Pages

Showing posts with label 2019 at 07:00PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:00PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Kendaraan Taktis TNI Jadi Perhatian Anak-Anak di Glodok

Petugas TNI memperbolehkan anak-anak mendekati bahkan berfoto bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendaraan taktis (rantis) dan tempur anoa TNI Angkatan Darat yang terletak di sebuah pusat belanja di kawasan Glodok, Jakarta Barat menjadi pusat perhatian anak-anak. Rabu (22/5) sore, sejumlah anak-anak usia balita menaiki rantis dan tempur anoa TNI AD yang bersiaga di depan pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok Jakarta Barat.

Tampak anak-anak kemudian bergaya imut untuk difoto. Husep, warga Kelurahan Angke Jakarta Barat, mengajak anaknya melihat langsung rantis TNI sebagai bentuk edukasi sejak dini mengenai alat pertahanan keamanan negara.

"Banyak berita tentang demo, yah, anak saya jadi penasaran dengan kendaraan TNI yang dia lihat di televisi. Saya perlihatkan di sini, dan ternyata diperbolehkan untuk berfoto di atasnya," ujar Husep.

Husep mengatakan, meski di wilayah Glodok sedang diterapkan pengamanan ketat oleh TNI dan Polri, ia tidak terlalu khawatir dengan aksi 22 Mei yang sedang berlangsung. Sehingga, ia merasa aman membawa anak-anaknya ikut berbuka puasa bersama dirinya di sebuah restoran kawasan Sawah Besar.

Sama halnya dengan Rahman, warga Glodok yang menyempatkan untuk mendandani anaknya bak tentara cilik dan berfoto di dekat rantis dan tempur anoa TNI AD. "Saya rasa masih aman-aman saja, kan sudah dijaga aparat di wilayah ini. Jadi, saya tidak khawatir membawa anak lihat kendaraan ini," ujar Rahman.

Rantis dan tempur anoa TNI AD itu terletak di samping didirikan posko TNI-Polri. Tampak sejumlah anggota TNI-Polri berjaga di dalam posko tersebut.

Kendaraan itu disiagakan guna membantu pengamanan Ibu Kota saat pengumunan hasil Pemilu 2019. Di sisi lain, rantis tersebut juga menjadi sarana TNI memberi edukasi, mendekatkan diri, dan menumbuhkan rasa cinta, serta kebanggaan kepada rakyat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QjaJFx
May 22, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QjaJFx
via IFTTT

Saturday, May 18, 2019

TKN-BPN Sepakat tak Libatkan Anak Saat Rekapitulasi 22 Mei

Pelibatan anak berpotensi memberikan dampak buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat untuk tidak melibatkan anak dalam pengumuman hasil pemilu 22 Mei nanti. Nota Kesepahaman itu dibuat dalam rangka pencegahan terjadinya aksi yang akan melibatkan anak saat KPU mengumumkan hasil pemilu nanti.

"Akan terjadi potensi buruk pada tumbuh kembang, psikologi dan perilaku sosial masyarakat dalam kegiatan Politik yang melibatkan anak," kata Juru Bicara Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Erlinda di Jakarta, Sabtu (18/5).

Mantan anggota KPAI itu mengatakan, menghasut anak untuk melakukan tindakan jihad atas nama agama pada kegiatan politik merupakan tindakan yang melanggar hak anak. Dia melanjutkan, hak mereka dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 Atas Perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 pada pasal 15.

Lebih jauh, dia mengatakan, doktrinasi kebencian, dendam, hasutan, provokasi dan membangun ketidakpercayaan pada lembaga Negara akan berpotensi menciptakan perilaku Anak menjadi buruk serta merusak sistem demokrasi yang dibuat berdasarkan Undang-Undang. Erlinda berpendapat, kegiatan politik yang ditanamkan pada anak dapat memicu gangguan kejiwaan mengingat jiwa anak yang masih berfikir pendek dan belum siap menerima persaingan keras.

Dia mengatakan, TKN meminta lembaga negara terkait untuk ikut mengawasi potensi perlibatan anak dalam aksi 22 Mei nanti. TKN rencananya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Polri dan Bawaslu untuk mengantisipasi hal tersebut.

Erlinda mengatakan, prelibatan anak pada kegiatan politik saat 22 Mei nanti sangat tidak aman dan membahayakan secara fisik dan jiwa. Belum lagi, lanjutnya, potensi konflik pada saat dilapangan sangat berbahaya pada kondisi fisik jika terjadi keributan seperti pelemparan batu, penggunaan senjata tajam, hadang menghadang hingga perkelahian.

"Dampak negatif suatu konflik dalam kegiatan politik akan mengakibatkan potensi buruk pada jiwa, mental dan pola pikir pada anak," kata Erlinda lagi.

Sementara, kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara TKN, BPN bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). MoU itu ditandatangani oleh Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan, Juru Debat BPN Edriana Noerdin dan Ketua KPAI Susanto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yxypc8
May 18, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yxypc8
via IFTTT

Tuesday, May 14, 2019

Terbebas Tagihan Operasi Puluhan Juta Berkat JKN-KIS

Sebelumnya, sempat jalani operasi dengan biaya 60 juta rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Penting bagi seseorang untuk memiliki jaminan kesehatan, karena dampak biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan tidaklah murah. Bukan hanya ketidakmampuan membayar biaya sendiri, tetapi juga bisa berdampak pada ekonomi keluarga. Hal tersebut pernah dialami oleh Sutarmi (60), salah seorang warga Bandung yang tinggal di daerah Antapani Wetan. Ia masih ingat betul, pada pertengahan tahun 2014 lalu pernah mengeluarkan biaya hampir 60 juta rupiah karena harus menjalani operasi batu empedu.

“Jadi pada tahun 2014 lalu, ibu teh sering merasa capek, mual, dan nyeri pada perut bagian atas. Bahkan beberapa kali sering jatuh pingsan. Setelah di USG, ternyata ada batu empedu. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada 17 batu dengan ukuran yang berbeda. Dokter bilang harus segera di operasi. Saat itu, pihak keluarga entah bagaimana caranya harus menyiapkan uang puluhan juta. Waktu itu biaya operasinya sampai 60 juta rupiah, belum lagi masih harus kontrol rutin. Keluarga bingung cari uangnya,” tutur Sutarmi. Pada pertengahan tahun 2015, ia kembali sakit-sakitan kerena masih terdapat batu empedu yang tertinggal pasca operasi pertama. Namun kali ini berbeda, karena Sutarmi dan keluarga telah mendaftar dalam Program JKN-KIS. 

“Karena kita sudah menjadi peserta, untuk pengobatan yang kedua ini kita memanfaatkan kartu JKN-KIS. Dari Fasilitas Kesehatan Pertama sampai akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin. Dokter juga mendiagnosa harus ditindak operasi, lagi. Kali ini saya dan keluarga tidak bingung, karena JKN-KIS,” senyumnya.

Hal yang paling terasa bagi Sutarmi dan keluarga adalah setelah ia sudah diperbolehkan pulang. Ia pun khawatir jika harus membayar sebagian tagihan berobatnya. Ia hampir tak percaya ketika mendengar petugas rumah sakit mengatakan jika keluarganya tidak perlu mengeluarkan biaya satu rupiah pun di operasi kedua ini. Operasi dan semua pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Jelas terasa sekali perbedaannya. Kalau dulu tidak menggunakan JKN-KIS, kami sekeluarga harus mengeluarkan uang hampir 60 juta, sampai bingung harus mencari uang kemana. Sekarang saya pulang dari rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. JKN-KIS bukan sekedar membantu, tetapi benar-benar meringankan keluarga kami. Kalau masalah pelayanan, tidak ada perbedaan pada saat saya menjadi pasien umum,” jelas Sutarmi dengan yakin.

Dengan pengalaman yang ia dapatkan selama memanfaatkan JKN-KIS, Sutarmi dan keluarga berkomitmen untuk selalu membayar iuran rutin. “Manfaatnya sangat terasa, tidak akan menyesal,” tutupnya. (ril)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JD0Z7O
May 14, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JD0Z7O
via IFTTT

Saturday, May 11, 2019

Perkelahian Terjadi di Legislatif Hong Kong

Beberapa anggota legislatif dilarikan ke rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Perkelahian terjadi di legislatif Hong Kong. Percecokan terjadi antara pembuat undang-undang pro-demokrasi, dan mereka yang setia pada Beijing atas undang-undang ekstradisi, Sabtu (11/5).

"Ini hari yang menyedihkan bagi Hong Kong," kata anggota parlemen, Elizabeth Quat, Sabtu (11/5).

Anggota parlemen pro-demokrasi, dan mayoritas pro-Beijing mencoba mengadakan dengar pendapat terpisah mengenai RUU tersebut. Kemudian perkelahian terjadi, dan anggota parlemen memanjat meja, saling memaki saat petugas keamanan berusaha menjaga ketertiban.

Salah satu anggota parlemen pro-demokrasi, Gary Fan, jatuh dan harus dibawa ke rumah sakit. Beberapa anggota parlemen pro-Beijing juga jatuh.

"Kami menertawakan legislatif Taiwan di masa lalu, tetapi Hong Kong bahkan lebih buruk," kata Quat.

Lebih dari 130 ribu orang menentang RUU ini dua pekan lalu. Sementara beberapa ribu berkumpul di luar legislatif pada Jumat malam untuk menuntut RUU ini dihapuskan.

Komunitas bisnis Hong Kong yang biasanya konservatif telah menyatakan pertentangan. Kamar Dagang Internasional di Hong Kong, mengatakan RUU itu akan membuat orang berisiko kehilangan kebebasan, properti, dan bahkan kehidupan mereka di masa depan.

Asosiasi Pengacara Hong Kong menyatakan undang-undang tersebut tidak memiliki perlindungan yang memadai bagi individu untuk menghadapi persidangan yang adil di Cina. Selain itu akan kesulitan dalam memvalidasi bukti yang diajukan oleh otoritas Cina.

Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kontroversi pekan ini. Komisi kongres AS menyatakan undang-undang tersebut dapat nasional AS. Komisi AS bahkan mengatakan Angkatan Laut AS mungkin harus menghentikan kunjungan ke Hong Kong.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam bersikeras tentang perlunya pengaturan untuk mengekstradisi pelanggar ke Cina dan Taiwan, sebuah pulau yang diklaim Beijing sebagai miliknya. Oposisi pembuat undang-undang demokrasi Hong Kong memegang kurang dari sepertiga kursi di legislatif. Artinya mereka tidak dapat memveto undang-undang saat ada di pemungutan suara final.

"Kami akan menggunakan semua aturan prosedur untuk menunda undang-undang sebanyak yang kami bisa," kata salah satu anggota partai Demokrat, Che Cheuk-ting.

Di bawah kerangka satu negara, dua sistem, Hong Kong dijamin haknya untuk mempertahankan sistem sosial, hukum, dan politiknya sendiri selama 50 tahun pada 1997. Namun, Partai Komunis Cina mengingkari perjanjian itu dengan memaksa melalui perubahan hukum yang tidak populer.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WEklNo
May 11, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WEklNo
via IFTTT

Mohammad Ahsan Niat Berpuasa Selama Piala Sudirman 2019

kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain bulu tangkis putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku berniat untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama menjalani pertandingan kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

"Yang penting niat puasa saja dulu. Di perjalanan nanti kan kita tidak tahu. Jadi, kiatnya ya itu saja, yang penting niat," kata Ahsan saat ditemui di acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5).

Lebih lanjut, pasangan atau tandem dari Hendra Setiawan di nomor ganda putra itu juga mengaku tidak memiliki kiat-kiat tertentu dalam menjalankan ibadah puasa sambil bertanding membela Indonesia di Piala Sudirman 2019.

"Tidak ada kiat-kiat yang lain. Paling hanya makan sahur dan minum vitamin, itu saja, kurang lebihnya sama. Jadi, tidak ada kiat lain-lain lagi. Bagi saya, yang paling penting itu adalah niatnya,"ujar Ahsan.

Sementara itu, berkaitan dengan gelaran Piala Sudriman 2019, pria yang kini berusia 31 tahun itu berharap bisa tampil maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik bersama Hendra di nomor ganda putra.

"Dari tahun ke tahun, Piala Sudirman itu beda-beda, pesertanya juga berbeda-beda. Tapi harapan saya semoga hasil di Piala Sudirman tahun ini bisa jauh lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,"ungkap Ahsan.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Dan, PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WH9DpG
May 11, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WH9DpG
via IFTTT

Friday, May 10, 2019

KPU Tunggu Hasil Investigasi Kemenkes Soal KPPS Wafat

Selain Kemenkes, Komnas HAM juga melakukan investigas meninggalnya ratusan KPPS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil investigasi dari sejumlah lembaga terkait kematian ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Menurut dia, KPU tidak mempunyai kapasitas untuk memastikan penyebab meninggalnya ratusan KPPS tersebut.

Ilham menyebutkan, beberapa lembaga yang melakukan investigasi, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komnas HAM. "Kemenkes sudah bekerjasama dengan KPU. Kemudian Komnas HAM juga sudah melakukan, beberapa lembaga juga sudah melakukan. Jadi, prinsipnya kita tunggu aja hasilnya seperti apa," ujar Ilham di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5).

Ilham melanjutkan, hasil investigasi lembaga-lembaga tersebut diperlukan untuk mencegah tudingan bahwa ada rekayasa dalam peristiwa kematian para KPPS ini. Menurut dia, hal tersebut juga bisa menjadi bahan evaluasi di kemudian hari.

"Apakah kami tidak ingin bilang bahwa kemudian ada rekayasa dan sebagainya karena kami memang tidak melakukan apapun. Mari kita evaluasi bersama nanti setelah pemilu ini tahapannya selesai," tegasnya.

Ilham juga menegaskan, KPU sudah dan selalu memperhatikan petugas KPPS yang tertimpa musibah. Bersamaan demgan itu, kata dia, KPU juga harus tetap menjalankan tahapan pemilu selanjutnya, yakni tahapan rekapitulasi. Dengan menjalankan tahapan pemilu selanjutnya, bukan berarti KPU tidak memperhatikan KPPS yang tertimpa musibah.

"Bukan kita tidak mengganggap penting tapi itu sudah kita selesaikan dan kalau memang ada tim investigasi yang melakukan investasi silahkan saja. Kalau menurut kami memang ini murni kelelahan, " tuturnya.

Lebih lanjut, Ilham mengatakan salah satu upaya KPU memperhatikan KPPS yang tertimba musibah adalah dengan memberikan santunan. Namun, menurut dia, tidak boleh hanya berhenti pada santunan.

"Artinya bukan kita selesaikan hanya dengan santunan,  tidak. Tetapi kemudian mari kita evaluasi pemilu serentak ini bersama-sama gitu. Teman-teman kami sudah bekerja keras sampai ada yang meninggal dunia," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VYYOSs
May 10, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VYYOSs
via IFTTT

Tips Pinjam Uang dari Fintech Lending Saat Ramadhan

Jangan sampai kesulitan membayar pinjaman dari fintech lending.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perencana keuangan dari Zielts Consulting, Ahmad Gozali, meminta masyarakat untuk pintar dalam memanfaatkan pinjaman daring dari perusahaan teknologi finansial (fintech lending) jelang lebaran. Hal itu penting untuk mencegah timbulnya masalah karena ketidakmampuan masyarakat dalam mengembalikan pinjaman.

"Yang jelas, yang namanya pinjaman harus dikembalikan, maka sebelum memutuskan untuk meminjam, mesti terlebih dahulu punya rencana pengembaliannya. Apalagi uang tunai via fintech biasanya memiliki jangka waktu yang sangat pendek dan bunga relatif tinggi," kata Ahmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Ahmad menyarankan masyarakat untuk menggunakan uang pinjaman pada awal bulan puasa agar mudah ketika mengembalikannya. "Misalnya untuk belanja kebutuhan Lebaran di awal Ramadhan saat belum terlalu ramai. Pinjam dulu uangnya dan dikembalikan setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di akhir Ramadhan," ujarnya.

Selain itu, Ahmad juga menyarankan masyarakat untuk meminjam uang di perusahaan fintech yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apalagi, saat ini masih marak terjadi kasus hukum dalam penagihan utang karena masih ada masyarakat yang meminjam uang di fintech ilegal.

"Jika fintech sudah terdaftar di OJK, maka mereka harus mengikuti standar perilaku dalam penagihan. Tidak boleh sembarangan," tuturnya.

Dengan memilih fintech yang sudah terdaftar di OJK, menurut Ahmad, kerahasiaan dan keamanan data peminjam tetap terjaga. "Jadi bukan hanya masalah etika penagihan, ya, tetapi juga masalah kerahasiaan dan keamanan data pribadi kita," ujarnya.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Tumbur Pardede, mengatakan permintaan pinjaman pada bulan puasa tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun lalu. Sebelum puasa pada Mei 2018 lalu, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 13,65 persen. Selama puasa, Juni 2018, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 24,03 persen. Setelah puasa, Juli 2018, jumlahnya meningkat sebesar 20,55 persen.

"Untuk tahun ini 2019, kami memperkirakan kenaikannya melebihi dari tahun lalu seiring bertambahnya jumlah penyelenggaraan fintech lending dan meningkatnya pemahaman masyarakat soal fintech lending," kata Tumbur.

Direktur Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK, Hendrikus Passagi, menyatakan regulator tengah memfokuskan perlindungan terhadap konsumen. Untuk itu, OJK kini tengah gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam dalam memilih fintech legal atau yang sudah terdaftar di OJK.

"Perlindungan terhadap konsumen menjadi prioritas OJK. Dengan melakukan sosialisasi, kami berharap permasalahan yang kerap terjadi seperti masalah penagihan dan gagal bayar pinjaman dapat terus berkurang," ujar Hendrikus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LIVSWu
May 10, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LIVSWu
via IFTTT

Thursday, May 9, 2019

Tidur dengan Lensa Kontak, Bakteri Pemakan Kornea Mengintai

Bakteri pemakan kornea mengintai mereka yang sering tidur tanpa lepas lensa kontak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang telah mengerti tentang menjaga kebersihan, aturan penggunaan, maupun waktu melepaskan lensa kontak. Tetapi, ada juga orang yang sering kali lupa sebagian prosedur perawatannya.

Dilansir laman The Sun, akibat lupa melepaskan lensa kontak dalam semalam, seorang pasien dari dokter mata Patrick Vollmer di North Carolina, mengeluarkan nanah dari matanya. Sang dokter dari Vita Eye Clinic itu membagikan foto-foto pasien dengan mata yang mengeluarkan nanah kuning akibat tidur semalaman dengan lensa.

Vollmer mengatakan, kornea wanita tersebut dimakan bakteri akibat sering lupa untuk melepas lensanya. Gambar yang dibagikan menunjukkan mata yang meneteskan cairan kuning cerah. Pasien diketahui menderita ulkus pseudomonas.

"Ini adalah akibat tidur dengan lensa kontak," tulis dr Vollmer dalam postingan di jejaring media sosial, Facebook.

Dia menjelaskan, Pseudomonas adalah bakteri yang dapat dengan cepat menyebabkan kebutaan permanen. Pengalaman pasiennya tersebut menjadi kasus pseudomonas keempat yang telah ditangani di kliniknya.

Bakteri itu secara eksplosif menggerogoti kornea pasien dalam beberapa hari dan meninggalkan nekrosis putih pekat (jaringan mati) setelahnya. Dokter Vollmer merawat pasien tersebut dengan tetes antibiotik dan steroid yang diperkaya untuk mengurangi jaringan parut permanen.

"Mata pasien ini tampak terus membaik secara drastis dari awal pengobatan, namun kemungkinan besar tetap akan menunjukkan beberapa bentuk kehilangan penglihatan residual bahkan setelah perawatan," ujarnya.

Vollmer pun mengingatkan agar orang tidak tidur saat menggunakan lensa kontak apa pun karena risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Dia mengatakan, hanya butuh waktu beberapa detik untuk melepas lensa kontak, tapi akan menyebabkan kerusakan permanen jika prosedur itu terlupakan.

Vollmer berharap dengan dibagikannya gambar-gambar tersebut menjadi pengingat banyak orang terkait penyalahgunaan lensa kontak. Postingannya melalui Facebook itu telah dibagikan lebih dari 296.684 kali.

Sebelumnya, penelitian dari American College of Emergency Physicians, mengungkapkan ada enam laporan kasus yang melaporkan temuan tidur dengan lensa kontak dapat menyebabkan infeksi kornea. Yang paling umum adalah keratitis mikroba, suatu kondisi mata serius yang bisa menyebabkan kebutaan.

Tanda-tanda pertama biasanya kemerahan dan nyeri pada mata. Penulis utama Dr Jon Femling, asisten profesor departemen kedokteran darurat di University of New Mexico, mengatakan tidur dengan lensa kontak berisiko menyebabkan infeksi atau dalam beberapa kasus menimbulkan kerusakan permanen.

"Tertidur atau bahkan tidur siang, tanpa melepas lensa kontak dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan yang serius," ujarnya.

Gejalanya meliputi rasa sakit, kemerahan, keputihan, penglihatan kabur, dan bintik putih atau kuning pada kornea. Akan tetapi, infeksi itu dapat diobati dengan beberapa cara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ypcc03
May 09, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ypcc03
via IFTTT

In Picture: Sidang Lanjutan Habib Bahar Bin Smith

Dalam sidang, Kuasa Hukum Bahar bin Smith menghadirkan dua saksi yang meringankan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith bertanya kepada saksi pada sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (9/5).

Dalam sidang tersebut, Kuasa Hukum Bahar bin Smith menghadirkan dua saksi yang meringankan yakni Hamid Isnaeni dan Muhammad Nurcholis untuk memberikan keterangan terkait pertemuannya dengan korban pengeroyokan Zaki dan Cahya Abdul Jabar di Bali.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HaoO52
May 09, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HaoO52
via IFTTT

Wednesday, May 8, 2019

Jelang Mudik, Polres Sijunjung akan Dirikan Pos Pengamanan

Polres Sijunjung mendirikan tiga pos pengamanan di jalur mudik yang rawan kecelakaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SIJUNJUNG -- Kasat Lantas Polres Sijunjung Iptu Asep Wahyudi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan jalur mudik di Kabupaten Sijunjung, Selasa (7/5) lalu. Setelah dilakukan pengecekan, pihak Polres memutuskan akan mendirikan tiga pos pengamanan untuk jalur mudik yang merupakan Jalan Lintas Sumatera.

"Ada beberapa titik di sepanjang jalan lintas Sumatera yang memang rawan kecelakaan. Jadi untuk keamanan pemudik, kami akan mendirikan pos pengamanan di titik rawan tersebut," kata Asep, Rabu (8/5).

Tiga titik pos pengamanan tersebut yakni di Lubuk Batu, Kecamatan Kupitan, Simpang Tiga Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII dan Kiliran Jao di Kecamatan Kamang Baru.

Asep menjelaskan lokasi rawan kecelakaan merupakan di daerah Kecamatan Tanjung Gadang, Kamang Baru dan Kecamatan Kupitan yang merupakan jalan Lintas Sumatera dari arah Lampung, Palembang, Jambi menuju Sumbar, Riau, Medan hingga Aceh.

Sementara itu untuk lokasi rawan macet terdapat di beberapa lokasi yang memang ada pasar nagari seperti di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung, Nagari Limo Koto Pasar Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII dan Pasar Tanjung Gadang di Kecamatan Tanjung Gadang.

Namun, selain karena kemacetan akibat keramaian dan kondisi jalan yang kurang baik, ada juga faktor bencana alam yang bisa mengintai.

"Kalau rawan bencana alam diprediksi ada tiga titik yaitu di Kecamatan Sijunjung, Kecamatan Tanjung Gadang dan Kecamatan Kamang Baru," ujar Asep.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H4yT2f
May 08, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H4yT2f
via IFTTT

Ini Alasan Kita tak Boleh Lewatkan Sahur

Sahur penting terutama jika kita tidak makan minum apapun sampai malam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sahur seperti halnya sarapan pada hari-hari biasa, sangat penting untuk menguatkan tubuh. Sahur penting terutama ketika kita tidak makan atau minum apapun sampai malam.

Meskipun banyak yang lebih suka tidur daripada bangun untuk makan sahur, penting untuk merehidrasi tubuh kita dan mendapatkan energi yang cukup untuk bertahan sepanjang hari. Menurut Ketua Program Nutrisi dan Diet Universiti Sains Malaysia (USM), Hamid Jan Jan Mohamed, ada kesalahpahaman umum bahwa makan nasi porsi besar selama sahur akan membantu kita tetap kenyang saat berpuasa di siang hari.

Faktanya, menyantap sejumlah besar karbohidrat selama sarapan atau sahur akan menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah. Jika tubuh sehat, maka lonjakan glukosa darah akan dengan cepat diturunkan oleh hormon insulin.

Ini kemudian diikuti oleh apa yang disebut tabrakan gula. Tabrakan gula akan memicu otak untuk berpikir kita membutuhkan lebih banyak glukosa dan mengaktifkan hormon-hormon kelaparan.

“Jika saya membandingkan seseorang makan makanan tidak sehat yang mengandung banyak karbohidrat olahan dan gula untuk sahur, dengan seseorang yang memiliki makanan seimbang yang kaya dengan protein, serat, indeks glikemik rendah (GI) makanan dan air, yang pertama akan lebih lelah saat puasa daripada yang terakhir," jelas Hamid seperti dilansir Star2, Rabu (8/5).

Adapun mereka yang lebih memilih untuk melewatkan sahur akan merasa sangat lelah menunggu buka puasa. Seseorang yang melewatkan sahur kemungkinan akan mengalami tabrakan gula ketika mereka tidak dapat makan selama beberapa jam (sampai berbuka puasa) setelah bangun tidur. Kondisi ini memicu rasa lapar yang akan tetap ada bersama mereka sepanjang hari.

Hamid mengatakan begitu kadar glukosa kita turun, otak akan segera mendeteksi perubahannya. Ketika otak merasakan kadar glukosa yang rendah dan abnormal, otak akan mengirim sinyal ke perut untuk mulai mengisi ruang kosong. “Lapar menyala, kenyang (perasaan kenyang) mati," ungkapnya.

Tetapi ini tidak berarti kita harus menghindari karbohidrat sepenuhnya selama sahur. Kuncinya adalah makan makanan seimbang dengan semua kelompok makanan penting.

Orang Malaysia, sebagaimana Indonesia, sangat terikat dengan nasi di piring mereka sampai kadang lupa memasukkan protein. Ini menciptakan ketidakseimbangan dalam diet kita ketika protein seharusnya membentuk 30 persen dari diet.

"Namun itu juga tidak berarti bahwa beras tidak boleh ada di sana," kata Hamid. Ia menegaskan buah-buahan dan sayuran juga merupakan komponen penting dari diet seimbang.

Protein seperti ikan, ayam, telur, tempe, dan kedelai tinggal lebih lama di tubuh kita. Makanan-makanan itu tidak akan memicu pusat kelaparan di otak untuk jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat.

Karena itu, makan sahur berbasis protein seimbang adalah pilihan terbaik. Ini karena sahur protein tidak akan meningkatkan kadar glukosa terlalu tinggi sehingga mengurangi rasa lapar sepanjang hari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnJLCj
May 08, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnJLCj
via IFTTT

Tuesday, May 7, 2019

In Picture: Perbaikan Jalan Tol Cipali Menjelang Mudik Lebaran

Perbaikan ruas jalan tol dikebut agar dapat digunakan saat mudik lebaran 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pekerja saat menyelesaikan perbaikan Jalan Tol Cipali Kilometer 138, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (7/5).

Perbaikan ruas jalan tol yang biasa dilalui oleh para pemudik yang akan menuju ke Jawa Tengah itu dilakukan untuk persiapan menjelang mudik lebaran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H72BVH
May 07, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H72BVH
via IFTTT

3,7 Juta Pemudik Jabodetabek akan Datang ke Jabar

Puncak arus mudik akan mulai pada 31 Juni hingga 2 Juli 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi Jawa Barat akan kedatangan sekitar 3,7 juta masyarakat dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada mudik lebaran 2019. Menurut Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setyadi, tujuan terbanyak pemudik dari Jabodetabek tersebut adalah menuju Kota Bandung, Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya.

"Hasil survei kita, bangkitan (pemudik) 3,7 juta warga Jabodetabek menuju Jabar," ujar Budi dalam Rakor Angkutan Lebaran Tahun 2019 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (7/5).

Rapat tersebut, dihadiri juga oleh Menhub Budi Karya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung Oded M Danial. Budi menjelaskan, wilayah di Jabar yang terbanyak kedatangan masyarakat Jabodetabek tersebut ke Bandung sebanyak 775.577 ribu orang, Kabupaten Garut sebanyak 230.941 orang sedangkan ke Kota Tasikmalaya 213.630.

"Bandung, Garut dan Tasikmalaya memang jadi tujuan paling banyak. Sebagian besar dari Jakarta. Nah kalau bangkitan (pemudik) lokal Bandung Raya saja mencapai 18 juta," paparnya.

Budi memprediksi, puncak arus mudik akan mulai pada 31 Juni hingga 2 Juli 2019. Sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung 9 Juli-11 Juli 2018. Untuk pergerakan pemudik dari Jabodetabek tersebut sebanyak 40 persen akan melelawati jalan tol. Adapun akses lainnya yang kerap digunakan adalah jalur Pantura.

"Sampai saat ini prediksi kami sepeda motor yang paling mendominasi untuk jalur Pantura," katanya.

Secara umum, kata dia, sebagain besar masyarakat yang hendak mudik mayoritas akan menggunakan mobil bus, yakni 4,4 juta penumpang atau 3 persen. Adapun yang menggunakan mobil pribadi yaitu sebanyak 4,3 juga atau 28,9 persen.

"Walaupun sudah dikampanyekan tidak pakai montor namun prediksi pemudik motor masih tinggi, yaitu 942 ribu atau 6,3 persen," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y8Xfir
May 07, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y8Xfir
via IFTTT

Al-Khindi Sekolah Muslim Keempat yang Dibangun di Prancis

Sekolah al-Khindi dibangun pada 2006.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Di Lyon terdapat sekolah Muslim al-Khindi yang terletak di pinggiran Kota Lyon, tepatnya di kawasan Decine. Sekolah ini mulai beroperasi pada 2006, namun saat itu mengalami hambatan karena tidak mendapatkan izin operasional dari Academy of Lyon, yang merupakan badan pendidikan tertinggi di kota itu.

Lembaga ini menolak izin operasional sekolah itu dan menutup sekolah dengan alasan pihak sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Namun, Peng adilan Administratif di Lyon membatalkan penutupan itu. Alhasil, sekolah al-Khindi bisa membuka ajaran baru pada Maret 2007. Menurut tokoh-tokoh Muslim Prancis, apa yang dialami sekolah al-Khindi justru men do rong warga Muslim untuk membuka sekolah serupa.

Al-Khindi merupakan sekolah Muslim keempat di Prancis. Menurut sebuah sumber, sekolah Muslim pertama di Prancis adalah l’école Primaire Taalim-al- Islam yang dibuka sejak 1990 di daerah La Réunion. Réunion adalah sebuah pulau milik Prancis berpenduduk sekitar 800 ribu orang yang terletak di Samudra Hindia, sebelah timur Madagaskar.

Sayangnya, perkembangan sekolah itu tidak begitu terdengar lagi. Di al-Khindi, pelajar perempuan diperbolehkan mengenakan jilbab. Di Prancis jilbab disebut dengan ‘hijab’. Namun, di sekolah-sekolah umum yang di selenggarakan Pemerintah Prancis, penggunaan hijab dan berbagai atribut maupun simbol keagamaan lainnya, dilarang.

Pada 11 Mei 2012, saya berkesempatan mengunjungi sekolah al-Khindi. Sekolah ini memiliki lahan yang luas dan sangat representatif untuk belajar. Selain pendidikan sekolah dasar, al-Khindi juga me nyelenggarakan pendidikan setara SMP dan SMA.

Sekolah ini mengalami perkembangan yang sa ngat menggembirakan. Pada tahun ajaran pertama, sekolah ini menerima lebih dari 500 pendaftar calon murid. Namun, tak semua pendaftar bisa diterima mengingat al-Khindi hanya mampu menampung 200 murid.

Selain mengikuti kurikulum yang berlaku di Lyon, sekolah ini juga memberikan mata pelajaran tambahan keislaman, yakni tentang Alquran, bahasa Arab, kaligrafi, sejarah dan peradaban Islam, serta hukum Islam.

Rakhmat Hidayat

Dosen Jurusan Sosiologi Unversitas Negeri Jakarta; Mahasiswa Doktoral Departemen Ilmu Pendidikan Universitas Lumiere Lyon 2 Prancis

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H6AhTq
May 07, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H6AhTq
via IFTTT

Sunday, May 5, 2019

Ini Pesan Imam Masjid al-Haram Menyambut Ramadhan

Imam Masjid al-Haram menyerukan umat Islam petik buah manis Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Dalam dua hari ke depan, umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan. Di bulan penuh berkah itu, pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Karena itulah, para imam di Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, menyerukan agar umat Muslim memetik 'buah manis' dari bulan suci Ramadhan.

Dalam khotbah Jumat terakhir sebelum Ramadhan datang, Jumat (3/5), para imam meminta umat untuk berbagi dan mengasihi dengan masyarakat lainnya yang lebih lemah dengan meningkatkan aktivitas amal dan sedekah. 

Imam dan khatib di Masjid Al Haram, Syekh Maher Bin Hamad Al-Moiqali, menekankan perlunya lebih dekat dengan Alquran selama bulan puasa. Menurutnya, puasa dan Alquran akan memberikan syafa'at di hari kiamat. 

"Allah tidak akan menolak permohonan tulus yang dibuat di bulan Ramadhan," kata Syekh Maher, dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (4/5).

Imam ini menekankan bahwa amal terbaik adalah sedekah yang diberikan di bulan Ramadhan. Jika takut akan Hari Perhitungan, hendaklah memberi makan orang miskin dan berbuat baik pada janda dan anak yatim, katanya sembari mengutip bahwa Nabi Muhammad SAE adalah orang yang paling dermawan di bulan suci.

"Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk meraih keridhaan Allah melalui peningkatan amal kebajikan, dan bergerak lurus ke depan di jalan-Nya dalam kehidupan di dunia ini," tambahnya.

Di tempat lain, imam dan khatib Masjid Nabawi, Sheikh Abdul Mohsen Al-Qassem, dalam khotbahnya membandingkan bulan Ramadhan dengan lapangan perlombaan yang luas dalam melakukan kebajikan. Ramadhan menurutnya juga menjadi momentum untuk memurnikan jiwa dari dosa dan membersihkan harta kekayaan melalui cara beramal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JhY6cc
May 05, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JhY6cc
via IFTTT

Wednesday, May 1, 2019

In Picture: Kapal Armada Ke-7 Amerika Serikat Tiba di Tanjung Priok

Kunjungan kapal USS Blue Ridge dalam rangka peringatan ke-70 tahun hubungan RI-AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Personel TNI AL menyambut kedatangan kapal komando Amerika Serikat USS Blue Ridge (LCC-19) di dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Kunjungan kapal komando Armada ke-7 AS itu dalam rangka peringatan ke-70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XYNbs1
May 01, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XYNbs1
via IFTTT

Rumah Zakat Bantu Korban Banjir Bandang di Bangga

Rumah Zakat membawa logistik ke lokasi bencana di Banga.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGGA -- Rumah Zakat Action menerjunkan tim ke lokasi bencana di Bangga, Senin (29/4). Jarak ke Bangga ditempuh kurang lebih 3 jam dari kota Palu.

Tim yang diberangkatkan berjumlah 4 orang, selain itu tim membawa logistik berupa rendang yang berjumlah 1000 kaleng, selimut, diapers, dan beberapa bantuan logistik lainnya. Selama dalam perjalanan ke lokasi terlihat beberapa bekas puing-puing kayu disekitar lokasi bencana.

Sesampainya di lokasi, tim berkordinasi dengan BPBD, BNPB, DANREM, Dinsos, dan Polres Sigi. Kordinasi ini dianggap penting agar keberadaan Rumah Zakat diketahui oleh Stakeholder yang bersangkutan. Selain berkordinasi, tim memasukkan logistik ke Dinsos karena Pemda memberikan wewenang ke Dinsos untuk mengatur masalah logistik.

"Bencana banjir bandang yang terjadi di Bangga mulanya terjadi di hari Ahad (28/4) tepat pukul 07:00 Wita, dikarenakan intensitas air hujan meningkat, disamping itu insentitas air berbanding terbalik dengan badan sungai (lebar sungai) dan seringkali terjadi longsor diatas gunung tempat lewatnya air, nah itulah yang menyebabkan lumpur juga datang bersamaan dengam air," ujar Kepala Desa Bangga.

Kepadala desa menambahkan saat ini sekitar 1000 KK telah mengungsi ke dataran tinggi didesa sebelah, banyak harta benda milik warga tertimbun lumpur seperti mobil dan motor warga.

Setelah mendapat informasi dari warga tim langsung ke lokasi terdampak bencana, tepatnya di dusun 2 Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi. Ternyata memang betul beberapa rumah warga tertimbun setinggi 2 meter, dan masih ada motor yang juga tertimbung oleh lumpur.

"Kondisi lokasi sangat miris, dikarenakan semua bangunan seperti rumah, sekolah, dan masjid sudah terendam lumpur sehingga hanya atapnya saja yang kelihatan," ucap Fadel, Relawan Rumah Zakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GTlk74
May 01, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GTlk74
via IFTTT

Penunggang Unta dan Masjid Pertama di Australia

Banyak terdapat kuburan para penunggang unta di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada abad ke-19, terjadi gelombang baru Muslim memasuki Australia dan menetap di sana. Dalam kurun waktu antara tahun 1870 hingga 1920, sekitar 20 ribu ekor unta dan 2.000-3.000 penunggang unta mendarat di daratan Australia. Mereka berasal dari Afghanistan, Rajasthan, Khasmir, Mesir, Turki, dan Persia.

Hal itu diceritakan dalam Boundless Plains: The Australian Muslim Connection, sebuah pameran foto yang menceritakan sejarah Islam di Australia. Pameran itu secara resmi dibuka di Museum Sejarah Jakarta pada Senin (15/4), dan akan berlangsung sampai 30 April 2019.

Para penunggang unta tersebut ke mudian membuat jaringan jalan unta yang luas, tersebar ke seluruh pedalaman Benua Australia. Mereka melakukan apa yang perlu dilakukan saat membuka sebuah wilayah. Mere ka terbukti sangat berjasa dalam eks pedisi untuk memetakan Benua Australia.

Di wilayah Maree, Australia Selatan ditemukan sisa bangunan masjid yang diduga dibangun oleh para penunggang unta dari Afghanistan pada tahun 1885. Bentuk masjid tersebut meniru bangunan masjid yang pertama kali dibangun di Makkah dan Madinah pada masa awal penyebaran Islam.

Penentuan posisi masjid sangat hati-hati sebab harus dibangun dekat sumber air yang bisa digunakan untuk berwudhu. Bangunan masjid di Maree itu juga terinspirasi oleh teknik arsi tek tur di daerah yang bercuaca panas. Atap masjidnya dibuat miring agar memberi perlindungan dari sengatan matahari. Sementara itu, dinding masjid yang pendek dan terbuat dari lumpur membantu ventilasi bangunan dan melancarkan pergerakan udara.

Kisah lain, Saleh (Charlie) Sada deen yang tiba di Australia pada akhir tahun 1890 diyakini telah membangun masjid pertama di wilayah Alice Spring pada tahun 1913. Saleh meninggal dunia pada tahun 1933 saat bisnis untanya mulai merosot. Sekarang namanya dipakai untuk menamai kota satelit, sekolah, dan lapangan.

Banyak terdapat kuburan para penunggang unta di Australia. Contohnya di pemakaman Bourke, pada salah satu batu nisan tertulis Wahub Afghan, meninggal pada Agustus 1895. Pada nisan tersebut tertulis Bismillahirohmanirohim, Syahadat, dan surah al-Ikhlas.

Di pemakaman Bourke juga dite mu kan gubuk yang terbuat dari seng. Pada masa lalu, gubuk tersebut digu na kan sebagai mushala oleh umat Islam. Ada pula Masjid Broken Hill yang diperkirakan menjadi masjid pertama di New South Wales. Masjid tersebut dibangun di situs kamp unta yang sudah tua. Dulu, para penunggang unta biasa beristirahat di sana sambil merencanakan perjalanan mereka.

Kini, bangunan masjid yang terbuat dari seng tersebut masih bisa digunakan oleh pengunjung dan penduduk setempat. Para penunggang unta biasanya meninggalkan sajadah di masjid tersebut sebagai penghargaan kepada masjid. Pada dinding masjid tertulis ayatayat Alquran, foto Makkah, dan tempat suci lainnya. Sementara itu, di luar masjid terdapat pohon kurma yang ditanam oleh para penunggang unta dari Afghanistan.

Di sana juga ditemukan kereta unta berusia tua. Dulu, kereta itu digunakan untuk mengangkut barangbarang ke pedalaman. Unta digunakan karena dapat bertahan dalam cuaca ekstrem, tidak seperti kuda. Unta dianggap sebagai moda transportasi yang cocok di Australia yang kondisinya ekstrem.

Para penunggang unta mengangkut wol ke pelabuhan, juga mengangkut air ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Mereka juga mengangkut surat, peralatan, dan berdagang pada saat konstruksi kereta api masih dalam masa pengembangan di Australia.

Para penunggang unta juga memainkan peran penting dalam mem fasilitasi pembangunan jalur Telegraf Overland pada tahun 1870-1872. Mereka membantu mengangkut peralatan, bahan-bahan, dan pasokan lainnya. Tanpa mereka, pengembangan pedalaman Australia akan tertinggal paling sedikit lima puluh tahun sampai muncul era perbaikan jalan dan layanan kereta api.

Setelah kedatangan para penung gang unta, datanglah para pedagang dan penyelam mutiara dari Melayu ke Australia. Kemudian, secara bertahap Australia didatangi orang-orang Albania, Turki, dan Muslim lainnya dari berbagai negara. Semua itu menjadi bagian dari sejarah awal perkem bangan Islam di Australia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XW1ZHZ
May 01, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XW1ZHZ
via IFTTT

Monday, April 29, 2019

Mengenal Sosok Mahmud al-Kashgari

Sebagai cendekiawan, al Kashgari memiliki talenta dan kemampuan yang beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama lengkapnya, Mahmud Kashgari bin Husayn bin Muhammad. Namun, dunia Islam lebih mengenalnya sebagai Mahmud al Kashgari. Lahir di Kashi, dekat Kashgar, Cina, pada 1005, ia adalah cendekiawan Muslim beretnis Uighur yang terkemuka.

Ia berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Hussayn, menjabat sebagai Wali Kota Barsgan dan memiliki hubungan dekat dengan Dinasti Qara Khanid yang berkuasa pada masa itu. Ayahnya berimigrasi dari Barsgan ke Kashgar, tempat al Kashgari dilahirkan. Barsgan adalah kota di sebelah tenggara Danau Issyk Kul. Saat ini, wilayah itu bernama Barskoon yang berada di Kirgistan Utara. Sedangkan, ibunda al Kashgari bernama Bubi Rabiya Basri, seorang wanita intelek pada masa itu.

Sebagai cendekiawan, al Kashgari memiliki talenta dan kemampuan yang beragam. Mulai dari kemampuan menulis, ahli membuat peta, juga pakar dalam bidang leksikografi (perkamusan). Dia pun sangat memahami studi-studi keislaman, dan fasih berbicara dalam sejumlah bahasa, seperti Arab, Persia, dan Turki. Dalam hal membuat peta, al Kashgari telah menorehkan sejarah tersendiri. Ia diyakini sebagai orang yang pertama kali membuat peta Negeri Sakura.

Mendapatkan pendidikan yang sangat baik di waktu muda, al Kashgari merupakan sosok cendekiawan yang sangat besar perhatiannya pada hampir segala hal tentang Turki. Tak heran, ia banyak melakukan perjalanan di wilayah Turki. Ia pelajari semua dialek bahasa Turki dan beragam tradisinya seperti kesenian dan cerita rakyat. Sejumlah catatan sejarah menyebut, al Kashgari adalah sosok yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai sejarah, geografi, dan tradisi Turki.

Perhatian dan pengetahuannya yang mendalam tentang Turki itulah yang mendorongnya menulis sebuah kamus komprehensif berbahasa Turki, dan isinya pun mengenai Turki. Rampung ditulis pada 1072, karya fenomenal al Kashgari itu diberi judul Diwan Lughat al Turk. Kamus atau ensiklopedia ini sangat lengkap, memuat antara lain contoh-contoh puisi klasik Turki yang mewakili semua genre seperti epik, penggembalaan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Di samping untuk menghimpun segala informasi mengenai Turki, kamus ini pun diharapkannya dapat dibaca atau menjadi rujukan khalifah di Baghdad, sebab pada masa itu Arab merupakan sekutu Turki.

Dalam salah satu bukunya, ia bercerita bahwa banyak penduduk Kashgar, termasuk keluarganya, yang berimigrasi ke Irak. Pada masa itu, Irak merupakan salah satu pusat peradaban Islam, juga merupakan salah satu tempat dilakukannya penelitian-penelitian ilmiah. Hal ini yang membuat Irak, terutama Baghdad, menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, bahkan dijadikan tempat untuk menetap.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UJf5q8
April 29, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UJf5q8
via IFTTT

In Picture: Aksi Damai Lawan Kecurangan Pemilu Demo Kantor Bawaslu Jabar

Massa menuntut Bawaslu mengusut pelanggaran dan kecurangan yang terjadi dalam pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Konstitusi (GMPK) melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (29/4).

Dalam aksinya, GMPK menuntut Bawaslu Jawa Barat untuk mengusut tuntas segala bentuk pelanggaran dan kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZKi6dy
April 29, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZKi6dy
via IFTTT