencatat masa muda tokoh besar ini.

Namun, yang pasti kepandaian dan kecerdasan otaknya yang mengantar ia bisa masuk dalam lingkungan Darul Hukama (rumah kebijaksanaan), sebuah lembaga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan Ma'mun ar-Rasyid, khalifah Abbasiah yang terkenal.

Karya Khwarizmi dalam bidang matematika tampak lewat karyanya Hisab al Jabr wal Muqabla dan Kitabul Jama-wat-Tafriq. Kedua kitab tersebut banyak menguraikan tentang persamaan linear dan kuadrat; kalkulasi integrasi dan persamaan dengan 800 contoh yang berbeda; tanda-tanda negatif yang sebelumnya belum pernah dikenal bangsa Arab dan penjelasan beserta enam contohnya.

Khusus dalam Kitabul Jama-wat-Tafriq yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin Frattati d'Arithmetica, Khwarizmi menerangkan seluk-beluk kegunaan angka-angka, termasuk angka nol dalam kehidupan sehari-hari.

Sumbangan al-Khwarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangent telah membantu para ahli matematika Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Boleh dibilang, karya-karya Khwarizmi mempengaruhi pemikir dan ilmuwan di masa kemudian seperti Umar Khayam, Leonardo Fibonacci dari Pisa, dan Jacob dari Florence.

Selain matematika, Khwarizmi dikenal pula sebagai astronom. Di bawah pengawasan Khalifah Ma'mun, sebuah tim astronom pimpinannya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Riset pengukuran ini dilakukan di Sanjar dan Palmyra. Hasilnya, 56,75 Mil Arab sebagai panjang derajat meridian. Menurut CA Nallino, ukuran ini hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis tengah bumi yang sebenarnya. Sebuah perhitungan luar biasa yang bisa dilakukan pada saat itu. Dengan kepandaiannya pula, Khwarizmi menyusun sebuah buku tentang perhitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari.

Ia juga menerjemahkan sebuah tabel perhitungan dari India, Sindhata, yang kemudian diulasnya dengan baik. Dengan memperhatikan tabel tersebut dan juga sumber-sumber lain, sebuah tabel karyanya sendiri menjadi perhatian kalangan astronomi di Eropa, terutama setelah diterjemahkan Adelard dari Bath pada 1126. Tabel ini kelak menggantikan tabel Yunani dan India, setelah direvisi astronom Spanyol, Majriti. Ilmuwan Cina pun mengadaptasi tabel ini, termasuk nilai-nilai ilmu ukur sudutnya, serta fungsi sinus dan tangent.

Masih berkait dengan masalah perhitungan, ternyata Khwarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Bukunya Kitab Surat al-Ard, menjadi dasar dari ilmu bumi Arab. Naskah itu, hingga kini masih tersimpan di Strassburg, Jerman.

Oleh Abdul Fida, seorang ahli ilmu bumi terkenal menyebut buku itu sebagai buku yang menggambarkan bagian-bagian bumi yang dihuni manusia karena dihiasi secara lengkap dengan peta beberapa bagian dunia. CA Nalino, seorang penerjemah karya-karya Khwarizmi dalam bahasa Latin menegaskan tak ada orang Eropa yang dapat menghasilkan karya seperti ini.

Tak hanya menguasai matematika dan astronomi, Khwarizmi juga dikenal ahli seni musik. Dalam salah satu buku matematikanya, ia menuliskan pula teori seni musik. Buku itu diterjemahkan oleh Adelard dari Bath pada abad ke-12 dengan judul Liber Ysagogarum Alchorism. Pengaruh buku ini kemudian sampai ke Eropa dan sejarawan Philip K Hitti menyebutnya sebagai perkenalan pertama musik Arab ke dunia Latin.

Banyak pujian yang diberikan para sejarawan dan ilmuwan dari Eropa kepada karya-karya Khwarizmi. Pujian itu antara lain ditulis Phillip K Hitti, penyusun The History of The Arabs yang menyebut Khwarizmi tokoh utama dalam sejarah awal matematika Arab. Di bagian lain, Hitti menulis karya Khwarizmi, Hisab al Jabr wal Muqabla ini yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke-12 oleh Gerard dari Cremona sebagai berikut.

"Hingga abad ke-16, buku ini telah digunakan sebagai buku matematika rujukan berbagai perguruan tinggi di Eropa. Karya-karya Khwarizmi juga berjasa dalam memperkenalkan angka-angka Arab atau Algorisme ke dunia Barat."

Sejarawan George Santon begitu memuja Khwarizmi dengan menyebutnya sebagai salah seorang ilmuan terkemuka dari bangsanya dan terbesar pada zamannya. Dengan meninggalkan karya-karya penting bagi ilmu pengetahuan, khususnya matematika dan astronomi, Khwarizmi meninggal pada 846 M.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wha0LH
May 21, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wha0LH
via IFTTT

Pemkot Sukabumi Siap Kucurkan THR PNS 24 Mei

Gaji ke-13 sesuai arahan PP tersebut dilakukan pada Juni 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Sukabumi bisa bernafas lega. Pemerintah Kota Sukabumi akan mencairkan dana tunjangan hari raya (THR) para aparatur sipil negara (ASN) tepat waktu.

"Rencananya pencairan dana THR ini dilakukan pada 24 Mei 2019 mendatang,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan Selasa (21/5).

Pembayaran THR ini tepat waktu karena anggaran sudah ada. Selain itu kata Fahmi sesuai arahan atau mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2019. Ia mengatakan total nilai besaran dana yang akan dikeluarkan saat ini masih sedang dihitung.

Fahmi menerangkan, untuk pembayaran gaji ke-13 sesuai arahan PP tersebut dilakukan pada Juni 2019. Hal ini sejalan dengan radiogram Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada bupati/wali kota yang ditandatangani tanggal 15 Mei 2019 agar membayarkan THR Pegawai Negeri Sipil (PNS) tepat waktu sesuai ketentuan.

Radiogram itu sehubungan dengan ditetapkannya PP Nomor 35 Tahun 2019 tentang Perubahan ketiga atas PP Nomor 19 Tahun 2016 tentang pemberian gaji, pensiun, tunjangan ke-13 kepada PNS, prajurit TNI, anggota Kepolisian RI, pejabat negara, dan penerima pensiun atau tunjangan. Serta, PP Nomor 36 Tahun 2019 tentang pemberian THR atau Tunjangan Hari Raya kepada PNS, anggota kepolisian RI, prajurit TNI, pejabat negara dan penerima tunjangan, pada tanggal 14 Mei 2019.

Kepala daerah diminta memperhatikan sejumlah hal. Pertama, mengambil langkah strategis untuk segera melakukan pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 serta THR kepada PNS di daerah, KDH/wakil KDH, dan pimpinan/Anggota DPRD yang besarannya dihitung meliputi unsur gaji pokok/uang reprensentasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/tunjangan umum.

Bagi daerah yang belum atau tidak cukup menganggarkan pendanaan gaji dan tunjangan ke-13 serta THR, sebagaimana yang dimaksud dalam APBD tahun anggaran 2019 agar menyediakan anggaran yang dimaksud dengan cara melakukan perubahan penjabaran APBD mendahului perubahan APBD tahun anggaran 2019.

Ketiga, penyediaan anggaran sebagaimana yang dimaksud dapat dilakukan melalui pergeseran dari belanja tidak terduga, penjadwalan ulang program dan kegiatan, dan atau menggunakan kas yang tersedia. Keempat, teknis pemberian dan tunjangan ke-13 serta THR diatur dengan Peraturan Kepala Daerah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qdg6pT
May 21, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qdg6pT
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Agus Idwar Ajak Masyarakat Dinginkan Tensi Politik

Ia mempersembahkan lagu berjudul “Presiden Pilihan Langit”.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mendekati tanggal 22 mei 2019, tensi politik terasa meningkat. Untuk itu, perlu upaya meredam dan mendinginkan suasana tersebut melalui berbagai cara. Salah satunya dengan menghibur hati melalui lagu. 

Agus Idwar Snada (Guswar) mengungkapkan isi hatinya untuk menciptakan suasana ketenangan dan kedamaian melalui lagu “Presiden Pilihan Langit”.   Melalui lagu ini Guswar ingin mengingatkan  masyarakat bahwa Allah SWT telah menuliskan di Lauhil Mahfudz siapa yang bakal jadi presiden Indonesia 2019.

“Kita hanya mampu mengikhtiarkan dengan akhlaqul karimah (akhlak yang mulia). Keyakinan inilah yang perlu kita tanamkan terus, terutama untuk masyarakat luas agar senantiasa menjaga kedamaian dan menahan emosi karena keyakinan terhadap putusan Allah akan menciptakan suasana Rahmatan lil 'alamiin,” kata Agus Idwar melalui rilis yang dikirimkan kepada Republika.co.id.

Ia menambahkan, biarkanlah pihak-pihak yang bertugas dan berwenang untuk mengatasinya.  “Sementara kita berdoa agar bangsa ini tetap terjaga persatuan dan kesatuannya,” tuturnya. 

Ia lalu mengutip cuplikan lagu tersebut: "takdir Allah telah tertulis, tak perlu untuk dibahas lagi. Yang menang pasti jadi Presiden, yang kalah jadi teman Presiden.”  Kemudian dilanjutkan dengan kalimat syukur, Alhamdulillah wasukrulillah.

“Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Mudah-mudahan lagu yang dikemas dengan gaya nyantai dan semi komedian ini bisa menjadi wasilah untuk meredam suasana yang memanas menjadi lebih bersahabat dengan pijakan Tauhid kepada Allah SWT,” papar Agus Idwar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VwPZuY
May 20, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VwPZuY
via IFTTT

Sunday, May 19, 2019

Gattuso: Jika Milan Finis Posisi Lima, Itu Bukan Kegagalan

Milan sejatinya memiliki misi menyelesaikan musim ini pada posisi empat besar.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Juru taktik AC Milan Gennaro Gattuso mengatakan, jika nanti timnya finis pada posisi lima klasemen akhir Serie A Italia 2018/2019, maka itu bukanlah faktor sebuah kegagalan. Milan sejatinya memiliki misi untuk menyelesaikan musim ini pada posisi empat besar alias zona Liga Champions.

Namun, karena serangkaian buruk sejak beberapa bulan lalu, kans Milan untuk mengakhiri musim di tempat tersebut terasa cukup sulit. "Ada dua pertandingan tersisa dan kami masih bermain untuk meraih target kami," ujar Gattuso dilansir Football Italia, Ahad (19/5).

Saat ini, Milan bertengger di posisi keenam dengan perolehan nilai 62 angka hanya terpaut tiga angka dari Atalanta di tempat keempat. Dengan kompetisi yang menyisakan dua pertandingan lagi, maka Milan wajib memenangkan semua laga.

Namun, Rino sapaan akrab Gattuso, mengaku bahwa jika nanti Rossoneri gagal finis di luar zona empat besar, itu bukanlah sebuah kegagalan. "Tempat kelima bukan sebuah kegagalan, bukan karena saya ingin pujian untuk diri sendiri, ditambah apa yang akan dikatakan AS Roma dan Lazio?" sambung dia.

Alessio Romagnoli dan kolega pun berharap Atalanta atau pesaing yang berada di atas tersandung di dua laga terakhir Serie A Italia musim ini. Sebab, bila itu terjadi i Diavollo bisa menyalip Orobici dan masuk zona Liga Champions untuk musim depan.

Alhasil, allenatore berusia 41 tahun itu meminta anak asuhnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan di dua laga tersisa. Ia berharap para pemain dapat mengeluarkan potensi terbaik ketika diturunkan ke lapangan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QaPW6T
May 19, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QaPW6T
via IFTTT

Saturday, May 18, 2019

Lembaga Survei Telat Lapor KPU, Median: Aturannya Longgar

Lembaga survei sebenarnya telah memberikan laporannya kepada KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menilai longgarnya aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat lembaga survei lambat memberikan laporan tentang sumber pendanan, metodologi serta hasil survei dan hitung cepat untuk Pemilu 2019. Menurut Rico saat pendaftaran untuk melakukan survei dan hitung cepat sebelum pelaksanaan Pemilu, KPU tak begitu menekankan tentang batasan penyerahan laporan dari lembaga survei.

“Mungkin masing-masing juga kurang aware, batas waktu menyerahkan tak menyerahkan dianggap sebagian kawan-kawan agak longgar, karena mungkin itu tidak ada kewajiban karena sudah dilaporkan secara terbuka. Bahwa ada batas waktu penyerahan, waktu pendaftaran itu tak terlalu ditekankan. Yang ditekankan adalah daftar dan memenuhi rasyarat. ” kata Rico kepada Republika,co.id, Sabtu (18/5).

Menurut Rico untuk sumber dana dan metodologi, lembaga survei sebenarnya telah memberikan laporannya kepada KPU bersamaan dengan pendaftaran. Hanya saja pascapilpres lembaga survei juga memberikan laporan hasil survei dan hitung cepat yang telah dilakukan.

“Yang belum itu hasil quick countnya, kalau sumber pendanan dan besarnya sudah dilaporkan dari awal. Cuma untuk dibuat persentasi dilaporkan itu memang belum, tapi angkanya sudah dikasih tahu. Mungkin aturannya agak lentur, enforcement nya kurang,” tuturnya.

Kendati demikian menuru Rico ditengah tingginya desakan publik terkait transparansi lembaga survei, langkah KPU menyurati lembaga survei untuk melaporkan kembali sumber pendanaan dan metodologi serta hasil hitung cepat pasca Pilpres merupakan hal yang wajar. Rico mengaku lembaga surveinya pun terlambat dalam memberikan laporannya pada KPU. Median baru melaporkan kembali sumber pendanaan dan metodologi serta hasil survei dan hitung cepat pada KPU pada Jumat (7/5).

Padahal dalam aturannya, laporan lembaga survei paling lambat diterima oleh KPU 15 hari pasca penghitungan cepat diumumkan. “Ya kita ulang lagi (laporannya). Sebenarnya kan ngga ada yang berubah kecuali kalau ada sumber pendanaan baru,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YBawQR
May 18, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YBawQR
via IFTTT

Friday, May 17, 2019

Biaya Kuota Haji Tambahan tak Gunakan APBN

IHRAM.CO.ID, Oleh: Syahruddin el Fikri

JAKARTA -- Pemerintah pastikan biaya haji bagi 10 ribu jamaah kuota tambahan tidak bersumber dari APBN. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR mengenai  Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Kuota Tambahan di Senayan, Jakarta.

“Kementerian Keuangan menyatakan APBN hanya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan operasionalisasi petugas haji, tidak untuk membiayai kegiatan dan atau keperluan seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi jamaah haji,” jelas Menag, Kamis (16/5) malam.

Sebelumnya, pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR dengan Pemerintah pada 23 April 2019 lalu disepakati tambahan anggaran BPIH sebesar Rp 353 miliar sebagai konsekuensi dari bertambahnya kuota haji tahun ini. Sebesar Rp 183,7 miliar di antaranya, semula direncanakan akan bersumber dari APBN Bagian Anggaran – Bendahara Umum Negara (BA-BUN).

Namun, menurut Menag, setelah dilakukan kajian hukum disimpulkan hal tersebut tidak dapat dilakukan. “Regulasi tidak memungkinkan. Karena APBN hanya terkait dengan petugas atau secara tidak langsung dengan jamaah,” ujar Menag.

Untuk mengatasi hal tersebut, Menag menyampaikan usulan solusi guna menutup kekurangan sebesar Rp 183,7 miliar. Pertama, terkait  tambahan nilai manfaat keuangan haji dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ia menuturkan bahwa BPKH bersedia menyediakan dana sebesar Rp 100 miliar dari tambahan nilai manfaat keuangan haji.

“Dari kekurangan Rp 183,7 miliar tersebut, Kemenag bersyukur BPKH bersedia untuk memberikan tambahan nilai manfaat keuangan haji, sehingga bisa menyisihkan Rp 100 miliar untuk menutup kekurangan tersebut. Tersisa Rp 83,7 miliar,” terang Menag.

Kedua, relokasi tambahan efisiensi pengadaan layanan di Arab Saudi oleh Kementerian Agama. Ia mengungkapkan realisasi penggunaan dana pengadaan akomodasi di Makkah ternyata dapat dilakukan efisiensi sebesar Rp 50 miliar.

“Setelah pada raker sebelumnya, 23 April 2019 lalu relokasi efisiensi pengadaan akomodasi di Makkah bisa menyisihkan Rp 50 miliar, dan sekarang hal yang sama bisa dilakukan kembali. Sehingga sisa kekurangan menjadi Rp 33,7 miliar,” lanjut Menag.

Untuk menutup kekurangan tersebut, maka dilakukan tiga langkah rasionalisasi anggaran. Pertama, penyesuaian jumlah kloter untuk 10 ribu jamaah. “Yang semula  25 kloter menjadi 20 kloter, bisa dilakukan dengan melakukan pemadatan penerbangan,” imbuhnya.

Kedua, melakukan penghapusan biaya safeguarding khusus untuk 10 ribu jamaah, dengan asumsi tidak lagi diperlukan untuk tambahan 10 ribu. Namun, biaya safeguarding untuk kuota sebelumnya tetap ada.

“Rasionalisasi ketiga, dengan melakukan penyesuaian biaya satuan manasik haji di KUA,” sambung Menag.

Semula Panja telah menyepakati biaya satuan manasik haji di KUA sebesar Rp 85 ribu per jamaah. Namun, karena anggaran tidak dapat dipenuhi oleh APBN BA-BUN maka dilakukan rasionalisasi biaya satuan manasik menjadi Rp 63.092,- per jamaah.

“Dengan perhitungan tersebut, total rasionalisasi yang bisa dilakukan sebesar Rp 33,7 miliar,” jelas Menag.

Maka, menurut Menag besaran kebutuhan anggaran untuk 10 ribu jamaah kuota tambahan yang semula sebesar Rp 353,7 miliar berubah menjadi Rp 319 miliar. “Terkait kebutuhan dana Rp 319 miliar, dengan dana yang tersedia hasil raker terdahulu Rp 170 miliar, masih ada kekurangan dana Rp 149,9 miliar. Ini bisa ditutupi dengan tambahan nilai manfaat dari BPKH sebesar Rp 100 miliar dan tambahan efisiensi akomodasi Makkah sebesar Rp 49,9 miliar. Dengan begitu seluruh kekurangan tambahan anggaran bisa ditutupi dari kedua sumber tersebut,” imbuhnya.

Sementara Kepala BPKH Anggito Abimanyu yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan kesiapannya terkait penyediaan anggaran sebesar Rp 100 miliar yang bersumber dari tambahan nilai manfaat pengelolaan keuangan haji.

Berita Terkait

Ia juga menyampaikan, per 1 April 2019, dana BPKH telah terkumpul sebesar Rp 115 triliun. “Aman dan tidak berkurang. Bahkan meningkat Rp 10 triliun dibandingkan tahun lalu,” kata Anggito, sebagaimana dikutip dari situs kemenag.go.id.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah serta mendorong agar pelayanan ibadah haji tetap terjaga kualitasnya. “Meskipun dilakukan rasionalisasi terhadap beberapa komponen anggaran, Komisi VIII mendorong Kementerian Agama untuk menjaga kualitas pelayanan haji,” tutup Ali Taher.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JKBtNP
May 17, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JKBtNP
via IFTTT

Thursday, May 16, 2019

Sulitnya Mencari Makanan Halal di Myanmar

Hanya sedikit tempat makan yang memiliki label halal.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Budy budiman

YANGOON --  Malam itu, Rabu (15/5), cuaca di Yangoon, Myanmar begitu cerah.  Selesai Tarawih berjamaah, saya dan beberapa jamaah mengunjungi Jami'ah Muslim Community, yang berlokasi di Mingala Taungnyunt. Lokasi tersebut merupakan kawasan kantung Muslim di Myanmar.

Sejam lebih kami bersilaturahim bersama pengurus Jami'ah tersebut. Sebelum pulang ke wisma Mitra KBRI Yangon, kami berburu sesuatu yang menjadi Khas negara ini, yaitu makanan dan minuman tradisional Myanmar.

Salah satu makanan khas tersebut adalah Lepetho (Salad teh) dan Lepeye (Myanmar Tea). Tiba disebuah kedai saya duduk dikursi customer lalu memesan makanan yang dimaksud. Dan ternyata makanan dan minuman tersebut disamping harganya terjangkau, rasanya pun sangat enak dan lezat, dan yang terpenting halal.

Sebetulnya banyak kedai atau warung semacam pujasera di daerah dekat saya tinggal selama ini (wisma mitra KBRI), akan tetapi not recomended terkait kehalalannya.

Di Indonesia, kita harus sangat bersyukur karena sangat mudah sekali mendapati makanan-makanan halal, di warung, resto, atau kedai berjejer lainnya.  "Di sini kita harus berhati-hati memilih makanan, karena banyak makanan yang tidak halal," kata Ustaz Zakir salah satu Imam Masjid Al-Muhajirin KBRI Yangon yang dengan sukarela mengantar kami jalan-jalan mencari makanan dan minuman halal.

Jadi, jika pembaca suatu hari nanti berkesempatan mengunjungi negara ini, perlu wapada saat memilih makanan. Karena sedikit kedai yang berlabel halal.

*Dai Ambassador Cordofa Myanmar 2019, Dai Tidim Jatman

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HGCswb
May 16, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HGCswb
via IFTTT

Wednesday, May 15, 2019

UGM dan BSM Kerja Sama Perkuat Layanan Syariah

Kerja sama untuk pemanfaatan layanan jasa dan perbankan berdasarkan prinsip syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) baru saja menandatangani nota kerja sama. Kali ini, kerja sama dijalin untuk pemanfaatan layanan jasa dan perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Nota ditandatangani Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi UGM, Supriyadi dan SEVP Distribution and Service Mandiri Syariah, Anton Sukarna. Kerja sama tidak terbatas pendanaan atau pembiayaan.

Mulai payroll atau layanan pembayaran gaji pegawai UGM, pembayaran kewajiban ke rekanan UGM dengan prinsip tepat jumlah, tepat waktu dan tepat sasaran serta layanan untuk memberikan fasilitas perbankan kepada pegawai di UGM.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor UGM, Supriyadi, menyampaikan kerja sama ini mengakomodir aspirasi pegawai-pegawai UGM. Utamanya, mereka yang memiliki keinginan kuat untuk bisa berhijrah. "Dan mendapatkan layanan jasa perbankan berdasarkan prinsip syariah di lingkungan UGM," kata Supriyadi di Ruang Sidang Pimpinan UGM, Rabu (15/5).

Ia berharap, semua rencana kerja sama yang sudah dan akan dijalin UGM dan BSM bisa dilaksanakan dengan lancar dan baik. Khususnya, agar betul-betul dapat memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi kita semua.

SEVP Distribution and Service Mandiri Syariah, Anton Sukarna, menegaskan BSM merupakan bank syariah terbesar di Indonesia saat ini. Dan, satu-satunya bank syariah kategori Bank BUKU III dengan asset mendekati Rp 100 triliun.

"BSM akan terus meningkatkan kerja sama bukan hanya dalam bidang jasa layanan dan produk perbankan, namun melalui pengembangan sumber daya manusia dan jiwa kewirausahaan mahasiswa," ujar Anton.

Di antaranya, melalui literasi keuangan syariah, beasiswa, Islamic Social Development Program dan corporate social responsibility (CSR). Itu semua sejalan dengan tagar yang diusung merupakan BSM Mengalirkan Berkah.

Sebelum penandatanganan kerja sama telah dilaksanakan peresmian bantuan pembangunan gedung takmir Masjid Al Ardhu, ruang UKM dan Syariah Corner di Fakultas Geografi UGM. Program itu dilaksanakan dengan nilai Rp 300 juta.

Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Geografi UGM, Muhammad Aris Marfai menyampaikan terima kasih. Sebab, Syariah Corner Mandiri Syariah benar-benar terwujud dan jadi sumber literasi informasi keuangan syariah.

"Sekaligus memberikan manfaat untuk ruang takmir dan UKM Fakultas Geografi UGM," kata Aris.

Pada kesempatan itu, turut diluncurkan layanan Quick Response Code (QR Code) Mandiri Syariah Mobile untuk Masjid Al Ardhu UGM dan RZIS UGM. Itu dapat digunakan untuk pembayaran zakat, infaq dan sedekah nontunai di UGM.

Layanan QR Code akan dikembangkan di pembayaran transaksi kafe/kantin dan GeoMart. Diharapkan, layanan BSM semakin dekat, mudah dan semoga kerja sama di bulan suci ini membawa manfaat untuk semuanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Eb0BtH
May 15, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Eb0BtH
via IFTTT

In Picture: Perawatan Lokomotif Kereta Api Jelang Mudik Lebaran 2019

[unable to retrieve full-text content]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pekerja melakukan perawatan lokomotif kereta api di Depo Lokomotif Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019). PT KAI Daop 2 Bandung menyediakan 29 lokomotif dengan total 300 gerbong...
http://bit.ly/2VsKE7U
May 15, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VsKE7U
via IFTTT

Jansen: Demokrat Dukung BPN Tolak Hasil Pemilu dengan Syarat

Demokrat menolak hasil pemilu jika dilakukan dengan cara people power.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Prabowo Subianto yang akan menolak hasil pemilu 2019, karena diduga ada kecurangan yang terstruktur sistematis dan massif (TSM) mendapat tanggapan dari Partai Demokrat sebagai kawan koalisi. Partai Demokrat akan mendukung penolakan hasil pemilu bila dilakukan dengan cara konstitusional, bukan menggunakan kekuatan people power.

Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan merujuk dalam Undang Undang (UU) Pemilu No 7 Tahun 2017 Pasal 475 dipakai istilah telah "terjadi perselisihan". Jika terjadi perselisihan penetapan perolehan suara sehingga peserta Pemilu cq. pasangan calon menolak penetapan KPU. Penolakan terhadap hasil inilah kemudian yang disalurkan melalui jalan hukum.

Dalam arti kata, untuk dibuktikan ulang kebenarannya melalui Mahkamah Konstitusi. "Pandangan kami Partai Demokrat, silahkan saja menolak hasil pemilu ya tapi melalui jalan konstitusional. Kita berjuang didepan hukum. Karena menolak itu kan memang juga bagian dari hak peserta pemilu yang diatur di UU kita ya," ujar Jansen kepada wartawan, Rabu (15/5).

Dengan jalur konstitusi, lanjutnya, di forum inilah dibuktikan segala kecurangan yang ada berdasarkan bukti-bukti yang dipunya oleh pengadu. Karena semua tahapan pemilu sudah ada mekanisme dan tatacaranya. Dan tatacaranya ini, dibuat telah melibatkan semua peserta pemilu, dimana mereka hadir sebagai fraksi di DPR.

"Itu makanya, sepanjang menolak hasil Pemilu yang disampaikan pak Prabowo itu ditempuh melalui jalan konstitusional kami Partai Demokrat pasti akan dukung," terangnya.

Namun ia memberi catatan, jika penolakannya memakai jalan lain yang sifatnya inkonstitusional, apapun istilahnya, apalagi sampai mengadu-ngadu rakyat, Demokrat akan menolak. Terlebih akan sangat disayangkan bila rakyat dibawah yang justru berpotensi menjadi korban.

"Jika mengorbankan sesama anak bangsa sendiri, maka kami Demokrat menolak untuk terlibat, katanya.

Sebagai partai yang dipimpin oleh mantan Presiden yang pernah menjaga Indonesia ini selama 10 tahun tetap utuh dan rukun, ia menegaskan jalan Demokrat adalah jalan konstitusional yang menghindari betul perpecahan di bangsa ini. Sepanjang masih tersedia jalan konstitusional yang cara kerjanya masih bisa kita awasi bersama, mari kita tempuh jalan itu dulu.

Terkait soal klaim-klaim kemenangan ini, menurut kami, dengan situasi politik yang masih sangat panas setelah pemungutan suara saat ini, dan masih belum adanya pengumuman pemenang maka tentu masing-masing koalisi mencari cara untuk mencari legitimasi dari rakyat.

"Klaim kemenangan oleh masing masing pihak adalah wajar di saat juri belum menentukan pemenangnya kan," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30kCXEz
May 15, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30kCXEz
via IFTTT

Saturday, May 11, 2019

Gubernur Sulsel Harap 2020 tak Ada Lagi Inflasi

Produk pangan yang kerap memicu inflasi seperti bawang putih.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjamin pada 2020 tidak ada inflasi lagi. Ini dengan adanya penanganan produksi kebutuhan masyarakat mulai dari hulu.

"Kita berharap inflasi dapat ditekan, dan ke depan dijamin jika 2020 tidak bicara inflasi lagi," katanya di Makassar, Sabtu (11/5), menanggapi kecenderungan terjadinya kenaikan inflasi akibat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan pada musim tertentu seperti bulan suci Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri.

Produk pangan yang kerap memicu inflasi seperti bawang putih, bawang merah, cabai, ikan layang dan ayam potong, lanjut dia, siap ditangani di hulu. Diakui, selama ini jika terjadi kenaikan harga sembako di pasaran, petani tidak menikmati kenaikan harga tersebut, karena selalu mendapat harga yang cenderung normal.

Sebagai gambaran, harga bawang putih di pasaran yang kini harus ditebus pembeli seharga Rp60 ribu per kilogram, di tingkat petani harganya tetap pada kisaran harga Rp15 ribu - Rp20 ribu per kg.

Berkaitan dengan hal tersebut, Nurdin mengatakan, untuk memberdayakan petani agar dapat menikmati harga yang dapat mensejahterakan petani, perlu wadah penjualan yang memberikan petani menikmati harga yang layak.

"Saat ini sudah ada mini market percontohan di Kabupaten Bantaeng yang memungkinkan petani menjual produk sendirinya langsung ke mini market. Ini mencontoh petani Jepang, " katanya.

Mini market percontohan di Kabupaten Bantaeng itu, ditegaskan akan dikembangkan di daerah lainnya di Sulsel, sehingga ke depan petani dapat membawa produknya dijual di mini market pagi dan sore sudah mendapatkan hasil penjualannya.

Kondisi itu sangat berbeda jika menjual produknya ke mini market yang dikelola pihak swasta yang biasanya harus menunggu pembayaran hingga tiga bulan ke depan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vRBOq0
May 11, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vRBOq0
via IFTTT

Thursday, May 9, 2019

Atrium Hotel Yogya Ajak Tamunya Bukber Ala Kampung Nelayan

Makanan bukber di Atrium Hotel Yogya disajikan di atas perahu khas Kampung Nelayan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menyemarakkan bulan Ramadhan, The Atrium Hotel and Resort mendekorasi ulang restorannya. Hotel di Yogyakarta tersebut menghadirkan suasana tepi pantai di restoran yang biasanya bergaya modern.

Dekorasi tersebut memperkuat kesan Kampung Nelayan yang menjadi tema utama menu buka puasa di The Atrium Hotel and Resort. Untuk memikat tamunya, hotel yang berlokasi di Jl Kb Agung No 20, Mlati Dukuh, Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman itu menghidangkan menu seafood di perahu kayu besar di tengah-tengah ruangan.

Perahu itu jelas menjadi sudut favorit untuk berfoto bagi tamu yang datang. Di atas perahu ada aneka masakan udang, cumi, kerang, dan aneka ikan laut yang disajikan istimewa untuk momen yang juga istimewa, yaitu buka puasa.

Beragam jamu tradisional sebagai minuman ringan menjadi pelekat suasana Kampung Nelayan. Marketing Communication The Atrium Hotel and Resort, REstu Erna Nuraini berharap, tema Kampung Nelayan yang disajikan mampu menambah istimewa momen berbuka para tamu.

"Diharapkan semua tamu yang hadir dapat menikmati suasana pantai, sambil menikmati beragam menu nusantara, pasta, dan aneka seafood yang ada," kata Restu, Rabu (8/5).

Paket buka puasa all you can eat di Lumbung Restaurant itu dapat dinikmati dengan harga Rp 98 ribu per orang. Untuk anak-anak, harga khusus diberikan yakni Rp 55 ribu.

Kampung Nelayan sudah tersedia di The Atrium Hotel and Resort sejak 6 Mei 2019 lalu. Restoran buka sejak pukul 17.00, menjelang waktu berbuka puasa, sampai 21.00 dengan promo buy 5 get 1.

Pada Rabu (8/5), The Atrium Hotel and Resort mengajak seratusan relasi berbuka bersama di Kampung Nelayan. Mereka berkesempatan mencicipi nikmatnya makanan laut ala hotel bintang empat.

General Manager The Atrium Hotel and Resort, Adin Jumiadi menuturkan, tidak ada acara khusus pada bukber itu. Mereka lebih mengedepankan silaturahim dan keakraban.

"Sehingga, kerja sama yang sudah baik tetap dapat terjalin," ujar Adin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H9T14r
May 09, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H9T14r
via IFTTT

Tuesday, May 7, 2019

AP I Akui Kehilangan 3,5 Juta Penumpang karena Tiket Mahal

Kemenhub akan mengevaluasi tarif batas atas pesawat niaga berjadwal

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- Penumpang pesawat yang terhitung di bandara wilayah operasi PT Angkasa Pura (AP) I turun hingga 3,5 juta orang selama kuartal I 2019. Penurunan jumlah penumpang pesawat yang melalui bandara AP I terjadi sejak harga tiket pesawat mahal.

"Yang jelas tiga bulan pertama tahun ini angka dari sisi penumpang yang kita laporkan sekitar 3,5 juta dropnya dari 2018," kata Direktur Pelayanan dan Pemasaran Angkasa Pura I Devi W Suradji saat ditemui di Bandara Internasional Yogyakarta, Selasa (7/5).

Devi mengatakan penyebabnya bukan hanya harga tiket yang mahal, melainkan juga adanya tol dan banyaknya bencana yang mempengaruhi pola pergerakan penumpang. "Harga tiket itu juga mempengaruhi karena salah satu yang paling besar berpindah dari satu tempat ke tempat lain itu traveling, bukan orang bisnis tapi keluarga yang jalan," paparnya.

Ia mencontohkan sejumlah masyarakat menunda bepergian karena tiketyang mahal tersebut, yakni terutama bagi para pegawai yang bekerja di luar daerah. "Berapa banyak keluarga-keluarga yang tinggal di Yogyakarta kerjanya di Jakarta atau di Surabaya. Kebayang enggak, biasanya akhir pekan pada jalan kan," katanya.

Karena itu, Devi mengaku harus mencari strategi untuk mengembalikan jumlah penumpang. "Jadi faktornya banyak dan kita masih meraba mengembalikan angka 2018 ke 2019 karena turunnya cukup signifikan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi akan mengevaluasi tarif batas atas pesawat niaga berjadwal selama masa angkutan Lebaran 2019 ini. Ia juga telah meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengoordinasikan kepada Garuda Indonesia yang diyakini sebagai pemimpin pasar untuk menyesuaikan harga tiket karena akan berpengaruh kepada maskapai lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JoWH3B
May 07, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JoWH3B
via IFTTT

Mau Tidur Berkualitas? Kurangi Sosialisasi di Malam Ramadhan

Pastikan tubuh dapat tidur berkualitas dengan mengurangi sosialisasi di malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bulan Ramadhan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan tidur. Waktu tidur menjadi lebih pendek karena orang yang berpuasa harus bangun dini hari untuk sahur.

Tak heran jika rasa kurang tidur dan kelelahan pun mendera. Pergeseran fase krono-biologis dapat mengakibatkan orang yang berpuasa merasa lamban, kurang berenergi, dan mudah marah. Padahal, bulan Ramadhan sepatutnya menjadi momentum untuk menjalankan dan meningkatkan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan optimal, tubuh perlu tidur yang nyenyak di malam hari. Spesialis kebugaran sekaligus pendiri Amanah Fitness di Kanada, Aminah Khan, menganjurkan tidur berkualitas agar tubuh bisa menyesuaikan diri dengan jadwal tidur yang baru.

Di bulan Ramadhan, kesempatan tidur memang terbatas. Periode yang singkat antara Isya dan Fajar membuat waktu beristirahat pun berkurang.

Celakanya, satu penelitian menemukan bahwa 60 persen Muslim bertahan melek hingga pukul 23.00 selama Ramadhan. Mereka ternyata tetap terjaga untuk bersosialisasi dan menonton.

Padahal, sejatinya waktu Ramadhan adalah kesempatan khusus untuk beribadah dan mencari pengampunan serta mengatur tubuh demi tercapainya kesuksesan spiritual.

Sebagaimana hadist Nabi SAW: "Siapa pun yang berdiri di shalat malam selama bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka semua dosa sebelumnya akan diampuni." (Sahih Muslim)

Aminah yang tengah mengejar gelar PhD dalam psikologi kesehatan pun mengingatkan untuk memprioritaskan ibadah dan tidur ketimbang membuang waktu di malam hari untuk hal yang kurang bermanfaat. Dengan tidur di malam hari, tubuh bisa mengisi ulang energi hingga cukup untuk beraktivitas seharian.

Banyak Muslim yang menyatakan bahwa mereka menggunakan jadwal tidur di malam hari untuk makan atau bersosialisasi. Mereka memilih tidur di siang hari untuk membuat puasa terasa lebih ringan.

Faktanya, memaksa tubuh untuk tetap terjaga di jadwal tidur malam justru akan merusak kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko penyakit. Sejumlah penelitian telah memperlihatkan efek negatif dari pengalaman pekerja yang jam kantornya menggunakan siklus tidur malam.

Hal itu disebut bisa meningkatkan risiko kanker tertentu, penyakit jantung, masalah pencernaan, dan obesitas. Aminah pun menyarankan agar selama Ramadhan, Muslim tidak beraktivitas di malam hari.

"Sebaliknya, lebih baik prioritaskan diri untuk beribadah dan menggunakan sisa waktu yang ada di malam hari untuk tidur," ujar Aminah yang telah penghargaan atas karyanya mempromosikan penurunan berat badan dan kebugaran bagi Muslimah di seluruh dunia seperti dikutip dari My Salaam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J3u1Op
May 07, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J3u1Op
via IFTTT

11.669 Jamaah Haji Belum Lunasi BPIH Tahap II

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap II sudah dibuka selama satu minggu sejak 30 April lalu. Sampai penutupan Senin kemarin, baru 8.133 jamaah yang melakukan pelunasan.

"Hingga sore kemarin, masih 11.669 jamaah yang belum melunasi biaya haji. Terdiri dari 10.441 jamaah dan 1.228 Tim Pemandu Haji Daerah atau TPHD," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, dalam keterangan yang didapat Republika, Selasa (7/5).

Pelunasan BPIH tahap I ditutup 15 April 2019. Saat itu, terdapat 19.815 kuota haji yang belum terlunasi. Jumlah ini terdiri dari 18.316 kuota jamaah haji reguler dan 1.486 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Sementara untuk pelunasan tahap II dibuka hingga 10 Mei 2019. Dan.untuk kuota tambahan, pelunasan akan dilakukan pada tahap III yang rencananya dibuka mulai 15 – 24 Mei 2019.

Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Khanif menambahkan, jemaah yang paling banyak belum melakukan pelunasan BPIH dari Jawa Timur, jumlahnya mencapai 2.707 orang.

Terbanyak selanjutnya adalah Jawa Barat sebanyak 2.017, Jawa Tengah ada 1.104 jamaah, dan DKI Jakarta 450 jamaah. Provinsi dengan jumlah jemaah yang belum melunasi paling sedikit adalah Kalimantan Utara 13 orang, Bengkulu 20 jamaah, dan Bangka Belitung 24 jamaah.

Berita Terkait

Menurut M Khanif, pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi jemaah haji yang masuk dalam enam kelompok berikut:

1. Jamaah haji yang berhak melunasi pada tahap I namun pada saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran, dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
2. Jamaah haji yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota tahun 1440H/2019M yang sudah berstatus haji.
3. Jamaah haji yang akan menjadi pendamping bagi jamaah haji lanjut usia (minimal 75 tahun) yang telah melunasi pada Tahap I. Syaratnya, pendamping harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.
4. Jamaah haji penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua yang terpisah. Syaratnya, jamaah yang akan digabungkan juga harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama.
5. Jamaah Haji lanjut usia minimal 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019 yang telah memiliki nomor porsi dan terdaftar haji reguler sebelum tanggal 1 Januari 2017; dan
6. Jamaah haji yang masuk nomor porsi berikutnya (cadangan) berdasarkan database SISKOHAT sebanyak 5 persen dari jumlah kuota provinsi dan/atau kabupaten/kota yang berstatus belum haji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jl32ND
May 07, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jl32ND
via IFTTT

Sunday, May 5, 2019

Dompet Dhuafa akan Grebek 114 Kampung Selama Ramadhan

Masyarakat akan mendapatkan manfaat dari program Grebek Kampung Dompet Dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah program-program dalam satu kesatuan tema #JanganTakutBerbagi, telah dipersiapkan Dompet Dhuafa untuk menghadapi hari pertama puasa esok hari. Masyarakat harus bersiap-siap juga untuk mendapatkan manfaat dari salah satu program Dompet Dhuafa yakni Grebek Kampung.

Setidaknya akan ada 114 kampung di seluruh Indonesia, yang akan digrebek oleh Dompet Dhuafa dimana kampung-kampung itu telah diseleksi yang memang mayoritas masyarakatnya mustahik. Untuk wilayah Jabodetabek sendiri ada tiga kampung yang akan digrebek, yakni di wilayah Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

“Jadi, Grebek Kampung ini sebenarnya event yang kita desain untuk hadir di komunitas kampung yang kita pilih memang kampung yang mayoritas mustahik,” papar Ketua Program Ramadhan Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan, saat dihubungi Republika.co.id Ahad (5/5).

Di luar dari tiga wilayah tersebut, semuanya berada di luar Jabodetabek untuk paling ujung barat ada di Sumatera Utara, dan paling timur ada di Sulawesi Selatan. Aktivitas yang dilakukan ini berkaitan dengan dakwah, dimana akan ada tabligh akbar di kampung tersebut.

Kemudian, ada juga revitalisasi mushola yakni bersih-bersih masjid, karena tempat ibadah harus nyaman selama ibadah Ramadhan bagi masyarakat di kampung tersebut. “Kita juga adakan bukber, aksi layanan sehat, termasuk santunan anak yatim,” jelas Udhi.

Dompet Dhuafa hadir dalam Grebek Kampung juga dengan mengimplementasikan beberapa program lainnya, yang diharapkan dapat memberi kebahagiaan bagi masyarakat kampung yang dikunjungi. Hari pertama Grebek Kampung akan dilakukan di luar jabodetabek, yakni di salah satu kampung di Riau.

“Ini menjadi wilayah pertama yang kita lakukan dalam event Grebek Kampung. Nanti yang lain menyusul,” tutup Udhi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y8pSMI
May 05, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y8pSMI
via IFTTT

Salah-Firmino Terancam Absen di Laga Liverpool Vs Barcelona

Liverpool terancam kehilangan dua penyerangan saat laga melawan Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mohamed Salah diragukan bisa tampil membela Liverpool dalam pertandingan leg kedua babak semifinal Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (8/5) dini hari WIB pekan depan, di Stadion Anfield. Salah mengalami cedera saat Liverpool melawan Newcastle United dalam pertandingan pekan ke-37 Liga Primer Inggris, Ahad (5/5) dini hari.

Absennya Salah akan menjadi pukulan berat baru bagi Liverpool jelang misi membalikan ketertinggalan dari Barcelona demi lolos ke final Liga Champions. Sebab, Roberto Firmino pun juga diragukan bisa tampil, setelah mengalami cedera robek otot. Dengan begitu, trio 'Firmansah' hanya menyisakan Sadio Mane yang bisa diturunkan.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tetap optimistis, Mohamed Salah akan pulih saat Barcelona datang ke Anfield pekan depan. Sebab menurutnya, kondisi Mohamed Salah membaik setelah ditarik keluar lapangan.

"Dia memiliki pinggul kiper di kepalanya dan kemudian berada di tanahDokter harus membuat keputusan, di lapangan atau di luar lapangan, dan keputusan itu di luar lapangan dan kami menerimanya tentu saja," ujarnya.

"Ketika kami masuk, dia duduk di ruang ganti dan menonton sisa pertandingan Dia baik-baik saja tetapi tentu saja kita harus menunggu. Dia mendapat ketukan yang tepat dalam situasi itu," katatanya.

Sementara terkait kondisi Roberto Firmino, Klopp memberi sinyal jika pemain asal Brasil itu tidak akan diturunkan saat melawan Barcelona. Firmino juga kemungkinan melewatkan laga pamungkas Liverpool di Liga Primer Inggris melawan Wolverhampton.

"Tidak, dia tidak akan siap untuk pertandingan melawan Barcelona, dan sisa musim ini. Namun kita akan lihat," ucapnya.

Pekan depan, Liverpool akan menjalani 'mission impossible' melawan Barcelona. Liverpool harus membalikan keadaan untuk bisa lolos ke final Liga Champions, setelah pada leg pertama the Reds kalah 0-3 dari Barcelona di Stadion Camp Nou.

Peluang Liverpool untuk bisa merebut trofi Liga Champions dan Liga Primer Inggris akan ditentukan pada pekan depan. Pada Rabu (8/5) dini hari WIB, Liverpool harus bisa mengalahkan Barcelona untuk ke final Liga Champions. Dan setelah itu, pada Ahad (12/5) Liverpool akan menghadapi Wolverhampton di Stadion Anfield, yang merupakan pertandingan terakhir pada musim ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H2NKeS
May 05, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H2NKeS
via IFTTT

Saturday, May 4, 2019

Posyandu Kampung Nelayan Edukasi Pentingnya Air Bersih

Warga kampung nelayan kesulitan mendapatkan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Posyandu Kampung nelayan binaan PT Pertamina dan Rumah Zakat mengadakan penyuluhan kesehatan Sabtu (30/4) di Aula Kampung Nelayan. Materi penyuluhan adalah tentang air bersih.

Air bersih adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Air dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang di konsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat

Penyuluh kesehatan Kiki Rismadi membeberkan alasan pemberian materi penyuluhan. Menurut dia, masyarakat kampung nelayan tidak semudah masyarakat perkotaan dalam mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, warga Kampung nelayan harus menggunakan sumur bor atau membeli air.

Begitu sulitnya air yang didapatkan sehingga perlu adanya penyuluhan, agar masyarakat tidak sembarangan memakai air. "Perlu perhatian khusus terhadap masalah air di kampung nelayan, karena air yang jorok dapat membawa banyak penyakit apalagi jika ibu dan balita yang terkena ancaman berbagai bakteri penyakit," ujar Kiki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vDwCpG
May 04, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vDwCpG
via IFTTT

Friday, May 3, 2019

Teladan Rasulullah Setiap Kali Datang ke Masjid

Rasulullah SAW mengajarkan dan mencontohkan adab ketika masuk ke masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memakmurkan masjid merupakan kewajiban umat Muslim. Ibadah ataupun aktivitas sosial keagamaan yang dilakukan di masjid, niscaya mendapat limpahan pahala berlipat ganda. Masjid memiliki posisi signifikan bagi spiritualitas umat Islam, karenanya dinamakan pula rumah Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan dan mencontohkan adab atau etika setiap kali datang ke masjid.  Begitu memasuki masjid, Nabi Muhammad SAW langsung mendirikan shalat tahiyyat masjid, sebanyak dua rakaat. Itu karena, masjid merupakan rumah Allah SWT yang sangat spesial bagi umat Islam.

Setelah itu, barulah Rasulullah SAW mendatangi orang-orang yang ada dalam masjid dan mengucapkan salam kepada mereka. Al Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari sahabat Abu Dzar bahwa dirinya telah masuk masjid (dan dia duduk sebelum shalat).

Rasulullah SAW berkata kepadanya, ''Apakah kamu telah menunaikan shalat dua rakaat?'' Dia berkata, ''Belum.'' Maka beliau bersabda, ''Berdirilah kamu dan shalatlah dua rakaat.''

Menurut Shaleh Ahmad as-Syaami, shalat tahiyyat masjid lebih diutamakan sebelum mengucapkan salam kepada jamaah yang lain. ''Ini mengingat tahiyyat masjid merupakan salah satu hak Allah SWT, sementara mengucapkan salam termasuk hak mahluk,'' tuturnya dalam buku Berakhlak dan Beradab Mulia.

Para sahabat kemudian mengikuti ajaran Nabi SAW itu. Ketika para sahabat masuk masjid, pertama kali mereka akan mengerjakan shalat tahiyyat masjid. Setelah selesai shalat, barulah mereka mendatangi Rasulullah SAW serta mengucapkan salah kepadanya dan jamaah lainnya.

Diriwayatkan oleh Rifa'ah bin Rawi, bahwa suatu ketika, saat Rasulullah SAW sedang duduk di dalam masjid, Rifa'ah berkata, ''Dan waktu itu, kami berada bersama beliau,'' Ketika itu ada seorang laki-laki sepertinya orang Badui datang, lalu dia mengerjakan shalat dengan agak tergesa.

Selesai shalat, ia langsung bangkit menemui Rasulullah SAW sambil mengucapkan salam kepada beliau. Kemudian berkata Rasulullah, ''Ulangi shalatmu, karena sesungguhnya kamu belum shalat.'' (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

Selain itu, disunahkan pula bagi seseorang yang masuk masjid, bila di dalam masjid sudah ada orang lain,  untuk mengerjakan tiga amalan secara berurutan. Pertama,  ketika  masuk, hendaknya berdoa, ''Bismillaah wash shalaatu 'alaa Rasulillah.'' Kedua,  mengerjakan shalat tahiyyat masjid dua rakaat. Setelahnya, ia mengucapkan salam kepada orang-orang di masjid.

Dalam sebuah hadis, umat dianjurkan membaca salawat dan berdoa ketika telah sampai di pintu masjid. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika seseorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia membaca shalawat atas Nabinya, kemudian dia berdoa, ''Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.'' (Al Imam Ibnu Hibban).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GXmiOB
May 03, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GXmiOB
via IFTTT

Thursday, May 2, 2019

Pertumbuhan Muslim di Austria Terus Berkembang

Peningkatan terjadi karena adanya imigran yang berasal dari Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan Muslim di Austria juga mengalami peningkatan yang signifikan. Anna Strobel dalam Unique Legal Status: Muslims in Austria (Freiburg 2006), menjelaskan pada 1971, jumlah Muslim di Austria hanya 0,3 persen dari total populasi.

Pada 1991, jumlah tersebut meningkat menjadi dua persen dari total populasi Austria. Pada sepuluh tahun berikutnya, jumlah Muslim kembali mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi karena adanya imigran yang berasal dari Turki.

Sebagian besar, Muslim di Austria memiliki kewarganegaraan Austria. Jumlah naturalisasi telah meningkat secara signifikan, terutama dari Turki dan Bosnia.

Pada 1991, terdapat 11 ribu jumlah naturalisasi. Sekitar 1800 berasal dari Turki. Pada 2000, terdapat 24 ribu Muslim baru yang berkewarganegaraan Austria. Sebanyak 6000 sebelumnya berkewarganegaraan Turki.

Dalam hal etnis, kelompok terbesar adalah keturunan Turki diikuti oleh Bosnia. Selama dekade terakhir, orang-orang Arab juga menjadi bagian yang cukup besar dari populasi Muslim di Austria, terutama dari Mesir.

Dalam sejarah modern, migrasi ke Austria, terutama pendatang dari Turki dan negara-negara Eropa Timur, meningkat setelah Konferensi Berlin 1878, dan asimilasi ke dalam Kekaisaran Austria-Hongaria.

Pendatang baru disambut oleh penguasa, yang memberi mereka kebebasan beragama yang maksimal. Setelah Perang Dunia II, gelombang baru imigran Muslim tiba di Austria.

Pertama, buruh membantu untuk merekonstruksi negara. Setelah 1964, banyak para pekerja yang datang khususnya dari Turki, Bosnia, Herzegovina, dan Serbia serta dari negara-negara Arab dan Pakistan.

Bahkan penerimaan mahasiswa dari negara-negara Muslim meningkat di universitas-universitas Austria. Selama 1970, imigrasi meningkat akibat ledakan ekonomi. Gelombang terakhir imigran Muslim tiba pada awal 1990-an dari Yugoslavia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZOZysx
May 02, 2019 at 04:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZOZysx
via IFTTT