Pages

Showing posts with label April 12. Show all posts
Showing posts with label April 12. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Pemkab Aceh Besar Uji Narkoba Pelajar dan Calon Pasutri

Uji narkoba untuk mendeteksi penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH— Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan menerapkan uji narkoba kepada pelajar untuk mendeteksi penggunaan barang terlarangitu di kalangan pelajar.

"Tujuan uji narkoba kepada pelajar ini untuk menyelamatkan generasi muda Aceh Besar dari bahaya penggunaan narkoba," kata Bupati Aceh Besar Mawardi Ali di Aceh Besar, Kamis (12/4).

Pernyataan tersebut dikemukakan Mawardi Ali pada pencanangan Gampong Lampineueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, sebagai desa bersih narkoba.

Pencanangan desa bersih narkoba dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko dan Kepala BNN Provinsi Aceh Faisal Abdul Naser serta unsur pimpinan daerah Aceh Besar.

Bupati menyebutkan, sebelum tes narkoba dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menyosialisasikan kepada sekolah. Termasuk mengajari para guru mendeteksi anak didik yang diduga menjadi korban narkoba.

"Tes narkoba ini sebagai pelindung bagi anak didik. Apabila diterapkan, uji narkoba akan dilakukan kepada pelajar SMP dan SMA," kata Mawardi Ali.

Jika nanti ada saat tes ada anak didik positif narkoba, langsung diberikan rehabilitasi. Rehabilitasi ini untuk menyembuhkannya dari ketergantungan narkoba.

"Kalau tidak dilakukan uji narkoba, kita tidak tahu anak didik yang terpengaruh narkoba. Apalagi sekarang, banyak orang tua tidak tahu anaknya terkena narkoba," sebut Mawardi Ali.

Selain kepada pelajar, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga akan menerapkan tes narkoba kepada mereka yang akan menikah. Tujuannya untuk mendeteksi apakah ada pasangan yang positif narkoba atau tidak.

"Kalau ada positif narkoba, tentu direhabilitasi terlebih dahulu sebelum pernikahan berlangsung. Kalau dipaksakan menikah, pasti rumah tangga berantakan nanti," ujar Bupati.

Mawardi Ali juga berharap pengedar dan bandar narkoba langsung ditembak dan tidak perlu disidangkan lama-lama. Sebab, narkoba sangat berbahaya dan sulit disembuhkan jika sudah terpengaruh.

"Kalau sudah memakai narkoba, maka orang tetap hidup, tetapi tidak punya masa depan. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat memerangi narkoba," kata Mawardi Ali.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v09BwL
April 12, 2019 at 07:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v09BwL
via IFTTT

Langkah Jojo Dihentikan Viktor Axelsen

Axelsen kini unggul 2-1 dalam catatan tiga kali pertemuan melawan Jojo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan 'Jojo' Christie menuju semifinal Singapore Open 2019 harus terhenti. Ini setelah dalam pertandingan perempat final berdurasi 80 menit, Jojo dikalahkan oleh pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen dengan skor 24-22, 18-21, 22-24.

Walhasil, setelah pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Jumat (12/4) petang, Jojo tidak bisa menemani Anthony Sinisuka Ginting yang lebih dulu memastikan tiket ke semifinal.

Dalam pertemuan kontra Axelsen pekan lalu di Malaysia Open 2019, Jojo yang meraih medali emas Asian Games 2018, ini sukses menundukkan Axelsen pada perempat final dengan skor 21-18, 21-19. Dengan hasil ini, maka Axelsen unggul 2-1 dalam catatan tiga kali pertemuan kedua pebulu tangkis tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GijZGG
April 12, 2019 at 07:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GijZGG
via IFTTT

Pengamat Ingatkan Kembali SKM adalah Produk Bergula Tinggi

SKM sering diiklankan sebagai produk susu bergizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengingatkan masyarakat agar memahami susu kental manis (SKM) sebagai produk gula tinggi. Ia mengatakan kental manis kerap diiklankan sebagai produk susu bergizi sehingga kesadaran publik terhadap brand tersebut memiliki persepsi yang berbeda dengan kenyataan.

"Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak-anak dalam iklannya, padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50 persen bahkan lebih kandungan gulanya," ujar Arif di Jakarta, Jumat.

Salah satu dampak perilaku konsumen, menurut Arif, masyarakat umum beranggapan kental manis juga dapat dikonsumsi sebagai susu oleh anak-anak. Padahal, dengan mengonsumsi SKM membuat anak mendapatkan asupan gula yang berlebih dan tidak sehat.

Untuk itu, Arif mengajak setiap pihak harus mengutamakan peningkatan pengetahuan masyarakat, terutama kalangan ibu tentang gizi anak. Pengetahuan yang cukup tentang gizi baik bagi masyarakat yang mendapat terpaan iklan di media yang sering menutupi kenyataan yang ada.

"Sebagian besar informasi yang sampai kepada orang tua dari televisi. Kita tahu, isi tayangan televisi terutama iklan adalah jualan dan promosi produk," kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah Chairunnisa menyebutkan edukasi sejak dini yang diperlukan untuk menghindari kekeliruan konsumen memanfaatkan suatu produk. Chairunnisa mengemukakan PP Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang besar turut berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Salah satunya adalah ikut serta dalam edukasi bijak mengkonsumsi SKM bersama YAICI. Edukasi akan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia.

"Pembangunan nasional harus dimulai dari calon ibu yang akan melahirkan generasi masa mendatang. Calon ibu harus sehat dan punya pengetahuan tentang gizi keluarga, jangan sampai anemia," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IrW6hj
April 12, 2019 at 07:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IrW6hj
via IFTTT

Romi Ajukan Praperadilan, Gugat Penyadapan KPK

Sidang perdana praperadilan Romi akan digelar pada Senin (22/4).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, KPK telah menerima surat dari PN Jakarta Selatan untuk agenda sidang praperadilan yang diajukan oleh mantan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy (Romi). Febri mengungkapkan, pada surat tersebut disebut  rencana sidang perdana Senin, 22 April 2019.

"Saat ini, KPK sedang membaca permohonan praperadilan yang diajukan tersangka RMY," ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/4).

Febri menuturkan, secara prinsip, pihaknya melihat tidak ada hal yang baru dalam permohonan tersebut. Bahkan,  beberapa di antaranya justru menunjukan pemohon dalam hal ini Romi, tidak memahami secara tepat beda pasal suap dengan pasal tipikor yang kerugian keuangan negara.

Febri pun membeberkan beberapa poin-poin praperadilan yang diajukan Romi. Pertama, Romi mengatakan tidak mengetahui tentang adanya tas kertas berisi uang.

"Ia juga mempermasalahkan penyadapan KPK, tersangka RMY memandang pasal suap tidak bisa digunakan karena tidak ada kerugian negara," ungkap Febri.

Padahal seharusnya, menurut Romi, KPK hanya bisa memproses kasus dengan kerugian negara Rp 1 miliar lebih.

Dalam permohonannya, Romi juga mempersoalkan tangkap tangannya, karena Romi mengklaim tidak mengetahui tas berisi uang. "Masih dalam permohonan, Romi menilai penetapan tersangka terhadapnya tidak didahului penyidikan terlebih dahulu," ucap Febri.

Febri menambahkan, sampai saat ini Romi masih berada di RS Polri dalam status pembantaran penahanan. KPK menetapkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gj7xpS
April 12, 2019 at 07:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gj7xpS
via IFTTT

In Picture: Pemotor Lawan Arus, Bahayakan Keselamatan Pengendara Lain

Selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pengendara motor melawan arus lalu lintas di kawasan Manggarai, Jakarta, Jumat (12/4). Perilaku melawan arus yang melanggar peraturan lalu lintas tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UQHHSj
April 12, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UQHHSj
via IFTTT

Bawaslu Nyatakan Surat Suara di Malaysia Sah, Ini Kata KPU

Bawaslu mengkonfirmasi temuan surat suara tercoblos di Malaysia bukan hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bisa memastikan keaslian surat suara tercoblos Paslon 01 dan Caleg Nasdem yang ditemukan di Selangor, Malaysia. Pernyataan KPU ini berbeda dengan pernyataan Bawaslu, yang melalui Panwaslu Kuala Lumpur memastikan surat suara itu sah milik KPU.

Komisioner KPU Viryan Aziz menyatakan, pihaknya masih menunggu tin KPU Pusat yang berangkat langsung menuju Selangor, Malaysia pada Jumat (12/4) terkait temuan itu. Tim itu meneliti keberadaan surat suara itu mulai dari keberadaan surat suaranya, kronologi hingga saksi.

"Sepenuhnya kita menunggu dari tim di Selangor. Karena ini kan hal yang sensitif terlebih lagi sudah melibatkan aparat keamanan di Malaysia sendiri," kata Viryan di Harris Hotel, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (12/4).

Menurut Viryan, saat tim kembali ke Jakarta, KPU akan langsung membahas dalam rapat pleno dan menentukan status atas kondisi terkait kasus di Selangor. Lebih lanjut, Viryan membeberkan ciri surat suara sah.

Menurut dia, surat suara dari KPU memiliki teknologi mikro berupa tanda khusus yang hanya bisa diketahui oleh KPU. Hingga Jumat petang, Viryan mengaku belum bisa memastikan perkembangan penyelidikan soal surat suara itu. "Belum, kan timnya masih kerja," ujarnya.

Viryan menyatakan, sampai saat ini belum pernah ada yang bisa memalsukan teknologi mikro itu. Pasalnya, setiap daerah memiliki ciri khusus yang berbeda-beda.

Viryan melanjutkan, surat suara asli juga bisa diketahui dari jumlah yang ada di daerah tersebut. Kemudian, surat suara dianggap sah apabila ada tanda tangan dari petugas KPU.

"Jadi surat suara misalnya, kita datang ke TPS nanti bisa dicek teman teman kalau datang menerima surat suara itu pasti ada tanda tangan dari ketua KPPS, harus ada," ujar dia menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KwcOie
April 12, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KwcOie
via IFTTT

Jalan Rusak di Lambangsari tak Kunjung Diperbaiki

Jalan di Lambangsari Tambun rusak dan berlubang

Kondisi Jalan Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi rusak dan berlubang. Kerusakan jalan ini sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini belum ada perbaikan.

Jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi. Akibat rusaknya jalan tersebut, arus lalu lintas menjadi agak tersendat. Apalagi jalan tersebut berhubungan langsung dengan perumahan Grand Wisata. 

Kemacetan memang sering terjadi di jalan ini. Terkadang beberapa warga sekitar turun ke jalan untuk mengatir lalu lintas agar bisa mengurangi kemacetan di jalan tersebut.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gj2S7C
April 12, 2019 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gj2S7C
via IFTTT

Jelang Vs Chelsea, Liverpool Dihantui Kenangan Buruk

Tak ada pilihan lain buat Liverpool selain memetik tiga angka di laga kontra Chelsea.

REPUBLIKA.CO.ID,  LIVERPOOL -- Selalu ada memori buruk yang menghantui Liverpool tiap kali menerima lawatan Chelsea di Stadion Anfield, terutama dalam enam musim terakhir Liga Primer Inggris. Selama periode tersebut, the Reds tidak pernah bisa menang atas the Blues di Stadion Anfield dengan mengemas empat kekalahan dan dua hasil imbang.

Tidak ada satu pun tim di Liga Primer Inggris yang bisa mencuri begitu banyak poin saat menghadapi the Reds di Stadion Anfield. Salah satu kekalahan paling menyakitkan yang dialami Liverpool dari Chelsea di Anfield terjadi pada pekan ke-36 Liga Primer Inggris musim 2013/2014.

Di laga yang diwarnai insiden terpelesetnya sang kapten, Steven Gerrard, itu Liverpool akhirnya menyerah 0-2 dari tim asal London Barat tersebut. Kegagalan memetik poin penuh itu terbukti krusial dalam usaha the Reds memastikan torehan gelar juara Liga Primer. Pada akhir musim, Liverpool akhirnya tertinggal dua poin dari Manchester City dan harus puas puas mengakhiri liga sebagai runner-up.

Kenangan pahit itu seolah kembali muncul pada musim ini, saat Liverpool menerima lawatan Chelsea di Stadion Anfield pada laga ke-34 Liga Primer, Ahad (14/4) malam WIB. Situasinya juga tidak terlalu jauh berbeda dibanding lima tahun lalu. Liverpool tengah bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan gelar Liga Primer.

Bahkan, bisa dibilang, Liverpool lebih diuntungkan lantaran City masih berpatisipasi di Piala FA di sisa musim ini. Berada di posisi teratas klasemen sementara, the Reds unggul dua poin dari City. Namun, the Citizens masih memiliki satu laga tunda dan bisa kapan pun merebut posisi puncak.

Alhasil, tidak ada pilihan lain buat Liverpool selain memetik tiga angka di laga kontra Chelsea sekaligus mengakhiri kutukan the Blues di Anfield demi mempertahankan posisi puncak klasemen sementara. Kendati begitu, the Reds memiliki bekal yang cukup guna menghadapi Eden Hazard dan kawan-kawan di laga tersebut.

Selain motivasi untuk terus berada di puncak klasemen, Liverpool memiliki modal lain. Penampilan solid di lini belakang, dengan hanya kebobolan 20 gol dan 17 catatan clean sheet serta hanya menelan satu kekalahan dari 33 laga Liga Primer, menjadi salah satu kekuatan terbesar Liverpool pada musim ini. Pun dengan kemenangan 2-0 atas Porto di laga leg pertama babak perempat final Liga Champions, tengah pekan ini, yang bakal meningkatkan kepercayaan diri para penggawa the Reds.

''Kami tinggal melakukan apa yang telah kami tampilkan di sepanjang musim ini. Bermain baik, solid di lini pertahanan dan menikmati setiap duel di lapangan. Kami mesti fokus dari satu laga ke laga berikutnya, termasuk di laga menghadapi Chelsea. Kehilagan poin dapat berarti kegagalan mendapatkan trofi Liga Primer Inggris,'' kata bek tengah Liverpool Virgil Van Dijk seperti dikutip Four Four Two, awal pekan ini.

Tak hanya itu, mentalitas para penggawa Liverpool juga telah teruji di empat laga terakhir di Liga Primer, baik saat tim lawan mampu menyamakan kedudukan atau pun tertinggal lebih dulu. The Reds akhirnya selalu berhasil memetik poin penuh di empat laga tersebut, termasuk saat tertinggal lebih dulu dan akhirnya bisa menang 3-1 atas Southampton, akhir pekan lalu.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp mengungkapkan, mentalitas inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbaru anak-anak asuhnya di beberapa laga terakhir. ''Akhirnya kami mulai mampu mengatasi masalah dan kesulitan yang ada di depan kami. Tidak harus selalu sempurna, tapi kami akhirnya bisa meraih hasil maksimal. Peningkatan mentalitas ini yang saya sukai dari tim ini,'' ujar Klopp di laman resmi klub, beberapa waktu lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Iu2nJg
April 12, 2019 at 07:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Iu2nJg
via IFTTT

Cara Terbaik Sikapi Perkembangan Kasus Pontianak

KPPPA menganjurkan masyarakat menghargai proses hukum kasus Pontianak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Leny Nurhayanti Rosalin mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri dalam merespons kasus penganiayaan seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia mengajak masyarakat untuk menghargai proses hukum.

"Tolonglah semua kita bersabar, jadi kita tidak boleh main hakim sendiri bahkan menyebarkan hoaks. Berita yang tidak benar membuat masyarakat menjadi semakin hilir mudik ini. Mana yang benar dan anak-anak kita juga menjadi bingung mana yang benar, mana yang salah," kata Leny kepada wartawan di Kantor KPPPA, Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan proses hukum sedang berlangsung dan semua sedang dianalisis secara komprehensif. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak beragumen yang dapat memperkeruh suasana.

"Kita menghargai hak pelaku dan korban. Mereka masih anak-anak dan masih punya masa depan yang panjang," ujarnya.

Sekretaris Kementerian (Sesmen) PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan mempublikasikan identitas dan gambar dari korban juga merupakan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku dalam Sistem Peradilan Anak sehingga semua pihak seharusnya tidak perlu mempublikasikannya. Hal itu disampaikannya dalam menanggapi publik figur yang menjenguk siswi SMP korban penganiayaan dan mempublikasikan gambar berfoto bersama korban.

"Undang-undang Sistem Peradilan Anak Pasal 19 menyebutkan bahwa identitas anak, namanya, nama keluarga, nama orang tua, sekolah itu harus dirahasiakan. Nah, kalau kita melanggar itu kan berarti melanggar undang-undang itu," ujarnya.

Dia juga berharap agar media juga ramah terhadap anak sehingga memperhatikan ketentuan dalam menyampaikan pemberitaan terkait anak korban dan pelaku penganiayaan itu. Caranya, dengan tidak mempublikasikan identitas mereka.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GkZb19
April 12, 2019 at 07:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GkZb19
via IFTTT

Prabowo: Sekarang Saatnya Amankan Suara dan Waspada

Hari ini Prabowo berkampanye akbar di Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengingatkan pendukung untuk saatnya bertugas mengamankan suara pada pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 17 April 2019. Prabowo menyatakan hal itu saat orasi politik di sela kampanye bertajuk "Indonesia Menang" bersama Tim Prabowo-Sandi di Dyandra Convention Center Surabaya, Jatim, Jumat (12/4) sore.

"Sekarang saatnya mengamankan suara dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi," ujar Prabowo.

Prabowo juga meminta pendukungnya mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) dan menjaga surat suara, serta tetap tenang jika ada sesuatu yang memancing provokasi. Kehadiran Prabowo Subianto di Surabaya hari ini diakuinya sebagai aktivitas resmi terbuka pada masa kampanye Pilpres 2019 yang akan berakhir pada Sabtu, 13 April 2019.

Pada hari terakhir masa kampanye, Prabowo dan wakilnya, Sandiaga Uno akan mengikuti debat capres-cawapres kelima, kemudian tiga hari berikutnya memasuki masa tenang. Sementara itu, Prabowo yang juga ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut mengklaim selama dua hari terakhir bahwa perolehan suara pasangan capres nomor urut 02 di Jawa Timur sudah lebih tinggi daripada pasangan nomor urut 01.

"Saya menerima bocoran sudah menyalip. Masih ada beberapa hari lagi sebelum pencoblosan dan harus dipastikan bahwa kita sudah menyalipnya secara besar," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia adil dan makmur, yang dimulai kebangkitannya pada 17 April 2019. "Mari mewujudkannya bersama karena hanya semangat dan cinta Tanah Air yang mampu mendorong," ujarnya.

Orasi politik Prabowo Subianto dihadiri ribuan pendukungnya dan dihadiri puluhan tokoh nasional yang diperkenalkan satu per satu sebagai barisan pendukung dan diberi tugas membantunya jika dipercaya menjadi pemimpin negeri ini. Beberapa nama tokoh di antaranya Rocky Gerung, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Bambang Widjayanto, Dahlan Iskan, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Sudirman Said, Amir Syamsuddin, Dede Yusuf, Erwin Aksa, Priyo Budi Santoso dan sejumlah nama lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Iszf57
April 12, 2019 at 07:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Iszf57
via IFTTT

In Picture: Kampanye Terbuka Jokowi di Sentul

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berorasi ketika kampanye terbuka di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G8G5Kh
April 12, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G8G5Kh
via IFTTT

Risiko Komplikasi Caesar Meningkat Seiring Usia Ibu

WHO merekomendasikan operasi caesar hanya untuk kasus persalinan yang ancam kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat persalinan caesar telah meningkat di negara maju hingga lebih dari 20 persen kelahiran. Padahal World Health Organization (WHO) merekomendasikan operasi ini hanya untuk 10 hingga 15 persen kasus persalinan ketika kesehatan ibu atau bayi terancam.

Selain bisa menyelamatkan jiwa, caesar memiliki risiko cukup besar seperti infeksi, pendarahan berlebihan, kerusakan organ reproduksi, dan pembekuan darah. Sebuah penelitian dalam jurnal Canadian Medical Association Journal (CMAJ) menyebutkan semakin tua usia ibu semakin besar pula risiko komplikasi ketika menjalani persalinan caesar.

Mereka memeriksa data pada 1.444 wanita yang mengalami komplikasi parah setelah melahirkan caesar yang tidak terkait dengan masalah kesehatan yang diderita sebelumnya. Mereka juga melihat kelompok pembanding dari 3.464 wanita yang tidak memiliki komplikasi.

Kesimpulannya, wanita yang melakukan operasi caesar 80 persen lebih mungkin mengalami komplikasi daripada mereka yang melahirkan normal. Wanita di atas usia 35 tahun yang melakukan operasi caesar hampir tiga kali lebih mungkin mengalami komplikasi parah.

"Secara keseluruhan, operasi aman. Tetapi pada sebagian kecil kasus komplikasi parah dapat terjadi pada ibu selama atau segera setelah melahirkan," kata kata penulis studi senior Catherine Deneux-Tharaux dari INSERM dikutip Reuters, Jumat (12/4).

Dia menyatakan seiring bertambahnya usia wanita, otot rahim kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi secara efisien. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan hebat setelah operasi caesar.

Meski demikian, wanita dari segala usia memiliki peningkatan risiko komplikasi dari operasi caesar. Ibu di bawah 25 tahun yang melakukan operasi persalinan caesar, 60 persen kemungkinan mengalami komplikasi dari pada mereka yang melahirkan secara normal.

Wanita hamil berusia 35 tahun atau lebih yang menjalani operasi caesar setelah persalinan empat kali, kemungkinan besar mengalami komplikasi dibandingkan ibu berusia di atas 35 tahun yang melahirkan secara normal.

"Ini harus jadi pertimbangan agar wanita berhati-hati dalam menjadwalkan operasi caesar kecuali mereka yakin itu diperlukan," kata Laura Schummers, peneliti di University of British Columbia di Vancouver yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Schummers juga menyatakan risiko kelahiran caesar terakumulasi sepanjang hidup seorang wanita. Biasanya jika pada kehamilan pertama dilakukan secara caesar, maka pada kehamilan kedua kemungkinan akan operasi caesar lagi. Tentunya kemungkinan terjadi komplikasi akan cukup besar.

“Saat ini banyak wanita menunda melahirkan anak hingga usia 35 atau lebih. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengambilan keputusan yang bijaksana. Terutama bagi wanita dalam kelompok usia ini yang mungkin melanjutkan kehamilan tambahan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ux1p69
April 12, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ux1p69
via IFTTT

Persita akan Uji Coba Vs Persikabo PS Tira

Manajemen Persita telah menargetkan setiap pekan diadakan uji tanding.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG --  Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2, Persita Tangerang menjadwalkan uji coba pertandingan dengan tim Persikabo PS Tira. Uji coba akan digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/4).

"Tujuannya untuk mematangkan strategi dengan mengajak tim yang berlaga pada Liga 1," kata manajer Persita Nyoman Suryanthara, Jumat (12/4).

Nyoman mengatakan, upaya tersebut dilakukan agar pemain dapat menerapkan strategi setelah pelatih Persita Widodo Cahyono Putro mendapatkan ilmu kepelatihan di Spanyol. Menurut dia, lawan tanding tersebut karena Persikabo PS Tira dianggap memiliki jam terbang dan berbeda kasta.

Bahkan Persikabo yang dibesut Rahmad Darmawan itu diperkuat pemain kaya pengalaman sehingga ada perlawanan tangguh menjelang Liga 2 bergulir. Sebelumnya, tim berjuluk Pendekar Cisadane pernah melakukan latih tanding dengan tim lokal dan tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan dianggap tidak sepadan.

Penentuan pilihan terhadap Persikabo tersebut dianggap tepat dan mendapatkan respon positif dari Rahmad Darmawan. Pihaknya belum dapat kepastian tentang lokasi latih tanding tersebut meski diharapkan di Stadion Pakansari karena memadai dan layak serta memiliki fasilitas memadai.

Meski begitu, Nyoman menawarkan kepada Persikabo, jika tidak digelar di Bogor, maka pihaknya bersedia menyediakan tempat pertandingan di Stadion Sport Center Kepala Dua, Kabupaten Tangerang.

Persita telah menargetkan setiap pekan diadakan uji tanding sehingga pemain terutama junior tidak demam panggung ketika berada di lapangan hijau. Manajemen Persita memastikan menggandeng sponsor lokal untuk membiayai klub selama berlaga di kompetisi Liga 2 yang rencananya pertengahan Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v01U9R
April 12, 2019 at 06:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v01U9R
via IFTTT

BI Sumbar Sebut Sektor Pariwisata Solusi Pertumbuhan Ekonomi

Sumbar memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Wahyu Purnama, mengatakan Sumbar memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata. Sumbar menurut Wahyu telah berhasil menjuarai World’s Best Halal Culinary Destination dan World’s Best Halal Destination pada gelaran World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi.

Wahyu menilai Pemerintah Sumbar harus mencari sumber ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Salah satu yang paling potensial ialah sektor pariwisata.

"Sektor ini diproyeksikan dapat mengubah tren perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah terjadi apabila dikerjakan dengan serius. Sumatera Barat memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata,” kata Wahyu melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (12/4).

Selain itu menurut Wahyu Ragam kuliner Sumbar juga tidak  kalah menarik. Rendang, kata Wahyu, sudah didaulat sebagai masakan terlezat di dunia versi CNN Travels tahun 2017. Empat tahun sebelumnya, gulungan ombak di Mentawai sudah masuk dalam jajaran ombak terbaik di dunia versi Surfer Magazine. Bahkan Desa Pariangan yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar terpilih menjadi desa terindah di dunia berdasarkan analisa majalah Travel Budget.

"Infrastruktur penunjangnyapun sudah sangat baik, terbukti rasio jalan mantap yang dimiliki Sumbar mencapai 82,5 persen, termasuk yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia," kata Wahyu menambahkan.

Wahyu mengapresiasi pemerintah yang tengah berupaya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur lainnya seperti revitalisasi Pasar Atas Bukittinggi, perbaikan pedestrian di Pusat Kota Padang, pembangunan Gedung Budaya, perluasan runway, apron dan kapasitas Bandara Internasional Minangkabau, serta reaktivasi kereta api untuk tujuan pariwisata dari Padang ke Bukittinggi. Infrastruktur tersebut menurut Wahyu akan menjadi fasilitas penunjang dan penguat sektor pariwisata di Sumbar..

Namun sejauh ini menurut Wahyu besarnya potensi yang dimiliki belum selaras dengan dampak ekonomi yang dihasilkan. Dari target kunjungan wisman yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 sebesar 75 ribu orang, hanya tercapai 72,5 persen. Selain itu, rata-rata pertumbuhan LU transportasi dan LU penyediaan akomodasi mamin yang erat kaitannya dengan sektor ini turut melambat di tahun 2018 sebesar 7,35 persen (yoy) dari tahun sebelumnya 7,96 persrn (yoy).

Wahyu menyebut dari sisi investasi yang ditanamkan pada sektor ini juga belum optimal. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tercatat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar hanya menyumbang 4,39 persen dari total investasi tahun 2018 atau sebesar Rp 101,34 miliar. Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar 15,27 persen atau sebesar 20,97 juta dolar AS.

“Harus ada strategi maupun upaya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata Sumbar ini,” kata Wahyu menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GjOThP
April 12, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GjOThP
via IFTTT

Neville: Van Dijk Pemain Terbaik Liga Inggris Musim ini

Neville mengatakan Van Dijk adalah pemain yang luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gary Neville menegaskan, baginya bek Liverpool Virgil van Dijk adalah pemain yang paling layak menerima anugerah pemain terbaik Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA). Neville mengatakan Van Dijk adalah pemain yang luar biasa.

"100 persen dia adalah pemain terbaik menurutku. Bahkan tidak ada orang lain yang bisa menyamainya saat ini," ujar Neville saat ditanya siapa menurutnya yang akan memenangkan gelar pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini.

"Saya memperhatikannya bermain dalam 12 bulan terakhir ini, semua orang memberikan pujian atas penampilannya dan itu memang layak diterimanya. Dia benar-benar luar biasa," katanya.

Neville pun membandingkan Virgil van Dijk dengan bek-bek legendaris Manchester United seperti Jaap Stam, Gary Pallister dan Rio Ferdinand yang pernah bermain dengannya. Menurutnya Van Dijk adalah bek yang bisa memberikan rasa aman bagi tim yang dibelanya.

"Tidak ada keraguan orang ini (Virgil van Dijk) akan menjadi pemain terbaik di dunia di waktu mendatang," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Z66qS2
April 12, 2019 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Z66qS2
via IFTTT

Gubernur Lampung Minta Antisipasi Kekerasan Siswa

Gubernur Lampung sebut kasus kekerasan siswa merupakan fenomena gunung es.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meminta guru untuk mengantisipasi kekerasan siswa. Ia tidak ingin terjadi perundungan seperti yang menimpa siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Harus ada kampanye nyata mengantisipasi terjadinya perundungan, menyusul adanya peristiwa yang menimpa siswi SMP di Pontianak," kata dia, di Bandarlampung, Jumat.

Ridho menyebutkan, untuk mengantisipasi perundungan, beberapa sekolah di Lampung telah melakukan beberapa langkah. Pihak sekolah telah mengumpulkan orang tua murid terkait penghapusan kekerasan dan penguatan ekstrakulikuler.

"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepala sekolah dan guru yang telah berupaya dalam menanggulangi kenakalan remaja," katanya.

Bahkan, menurutnya, ada usulan terkait perlindungan guru ketika memberikan sanksi terhadap siswa. Gubernur mengungkapkan kasus kekerasan siswa sering dianggap biasa saja, namun banyak ditemukan dan terjadi di masyarakat.

"Kejadian ini dianggap biasa oleh masyarakat, padahal perundungan ini sangat berbahaya, khususnya bagi perkembangan mental anak," ujanya.

Perundungan, menurut Gubernur, erat kaitannya dengan kenakalan remaja. Tentunya, perilaku itu sangat meresahkan orang tua.

Gubernur menyatakan, kasus kenakalan remaja merupakan fenomena gunung es. Kasusnya sering terjadi, namun kesibukan orang tua membuat hal itu dianggap biasa saja selama tidak berlebihan dan tidak menjadi suatu masalah.

Untuk itu, saya ingin melakukan antisipasi dengan melakukan kampanye nyata agar kenakalan remaja berada di bawah kendali kita," ungkap Ridho.

Sebagai pemimpin daerah, Ridho menginginkan kasus seperti kenakalan remaja atau kasus bullying tidak terjadi di Provinsi Lampung.

"Saya sangat tidak ingin hal ini terjadi di Provinsi Lampung, dan tidak boleh terjadi di bawah kendali saya," kata Ridho.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uaw5p2
April 12, 2019 at 06:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uaw5p2
via IFTTT

Pilpres, BI Komitmen Jaga Kestabilan

Saat ini modal Indonesia dinilai cukup baik terindikasi dari kepercayaan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, menyampaikan Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kestabilan menjelang pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang. Saat ini modal Indonesia dinilai cukup baik terindikasi dari kepercayaan pasar pada perekonomian.

"Kami melihatnya, kan aliran dana masih masuk terus, baik pasar SBN maupun saham, bahkan lebih baik dari tahun lalu," kata Mirza di Kompleks BI, Jumat (12/4).

Artinya, pasar melihat outlook Growth Domestic Product (GDP) dan pertumbuhan profit yang baik di Indonesia. Untuk saham, pasar biasanya melihat perkembangan pertumbuhan profit. Sementara inflow SBN biasanya dipengaruhi oleh outlook inflasi, cadang devisa, neraca berjalan, dan lainnya.

"Jadi kalau inflow artinya mereka percaya outlook kita," kata Mirza.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah juga mengatakan BI komitmen menjaga kestabilan rupiah. Di tengah menguatnya kembali dolar AS dan pelemahan mata uang regional, rupiah dijaga tetap stabil.

Rupiah per Jumat (12/4), terpantau menguat tipis di level 14.153 per dolar AS dari 14.156 per dolar AS pada Kamis (11/4). Menurut Nanang, BI berada di pasar untuk memastikan ketersediaan likuiditas DNDF dan melakukan intervensi di pasar spot dalam jumlah yang terukur.

"BI juga tetap siaga memastikan kestabilan pasar SBN terutama bila terjadi arus modal keluar yang dapat memicu pelemahan rupiah," kata dia.

Dolar AS terpantau menguat terhadap seluruh mata uang G10 dan emerging currencies. Hal ini menurutnya karena semakin panjangnya ketidakpastian Brexit setelah Uni Eropa menyepakati perpanjangan deadline Brexit hingga 31 Oktober.

"Ini membuat memicu kembali pelemahan nilai tukar euro," katanya.

Penguatan dolar juga ditopang oleh naiknya kembali yield US Treasury bond merespons rilis data indek harga produsen (PPI) AS bulan Maret. Nilainya meningkat ke level tertinggi selama lima bulan terakhir. Selain itu karena klaim tunjangan pengangguran (Inital Jobless Claims) yang merosot ke level terendah sejak 1969.

Nanang mengatakan BI tetap memastikan likuiditas rupiah yang cukup di pasar melalui operasi moneter ekspansi yaitu lelang Term Repo dan Forex Swap. Lelang kedua instrument ini sudah terjadwal dalam enam bulan ke depan sehingga perbankan memiliki kepastian untuk mengakses likuiditas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UWMj9s
April 12, 2019 at 06:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UWMj9s
via IFTTT

Wahai Ayah, Ibu, Jaga dan Peluk Anak-Anak Kita

Ayah dan ibu perlu menjaga anak-anak demi terhindar dari perundungan

Kasus perundungan terjadi lagi. Kali ini menimpa Audrey, siswi SMP yang dikeroyok oleh siswi SMA.

Kasusnya menjadi viral dan mengundang simpati dan dukungan kepada korban. Sebaliknya mengundang kemarahan kepada para pelaku. Apalagi pelaku yang dinilai tak merasa bersalah dan menyesal dengan tindakannya lantaran masih sempat menayangkan snapgram tingkah laku mereka di kantor polisi. 

Kalau kita mengamati dan mengingat, kasus bullying sudah terjadi sejak dulu. Teringat zaman sekolah dasar, saya pernah menjadi korban perundungan dan menyaksikan praktek perundungan yang tidak sedikit. Guru dan orang tua seakan tak berdaya juga menghadapi pelaku yang memang terkenal nakal dan sering melanggar aturan sekolah.

Mengapa kasus bullying pada zaman saya tersebut tidak viral bahkan mungkin lingkungan sekitar pun tak tahu. Ya, zaman dulu belum ada akses teknologi informasi seperti saat ini.

Tayangan yang menyajikan adegan kekerasan dan juga tak mendidik belum menjamur seperti sekarang. Makin canggihnya teknologi, makin besar juga dampak negatif yang ditimbulkannnya.

Bagaimana tidak? Media sosial yang sejatinya dimanfaatkan untuk silaturahim, mengunggah hal-hal yang positif dan menebarkan kebaikan, justru dibuat untuk hal yang bisa merusak.

Banyak sekali kita temukan tayangan gambar dan video yang memberikan contoh perilaku kekerasan, kasus bullying yang sengaja disebarkan bahkan kasus yang berujung pembunuhnan pun tak sedikit kita temukan. Wajar, jika generasi terutama remaja banyak terpengaruh dan menirukannya tanpa merasa bersalah.

Belum lagi masalah anak-anak dengan orang tua dan keluarganya serta lingkungan terdekatnya. Tak sedikit para pelaku bullying tersebut adalah korban dari rumah tangga yang broken home.

Orang tua cerai dan keluarga yang tak harmonis. Kurang perhatian dan kasih sayang, lantaran orang tua sibuk. Dan tak sedikit juga orang tua yang abai dengan kewajibannya, menyerahkan total pendidikan anaknya kepada sekolah.

Sungguh tak habis pikir seorang siswi SMP dan siswa SMA. Mereka sama-sama perempuan. Tak adakah hati nurani yang tersisa? Tak adakah sedikit rasa iba ketika melihat korban disiksa?

Kemana rasa kemanusiaan mereka? Kemana perginya akhlak dan budi pekerti mereka? Wahai para orang tua, ayah dan ibu, mari jaga anak-anak kita. Peluk erat anak-anak kita.

Gempuran pemikiran liberal dan gaya hidup yang bertentangan, dan tak seharusnya diikuti oleh generasi negeri yang mayoritas muslim ini. Namun faktanya, serangan budaya dan pemikiran liberal tersebut dengan begitu bebasnya menancap di benak dan akhirnya diikuti. Apakah kita rela membiarkan mereka terus tergerus dan teracuni ide-ide sekuler dan liberal yang makin merajalela?

Pemerintah yang sejatinya sebagai pengayom rakyatnya, sebagai  pelindung dan menjaga agar kasus bullying dan kekerasan itu tak terjadi lagi, faktanya sampai saat ini belum ada upaya yang betul-betul optimal. Tayangan di televisi dan internet masih bebas, sistem pendidikan yang sangat sedikit memasukan kurikulum agama.

Bahkan pelajaran agama hanya dua jam saja setiap minggunya. Itu pun hanya seputar ibadah keseharian. Sistem pendidikan output yang diharapkan yaitu menjadikan generasi cerdas dan bertakwa. Sistem hukum dan sanksi yang lemah dan mudah tergadai dengan seringnya pelaku yang kaya dan berkedudukan tinggi, lolos dari hukum. Ibaratnya, hukum tumpul ke atas, namun tajam ke bawah.

Generasi sekarang sejatinya adalah calon penerus untuk membangun negeri ini. Generasi yang diharapkan mampu mengubah peradaban (agent of change). Anak-anak adalah amanah dari Allah yang diberikan kepada kita. Dan pastinya akan diminta pertanggungjawaban.

Orangtualah yang pertama kali diminta dan ditanya. Sudahkah kita mendidik mereka dengan baik dan optimal seperti apa yang Allah perintahkan? Apa jadinya jika kasus bullying pada generasi ini masih terjadi? Jawaban apa yang akan kita berikan nanti di akhirat. 

Selama sistem yang diterapkan seperti saat ini maka kasus bullying ini akan terus terjadi. Untuk itu, mari segera kita benahi dan berjuang bersama untuk mengubah sistem yang sudah rusak ini menjadi sistem yang Allah ridhoi.

Wahai ayah dan ibu, mari jaga dan peluk anak-anak kita.

Pengirim: Nunung Nurlaela, SEI, MSI, Dosen STEI Hamfara Yogyakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UPW9du
April 12, 2019 at 06:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UPW9du
via IFTTT

Kirana Larasati Cuek Dirundung karena Terjun ke Politik

Kirana mengalami perundungan saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Artis terjun ke dunia politik bukanlah hal yang baru. Ada pihak yang setuju, ada pula yang melakukan perundungan pada si artis. Kirana Larasati sempat mengalami hal itu saat ia memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Kirana mencalonkan diri maju menjadi anggota DPR dari Partai PDI-Perjuangan dapil Jabar 1. Tetapi, perempuan 31 tahun ini tak ambil pusing dengan perundungan yang diterimanya.

Menurutnya perundungan dilakukan untuk menurunkan semangat. “Bully (perundungan) bisa menurunkan semangat kita, mengalahkan kita. Jadi kita berdoa saja, pede saja. Kita tahu, kita tidak seperti apa yang dibully. Jadi, ya biarin saja, anggap saja angin lalu. Namanya hidup pasti ada orang yang nggak suka,” ujar Kirana beberapa waktu lalu.

Aktris 31 tahun tersebut mengungkapkan banyak yang mengalami perundungan ketika terjun ke ranah politik. “Kalau bully saya yakin bukan buat saya saya, tapi buat semua. Ternyata satu yang saya temui bahwa jadi politisi bully-annya lebih banyak daripada jadi artis. Itu sesuatu yang wajar, jadi ya dijalanin saja,” katanya.

Di sisi lain, ibu satu anak ini sudah melakukan yang terbaik sebelum bertarung di pemilu legislatif nanti. Ia akan menerima apapun hasilnya. “Keputusan terbaik adalah keputusan Allah. Jadi, apapun yang terjadi nanti akan saya terima,” ujar pemeran Safina dalam film Punya Cerita.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KuBhnX
April 12, 2019 at 06:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KuBhnX
via IFTTT

Tekan Kekerasan dengan Mengaktifkan Permainan Tradisional

Permainan tradisional dapat melatih anak menumbuhkan karakter positif.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Psikolog dari kantor Admaveda Konsultan Pekanbaru, Provinsi Riau, Fety Nurhidyati, menyarankan pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua mengaktifkan lagi beragam permainan tradisional untuk dimainkan anak-anak. Ia menjelaskan, permainan tradisional dapat membentuk karakter positif pada anak.

"Sportivitas mereka terasah dengan baik karena mereka memiliki kawan bermain, berbeda dengan game online yang cenderung bermain sendiri dan maunya menang terus," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Pendapat demikian disampaikannya terkait banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, tak terkecuali kasus terbaru di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurut dia, gim daring cenderung melatih penggunanya untuk mencari kemenangan terus menerus. Pada akhirnya, anak menjadi ketergantungan, egois, dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya.

Fety menyebutkan, ketika anak kecanduan gawai, dampak negatifnya akan sangat besar. Anak akan malas belajar, tidak mau pulang ke rumah, nongkrong di warnet, dan parahnya ia tumbuh menjadi pribadi cenderung meledak-ledak, bahkan suka memecah barang di rumah.

"Oleh karena itu, kembali aktifkan permainan tradisional itu yang banyak dimiliki oleh setiap daerah dengan beragam budayanya, apalagi semakin banyak interaksi anak dengan teman bermainnya maka proses pembelajaran mereka akan makin kuat," tambahnya.

Pemerintah daerah, menurut Fety, perlu lebih tegas menertibkan game-game online di warnet jika ingin menyelamatkan anak bangsa dalam keterpurukan mental dan perilaku tidak pantas tersebut. Selain itu, ia juga menyarankan agar ada perbaikan pola asuh dalam keluarga.

"Ibu dan bapak harus menjadi figur yang bisa menjadi teladan bagi anak-anak mereka, tanamkan disiplin, sikap tahu diri dan tahu tanggung jawab," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2USpEv9
April 12, 2019 at 06:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2USpEv9
via IFTTT