Pages

Showing posts with label 2018 at 04:19PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:19PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

PSSI Diharapkan Kooperatif pada Satgas Antimafia Bola

Pengamat yakin Satgas bisa memberantas mafia sepak bola jika PSSI kooperatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali meyakini Satgas Antimafia Bola akan melakukan tugasnya dengan maksimal memberantas mafia pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Karena itu, menurutnya, tidak perlu institusi lain dilibatkan untuk ikut menangani masalah tersebut.

"Saya pikir enggak perlu karena KPK kan urusannya dengan uang negara," ujarnya kepada Republika.co.id, Kamis (27/12).

Kecuali, lanjut Akmal, ada uang negara yang disalahgunakan maka barulah KPK turun. Namun, ia mengatakan, sekarang ini klub-klub sepak bola sudah berbentuk perusahaan sehingga sulit untuk melibatkan KPK. Apalagi KPK kata dia biasanya terkait dengan masalah pejabat publik.

Sementara, papar Akmal, sepak bola Indonesia tidak ada urusannya sejatinya dengan pejabat publik. Lain halnya kalau ada sumbangan dari Kemenpora kepada PSSI yang tidak bisa digunakan dengan benar sesuai juklak yang diajukan, maka KPK baru bisa masuk.

"Sejauh ini polisi saja sudah cukup. Tinggal bagaimana PSSI-nya kooperatif, jangan baper, kooperatif dengan hadirnya polisi, kerja PSSI sejatinya sudah ringan, tinggal PSSI kirimin saja orang-orang yang berkasus di sepak bola Indonesia untuk dijerat secara hukum positif. Selain hukum football, hukum positifnya harus diserahkan ke polisi," ucap dia.

Saat ini, call center Satgas Antimafia Bola telah menerima 149 laporan dari masyarakat sejak diaktifkan sekitar satu pekan lalu. Satgas kini sedang memilah mana yang akan didahulukan untuk diselidiki.

Laporan datang dari berbagai unsur masyarakat, lanjutnya. Namun tidak dapat disebutkan siapa saja dan apa saja yang dilaporkan. Saat ini kita sedang memilah mencari skala prioritas. Selain menunggu laporan masyarakat, tim Satgas Antimafia Bola juga Sudja mengirim sejumlah penyidik ke berbagai daerah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SlEZQn
December 27, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SlEZQn
via IFTTT

Tuesday, December 25, 2018

Rumah Zakat Dirikan Dapur Umum di Pandeglang

Dapur umum ini mempermudah para pengungsi mendapatkan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Bantuan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Banten terus diberikan. Kali ini di lokasi Pos Bantuan Rumah Zakat di Kampung Babakan Karet Kec Angsana Kabupaten Pandeglang Banten Rumah Zakat mendirikan tenda untuk digunakan sebagai dapur umum.

Dapur umum di pos bantuan ini rencananya beroperasi Senin (24/12). Pendirian dapur umum ini di bantu juga oleh Relawan Pekerja Sosial Masyarakat, dan warga sekitar. Hal ini salah satu aksi Relawan dalam mendistribusikan bantuan untuk warga angsana.

Warga senang, dengan pendirian dapur umum ini setidaknya dapat mempermudah para pengungsi mendapatkan makanan. "Terimakasih Rumah Zakat telah membantu kami," ujar salah satu warga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GOFCjU
December 25, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GOFCjU
via IFTTT

Wednesday, December 19, 2018

Soal Muslim Uighur, MUI Desak Indonesia Angkat Bicara

Indonesia tak boleh tinggal diam apalagi sampai tak peduli terhadap negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan bahwa masalah Uighur adalah masalah dalam negeri Cina. Namun itu bukan berarti pemerintah Cina bisa bebas berbuat semena-mena dan menginjak hak asasi masyarakat Uighur yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Kemudian, kalau itu terjadi maka pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam. Bahkan harus angkat bicara karena dalam pembukaan UUD 1945 sudah jelas-jelas dikatakan bahwa yang namanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. "Oleh karena itu penjajahan dan atau pelanggaran hak asasi manusia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tutur Anwar Abbas saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (19/12).

Maka dengan demikian, di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, Indonesia tidak boleh tinggal diam. Apalagi sampai tidak peduli terhadap apa yang terjadi di negeri lain. Justru Indonesia harus menjadi bangsa yang secara serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam sila kedua pancasila.

"Kita jangan takut untuk melakukan itu, karena itu merupakan jati diri dan tugas suci kita sebagai bangsa. Bahkan para the founding fathers kita sangat menyadari dan menyatakan bahwa kita bukanlah bangsa yang berjuang hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja tapi juga untuk bisa memberi arti dan makna bagi bangsa dan negara lain," tuturnya.

Apalagi, sambung Anwar Abbas, Indonesia sudah menyatakan bahwa politik luar negerinya adalah bebas aktif. Ini artinya, Indonesia tidak boleh tinggal diam tapi harus secara bebas dan aktif untuk menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran. "Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan ini," tutup Anwar Abbas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PJT48d
December 19, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PJT48d
via IFTTT

Sunday, December 16, 2018

Persib Bantah Bawa Wesley Sneijder

Persib sedang fokus mencari sosok pelatih yang tepat untuk musim depan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung dikabarkan akan memboyong mantan pemain timnas Belanda Wesley Sneijder untuk kompetisi Liga 1 2019. Langkah ini merupakan bagian perombakan pemain asing di skuat Maung Bandung.

Akan tetapi, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahnjono menyanggah kabar tersebut. Menurutnya, Persib sedang fokus mencari sosok pelatih yang tepat untuk musim depan.

"Tidak, tidak benar. Ada-ada saja," kata Teddy saat dikonfirmasi, Ahad (16/12).

Sebelumnya, Teddy mengaku lebih memprioritaskan pemilihan pelatih dibandingkan pemain. Kompetisi Liga 1 2019 yang akan berlangsung sekitar akhir April atau awal Mei menjadi alasan Persib tak tergesa-gesa dalam mencari pemain.

"Ada hajatan nasional, ada pilpres, otomatis ada masa tenang. Persiapan lebih matang, ya," jelas Teddy. 

Bisa saja Persib belajar dari evaluasi musim lalu. Manajemen Persib memiliki //marquee player// Michael Essien yang akhirnya terpaksa kehilangan tempat karena pemain bawaan pelatih. Sehingga, kini manajemen lebih memilih menyiapkan pemain berdasarkan kebutuhan pelatih.

Saat ini, Persib baru melepas beberapa pemain seperti Oh Inkyun dan Jonathan Bauman. Sementara beberapa pemain lokal yang dipinjamkan seperti Gian Zola dan Billy Keraf kembali ke Persib. Setelah mendapatkan pelatih, manajemen baru akan bergerak untuk memilah pemain.

"Yang penting mereka (pemain pinjaman) balik dulu, kan kontrak sama kami. Nanti tergantung pelatih yang menentukan," tegas Teddy.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S5hBqa
December 16, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S5hBqa
via IFTTT

Tuesday, December 11, 2018

ACT Dorong Gerakan Wakaf Produktif

Setelah masa tanggap darurat penanganan paling krusial ialah membangun kehidupan.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya warga terdampak gempa beberapa bulan lalu. Ahyudin mengatakan, ACT merasa belum maksimal dalam membantu warga terdampak gempa di NTB.

"Perlu saya sampaikan, permohonan maaf kepada warga NTB, terutama yang terdampak karena apa yang mampu ACT lakukan tidak sebanding dengan cita-cita kami, baru sebentar kerja di NTB, Allah SWT takdirkan bencana di Palu," ujar Ahyudin saat peresmian program-program andalan Global Wakaf dengan mengusung tema "Rangkai Kemanfaatan, Segerakan Kebaikan" di Islamic Center NTB, Selasa (11/12).

Kondisi tersebut membuat perhatian kepada NTB terpecah karena adanya bencana di Palu. Selama masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, ACT telah mendirikan 1.700 hunian sementara (huntara), 100 lebih masjid, dan 100 lebih sekolah rusak akibat gempa dengan total senilai Rp 90 miliar.

Ahyudin mengatakan, hal tersebut tergolong kecil dibanding persoalan umat yang tertimpa musibah. Ia mengajak warga terdampak gempa di NTB tetap bersabar dan selalu berfikir positif terhadap ketentuan Allah SWT.

"Melalui bencana, Allah SWT menginginkan pascagempa ada kehidupan dan ketakwaan yang lebih baik. Kami tidak ada meninggalkan Lombok dan NTB, kami akan melanjutkan program-program kami," lanjutnya.

Ahyudin menyampaikan, setelah masa tanggap darurat dan pemulihan,  penanganan pascagempa paling krusial ialah membangun kehidupan. Saat fase tanggap darurat cukup dengan dana infak dan sedekah. Namun, untuk fase membangun kehidupan perlu energi dan modal yang lebih besar. Dalam fase ini diperlukan modal dengan sektor wakaf.

"Sesungguhnya bencana yang jauh lebih besar adalah bencana kemiskinan. Allah SWT juga siapkan wakaf untuk yang lebih besar," kata dia.

ACT, dia katakan, mulai aktif mengkampanyekan gerakan wakaf produktif dalam membangun kehidupan sebagai gerakan ekonomi umat. Objek wakaf yang sungguh-sungguh perjuangkan adalah wakaf uang karena paling fleksibel di bawah Global Wakaf Foundation (GWF).

"Kami sambut umat yang dahaga dengan jihad maal," ucapnya.

Ahyudin menyebutkan, sudah ada 40 perusahaan yang mewakafkan kepada GWF, di mana salah satunya ialah PT Trihamas Syariah yang memiliki aset senilai Rp 500 miliar.

"Inilah solusi rabbaniyah yang Allah SWT berikan. Kami ingin ciptakan perusahaan tempat umat bekerja. Kami percaya, modal terbesar bangun kehidupan umat ialah dengan wakaf. Hadirkan unit usaha di tengah umat. Apapun yang produktif, wakaf," ucapnya menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EbZ33w
December 11, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EbZ33w
via IFTTT

Saturday, December 8, 2018

Surat Kiai Kharismatik Majalengka untuk Rasyid Ridha Mesir

Kiai Abdul Halim menulis suratnya menggunakan bahasa Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kontak antara ulama atau cendikiawan Muslim Indonesia dengan cendekiawan sudah berlangsung sejak lama. Komunikasi mereka seputar berbagai persoalan, tak terkecuali konsultasi agama. 

Direktur Islam Nusantara Centre Ahmad Ginanjar Sya’ban, mengungkapkan sebuah surat dari KH Abdul Halim Majalengka tokoh utana Persatuan Umat Islam (PUI) untuk Sayyid Rasyid Ridha di Mesir (Majalah al-Manar) yang bertahun 1353 H (1934 M).

Sepucuk surat yang ditulis dan dikirim KH  Abdul Halim Majalengka (PUI, w 1962) untuk Sayyid Rasyid Ridha (w. 1935), salah satu tokoh pembaaru dunia Islam paling berpengaruh yang berbasis di Mesir sekaligus pemimpin Majalah al-Manar.

Ginanjar menjelaskan, surat tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan dimuat dalam Majalah al-Manar edisi 30 Sya’ban tahun 1353 Hijriyah (bertepatan dengan 7 Desember tahun 1934 Masehi). Berikut ini identitas surat yang ditulis Kiai Abdul Halim.  

Tertulis pada bagian awal mula surat: (Surat dikirim dari penulisnya di kota Majalengka, Jawa). Identitas KH Abdul Halim Majalengka terlihat dari nama si pengirim surat, dengan keterangan sebagaimana di bawah ini:

(Abdul Halim, Kepala Dewan Pusat Syarikat Ulama). Apa gerangan isi surat yang ditulis oleh KH Abdul Halim Majalengka tersebut? 

Rupanya, dalam surat itu, KH Abdul Halim Majalengka menanyakan hukum perempuan yang bergaul dan membuka wajah di hadapan para lelaki dalam kondisi-kondisi tertentu, semisal acara lamaran (khitbah) dan lain sebagainya. KH Abdul Halim menulis:  

(Bismillâhirrahmânirrahîm. Kepada tuan panutan para ulama, guru pembaharu yang agung, Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, pemilik Majalah al-Manar, semoga Allah memberikanku dan semua umat Muslim kemanfaatan dengan keberadaannya. Amin.

Assalamu’alaikum wr wb 

Wa ba’da. Apa pendapat Tuan tentang perempuan yang bergaul dan membuka wajah mereka di hadapan para lelaki ketika acara khitbah (tunangan). Apakah anda membolehkannya? Lalu apa maksud dari ayat […] dan ayat […] Mohon berilah kami jawaban fatwa dan keterangan yang melegakan. Terima kasih dari kami untuk Tuan, dan semoga Tuan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala. Wassalam).

Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh KH Abdul Halim Majalengka di atas, Sayyid Rasyid Ridha pun mengatakan jika boleh hukumnya bagi perempuan bergaul dan membuka wajah mereka di hadapan para lelaki dalam kondisi aman, semisal belajar, mengajar, menghadiri majlis ilmu, kenduri, termasuk di dalamnya adalah acara lamaran.

Sayyid Rasyid Ridha juga menjelaskan lebih jauh tentang papakem (etika) yang harus dipegang teguh kaum hawa ketika mereka bergaul dan berinteraksi dengan dunia luar. 

Beliau juga mengatakan telah menganggit sebuah kitab khusus terkait hal ini dan hak-hak perempuan secara gamblang, berjudul “Nida al-Jins al-Lathif fi Huquq al-Nisa fi al-Islam”.

Lebih lanjut, Ginanjar yang juga alumni Universitas al-Azhar, Kairo Mesir ini menjelaskan sosok KH Abdul Halim Majalengka. Di Majalengka terdapat dua orang ulama besar yang bernama KH Abdul Halim, dan dua-duanya hidup satu zaman. 

Yang pertama adalah KH Abdul Halim pendiri PUI (Persatuan Umat Islam, bersama-sama dengan KH Ahmad Sanusi, Gunung Puyuh, Sukabumi) dan Pesantren Asromo, sementara yang kedua adalah KH Abdul Halim bin Kedung dari Leuwimunding yang merupakan pendiri NU (Nahdlatoel Oelama, bersama-sama KH Hasyim Asy’ari, KH A Wahhab Hasbullah, dll).

“Kiai Abdul Halim yang dimaksud dalam surat ini adalah pendiri PUI,” tutur dia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rzRvjD
December 08, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rzRvjD
via IFTTT

Thursday, December 6, 2018

Angkat Isu Kemanusiaan, ACT Gelar Anugerah Karya Jurnalistik

Anugerah diberikan pada jurnalis yang mempublikasikan aksi kemanusiaan ACT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara penganugrahan karya jurnalistik dengan tema The Rise of Islamic Filantropy di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/12). Presiden ACT, Ahyudin menjelaskan, tema kemanusiaan tersebut sejatinya merupakan tema yang diangkat ACT untuk pergelaran anugerah karya jurnalistik 2019 mendatang. 

“Sudah sapa turnya, filantropi dijadikan sebagai gaya hidup. Sebab, kuat dan lemahnya keimanan seseorang dapat dilihat dari kedermawanan dan kepedulian sosialnya,” kata Ahyudin di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/12). 

Dia juga yakin, ACT sebagai lembaga filantropi yang telah bergerak sejak belasan tahun ini, mampu memperluas aksi kedermawanan. Kerja sama keumatan, kata dia, juga mampu membuka peluang partisipasi umat, sehingga berperan memperbanyak dedikasi kemanusiaan. 

“Kedermawanan yang besar menuntut rancangan gagasan besar. ACT dan jejaringnya akan berkomitmen untuk kedermawanan itu,” ujar dia. 

Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz menjelaskan, anugerah karya jurnalistik ini diberikan kepada para jurnalis yang mempublikasikan aksi kemanusiaan dalam program ACT. ACT, kata dia, juga sangat mengapresiasi upaya jurnalis dalam menyebarkan isu kemanusiaan. 

“Melalui media, setiap aksi yang kita lakukan dapat menjadi inspirasi banyak orang, sehingga maslahat yang disampaikan juga dapat tersebar luas,” kata Lukman. 

“Bersama kawan-kawan jurnalis, kepercayaan akan muncul secara alami dari khalayak dan tumbuhnya empati untuk kemanusiaan dapat lebih cepat,” lanjut dia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pm6zKN
December 06, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pm6zKN
via IFTTT

Monday, December 3, 2018

UMKM Perlu Strategi Pemasaran Rendang

Produksi rendang menggerakkan ekonomi Minang dan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno mengimbau para pelaku usaha agar lebih memperhatikan strategi pemasaran rendang untuk meningkatkan promosi di tengah masyarakat. Menurut dia, branding menjadi hal yang penting.

"Kita utamakan branding-nya, bukan karena kita orang Minang tapi juga strategi marketingnya itu banyak sehingga enggak fokus. Tentu ke depan hal ini kita tingkatkan terus promosinya," ujar Irwan ketika memberikan kata sambutan dalam acara Festival Nusantara Marandang, di Area Parkir Timur Senayan, Jakarta pada Ahad (2/12) sore.

Irwan mengucapkan terima kasih kepada seluruh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berupa industri rumahan khususnya yang memproduksi rendang atas partisipasinya dalam kegiatan perdana yang diikuti kelompok berasal dari 34 provinsi tersebut. Ke depannya, lanjut Irwan, pelaku usaha harus meningkatkan kemasannya sesuai kebutuhan pasar. 

"Tadi ada rendang dalam sachet yang bisa tahan dua tahun dan dijual di mall. Bisa kita makan tiap hari selama disimpan di lemari es," ucap dia.

Dengan kegiatan memasak rendang bersama-sama ini diharapkan peningkatan prmosi randang lebih masif serta untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Minang dan nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau mengatakan pihaknya menerapkan strategi pemasaran makanan nasional ke dunia melalui penetapan lima makanan nasional, yakni nomor satu diduduki oleh rendang.

Penetapan itu diperlukan agar upaya promosi bisa lebih bagus dan fokus mengingat Indonesia kaya akan resep-resep kuliner nusantaranya. "Bayangkan kalau rendang ada dimana-mana, berarti kita sudah bisa memegang dan membumbui dunia," tegas wanita kelahiran Gorontalo itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FVbN0J
December 03, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FVbN0J
via IFTTT

Friday, November 30, 2018

KIBIF Jalin Kemitraan dengan Peternak dan BNI Syariah

Pola kemitraan KIBIF akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas peternak

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- PT Estika Tata Tiara (KIBIF) menjalin kemitraan strategis dengan BNI Syariah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Yaknk melalui program pembiayaan  peternakan sapi potong di Jawa Barat.

KIBIF akan memfasilitasi peternak untuk memperoleh akses permodalan dari Bank BNI Syariah Cabang Bandung. Dalam mendukung sistem pemeliharaan dan manajemen peternakan sapi potong secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kemitraan itu tertuang dalam Akad Kerja Sama  KIBIF, Peternak, dan Bank BNI Syariah tentang Kemitraan Sapi Potong yang ditandatangani di Subang, pada Kamis (29/11). Penandatanganan dilakukan Direktur KIBIF Maulana Malik Joesoef dan pimpinan PT Bank BNI Syariah Cabang Bandung Yulianto Adi Widodo.

"Sebagai langkah awal, program ini akan melibatkan sekitar sembilan peternak. Kami akan melakukan pendampingan, penyuluhan, dan pengawasan pada setiap ternak dan peternak secara berkelanjutan," kata Maulana dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (30/11).

Tim juga menerapkan sistem pelaporan yang jelas dan transparan. Agar dapat meningkatkan kemandirian peternak serta populasi sapi potong.

Maulana menambahkan, KIBIF secara berkesinambungan akan melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk mencetak peternak-peternak lokal mandiri yang mampu menghasilkan sapi potong berskala industri.

KIBIF, lanjutnya, juga akan menyediakan bakalan sapi, pakan, obat-obatan, dan sewa kandang beserta peralatan beternak sapi yang dibutuhkan peternak. Ia optimistis program kemitraan yang dilakukan KIBIF dengan peternak lokal dan perbankan berbasis syariah dapat meningkatkan kemampuan peternak.

"Yang semula pola beternak sapi hanya berskala kecil menjadi peternak berskala  besar. Kami juga membuka akses pasar," kata Maulana. 

Lebih lanjut, KIBIF sebagai  pelopor usaha dengan bisnis model terintegrasi dari hulu ke hilir, selama ini  telah melakukan pendampingan, penyuluhan, dan pengawasan bagi peternak. Ini disebut Program Kemitraan, melalui penyediaan bakalan sapi, pakan, obat-obatan, dan sewa kandang beserta peralatan beternak sapi.

Langkah strategis ditempuh KIBIF agar peternak dapat secara berkesinambungan menjalankan usaha dan beternak di kandang miliknya. Ia yakin pola kemitraan yang dikembangkan KIBIF dapat diterapkan di daerah lain, khususnya dalam menciptakan peternak berskala industri.

Program ini banyak manfaatnya, karena kami  menyediakan berbagai fasilitas, termasuk akses pembiayaan dari perbankan dan asuransi ternak. Ia meyakini, pola kemitraan yang dikembangkan KIBIF akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas peternak sesuai prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

"Saat ini, program kemitraan ini dimulai di wilayah Jawa Barat. Ke depannya, kami akan memperluas cakupan ke daerah lainnya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BGfoeW
November 30, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BGfoeW
via IFTTT

Tangkal Hoaks ke Jokowi, TKN akan Rekrut 10 Ribu Advokat

Direktorat Hukum dan Advokasi TKN mendapat tugas tingkatkan elektoral Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menargetkan merekrut 10 ribu advokat untuk mengawal pasangan Jokowi-Ma'ruf selama kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Jumlah itu untuk menunjukkan keseriusan advokat mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Target kami merekrut 10 ribu advokat seluruh Indonesia," ujar Direktur Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan dalam acara deklarasi dukungan Advokat Indonesia Maju (AIM) di Rumah Aspirasi Rakyat, di Jakarta, Jumat (30/11).

Ade mengatakan, rencana merekrut 10 ribu advokat itu menunjukkan Direktorat Hukum dan Advokasi TKN tidak main-main dalam mengawal pasangan Jokowi-Ma'ruf.  Dia mewakili TKN berterima kasih atas dukungan yang diberikan ratusan advokat yang tergabung dalam AIM kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Kami di Direktorat Hukum dan Advokasi menargetkan mengawal masalah kampanye sampe dengan pencoblosan hari H, serta mengawal rekapitulasi suara," ujarnya.

Dia menekankan, seluruh upaya pendampingan hukum yang dilakukan Direktorat Hukum dan Advokasi TKN bertujuan meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf melalui perlawanan terhadap hoaks dan fitnah.

"Masalah hukum seperti fitnah, ujaran kebencian, hoaks, begitu banyak terjadi kepada pak Jokowi-Ma'ruf. Saya mendapatkan tugas dari pimpinan TKN agar bagaimana kerja hukum meningkatkan elektoral agar semakin lebih baik," kata dia.

Dia mengatakan berdasarkan data, ada sembilan juta orang yang masih percaya terhadap isu yang selama ini mendera Jokowi. Jumlah sembilan juta orang itu cukup banyak jika dikonversikan dalam bentuk elektoral suara.

"Tugas kita melakukan klarifikasi tentang kondisi sebenarnya, juga tentang capaian-capaian yang sudah dilakukan pak Jokowi," kata dia.

Ade Irfan meminta advokat pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk tidak asal melakukan pelaporan terhadap hal-hal yang jauh dari substansi hukum.  "Pola gerakan kita jangan seperti sebelah, asal melapor tapi substansi persoalan hukumnya tidak kuat," jelasnya.

Sementara itu Ketua AIM Sandi Ebenezer Situngkir berharap dukungan yang diberikan ratusan AIM dapat mencegah dan menghentikan produksi hoaks yang dibuat lawan politik Jokowi-Ma'ruf.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KPL2tH
November 30, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KPL2tH
via IFTTT

Thursday, November 29, 2018

Bahas Posisi Pertagas, PGN-Pertamina Lakukan Due Dilligent

Proses akuisisi Pertagas oleh PGN ditargetkan rampung akhir tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses akuisisi PT Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk atau PGN yang menjadi salah satu bagian dari proses holding BUMN migas masih belum selesai. Jika sebelumnya, kedua belah pihak mengatakan proses akuisisi akan selesai pada akhir November ini, pihak PT Pertamina (Persero)  mengatakan proses akuisisi paling lambat baru bisa diselesaikan akhir tahun ini, atau Desember esok.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan menjelaskan saat ini pihak Pertamina masih membahas bersama PGN terkait posisi Pertagas dalam sub holding gas. Proses ini juga berkaitan dengan rencana PGN mencaplok juga emapt anak usaha Pertagas yang akan masuk dalam komposisi holding.

"Kita masih melakukan due dilligent untuk posisi Pertagas gimana masuknya nanti ke sub holding gas. Ini kan sesuai dengan strategi awal bahwa ini akan ada sub holding gas, sehingga seluruh aktivitas value chain gas-nya itu akan masuk ke subholding gas," ujar Heru,  Kamis (29/11).

Heru menjelaskan disatu sisi dari segi keuangan, PGN dan Pertamina juga masih menunggu hasil valuasi laporan keuangan Pertagas yang terhitung hingga September kemarin. Hal ini akan menentukan berapa besaran valuasi harga dari Pertagas yang harus dibayarkan PGN.

"Lagi diaudit laporan keuangannya," ujar Heru.

Selain itu, kata Heru kedua belah pihak baik Pertamina maupun PGN sepakat bahwa proses akuisisi akan selesai pada Desember nanti. "Tandatangan SPA itu ya paling tidak akhir tahun ini," ujar Heru.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E5NkV1
November 29, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E5NkV1
via IFTTT

Wednesday, November 28, 2018

Industri Pertanyakan Urgensi Pajak Plastik

Penerapan cukai plastik dinilai tak menyelesaikan persoalan sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Yayasan Unilever Indonesia, Sinta Kaniawati mengatakan, kebutuhan pemerintah dalam merencanakan pengadaan pajak bagi plastik perlu dikaji dalam konteks semua pihak. Menurutnya, penerapan cukai harus melihat mata rantai panjang dari plastik itu sendiri.

Memang dalam membuat sebuah regulasi kebijakan akan sesuatu hal, pemerintah kerap memanggil asosiasi yang berkelidan dengan plastik untuk berdialog bersama. "Penerapan pajak untuk plastik mungkin terjadi, tapi harus dikaji, jadi bukan hanya berbicara mengurangi, harus dilihat mata rantai panjang dari plastik itu sendiri," kata Sinta saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/11) malam.

Sektor industri, dalam hal pemungutan pajak bagi plastik mempertanyakan langkah kebijakan pajak yang dinilai dapat menyelesaikan masalah plastik atau malah sebaliknya. "Mungkin tidak," kata dia.

Unilever Indonesia, kata dia sebelumnya sudah pernah mengkaji soal pajak plastik. Kajian itu meliputi bagaimana dampaknya terhadap penerimaan pajak dan juga total pertumbuhan industri.

"Kajian kita malah jadi minus. Ini, industri sudah melakukan simulaisi dari berbagai jenis bahan baku," ujarnya.

Oleh sebab itu, industri mencoba memberikan prespektif yang lebih luas. Pemerintah perlu mempertimbangkan penerapan cukai plastik tersebut.

"Tujuannya untuk apa? Apakah nanti kalo kita kaji memang betul itu bisa menjawab daur ulang plastik? Bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau ada langkah lain untuk mengurangi plastik," kata dia.

Sinta yang juga pemimpin PRAISE (sebuah asosiasi yang mendukung pengemasan dan daur ulang untuk lingkungan Indonesia yang berkelanjutan), mengajak pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi. Sehingga dari sektor industri pun ikut didorong mencari solusi yang inovatif. Sebab menurutnya, solusi bukan hanya dengan pajak.

Selain melalui inovasi, industri juga tidak berhenti mempromosikan konsep 5R yaitu, reduce, reuse, recycle, replace, dan replant, untuk menyukseskan gerakan zero waste. “Kami berusaha mendorong lewat perbaikan gaya hidup. Menanamkan pada konsumen, agar hanya menggunakan apa yang diperlukan, sehingga mereka bisa ikut mengontrol konsumsi plastik,” ujarnya.

Salah satu anggota PRAISE, Triyono Prijosoesilo mempertanyakan hal serupa soal pajak plastik. Jika tujuan pemerintah mendapatkan uang dengan kebijakan yang rencananya akan diterapkan tahun depan ini, hal itu menurutnya salah besar.

"Jika tujuannya mau mengurangi sampah plastik, kita harus melihat data di lapangan," ujar Triyono.

Menurutnya masyarakat harus dijejali kebiasaan beprilaku mengenal bahwa plastik merupakan bahan baku yang dapat dipakai berulang-ulang. Sehingga, masyarakat sadar bahwa sampah yang mereka habis pakai adalah barang berharga.

"Harus dimulai dulu, sehingga pada akhirnya konsumen, pelaku usaha, industri, pemerintah daerah dan komunitas, jadi tahu bahwa ini barang berharga yang sayang kalau dibuang," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ShEVRc
November 28, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ShEVRc
via IFTTT

Sunday, November 25, 2018

Johanna Konta Tuntut Kesetaraan Gender di Dunia Olahraga

Seharusnya ada kesamaan apresiasi karena sama-sama berjuang keras demi prestasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Petenis putri asal Inggris Johanna Konta bersuara mengenai kesenjangan pendapatan olahragawan laki-laki dan wanita. Konta melihat apresiasi lebih tinggi masih cenderung kepada olahragawan kaum Adam, baik di olahraga tenis maupun di olahraga lainnya.

Menurut petenis 27 tahun itu, seharusnya ada kesamaan apresiasi untuk laki-laki dan wanita karena sama-sama berjuang keras untuk mendapatkan prestasi dan konsistensi performa. "Pria dan wanita (di dunia olahraga) melakukan pekerjaan yang sama. Jadi kami harus dibayar sama," kata Konta dikutip dari Tennis World USA, awal pekan ini.

Petenis kelahiran Australia itu menyebut kunci keberhasilan seorang atlet baik pria maupun wanita sama. Yakni sama-sama tekun berlatih dan meningkatkan skill. Wanita juga harus fitnes dan melakukan olahraga lainnya setiap hari untuk menjaga stamina. Porsi latihan yang dilakukan juga pada tingkatan yang sama dengan olahragawan pria.

Untuk itu, Konta mengajak semua olahragawan putri terutama dari kalangan tenis untuk sama-sama menyuarakan perubahan. Para wanita tidak ingin olahraga menjadi industri maskulin yang selalu memberikan apresiasi lebih kepada kaum pria. "Kami harus memperjuangkan wanita dan bicara untuk perubahan," ujar dia.

Konta merupakan salah satu petenis putri yang berprestasi. Ia sudah mengoleksi tiga gelar WTA dan 11 ITF. Sekarang, petenis yang lahir di New South Wales itu berada di peringkat 37 dunia. Ranking terbaiknya adalah peringkat empat dunia pada 2017 lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QkDiov
November 25, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QkDiov
via IFTTT

Saturday, November 24, 2018

Jokowi Minta Caleg Sampaikan Pencapaian Pemerintah

Jokowi menyebut pola pikir masyarakat sudah berbeda karena ada media sosial

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo mengarahkan sejumlah calon legislatif partai koalisi untuk turun langsung kepada rakyat.

"Kalau bapak ibu sekalian tidak melakukan yang namanya dari pintu ke pintu, sudah lupakan. Ini medannya sudah berbeda, perubahan pola pikir masyarakat sudah berbeda karena ada media yang namanya media sosial," kata Capres Nomor Urut 01 dalam arahannya saat Rakerda Tim Kampanye Daerah dan konsolidasi Caleg pada Sabtu di Graha Wangsa, Bandarlampung, Sabtu (24/11).

Jokowi meminta para caleg untuk menyampaikan program pembangunan yang telah dicapai oleh pemerintah. Beberapa program yang disebutkan Jokowi antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebanyak 92,3 juta yang sudah dibagi ke masyarakat.

Hal kedua yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah dibagikan kepada 19 juta penerima manfaat. Program ketiga yakni Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah diberikan oleh pemerintah. Selain itu, pembagian sertifikat hak atas tanah juga diminta Jokowi menjadi prestasi untuk disiarkan oleh para caleg. Capres 01 meminta para caleg untuk menjelaskan kepada masyarakat manfaat-manfaat dari program-program itu.

"Program Kartu Indonesia Sehat dan program Kartu Indonesia Pintar adalah dalam rangka kita membangun sebuah fondasi sumber daya manusia agar bisa berkompetisi dengan negara-negara lain," ujar Jokowi.

Sementara pemberian sertifikat tanah dilakukan untuk menghindari sengketa tanah dan lahan di seluruh Tanah Air. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana desa sejak 2015 berjumlah Rp187 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan desa melalui perputaran uang di desa dan pemanfaatan potensi ekonomi serta peningkatan kualitas kesehatan anak-anak.

Dalam sejumlah kesempatan Jokowi mengajak masyarakat untuk melihat rekam jejak dan prestasi calon saat dalam pemiliham kepala daerah maupun pemilihan presiden. Jokowi menargetkan dalam Pilpres 2019 dapat meraih kemenangan minimal 70 persen di Provinsi Lampung.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S5ri7w
November 24, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S5ri7w
via IFTTT

Thursday, November 22, 2018

Di Museum Bayt Aquran, Ada Koleksi Apa Saja?

Berdirinya Bayt Alquran memang tak terlepas dari sejarah Museum Istiqlal.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Salah satu lokasi wisata edukatif yang patut dikunjungi oleh Muslim Tanah Air ialah Bayt Alquran. Bayt, yang dalam bahasa Arab bermakna rumah tersebut, pada dasarnya berfungsi sebagai museum yang menyimpan koleksi sejumlah mushaf yang berhasil dihimpun sejak Islam berkembang di bumi pertiwi.

Tak hanya terbatas pada penyimpanan Alquran, Bayt Alquran yang berlokasi di sebelah kanan pintu masuk kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu, juga menyimpan tradisi yang berkaitan dengan penulisan, pengajaran, serta penyebarluasan Alquran di Bumi Pertiwi.

Seperti dinukilklan dari Ensklopedi Oxford Dunia Islam Modern, ukuran bangunan maupun jumlah koleksi lembaga yang diresmikan oleh almarhum mantan presiden Soeharto pada 1997 tepat bersamaan dengan ulang tahun TMII ke-22 itu disebut-sebut jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga serupa di Bahrain, Mesir, dan Turki. Di waktu yang sama, diresmikan pula Museum Istiqlal.

Dalam sejarah, berdirinya Bayt Alquran memang tak terlepas dari sejarah Museum Istiqlal. Kedua lembaga itu memang merupakan rancangan budaya yang terkait dengan suksesnya pelaksanaan Festival Istiqlal I (1991) dan Festival Istiqlal II (1995) di Jakarta.

Gagasannya sendiri berawal ketika pada 5 Juli 1994, menteri agama pada era itu, H Tarmizi Taher mendampingi Soeharto menerima mushaf Alquran berukuran jumbo (2 x 1,5 m), hasil tulisan tangan dari Pesantren Al Asy'ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, Asuhan KH Muntoha.

Gagasan awalnya adalah menghimpun seluruh mushaf Alquran yang ada di Tanah Air dari usianya yang telah mencapai ratusan tahun hingga yang baru saja berhasil diselesaikan. Termasuk di dalamnya Mushaf Istiqlal. Mushaf ini penulisan pertamanya oleh Soeharto dan rampung pada peringatan 50 tahun kemerdekaan RI, pada 1995.

Mushaf ini merupakakan mushaf yang berukuran besar yang ditulis dengan khat indah dan dilengkapi ragam hias dari 27 provinsi Indonesia, termasuk Timor Timur, waktu itu.

Materi Bayt Alquran terkumpul dari koleksi Kementerian Agama dan Yayasan Festival Istiqlal, hasil kerja sama dengan Museum Nasional, Perpustakaan Nasional, dan museum-museum daerah. Selain itu, sumbangan juga datang dari para kolektor dan pemilik benda bersejarah, baik lembaga maupun perorangan serta dari seniman di Indonesia, Singapura, Brunai, dan yang terpilih dari pameran seni rupa kontemporer. Koleksi itu terus dilengkapi dan disempurnakan hingga kini.

Salah satu koleksi yang menarik adalah Alquran setebal 598 halaman. Koleksi itu berusia 200 tahun berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Mushaf Alquran tulisan tangan yang telah robek di sejumlah bagian itu digunakan oleh Sultan Bima terakhir, Muhammad Salahuddin. Mushaf tersebut ia pakai sejak kecil belajar mengaji hingga menjadi sultan.

Mushaf tersebut diserahkan dengan sukarela oleh Siti Maryam Salahuddin SH ke Bayt Alquran. Baik Bayt Alquran ataupun Museum Istiqlal, secara filosofis memberi ruang gerak bagi interaksi sosial. Pada saat yang sama, keduanya menjadi benteng yang kukuh bagi pengembangan keimanan. Di dalamnya, tak kurang dari 10 ribu benda seni yang bisa dinikmati pengunjung maupun untuk kepentingan riset. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AbCCrC
November 22, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AbCCrC
via IFTTT

Wednesday, November 21, 2018

Cara Orang Tua Memberi Makan Cerminkan Gen Anak

Orang tua dengan gen anak 'kurus' cenderung memaksa anak terus makan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan dikhawatirkan semakin banyak dari hari ke hari. Selama ini pola makan yang diterapkan orang tua ke anak dituding sebagai penyebab kegemukan anak. 

Perintah atau larangan makan orang tua ke anak dinilai sebagai faktor utama pembentuk pola makan anak.  Namun faktanya tidak selalu demikian. 

Dalam studi yang dipublikasikan di PLOS Genetics, para ilmuwan mencari tahu hubungan antara kecenderungan gen terhadap berat badan anak dan pola makan yang diterapkan oleh orang tua. Untuk diketahui, berat tubuh seseorang cenderung ditentukan oleh faktor genetik.  

"Kami menemukan bahwa orang tua dengan anak yang berat badannya rendah secara genetis akan lebih memaksa sang anak untuk makan. Sedangkan pada anak yang berat badannya berlebih secara genetis, orang tua akan lebih ketat mengatur makanan," jelas ketua tim studi dari Institute of Psychiatry, Psychology, & Neuroscience King's College London, Saskia Selzam. 

"Temuan kami mengisyaratkan bahwa para orang tua membangun pola makan sebagai respons dari kecenderungan alami berat badan sang anak," kata Selzam dikutip dari Science Daily. 

Menurutnya, cara orang tua menyuapi anak atau menerapkan pola makan anak juga bisa memengaruhi berat badan. "Namun studi kami bertujuan untuk melihat sisi lain dari teori itu," imbuh Selzam.  

Studi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari 4.500 pasang anak kembar di Inggris. Anak-anak kembar tersebut lahir dalam kurun tahun 1994 sampai 1996. Data-data mereka dikumpulkan dari The Twins Early Development Study yang didirikan oleh The Medical Research Council.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BnJDal
November 21, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BnJDal
via IFTTT

Koin dalam Peradaban Islam

Dari keping koin terungkap hubungan ekonomi Bizantium dan negeri Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koin merupakan uang logam yang digunakan sebagai alat transaksi ekonomi dan biasanya diterbitkan secara resmi oleh pemerintah. Koin kerap memunculkan nama, gambar, tokoh, simbol, dan ide-ide yang menjelaskan tentang suatu pemerintahan.

Uang logam pertama kali dibuat oleh Bangsa Lydia yang menghuni wilayah bagian barat Turki pada abad keenam sebelum Masehi. Mereka mengecap lambang negara mereka pada potongan-potongan logam.

Sejak saat itu, koin memiliki nilai serta menjadi bukti dalam perdagangan. Selama masa hidup Nabi Muhammad SAW, negeri-negeri di Arab belum membuat koin dan Alquran jarang membahas tentang koin.

Sementara, koin emas dari kekaisaran Bizantium dan koin perak dari Persia saat itu sudah beredar. Orang-orang Arab kemudian menyebar ke Timur Dekat atau Kawasan Levant pada pertengahan abad ketujuh, dan mereka menjalin hubungan erat dengan masyarakat yang telah mengeluarkan koin selama berabad-abad tersebut.

Saat itu, Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur menguasai beberapa kawasan yang sekarang disebut Turki, Suriah, Palestina, dan Mesir. Sementara, Kekaisaran Persia Sassania memerintah kawasan yang saat ini disebut Iran, Irak, dan Afghanistan.

Bizantium mampu menghasilkan koin emas dan tembaga, sedangkan Persia Sassania sangat bergantung pada koin perak. Koin yang dibuat oleh dua kekaisaraan itu mengandung gambar penguasa dan juga simbol agama. Seperti halnya simbol salib yang dibuat untuk orang Kristen Bizantium dan lambang altar api dibuat untuk orang-orang Zoroaster Persia.

Orang-orang Arab dengan cepat beradaptasi dengan sistem penggunaan koin tembaga di Suriah, Palestina, dan Mesir, serta koin perak di Irak dan Iran. Semua jenis koin itu berhubungan dengan tradisi lokal dan me nyimpan beberapa kejutan serta pengetahuan tentang situasi di Timur Dekat selama periode awal pemerintahan Arab.

Setelah penaklukan Arab, koin Bizantium terus beredar secara luas di Suriah dan Palestina selama beberapa dekade. Koin emas bertahan paling lama sampai akhir abad ketujuh, dan koin tembaga berlangsung beberapa dekade hingga sekitar 660 M.

Sebagian besar koin tembaga ini menggambarkan tentang Kaisar Bizantium yang berkuasa dari tahun 641 hingga 668, yaitu Konstans II. Koin-koin itu menunjukkan gambar kaisar pada bagian depan dan huruf M di bagian belakang.

Tidak ada yang tahu bagaimana koin-koin ini melintasi perbatasan antara dua kekuasaan yang hampir selalu berperang. Namun, yang jelas koin-koin itu mengungkapkan hubungan ekonomi yang erat antara kekuatan Kekaisaran Bizantium dan Kerajaan Arab.

Koin-koin Bizantium tidak sedikit yang imitasi, beberapa di antaranya mirip dengan yang asli, dan yang lainnya tidak diketahui berasal dari mana. Koin-koin palsu itu tam paknya dibuat oleh para pejabat lokal yang mencetak koin untuk keuntungan mereka sendiri.

Namun, banyak dari koin-koin tersebut yang mengikuti ketentuan Kekaisaran Bizantium. Di bagian depan koin ditandai dengan sosok sang kaisar dan terdapat lambang salib di tangan dan mahkotanya.

Di sebaliknya, biasa nya terdapat simbol Kristen seperti salib. Namun, pada koin yang lain salib itu dihapus. Koin yang sudah diinovasi tersebut dikeluarkan di bawah pemerintahan Arab.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KoS0FE
November 21, 2018 at 04:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KoS0FE
via IFTTT