Pages

Showing posts with label 2019 at 08:32PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:32PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Gubernur NTB Imbau Warga Bijak Gunakan Sosial Media

Harus bijak dengan sosial media, jangan belum apa-apa dishare.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menghargai proses demokrasi melalui pemilu yang sedang berlangsung. Zul menyampaikan proses demokrasi harus dihormati meski tak menampik jika masih ada kekurangan yang terjadi. "Sebagai warga negara yang baik, kalau ada ketidakpuasan, kita punya saluran yang konstitusional," ujar Zul di Islamic Center NTB, Mataram, NTB, Rabu (22/5).

Zul mengaku bersyukur kondisi di NTB masih kondusif. Dia berharap peristiwa yang terjadi di Jakarta tidak merembet ke daerah-daerah lain, termasuk NTB. "Di NTB alhamdulilah terkendali baik, ada ketidakpuasan, ada kecurangan dirasakan tapi kalau kita dengan jalur konstitusi yang benar insya Allah aman," kata Zul.

Zul juga mengimbau masyarakat NTB untuk lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Zul menilai ketidakakuratan informasi yang disebar di sosial media kerap memicu orang lain untuk bertindak tidak pada semestinya.

"Kita harus bijak dengan sosial media, jangan belum apa-apa dishare, Kami dari NTB mengajak semuanya cooling down, berpikir jernih, mudah-mudahan tidak ada korban jiwa lagi," ungkap Zul.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M0pkXZ
May 22, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M0pkXZ
via IFTTT

Sunday, May 19, 2019

Jokowi tak Pantau Real Count KPU

Ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pihak yang kalah dalam pemilu serentak 2019 pasti tidak puas. Namun, ia mengingatkan, ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

"Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi," kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Jakarta, Ahad (19/5).

Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan merebaknya isu gerakan massa yang disebut people power jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Gerakan itu menyebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," tambah Presiden.

Dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Ahad (19/5), yang sudah masuk berasal dari 727.652 TPS (89,46 persen dari total 813.350 TPS pada Pemilu 2019 menunjukkan pasangan nomor urut 01 yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapatkan 76.429.387 suara (55,76 persen) sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subinato dan Sandiaga Uno memperoleh 60.641.127 suara (44,24 persen). Artinya, Jokowi-Ma''ruf unggul 15.788.260 suara dari Prabowo-Sandi.

Presiden mengaku tidak memantau real count KPU. "Ndak (memantau), tahu-tahu nanti ditetapkan, kan sudah jelas," ungkap Presiden sambil tertawa.

Presiden juga menilai hanya KPU yang berhak menentukan hasil pemilu 2019 nanti. "Kita ini sudah menyelenggarakan pemilu bukan sekali dua kali kan? Dan prosesnya itu sudah jelas, 17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU, yang menang sudah ditetapkan ya itulah keputusan dari penyelenggara pemilu yaitu KPU," tegas Presiden.

Ia pun meminta agar semua pihak mengikuti mekanisme konstitusional tersebut. "Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti," tegas Presiden.

Terkait sejumlah teroris yang diamankan oleh Densus 88 dan diketahui mereka ingin melakukan serangan ke KPU pada 22 Mei 2019, Presiden menilai hal itu merupakan tugas pihak kepolisian. "Ya namanya teroris ya ditangkap, masa dibiarkan, kan dalam keamanan negara kan? Tapi itu urusan polisi dan TNI lah," tambah Presiden.

Sebelumnya, Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap jaringan teroris dari Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot di Cibinong, Bogor, berencana melakukan aksi teror di KPU pada 22 Mei 2019. Mereka rencananya meledakkan enam bom di gedung KPU dan tergolong memiliki daya ledak tinggi.

Sasaran pertama adalah toghut, artinya mereka akan menyasar aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas. Sasaran kedua, seperti juga JAD Lampung, JAD Bekasi, maupun JAD Jawa Tengah, mereka ingin menyusupi kerumunan massa 22 Mei 2019 yang akan datang di depan KPU.

Total pihak kepolisian sudah mengamankan 68 orang terduga teroris sepanjang 2019, termasuk 29 tersangka yang ditangkap selama bulan Mei 2019 ada 18 tertangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung. Sementara itu, 11 tersangka lain ditangkap di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang, dan Madiun. Dari 11 tersangka tersebut, sebanyak 9 terduga teroris merupakan anggota aktif JAD.

Polisi tetap memperhitungkan kemungkinan yang terjadi pada 22 Mei 2019 ditambah melakukan antisipasi keamanan termasuk dengan melakukan preventive strike (penangkapan).

Buka bersama Partai Golkar tersebut antara lain dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta fungsionaris Golkar lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVTZXq
May 19, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WVTZXq
via IFTTT

Sunday, April 14, 2019

Karo Menjadi Sentra Penyangga Cabai

Cabai menjadi komoditas unggulan di Sumatra Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kabupaten Karo, salah satu wilayah Sumatra Utara, digadang - gadang menjadi sentra penyangga hortikultura khususnya aneka cabai. Pengembangannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera saja, namun direncanakan untuk mengisi pasar cabai luar negeri.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab saat dihubungi, Ahad (14/4), mengatakan bahwa persediaan aneka cabai di Pulau Jawa sudah relatif stabil. Pihaknya akan menggarap produksi cabai di luar Jawa agar mampu mandiri cabai. 

“Jadi, wilayah Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan nantinya tidak perlu lagi tergantung pada pasokan dari Jawa. Selain penyeimbang kawasan cabai antara Jawa dan Luar Jawa, tantangan kita adalah bagaimana budidaya cabai dilakukan secara efisien dan ramah lingkungan," ucap Ismail.

Agribisnis cabai saat ini tidak lagi sekedar tanam lalu jual. Cabai membutuhkan standar kualitas produk, apalagi untuk wilayah pengembangan baru. 

Karena itu pihaknya menggencarkan bimbingan teknis langsung ke wilayah sentra produksi. Tujuannya mengajak petani dan petugas memperbaiki tatacara produksinya menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Swasembada cabai

Plh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatra Utara, Baharuddin, menjelaskan wilayahnya saat ini sudah mampu swasembada cabai bahkan surplus. 

Jumlah penduduk Sumatra Utara pada 2017 mencapai 14,3 juta jiwa. Dalam setahun dibutuhkan pasokan cabai besar sebanyak 49.953 ton dan cabai rawit 42.045 ton. “Sedangkan produksi cabai besar Sumatera Utara sudah mencapai 159.131 ton dan cabai rawit 31.727 ton. Jadi kami sudah surplus produksi 98.860 ton," beber Baharuddin.

Meski secara agregat setahun telah surplus, Baharuddin mencatat masih ada tantangan produksi cabai yang belum merata sepanjang tahun dan usaha budidayanya sebagian masih bersifat tradisional atau turun temurun. 

"Untuk itu diperlukan intensifikasi lahan dengan penerapan teknologi budidaya tepat guna, pengaturan pola tanam agar pasokan dan produksi tersedia sepanjang tahun. Kami sepakat bahwa analisa produksi menjadi dasar yang penting dalam pengembangan kawasan cabai di Sumatera Utara," katanya antusias.

Salah satu peserta acara asal Karo, Licinius Tarigan menyatakan tekadnya menjadikan Karo sebagai penyuplai cabai khususnya cabai keriting terbesar di Pulau Sumatera bahkan luar negeri.

Petani Karo saat ini, kata Licinius, telah mampu memproduksi cabai keriting varietas temper ungu dan temper hijau yang produktivitasnya tinggi. Budidayanya sudah dikelola secara efisien, aman dikonsumsi dan ramah lingkungan. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Hortikultura yang sudah membantu kami melalui bimbingan teknis dan alokasi kegiatan pengembangan kawasan. Berkat dukungan pemerintah, kami bisa berkembang dan makin mandiri," ucap Tarigan semangat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UzthXr
April 14, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UzthXr
via IFTTT

Monday, April 8, 2019

Kemendes PDTT Sosialisasi Pengawalan Dana Desa di Sulsel

Kemendes gandeng kejaksaan mengawal dana desa melalui program Jaga Desa.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Kejaksaan Agung melakukan sosialisasi pengawalan dana desa di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/4). Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Bali.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi, mengatakan sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk menyamakan persepsi antara Kemendes PDTT dan kejaksaan terkait pengawalan dana desa. Menurutnya, kesepahaman persepsi tersebut diperlukan, mengingat dana desa menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

“Kenapa ajak kejaksaan, kita sama-sama kepanjangan tangan presiden. Presiden mendapat tugas pemerintahan berupa pembangunan. Kita ingin pembangunan desa sesuai koridor dan sesuai yang dituju. Untuk itu kita perlu pendamping, perlu pengawal. Mereka (perangkat desa) kalau tidak didampingi, tidak dikawal, ini nanti jadi bisa berurusan (hukum),” ujarnya.

Terkait pengawalan, Kejaksaan dalam hal ini akan membantu mendampingi kepala desa mulai dari tahap merancang Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), tahap penyaluran, pelaksanaan, hingga pelaporan dana desa. Kerja sama tersebut direalisasikan kejaksaan melalui program Jaga Desa.

“Kejaksaan sudah punya program Jaga Desa. Ini terobosan bagaimana kejaksaan benar-benar menjadi mitra desa dalam program dana desa,” ujarnya seperti dalam siaran persnya.

Menurut Sanusi, dana desa hingga saat ini telah berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat perdesaan. Hal tersebut dilihat dari keberhasilan pemerintah dalam menurunkan angka stunting dari 37 persen padatahun 2013 menjadi 30 persen pada tahun 2018.

Selain itu, pendapatan masyarakat desa juga meningkat dari Rp 500 ribu per kapita pada tahun 2013 menjadi Rp 800 ribu per kapita pada tahun 2018. Hal tersebut dikarenakan fasilitas sosial dasar perdesaan bertambah signifikan, seperti klinik desa, Posyandu.

"Karena ini tidak hanya untuk Balita, tapi juga untuk lansia. Ada PAUD juga dan ragam infratsruktur dasar lainnya yang berhasil terbangun,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Direktur B Jam Intel Kejaksaan Agung RI, Yusuf mengatakan, Kejaksaan Agung telah memetakan titik-titik lemah terkait perencanaan, pengelolaan, pengelolaan, dan penyaluran dana desa. Pemetaan inilah yang menjadi acuan bagi kejaksaan dalam melakukan pengawalan dana desa. Menurutnya, pengawalan yang dilakukan sejak tahap perencanaan tersebut dilakukan, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan.

“Asumsi jaksa, dengan naluri penyidikannya, kalau ada terindikasi akan adanya penyelewengan, itu cepat sekali terdeteksi. Kita akan ingatkan sejak dini agar tidak terjadi penyelewengan,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I65iZg
April 08, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I65iZg
via IFTTT

Friday, April 5, 2019

Mahasiswa UBSI Antusias Sambut dr Gamal Albinsaid

Kegiatan ini memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 205 mahasiswa antusias menyambut dr  Gamal Albinsaid di acara seminar dan talk show tokoh milenial yang diselenggarakan di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng,  Jalan Kamal Raya nomor 18, Cengkareng,  Jakarta Barat,  Rabu (27/3).

“Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama UBSI dengan  Forum Akademisi Indonesia (FAI) dan media partner milenianews.com. Kegiatan ini  juga menjadi salah satu acara dalam rangkaian memperingati HUT UBSI ke-31 yang bertujuan memberikan pengetahuan dan memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda,” papar Rektor UBSI, Dr Moch  Wahyudi, melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (5/4).

Ia menambahkan, antusiasme  mahasiswa UBSI pada acara ini dapat dilihat dari awal acara dibuka hingga acara ditutup. Mahasiswa UBSI pun memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan apresiasi atas materi yang diberikan oleh dr  Gamal.

Salah satu mahasiswa yang mengapresiasi acara ini, yakni Sifa Mudrika. Ia  mahasiswi Prodi Administrasi dan Bisnis UBSI Cengkareng. Menurutnya, acara ini berjalan dengan baik, dan nara sumber yang dihadirkan juga berkelas internasional sehingga ia merasa sangat antusias mengkuti acara ini hingga akhir.

"Acaranya sangat keren, pembicaranya bagus, dan diskusinya menyenangkan. Seminar dan talk show ini menampilkan  tokoh milenial yang berprestasi internasional. Pemaparan pematerinya mengenai kepedulian sosial yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur juga sangat menarik. Ia pun meminta kami bahwa apapun cita-cita kami, kami  tetap harus menumbuhkan jiwa sosial di manapun," katanya saat diwawancarai usai acara.

Selain itu ada juga Ayu,  mahasiswi UBSI yang juga hadir mengungkapkan bahwa ia sangat termotivasi dari kisah perjalanan sukses  dr Gamal.

“Kisah perjalanan dr  Gamal sangat memotivasi saya. Walaupun ia beberapa kali gagal di usaha yang digelutinya, ia tetap pantang menyerah. Hasilnya,  ia sekarang memiliki banyak usaha di bidang kesehatan,” tambah Ayu.

Selain itu Ayu juga berharap UBSI yang memiliki banyak program studi dapat terus mengadakan acara seperti ini agar mahasiswa terus termotivasi meraih apa yang dicita-citakan.

“Selain kampus memiliki BEC (BSI Entrepreneur Center) dan BIC (BSI Inovation Center) untuk mendukung kami mengembangkan inovasi dan usaha kami, saya berharap UBSI akan terus memotivasi kami dengan mengadakan lagi acara seperti ini dan dengan mengundang lebih banyak orang-orang yang dapat menginspirasi kami,” tutup Ayu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2OO521w
April 05, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2OO521w
via IFTTT

Sunday, March 24, 2019

Indonesia Tanpa Wakil di Final Orleans Masters 2019

Indonesia harus mengakui keunggulan Prancis dan Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia belum berhasil mengirimkan wakil ke babak final Orleans Masters 2019. Langkah dua atlet Tanah Air yang berlaga di babak empat besar mesti terhenti. Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati ditundukkan Ronan Labar/Anne Tran (Prancis). Pertandingan itu berakhir dalam dua set, dengan skor 10-21, 12-21.

Sementara itu, pasangan ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga tak kuasa menahan laju pasangan Taiwan, Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang. Imanuela dan Ramadhanti menyerah usai berjuang tiga gim dengan skor 21-14, 18-21, 10-21.

"Sebetulnya kendala yang berat sekali sih tidak ada, tapi kami memang kecolongan di game kedua. Padahal saat itu kami sudah unggul cukup jauh. Di game ketiga, tenaga kami sudah mulai habis, pertahanan lawan pun semakin rapat dan sulit untuk ditembus," kata Agatha dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (24/3).

"Kami harus meningkatkan kekuatan pukulan kami, power nya harus ditambah lagi," tambah Agatha, ketika ditanya evaluasi penampilannya dengan Fadia.

"Tentu saja tidak puas dengan hasil ini karena kami mau masuk final dulu, tapi kami kemarin sudah mencoba yang maksimal," ujarnya.

Usai mengikuti turnamen Orleans Masters 2019, Fadia/Agatha direncanakan akan tampil di turnamen Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FwIVKb
March 24, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FwIVKb
via IFTTT

Monday, February 25, 2019

Latar Terjadinya Perang Bosnia (1)

Bosnia-Herzegovina cenderung berwatak majemuk dan demokratis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bosnia-Herzegovina merupakan sebuah negara di Semenanjung Balkan, Benua Eropa. Negara tersebut didiami tiga kelompok etnis utama, yakni Bosnia, Serbia, dan Kroasia. Pedalaman wilayah negara ini berbukit-bukit, serta dialiri banyak sungai. Ibu kotanya adalah Sarajevo.

Negara ini terkenal sekurang-kurangnya lantaran dua hal. Pertama, ia berpenduduk Muslim dengan jumlah yang cukup signifikan. Riset Houssain Kettani yang terbit pada International Journal of Environmental Science and Development (2010) menunjukkan, sebesar 43,8 persen dari total penduduk negara tersebut (3.781.274 jiwa) merupakan kaum Muslimin pada 2010. Persentase itu diprediksi stabil hingga tahun 2020 mendatang.

Selain soal demografis, Bosnia-Herzegovina juga dikenang lantaran Perang Bosnia yang berlangsung antara tahun 1992 dan 1995. Bagaimana latar terjadinya palagan tersebut, dapat ditelusuri sejak negara ini masih menjadi bagian dari Yugoslavia.

Baca juga: Mulanya Dakwah Islam di Bosnia-Herzegovina (5-Habis)

Sejak berdiri pada 1945, Yugoslavia merupakan gabungan dari enam republik, yakni Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Serbia, Montenegro, dan Makedonia.

Sepeninggalan tokoh pemersatu Yugoslavia, Josip Broz Tito, pada 4 Mei 1980, stabilitas politik di sana sulit terjaga. Kekacauan ekonomi pun membayang.

Pada awal 1980-an, sebanyak 20 persen penduduk Yugoslavia tanpa pekerjaan, sedangkan inflasi melonjak 45 persen. Skandal Agrokomerc pada 1987, umpamanya, menguak betapa korupnya basis finansial Yugoslavia. Hal itu tentu saja menyebarkan krisis kepercayaan di tengah rakyat.

Pergolakan dimulai dengan ulah presiden Serbia Slobodan Milošević yang mencaplok wilayah otonom Vojdovina dan Kosovo pada Maret 1989. Di tahun yang sama, tokoh nasionalis Kroasia, Franjo Tuđman, mendirikan Partai Uni-Demokratik Kroasia (HDZ).

Disintegrasi Yugoslavia secara resmi terjadi pada Selasa pagi, 23 Januari 1990, ketika Liga Komunis Yugoslavia bubar. Tiap republik pun dapat mengklaim kedaulatan masing-masing.

Bosnia-Herzegovina pada saat itu merupakan wilayah yang cukup bineka dibandingkan dengan republik-republik lain dalam federasi Yugoslavia. Masyarakatnya terdiri atas tiga etnis dominan, yakni Bosniak (Muslim), Serbia (Kristen Ortodoks), dan Kroasia (Katolik).

Demokrasi pun agaknya berjalan di negeri itu pasca bubarnya Liga Komunis Yugoslavia. Alija Izetbegovic dari Partai Aksi Demokratik (SDA) menjadi presiden Bosnia-Herzegovina pada November 1990.

Schuman dalam bukunya, Nations in Transition: Bosnia and Herzegovina (2004), memandang Izetbegovic sebagai politikus Muslim yang berjuang mempertahankan keberagaman etnis untuk persatuan negerinya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SpZDxK
February 25, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SpZDxK
via IFTTT

Sunday, February 24, 2019

Surabaya Bhayangkara Samator Juara Proliga 2019

SBS mengalahkan BNI 46 di Grand Final Proliga 2019 di GOR Amongrogo Yogyakarta, Ahad.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator (SBS)  memastikan gelar ketujuh mereka di kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia, Proliga.  SBS mengalahkan BNI 46 di Grand Final Proliga 2019 di GOR Amongrogo Yogyakarta, Ahad (24/2).

SBS berjaya setelah bertarung selama empat set. Hasil akhir 3-1 (23-25, 25-20, 26-24, 25-17) untuk tim asuhan Ibarsjah Danu.     

"Juara itu selalu di akhir. Kalimat itulah yang selalu kami sampaikan ke pemain untuk memompa semangat mereka bertanding. Tidak perlu mengingat hasil pertandingan sebelum-sebelumnya apalagi untuk mencapai grand final tidak mudah," kata Ibarsjah usai pertandingan.   

Pada pertandingan tersebut, SBS terlebih dulu tertinggal di set pertama. Ibarsjah mengatakan, kekalahan di set pertama lebih banyak disebabkan faktor mental pemain karena tampil di grand final.   

Namun, SBS dapat membalikkan keadaan dan merebut tiga set berikutnya. SBS memanfaatkan hasil analisa aplikasi statistik yang sudah diterapkan tim.

"Aplikasi ini sangat membantu karena kami bisa mengetahui kelemahan apa saja yang harus diperbaiki di set-set berikutnya. Apalagi, kemampuan pemain dari kedua tim tidak terlalu berbeda," katanya.   

Meskipun demikian, tim BNI 46 sempat berusaha melakukan serangan intensif pada set ketiga. BNI 46 yang sempat tertinggal di awal set ketiga mampu menyamakan kedudukan 16-16. Perolehan skor berjalan ketat hingga menjelang akhir set ketiga, namun servis dari Rendy Tamamilang yang tidak mampu dikembalikan lawan memastikan keunggulan Samator.   

Sedangkan pada set keempat, pertandingan berlangsung berat sebelah karena tim SBS semakin percaya diri dan terus menekan. Sementara BNI 46 tidak berkutik untuk mengembangkan pola permainannya.   

Pelatih BNI 46 Samsul Jais mengatakan, set pertama anak asuhnya mampu membangun serangan dengan menerapkan servis dan penerimaan bola yang baik. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dipertahankan pada tiga set berikutnya sehingga Samator mampu keluar dari tekanan dan bermain baik.   

"Saat servis atau receive serta blok tidak bisa dilakukan dengan baik, maka serangan tidak akan terbangun. Serangan kami tidak mematikan dan saat kami diserang tidak bisa bertahan," katanya.   

Samsul mengatakan, berupaya untuk mengubah strategi pada set ketiga. Namun, tetap tidak bisa berjalan dengan baik karena servis dan receive pemain tidak baik.    Atas kemenangannya di Proliga 2019, Samator akan mewakili Indonesia pada kejuaraan Asia yang akan digelar di Taiwan pada April.     

Selain memastikan gelar juara ketujuh, pemain dan pelatih Samator juga memperoleh penghargaan sebagai pemain dan pelatih terbaik, yaitu Rendy Tamamilang serta Ibarsjah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GXd6v2
February 24, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GXd6v2
via IFTTT

Prabowo Didampingi Rachmawati Kunjungi Ponpes Shiddiqiah

Prabowo berkunjung ke ponpes bukan untuk kampanye, melainkan silaturahim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiah di Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, Ahad (24/2). Prabowo yang didampingi putri presiden pertama RI, Rachmawati Soekarnoputri, langsung disambut pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiah, KH Muhammad Muchtar Mu’thi.

"Alhamdulillah kita bisa bersilahturahmi di Pesantren Shiddiqiah. Mudah-mudahan kita menjadi umat yang selamat dunia akhirat. Kita melakukan ibadah pada siang hari ini yakni ibadah Silahturahmi," kata wakil pengasuh Pondok pesantren Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiah, Shofwatul Ummah dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (24/2).

Rachmawati dalam pidatonya mengungkapkan dirinya sudah sangat lama ingin berkunjung dan bertemu dengan Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi di Ponpes Shiddiqiah. Sebab, Rektor Universitas Bung Karno Soenarto Sardiatmodjo merupakan murid dari Kyai Muchtar.

"Saya mendengar bahwa pimpinan Ponpes ini seorang muslim patriotik nasionalis. Dan terlebih lagi beliau paham sekali ajaran Bung Karno," kata wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

Sementara itu Prabowo mengungkapkan rasa terima kepada keluarga besar Pondok Pesantren Shiddiqiah atas sambutan yang diberikan kepadanya beserta rombongan. Prabowo menegaskan kedatangan dirinya bukanlah untuk meminta dukungan lantaran tidak diperkenankan menurut aturan KPU.

"Karena itu saya akan patuh dan taat kepada aturan. Saya tidak boleh kampanye karena itu saya datang ke sini tidak minta dukungan dari pesantren ini, para ulama saya memandang sebagai guru, para Kiyai guru besar, karena itu janganlah kita menarik-menarik guru-guru besar kita untuk kepentingan politik praktis, saya memandang Kiyai dan ulama milik semua golongan dan Pesantren ini adalah milik semua golongan," kata dia.

Kendati demikian, mantan Danjen Kopassus tersebut berharap perjuangannya saat ini mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Namun, Prabowo membantah dirinya melanggar aturan yang tidak memperbolehkan kampanye di pondok pesantren.

"Meski saya tidak meminta dukungan, tetapi dalam hati saya yang paling dalam saya berharap dukungan boleh dong. Tolong di catat baik-baik ya saya tidak minta dukungan tetapi hanya berharap, semoga perjuangan kita di ridhoi Allah SWT," katanya menjelaskan. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tzwK8x
February 24, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tzwK8x
via IFTTT

Monday, February 18, 2019

Relawan BMH Kirim Bantuan untuk Korban Longsor di Mamuju

Mereka harus berjibaku dengan lumpur untuk sampai ke lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Musibah masih kerap menyapa ibu pertiwi. Kali ini bajir dan tanah longsor terjadi di Desa Sejati Tobadak 8 Mamuju Tengah,  Sulawesi Barat,  Kamis (14/2).

"Musibah tanah longsor yang terjadi  telah membuat beberapa rumah tenggelam. Sehingga , beberapa warga yang kehilangan tempat tinggal kini harus numpang di rumah warga yang lebih aman. Saat diupayakan penyelamatan, kondisi tidak memungkinkan, karena sekitar rumah tenggelam itu, semuanya lumpur," terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya yang baru saja kembali dari Desa Sejati, Senin (18/2).

BMH datang dengan perjuangan yang tidak ringan. Selain lokasi yang jauh dari Kota Mamuju, jalanan menuju lokasi penuh lumpur dan di beberapa titik juga tertimbun longsor.

Rahmat mengungkapkan, beberapa hari paska kejadian banjir dan tanah longsor, perekonomian Desa Sejati Tobadak 8 Mamuju Tengah hampir lumpuh. Ini karena pasokan logistik terkendala jalan utama  tertimbun longsor.

“Tidak tanggung-tanggung lebih dari enam titik longsor menutup ruas jalan utama, dan bahkan ada dua titik longsor yang diperkirakan oleh warga, masing masing panjangnya  lebih dari 100 meter,” ujarnya seperti dikutip rilis BMH yang diterima Republika.co.id, Senin (18/2).

Akhirnya seluruh warga dan kepala desa memutuskan melalui kembali jalan yang hampir tiga tahun tidak dilalui lagi. “Risikonya jarak makin jauh dan memutar. Selain itu juga sama kondisinya, penuh lumpur dan lubang," terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Jamal Sholeh yang berulang kali terjatuh dari motor karena licin akibat lumpur.

Dengan usaha keras yang tak kenal lelah, akhirnya relawan dan dai tangguh BMH berhasil menembus Desa Sejati. Warga menyambut bahagia bantuan yang dibawa dengan susah payah oleh BMH.

"Terima kasih, ini bantuan pertama yang kami terima. Kami sangat bersyukur, Ustaz Shodiqin, Ustaz Muhajir dan BMH datang kemari dan membawakan bantuan, padahal jalanan rusak parah,"  tutur Kepala Desa Sejati, Nurdin.

Tahap pertama BMH datang membawakan bantuan berupa logistik dan obat-obatan. Tahap selanjutnya BMH masih akan menyalurkan bantuan, terlebih Desa Sejati merupakan desa binaan BMH yang dibina oleh dua dai tangguh BMH, yaitu Ustaz Shodiqin dan Ustaz Muhajir.

"Di Desa Sejati ini kami akan dirikan Rumah Qur'an, tetapi sampai saat ini bahan belum bisa masuk karena faktor cuaca. Insya Allah, begitu cuaca bagus, pembangunan akan kami mulai dan dakwah di Desa Sejati dapat berjalan lebih baik," tutur Ustaz Shodiqin.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ImsWSa
February 18, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ImsWSa
via IFTTT

Friday, February 15, 2019

Panelis Jamin Pertanyaan Debat Capres tidak akan Bocor

Malam ini, panelis menyelesaikan seluruh soal untuk debat pada Ahad (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator debat kedua pilpres, Sudharto P Hadi memastikan pertanyaan untuk debat kedua pilpres tidak akan bocor kepada sejumlah pihak terkait. Malam ini, panelis menyelesaikan seluruh soal untuk debat pada Ahad (17/2).

"Insya Allah (tidak bocor). Karena kami sudah menandatangani pakta integritas. Jadi semua kan berkomitmen untuk bangsa," ujar Sudharto kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/2). 

Sudharto melanjutkan, panelis pun akan menyelesaikan seluruh soal tersebut malam ini. "Pertanyaan-pertanyaan sudah kita rumuskan ya kira-kira 70 persen hingga 80 persen yang kita finalisasi hingga malam ini," katanya.

Sudharto menyebut skema perumusan soal diinisiasi oleh KPU. Selain itu, para panelis juga menerima masukan dari berbagai instansi, baik pemerintah, swasta dan masyarakat sipil. Ia masih enggan mengungkapkan jumlah pertanyaan yang telah disusun untuk debat kedua. Sebab, panelis harus mencocokkan kumpulan pertanyaan dengan isu debat yang diusung.

Pihaknya juga mencermari perkembangan isu-isu terkini sebagai masukan tambahan. Nantinya,  pertanyaan tidak hanya mewakili kondisi terkini, tapi juga menyoal isu kritis yang perlu menjadi perhatian para calon pemimpin Indonesia ke depan.

Saat disinggung tentang penyelesaian soal debat yang sangat mendekati hari H pelaksanaan debat kedua, Sudharto mengkonfirmasi bahwa itu menjadi salah satu strategi untuk menghindari kebocoran soal. Namun, dia menegaskan bahwa seluruh panelis telah menyusun rancangan pertanyaan sejak pekan lalu.

"Itu hanya salah satu strategi. Dalam prosesnya, kami telah bekerja sejak sepekan lalu, baik berdiskusi maupun menerima dan mempertimbangkan berbagai masukan," tambah dia.

Seperti diketahui, ada tujuh orang panelis yang menyusun soal debat kedua pilpres. Tujuh orang panelis tersebut yakni Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) periode 2015-2019 Prof Joni Hermana, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria yang merupakan ahli pertanian dan ekologi manusia, ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Irwandy Arif, pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agustiawan, pakar lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Sudharto P Hadi, Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA) Dewi Kartika.

Debat kedua pilpres merupakan debat antarcapres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Dalam debat kedua, ada sejumlah tema yang akan dibahas, yakni energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup serta infrastruktur. Debat ini akan disiarkan oleh sejumlah kalangan stasiun televisi yakni televisi RCTI, GTV, MNC TV, dan iNews TV dengan moderator Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X5pizB
February 15, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X5pizB
via IFTTT

Riwayat tentang Syekh Abdul Karim, Ayahanda HAMKA (2)

Dialah yang memperkenalkan Muhammadiyah ke ranah Minang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Murni Djamal menulis artikel berjudul "The Origin of the Islamic Reform Movement in Minangkabau: Life and Thought of Abdul Karim Amrullah."

Di sana, dipaparkan bahwa Syekh Abdul Karim Amrullah pernah belajar tartil Alquran dengan Haji Muhammad Salih. Adapun ilmu tata bahasa Arab diperolehnya dari Haji Hud at-Tarusan dan Sutan Muhammad Yusuf. Kemudian, fiqih dan tafsir Alquran didapatnya dari ayahandanya sendiri, Syekh Muhammad Amrullah (kakek Buya Hamka).

Ayahanda Buya Hamka ini merupakan yang pertama memperkenalkan organisasi Muhammadiyah ke Sumatra Barat. Syekh Abdul Karim gemar berpergian ke luar Minangkabau, termasuk Malaya dan Jawa.

Dalam perjalanan ke Malaya, tutur Murni Djamal, Syekh Abdul Karim mendapat sambutan yang dingin dari masyarakat setempat. Penyebabnya, otoritas Islam di sana menganggap gaya mengajarnya kurang ortodoks.

Sebaliknya, di Jawa dia mendapatkan sambutan yang lebih bersahabat. Syekh Abdul Karim berjumpa dengan para pemuka Sarekat Islam (SI) dan Muhammadiyah.

Kesan persahabatan itu wajar muncul karena masing-masing pihak tahu keselarasannya. Sebagai contoh, antara Syekh Abdul Karim dan sang pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan terdapat kesamaan. Keduanya pernah berguru kepada Seykh Ahmad Khatib al-Minangkabawi di Masjidil Haram.

Membawa Muhammadiyah ke Minang

Sejak 1925, Muhammadiyah tumbuh dan berkembang dengan pesat di Minangkabau berkat rintisan Syekh Abdul Karim Amrullah. Buya Hamka dalam bukunya, Ayahku, menjelaskan hal itu.

Sebenarnya, Syekh Abdul Karim Amrullah pernah bertemu dengan HOS Tjokroaminoto pada 1917 di Jawa. Pemimpin SI yang berjulukan "Raja Jawa tanpa Mahkota" itu kemudian menawarkannya memimpin Sarekat Islam cabang Sumatra.

Namun, ayah Buya Hamka itu menolak tawaran tersebut. Sebab, kata Buya Hamka, dia tidak suka politik, sedangkan kala itu SI sedang aktif di ranah politik pergerakan. Syekh Abdul Karim lebih nyaman di dunia dakwah dan pendidikan saja, tetapi hal itu tidak berarti dirinya apatis terhadap politik. Toh cukup banyak murid-muridnya di Minangkabau yang terjun ke dunia politik. 

Dalam rangka menyemarakkan Muhammadiyah di Sumatra Barat, Syekh Abdul Karim Amrullah membawa kebaruan di sana. Mengikuti Kiai Ahmad Dahlan, dia merancang dan mempraktikkan metode-metode pengajaran Islam yang lebih modern.

Keberadaan surau sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan Islami direformasinya. Hasilnya antara lain Sumatra Thawalib. Itu merupakan wujud sistem sekolah yang banyak kemudian memunculkan kader-kader yang cerdas, kritis, dan berkiprah besar bagi pergerakan anti-kolonialisme.

Sebut saja, Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang kerap menyuarakan kecaman keras terhadap praktik-praktik penjajahan Belanda atas Pribumi. Syekh Abdul Karim Amrullah juga menyuarakan sikap anti-komunisme khususnya di Sumatra Barat.

Menurut Buya Hamka, sikap itu kian menguat sejak Syekh Abdul Karim Amrullah tamat membaca buku Arradu 'alad Dahriyin karya Jamaluddin al-Afghani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2S8yQGs
February 15, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2S8yQGs
via IFTTT

Thursday, February 14, 2019

Bawaslu Kaji Pamflet Ajakan Sholat Jumat Prabowo

Abhan menegaskan, tidak ada larangan untuk beribadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian terhadap pamflet ajakan ibadah shalat Jumat bersama capres Prabowo Subianto di Kota Semarang, Jawa Tengah. Abhan menegaskan, tidak ada larangan untuk beribadah kepada setiap orang termasuk capres.

"Kami sedang minta kepada Bawaslu Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pengkajian lebih lanjut dengan data-data yang diperoleh," ujar Abhan kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Selain itu, Bawaslu setempat juga akan melakukan kegiatan Prabowo di Semarang. Kegiatan shalat Jum'at Prabowo juga akan diawasi.

"Sudah otomatis di sana akan dilakukan pengawasan oleh daerah," kata Abhan.

Lebih lanjut Abhan menegaskan jika siapapun tidak dilarang untuk melakukan ibadah. Namun, dalam konteks pemilu, undang-undang menegaskan bahwa tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk berkampanye.

"Kalau ada kegiatan di tempat ibadah untuk kampanye itulah yang masuk pelanggaran. Tetapi harus dilihat, harus memenuhi unsur-unsurnya harus lihat kasusnya," tegas Abhan.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto berencana menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Kauman, Kota Semarang. Informasi tentang rencana ini diumumkan secara luas lewat pamflet yang tersebar di masjid, mushala, kampus di Semarang.

Selain memberitahukan agenda shalat Jumat, informasi tersebut juga menyampaikan undangan untuk mengikuti shalat Jumat bersama capres 02 itu. Informasi ini pun menjadi viral di media sosial.

Setekah itu, pihak Masjid Agung diduga mengadukan rencana ibadah salat Jumat ini ke Bawaslu Kota Semarang. Pasalnya, kegiatan ini dinilai bisa disalahgunakan untuk nuansa politis.

Sementara itu, beredar pula surat instruksi kepada DPC Gerindra Kota Semarang, caleg Gerindra Kota Sem, ketua dan pengurus PAC Gerindra Kota Semarang, ketua dan pengurus ranting serta kader dan simpatisan Gerindra untuk mengikuti shalat Jumat bersama Prabowo pada Jumat besok. Kegiatan ini dimulai pukul 10.30 WIB.

Dalam undangan itu, tidak diperbolehkan untuk menggunakan atribut kampanye. Instruksi ini disampaikan oleh DPC Partai Gerindra Kota Semarang tertanggal 12 Februari 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BwHkRV
February 14, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BwHkRV
via IFTTT

Saturday, February 9, 2019

Sandiaga Berjanji Bangkitkan UMKM Bengkulu

Pengusaha UMKM masih butuh perhatian lebih.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno berjanji akan membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu bila terpilih pada pemilihan presiden mendatang.

"Fokus kami Prabowo-Sandi yaitu memberdayakan UMKM sehingga tercipta lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Sandiaga Uno disela-sela kegiatan di Bengkulu, Sabtu (9/2). 

Menurut dia, saat ini pengusaha besar diberikan kemudahan dalam mengurus usahanya sedangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dinilai masih butuh perhatian. Padahal kata dia, sektor UMKM menciptakan lapangan kerja yang cukup besar di Indonesia. Oleh sebab itu, salah satu fokus Prabowo-Sandi yaitu memberdayakan UMKM sehingga tercipta lapangan pekerjaan dan ekonomi masyarakat membaik. 

Baca juga, Sandiaga Sambangi Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Ia pun menanggapi harga komoditas unggulan petani Bengkulu seperti kopi, sawit serta karet yang masih anjlok sehingga kondisi ini menjadi salah satu perhatian bila terpilih memimpin Indonesia bersama Prabowo Subianto.

Salah satu agenda Sandiaga di Bengkulu adalah mengunjungi pendukung di pasar tradisional Panorama, Kota Bengkulu. Menurut dia, dari banyak kunjungan ke pasar tradisional, masyarakat masih mengeluhkan mahalnya harga sembilan bahan pokok.

"Kami baru saja dari pasar Panorama, banyak yang menyampaikan Ibu menyampaikan harga-harga sebagian meningkat," katanya. 

Saat tiba di Kota Bengkulu, Sandi langsung menuju ke Pasar Panorama untuk menyapa emak-emak sekaligus mendengar aspirasi masyarakat yang berada di sana. Setelah dari Pasar Panorama, Sandiaga menuju ke Rumah Bung Karno untuk napak tilas serta ke gedung Persada Bung Karno guna bertemu dan berdialog dengan relawan Prabowo-Sandi di Bengkulu. 

Dirinya juga menyempatkan untuk shalat di Masjid Jamik Bengkulu yang merupakan masjid yang direnovasi oleh Bung Karno, Presiden RI pertama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tejlCP
February 09, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tejlCP
via IFTTT

Thursday, February 7, 2019

In Picture: Jokowi Bertemu dengan Ulama Se-Jadetabek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKRTA -- Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Kiai dan Habib se-Jadetabek di Istana Negara Jakarta, Kamis (7/2).

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan para ulama, kiai dan habib se-Jadetabek untuk menjalin silaturahim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UGZB6c
February 07, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UGZB6c
via IFTTT

Sunday, February 3, 2019

Kementan Canangkan Gerakan Gemar Tanam Buah-Sayuran Lokal

Kegiatan tanam buah dan sayuran dapat dilakukan di lahan skala luas dan di pekarangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mencanangkan gerakan gemar tanam dan konsumsi buah-buahan dan sayuran guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur. Dengan demikian berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, melalui festival hortikultura yang digelar kemarin, Sabtu (2/2), Kementan optimistis dapat mewujudkan program gerakan tanam dan konsumsi tersebut. Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi tinggi dalam pengembangan hortikultura yakni buah dan sayuran.

"Festival hortikultura sangat bagus, semua pelaku pertanian dan usaha kumpul di sini. Berbagai kegiatan dalam festival, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman, saya namakan gerakan tanam dan konsumsi sayuran dan buah lokal," kata Suwandi di Jakarta, Ahad (3/2).

Suwandi menjelaskan, kegiatan tanam buah dan sayuran di samping dalam hamparan lahan skala luas, juga tanam di kebun pekarangan bahkan untuk cabai dan sayuran lainnya bisa ditanam di teras rumah perkotaan dalam polibag.

Menurutnya, untuk mensukseskan program tanam dan konsumi buah dan sayuran, dapat juga melalui langkah nyata yakni dengan menghimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang pertanian, baik yang ada di pusat maupun daerah untuk tanam buah dan sayuran di kebun dan pekarangan rumahnya.

"Gemar mengonsumsi buah dan sayuran lokal kaya akan vitamin dan mineral untuk kesehatan dan stamina tubuh," ujarnya.

Dirjen termuda lingkup Kementan ini menyebutkan bantuan yang diberikan Kementan yakni dengan memfasilitasi benih buah dan sayuran serta sarana pendukungnya. Hasil panen buah dan sayuran diarahkan untuk diolah dalam berbagai macam jenis olahan dan diracik secara menarik sehingga digemari para generasi milenial.

"Misalnya buah durian, alpukat atau pisang diolah menjadi penganan seperti piza, kue kering, dodol, kripik serta aneka jus," tuturnya.

Untuk diketahui, pada Festival Hortikultura ini para kelompok wanita tani di Pandeglang sangat kreatif. Hal ini terlihat dari olahan makanan berbahan dasar dari buah - buahan lokal. Seperti puding, sosis, dodol, dan masih banyak lagi olahan makanan yang berbahan dasar buah - buahan yang disajikan.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyambut baik pencanangan program tanam dan konsumsi buah dan sayuran tersebut. Pasalnya, pengembangan hortikultura merupakan harapan besar bagi masyarakat Pandeglang karena banyak yang bergerak di sub sektor hortikultura khususnya buah dan sayuran.

"Kami punya semangat yang tinggi dan banyak belajar dari Kabupaten lain yang telah sukses. Jadi kita terus dorong dan akan ada pengelompokan daerah strategis dalam pengembangan hortikultura," tutur Irna.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UCLX4a
February 03, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UCLX4a
via IFTTT

Saturday, February 2, 2019

Modal Valencia Bertamu ke Markas Barcelona

Tiga kemenangan di tiga laga terakhir jadi titik balik kebangkitan Los Che.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Valencia menghadapi laga berat saat harus bertandang ke markas Barcelona dalam laga La Liga Spanyol pada Ahad (3/2) dinihari pukul 00.30 WIB. Meski demikian, Valencia memiliki modal penting dalam lawatannya ke kandang raksasa Spanyol tersebut.

Langkah Valencia pada awal La Liga musim ini memang kurang memuaskan. Hanya bisa memetik satu kemenangan dari 11 laga awal, Los Che bahkan sempat terpuruk di posisi ke-18 klasemen sementara. Namun, secara perlahan, peringkat keempat La Liga musim lalu itu berhasil memperbaiki performa.

Posisi Pasukan Kalelawar Hitam pun terus merangkak hingga mampu menempati peringkat ketujuh pada pekan ke-21 La Liga. Hal ini tidak terlepas dari dua kemenangan beruntun yang ditorehkan Daniel Parejo dan kawan-kawan. Termasuk kemenangan besar 3-0 atas salah satu rival terberat mereka, Villarreal, pada akhir pekan lalu.

Tidak hanya itu, seperti halnya Barcelona, Valencia juga mampu lolos ke babak semifinal Copa Del Rey dengan begitu dramatis. Sempat kalah 0-1 dari Getafe di leg pertama, Los Che akhirnya memperpanjang nafas di ajang Copa del Rey setelah menang 3-1 di leg kedua pada tengah pekan ini.

Pelatih Valencia, Marcelino, menyebut dua kemenangan beruntun ditambah keberhasilan melangkah ke babak semifinal Copa del Rey benar-benar mengubah sikap dan mentalitas tim secara keseluruhan. Tiga kemenangan di tiga laga terakhir di semua ajang, tutur Marcelino, dapat menjadi titik balik kebangkitan Los Che pada sisa musim ini.

''Sikap, keinginan, dan cara berpikir kami selalu berdasarkan kemenangan. Rentetan hasil positif di tiga laga terakhir berhasil kami raih,'' kata Marcelino seperti dikutip di laman resmi klub.

''Kondisi ini jelas berpengaruh besar pada psikologis, mentalitas bertanding, dan kepercayaan diri pemain,'' katanya. ''Kemenangan-kemenangan ini juga menciptakan nuansa positif di tim ini.''

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MKmTWg
February 02, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MKmTWg
via IFTTT

Sunday, January 20, 2019

2019, Kemenkop UKM Targetkan Pendirian 1000 Koperasi Baru

Sepanjang 2018 Kemenkop memfasilitasi Akta Pendirian 648 koperasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rulli Indrawan mengungkapkan, sepanjang 2018 lalu pihaknya telah memfasilitasi Akta Pendirian Koperasi sebanyak 648 akta koperasi. Untuk tahun ini, Kemenkop UKM mentargetkan akan ada 800-1000 pendirian koperasi baru.

"Namun, karena keterbatasan anggaran, kita hanya menganggarkan fasilitasi akta koperasi untuk 200 koperasi baru", kata Prof Rulli kepada wartawan di Jakarta berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id.

Prof Rulli menambahkan, fasilitasi akta pendirian koperasi bagian dari keberpihakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan koperasi, khususnya yang berasal dari usaha mikro. "Dalam pembuatan akta koperasi tersebut dikenakan biaya pembuatan akta oleh NPAK. Biaya itu dirasa memberatkan pelaku usaha mikro yang akan mendirikan koperasi, karena permodalan awal koperasi yang dibentuk usaha mikro masih sangat terbatas", imbuh Prof Rulli.

Oleh karena itu, kata Prof Rulli, Kemenkop UKM memandang perlunya program fasilitasi akta pendirian koperasi bagi pengusaha mikro. Juga agar pelaku usaha mikro dapat terbantu untuk mendirikan koperasi", kata Prof Rulli seraya menyebutkan bahwa bantuan dana yang diterima koperasi sebesar Rp2,5 juta untuk membayar notaris (NPAK).

Selain itu, lanjut Prof Rulli, pihaknya juga melakukan pendampingan kelompok pra koerasi untuk membentuk koperasi. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman perkoperasian kepada kelompok masyarakat yang akan mendirikan koperasi.

"Kegiatan ini bersifat multi years atau berkelanjutan setiap tahun. Tahun 2019 ini kita targetkan pendampingan kelompok pra koperasi bagi 500 kelompok pra koperasi", tandas Prof Rulli.

Lebih dari itu, jelas Prof Rulli, memasuki tahun 2019 ini kinerja Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) akan ditingkatkan peran dan fungsinya melalui beberapa pendekatan. Pertama, terkait dengan pembangunan database yang akan merekam seluruh aktifitas PPKL. "Sampai 2018, jumlah PPKL sebanyak 1.035 orang yang tersebar di 33 provinsi dan 272 kabupaten/kota", kata Prof Rulli.

Kongkritnya, kegiatan penyuluhan dan pemasyarakatan koperasi akan diinput PPKL ke dalam website ( www.ppklkemenkop.id), sehingga seluruh pelaporan PPKL akan tersimpan dengan baik. "Melalui website ini juga akan terbangun profil koperasi binaan yang memungkinkan terjadinya kolaborasi antara koperasi", imbuh Prof Rulli.

Pendekatan kedua, posisi PPKL diperkuat sebagai aktivator koperasi yang mencakup aktifitas memberikan informasi (informator), melakukan pendataan (enumerator), melakukan pendampingan (mentor), memberikan semangat (motivator), dan menjadi media penguhubung (kolaborator).

"Di era ekonomi digital saat ini, para PPKL akan menggunakan handphone dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Selain mereka akan membangun database rekam jejak aktifitas penyuluhan dan rekam jejak koperasi binaan, para PPKL juga akan melakukan aktifitas melalui media sosial seperti FB, Twitter, Instagram, dan YouTube. Sehingga, branding koperasi dilakukan dan terangkum dalam akun bersama yang bernama penyuluh koperasi", papar Prof Rulli.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W784kF
January 20, 2019 at 08:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W784kF
via IFTTT