Pages

Showing posts with label 2019 at 04:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:28PM. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Lewandowski: Ribery dan Robben adalah Pemenang

Lewandowski mengaku takjub pada penghormatan yang ia saksikan pada laga itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Duo pemain kawakan Bayern Muenchen, Franck Ribery dan Arjen Robben, melakoni laga terakhirnya di Bundesliga Jerman kala menghadapi Eintracht Frankfurt, Ahad (19/5). Selama membela Muenchen, Ribery mencatat 198 kemenangan, sementara Robben 151 dengan persentase lebih dari 70 persen.

Alhasil, keduanya mempersembahkan total 22 gelar di semua kompetisi untuk Bayern Muenchen. Ini hampir sepertiga trofi selama Bayern Muenchen berdiri dengan 71 gelar.

Rentetan trofi itu adalah sembilan gelar Bundesliga, lima trofi DFB Pokal, lima DFB Supercup, satu Liga Champions, satu piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub. Keduanya pun membukukan tujuh gelar Bundesliga selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2013.

Koleksi gelar keduanya masih bisa bertambah karena Muenchen akan menghadapi Red Bull Leipzig di final DFB Pokal pada 25 Mei mendatang. "Franck Ribery dan Arjen Robben telah meningkatkan citra Bayern Muenchen dan Bundesliga dalam 10 tahun terakhir," ujar pelatih Bayern Muenchen, Niko Kovac.

Ujung tombak Muenchen Robert Lewandowski mengatakan, pertandingan kontra Frankfurt lebih spesial karena ada penghargaan khusus bagi tiga pemain sekaligus. Ia mengaku takjub pada penghormatan yang ia saksikan pada laga itu.

"Saya hampir menangis terharu saat melihat keluarga Ribery berkumpul. Mereka (Robben dan Ribery) adalah pemenang," kata Lewandowski, Senin (20/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HsaZiT
May 20, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HsaZiT
via IFTTT

Saturday, May 18, 2019

Kemendagri Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Humas

Keterampilan penguasaaan informasi komunikasi dan telekomunikasi harus ditingkatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo menekankan pentingnya Peningkatan Kapasitas Pejabat Kehumasan di Era Keterbukaan. Hal itu dikatakannya saat membuka Pertemuan Nasional Pejabat Kehumasan Tahun 2019 di Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung A Lt. 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.

Keterampilan penguasaaan informasi komunikasi dan telekomunikasi harus ditingkatkan. “karena kita dihadapkan pada era keterbukaan, bahkan Medsos kita berkembang dengan kompleks. Jangan biarkan informasi yang beredar menjadi bola liar, segera tanggapi, makanya penting kapasitas pejabat Humas ditingkatkan,”kata Hadi.

Tak hanya itu, Hadi meminta Pejabat Humas proaktif dan responsif atas permasalahan yang ada. Humas dituntut mengetahui segala permasalahan dan kebijakan di daerah yang menyangkut dengan Perda, Pergub maupun aturan lainnya untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Humas harus responsif, proaktif, peka atas permasalahan yang ada. Selalu perbaharui database di daerah terkait informasi peraturan yang ada di daerah agar mampu memberikan informasi dan menampung aspirasi masyarakat,” pesan Hadi.

Sekjen juga menekankan pentingnya penetapan Juru Bicara agar dapat melayani dan memberikan informasi kepada masyarakat semaksimal mungkin. “Pranata Humas harus menetapkan Juru Bicara yang tidak hanya bisa bicara tapi memiliki pemikiran komprehensif dan mampu menyikapi permasalahan di daerah,” tegas Hadi.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri mengelurkan  Surat Edaran (SE) Nomor 480/3502/SJ dan 480/3503/SJ yang ditujukan pada Gubernur dan Bupati/Walikota di Seluruh Indonesia yang ditandatangani pada Senin (06/06/2019) tentang penunjukan Juru Bicara di lingkungan Pemerintah Daerah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q6KIJm
May 18, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q6KIJm
via IFTTT

Thursday, May 16, 2019

Pusat Astronomi UEA Prediksi Idul Fitri Berbeda Antarnegara

Pusat astronomi UEA prediksi potensi perbedaan Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID,  

ABU DHABI – Pusat Astronomi Internasional (IAC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), memprediksikan awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1440 H di sebagian besar negara-negara Islam, yang berpotensi berbeda tahun ini. 

Menurut situs resmi IAC, seperti dilansir dari Khaleej Times, Kamis (16/5), penampakan bulan sabit kemungkinan tidak akan muncul dari semua benua pada Senin (3/6). Hal itu karena bulan di hari tersebut muncul sebelum matahari terbenam dan atau konjungsi toposentris terjadi setelah matahari terbenam. 

IAC mengatakan, dimungkinkan untuk melihat bulan hanya dengan teleskop di beberapa bagian barat Amerika pada 3 Juni. Sementara penglihatan bulan dengan mata telanjang akan dimungkinkan terjadi di sebagian besar negara-negara Arab, Asia, Afrika, dan sebagian Australia pada 4 Juni. 

"Tidak mungkin melihat bulan sabit dari area yang terletak di bawah warna merah. Bulan sabit diperkirakan dapat dilihat dengan bantuan optik hanya dari area yang terletak di bawah warna biru dan magenta. Di sisi lain, bulan sabit diperkirakan akan mudah terlihat oleh mata telanjang dari area yang terletak di bawah warna hijau," demikian pernyataan IAC merujuk pada gambar peta yang disajikan di situs IAC. 

Menurut IAC, negara-negara yang memulai Ramadhan pada Senin (6/5),  seharusnya menyelesaikan puasa selama 30 hari, yakni pada 4 Juni jika merujuk pada metode pengamatan hilal (rukyat hilal).

Dikatakan, bahwa negara-negara yang memulai Ramadhan pada Selasa (7/5), seperti Brunei, India, Pakistan, Bangladesh, Iran, Oman, dan Maroko, akan menyelesaikan puasa selama 29 hari. Negara-negara itu disebut akan dapat melihat bulan sabit pada 4 Juni. Sehingga pada Rabu (5/6), merupakan hari pertama Idul Fitri.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30nc96D
May 16, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30nc96D
via IFTTT

Rekapitulasi PSU PPLN Kuala Lumpur Dimulai

PSU berdasarkan rekomendasi Bawaslu dilaksanakan oleh 181 KPPSLN.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Rekapitulasi surat suara Pemilihan Suara Ulang (PSU) metode pos Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur dimulai di Gedung PWTC Kuala Lumpur, Kamis (16/5). PSU berdasarkan rekomendasi Bawaslu RI tersebut dilaksanakan oleh 181 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang tergabung dalam 39 tim pos.

Pembukaan acara yang dimulai sekitar 10.00 waktu setempat tersebut dihadiri Ketua PPLN Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat beserta anggota dan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azahara Ullyana beserta anggota. Sejumlah pimpinan partai politik, TKN dan BPN mengirimkan saksi-saksi-nya untuk memantau jalannya PSU ulang tersebut.

Sejumlah Caleg asal Jakarta seperti Masinton Pasaribu (Fraksi PDIP) dan Christiyana (Partai Golkar) ikut memantau langsung jalannya penghitungan dengan bertindak sebagai saksi. PSU tersebut menghitung sebanyak 22.807 surat suara metode pos.

Sempat terjadi perbedaan penafsiran dalam menghitung surat suara yang datang ke Kantor Pos Malaysia pada Rabu (15/5). namun baru dikirim pada Kamis (16/5). PPLN Kuala Lumpur mengharapkan terus dihitung sedangkan beberapa partai mengusulkan hanya menghitung 22.807 suara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Volkjq
May 16, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Volkjq
via IFTTT

Wednesday, May 15, 2019

ESDM: Ekspor Migas Lemah karena Terserap di Dalam Negeri

Impor solar pun mengalami penurunan karena memaksimalkan produksi dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan April 2019 mengalami defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS. Defisit tersebut berasal dari defisit neraca dagang migas yang mencapai 1,49 miliar dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan defisit itu terjadi karena produksi minyak diserap dalam negeri untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran.

"Untuk Lebaran meningkat, tapi kita sudah upayakan untuk turun di neraca bulan ini," ujar Djoko di Kementerian ESDM, Rabu (15/5).

Djoko menjelaskan kebijakan menurunkan angka impor tersebut sudah dilakukan oleh pemerintah dan pertamina dengan membeli minyak mentah langsung dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Apalagi, untuk pasokan solar dan avtur produksi minyak dalam negeri dimaksimalkan untuk diolah menjadi solar.

Hal tersebut sudah terlihat pada dua pekan pertama bulan ini yang menunjukkan bahwa angka impor 0,75 miliar dolar AS. Sebelumnya, impor mencapai 1,49 miliar dolar AS.

"Kita kan impornya juga turun. Solar dan avtur turun, crude juga turun impornya," ujar Djoko.

Terkait turunnya ekspor, Djoko enggan menitikberatkan persoalan tersebut pada tak tercapainya lifting minyak. Ekspor minyak turun menurutnya lantaran produksi minyak dalam negeri semua dimaksimalkan untuk kebutuhan dalam negeri.

"Ekspor kurang karena kita serap semua untuk kebutuhan dalam negeri. Di satu sisi juga kami mau optimalkan penggunaan gas dalam negeri jadi ya ekspornya berkurang," ujar Djoko.

Meski begitu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebelumnya mencatat bahwa lifting migas pada kuartal pertama tahun 2019 memang tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan adanya decline rate yang lebih tinggi dari perkiraan awal pada akhir 2018.

SKK Migas mencatat pencapaian lifting migas sebesar 1,814 juta barrel of oil equivalent per day (boepd) selama Kuartal I 2019 atau 94,6 persen dari target APBN 2019 sebesar 2,205 ribu boepd.

Khusus untuk lifting minyak dan kondensat sebesar 745.000 barrel oil per day (bopd) atau 96.1 persen dari target APBN 2019 sebesar 775.000 bopd. Di sisi lain, lifting gas bumi sebesar 1,069 juta boepd atau 93,8 persen dari target APBN 2019 sebesar 1,25 juta boepd.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YsqxbP
May 15, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YsqxbP
via IFTTT

Intiland Catat Pendapatan Usaha Rp 2,6 Triliun

Perseroan akan fokus mencari terobosan untuk menjaga kinerja penjualan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski kondisi pasar properti masih belum kondusif karena permintaan belum tumbuh secara signifikan, namun  Intiland mampu mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,6 triliun tahun lalu.  

Angka tersebut naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 2,2 triliun. Laba usaha dan laba bersih mencapai Rp 377 miliar dan Rp 203 miliar atau masing masing turun sebesar 5,2 dan 31,6 persen.   

"Kondisi properti masih cukup berat dan belum kondusif," kata Archied Noto Pradono Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018, Rabu (15/5). Tingkat permintaan pasar terhadap produk properti relatif tidak mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Archied mengungkapkan dari perolehan laba bersih tersebut, sebesar Rp 20,7 miliar dialokasikan untuk dividen atau senilai Rp 2 persaham. Nilai dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham tersebut setara 10,2 persen dari perolehan laba bersih Perseroan tahun 2018. "Sisanya sebesar Rp180,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan dan sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib,” ungkap Archied .

Perseroan melihat tantangan yang dihadapi para pelaku di industri properti tahun ini masih cukup berat. Dibutuhkan terobosan yang efektif untuk mempertahankan kinerja usaha, baik dari aspek strategi ekspansi, manajemen konstruksi, pemasaran dan penjualan, hingga aspek pengelolaan biaya.

Menghadapi kondisi tersebut, perseroan fokus mencari terobosan untuk menjaga kinerja penjualan. Sejumlah strategi kunci sudah disiapkan sebagai upaya untuk mengantisipasi tantangan dan arah perubahan pasar properti.

Salah satu upaya yang ditempuh Perseroan adalah fokus pada pengembangan sejumlah proyek yang sedang berjalan. Perseroan berusaha meningkatkan penjualan inventori atau stok unit produk yang terdapat di semua proyek pengembangan. 

Untuk mengejar target penjualan, perseroan akan memprioritaskan pada penjualan proyek hunian, baik yang berasal dari pengembangan kawasan perumahan maupun apartemen. Perseroan saat ini memiliki sejumlah pengembangan proyek hunian yang diproyeksikan dapat memberikan kontribusi penjualan cukup signifikan di tahun ini.

Perseroan juga telah meluncurkan program kampanye pemasaran bertema #LivingConnected sejak bulan Maret 2019. Program ini merupakan gerakan kampanye untuk membangun kesadaran publik dan meningkatkan kualitas hidup dengan tinggal di kawasan dekat transportasi publik, khususnya bagi warga di Jakarta dan sekitarnya. 

Terdapat tujuh pengembangan proyek Intiland yang lokasinya dilintasi atau berdekatan jalur Mass Rapid Transit (MRT). Proyek tersebut meliputi kawasan perkantoran terpadu South Quarter, Poins Square, Serenia Hills dan South Grove yang lokasinya dekat stasiun Fatmawati dan Lebak Bulus. Apartemen 1Park Avenue lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun Blok M.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HlbSJZ
May 15, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HlbSJZ
via IFTTT

Monday, May 6, 2019

Federer Gembira Bisa Tampil di Lapangan Tanah Liat Lagi

Federer terakhir kali berkompetisi di lapangan tanah pada Mei 2016 di Roma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan petenis nomor satu dunia Roger Federer mengaku senang setelah membuat keputusan akan kembali bertanding di turnamen lapangan tanah liat Madrid Terbuka pekan ini. Dalam tiga tahun terakhir, Federer tidak pernah berlaga di lapangan tanah liat.

Federer terakhir kali berkompetisi di lapangan tanah pada Mei 2016 di Roma. Namun, ia mengkonfirmasi partisipasinya untuk turnamen di Madrid awal tahun ini.

"Saya senang bahwa keputusan yang saya ambil Desember lalu, ketika saya mulai merasa sepertinya saya ingin kembali bermain di lapangan tanah liat. Ini adalah keputusan yang tepat," kata Federer kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Senin (6/5). "Saya belum pernah lagi bertanding di lapangan tanah liat."

Federer, yang baru-baru ini memenangi gelar juara tunggal untuk ke-101 kali di Miami, menjadi unggulan keempat setelah petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, Rafa Nadal, dan Alexander Zverev. "Akan menarik untuk melihat bagaimana turnamen ini berjalan, saya tidak berharap banyak di turnamen ini," kata petenis asal Swiss yang kini berusia 37 tahun tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VimKkb
May 06, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VimKkb
via IFTTT

Saturday, May 4, 2019

Situng KPU: Prabowo-Sandi Masih Unggul di Sumsel

Data yang masuk dari Provinsi Sumsel mencakup 76 persen total TPS.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pasangan capres Prabowo-Sandiaga Uno sementara mengungguli Jokowi - Maruf Amin di Sumatra Selatan berdasarkan data Sistem Informasi Penghitungan Suara KPU. Berdasarkan data dari situs resmi KPU http://bit.ly/2Piy1Lh, Sabtu (4/5), data yang masuk untuk Provinsi Sumatra Selatan sudah 19.282 TPS dari 25.326 TPS atau 76 persen.

Prabowo-Sandiaga meraih 59,5 persen dengan perolehan 2.172.786 suara, sementara Jokowi - Maruf meraih 40,85 persen dengan perolehan 1.500.834. Prabowo-Sandiaga unggul di 16 kabupaten/kota di Sumatra Selatan, sedangkan perolehan suara pasangan calon 01 dan 02 imbang di Kabupaten Banyuasin dengan sama-sama memperoleh 180.552 suara.

Persentase perhitungan suara akan terus berubah seiring sudah hampir rampungnya KPU kabupaten/kota yang melaporkan suara keseluruhan. Bahkan ada empat kabupaten/kota yang statusnya telah mencapai 100 persen, yakni Pagaralam, Prabumulih, Kabupaten OKU, dan Kabupaten Pali.

Sementara, hasil rekapitulasi resmi baru dikeluarkan oleh KPU Kota Palembang pada Selasa (30/4), menyatakan, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang dengan raihan 559.422 suara atau 61,47 persen, sedangkan Jokowi-KH Maruf Amin meraih 38,52 persen atau 350.539 suara.

Ketua KPU Sumatra Selatan, Kelly Mariana, mengatakan, proses input data ke laman KPU akan terus berlangsung sembari proses rekapitulasi manual di tingkat KPU kabupaten/kota berjalan. "Saat ini sudah dua KPU yang sudah selesai pleno yakni Prabumulih dan Pagaralam, KPU Sumsel merencanakan pleno pada 9 Mei," ujar dia.

Ia mengingatkan, Sistem Informasi Penghitungan Suara statusnya sebatas informasi sementara dan tidak akan mempengaruhi penetapan hasil Pemilu 2019. Sebab, rekapitulasi resmi tetap dilakukan secara manual.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LmdabC
May 04, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LmdabC
via IFTTT

Monday, April 29, 2019

Tanggul Jebol, Puluhan Rumah di Ciamis Kebanjiran

Tanggul aliran Sungai Citalahab jebol dengan lebar 5 meter tinggi 2 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Setidaknya 38 kepala keluarga (KK) atau 113 warga di Kabupaten Ciamis terdampak luapan air Sungai Citalahab pada Senin (29/4). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supuani mengatakan, luapan itu disebabkan jebolnya tanggul di aliran sungai tersebut.

Ia menjelaskan, peristiwa jebolnya tanggul yang terletak di Kecamatan Pamican, Kabupaten Ciamis, itu terjadi pada Ahad (28/4) pukul 04.00 WIB. Tanggul aliran Sungai Citalahab jebol dengan lebar 5 meter tinggi 2 meter. Sementara hujan terus turun dengan intensitas tinggi, dan jarak Sungai Citalahab ke pemukiman warga hanya berjarak 20 meter.

"Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Namun dua titik pemukiman warga terendam," kata dia, Senin (29/4).

Ia mengatakan, dua titik itu adalah Dusun Sambungjaya, RT 13/05 dan Dusun Kertajaya, RT 25/05, yang keduanya terletak di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Di Dusun Sambungjaya, sebanyak 29 KK atau 82 jiwa rumahnya tergenang air setinggi betis orang dewasa.

Sementara di Dusun Kertajaya, air juga menggenang rumah 9 KK atau 31 jiwa. Tak hanya itu, Ani menambahkan, banjir juga menggenani sekitar 1 hektare areal pesawahan.

"Saat ini kita sudah memberikan bantuan 100 karung buah. Adapun kebutuhan mendesak adalah pompa air, karung, dan bronjong," kata diam

Hingga Senin sore, ia menambahkan, petugas BPBD dibantu warga masih bergotong royong menutup tanggul jebol dan memompa air menggunakan mesin pompa air ke sungai. Sedangkan masyarakat mulai membereskan rumah masing masing.

Menurut dia, akibat banjir itu, aktivitas warga tidak terlalu terhambat karena akses jalan masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara aktivitas perekonomian dan pemerintahan berjalanlancar seperti biasa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UO8PgS
April 29, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UO8PgS
via IFTTT

Tuesday, April 23, 2019

Dapatkan Special Treatment Pemilu di Traveloka

Caranya pakai promo Vote and Staylebrate di Traveloka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah meresmikan dua hari libur nasional untuk kita nikmati sekaligus dalam satu pekan di pertengahan bulan April ini. Dimulai dari libur Pemilihan Umum pada Rabu (17/4), lalu disusul oleh libur Hari Wafat Isa Al-Masih, pada Jumat (19/4).

Dengan adanya dua long weekend yang jaraknya berdekatan, inilah kesempatan kita untuk menikmati liburan yang memuaskan. Tak lagi perlu memusingkan bujet untuk liburan di long weekend yang kerap ramai dan berbiaya mahal, Anda malah akan mendapatkan keuntungan berikut:

1. Tidak perlu ambil banyak cuti untuk puas liburan

Berjudul "long weekend", liburan Anda di waktu tersebut sudah pasti lebih panjang karena termasuk dalam periode akhir pekan. Hal tersebut membuat Anda bisa puas berlibur tanpa harus mengambil cuti terlalu banyak. Misalnya untuk long weekend di bulan April ini. Beberapa perusahaan mungkin memberikan cuti bersama pada hari Kamis, 18 April 2019. Kalaupun tidak, Anda hanya perlu mengambil satu hari cuti di tanggal tersebut untuk menikmati liburan selama lima hari.

2. Bisa lebih hemat dengan promo Vote & Staylebrate

Liburan di long weekend kini tak lagi menjadi momok bagi orang yang memiliki bujet terbatas. Sebab, saat ini banyak penyedia layanan perjalanan yang memberikan promo. Traveloka sebagai aplikasi travel andalan Tanah Air adalah salah satu yang selalu memberikan promo menguntungkan dengan tema Vote & Staylebrate. Promo ini akan memberikan Anda potongan harga sebesar 10 persen hingga satu juta rupiah di seluruh hotel domestik maupun luar negeri. 

3. Ada spesial treatment usai ikut serta Pemilu 2019

Khusus liburan long weekend bulan April ini, Traveloka juga memberikan tambahan special treatmeant dalam menyemarakkan pesta demokrasi Pemilu 2019. Para pengguna yang memesan hotel pada masa promo dan memilih melakukan staycation usai mengikuti Pemilu, dapat menikmati jamuan spesial berupa welcome drink atau voucher food and beverage (F&B) di hotel bertanda khusus yang ada dalam Traveloka App. Untuk menikmati jamuan spesial ini, gunakan hak pilih Anda dalam pemilu, lalu tunjukkan jari bertinta kepada staf hotel.

Traveloka sejak dulu selalu berkomitmen membuat perjalanan dan liburan masyarakat Indonesia semakin mudah dan menyenangkan. Sambutlah libur akhir pekan Anda dengan memanfaatkan penawaran khusus dari aplikasi travel ini. Pastikan Anda memesan hotel pada tanggal 15-21 April 2019 untuk bisa memanfaatkan diskon promo. Adapun periode menginap untuk promo ini berlaku sepanjang tanggal 15 April-15 Juni 2019. Selamat merencanakan libur akhir pekan Anda!

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W2WBT0
April 23, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W2WBT0
via IFTTT

Monday, April 22, 2019

Lebaran Ruwah, Tradisi Meriah Sambut Ramadhan di Babel

Lebaran Ruwah digelar pertengahan Syaban menyambut Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT— Lebaran Ruwah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Wakil Bupati Bangka Syahbudin di Sungailihat, Ahad (21/4), pada perayaan lebaran ruah itu, mengatakan lebaran Ruwah atau sedekah Ruwah merupakan perayaan yang dilakukan sebagian masyarakat setempat, khususnya di Desa Penagan, untuk menyambut Ramadhan.

"Tradisi Lebaran Ruwah sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat desa setempat, tradisi ini mulai pertengahan Ruwah atau bersamaan dengan Sya’ban dalam kalender Hijriyah," katanya.

Dia mengatakan lebaran ruwah dilakukan pada pertengahan Sya’ban sehingga sering disebut dengan Nishfu Sya’ban. Pada bulan itu, masyarakat biasanya mengirimkan doa Nishfu Sya’ban dan melakukan ziarah di kuburan keluarga masing-masing.

"Tradisi lebaran ruwahan menjadi kebudayaan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, seperti orang tua, kakek, nenek, anak, tokoh pendiri kampung, wali, dan lainnya," katanya.

Seorang panitia penyelenggara sedekah ruwah, Effendi, mengatakan sedekah Ruwah yang digelar masyarakat dalam rangka menyambung silaturahim. Setiap pintu rumah warga desa terbuka lebar bagi masyarakat yang mau berkunjung atau silaturahim.

"Sedekah Ruwah bagi warga desa dirayakan seperti halnya Lebaran, bahkan lebih meriah dari Lebaran Idul Fitri atau Lebaran Idul Adha, karena banyak masyarakat dari daerah lain yang sengaja berkunjung ke desa kami sekadar untuk ikut memeriahkan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2INJXmU
April 22, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2INJXmU
via IFTTT

Bawaslu: Polisi tidak Boleh Pegang Salinan Formulir C1

Yang boleh mendapatkan salinan C1 hanya petugas KPPS, saksi, dan pengawas TPS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengatakan polisi atau TNI tidak diperbolehkan memegang salinan hasil penghitungan suara atau formulir C1. Yang diperbolehkan memegang dan mendapatkan salinan C1 hanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), saksi peserta pemilu, dan pengawas tempat pemungutan suara (TPS).

"Polisi tidak boleh pegang salinan C1. Yang pegang C1 kan KPPS dan wajib diberikan salinannya ke saksi dan pengawas," ujar Bagja di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Bagja mengatakan, Pasal 390 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 sudah mengatur dengan jelas siapa saja pihak yang memegang dan mendapatkan salinan C1. Dalam UU Pemilu tersebut, dikatakan pihak yang memegang C1 adalah KPPS dan salinannya diberikan kepada saksi dan pengawas.

"C1 plano kan KPPS pegang, nanti diserahkan pada saat rekapitulasi di PPS dan PPK. Yang wajib diberikan salinanya kepada saksi dan pengawas," tandas dia.

Namun, lanjut Bagja, tidak menjadi masalah jika polisi atau TNI hendak mendokumentasikan salinan C1 tersebut. Pasalnya, proses pungut-hitung di TPS dan rekapitulasi berjenjang dilakukan secara terbuka sehingga semua pihak bisa mendokumentasikan salinan C1 tersebut.

"Polisi, TNI motret C1 boleh, jangankan relawan, jangankan polisi wong orang lewat motret boleh. Lagi penghitungan difoto, silakan. Kan terbuka, kenapa penghitungan terbuka? Ya maksudnya itu, masyarakat bisa mengawal, masyarakat bisa tahu. Sekarang kawal-kawal pemilu, itu kan motret, nggak ada masalah kok. Nanti disandingkan, siapa tahu ada permasalahan di KPU," tegas dia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi Pramono mengatakan, bahwa polisi mempunyai salinan C1 hasil rekap di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurut Gatot, data C1 tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Apa yang terjadi di situ (TPS), kita akan laporkan semuanya, tertulis laporan kita. Apakah ada kejadian di situ. Kemudian siapa petugas-petugas di situ, kemudian hasil juga daripada di situ. Kita ada sama kita begitu. Jadi ini buat data internal kita untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi potensi-potensi yang menyebabkan potensi konflik, karena kita tahu peta kerawanan yang mungkin timbul, itu tujuannya," kata Gatot di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Selain aturan pada UU Pemilu, paruntukan salinan C1 pun diatur dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2019, yakni pada pasal 61 dan pasal 64. Aturan itu berbunyi:

Pasal 61 ayat 5

KPPS wajib menyampaikan 1 (satu) rangkap salinan

formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model C1-DPR,

Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-

DPRD Kab/Kota kepada Saksi, dan Pengawas TPS yang hadir pada hari dan tanggal Pemungutan Suara

Pasal 64

KPPS dilarang memberikan salinan formulir Model C-KPU,

Model C1-PPWP, Model C1-DPR, Model C1-DPD, Model C1-

DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab/Kota kepada

siapapun dan/atau pihak manapun, kecuali kepada pihak

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GzbmaJ
April 22, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GzbmaJ
via IFTTT

Sunday, April 21, 2019

Respons MUI, KPU: Keberadaan Lembaga Survei Dijamin UU

Keberadaan lembaga survei yang merilis hasil quick count dijamin UU Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, menangggapi usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta hitung cepat (quick count) ditiadakan. Menurutnya, keberadaan lembaga survei yang merilis hasil survei, quick count dan jejak pendapat saat Pemilu 2019 dijamin oleh UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

"Keberadaan lembaga survei berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 memang diperbolehkan," ujar Wahyu saat dihubungi wartawan, Ahad (21/4).

Wahyu menegaskan, bahwa lembaga survei merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam pemilu yang diakui secara legal. "Jadi dari sisi peraturan perundangan tidak ada permasalahan dengan lembaga survei tersebut karena memang diatur dalam UU bahwa keberadaan lembaga survei itu salah satu bentuk dari partisipasi masyarakat dalam pemilu," jelasnya.

Apalagi, lembaga-lembaga survei yang melakukan quick count pada Pemilu 2019 merupakan lembaga survei yang sudah terdaftar dan terverifikasi di KPU. Dalam pandangan KPU, lembaga-lembaga tersebut yang berhak untuk melakukan quick count.

"Terkait dengan hasil survei tentu saja kita kembalikan lagi kepada lembaga survei karena lembaga survei itu harus mempertanggungjawabkan hasil surveinya terutama dari sisi metodologi," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin meminta agar pengumuman hasil quick count dihentikan. Pihaknya pun meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan penyiaran hasil quick count sejumlah lembaga survei karena telah menimbulkan kegaduhan dan berefek buruk bagi demokrasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L1RtO2
April 21, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L1RtO2
via IFTTT

Saturday, April 20, 2019

Batik Buatan Mustahik Tampil di Ajang Puteri Kartini 2019

Batik merupakan karya mustahikbinaan Baznas dari Tuban Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kain batik karya mustahik dari Tuban di Jawa Timur dipamerkan dalam ajang perlombaan Puteri Kartini 2019 di Hall Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta pada Sabtu, (20/4). Sebelumnya para mustahik tersebut diberdayakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru, mengatakan para mustahik pengrajin batik diharapkan bertambah semangat setelah karya mereka ditampilkan di acara tingkat nasional. Baznas juga berharap mereka semakin bangga berkarya karena telah ikut melestarikan budaya Indonesia.

"Kain Batik Tuban ini beberapa kali pernah dipamerkan dari skala nasional hingga bertaraf internasional, pada kesempatan kali ini batik hasil karya mustahik binaan Baznas ikut serta dalam ajang Puteri Kartini 2019," kata Randi kepada Republika.co.id, Sabtu (20/4).

Ia menyampaikan, masih banyak pengrajin batik yang tidak sejahtera dan berada dalam garis kemiskinan. Padahal mereka memiliki bakat membuat batik, hanya saja mereka tidak memiliki modal.

Maka Baznas mengembangkan program Zakat Community Development (ZCD) dengan memanfaatkan segala sumber daya dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mustahik. Kini para pengrajin batik tersebut sudah mengalami peningkatan pendapatan. Mereka sedang dalam proses keluar dari garis kemiskinan.

"Kain batik karya mustahik ini juga kelebihannya menerapkan konsep ramah lingkungan, produknya menggunakan pewarna alam dan ecofashion," ujarnya.

Pada ajang Puteri Kartini 2019, kain batik dan tenun dari Tuban hasil karya mustahik tersebut ditampilkan dan dipakai oleh 10 finalis. Pada akhir 2018 lalu, kain batik itu juga dipamerkan oleh model-model pada kegiatan Eco Fashion Week Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Izstvk
April 20, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Izstvk
via IFTTT

Sunday, April 14, 2019

WNI di Luar Negeri Nyoblos Duluan

Pencoblosan di Pemilu 2019 (ilustrasi)

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID,

WNI di Luar Negeri Nyoblos Duluan

WNI yang tengah berada di luar negeri menggunakan hak pilihnya atau melakukan pencoblosan pemilu 2019 lebih awal yakni mulai 8-14 April 2019, sembilan hari sebelum pemilu di Tanah Air.

Pencoblosan di Luar Negeri

Waktu Pelaksanaan: 8-14 April 2019
Jadwal Penghitungan Suara: 17 April 2019

Tiga Metode Pemungutan Suara

1. Melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS)
2. Kotak Suara Keliling (KSK)
3. Pengiriman pos

Jumlah Daftar Pemilih Tetap di Luar Negeri
2.058.191

Jumlah Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri: 260

Sumber: Antara
Pengolah: Nur Aini

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dbq1a8
April 14, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dbq1a8
via IFTTT

Thursday, April 11, 2019

Pendidikan Politik Berkelanjutan, Ikhtiar Penyadaran Warga

Pendidikan politik berkelanjutan adalah upaya sadar untuk lakukan penyadaran politik

Pelaksanaan pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari, Warga Negara Indonesia akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta akan memilih Calon Legislatif dalam waktu bersamaan. Namun sangat disayangkan masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pemilu dan belum memahami bagaimana efek jangka panjang ketika acuh terhadap pemilu.

Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh stake holder dalam melaksanakan amanat UUD 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka itu dibutuhkan pendidikan politik demi mendorong penyadaran masyarakat.

Pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal hendak dibangun.

Hasil dari penghayatan itu, mengutip Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia, akan melahirkan sikap dan tingkah laku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal itu dan bersamaan dengan itu pulalah kebudayaan politik baru.

Pendidikan politik merupakan suatu proses sosialisasi politik dalam memahami sistem demokrasi di Indonesia. Tentu suatu hal yang wajar ketika masyarakat banyak yang belum memahami tentang pemilu dan belum adanya kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Waktu beberapa bulan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu tentu belum cukup untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat. 

Sosialisasi harus terus dilakukan meskipun pemilu serentak 2019 telah usai. Sosialisasi yang dilakukan tentang penyadaran pentingnya pemilu dan sistem demokrasi di Indonesia. Jika pelaksanaan pemilu sudah dekat baru sosialisasi yang dilakukan mengenai teknis pemilu berikutnya.

Proses penyadaran dalam pendidikan politik harus dilakukan oleh semua pihak, baik penyelenggara pemilu, partai politik, organisasi masyarakat/lembaga swadaya masyarakat agar kesadaran berpolitik sampai hingga ke akar rumput.

Manfaat pendidikan politik berkelanjutan

Manfaat pendidikan politik berkelanjutan adalah pertama, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu merangkak naik, baik itu pemilihan umum, pemilihan kepala daerah hingga yang terkecil pemilihan ketua RT.

Selama ini pelaksanaan pendidikan politik hanya ada di anggota organisasi baik organisasi politik, organisasi masyarakat, organisasi kampus serta miniatur pemerintahan lainnya yang kompleks. Di tatanan masyarakat secara umum pendidikan politik belum tersentuh karena belum adanya sosialisasi atau usaha yang membangun kesadaran akan pentingnya memilih.

Kedua, meminimalisir Politik Uang. Politik uang selama ini dimanfaatkan untuk mengambil suara masyarakat yang belum memiliki kesadaran berdemokrasi. Karena pola pikir yang menganggap akan memilih tergantung berapa rupiah yang didapatkan.

Namun jika kesadaran berpolitik sudah ada tentu akan meminimalisir politik uang, karena masyarakat akan mencari profil masing-masing calon terbaik dari tingkat pilkades hingga pemilu untuk memilih pemimpin yang melakukan keberpihakan kepada rakyat.

Ketiga, manfaat pendidikan politik berkelanjutan dapat mengajak generasi muda sejak dini, sehingga sejak usia dini sudah sadar dan paham apa itu demokrasi sehingga generasi muda tidak mudah "dimanfaatkan" oleh orang-orang yang berpolitik kotor.

Keempat, partai politik dapat menyegarkan struktural nya oleh generasi muda yang sudah paham politik diluar pendidikan formal, sehingga partai politik bisa "menghapuskan" kader-kader yang telah menjadi narapidana dan mantan narapidana.

Semoga empat point manfaat pendidikan politik berkelanjutan tersebut, bisa direalisasikan oleh banyak pihak. Serta bisa lebih menyadarkan masyarakat akan pentingnya demokrasi, politik dan menggunakan hak pilihnya saat pemilu.

Selamat menentukan pilihan pada pemilu serentak 2019 tanggal 17 April 2019

Pengirim: Fathin Robbani Sukmana, Sekretaris DEEP Kabupaten Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IqwK3d
April 11, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IqwK3d
via IFTTT

Wednesday, April 10, 2019

Praveen/Melati Melaju ke Putaran Dua Singapore Open

Di babak selanjutnya, Praveen/Melati akan langsung ditantang unggulan asal Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, berhasil menjejakkan kaki ke putaran dua Singapore Open 2019. Praveen/Melati mengalahkan ganda campuran Malaysia-Indonesia, Mohamad Arif Abdul Latif/Rusyidina Antardayu Riodingin dalam dua set langsung dengan skor 21-12 dan 21-16 di Singapore Indoor Stadium, Rabu (10/4).

“Lawannya tadi Arif dulu main single, ceweknya juga sama. Jadi kami nggak anggap remeh juga, tetap harus siap. Yang penting harus cepat dalam beradaptasi dengan lapangan,” kata Praveen seperti dikutip dari laman PBSI.

Di babak selanjutnya, Praveen/Melati akan langsung ditantang unggulan asal Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Pertemuan nanti menjadi yang kelima kalinya.

Di atas kertas, Praveen/Melati belum pernah mengantongi kemenangan dari Zheng/Huang. Terakhir bertemu di All England 2019, Praveen/Melati sempat membuka peluang untuk memenangkan laga dengan merebut game pertama. Sayang akhirnya Praveen/Melati kalah dengan skor 21-13, 20-22, dan 13-21.

“Besok kami lawan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, pokoknya sama dengan seperti di All England, kami nggak mau mikir menang kalah. Yang penting main semaksimal mungkin dan mengeluarkan penampilan terbaik kami,” kata Melati.

Selain Praveen/Melati, dua wakil ganda campuran Indonesia juga sudah aman ke putaran dua. Yakni, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KxsyBI
April 10, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KxsyBI
via IFTTT

Sunday, April 7, 2019

AS Bakal Masukan Garda Revolusi Iran ke Daftar Teroris

AS telah memasukkan puluhan entitas terkait Garda Revolusi Iran sebagai teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tiga pejabat Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan, AS berencana memasukkan pasukan khusus Iran ke dalam daftar organisasi teroris. Hal akan menjadi langkah pertama Washington melebeli militer negara lain sebagai kelompok teroris. 

Para pejabat tersebut mengatakan, keputusan ini akan diumumkan Departemen Luar Negeri pada Senin (7/4). Rumor tentang keputusan ini sudah lama beredar di Gedung Putih.

Pentagon menolak untuk mengomentari hal ini. Mereka merujuk ke Departemen Luar Negeri.  Akan tetapi, Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih juga menolak untuk berkomentar.  Misi Iran untuk PBB belum mau berkomentar.

Pengumuman ini bertepatan dengan satu tahun keputusan Donald Trump untuk menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Keputusan yang disusul dengan memberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi kepada Iran.

Kabar tentang AS memasukkan pasukan khusus Iran ke dalam daftar organisasi teror ini pertama kali diberitakan surat kabar AS Wall Street Journal. AS sudah memasukkan puluhan entitas dan individu yang berafiliasi dengan Pasukan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar hitam.

Namun, tidak pernah memasukkan Garda Revolusi sebagai satu organisasi penuh. Pada tahun 2007 Departemen Keuangan AS memasukkan Pasukan Quds yang diberada di bawah naungan Garda Revolusi Iran sebagai 'kelompok pendukung terorisme'.

Pasukan Quds unit Garda Revolusi Iran yang beroperasi di luar negeri. Departemen Keuangan AS mengatakan pasukan itu sebagai 'tangan utama Iran untuk menjalankan kebijakan mendukung teroris dan kelompok pemberontak'.

Iran sudah memperingatkan akan melancarkan respons 'yang menghancurkan' bila AS melanjutkan keputusan tersebut. Pada 2017 lalu Komandan Garda Revolusi Mohammad Ali Jafari mengatakan jika Trump melanjutkan langkah itu 'Garda Revolusi akan menganggap pasukan AS di seluruh dunia seperti ISIS.

Ancaman seperti itu sangat tidak menguntungkan bagi pasukan-pasukan AS yang ada di Irak. Di sana  Iran memiliki persekutuan dengan pasukan Syiah yang markasnya bersebelahan dengan pasukan AS.

Sementara itu Senator dari Partai Republik Ben Sasse mengatakan hal ini menjadi langkah penting bagi Amerika untuk memaksimalkan tekanan mereka terhadap Iran. "Penandaan formal dan konsekuensinya mungkin baru, tapi para penjaga dari Garda Revolusi ini sudah lama menjadi teroris," kata Sasse.

Garda Revolusi Iran dibentuk pada 1979 untuk melindungi sistem pemerintahan yang berpusat pada ulama Syiah. Garda Revolusi organisasi keamanan terkuat di Iran. Mereka mengusai banyak sektor ekonomi Iran dan memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam politik.

Garda Revolusi yang memiliki rudal balistik dan program nuklir Iran. Teheran sudah memperingatkan misil mereka yang mampu mencapai 2.000 kilometer dalam membahayakan markas Israel dan AS di kawasan.

Angkatan darat, laut dan udara Garda Revolusi diperkirakan memiliki 125 ribu personel pasukan. Belum diketahui dengan pasti apa dampak dari keputusan AS memasukan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G4QrvV
April 07, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G4QrvV
via IFTTT

Thursday, April 4, 2019

20 Organisasi Kepemudaan Ikrarkan Piagam Pemuda Islam

Piagam Pemuda Islam berfokus pada kemandirian ekonomi umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 20 organisasi kepemudaan yang terhimpun dalam Pemuda Islam menyelenggarakan muktamar bertema "Meneguhkan Spirit Kebangkitan Ekonomi Umat" di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Kamis (4/4). Acara tersebut menghasilkan dokumen bertajuk Piagam Pemuda Islam.

Piagam Pemuda Islam ditandatangani para pimpinan 20 organisasi kepemudaan. Piagam tersebut lalu dibacakan Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi.

Irfan mengatakan, sepanjang 74 tahun kemerdekaan Indonesia spirit keumatan terus tumbuh. Namun, pada faktanya belum tampak kemandirian umat Islam pada sektor ekonomi.

Dia menekankan, sektor ekonomi merupakan salah satu pilar utama untuk menuju bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Bila kaum Muslimin mandiri, maka dampak positifnya akan terasa bagi seluruh bangsa.

"Maka kami segenap organisasi kepemudaan Islam membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam kerja-kerja dan gerakan kebangkitan ekonomi umat," kata Irfan Ahmad Fauzi saat membacakan Piagam Pemuda Islam, Kamis (4/4).

Ia menyampaikan Piagam Pemuda Islam, pertama, segenap organisasi pemuda Islam mendorong peran aktif pemuda dalam agenda pembangunan nasional. Kedua, segenap organisasi pemuda Islam berkomitmen untuk berpartisipasi dalam sektor ekonomi guna menuju kemandirian umat.

Ketiga, segenap organisasi pemuda Islam mendorong peran strategis pemuda Islam dalam memajukan urusan umat dan kemasjidan. Keempat, segenap organisasi pemuda Islam berkomitmen menumbuhkan spirit gerakan umat yang senafas dengan perkembangan teknologi dan informasi.

"Kelima, kami segenap organisasi pemuda Islam akan selalu menjaga komitmen kebangsaan sebagai bagian dari anak bangsa dan spirit kebhinekaan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2WO4J9Z
April 04, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2WO4J9Z
via IFTTT

Saturday, March 30, 2019

Klinik Kesehatan di Gaza Bersiap untuk Great March of Return

MSF telah meningkatkan kapasitas tempat tidur dan menyiapkan skenario terburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Klinik medis yang dikelola oleh Doctors Without Borders (MSF) di Gaza telah bersiap untuk keadaan darurat dalam peringatan Great March of Return. Dalam pernyataanya, MSF telah meningkatkan kapasitas tempat tidur dan menyiapkan skenario terburuk.

MSF menyatakan keprihatinannya atas ribuan orang yang terluka dalam peringatan Great March of Return tahun lalu. Sebagian besar pasien mengalami luka cukup serius di bagian kaki akibat tembakan maupun bom.

"Ini bukan luka sederhana yang dapat dengan mudah dijahit. Potongan kaki telah pecah dan tulang-tulang di dalamnya hancur," ujar MSF dalam pernyataannya, dilansir Aljazirah, Sabtu (30/3).

MSF menyatakan, saat ini Gaza tidak memiliki kapasitas untuk merawat semua pasiennya dan kewalahan. MSF berusaha semaksimal mungkin untuk merawat warga Palestina yang terluka akibat perayaan Great March of Return tahun lalu. Namun karena keterbatasan, tidak semua pasien dapat diobati.

Seorang pemuda berusia 22 tahun, Imad Hassan Khalifa berada di sebuah klinik medis di Gaza dengan sepasang kruk di sampingnya. Dia mengingat alasannya ikut berpartisipasi dalam aksi Great March of Return tahun lalu.

"Saya berpartisipasi dalam semua aksi demonstrasi. Kehidupan, kondisi ekonomi, dan keadaan yang frustrasi telah mendorong saya bersama dengan banyak anak muda lainnya untuk ikut aksi protes apa pun hasilnya. Kaki saya ditembak oleh peluru dengan daya ledak tinggi," kata Khalifa.

Khalifa mengatakan, kakinya terkena tembakan dalam aksi protes yang terjadi pada Oktober 2018 lalu. Setelah itu dia pergi ke Mesir untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, seorang dokter di Mesir mengatakan kepada Khalifa bahwa penyembuhannya akan memakan waktu cukup panjang.

Saat ini Khalifa berada di klinik MSF di Gaza untuk fisioterapi dan menjalani perawatan terhadap luka di kakinya. Khalifa mengatakan, klinik tersebut telah menjadi tempat berkumpul bagi orang-orang yang terluka dalam aksi protes.

"Kami selalu menghibur satu sama lain, karena kami berbagi penderitaan dan luka. Kami selalu duduk bersama, tertawa, dan bercanda mengejek nasib kami sambil menunggu giliran untuk menerima perawatan," kata Khalifa.

Diketahui, Maret 2018, warga Palestina di Gaza berpartisipasi dalam aksi bertajuk Great March of Return. Mereka menuntut Israel mengembalikan lahan yang didudukinya pasca Perang Arab-Israel pada 1984 kepada pengungsi Palestina.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FDRYYq
March 30, 2019 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FDRYYq
via IFTTT