Pages

Showing posts with label 2019 at 07:21PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:21PM. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

Petugas Kesehatan Bandara Awasi Penumpang Asal Singapura

Petugas kesehatan bandara Palembang awasi penumpang asal Singapura cegah monkeypox

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan mengawasi secara ketat setiap penumpang pesawat yang datang dari luar negeri terutama Singapura. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Arya Hidayat mengatakan pengawasan ketat dilakukan sebagai upaya mencegah masuknya penyakit cacar monyet yang penyebarannya melalui penumpang pesawat.

Sejauh ini belum ditemukan penumpang pesawat di pintu kedatangan internasional yang terindikasi monkeypox. Untuk mengawasi penumpang pesawat, di pintu kedatangan internasional Bandara SMB II ada petugas bersiaga. Di pintu tersebut juga dipasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner).

Kedatangan penumpang pesawat udara dari Singapura setiap hari sekitar 100 orang. "Kami menyiagakan sejumlah petugas kesehatan pelabuhan dan dua alat thermal scanner setiap ada jadwal kedatangan penumpang pesawat dari Singapura. Jika ditemukan penumpang terindikasi terjangkit cacar monyet akan diisolasi," ujarnya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Selasa (21/5).

Kepala Dinas Kesehatan Palembang Letizia mengatakan daerah ini masih aman dari kasus cacar monyet. Hingga kini tidak ada satupun warga kota setempat yang terserang penyakit cacar monyet.

Meskipun belum ada  warga yang terserang cacar monyet, berbagai tindakan pencegahan akan lebih digalakkan agar warga terhindar dari penyakit tersebut. Sebagai pencegahan, dilakukan pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas orang yang datang dari Singapura.

Kegiatan pencegahan itu dilakukan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat. Selain mengawasi penumpang pesawat dari Singapura yang datang, awak kapal yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Boom Baru Palembang juga ikut diawasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30BqxrR
May 21, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30BqxrR
via IFTTT

Mbappe Bangga Bisa Bersaing dengan Lionel Messi

Mbappe masih bersaing dengan Messi dalam perebutan Sepatu Emas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe yakin bahwa persaingan meraih penghargaan Sepatu Emas Eropa masih belum berakhir. Saat ini, Mbappe masih kalah empat gol dari Lionel Messi.

Mbappe masih memiliki kesempatan untuk menyamai atau melampaui catatan 36 gol Messi, ketika Paris Saint-Germain menjalani pertandingan terakhir Ligue 1 mereka musim ini melawan Stade Reims.

"Saya mengatakan kepada diri saya, bila saya kalah maka setidaknya saya kalah dari Messi, salah satu pemain terbaik sepanjang masa," kata Mbappe dalam sebuah upacara penghargaan pada Minggu malam, yang dilansir Marca pada Senin waktu setempat.

"Ini juga merupakan kebanggaan karena saya bisa memenangkannya hingga pertandingan terakhir. Persaingan ini belum berakhir!," ucapnya.

Messi saat ini mencetak 36 gol liga untuk musim ini, sedangkan Mbappe sudah menorehkan 32 gol. Kylian Mbappe yang telah mencetak 32 gol sepanjang musim ini dan baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Prancis sekaligus Pemain U-21 terbaik sepanjang musim 2018-2019 oleh rekan-rekan sesama pesepak bola di Prancis, Minggu waktu setempat.

Pemain berusia 20 tahun itu mencetak dua gol pada laga terakhir liga Sabtu pekan lalu untuk menjadi pemain Prancis pertama dalam 53 tahun terakhir yang menjaringkan paling sedikit 32 gol dalam satu musim Ligue 1 sejak 36 gol Philippe Gondet untuk Nantes pada musim 1965-1966.

"Mungkin sudah waktunya bagi saya untuk memikul tanggung jawab lebih, mungkin di sini di PSG, dengan senang sekali, atau mungkin di tempat lain, dengan proyek baru," kata Mbappe setelah menerima penghargaan itu, seperti dikutip Reuters.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VzUQeU
May 21, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VzUQeU
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Roket Jatuh Dekat Kedutaan AS di Irak

Roket mengantam wilayah yang dijaga ketat di Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Sebuah roket meledak di dekat kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Militer Irak mengatakan roket itu menghantam Zona Hijau yang dijaga ketat karena berisi gedung pemerintahan dan misi diplomatik. 

Serangan itu terjadi dua pekan setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan pemimpin-pemimpin Irak jika mereka gagal mengendalikan milisi yang didukung Iran maka AS akan memperluas kekuataannya di sana. Kini walaupun tidak korban dari penembakan itu ada kemungkinan AS memperkuat keamanan mereka. 

Menurut dua sumber pertahanan Irak kunjungan mendadak Pompeo dilakukan setelah intelijen AS melaporkan milisi yang didukung Iran menempatkan roket di dekat perumahan pasukan AS. Pejabat Kementerian Luar Negeri AS mencatat sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan pemukiman pasukan AS juga tidak rusak. 

"Tapi kami akan menanggapi insiden ini dengan sangat serius, kami akan meminta pertanggungjawaban Iran jika ada serangan apa pun yang dilakukan oleh pasukan milisi mereka atau elemen pasukan dan akan menanggapi Iran sesuai dengan hal itu," kta pejabat tersebut, Senin (20/5). 

Militer Irak mengatakan roket Katyusha jatuh ditengah Zona Hijau di dekat Monumen Prajurit Tidak Dikenal. Monumen berada di ruang terbuka sekitar setengah kilomter sebelah utara komplek Kedutaan Besar AS. Menurut saksi mata kantor berita Reuters ledakan roket terdengar sampai pusat kota Baghdad.  

Staf kedutaan di Baghdad dan konsulat AS di pusat kota yang dikuasai Kurdi, Erbil sudah dievakuasi dengan alasan karena khawatir dengan ancaman Iran. Iran sekutu Irak segera mengecam serangan tersebut. Mereka menekankan perang antara Teheran dan Washington akan sangat merugikan Irak dan seluruh kawasan. 

Dalam pernyataannya pemimpin milisi dan politisi Hadi al-Ameri mendesak warga Irak untuk 'tidak menjadikan penembakan ini menjadi bahan bakar atas perang yang hanya akan membakar semua orang'. Blok elektoral Al-Ameri memiliki kursi terbanyak di parlemen Irak. 

Pernyataan itu juga diamini tokoh pendukung milisi Iran lainnya Qais al-Khazali. Di media sosial Twitter ia mengatakan perang tidak sesuai dengan kepentingan Washington maupun Teheran. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QlxlW9
May 20, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QlxlW9
via IFTTT

Sunday, May 12, 2019

Baznas Gelar Kampung Ramadhan di Kabupaten Bogor

Adanya Kampung Ramadhan Baznas diapresiasi masyarakat setempat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengadakan "Kampung Ramadhan." Kali ini, rangkaian kegiatan itu dihelat di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu (8/5) hingga hari ini, Ahad (12/5).

"Kampung Ramadhan" ini digelar atas kerja sama Baznas Mircofinance Desa (BMD) Jabon Mekar dan masyarakat setempat. Menurut Kepala Divisi Pendayagunan Baznas, Randi Swandaru, kegiatan ini bermanfaat antara lain untuk meningkatkan pendapatan usaha bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra BMD.

BMD sendiri merupakan lembaga keuangan non-profit yang menyediakan sarana pembiayaan bagi para mustahik yang hendak berwirausaha.

"Kampung Ramadhan ini memfasilitasi pelaku usaha mikro dan mitra BMD Jabon Mekar dalam mengembangkan jaringan pemasaran produk-produk dengan menyediakan tempat berjualan di event bazar," ujar Randi Swandaru di Desa Jabon Mekar, kemarin.

"Kegiatan ini juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para mustahik, karena terdapat bazar yang menampilkan produk-produk hasil produksi para mustahik," sambung dia.

Ada sebanyak 30 orang peserta bazar "Kampung Ramadhan." Berbagai produk dijajakan, mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga alat-alat kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, 15 tim santriwan-santriwati desa setempat turut memeriahkan acara. Mereka mengadakan lomba marawis dan pelbagai kegiatan meriah lainnya. Ustaz Agus Idwar yang hadir dalam acara ini memberikan tausyiah menjelang waktu berbuka puasa.

Rangkaian acara "Kampung Ramadhan" menyedot perhatian warga sekitar. Bagi mereka, kegiatan ini efektif sebagai ajang silaturahim dan berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Warga makin antusias lantaran ada pembagian 15 doorprize, mulai dari perlengkapan ibadah hingga peralatan elektronik. Para pemenang diumumkan menjelang waktu berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Desa Jabon Mekar Ina Yuliana mengaku senang dengan hadirnya lembaga keuangan BMD. Menurut dia, BMD ikut membantu pemberdayaan masyarakat.

Dia berharap setelah kegiatan "Kampung Ramadhan" Baznas usai, lokasi acara ini bisa terus digunakan sebagai tempat usaha, sehingga menstimulus gerak ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah Baznas mendukung desa kami, cita-cita kami telah tercapai atas kegiatan ini dan adanya BMD disini. Lapak ini akan kami optimalkan untuk aktivitas ekonomi warga di Desa Jabon Mekar," papar dia.

"Kampung Ramadhan" Baznas tidak hanya membuka bazar bagi para pelaku usaha mikro, gerai zakat untuk konsultasi dan membayar zakat dibuka, para pengunjung juga dihibur dengan acara talkshow dan pentas seni.

Kegiatan Kampoeng Ramadhan juga diselenggarakan di BMD Lombok di Kecamatan Kuripan pada 11–15 Mei 2019, dan BMD Sigi, Sulawesi Tengah Desa Kabobona pada 16–18 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HdkIsV
May 12, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HdkIsV
via IFTTT

Sunday, May 5, 2019

Ini Cara Mengatur Keuangan di Saat Sulit

Ini sejumlah cara mengatur keuangan Anda agar tetap berjalan normal.

Tidak terasa tahun baru imlek telah berjalan selama dua bulan. Menurut kalender imlek, saat ini dipercayai sebagai tahun babi tanah oleh penganut feng shui Cina. Ramalan feng shui untuk tahun babi tanah tidaklah terdengar terlalu melegakan.

Menurut Raymond Lo, seorang ahli feng shui, tahun babi tanah kemungkinan akan memberikan kesulitan di bidang finansial dan hubungan kekerabatan. Berdasarkan ramalan Raymond, gangguan finansial seperti usaha yang kurang berjalan dengan mulus akan membayangi.

Meski ramalan feng shui tidak dapat dibuktikan secara scientific, tidak ada salahnya jika mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Oleh karena itu, apa saja kiat-kiat yang bisa Anda lakukan untuk mewaspadai ‘ancaman’ tahun babi tanah?

1. Sediakan Dana Untuk Kemungkinan Terburuk

dana darurat

Menurut ramalan Raymond Lo, tahun babi tanah kemungkinan akan memberikan banyak masalah finansial dan kesehatan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyediakan sebuah tabungan yang bisa digunakan jika masalah terburuk terjadi.

Tabungan darurat ini akan berperan sebagai penyelamat kehidupan. Dana yang berada dalam tabungan ini, hanya boleh digunakan jika hal buruk terjadi pada Anda, keluarga, maupun bisnis yang sedang dikembangkan.

Bila perlu, buatlah rekening baru untuk menyimpan uang ‘darurat’ ini agar kemungkinan untuk digunakan secara tidak sengaja menjadi nol. Jadi, untuk berjaga-jaga kemungkinan terburuk terjadi, simpanlah sebagian gaji Anda untuk menjadi tabungan penyelamat nantinya.

Baca Juga: Deretan Shio yang Paling Beruntung Tahun 2019. Shio Anda Termasuk?

2. Mulailah ‘Berinvestasi’

investasi

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa harus berinvestasi ditengah ‘ancaman’ di tahun babi tanah? Jawabannya adalah untuk menjaga pengeluaran yang tidak perlu dari gaya hidup Anda.

Investasi yang dimaksud bukanlah seperti investasi bisnis properti maupun emas, namun lebih pada praktek gaya hidup hemat. Sebagai contoh, daripada makan siang disebuah restoran ataupun warung, Anda dapat menghematnya dengan membawa bekal sendiri dari rumah.

Selain memangkas pengeluaran, Anda tidak perlu ragu dengan kualitas makanan yang dikonsumsi. Makanan dengan kualitas yang tidak baik akan memberikan Anda risiko gangguan kesehatan, seperti pada ramalan tahun babi tanah.

Contoh lainnya adalah mulai menggunakan transportasi umum yang lebih terjangkau untuk mobilitas sehari-hari. Dengan mulai menggunakan transportasi publik, Anda dapat menekan pengeluaran yang biasa terbuang untuk biaya bensin maupun parkir. Apalagi fasilitas MRT sudah mulai beroperasi dengan harga terjangkau.

Seperti prinsip yang dipegang oleh pebisnis sukses dunia, Warren Buffet, “tujuan bekerja adalah untuk menjadi kaya, bukan hanya terlihat kaya”. Jadi, mulailah ‘berinvestasi’ agar pengeluaran bisa terminimalisir untuk keperluan lain yang lebih penting.

3. Disiplin dengan Pengeluaran Harian

menghitung pengeluaran harian

Dengan menjadi disiplin pada pengeluaran harian, Anda dapat menyisihkan uang secara teratur untuk kebutuhan lain. Mengerti seberapa banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan tiap bulannya, Anda dapat menyisihkan uang ke tabungan darurat secara rutin.

Selain itu, kemungkinan untuk ‘tergoda’ mengambil dana tabungan darurat juga sangat kecil ketika disiplin dengan pengeluaran. Tabungan pun dapat terkumpul untuk  mewaspadai ‘teror’ tahun babi tanah.

Pengeluaran harian seperti, belanja kebutuhan, tagihan fasilitas, maupun kartu kredit biasanya tidak terlalu fluktuatif dan berada dibawah kendali. Oleh karena itu, jadilah disiplin mengatur pengeluaran harian agar kondisi keuangan tidak membengkak.

4. Sisihkan Dana untuk Kepuasan Spiritual

Naik Haji

Keseimbangan hidup tidak serta-merta urusan duniawi saja, Anda perlu menyadari kebutuhan hati. Dengan menyisihkan dana untuk kegiatan amal pada sesama dapat memberikan kepuasan pada kebutuhan batin dan spiritual.

Alokasi dana untuk kepuasan spiritual tidak hanya bisa dilakukan untuk membantu sesama, tapi juga tabungan untuk berziarah ke tanah suci agama yang Anda percayai. Meskipun tidak dapat langsung digunakan, Anda akan merasa bersih ketika menabung untuk keperluan keagamaan.

Menjaga kondisi keuangan adalah hal yang penting untuk dilakukan di tahun babi tanah, tapi jangan lupakan juga tentang urusan dengan Tuhan. Jadi, tetap sediakan dana untuk membantu sesama ataupun keperluan beribadah agar kepuasan spiritual bisa didapatkan.

5. Atur Keuangan untuk Mendapatkan Ilmu

kuliah

Seperti pembahasan di poin sebelumnya, Anda juga perlu untuk meningkatkan kualitas pribadi diri. Selain meningkatkan nilai kemampuan yang dimiliki, pikiran Anda tidak hanya berkutik dengan keuangan saja.

Dengan membeli buku dengan konten pengembangan diri maupun biografi tokoh dunia, Anda dapat memahami tentang bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik dan bertanggung jawab. Anda juga dapat mengikuti seminar atau workshop yang sesuai dengan minat.

Saat menyisihkan kekayaan untuk mendapatkan ilmu dan kemampuan baru, tantangan di masa depan akan bisa diselesaikan dengan mudah. Jadi, tidak ada salahnya mengatur keuangan untuk menambah ilmu dan kualitas diri.

Baca Juga: Ramalan Shio yang Beruntung di Tahun Babi Tanah, Cek Di Sini!

Menjadi Lebih Bijak di Tahun Babi Tanah dan Tingkatkan Kualitas Diri

Menurut ramalan Feng Shui, tahun babi tanah memiliki beberapa tantangan yang perlu diatasi dengan bijak. Masalah finansial, kesehatan, dan keluarga di tahun babi tanah akan dapat dilewati dengan melakukan cara yang telah disebutkan diatas. Anda juga dapat memperbaiki kualitas diri guna menghadapi tantangan di tahun-tahun selanjutnya. Oleh karena itu, jadilah bijak dalam mengatasi tantangan tahun ini dan persiapkan diri untuk tahun selanjutnya agar hidup sejahtera.

Baca Juga: Raup Sukses Finansialmu di Tahun Babi Tanah, Ini Beberapa Tipsnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DSwiI1
May 05, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DSwiI1
via IFTTT

Tuesday, April 30, 2019

Sahabat yang Jadi Sebab Allah Menegur Nabi SAW

Ibnu Ummi Maktum berkaitan dengan asbabun nuzul surah Abasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibnu Ummi Maktum mencintai Rasulullah melampaui diri dan keluarganya. Tapi, sosok sahabat Nabi ini cukup mengemuka setelah sebuah kejadian yang menjadi konteks turunnya surah Abasa ayat 1-4.

Menurut Ibnu Katsir, beberapa ahli tafsir Alquran menyebutkan bahwa suatu hari Rasulullah sedang berbicara dengan salah seorang pemuka Quraisy yang diharapkan berpindah agama kepada Islam.

Saat itu, tiba-tiba Ibnu Ummi Maktum masuk ke dalam ruangan dan bertanya kepada Nabi ihwal Islam. Lelaki buta itu tak tahu dengan siapa Rasullulah sedang berbicara, sehingga ia mengajukan pertanyaannya berulang kali.

Sekilas, Rasulullah menampakkan wajah masam di hadapan Ibnu Ummi Maktum dan berpaling darinya untuk meneruskan pembicaraan dengan pemuka Quraisy tersebut. Maka, turunlah firman Allah SWT, surah Abasa ayat 1-4.

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa) atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"

Sesudah peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menjumpai lagi Ibnu Ummi Maktum dan memeluknya dengan hangat.

Setelah Hijrah ke Madinah

Di Madinah, Ibnu Ummi Maktum bertugas mengumandangkan azan. Soal tugas yang satu ini, ia mendampingi tugas Bilal bin Rabah. Khususnya, selama Ramadhan, Rasulullah SAW membagi tugas azan itu sebagai berikut.

Saat azan dikumandangkan oleh Bilal maka itu adalah tanda amaran agar orang-orang yang sedang sahur menyadari sebentar lagi masuk waktu Subuh.

Demikian pula, azan ini untuk membangunkan orang-orang. Kemudian, azan dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum sebagai tanda dimulainya waktu menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkan puasa.

Rasa cinta Ibnu Ummi Maktum kepada Rasulullah diwujudkan dalam banyak hal. Salah satunya, ketika terjadi peristiwa pembunuhan atas seorang wanita Yahudi yang merupakan pemilik rumah tempat tinggal Ibnu Ummi Maktum.

Sesungguhnya, sikap wanita tersebut kepada diri Ibnu Ummi Maktum dan keluarga amat ramah. Namun, sering kali lisan wanita ini mencela diri Rasulullah di hadapan Ibnu Ummi Maktum. Akhirnya, Ibnu Ummi Maktum mendatanginya dan membunuhnya.

Ibnu Ummi Maktum menghadap Nabi dan berkata, Demi Allah, dia memang bersikap lembut kepadaku, tetapi dia menyakitiku terkait Allah dan Rasul-Nya. Nabi menjawab, Semoga Allah menjauhkan wanita itu. Aku telah membatalkan darahnya.

Ibnu Ummi Maktum belajar Alquran dengan cara menyimaknya. Khususnya, ketika Rasulullah mendiktekan beberapa ayat Alquran kepada para sahabat untuk dihafalkan.

Gugur sebagai Syuhada

Satu keinginan dari Ibnu Ummi Maktum yang belum jua terlaksana adalah ikut berjihad bersama pasukan Muslimin. Ia terkendala kekurangan fisiknya. Rasulullah meminta agar orang Islam yang memiliki uzur tidak perlu ikut berperang. Tapi, hati Ibnu Ummi Maktum tetap bergeming. Di sela-sela waktunya, ia kerap berlatih perang-perangan dengan sejumlah pemuda Muslim.

Hingga, satu hari, peperangan terjadi di Qadisiyah, Irak. Pasukan kaum Muslim berangkat ke sana dalam pimpinan Saad bin Abi Waqqash. Adapun dari pihak lawan, pasukan Romawi dipimpin Rustum. Ibnu Ummi Maktum berseru, Wahai para kekasih Allah! Wahai para sahabat Muhammad! Wahai para pahlawan peperangan!

Serahkanlah panji kepadaku karena aku ini laki-laki buta yang tidak bisa kabur dan tegakkanlah aku di antara dua barisan! Maka, Ibnu Ummi Maktum diizinkan masuk ke dalam pasukan Islam untuk memerangi Rustum dan bala tentaranya. Dalam peperangan ini, Abdullah bin Ummi Maktum gugur sebagai syahid.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LdNXjm
April 30, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LdNXjm
via IFTTT

Monday, April 22, 2019

Maruf Bersyukur Pilpres Berlangsung dengan Jujur dan Adil

Maruf berharap pasangan 01 akan menang dihitungan resmi KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhtasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin bersyukur atas berlangsungnya Pemilu Presiden 2019 yang berlangsung secara jujur dan adil. Ia berharap pasangan Jokowi-Ma'ruh menang di perhitungan resmi KPU.

"Mari kita bersyukur karena Pilpres yang sudah berlangsung pada 17 April lalu berlangsung secara jujur dan adil," kata Ma''ruf di kepada hadirin Silaturahim dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Senin.

Menurut dia, saat ini pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin baru menang dihitung cepat tetapi belum pada hitung nyata. Mudah-mudahan, kata ia, hasil perhitungan nyata juga sama hasilnya. 

"Mudah-mudahan real count hasilnya sama. Dalam proses itu agar tidak ada kejadian apa-apa, negeri ini tetap aman," katanya.

Dalam acara tersebut nampak sejumlah elite PBNU baik pengurus syuriah, eksekutif dan tokoh penting.

Terkait menggunakan hak pilih, Ma'ruf kembali mengingatkan memilih pemimpin adalah kewajiban karena terkait kemaslahatan umum. "Memilih pemimpin bukan hak tapi kewajiban. Ini adalah tanggung jawab kenegaraan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DrfM1j
April 22, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DrfM1j
via IFTTT

Thursday, March 28, 2019

Pogba: Solskjaer Kembalikan Kepercayaan Diri Pemain MU

Paul Pogba yakin Solskjaer bisa mengembalikan kejayaan Manchester United.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Paul Pogba yakin Ole Gunnar Solskjaer bisa mengembalikan kejayaan Manchester United. Pemain asal Perancis itu mengatakan, keputusan mengangkat Solskjaer sebagai pelatih tetap Setan Merah adalah keputusan yang tepat.

"Dia mengembalikan kepercayaan diri para pemain, pelatih yang menyenangkan," ujar Pogba seperti dikutip dari Sky Sports, Kamis (28/3).

Pogba mengatakan , Solskjaer adalah pelatih yang sangat menghargai para pemainnya. Pogba merupakan salah satu pemain yang kehilangan kepercayaan diri saat di bawah asuhan Jose Mourinho. Bahkan, Pogba berkali-kali dikabarkan akan meninggalkan Old Trafford. Namun, sejak pelatih asal Norwegia itu tiba, mantan pemain Juventus tersebut mengaku Solskjaer memberikan kebebasan bermain bola, yang sebelumnya telah hilang.

''Hari pertama dia tiba, dia hanya bilang ke kami untuk menikmati bermain sepakbola kembali,'' katanya.

Sebab, Pogba menuturkan, mantan pemain MU tersebut mengatakan, jika tidak menikmati bermain bola, maka mereka akan bermain tanpa tujuan. Oleh karena itu Solskjaer mengajak para penggawa United untuk kembali ke dasar dan menikmati sepakbola.

Seperti diketahui, Ole Gunnar Solskjaer resmi diangkat menjadi pelatih tetap Manchester United. Sebelumnya, Solskjaer hanya menjadi pelatih sementara menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada akhir 2018 lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FwwQ6s
March 28, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FwwQ6s
via IFTTT

Enam Bulan Setelah Gempa Palu, Krisis Belum Berlalu

Penyintas bencana gempa Palu masih mengalami trauma.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- "Saya ingin tinggal di sana lagi, tapi masih takut," ujar Abdul Azim, seorang penyintas Gempa Palu. Hari ini, tepat enam bulan setelah bencana yang disusul tsunami dan likuifaksi meluluhlantakkan daerah itu 28 September 2018.

"Ada orang yang bahkan belum pernah kembali ke rumah mereka karena masih trauma," katanya.

Sekitar 4.340 orang tewas, dan lebih dari 200 ribu warga mengungsi ke berbagai kota akibat bencana ini. Ketika perhatian publik telah bergeser ke bencana lainnya, para penyintas bencana di Palu dan sekitarnya sampai kini masih menghadapi krisis.

Bagi sejumlah penyintas yang menggambarkan peristiwa itu sebagai kiamat, luka psikologis dan kehidupan pasca-bencana menjadi tantangan yang paling sulit.

Dua orang keponakan Azim yang berusia 13 dan dua tahun, tinggal bersamanya dan sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Kedua anak itu terkubur bersama rumah mereka yang ditelan likuifaksi.

"Kejadiannya begitu cepat, dalam hitungan detik rumah saya ambruk dan tanah di bawah rumah amblas," katanya.

"Saya tahu dua kedua anakku itu ada di dalam rumah saat itu," tutur Azim yang tampak berusaha tegar.

Begitul dahsyatnya bencana saat itu sehingga seorang penyintas lainnya, Aina, menganggap hal itu sebagai hukuman atas dosanya selama ini.

Aina selamat dari bencana dengan terus perpegangan pada sebatang pohon ketika gempa melanda.

"Saya merasa semua ini akibat dosa saya. Saya ingin memohon pengampunan kepada Tuhan," ujarnya.

Azim dan Aina adalah sebagian penyintas yang kisah pengalamannya dimuat dalam laporan Oxfam yang secara eksklusif dirilis ke ABC di Australia.

Luka psikologis

Penyintas lainnya, Adnan Fadjar, mengisahkan bagaimana dia berusaha meraih putrinya yang berusia dua tahun, sementara putranya yang berusia lima tahun menggenggam erat kakinya, ketika gempa terjadi.

Saat itu dia berusaha melindungi putrinya yang nyaris kejatuhan lemari akibat getaran gempa.

"Gempa meninggalkan luka, yaitu luka psikologis, pada anak-anak saya," ujar Adnan yang kini sudah kembali ke Palu.

Dia masih ingat bau busuk udara dan kelangkaan air minum saat melewati area bencana sembari menutupi mata anak-anaknya dari pemandangan mayat yang bergelimpangan.

"Khususnya bagi anak laki-laki saya, anak kedua, Arlo. Saya kadang memintanya menggambar sesuatu. Dan dia menggambar grafik yang berfluktuasi berupa garis naik dan turun," kata Adnan ketika dihubungi jurnalis ABC Erin Handley.

"Saya bertanya apa ini? Dia bilang ini gempa," ujarnya.

Bencana itu juga menghancurkan keluarga Adnan lainnya. Seorang paman yang sedang menuju masjid untuk salat hari itu meninggal tertimpa dinding.

Keluarga Adnan sampai kini tidak tahu kapan, bisa menempati kembali rumah mereka seperti sediakala.

Dilupakan oleh media

Menurut Jacqui Ewart, profesor jurnalistik dengan spesialisasi pelaporan bencana dari Griffith University, siklus pemberitaan yang dengan cepat berpindah fokus membuat para penyintas seringkali dilupakan oleh media.

"Kesibukan media di awal-awal bencana bisa seminggu atau beberapa minggu," katanya kepada ABC.

Namun, katanya, justru upaya para penyintas membangun kembali kehidupan mereka cenderung dilupakan oleh media.

Profesor Ewart menjelaskan, memberi kesempatan bagi penyintas untuk berefleksi atas pengalaman traumatik mereka sangatlah penting.

Menurut dia, yang tak kalah pentingnya bagi media dalam meliput bencana, yaitu membicarakan bagaimana dapat menghindari hal serupa di masa depan.

Adnan, yang juga dosen manajemen konstruksi, melihat perlunya perubahan untuk perlindungan bencana di masa depan.

"Mereka harus menegakkan aturan pembangunan. Di daerah yang rawan gempa, kita seharusnya memperkuat struktur, kolom dan balok dari suatu bangunan," katanya.

"Saya berada di dalam bangunan ketika terjadi getaran. Bangunan itu terasa akan runtuh. Itu pengalaman saya. Sangat traumatis dan mengubah banyak hal," tambahnya.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Neulis Zuliasri menjelaskan, ada dua pola pembangunan rumah bagi korban bencana.

"Ada yang direlokasi karena berada di zona 'merah' rawan gempa, rawan tsunami atau di daerah terdampak likuifaksi," katanya kepada jurnalis ABC Farid M. Ibrahim.

Mereka harus direlokasi ke daerah aman, yang untuk Kota Palu telah ditetapkan lahan seluas 560,93 hektare di Kelurahan Duyu, Kelurahan Tondo dan Kelurahan Talise.

"Sedangkan untuk Kabupaten Sigi seluas 362 Ha terletak di Kecamatan Sigi Biromaru, tepatnya di Desa Pombewe dan Desa Oloboju," kata Neulis.

Masalahnya, sebagian tanah tersebut saat ini masih berstatus HGU. Selain itu, ada juga masyarakat yang tidak bersedia dipindahkan ke sana.

"Pembangunan rumah relokasi saat ini sudah dimulai. Dengan bantuan Yayasan Budha Tsuchi, dengan target pembangunan 3.000 unit rumah dilengkapi prasarana dan sarana umum," katanya.

Selain itu, Neulis menjelaskan, saat ini pemerintah sedang memproses pendanaan untuk stimulan bantuan rumah rusak berat yang ada di zona aman atau tidak direlokasi.

Hikmah bencana

Menurut Alys Francis dari LSM Plan International, salah satu hikmah dari bencana Gempa Palu yaitu bahwa LSM setempat kini giat membantu para bayi dan anak-anak mendapatkan akta kelahiran mereka.

"Banyak orangtua yang tidak mendapatkan dokumen ini saat melahirkan anak mereka, mengakibatkan mereka tidak diperhatikan oleh negara," katanya.

"Mereka tak dapat mengakses pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan tunjangan sosial," ujar Alys.

Diperkirakan sekitar 45.300 wanita hamil terkena dampak Gempa Palu.

Menurut Oxfam, Australia juga berkontribusi pada upaya pemulihan dengan menyediakan air bersih dan tempat tinggal bagi warga.

Pihak Deplu Australia sebelumnya berkomitmen membantu sekitar 10 juta dolar ASatas permintaan Indonesia untuk upaya rekonstruksi.

Seorang penyintas lainnya, Tombeng, kini jadi relawan bersama Oxfam.Ingatan pada kejadian itu masih mempengaruhi dirinya, tetapi dia mengatakan bahwa laut yang mengirimkan tsunami seperti sekarang memiliki efek menenangkan.

"Saat saya stres, saya pergi ke laut," katanya.

Dia berharap bencana tidak akan terjadi lagi. Tapi jika datang lagi, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. "Kita harus saling membantu satu sama lain. Itu yang penting," ujar Tombeng.

Ikuti juga berita lainnya dari ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U5A5vF
March 28, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U5A5vF
via IFTTT

Sunday, March 24, 2019

Dompet Dhuafa Bantu Korban Banjir di Jawa dan Papua

Tim Dompet Dhuafa telah menyebar pada lokasi-lokasi di Purworejo dan Sentani.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOREJO -- Dompet Dhuafa ikut dalam memulihkan situasi di daerah-daerah yang terimbas bencana alam. Seperti diketahui, banjir telah menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Memasuki hari kelima pascabencana tersebut, masyarakat setempat masih sangat membutuhkan bantuan kesehatan.

Untuk itu, Dompet Dhuafa telah menerjunkan tim untuk mengadakan Aksi Layanan Medis (ALM). Kegiatan itu dikoordinasi Layan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa, Jawa Tengah.

Hingga berita ini ditulis, banyak warga yang mendapatkan pelbagai layanan kesehatan di sana. Menurut pimpinan cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Satria Nova, LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah juga melakukan respons bencana dengan membersihkan pelbagai fasilitas umum yang tertutup lumpur akibat banjir.

"MPZ Dompet Dhuafa Jawa Tengah hingga Sabtu sudah melakukan respon, yaitu evakuasi para korban, membuka layanan pos hangat, mengelola dapur umum, mendistribusikan sejumlah logistik ke para pengungsi, memberikan pendampingan dan layanan kesehatan serta aksi membersihkan sejumlah fasilitas umum," kata Satria kepada Republika.co.id, Ahad (24/3).

Dalam hal ini, LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah berkerja sama dengan BMT Binamas yang menjadi MPZ Dompet Dhuafa. Mereka menggelar kegiatan kemanusiaan di Kecamatan Bagelen dan Purwodadi--dua lokasi yang menjadi titik terparah bencana banjir di Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Komunitas Sedekah Seribu Sehari (S3) juga turut melakukan respons bencana bersama Dompet Dhuafa. Mereka membagi-bagikan nasi bungkus di setiap posko aksi layanan sehat Dompet Dhuafa.

Sebagai informasi, banjir telah melanda empat kecamatan di Kabupaten Purworejo. Di antaranya Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Bayan dan Ngombol. Setelah berturut-turut banjir menerjang wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, banjir juga menerjang di wilayah timur Indonesia tepatnya di Sentani, Jayapura, Papua.

Menjangkau Papua

Dompet Dhuafa juga sampai saat ini terus melakukan respons tanggap bencana di Sentani, Jayapura, Papua. Berbagai bantuan disalurkannya, semisal layanan logistik, pertolongan pertama psikologis (psychological first aid/PFA), pos tanggap darurat, dan pos medis.

Untuk diketahui, sekurang-kurangnya terdapat 25 kampung yang terdampak banjir bandang di Sentani. Banjir yang dipicu meluapnya Danau Sentani itu juga telah mengakibatkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan mengatakan, pihaknya telah mengoperasikan dapur umum yang berada di pengungsian Kantor Bupati dan STIKES Jayapura. Total penerima manfaatnya mencapai 1.603 jiwa.

Dompet Dhuafa melalui tim Disaster Management Center (DMC) juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, air mineral dan pakaian di tiga titik pengungsian dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.227 jiwa. Tim PFA juga diterjunkan ke pengungsian di Stikes Jayapura, Gajah Mada dan Kantor Bupati Jayapura. Jumlah penerima manfaatnya sebanyak 75 jiwa.

"LKC Papua telah mengoperasikan pos medis di pengungsian Kantor Bupati Jayapura, Kantor Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, BTN Idaman dan Masjid Darul Mukminin. Jumlah penerima manfaatnya sebanyak 171 jiwa. Sebagian besar korban mengalami ISPA dan infeksi kulit," ujar dia, Ahad (24/3).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fnhd18
March 24, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fnhd18
via IFTTT

Cicipi Gurihnya Sate Gepuk Ikan Tongkol Kepulauan Seribu

Paduan ikan tongkol dan kelapa tumbuk menjadi ciri khas bumbu yang gurih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sate tidak selalu menggunakan bahan baku berupa daging ayam, kambing, dan sapi. Istilah sate pun tak selalu disematkan pada makanan yang ditusuk menggunakan tusuk sate. Bumbunya juga beragam dari yang sudah umum dibalur bumbu saus kacang tanah maupun kecap. Setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasannya sendiri.

Salah satu sate yang unik adalah sate gepuk khas Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Walaupun namanya sate, bentuknya jauh dari tampilan sate pada umumnya. Sate gepuk dibungkus daun pisang sehingga lebih mirip dengan otak-otak bakar atau nasi bakar.

Warga Kepulauan Seribu juga menyebut sate gepuk dengan sebutan sate odol. Mungkin karena bentuknya juga menyerupai odol. Sate gepuk berbahan utama ikan tongkol segar dan parutan kelapa bakar. Nama sate yang unik itu diambil karena daging ikan tongkol dihaluskan. Daging ikan tongkol dicampur dengan kelapa yang sudah dibakar hingga menyatu.

Kedua bahan utama itu dihaluskan sampai tercampur rata. Tak lupa diberi bumbu seperti bawang putih, bawang merah, asam, cabai rawit, cabai merah, serta gula merah. Kemudian adonan itu dibungkus daun pisang lalu dibakar.

Meski terbuat dari ikan, sate gepuk tak terasa amis. Perpaduan ikan tongkol dan kelapa yang ditumbuk menjadi ciri khas dengan bumbu yang gurih.

Salah satu pedagang sate gepuk di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu adalah Jumiati atau yang diakrab sapa Bu Neng. Perempuan berusia 38 tahun itu sudah lama berjualan sate gepuk.

Bu Neng mengatakan ibunya sudah lama menjadi pedagang sate gepuk di Pulau Pramuka. Ia membantu ibunya berkeliling menjajakan sate gepuk itu sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Bahkan tak hanya berjualan keliling kampung, ia juga membantu membuat sate gepuk. Sehingga, kini saat ibunya sakit Bu Neng bisa membuat sate gepuknya sendiri. Akan tetapi, ia mengaku rasanya tak jauh berbeda dan sama enaknya dengan buatan sang ibunda.

Ia mengaku menjadi penjual sate gepuk di Pulau Pramuka yang paling diminati warga. Sate gepuknya dibanderol Rp 3.500 per bungkusnya. Paling sedikit ia membuat sate odol 185 bungkus dari 20 kilogram daging ikan tongkol yang selalu habis terjual.

"Sudah lama dari kecil dari SD. Cuma yang jualan ini kan ada berapa orang cuma yang paling terkenal punya ibu saya, alhamdulillah rasanya," kata Neng di Pulau Pramuka, Jumat (22/3). 

Menurut dia, hal itu karena ikan tongkolnya pun segar langsung ditangkap dari perairan Kepulauan Seribu oleh adiknya. Bu Neng pun tak menambahkan bahan pengawet ke dalam adonan. Dia mulai menjajakan sate gepuk mulai sekitar pukul 10.00 pada saat masyarakat perlu asupan sebelum makan siang.

Bu Neng membawa dagangan sate gepuknya itu dengan gerobak dorongan kecil. Di atasnya ada keranjang sebagai alas. Ketika pukul 12.30, sate gepuknya sudah habis terjual lebih dari setengah.

Warga Pulau Pramuka bernama Saana mengatakan sate gepuk Bu Neng memang menjadi andalan bagi masyarakat setempat. Menurut Saana, rasanya enak karena menggunakan ikan tongkol segar dan tidak menggunakan bahan pengawet.

Saana menyebut sate gepuk ini menjadi makanan khas Kepulauan Seribu yang diminati para wisatawan dan juga warganya sendiri. Sate gepuk bisa menjadi camilan siang atau bisa juga menjadi lauk menemani nasi untuk makan siang.

"Di sini makanan khasnya sate gepuk, dari ikan tongkol. Kalau punya dia (Bu Neng) memang satenya dari ikan segar, jadi enak," kata Saana.

Republika pun menunggu penjual sate gepuk di depan kantor Bupati Kepulauan Seribu. Pada tengah hari bolong, Bu Neng pun lewat sambil mendorong gerobaknya dan meneriakkan "sate gepuk, sate gepuk."

Awalnya, Republika tak yakin apa yang disebut dan dijual Bu Neng dengan gerobaknya tersebut. Sebab, tampilannya tak seperti tukang sate pada umumnya. Republika kemudian mencicipi sate gepuk buatan Bu Neng. Sate odol teksturnya seperti pepes tahu yang lembut bentuknya seperti lontong yang bulat memanjang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uqzzJr
March 24, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uqzzJr
via IFTTT

Thursday, March 21, 2019

Respons Wiranto, TKN: Kerusakan Akibat Hoaks tidak Main-Main

Wiranto menilai sebaran hoaks bisa ditangani dengan UU Terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menanggapi komentar Menteri Kordinator Hukum dan HAM Wiranto terkait penerapan UU Terorisme kepada penyebar hoaks. TKN berpendapat, rencana Wiranto sekaligus menandakan parahnya dampak hoaks dan fitnah di Indonesia saat ini.

"Kalau seorang Menko Polhukam ngomong seperti itu berarti dosis dampak kerusakan dari pada hoaks dan fitnah itu tidak main-main," kata Wakil Ketua TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Abdul Kadir Karding di Jakarta, Kamis (21/3).

Menurut Karding, hoaks merupakan sesuatu yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan perpecahan. Dia melanjutkan, penyebaran berita bohong juga membuat masyarakat ketakutan hingga tidak menggunakan hak pilih mereka akibat kabar yang tidak benar tersebut.

Lebih jauh, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, bukan merupakan tradisi bangsa Indonesia untuk menyebarkan hoaks. Sebabnya, dia mengungkapkan, banyaknya peredaran hoaks saat ini harus menjadi catatan tersendiri bagi bangsa.

"Saya kira penekanan menkopolhukam itu mengundang kita untuk mencari solusi agar penyebaran hoaks itu bisa kita hindari, kurangi bahkan kita tiadakan," katanya.

Sebelumnya, Wiranto, menyatakan hoaks merupakan bagian dari tindakan terorisme. Karenanya, bagi penyebar hoaks, bisa diancam dijerat dengan UU Terorisme. Terorisme, sambung Wiranto, adalah suatu tindakan yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Jika masyarakat diancam dengan hoaks untuk tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS), ia menilai, hal tersebut sudah masih ke dalam pengertian terorisme. Wiranto menjelaskan, saat ini keberadaan hoaks cukup marak.

Menurutnya pula, hoaks merupakan ancaman baru yang sebelumnya tidak begitu marak pada pelaksanaan pemilu. Hoaks, katanya, dapat mengganggu psikologi masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FqcCfE
March 21, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FqcCfE
via IFTTT

Tuesday, March 19, 2019

Paket Terakhir (Cerpen)

Wajah Nek Sumini tersenyum menunjukkan ekspresi merindu.

Dengan penuh rasa penasaran kutunggui lingkaran kecil bertuliskan loading yang terus berputar di layar komputer. Aku sudah tidak sabar hendak membaca email yang dimaksud Taro San. Tadi pagi ia berkata ada sebuah email yang memintaku menjem put sebuah paket spesial di sebuah alamat. Hatiku berdegup senang, walau di sisi lain aku merasa bingung siapa orang yang mengirim pesan itu.

Saat email terbuka, aku langsung membacanya dengan saksama. Kami berharap paket ini diambil secara langsung oleh pegawai Anda bernama Joko, orang Indonesia, di alamat yang kami cantumkan. Ongkos tambahan atas pelayanan ini akan kami bayarkan pada saat pengambilan barang, arigatou gozaimas.

"Mungkin kau pernah mengantar sebuah kiriman ke seorang gadis, kemudian dia jatuh hati padamu Joko San," goda Taro San sambil tertawa.

Kuabaikan candaannya dan kembali fokus membaca alamat si pengirim. Sejenak kemudian senyumku mengembang. Aku tahu alamat ini. Tentu saja. Ini adalah alamat nenek yang pernah kutemui bulan lalu. Aku masih ingat, pada hari itu matahari musim panas bersinar lebih terik dari biasanya.

Ditambah lagi, mood-ku sedang tidak baik, setelah permohonanku untuk pindah kewarganegaraan kembali ditolak pihak Imigrasi Tokyo. Semua hal tersebut cukup membuat aku ingin segera menyelesaikan tugas hari itu dan kembali ke ruang kantor yang sejuk. Namun, sayang, sebuah paket masih teronggok di dalam mobil menunggu untuk diantarkan.

Alamat di paket itu menuju ke sebuah apartemen kecil di pinggir Kota Tokyo. Beberapa lansia terlihat sedang menjemur pakaian di luar jendela apartemen. Dengan cepat, aku berkesimpulan bahwa ini adalah apartemen bersubsidi yang disediakan pemerintah untuk para pensiunan.

Ting tong! "Sumimashen (permisi)," kupencet bel di sebelah pintu. Tidak ada jawaban atau tanda keberadaan pemilik rumah. Aku sudah bersiap untuk menaruh paket tersebut di kotak pos, sebelum kemudian sebuah suara langkah diseret dan gagang diputar terdengar dari balik pintu.

"Gomenashai (maaf), tadi saya di kamar mandi," seorang wanita berusia 70-an muncul dari balik pintu sambil merunduk meminta maaf.

"Daijobu (tidak apa-apa), ini ada paket untuk Anda," aku berusaha tetap tersenyum.

"Arigatou! Eh tunggu dulu, apakah Anda orang Indonesia?" sambil memperbaiki posisi kacamatanya, nenek tersebut memandangi wajahku dari dekat. Dilihat dan ditanya seperti itu tentu saja membuatku terkejut dan jengah.

"Haik, saya orang Indonesia," aku mengangguk.

"Sugoi nee (luar biasa)! Saya juga orang Indonesia, nama saya Sumini," nenek itu berteriak girang sambil menyalami tanganku dan mulai berbicara dengan bahasa Indonesia.

Pantas saja aku merasa wajah nenek tersebut berbeda dengan orang Jepang pada umumnya. "Nama saya Joko!" Aku tersenyum canggung, bingung harus bereaksi seperti apa dalam situasi seperti ini.

"Ah, wakata! (Ah saya paham) Joko, kamu adarah orang Indonesia pertama yang mengunjungi apartemen ini dalam waktu dua puruh tahun terakhir." Aku berusaha menahan senyum, sedikit lucu mendengar Nek Sumini berbicara bahasa Indonesia dengan aksen Jepang. Sepertinya ia sudah terlalu lama tidak menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa huruf 'L' bahkan tertukar dengan huruf 'R', sesuatu yang menjadi ciri khas aksen Jepang.

"Kamu mau minum teh duru? Apa itu bahasa Indonesianya? Ah, siraturahim! Kamu mau siraturahim di daram terlebih dahuru?"

Meski aku sudah sangat penat, demi melihat wajah girang Nek Sumini aku sungkan untuk menolak. Lagi pula tidak ada salahnya minum teh sebentar. Aku mengangguk setuju. Nenek Sumini girang bukan kepalang. Dengan langkah tertatih-tatih ia langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam.

Apartemen itu berukuran tidak terlalu besar, cocok untuk lansia. Di bagian ruang tengah yang menyatu dengan dapur, aku melihat berbagai dekorasi khas Indonesia. Di dinding aku melihat sebuah kalender lawas bergambar Tugu Yogya dan bertuliskan 1987. Di atas televisi aku melihat foto mantan presiden kedua Indonesia yang bersisian dengan gambar burung garuda. Sementara di atas meja, sebuah radio tape lawas dengan merdu mengalunkan suara indah Kang Ebiet. Aku merasa seperti di kampung.

Dimulai dengan secangkir teh melati, obrolan kemudian mulai mengalir dengan ringan. Tentu saja Nenek Sumini yang lebih banyak bercerita dan aku memilih menjadi pendengar yang baik. Tiga puluh tahun lebih meninggalkan tanah air membuat Nenek Sumini kenyang dengan pengalaman yang menarik. Walau baru saja bertemu, aku senang mendengar cerita-ceritanya.

"Apakah nenek tidak rindu dengan Indonesia?" tanyaku.

"Tentu aku rindu. Kalau boleh jujur, aku sangat ingin kembari ke Tanah Air," jawabnya sambil menyeruput teh dari gelasnya.

"Bukankah di sini lebih enak Nek? Segalanya berjalan dengan disiplin dan nyaman."

"Kau tahu apa yang aneh Ko. Terkadang ketidakteraturan masyarakat Indonesialah yang membuat aku rindu. Di tengah kesemrawutan kita tersisip basa-basi dan candaan. Di tengah kemiskinan dan kesusahan, ada rasa tolong-menolong dan bekerja sama," ucapnya sambil menuangkan kembali teh ke dalam cangkirku yang sudah kosong.

"Dan kau tahu apa lagi Ko, aku sedikit bosan dengan suasana teratur di sini, Nenek Sumini mengecilkan suaranya seolah takut ucapannya didengar oleh orang lain. Terkadang aku rindu detail kecil Indonesia kita. Sederhana saja, seperti tetangga yang kerap mengunjungi, bercengkerama di warung dekat rumah, atau rutinitas menggosip para ibu di sore hari," ucapnya yang membuat kami tertawa bersama.

Sebelum kemudian ia batuk sambil memegang dada. Spontan aku mengambilkan minum untuknya.

Setelah batuknya mereda, aku menanyakan hal yang sedari tadi menggelitik pikiranku. "Kalau begitu, mengapa nenek tidak pulang saja ke Tanah Air?" Air muka Nenek Sumini langsung berubah. Suasana menjadi hening. Ia diam, tidak segera melanjutkan jawabannya. Aku merutuk dalam hati karena telah melontarkan pertanyaan sensitif seperti itu.

"Aku tidak punya uang untuk pulang Ko. Sejak kematian suamiku empat tahun yang raru, aku hidup sendiri dari menjadi pengasuh anak. Tabungan? Semuanya sudah habis untuk biaya rumah sakit suamiku," mata Nenek Sumini mulai berkaca-kaca.

"Ragi pura, untuk apa purang? Semua orang yang kukenar mungkin kini sudah tiada," Ia mencoba untuk tersenyum, meski terlihat sedikit dipaksakan.

Rasa simpati muncul dalam hatiku. Nenek Sumini bagai orang tua di persimpangan jalan. Ia terjebak di antara masa lalu yang indah di kampung halaman, masa sekarang yang sulit di kampung orang, dan masa depan yang pasti dengan menunggu kematian.

Saat itu waktu terasa berjalan begitu cepat. Tanpa kusadari, jarum pendek telah menuju angka dua. Aku harus kembali ke kantor, sebelum Taro San marah dan memotong gajiku. Walau sebenarnya aku masih ingin berada di sini.

"Terima kasih Joko, sering-seringlah datang ke sini. Lain kali aku akan memasak sayur rodeh," ujar Nenek Sumini sembari melambaikan tangan.

Mendengar itu aku tertawa, pasti yang dimaksud nenek adalah sayur lodeh. Aku balas melambaikan tangan sambil mengangguk. Satu bulan berlalu, kesibukan kerja belum memberikan aku waktu untuk kembali mengunjungi Nenek Sumini. Meskipun begitu, sebenarnya aku sudah mempersiapkan sebuah hadiah spesial untuknya.

Siang ini, sebelum mengambil paket spesial di rumah nenek, aku pulang terlebih dahulu untuk mengambil hadiah yang telah aku siapkan. Hadiah itu adalah sebuah tiket pesawat pulang pergi ke Indonesia. Sementara untuk akomodasi, aku telah meminta adikku untuk mengurus keperluan nenek selama di Tanah Air.

Demi membeli tiket ini aku harus mengikhlas kan satu bulan gajiku. Sedikit berat memang, tapi entah mengapa hati kecilku berbisik bahwa aku harus melakukannya. Aku senang bila bisa membantu mengobati kerinduan Nenek Sumini kepada negerinya.

Sesampainya di apartemen itu, aku langsung menekan bel. Terdengar suara langkah kaki mendekat dari balik pintu. Gagang pintu terpu tar dan mulai terbuka.

"Kejutan!" teriakku sambil menunjukkan selembar tiket di tanganku.

"Hee, nani?" seorang lansia bermata sipit yang muncul dari balik pintu terlihat kebingungan.

Aku heran, mengapa yang membuka pintu bukan Nenek Sumini. Kucocokkan kembali nomor rumah dengan alamat yang ada dalam catatanku. Persis, tidak ada yang berbeda.

"Gomenashai! Maaf mengejutkan Anda. Apakah Nyonya Sumini ada di rumah?" Saya ingin menjemput paket, sambil menunduk, aku meminta maaf dalam bahasa Jepang.

"Ah, wakata! Kamu Joko kan, tunggu sebentar!" Perempuan bermata sipit itu masuk ke dalam dan kemudian kembali sambil membawa sebuah kotak kayu berukir bunga sakura.

"Sumini sudah meninggal pekan lalu karena sakit paru-parunya. Ini adalah abu jasadnya dan selembar surat untukmu. Kami minta maaf tidak bisa menguburkannya sesuai agamanya karena itu sangat sulit dilakukan di sini," sambil menitikkan air mata dia menyerahkan kotak tersebut beserta selembar surat. Aku terkejut. Dalam kondisi masih tidak percaya, aku mulai membaca lembar surat itu.

"Nak Joko, maaf merepotkanmu, tapi aku tidak punya siapa pun untuk kumintai tolong. Jika aku mati, aku ingin abu jasadku kau simpan dan bawalah ke Tanah Air saat kau pulang suatu saat nanti. Meski aku sudah menghabiskan hampir separuh hidupku di tanah orang, aku ingin abuku di kubur di tanah kelahiranku. Tanah yang selalu kurindukan sepanjang perantauanku, Indonesia. Aku mohon dengan sangat kepadamu. Wassalam."

Tiket yang telah kugenggam di tangan kembali kumasukkan ke dalam saku. Seketika, bayangan wajah Nenek Sumini muncul dalam benakku. Wajahnya tersenyum sendu menunjukkan ekspresi merindu. Dengan punggung tangan aku usap mataku yang sudah basah.

Tenang saja Nek! Paket terakhir darimu akan kuantarkan dengan tanganku sendiri. Kita berdua akan kembali ke Indonesia, bersama-sama.

TENTANG PENULIS

SYAHIRUL ALIM RITONGA Penulis merupakan anggota FLP Yogyakarta dan merangkap menjadi mahasiswa T. Mesin UGM.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JnYc3W
March 19, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JnYc3W
via IFTTT

Monday, March 18, 2019

Pelaku Penembakan Selandia Baru di Luar Radar Intelijen

Tarrant tidak masuk daftar orang yang harus diawasi di Selandia Baru dan Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Juru bicara Australian Federal Police (AFP) mengkonfirmasi Brenton Tarrant yang membunuh 50 jamaah dua masjid di Christchurch, Selandia Baru belum pernah terdeteksi sebagai ekstremis sayap kanan. Tarrant merupakan warga negara Australia yang besar di Grafton, sebuah kota kecil yang terletak 500 kilometer sebelah utara Sydney. 

"Polisi di Australia tidak tahu perilaku ekstremis dan kejahatan serius laki-laki ini," kata juru bicara AFP tersebut kepada Aljazirah, Senin (18/3).

Ada tiga orang yang ditangkap atas penembakan yang juga melukai puluhan orang tersebut. Tapi kini polisi mengatakan Tarrant melakukan kejahatan yang disiarkan secara langsung di Facebook itu seorang diri. Tarrant sudah didakwa satu pembunuhan tapi kepolisian Selandia Baru yakin dakwaan lain akan menyusul.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggambarkan Tarrant sebagai seorang 'ekstremis, sayap kanan, dan teroris kekerasan'. Tarrant mengungkapkan kekagumannya terhadap kekerasan nasionalis kulit putih dan ia berniat menciptakan atmosfir ketakutan di komunitas Muslim.

Mantan wali kota Christchurch Bob Parker mengatakan belum diketahui pasti apakah badan keamanan Selandia Baru mengetahui ancaman Tarrant atau tidak. Menurut Parker hal itu yang menjadi pertanyaan terbesar peristiwa ini.

"Tampaknya ada informasi dalam jumlah besar yang diunggah ke internet beberapa saat sebelum penyerangan terjadi, dan tidak ada alarm yang berbunyi di tempat yang tepat," kata Parker.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga mengakui Tarrant tidak berada di dalam daftar teroris atau orang yang harus diawasi. Tarrant tidak masuk dalam daftar tersebut baik di Selandia Baru maupun Australia.

"Apa yang saya cari tahu dari badan keamanan selanjutnya ada apakah ia memang harusnya dimasukkan atau tidak," kata Ardern.

Sebelum Jumat (15/3) lalu warga Grafton, kota tepi sungai Australia mengenal Tarrant sebagai orang yang terobsesi dengan kebugaran dan berasal dari keluarga terpandang. Laki-laki berusia 28 tahun itu sekolah di SMA Negeri Grafton lalu menjadi pelatih di gym setempat.

Tracey Gray yang mempekerjakan Tarrant pada 2009 mengatakan ia cukup berdedikasi. Lalu ayahnya yang dikenal sebagai orang terpandang meninggal dunia. Tarrant yang mendapatkan warisan langsung berkeliling dunia sebelum akhirnya menetap di Selandia Baru.

"Saya pikir ada sesuatu yang mengubahnya selama perjalanannya selama beberapa tahun di luar negeri," kata Gray.  

Tarrant mengunggah sebuah manifesto ke internet sebelum melakukan penyerangan. Manifesto tersebut penuh berisi slogan-slogan supremasi kulit putih.

"Asal bahasa saya Eropa, budaya saya Eropa, keyakinan politik saya Eropa, filosofi saya Eropa, identitas saya Eropa dan yang paling terpenting darah saya Eropa," tulis Tarrant dalam manifesto yang setebal 74 halaman.

Manifesto tersebut juga dengan dipenuhi ucapan anti-imigran dan ideologi neo-fasis. Ia menggambarkan dirinya sebagai laki-laki kulit putih biasanya. Ia berspekulasi akan dipenjara selama 27 tahun seperti Nelson Mandela dan dianugrahi Nobel Perdamaian.

Menjawab pertanyaannya sendiri Tarrant mengatakan orang yang paling mempengaruhinya adalah pengamat dan komentator konservatif Amerika Serikat Candece Owens. Owens seorang perempuan kulit hitam yang dikenal sebagai pendiri Turning Point USA, kelompok advokasi konservatif.

Owens dikenal sebagai pendukung Presiden AS Donald Trump. Ia kerap mengkritik Partai Demokrat dan gerakan hak sipil Black Lives Matter.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jk4Isd
March 18, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jk4Isd
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Cegah Rabies, NTB Terus Lakukan Eliminasi Anjing Liar

Jumlah warga yang digigit anjing terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan penanganan terhadap kasus gigitan anjing yang diduga hewan penular rabies (HPR) di Pulau Sumbawa. Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan jumlah warga yang digigit anjing terus bertambah dengan rincian 714 warga di Kabupaten Dompu, 21 warga di Kabupaten Sumbawa, dan 26 warga di Kabupaten Bima.

Eka menyampaikan, Kabupaten Sumbawa dan Dompu telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus rabies. Eka mengaku mendapat laporan warga di Kecamatan Donggo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima yang digigit anjing pada pekan lalu. Eka menjelaskan otak anjing yang menggigit warga sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar Bali.

"Hasilnya anjing negatif rabies sehingga Kabupaten Bima tidak berstatus KLB. Warga korban gigitan anjing di Bima juga sudah diberikan vaksinasi antirabies (VAR) oleh petugas," ujar Eka di Mataram, NTB, Rabu (20/2).

Eka mengatakan, pemberian VAR dan serum antirabies dilakukan agar bis mencegah virus rabies. Eka menyampaikan, seluruh kabupaten dan kota di NTB juga telah melakukan upaya eliminasi anjing liar sebagai langkah antisipasi penyebaran virus rabies.

Eka menambahkan, untuk saat ini Pulau Lombok masih aman dari kasus rabies. Kata Eka, meski ada sejumlah warga yang digigit anjing di Lombok, namun hasil laporan menunjukkan tidak ada yang dinyatakan positif rabies.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Budi Septiani mengatakan, warga korban gigitan anjing di Bima sudah diberikan VAR dan sembilan sampel otak anjing di Bima sudah dikirim ke BBVet Denpasar. 

"Hasilnya negatif rabies, sedangkan 11 sampel lainnya belum dikirim," ujar Budi. 

Budi menambahkan, jumlah warga yang digigit anjing di Kabupaten Sumbawa bertambah dari 21 orang menjadi 22 orang dan terdapat empat ekor anjing yang dinyatakan positif sebagai HPR.

"Sebenarnya warga yang digigit anjing juga terjadi di Kota Mataram, namun HPR-nya negatif berdasarkan hasil penelitian sampel yang kami kirim ke BBVet," kata Budi. 

Budi menjelaskan, upaya yang dilakukan saat ini ialah meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi, terutama warga desa di Kabupaten Bima dan Sumbawa yang berbatasan dengan Kabupaten Dompu. Hal ini mengingat anjing yang diduga HPR memiliki daya jelajah yang mencapai 10 km setelah menggigit korbannya.

"Selain itu, kami juga menjaga lalu-lintas masuknya HPR dari daerah tertular ke daerah yang belum tertular seperti Kabupaten Sumbawa Barat. Di Kabupaten Sumbawa sendiri respon warga dan pemerintah luar biasa. Semua turun tangan melakukan eliminasi terhadap anjing karena mereka juga takut," kata Budi. 

Kasus gigitan anjing memang menimbulkan keresahan bagi masyarakat di Pulau Sumbawa. Awalnya kasus gigitan hanya terjadi di Kabupaten Dompu, namun menjalar ke wilayah tetangganya, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.

Data Dinas Kesehatan (Diskes) NTB pada Selasa (19/2), untuk di Dompu, terdapat 709 warga yang digigit anjing, 702 warga sudah diberikan vaksin antirabies (VAR), 26 ekor anjing dinyatakan positif rabies, dan enam warga meninggal dunia. Sementara di Kabupaten Sumbawa, 21 warga dilaporkan digigit anjing dan seluruhnya telah diberikan VAR, enam anjing dinyatakan positif rabies, dan tidak ada korban meninggal dunia. Yang terbaru, Kabupaten Bima di mana 19 warganya dilaporkan digigit anjing dan seluruhnya telah diberikan VAR, belum ada anjing yang dinyatakan positif rabies, serta tidak ada korban meninggal dunia.

Kepala Diskes NTB Nurhandini Eka Dewi mengaku sudah mengeluarkan surat edaran nomor 443.33/33/P3KL/1/Dikes/2019 tentang kewaspadaan rabies. "Diskes NTB bersama Kemenkes telah turun langsung melihat perkembangan kasus gigitan HPR dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di NTB untuk meminimalisir kasus gigitan HPR," ujar Eka di Mataram, NTB, Selasa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2InhXIl
February 20, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2InhXIl
via IFTTT

Tuesday, February 19, 2019

El Baradei Khawatir Langkah Presiden Mesir al-Sisi

Perubahan konstitusi dinilai hanya untuk melanggengkan kekuasaan Sisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Rencana Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, dan para pendukungnya di parlemen untuk melakukan amandemen konstitusi mengundang kekhawatiran berbagai pihak. Al-Sisi dan pendukungnya berupaya melakukan perubahan konstitusi negara itu dengan memperpanjang masa jabatan presiden menjadi enam tahun, dari sebelumnya empat tahun.

Banyak kalangan yang mengkhawatirkan Sisi semakin memperkuat kekuasaan otoriternya dan mengabadikan dominasi militer di negara ini. Jika amandemen konstitusi terwujud, kekhawatiran muncul bahwa Sisi akan memiliki kekuatan untuk menunjuk hakim dan jaksa penuntut umum di negara itu.

Sementara itu, pengadilan tinggi juga dinilai akan diperlemah kemampuannya untuk memeriksa rancangan undang-undang. Militer yang dinyatakan amandemen sebagai 'wali' dan 'pelindung' konstitusi Mesir, akan mengendalikan penunjukan menteri pertahanan.

Politisi oposisi di pengasingan, Mohamed El Baradei, menanggapi hal tersebut melalui jejaring sosial Twitter. El Baradei sebelumnya mengundurkan diri dari wakil presiden setelah pasukan keamanan al-Sisi menewaskan lebih dari 800 pengunjuk rasa pada 2013.

"Proyek untuk mengubah konstitusi #Mesir berlangsung dan dalam kecepatan penuh. Musim Semi Arab terbalik!" kata ElBaradei, seperti dilansir di The New York Times, Selasa (19/2).

Dalam sebuah surat, 10 kelompok hak asasi manusia Mesir memperingatkan bahwa amandemen itu akan memungkinkan Sisi mempertahankan kekuasaan seumur hidup dan menjalankan kekuasaan secara sepihak.

Faktanya, di bawah kepemimpinan Sisi, Pemerintah Mesir telah memenjarakan puluhan ribu oposisi. Selain itu, rezim Sisi juga melarang ratusan situs web dan melakukan kontrol ketat terhadap pengadilan.

Menurut kelompok-kelompok HAM, media berita hampir seluruhnya berada di bawah kendali pemerintah. Sementara penyiksaan dianggap hal biasa di penjara-penjara Mesir.

Namun, adapula warga Mesir lainnya yang seolah kurang peduli dengan perubahan konstitusi tersebut. Seorang penjaga toko di Kairo, Daniel (31), tampaknya pasrah dengan keadaan.  "Saya benar-benar tidak peduli. Lagipula Sisi akan tetap berkuasa, amandemen atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, para diplomat di Mesir mengatakan, anggota parlemen oposisi telah diperingatkan untuk meredam kritik publik terhadap amandemen tersebut. Menentang Sisi berarti siap mengambil risiko.

Tiga pesaing Sisi di pemilihan umum tahun lalu masih dipenjara hingga kini. Sementara pekan lalu, pengadilan Mesir telah memenjarakan 26 anggota yang diam-diam melakukan kampanye akar rumput menentang pemilihannya kembali.

Salah satu dari sedikit anggota parlemen yang berbicara secara terbuka menentang perubahan, Haitham Elhariri, mengatakan kepada parlemen bahwa mereka melanggar konstitusi inti dan martabat warga Mesir.  "Kebanyakan orang menghormati dan menghargai angkatan bersenjata. Tapi saya keberatan jika mereka memasuki ruang politik," kata Elhariri.

Sejumlah kelompok HAM memperingatkan bahwa pemerintah Sisi akan merusak independensi peradilan di Mesir. Michael Page dari Human Rights Watch mengatakan, pemerintah Sisi didorong oleh berlanjutnya kebungkaman sekutu-sekutunya.

"Jika AS, Inggris, dan Prancis ingin menghindari konsekuensi destabilisasi dari membudayakan kekuasaan otoriter di Mesir, mereka harus bertindak sekarang," ujar Page.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XkA7ho
February 19, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XkA7ho
via IFTTT

Thursday, February 7, 2019

In Picture: Peredaran Obat Tanpa Izin

Polda Metro Jaya berhasil menangkap tujuh orang tersangka beserta barang bukti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah tersangka diperlihatkan saat rilis kasus tindak pidana bidang kesehatan dan perlindungan konsumen terhadap pelaku usaha yang mengedarkan obat-obatan tanpa ijin edar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/2).

Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap tujuh orang tersangka beserta barang bukti berupa 7.797 butir obat Tramadol, 4.116 butir obat Hexymer, 20 butir obat Alprazolam, 440 butir obat Trihexphenidyl, 630 butir obat Double LL beserta uang hasil transaksi senilai Rp 5,67 juta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gftes7
February 07, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gftes7
via IFTTT

Wednesday, February 6, 2019

Menteri ATR Yakin Pendaftaran 9 Juta Bidang Tanah Tercapai

Sofyan yakin kinerja tahun ini akan kembali melampaui target seperti tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil optimistis bisa mencapai target pemetaan, pengukuran, dan pendaftaran 9 juta bidang tanah pada 2019. Bahkan, Sofyan menyebut, kinerja tahun ini akan kembali melampaui target seperti tahun lalu.

"Untuk tahun ini saya yakin bisa lampaui target. Berapa jumlahnya saya belum bisa pastikan tapi saya yakin bisa mencapai 10 juta bidang tanah," kata Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2).

Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL), BPN berhasil mencapai target pendaftaran sejumlah 9,3 juta bidang tanah atau sebesar 133 persen dari target 2018. Kendati demikian, dari jumlah tersebut baru 6 juta bidang yang memenuhi syarat untuk mendapat sertifikat.

Sofyan menjelaskan, pemberian sertifikat tanah harus memenuhi syarat ketentuan yang berlaku. Tanah yang belum tersertifikat, di antaranya masih memiliki perkara di pengadilan, tanah yang subjek atau objeknya tidak memenuhi syarat, atau bidang tanah yang sudah bersertifikat namun belum tersedia Peta Bidang Tanah (PBT) dan perlu penyesuaian menjadi PBT berkoordinat global.

Sofyan mengatakan, upaya yang akan dilakukan pada 2019 adalah dengan mempercepat transformasi pelayanan berbasis teknologi digital.

"Kita juga akan tingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) supaya bisa berstandar dunia," kata Sofyan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TB4zBm
February 06, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TB4zBm
via IFTTT

Sunday, January 27, 2019

Upaya Menekan Defisit APBN di 2019 Dinilai Berat

Berat karena harga minyak dunia kemungkinan tertekan dibanding tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya pemerintah menekan defisit APBN demi mengurangi utang, dinilai akan menghadapi tantangan berat dibanding 2018. Hal ini karena harga minyak dunia akan tertekan dan lebih rendah dibanding tahun lalu.

Peneliti dari Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi tahun ini ada tantangan di sisi penerimaan APBN dibandingkan tahun lalu. Hal ini, menurut dia, karena harga minyak dunia mungkin akan tertekan dan lebih rendah daripada tahun lalu.

"Sehingga, tidak ada windfall profit dari kenaikan harga minyak seperti tahun lalu," kata Eric ketika dihubungi Republika, Ahad (27/1).

Untuk diketahui, pendapatan negara berhasil melampaui target APBN 2018. Realisasi pendapatan negara berhasil mencapai Rp 1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari target. Dengan kinerja pendapatan negara yang berhasil melampaui target, defisit APBN 2018 berhasil ditekan mencapai Rp 259,9 triliun atau 1,76 persen terhadap PDB. Angka itu lebih rendah dari target defisit dalam APBN 2018 yang sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19 persen terhadap PDB.

Sementara, kondisi pada 2019 diprediksi akan berbeda. Eric menyampaikan, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dapat menekan harga minyak dari sisi permintaan. Sementara, menurutnya, produksi minyak bisa mengalami kelebihan suplai jika AS terus menggenjot produksi dan negara-negara anggota OPEC tidak memegang komitmen membatasi produksi.

Bagi pemerintah, kata Eric, akan lebih mudah untuk mencapai target defisit APBN dengan mengendalikan sisi belanja. Ini karena dari sisi penerimaan lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.

"Efisiensi belanja pegawai dan belanja barang perlu ditingkatkan lagi, selain juga menggenjot penerimaan pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," kata Eric.

Jika realisasi defisit lebih kecil dari target akibat penerimaan meningkat, menurutnya,  hal ini positif untuk kinerja fiskal. Namun, jika hal itu terjadi akibat belanja yang tidak terserap optimal berarti daya dorong APBN pada pertumbuhan ekonomi tidak optimal. 

Sementara, jika realisasi defisit di atas target APBN, maka kebutuhan pembiayaan semakin besar. Untuk menutup defisit tersebut, kata Eric, kemungkinan perlu dilakukan penambahan utang.

Menurut Eric, saat ini pemerintah perlu mengurangi penarikan utang. Hal ini lantaran porsi kepemilikan asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) adalah 37 hingga 38 persen.

"Walau banyak dana asing yang masih betah di SBN karena imbal hasil yang relatif tinggi, tapi tetap saja ada risiko arus modal keluar yang bisa menekan rupiah," kata Eric.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2B1HQHl
January 27, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2B1HQHl
via IFTTT

Pelindo III Tanam 50 Ribu Bibit Bakau di Pelabuhan Benoa

Penanaman guna menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pelindo III bersama institusi maritim Pelabuhan Benoa dan warga sekitar, mengadakan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman 50 ribu bibit bakau di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Penanaman tersebut dilakukan guna menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau.

"Pelindo III akan kembali mengadakan penanaman tanaman bakau secara bertahap di hutan pesisir kawasan Pelabuhan Benoa. Berikutnya juga akan dilakukan perawatan dan pengawasan, agar dapat tumbuh dengan baik,” kata EO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra melalui siaran persnya, Ahad (27/1).

Eka optimistis dapat mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan tersebut. Apalagi, sudut-sudut lahan yang potensial untuk dihijaukan di kawasan pelabuhan tersebut, cukup luas. Penanaman bakau perdana ini pun dilaksanakan secara menyebar di Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang seluas 17,2 hektare.

"Sejumlah spesies bibit bakau yang disediakan yaitu jenis Mukronata, jenis Bulgoera, dan jenis Apikulata. Selain itu dukungan instansi maritim dan dukungan warga juga menggembirakan sekali,” kata Eka.

Eka menjelaskan, rencana Pelindo III mengembangkan Pelabuhan Benoa sebagai gerbang laut masuknya turis mancanegara ke Bali, tidak bisa dilepaskan dari pelestarian lingkungan sekitar pelabuhan. Karena dalam industri pelayaran pariwisata kapal pesiar, tentunya selain faktor keamanan yang harus kondusif, faktor kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan juga menjadi perhatian.

"Karena sangat mempengaruhi kualitas kesehatan dan keindahan pelabuhan itu sendiri. Karena itu Pelabuhan Benoa terus dikembangkan dengan konsep pelabuhan ramah lingkungan, agar bisa berkelanjutkan dalam memberikan manfaat ekonomi ke masyarakat dan pariwisata Bali,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Th3Gho
January 27, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Th3Gho
via IFTTT