Pages

Showing posts with label 2019 at 05:21PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:21PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Hanura Kubu Daryatmo Sesalkan Pernyataan OSO Soal Wiranto

OSO menjadi ketum Partai Hanura kan karena restu Wiranto pendiri partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPP Partai Hanura kubu Daryatmo menyesalkan pernyataan Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyalahkan Wiranto sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kegagalan partai tersebut menuju Senayan. Hanura gagal lolos karena tidak memenuhi ambang batas Parliamentary Threshold (PT) sebesar empat persen.

"Kami menyesali pernyataan yang disampaikan oleh Osman Sapta, sebab menodai puasa Ramadhan di mana kita dalam suasana meningkatkan silaturahmi dan disampaikan di hadapan Presiden, seharusnya dalam suasana ketat tata krama, itu marwahnya," kata Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta, Ahad (19/5).

Ia mengatakan pernyataan tersebut bukan hanya menodai puasa Ramadhan. Namun, ia menambahkan, juga karena disampaikan di depan Presiden Joko Widodo saat acara buka bersama DPD RI dengan Presiden Jokowi pada Rabu (15/5).

"OSO menjadi ketum Partai Hanura kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat oleh presiden menjadi Menko Polhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum, dan keamanan," kata Daryatmo.

Menurut dia, seiring berjalannya waktu, Partai Hanura di bawah kepimpinan OSO bukan semakin solid, tetapi terjadi perpecahan. Hal tersebut akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan.

Akibatnya, kata dia, mayoritas kader militan Partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura. "Oleh karena itu tidak heran partai kami gagal memenuhi ambang batas PT, namun anehnya, justru OSO menyalahkan Wiranto sebagai penyebabnya," kata dia.

Ia mengatakan tanggung jawab Partai Hanura itu ada di tangan OSO dan bukan di tangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina. "Jadi tidaklah berlebihan apabila kita menduga OSO mau lari dari tanggung jawab, dan ini membuktikan keyakinan mayoritas kader, bahwa Partai Hanura di bawah kepemimpinan OSO tidak banyak yang bisa diharapkan," katanya dalam siaran persnya.

"Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, dengan secara kesatria mundur dari kepemimpinan Partai Hanura," kata Daryatmo.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odangsebelumnya mengungkapkan penyebab partainya gagal lolos ambang batas parlemen karena tindakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto. "Jadi ada yang bertanya, kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto bukan saya. Dia yang membuat kalah kok," kata Oesman Sapta dalam acara buka puasa bersama Presiden Jokowi, di kediaman Oesman, Jalan Karang Asem, Jakarta, Rabu (15/5).

Namun, dia tidak menjelaskan apa peran Wiranto hingga menyebabkan Hanura tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Oesman menegaskan bahwa tidak masalah jika partai yang dipimpinnya kalah di Pemilu 2019, namun yang terpenting pasangan capres-cawapres yang diusung Hanura menang Pemilu Presiden yaitu Jokowi-Ma'ruf.

"Biar Hanura kalah, tapi presidennya menang," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WNUL8Y
May 19, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WNUL8Y
via IFTTT

Friday, May 10, 2019

Umrah Ramadhan: Momen Tepat Mencari Menantu dan Besan

Umrah Ramadhan ternyata banyak menjadi momen tepat mencari menantu dan besan.

Oleh: Uttiek M Panji Astuti, Traveler dan Penulis Buku

Umrah Ramadhan terasa sangat berbeda. Bukan sekadar janji pahala yang seperti berhaji dengan Rasulullah.

"Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Namun, suasana kekeluargaan yang tercipta dalam rombongan pun lebih mengesankan.

Bisa jadi karena momennya adalah bulan suci. Bisa juga karena saat Lebaran, semua jauh dari keluarga di Tanah Air. Sehingga "keluarga" yang dirasa paling dekat saat itu, ya teman satu rombongan.

Umrah Ramadhan biasanya juga diikuti keluarga-keluarga yang membawa serta anak dan cucu.

Yang saya tak bisa lupa adalah momen itu sekaligus "dimanfaatkan" untuk menimbang dan memilah calon menantu atau besan.

Ahay!

Waktu itu, rombongan yang berangkat bersama saya dan Lambang banyak yang mengajak serta anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa. Anak-anak umur kuliahan. Jadilah ajang "saling lirik" tak terelakkan.

Tapi, tentu saja ini bukan untuk membuka jalan maksiat ya. Justru para orangtua ini langsung menilai keseriusan "calon menantu" atau "calon besannya".

Istilahnya, kalau setuju langsung ta'aruf.

Ada putra seorang ulama yang ikut serta dalam rombongan. Anaknya seru sekali. Sekaligus sholeh. Jadilah masuk kriteria jomblo sakinah yang diidamkan para orangtua. Ia berangkat sendirian.

Di saat bersamaan, ada satu keluarga yang membawa anak gadisnya dan tiga orang adik laki-lakinya. Singkat cerita, sepertinya pasangan ini match alias sekufu.

Sama-sama ganteng dan cantik. Sholeh-sholeha. Dari keluarga yang terjamin nasabnya. Semua rombongan mendukung.

Si putra ulama ini juga pandai sekali mengambil hati semua anak laki-laki dalam rombongan. Sehingga dinobatkan menjadi kepala suku mereka. Kita menjulukinya boyband. Karena kemana-mana selalu serombongan bersama. Bahkan akhirnya mereka ramai-ramai tidur di kamar kepala suku.

Si anak gadis malu-malu. Walaupun adik-adik laki-lakinya sudah jatuh hati lebih dulu ke calon "kakak ipar".

Suatu kali saya terkejut ketika mendengar kepala suku ini mengatakan, "Sudah, saya saja yang antar Mama, Yah (Ayah)."

Saya langsung menggodanya, "Wah, perasaan kemarin masih manggil Om-Tante, kok, sekarang udah manggil Ayah-Mama saja. Memang sudah dapat restu?"

"Optimis Tante. Optimis," jawabnya dengan seru seperti biasa.

Tak hanya kisah si anak ini yang ramai didukung orang-orang satu rombongan. Suatu kali, saya pulang dari masjid sempat membeli beberapa mushaf. "Beli mushaf banyak amat, Mbak?" Tegur seorang ibu dalam rombongan.

"Hehe, iya Bu. Adik laki-laki saya kebetulan belum menikah. Ini sengaja saya beli mushaf untuk dia. Supaya digunakan buat mahar. Saya baca beberapa juz di sini," jawab saya.

"Sudah ada calonnya?" Kejarnya.

"Belum. Sedang ikhtiar," jawab saya.

Rupanya keterangan singkat itu "menarik perhatiannya". Kebetulan keluarga ini juga membawa anak-anaknya, yang salah satunya sudah gadis. Sedang kuliah di salah satu universitas negeri terbaik.

Anak gadis ini tetiba sering "dititipkan" pada saya. Untuk berangkat bareng ke masjid. Awalnya saya tidak ngeh. Tapi lama-lama, paham maksudnya.

Islam secara jelas telah mengatur, ada 4 kriteria wanita untuk dinikahi. Seperti tercantum dalam hadist:

Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena garis keturunannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Begitupun dengan anak bujang.

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

Maka, momen umrah Ramadhan memang sangat tepat untuk menelisik "para calon" ini. Apalagi dipertemukan di waktu yang mulia. Dikumpulkan di rumah Allah.

MasyaAllah...

Namun, jodoh telah dituliskan di Laufil Mahfudz jauh sebelum kita lahir untuk menyambut takdir.

Bagaimana akhir kisah romansa di Tanah Suci ini? Beberapa bulan sepulang dari umrah, saya dan suami saya, Lambang, menerima undangan dari si kepala suku boyband. Rupanya jodohnya bukan anak gadis yang ditemui di Tanah Suci.

Pun anak gadis yang sering "dititipkan" ke saya, rupanya bukan jodoh adik saya. Ia menikah dengan temannya yang sama-sama melanjutkan studi di luar negeri.

Sedang mushaf yang saya beli untuk digunakan adik saya sebagai mahar, sampai sekarang masih tersimpan rapi.

Mungkin jodohnya akan datang Ramadhan tahun ini?

Follow me on IG @uttiek.herlambang

Tulisan dan foto-foto ini telah dipublikasikan di www.uttiek.blogspot.com dan akun media sosial @uttiek_mpanjiastuti

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HbKXQx
May 10, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HbKXQx
via IFTTT

Thursday, May 2, 2019

Harga Tiket Pesawat Kerek Infrasi di Kota Malang

Bulan ini, pemda diminta waspadai potensi inflasi dari bahan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo mengungkapkan, inflasi di wilayahnya masih didominasi harga tiket pesawat. Kondisi ini serupa dengan inflasi yang diperoleh Kota Malang pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Malang meningkat dari 0,36 menjadi 0,44 persen. Sementara harga tiket pesawat mengalami kenaikan sebesar 11,58 persen. "Artinya ikut andil (inflasi) 0,3099 persen," kata Sunaryo kepada wartawan di Kantor BPS Kota Malang, Sukun, Kamis (2/5).

Di bulan sebelumnya, harga tiket pesawat melonjak hingga 14,12 persen. Hal ini berarti ikut andil menyumbang inflasi sekitar 0,3324 persen. Kota Malang memeroleh inflasi sebesar 0,36 persen di Maret 2019.

Menurut Sunaryo, masalah harga pesawat ini memang tidak bisa diatur oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Kendali maupun kebijakan berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk itu, Sunaryo lebih menyarankan agar pemda konsentrasi dalam menghadapi kenaikan harga di sepanjang Mei ini.

Menurut Sunaryo, Mei memiliki tren kenaikan inflasi di tahun lalu. Semula hanya 0,14 persen lalu meningkat hingga 0,29 persen. "Tahun sebelumnya sudah separuh bulan puasa, separuhnya lagi tidak tapi sudah beri kenaikan. Dan kini satu bulan penuh puasa, ini yang perlu diwaspadai," jelas Sunaryo.

Sunaryo menyarankan, agar pemda lebih fokus mewaspadai kenaikan harga pangan. Pasalnya, harga-harga komoditas tersebut acap menaik di Ramadhan dan lebaran. Selain itu, harga tersebut juga lebih bisa dikendalikan dibandingkan pesawat.

Untuk informasi, bawang putih berada pada posisi kedua sebagai penyumbang inflasi terbesar di Kota Malang. Pangan ini mengalami kenaikan sebesar 31,13 persen dengan andil inflasi 0,1369 persen. Kemudian bawang merah pun juga mengalami hal serupa dengan lonjakan hingga 25,45 persen.

"Ada juga cabai merah, telur ayam ras dan tomat sayur," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengklaim sudah mengantisipasi segala kemungkinan kenaikan maupun penurunan harga komoditas menjelang Ramadhan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, timnya akan terus memantau harga semua komoditas di pasar.

"Kalau ada gejolak kenaikan, kita segera mencari penyebabnya dulu. Kalau penyebabnya karena kelangkaan barang di pasar, kita adakan operasi pasar," kata Wahyu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y2UuPI
May 02, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y2UuPI
via IFTTT

Saturday, April 27, 2019

Rumah Zakat Berdayakan Petani Beras Organik di Ciamis

Rumah Zakat bersama para petani binaannya memanen 1.750 kg Gabah Kering Giling..

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Rumah Zakat terus melakukan misinya untuk memberdayakan Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertanian menjadi salah satu potensi pemberdayaan di desa berdaya Kertajaya, Lakbok, Ciamis.

Rumah Zakat sejak tahun 2018 fokus melakukan pemberdayaan kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kertajaya sejahtera. Kamis (25/4) lalu, Rumah Zakat bersama para petani binaannya memanen 1.750 kilogram (kg) Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 1 ton lebih padi.

Ini adalah kali kedua padi organik dipanen. Menurut Fasilitator Desa Berdaya Kertajaya awal mula pemberdayaan dilakukan sejak Maret 2018 lalu, dengan pemberian modal pada tiga petani.

"Pada maret 2018 Rumah Zakat memberikan bantuan program petani berdaya Kepada 3 penerima manfaat Dengan hasil panen pertama waktu itu 700 kg, Alhamdulillah panen kali ini meningkat," ujar Fasilitator Rumah Zakat, Asep Yana Supriatna, seperti dalam siaran pers.

Asep juga menuturkan jumlah petani yang dibina olehnya kini bertambah menjadi lima petani. Pemberdayaan petani di Desa Berdaya kertajaya dilakukan dari hulu ke hilir, artinya tidak hanya pemberian modal untuk petani saja namun hasil pertanian dari para petani juga kemudian dijual melalui Bummas Kertajaya Berdaya yang dioperasikan oleh warga kertajaya dan dibina oleh fasilitator Rumah Zakat.

Bummas Kertajaya Berdaya pun diresmikan berbarengan dengan Panen Raya oleh Kepala desa Kertajaya Bpk. Rosdianan. Kepala Desapun memberikan paresiasi yang positif atas program peberdayaan yang dilakukan di Desa Kertajaya

"Saya mengapresiasi program Rumah Zakat terutama Bummas Kertajaya Berdaya dengan produknya beras organik dan pupuk organik. Semoga Bummas ini bisa menjadi sarana meningkatkan ekonomi di Desa Kertajaya," ujarnya.

Ini hanya salah satu cerita tentang pengelolaan zakat menjadi sebuah kegiatan produktif dan mampu memendirikan penerima zakat secara ekonomi secara berkelanjutan. Setidaknya Rumah Zakat telah melalukan hal serupa di 1.452 Desa Berdaya Rumah Zakat diseluruh Indonesia.

Hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu memberdayakan umat. Zakat Anda mampu menjadi satu upaya mengentaskan kemiskinan dan memberikan satu jembatan penyelenggaraan ekonomi produktif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IJUfoZ
April 27, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IJUfoZ
via IFTTT

Sunday, April 21, 2019

Benarkah Kartini Dipingit?

Mengapa Kartini bisa mengunjungi rumah Asisten Residen Jepara di seberang alun-alun.

Oleh: Priyantono Oemar

Melihat pintu masuk, kesan upacara yang akan dilangsungkan di gedung itu sudah didapat. Motif dekorasi keraton yang sederhana dan pigura emas yang lebar dengan foto RA Kartini, menjadi penanda upacara apa yang akan segera digelar di Sekolah Van Deventer Solo itu pada Ahad malam, 21 April 1929.

De Sumatra Post 4 Mei 1929 melaporkan, PAH Mangkunegoro VII juga hadir di acara peringatan 50 Tahun RA Kartini atas inisiatif Solosche Van Deventervereniging itu. Dari keluarga Kartini hadir RA Santoso dan RMH Soemarto. Foto besar RA Kartini berbingkai emas hadiah dari Mangkunegoro VII itu seperti penanda "sangkar emas" yang dulu mengurung Kartini remaja.

Suatu hari, Kartini terpecah konsentrasi belajarnya ketika teman Belandanya, Lesty, sibuk belajar bahasa Prancis di jam istirahat ketimbang bermain. Namun, Kardinah di buku Tiga Saudara, mengaku teman-teman di sekolah kebanyakan Belanda peranakan. "Jarang sekali yang bukan Belanda Indo. Anak Jawa juga hamper tidak ada," tulis Kardinah.

Lesty mengutarakan alasannya, tak akan diperbolehkan pergi ke Belanda bila tidak bisa berbahasa Prancis. Ketika dewasa, Kartini juga belajar bahasa Prancis. Ngasirah, ibu kandung Kartini yang anak mandor tebu dan guru mengaji, bisa berbahasa Prancis tetapi tak pernah dipakainya.

Lalu Lesty bercerita tentang cita-citanya, yang membuat Kartini tercekat ketika memintanya bercerita tentang cita-cita. Setelah sekian lama bengong memandang Lesty, Kartini berujar pendek sambil menggelengkan kepala, "Tak tahu."

Pengalaman hari itu membuat Kartini gelisah. Ia akan menghadapi kenyataan setelah sekolah akan dipingit menunggu ada orang tua laki-laki yang melamarnya. Kelak, Sulastri –kakak perempuan pertamanya— mengalami hal itu terlebih dulu.

Saat sudah dipingit, dan keinginan Kartini tidak dipenuhi ayahnya, ia akan mengurung diri di kolong dipan di kamarnya, menahan rasa malu dan memendam pilu. Bagaimanapun, Kartini harus menjalaninya dengan segala kenakalannya.

Meski dipingit, Kartini masih sering bersyukur. Dari kamarnya, ia bisa menikmati 'musik alam'. "Kalau kami menikmati nyanyian unggas, atau lagu musik yang merdu yang kami hayati sepenuh hati, maka kami pun bersyukur bahwa Tuhan tidak menciptakan kami tuli!" tulis Kartini pada 10 Juni 1901.

Bila Kartini dan adik-adiknya di Klein Scheveningen, mereka bisa menikmati pemandangan sinar keemasan matahari yang terpantul dari permukaan laut. Scheveningen adalah nama pantai rekreasi di Belanda, dipakai Kartini untuk menamai pantai di utara Jepara.

"Tempat tenang di pantai laut yang memikat hati, tempat segala sesuatu yang bernapaskan keheningan, ketenangan, dan keagungan, tempat matahari terbenam dengan sangat indahnya, maka tiada habis-habisnya kami mengucap syukur, bahwa mata kami tidak cacat dan dapat memandang segala kegembiraan."

Pada 18 Mei 1901, gerhana matahari terjadi di Jawa, ahli dari berbagai dunia datang. Tapi Kartini hanya bisa menyaksikan sebentar, karena langit kemudian berawan lalu hujan lebat. Kecewa tentu saja, tapi hujan itu ditunggu-tunggu para petani. "Ayah gembira sekali dengan hujan lebat yang berguna bagi sawahnya."

Di hari Ahad, Kartini sering diajak ayahnya mengunjungi warga, baik ketika ada warga yang sakit, ada kebakaran, ada panen, ada paceklik, ada shalat meminta hujan, ataupun ketika ada perayaan Idul Fitri. Kartini juga pernah ikut menanam padi. 

Ia membaca koran "De Locomotief" yang menjadi bacaan pengusaha Belanda yang suka mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Koran ini kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat Jawa.

Dari koran ini pula, sepertinya Kartini mendapatkan informasi kejadian-kejadian buruk rakyat Jawa di luar kabupatennya. Ia misalnya, pernah menulis surat bercerita tentang kelaparan yang menimpa rakyat Demak dan Grobogan. Pengetahuannyaa tentang dunia di luar wilayah kabupatennya. "Luas dan mengagumkan dibandingkan dengan masa dan usianya," puji Pramoedya Ananta Toer.

Ia tidak menyukai koran yang hanya mengabarkan hal remeh-temeh seperti kebakaran dan pencurian. Di nota "Berilah Orang Jawa Pendidikan" yang ia tulis untuk pemerintah, Januari 1903, ia mengaku lebih senang jika pengelola penerbitan memuat hal-hal yang dapat "memperluas pandangan, mencerdaskan pikiran, dan memuliakan rasa hati. Sama sekali bukan surat abar yang memuat berita kebakaran, pencurian dan pembunuhan, dan caci maki anonim dan sanjung puji berlebihan."

Meski Kartini mengaku mendapat dukungan dari pers, Pramoedya Ananta Toer menyebut Kartini sebagai single fighter ketika memperjuangkan keinginannya menaikkan derajat rakyat. Namun Pram memaklumi karena di masa itu "bukan saja karena belum ada massa yang mendukungnya, juga karena taraf perjuangan waktu itu belum sampai pada pembentukan massa sebagai jalan kea rah pembentukan berkekuatan serta kekuasaan."

Maka, ketika ia ingin mendapatkan dukungan yang kuat agar keinginannya bisa terealisasi, ia merelakan diri menjadi madu Bupati Rembang, hal yang semula ia tentang keras. Dengan memiliki istri penguasa ia berharap suaminya bisa mendorong percepatan realisasi cita-citanya.

Kartini pintar menangkap aspirasi rakyat kecil. Ia menanggalkan gelar kebangsawanannya, dan memakai gelar tertingginya sebagai "hamba Allah" sama seperti rakyat kebanyakan yang memeluk Islam. Untuk menemukan keunggulan rakyat kecil, ia juga menoleh dongeng dan nyanyian rakyat. Baginya, seperti tertuang di surat tertanggal 20 Agustus 1902, "orang Jawa yang kecil, paling kecil pun adalah puitik."

Maka, mereka menjadi bahan cerita yang menginspirasi perjuangannya, yang kemudian ia tuliskan melalui penanya. Meski kadang meledak-ledak, Kartini dinilai Pram tetap menjaga batas-batasa kesopanan dalam tulisan-tulisannya.

Kartini tentu menyadari hal itu,karenanya di surat tertanggal 30 Sepetember 1901, ia menegaskan, "Perihal kurangnya penguasaan bahasa saya untuk sekehendak hati saya, mungkin itu lebih baik bagi saya. Siapa tahu apa yang sebenarnya baik akan menjadi sesuatu kejahatan apabila ditulis oleh pena yang tidak bijaksana, tidak berpengetahuan dan pemarah."

Sejak kecil, Kartini memang memiliki jiwa yang meledak-ledak. Ia misalnya tak mau berpuasa lagi dan menolak belajar mengaji karena ketika ia bertanya kepada guru ngajinya, guru ngajinya tak bisa mengartikan ayat-ayat Alquran yang disuruh ia baca.

Ia sempat merasa jengah dengan agamanya sendiri dan tercerahkan lewat ajaran agama lain yang ia dapat dari sahabat Belandanya dan bacaan Injilnya. Ia membaca Injil berbahasa Melayu dan membaca ajaran Buddha, sebelum di kemudian hari ia bertemu dengan Kiai Soleh Darat yang fasih menjelaskan arti Alquran.

RM Notosuroto memuji Kartini, bangsawan Pakualaman yang mendirikan Perhimpunan Hindia di Belanda, tetapi memilih opsi Indonesia lebih baik menjadi bagian Belanda daripada merdeka. "Dari bagian kehidupan kalbunya ini kita dapat mengenal garis-garis watak Kartini yang menyebabkan ia menjadi permata toleransi, kesadaran harga diri, dan penghargaan terhadap kebajikan yang juga berasal dari ornag-orang lain," ujar dia seperti dikutip Pram di Panggil Aku Kartini Saja.

Saat menjadi pimpinan Perhimpunan Hindia, Notosuroto pada 24 Desember 1911 menegaskan, pemikiran Kartini dijadikan pedoman bagi Perhimpunan Hindia. Seperti dikutip Bataviaasch Nieuwsblad, Notosuroto menganggap pemikiran Kartini sebagai satu-satunya yang mampu menyelamatkan orang-orang Jawa dan menemukan gemanya di benak para pemuda Perhimpunan Hindia.

Maka, di Amsterdam, air mata Nyonya De Booij-Boissevain jatuh di podium ketika ia pada 22 Desember 1913 menguraikan kisah perjuangan Kartini yang berujung pada kematiannya setelah menjadi ibu. Hadirin menyimak momen tragis Kartini yang diceritakan Nyonya De Booij yang pernah menerima dua kali surat dari Kartini itu.

"Banyak telinga yang juga terlihat lembab di aula," tulis Bataviaasch Nieuwsblad, yang kemudian dilanjutkan Nyonya De Booij dengan ajakan menyokong pendanaan Kartini Fonds untuk membantu sekolah Kartini di Hindia Belanda.

Ini, lanjut koran itu, adalah bukti bagaimana seorang idealis yang meninggal telah menaklukkan banyak hati. De Booij berkenalan dengan Kartini ketika Kartini berkunjung ke Bogor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ILXnji
April 21, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ILXnji
via IFTTT

Saturday, April 13, 2019

Addie MS Terkesan dengan Konser Putih Bersatu

Konser Putih Bersatu dimeriahkan sederet artis dan selebritas Tanah Air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Addie MS terkesan dengan Konser Putih Bersatu yang dihadiri ratusan ribu orang pada Sabtu (13/4). Acara ini dimeriahkan oleh penampilan sederet musisi serta selebritas Tanah Air.

"Seramai-ramainya massa, ini yang mungkin buat saya intens ramainya. Artinya dari segi jumlah manusianya, keceriaannya, sejumlah manusia memenuhi kompleks GBK," ujar dia kepada Antara di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/4). Selain untuk mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01, Konser Putih Bersatu bagi Addie MS adalah wadah masyarakat untuk berterima kasih kepada Joko Widodo (Jokowi).

"Ini seperti waktunya kita, minimal diri saya untuk berterima kasih kepada seorang yang namanya Pak Jokowi. Ternyata spirit berterima kasih, spirit bersatu dengan sesama bangsa yang mungkin belum tentu mendukung bapak Jokowi, tetapi kita semua bersuka cita bersama," kata suami dari penyanyi Memes itu.

Konser Putih Bersatu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan menghadirkan penampilan sejumlah musisi di panggung besar di dalam Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah penyanyi yang tampil di antaranya Tina Toon,Harvey Malaiholo, dan Lita Zein. Mereka membawakan lagu Bendera yang dipopulerkan grup musik Cokelat, dilanjutkan dengan Gebyar-Gebyar yang dinyanyikan bersama rocker Candil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GjVWam
April 13, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GjVWam
via IFTTT

Friday, April 12, 2019

RSUD Kota Tasikmalaya Siap Tangani Caleg Stres

RSUD Tasikmalaya sudah menyiapkan penanganan khusus bagi para caleg

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya siap menangani para calon anggota legistlatif yang mengalami gangguan kejiwaan jika tak terpilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, Budi Trimadi, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan penanganan khusus bagi para caleg.

Berkaca pada Pemilu terakhir, banyak kasus terjadinya caleg yang mengalami gangguan akibat tak terpilih. "Setiap momen Pemilu selalu siapkan. Kami siap menerima pasien caleg yang sakit fisik maupun jiwa," kata dia, Jumat (12/4).

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya, pernah ada caleg yang dirawat karena stres pascapemilu. Akan tetapi bukan berarti caleg tersebut mengalami gangguan kejiwaan serius. "Biasanya karena kondisi psikisnya yang menjadikan penyakit fisik semisal penyakit lambung hipertensi, jantung, dan lainnya terpicu akibat stres," kata dia.

Meski begitu, RSUD tak memiliki ruangan khusus untuk menangani caleg yang stres. Ini karena di rumah sakit itu belum terdapat kamar rawat inap pasien jiwa. Tetapi RSUD telah memiliki dokter spesialis kejiwaan.

Budi mengatakan jika nantinya pasien jiwa tak bisa tertangani dengan baik, pihaknya akan merujuk ke rumah khusus kejiwaan. Namun, tidak akan ada pelayanan khusus bagi caleg yang perlu perawatan. "Pelayanan terhadap mereka akan sama seperti pasien umum lainnya," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v1rEm9
April 12, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v1rEm9
via IFTTT

Thursday, April 11, 2019

Dovizioso Ingin Kembali Cicipi Podium Sirkuit Austin

Seteru Dovizioso, Marc Marquez, tak pernah terkalahkan sejak 2013 di Austin.

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Pembalap MotoGP tim Ducati, Andrea Dovizioso, mengincar target tertinggi di seri balap Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat Senin (15/4) dini hari WIB. Sejak 2015, pria asal Italia itu belum pernah kembali merasakan podium.

Hasil impresif pada dua balapan terakhir membuat dirinya percaya diri. Dengan finis ketiga di Argentina dan menjadi juara di Qatar, Dovi yakin dapat meraih kembali singgasana podium meski akan diperolehnya dengan cara yang sulit.

"Cara kami bekerja di Argentina akan menjadi bekal penting untuk balapan selanjutnya di Austin," kata Dovizioso seperti dilansir Crash, Kamis (11/4).

Saat ini di klasemen sementara, Dovizioso hanya terpaut empat poin dari sang pemuncak, Marc Marquez, yang tidak pernah terkalahkan sejak 2013 di Austin. Sadar akan lawan berat, Dovi tak ambil pusing dan memilih percaya diri menjalani balapan. "Walaupun sirkuitnya tak cocok dengan kami, saya percaya diri ketika kami berimprovisasi seperti di Argentina, maka hasil maksimal akan didapat," tegasnya.

Di satu sisi, Sirkuit Austin memang dikenal sebagian besar pembalap sebagai sirkuit yang paling sulit. Membentang sepanjang 5,5 km, sirkuit dengan nama COTA itu hanya memiliki total trek lurus dengan panjang 1,2 km.

Beratnya trek Austin dibenarkan oleh pembalap kawakan Yamaha, Valentino Rossi, yang menyebut Sirkuit Austin adalah lintasan tersulit di ajang balap MotoGP.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UdSeTv
April 11, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UdSeTv
via IFTTT

Saturday, April 6, 2019

LSI Denny JA: Perindo Paling Pontensial Tembuh PT 4 Persen

Elektabilitas Perindo mengungguli partai-partai pendahulunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua belas hari jelang pemilihan Partai Perindo sudah berada di urutan enam besar.  Elektabilitas Perindo mengungguli partai-partai pendahulunya.

Hasil survei nasional terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Perindo melampaui PAN, PPP, Nasdem dan Hanura yang telah menjadi kontestan Pemilu 2014. Di antara partai baru, elektabilitas partai berlambang rajawali biru ini paling tinggi.

Dalam survei pada Maret 2019 itu, elektabilitas Perindo sebesar 3,9 persen. Angka ini sama dengan PKS. Perindo menyalip PAN yang pada level 3,1 persen, PPP 2,9 persen, dan Nasdem 2,5 persen.

Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar mengatakan Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang paling potensial menembus PT 4 persen. Selain elektabilitas yang sudah sangat tipis dengan batas PT, survei juga memiliki margin of error yang bisa mendongkrak elektabilitas Perindo.

"Jika margin of error dinaikkan ke atas atau dibulatkan ke atas, maka Perindo memiliki peluang lolos PT. Berbeda dengan tiga partai baru lainnya masih cukup berat untuk lolos PT seandainya margin of error nya dinaikkan," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, dalam siaran persnya, Jumat (5/4).

Dalam survei itu, posisi parpol teratas masih diduduki PDI-Perjuangan dengan elektabilitas 24,6 persen, disusul posisi kedua yakni Gerindra 13,4 persen, kemudian ketiga ada Golkar 11,8 persen, keempat Partai Demokrat 5,9 persen, dan kelima PKB sebesar 5,8 persen.

Tak hanya itu, Rully membeberkan setidaknya ada enam partai yang terancam tidak lolos apabila mesin politiknya tidak bekerja ekstra. Enam partai tersebut, yakni Hanura yang memperoleh elektabilitas 0,9 persen, Berkarya 0,7 persen, PSI 0,2 persen, PBB 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, dan Garuda 0,1 persen.

Sebelumnya, survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebut elektabilitas Perindo mencapai 4,7 persen. Perindo juga menjadi partai baru yang paling berpeluang lolos parlemen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uQTod3
April 06, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uQTod3
via IFTTT

Thursday, April 4, 2019

DMI: Pemakmuran Masjid akan Lebih Terukur dengan ISO 9001

Pengurus masjid selama ini kerap kesulitan mengukur kemakmuran masjidnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam proses mendapatkan predikat International for Standardization (ISO) 9001:2015. Bila DMI bisa meraihnya, hal itu akan menunjang upaya pemakmuran masjid di seluruh Indonesia. Sebab, adanya standar mutu dalam pengelolaan masjid akan memudahkan sebagai tolok ukur.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Pemuda DMI Ahmad Syarifuddin. Dia menuturkan, pengurus masjid kerap kesulitan bagaimana mengukur kemakmuran masjidnya. Selama ini, belum ada instrumen yang dapat digunakan untuk menilai secara komprehensif.

"Itulah mengapa kita mengupayakan ISO ini," kata Ahmad Syarifuddin kepada Republika.co.id, Kamis (4/4).

Melalui berbagai perangkat dalam ISO, lanjut Syarifuddin, ada kemudahan bagi pengurus masjid untuk memakmurkan masjid. DMI bisa membuat semacam formulir yang perlu diisi pengurus masjid.

Formulir ini dapat menjadi data awal bagi pengurus masjid untuk mengambil suatu kebijakan yang tepat sasaran bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Misalnya, terang Syarifuddin, ada masjid yang menentukan target jamaah shalat Subuh dalam sebulan itu berjumlah 100 orang. Dalam proses pemenuhan target ini, pengurus masjid diharuskan melakukan rekapitulasi tiap hari. Bila yang tercapai hanya 70 atau 80 orang, maka pengurus bisa mengambil strategi baru agar target tadi tercapai.

"Ini akan menjadi bahan penilaian tiap bulan atau tiap pekan tergantung komitmen pengurusnya. Nanti kita standarkan manajemennya apakah tiap bulan atau bagaimana. Agar peningkatan pemakmuran masjid ini ada buktinya," ucap dia.

Karena itu juga, Syarifuddin menambahkan, pemberlakuan instrumen ISO dalam pengelolaan masjid ini, supaya ada catatan yang jelas dari berbagai kegiatan di masjid. Selanjutnya agar ada Standard of Procedure (SOP) pada beberapa hal, seperti tata kelola keuangan.

"Jadi kami akan mengaktifkan SOP ini. Misalnya terkait keuangan, bagaimana SOP keuangan masjid itu," paparnya.

Syarifuddin mengungkapkan, sejauh ini sudah ada masjid yang punya predikat ISO 9001. Masjid tersebut yakni Masjid Al-Ikhlas di Jatipadang, Jakarta Selatan. "Setahu saya, masjid Al-Ikhlas ini sudah dari 2007 (punya ISO), dan mereka settle untuk ISO ini. Karena kan ISO ini disertifikasi secara internasional," imbuhnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YRWr2L
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YRWr2L
via IFTTT

Bahaya Penyebaran Hoaks dan Al Hujurat Ayat 6

Al Hujurat Ayat 6 meminta umat Islam teliti sumber berita yang dibawa orang fasik

Sekarang ini, kemajuan teknologi informasi telah merubah perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, merubah kebiasaan dan pola pikir. Media sosial seperti whatsapp, instagram, facebook dan yang lainnya seakan menjadi teman kita paling akrab di era digital ini. Maka tak heran jika di mana pun kita berada, akan dengan begitu mudah kita menemukan orang yang berselancar di media sosial. Baik itu orang tua, dewasa, sampai anak-anak.

Laiknya pisau bermata dua, media sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang positif dan bisa juga sebagai alat untuk menebarkan kebencian dan berita palsu (hoaks). Namun akhir-akhir ini rasanya media sosial sebagai alat untuk menebarkan berita hoaks lebih dominan. Melalui teks, gambar, atau simbol, seseorang dengan mudah menyindir dan menertawakan orang lain.Bahkandengan sekali klik orang bisa menghina dan menyesatkan orang lain yang tak sejalan dengannyayang penting sesuai dengan selera, sesuai dengan pilihan politik yang didukungnya.

Tahun 2019 sekarang ini sebagai tahun politik menjadi bukti banyaknya berita hoaks yang bertebaran di media sosial. Apalagi mendekati 17 April nanti, hampir setiap hariberita hoaks makin gencar. Masing-masing pihak berebut opini, merasa pihaknya benar dan yang lain salah. Dengan bermodalkan jari yang tinggal klik, kejelekan orang tersebar tak tekontrol. Caci maki, fitnah, dan berita yang belum jelas sumbernya saling memperebutkan frekuensi publik, sehingga keberadaanya semakin meresahkan. 

Kenapa budaya “share” itu dengan mudah dilakukan seseorang tanpa berpikir akibat yang akan ditimbulkannya?.

Padahal, bahaya dari penyebaran berita hoaks itu sudah disinggung di dalam surat Al-Hujarat ayat 6 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Penjelasan ayat di atas bahwa orang fasik itu akan berkata dusta meski terkadang mereka juga dapat berbicara benar. Maka dari itu, berita yang disampaikan tidak serta merta harus diterima atau ditolak, melainkan setelah melewati tahap tabayyun.Islam mengajarkan kepada kita agar jangan percaya begitu saja terhadap berita dari orang lain, apalagi dari orang yang belum kita kenal. Kita harus berhati-hati dalam mencerna berita yang didapat. berita yang benar saja bisa dipahami salah, apalagi berita yang belum jelas sumbernya.

Sebagai seorang muslim, kita senantiasa harus waspada terhadap orang-orang munafik yang bersembunyi di tengah kaum Muslim yang terus membuat rencana dan tipu daya dengan cara menyebarkan berita hoax  untuk memecah kesatuan umat Islam di Negara tercinta ini. 

Keberadaan orang-orang yang menyebarkan berita hoax itu tertulis dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira berita bohong buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapatkan balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar.” (QS. An-Nur : 11)

Semoga kita terhindar dari perilaku menyebarkan apalagi pembuat berita hoax, jangan biarkan diri kita terjebak di dalamnya. Amiin…

Pengirim: Afip Miftahul Basar, M.Pd, Pendidik di SMPIT Nurul Fajri Cikarang Barat-Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TRi7bq
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TRi7bq
via IFTTT

Menjadikan Kegiatan Berbagi Sebagai Gaya Hidup

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi

Foto: Republika TV/Surya Dinata
EMBED
Dompet Dhuafa ingin mengajak milenial berbagi bagian dari gaya hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai lembaga sosial, Dompet Dhuafa ingin mengajak generasi milenial untuk menjadikan kegiatan berbagi kebaikan sebagai tren gaya hidup.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi mengatakan salah satunya dengan cara mendatangi sekolah maupun kafe.

Yuli berharap gerakan ini mendapat banyak dukungan dari generasi milenial.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Surya Dinata     Video Editor | Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YRX8sT
April 04, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YRX8sT
via IFTTT

Monday, March 18, 2019

Nyoblos Perdana, Amanda Manopo Senang Sambut Pemilu 2019

Sudah punya hak pilih, Amanda Manopo senang menyambut Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemeran utama dalam film Suara April, Amanda Manopo, mengungkapkan bahwa pemilu 2019 adalah kali pertama dia akan nyoblos. Ia menganggap itu merupakan salah satu hal yang membahagiakan karena akhirnya dia bisa menyuarakkan hak pilihnya sendiri.

"Iya ini pertama kali aku nyoblos, aku seneng sih. Akhirnya bisa menggunakan hak pilih aku," kata gadis kelahiran Jakarta, usai Gala Premier film Suara April di Epiwalk Kuningan, Jumat (15/3) malam.

Amanda bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya dalam menggunakan hak pilihnya. Amanda yang berperan sebagai Nurlaela di film Suara April juga mengajak teman-teman seusianya untuk berpartisipasi dalam pemilu 2019.

"Pastinya harus dipelajari dulu siapa calonnya. Meskipun pemilih baru kayak aku, tapi kita harus bisa riset," ucap dia.

Film Suara April besutan Emil Heraldi dan Wicaksono Wisnu Legowo telah tayang perdana di Epiwalk Kuningan, Jumat (15/3). Setelah penayangan perdana ini, film Suara April akan diputar di seluruh layar lebar Indonesia.

Film yang didukung penuh oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini menjadi salah satu upaya menyosialisasikan dan mengajak milenial berpartisipasi pada pemilu tahun ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Y1w1ed
March 18, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Y1w1ed
via IFTTT

Tuesday, March 12, 2019

KPU Bentuk Komite Damai Awasi Pendukung Cawapres Saat Debat

Komite Damai dibentuk berdasarkan evaluasi debat kedua antarcapres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama TKN Jokowi-Maruf Amin dan BPN Prabowo-Sandiaga Uno telah membentuk Komite Damai untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan debat cawapres pada 17 Maret mendatang. Komite Damai bertugas mengawasi aktivitas pendukung masing-masing cawapres selama debat tersebut.

Menurut Wahyu, Komite Damai dibentuk berdasarkan evaluasi debat kedua. Pasalnya, pada debat kedua 17 Februari lalu sempat ada kegaduhan di dalam arena debat.

Karena itu, KPU, Bawaslu, TKN dan BPN sepakat semua masalah yang terjadi di dalam arena debat harus bisa diselesaikan tanpa menggangu jalannya kelangsungan acara tersebut. Selain menyelesaikan persoalan di lokasi, Komite Damai juga akan mengawasi para pendukung.

"Iya mengawasi pendukung, menenangkan pendukung juga. Sebab saat debat kedua lalu pendukung lebih gaduh daripada saat debat pertama," tutur Wahyu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/3).

Komite tersebut terdiri dari perwakilan TKN, BPN, KPU dan Bawaslu. Komite dipersilakan untuk mengatur lebih tegas aktivitas pendukung.

"Misalnya para pendulung dipersilakan membuat yel-yel untuk semangati paslonnya. Nah nanti tidak dibolehkan yel-yel itu bersifat provokatif dan ditujukan kepada kandidat lain. Jadi lebih kepada silakan membangun semangat untuk paslonnya sendiri," kata Wahyu.

Selain itu, Komite Damai juga diberi tugas untuk menyelesaikan persoalan yang ada di dalam arena debat. Jika ada adu mulut atau saling melempar argumen di antara pendukung, bisa langsung ditindaklanjuti.

"Jika ada masalah, maka mekanisme penyelesaiannya jelas dan lebih efektif ketimbang antarpendukung calon adu mulut yang menjadi tidak efektif. Kalau ada Komite Damai maka penyelesaiannya lebih mudah, sudah diperingatkan berkali-kali tolong dikeluarkan," tambah Wahyu.

Sebagaimana diketahui, debat ketiga pilpres akan diselenggarakan pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Debat nanti akan membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial-kebudayaan.

Debat tersebut akan mempertemukan cawapres nomor urut 01 KH Maruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ketiga ini akan disiarkan oleh Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia TV.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UwEKmx
March 12, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UwEKmx
via IFTTT

Friday, March 8, 2019

RUU Permusikan Baik, Tapi Perlu Rembug Dulu

Jamal Mirdad berharap RUU Permusikan bisa dibedah bersama musisi.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN — Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah akhirnya menarik usulan Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, menyusul munculnya kontroversi dan menuai banyak reaksi. Langkah ini dilakukan oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dengan alasan untuk menjaga kondusivitas ekosistem musik di Tanah Air.

Menanggapi hal ini, kolega sesama musisi dan juga anggota Komisi X DPR RI, Jamal Mirdad mengakui, sebetulnya tujuan dari RUU Permusikan ini memiliki maksud yang menurutnya baik.

“Sebetulnya Mas Anang mempunyai maksud dan tujuan yang baik,” ungkapnya, di sela menghadiri acara Komunikasi Praktis Promosi Produk Kreatif, yang digelar Direktorat Pengembangan Pasar Luar Negeri (PPLN), Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (8/3).

Hanya saja, menurut Jamal Mirdad, sebelum ada keputusan yang pokok, alangkah baiknya Anang Hermansyah mengumpulkan para senior (inan musik) serta teman- teman sesama musisi di Tanah Air. Khususnya untuk membahas dan membicarakan pokok-pokok apa yang akan dituangkan dalam rancangan RUU Permusikan tersebut, mumpung itu masih berupa RUU atau rancangan undang undang.

“Sebab kalau sudah menjadi undang-undang kan nanti repot, itu sih sebetulnya menurut saya,” kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut. Ia mengatakan, untungnya sekarang masalah sudah jelas.

Menurut, para senior di bidang musik juga sudah mulai mencair tidak bereaksi lagi. Ia berharap, hal itu akan memuluskan langkah pembuatan aturan hukum di bidang musik.

Pelantun lagu "Nusantara" ini kembali menegaskan jika tujuan usulan RUU Permusikan ini luar biasa. “Dan kami akan mencoba bedah kembali dalam musyawarah besar, kira-kira seperti itu,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya Anang Hermansyah menyampaikan telah menarik usulan RUU Permusikan yang ada di Badan Legislatif (Baleg) DPR RI tersebut. Reaksi dan aspirasi atas beberapa rancangan pasal menilai aturan bisa membelenggu kreativitas musik Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SUbGDO
March 08, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SUbGDO
via IFTTT

Rumah Zakat Berikan Superqurban untuk Korban Banjir Tegal

Korban banjir sebagian mengungsi ke Posyandu.

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Rumah Zakat akan mendistribusikan superqurban di Tegal. Pada Rabu (6/3) sore menjelang petang, Fasilitator Rumah Zakat Ahmadin mendapat info bahwa Sungai yang berada di Rw 09 desa Berdaya Mintaragen Meluap membanjiri wilayah tersebut.

Ahmadin lalu bergegas mempersiapkan Kornet Kambing Superqurban untuk di bagikan untuk tambahan gizi para pengungsi. Darningsih salah satu warga yang mengungsi mengatakan 16 kepala keluarga berteduh di Posyandu karena rumahnya terdampak Banjir.

Perjalanan menuju lokasi juga harus berputar karena jalur protokoler Kota Tegal. Ahmadin memutuskan lewat jalur pantura. Beberapa ruas jalur pantura juga ada genangan air.

Warga yang semula berada di Posyandu sudah berkurang karena memutuskan pindah ke tempat saudaranya. Fasilitas di posyandu hanya bisa buat istirahat sementara.

Kehadiran Rumah Zakat dalam menyampaikan titipan donatur membuat bahagia hati mereka. Carsad, ketua RW 9 Mintaragen yang terdampak banjir juga mengucapkan terima kasih kepada donatur.

"Bersyukur ada tambahan gizi dari Superqurban sehingga malam ini bisa di manfaatkan untuk di nikmati di tengah kejadian banjir dari sungai yang meluap," ujar Carsad.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CebLNf
March 08, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CebLNf
via IFTTT

Sunday, February 24, 2019

Tiga Negara Penghasil Karet Dunia Sepakat Batasi Harga

Tiga negara, Indonesia, Thailand dan Malaysia menyumbang 70 persen karet dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Untuk menekan harga karet yang sempat rendah pada 2018 kemarin hingga awal tahun ini, tiga negara produsen karet terbesar di dunia yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia, berencana membatasi ekspor karet hingga 300 ribu ton. 

Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 70 persen produksi karet alam dunia. Oleh karena itu, melalui Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) yang digelar di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu, ketiga negara sepakat melakukan pembatasan ekspor komoditas karet demi menopang harga karet global. 

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri menyatakan, perjuangan Indonesia untuk implementasi AETS berbuahkan hasil setelah sebelumnya sempat melalui perundingan antarnegara yang cukup alot. 

“Akhirnya kita sampaikan fakta-fakta empiris terkait melemahnya harga karet di lapangan untuk meyakinkan pihak Thailand,” kata Kasan saat dihubungi Republika, Ahad (24/2). 

Untuk menjalankan strategi penekanan harga karet global, kata dia, pemerintah tengah berupaya melakukan upaya domestik melalui domestic promotion scheme atau skema promosi domestik. Antara lain dengan penggunaan industri berbasis karet lainnya yang termasuk juga untuk vulkanisisasi. 

“Upaya domestik ini sudah disepakati oleh masing-masing negara, Indonesia juga akan memastikan jalan ke akses karet akan diaspal tidak hanya jalan tol saja. Ini diupayakan aksesnya bisa ke semua daerah penghasil karet,” kata dia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Vj0Hpj
February 24, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Vj0Hpj
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Respek Dybala pada Atletico Madrid

Namun Juventus terus menunjukkan bisa bersaing dengan tim manapun.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Penyerang Juventus Paulo Dybala menunjukkan kewaspadaan pada Atletico Madrid. Juve dan Atletico bertemu pada babak 16 besar Liga Champions.

Leg pertama berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (21/2) dini hari WIB. Dybala mengaku telah mengetahui gaya bermain tuan rumah.

Bersama Diego Simeone, Los Colchoneros tampak menakutkan. Ini menghadirkan kesulitan tersendiri bagi setiap lawan, termasuk Si Nyonya Tua.

"Atletico sangat kuat dalam bertahan dan bagus ketika merancang serangan balik," kata Dybala dikutip dari situs resmi UEFA, Rabu (20/2).

Meski begitu, Dybala tetap percaya diri akan kekuatan timnya. Menurut dia, selama bertahun-tahun ia berkostum hitam-putih, Juventus terus menunjukkan bisa bersaing dengan tim manapun.

Dybala mencontohkan dalam empat tahun terakhir, Bianconeri menembus dua final kompetisi terelite Benua Biru. Namun itu semua hanya masa lalu.

Menurut Dybala, Juventus saat ini telah jauh berkembang. "Kami memiliki tim hebat dengan beberapa profesional top dengan banyak pengalaman," ujar eks jagoan Palermo ini.

Dybala menegaskan, semua harus dibuktikan di lapangan. Jika ingin juara, lanjut dia, Juve harus menumbangkan setiap lawan. Sehingga, tak masalah ketika berjumpa tim sekelas Atletico Madrid pada tahapan ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VetN9p
February 20, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VetN9p
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

Persib Pincang di Laga Kontra Arema

Supardi Natshir dan Ezechiel NDuoassel belum dipastikan dapat bermain melawan Arema.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menghadapi Arema FC di Liga Indonesia di Stadion Si Jalak  Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (18/2). Menjamu tim besar, Persib ternyata harus kehilangan kapten dan juru gedornya.

Adalah Supardi Natshir dan Ezechiel NDuoassel yang belum dipastikan dapat bermain melawan Arema. Pelatih Persib, Miljan Radovic menyebut, Supardi sedang sakit sementara Ezechiel masih dalam masa berkabung pasca sang ibunda meninggal dunia.

"Tapi kita ada pemain yang bisa ganti mereka dan saya berharap semua bagus untuk besok," kata Radovic di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (18/2).

Namun dia tidak meragukan kualitas pemainnya. Menurutnya, pemain dalam keadaan siap untuk pertandingan ini.

Sayangnya, pelatih asal Montenegro ini enggan menyebut siapa pengganti keduanya. Selain itu, ban kapten akan kembali berganti karena Made Wirawan masih dalam masa pemulihan cedera.

"Kita akan lihat nanti (pemain pengganti). Karena saya sudah bicara ada dua kali pertandingan lawan Arema dan saya sudah mempersiapkan dua laga itu," tegasnya.

Dia berharap para pemainnya dapat bermain dengan baik dan percaya diri. Mengingat, menang saja tidak cukup untuk dapat memastikan melaju ke babak selanjutnya.

"Saya tidak tahu (target gol), saya tidak bisa targetkan. Ada 10 peluang bisa jadi 1 gol, untuk itu saya bicara dua pertandingan. Saya mau pemain enjoy dulu, kalau enjoy seperti kemarin bisa menang," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DPZi2t
February 17, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DPZi2t
via IFTTT

Tuesday, February 12, 2019

Gaet Tokoh Lintas Agama, Polda Metro Deklarasi Pemilu Damai

Ikrar ini bertujuan untuk menjaga silaturahim dan kamtibmas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya bersama beberapa stake holder di Jakarta, mengadakan ikrar Pemilu Damai 2019. 

Stake holder yang mengikuti ikrar ini adalah sejumlah tokoh lintas agama. Selain jajaran Polda Metro Jaya, hadir juga jajaran TNI, Kejaksaan, KPU, dan Bawaslu.

“Jajaran Polda Metro bersama-sama dengan beberapa stakeholder melaksanakan kegiatan ikrar dalam rangka pemilu damai 2019,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/2). 

Kegiatan ikrar Pemilu Damai 2019 diadakan di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ) dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kegiatan yang dihadiri Ketua KPUD DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos, Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Mukhtar, dan sejumlah jajaran TNI, mengangkat tema ‘Mensukseskan Pemilu 2019 Bersama Tokoh-Tokoh Lintas Agama’.

Wahyu mengatakan, kegiatan penting yang dapat berpengaruh positif, terhadap masyarakat luas khususnya masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. 

“Ikrar ini bertujuan untuk menjaga silaturahim dan kamtibmas, hal ini juga dilihat dari antusias peserta yang hadir ada 322 dari tokoh lintas agama,” papar Wahyu. 

Ia berharap, seluruh stakeholder dan elemen masyarakat yang hadir khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, dapat menjalankan Pemilu 2019 dengan aman, tertib, dan sejuk.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SKrcpT
February 12, 2019 at 05:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SKrcpT
via IFTTT