Pages

Showing posts with label 2019 at 07:06PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:06PM. Show all posts

Tuesday, May 21, 2019

KPK Buka Kemungkinan Panggil Mantan Menteri KKP

Cicip kemungkinan dipanggil terkait kasus proyek pembangunan empat unit kapal di KKP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk memanggil mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutarjo untuk dimintai keterangan terkait kasus korupsi pengadaan kapal. Adapun, kasus korupsi itu dalam proyek pembangunan empat unit kapal 60 meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKIPI) di Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan TA 2012-2016.

"Kalau dilihat dari waktu terjadinya, Menteri KKP yang menjabat pada April 2012 tentu mengetahui proyek ini. Jika nanti dibutuhkan untuk proses pemeriksaan tentu ini tergantung keputusan tim penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/5).

Untuk diketahui, Sharif menjabat sebagai Menteri KKP pada Oktober 2011- Oktober 2014. Namun, kata Febri, lembaganya juga membuka kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak lainnya yang mengetahui kasus tersebut.

"Namun, pihak-pihak yang mengetahui terkait penanganan perkara tentu dapat diperiksa di tingkat penyidikan," ucap Febri.

Sebelumnya, KPK telah menjelaskan konstruksi perkara korupsi dalam proyek pembangunan empat Unit Kapal 60 Meter untuk Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia (SKIPI) itu. Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aris Rustandi (ARS) dan Direktur Utama PT Daya Radar Utama (DRU) Amir Gunawan (AMG).

"Panitia pengadaan pembangunan SKIPI Tahap I merencanakan proses lelang dimulai 5 Desember 2011 dan pemenangnya diumumkan pada 15 Juni 2012," kata Wakil Ketua Saut Situmorang saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Kemudian, kata dia, pada Oktober 2012, Menteri KKP menetapkan PT DRU sebagai pemenang pekerjaan pembangunan kapal SKIPl dengan nilai penawaran Rp 558.531.475.423 atau saat itu setara 58.307.789 dolar AS.

"Pada Januari 2013, ARS yang menjabat sebagai PPK dan pihak PT DRU menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan SKIPl Tahap I dengan nilai kontrak 58.307.789 dolar AS," ucap Saut.

Pada Februari 2015, Aris dan tim teknis melakukan kegiatan Factory Acceptance Test (FAT) ke Jerman. Untuk kegiatan tersebut, PPK dan tim teknis diduga menerima fasilitas dari PT DRU sebesar Rp300 juta.

"Selanjutnya pada April 2016, ARS melakukan serah terima empat kapal SKIPI bernama ORCA 01 sampai dengan ORCA 04 dengan berita acara yang ditandatangani AMG yang menyatakan pembangunan kapal SKIPI telah selesai 100 persen," ucap Saut.

Kemudian Aris telah membayar seluruh termin pembayaran kepada PT DRU senilai 58.307.788 atau setara Rp744.089.959.059. Padahal, diduga biaya pembangunan empat unit kapal SKIPI hanya Rp446.267.570.055.

"Diduga terdapat sejumlah perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan, baik belum adanya "engineering estimate", persekongkolan dalam tender, dokumen yang tidak benar, dan sejumlah PMH (perbuatan melawan hukum) lainnya," kata Saut.

Ia menyatakan, kapal SKIPI tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan dan dibutuhkan, di antaranya kecepatannya yang tidak mencapai syarat yang ditentukan, kekurangan panjang kapal sekitar 26 centimeter, mark up volume plat baja dan aluminium, dan kekurangan perlengkapan kapal lain.

"Diduga kerugian keuangan negara dalam pengadaan empat unit kapal SKIPI sekurang kurangnya sebesar Rp 61.540.127.782," ungkap Saut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HudXmO
May 21, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HudXmO
via IFTTT

Monday, May 20, 2019

Tangkap Lieus, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Lieus Sungkharisma diamankan di sebuah apartemen di Hayam Wuruk, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti saat melakukan penggeledahan di dua tempat tinggal Lieus Sungkharisma pada Senin (20/5) pagi. Polisi mengamankan barang bukti, di antaranya beberapa dokumen dan CCTV saat menggeledah apartemen Lieus di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

"Ketika melakukan penggeledahan di kamar apartemennya, ditemukan (Lieus) bersama seorang perempuan yang bukan istrinya, ditemukan juga alat komunikasi, CCTV, dan dokumen-dokumen milik tersangka," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin.

Kemudian, Argo menyebut, pihaknya melakukan penggeledahan kedua di rumah Lieus di Jalan Keadilan, Taman Sari, Jakarta Barat. Ia menuturkan, di tempat itu polisi mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya alat komunikasi berupa telepon genggam dan sejumlah dokumen terkait.

"Saat kita geledah (di rumahnya), kita bertemu istrinya. Kita juga menemukan alat bukti yang disita di rumahnya (tempat penggeledahan kedua), seperti alat komunikasi dan beberapa dokumen terkait dengan penetapan tersangka," ujar Argo.

Seperti diketahui, Lieus Sungkharisma ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penyebaran berita bohong dan makar. Argo mengatakan, penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara kasus yang menjerat Lieus tersebut dan mempunyai alat bukti yang cukup.

"Setelah melalui mekanisme gelar perkara maka penyidik melakukan penjemputan (dan penetapan tersangka)," ucap Argo.

Sebelumnya, Lieus dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Eman Soleman dengan nomor LP / B / 0441 / V / 2019 / BARESKRIM tanggal 7 Mei 2019 atas dugaan makar dan penyebaran berita bohong. Dalam laporan polisi itu, Lieus disangkakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan / atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 jo Pasal 87 dan / atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Namun, Lieus tidak memenuhi panggilan pertama oleh Bareskrim Polri, Selasa (14/5). Ia mengaku, saat itu tidak datang karena masih mencari pengacara yang akan membelanya.

Pada panggilan kedua, Jumat (17/5), ia kembali tidak memenuhi panggilan penyidik. Ia menyebut belum menerima surat panggilan tersebut. Kini, laporan tersebut telah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Juqxow
May 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Juqxow
via IFTTT

Rapat Perdana, Pansel KPK Umumkan Periode Pendaftaran

Pendaftaran capim KPK dibuka per 17 Juni hingga 4 Juli 2019 selama hari kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 melakukan rapat perdananya pada Senin (20/5). Kesembilan anggota pansel yang dipimpin oleh Yenti Garnasih juga menerima salinan Keppres nomor 54/P tahun 2019 tertanggal 17 Mei 2019 yang diberikan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Dalam rapat perdana hari ini, pansel KPK merilis pengumuman pendaftaran seleksi calon pimpinan (capim) KPK, mengacu pada UU 30 tahun 2002 tentang KPK. Mewakili pansel, Yenti menyebutkan, pendaftaran capim KPK dibuka per 17 Juni 2019 hingga 4 Juli 2019 pada pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB, selama hari kerja.

Sejumlah syarat mendaftar sebagai capim KPK yang diminta oleh pansel, mengikuti pasal 29 UU KPK, di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI), bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, sehat jasmani rohani, serta berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki keahlian dan pengalaman sekurang-kurangnya 15 tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan, atau perbankan. 

Syarat selanjutnya yang diumumkan pansel KPK, pendaftar harus berumur minimal 40 tahun dan maksimal 65 tahun pada proses pemilihan (2019), tidak pernah melakukan perbuatan tercela, serta memiliki kecakapan, jujur, dan berintegritas moral dan reputasi yang baik.

Pendaftar juga harus tidak menjadi pengurus salah satu partai politik, melepaskan jabatan struktural atau jabatan lain selama menjadi pimpinan KPK, tidak menjalankan profesinya selama menjadi anggota KPK, dan terakhir, pendaftar diminta mengumumkan kekayaannya sesuai aturan. 

"Bagaimana menjamin kami independen, insya Allah kami menjaminnya. Kami independen dan amanah. Kami bekerja penuh amanah untuk dapatkan calon komisioner yang lebih baik," kata Yenti dalam konferensi pers di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Senin (20/5). 

Pendaftar capim KPK, kata Yenti, bisa menyampaikan berkas pendaftarannya langsung ke Sekretariat Pansel Capim KPK di Kementerian Setneg, Gedung I lantai 2, Jalan Veteran 18, Jakarta Pusat 10110. Berkas pendaftaran juga bisa dikirimkan melalui postercatat ke alamat Pansel atau melalui email ke alamat surel panselkpk2019@setneg.go.id. Bagi yang mengirim berkas via surel, hardcopy bisa diserahan pada saat uji kompetensi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JRNAsC
May 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JRNAsC
via IFTTT

Sunday, May 19, 2019

Sandi Belum Putuskan Hadir di Aksi 22 Mei 2019

Sandi mengatakan akan berkoordinasi dengan Prabowo terlebih dahulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cawapres 02 Sandiaga Uno belum memutuskan akan hadir ke aksi people power atau 'kedaulatan rakyat' pada 22 Mei 2019 mendatang. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Capres 02 Prabowo Subianto terlebih dahulu.

"Ini belum diputuskan. Saya berkoordinasi terus dengan Pak Prabowo," kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (19/5).

Kendati demikian, Sandiaga menegaskan, ia akan mendukung penuh Prabowo Subianto. Ia menyatakan berkomitmen mengikuti proses Pilpres 2019 dengan Prabowo hingga usai. "Saya sampaikan dan saya garis bawahi, saya bersama pak prabowo ada di belakang beliau, mendukung beliau, sampai proses pilpres ini tuntas," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menuju pengumuman Pemilu 22 Mei 2019, Sandiaga mengaku tak banyak melakukan persiapan khusus. Sandiaga justru memilih terus bekerja dan mengadakan kegiatan kemasyarakatan. Ia menilai, lebih baik ia berkarya bersama masyrakat untuk menghadirkan solusi permasalahan masyarakat.

"Persiapannya adalah terus bekerja untuk menghadirkan solusi untuk masyarakat. Karena saya melihat bahwa proses politik ini bergulir, masyrakat menginginkan perubahan, tapi perubahan yang mereka inginkan adalah solusi," ujar Sandiaga Uno.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wddv4D
May 19, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wddv4D
via IFTTT

Wednesday, April 24, 2019

Tokoh Perubahan Republika Wujud Apresiasi dan Terima Kasih

Tahun ini, ke-14 penyelengaraan Tokoh Perubahan Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harian Republika kembali menggelar malam penganugerahan Tokoh Republika pada Rabu (24/4) malam ini. Penghargaan yang dimulai sejak 2005 atau 14 tahun lalu itu sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Republika kepada para tokoh yang ikhlas bekerja bagi kepentingan masyarakat.

"Selain untuk apresiasi, ini juga bentuk terima kasih Republika kepada mereka-mereka yang sudah bekerja dengan baik untuk masyarakat tanpa pamrih," ujar Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi.

Irfan mengatakan, sosok yang mendapatkan penghargaan Tokoh Perubahan memiliki segudang aktivitas. Kegiatan-kegiatan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Selain itu, aktivitas mereka juga mampu memberikan inspirasi untuk orang lain. Sehingga masyarakat berkeinginan meniru untuk berbuat baik yang mungkin bisa dilakukan dengan cara berbeda.

"Bisa membuat istilahnya merangsang orang 'kalau saya berbuat baik dan seterusnya orang lain bisa mengapresiasi saya lho ya' kira-kira seperti itu dengan begitu jadi orang kemudian akan berlomba-lomba terus dalam kebaikan," ucap Irfan.

Tokoh-tokoh yang dianugerahi penghargaan tahun ini juga diharapkan bisa mencerminkan semangat persatuan. Di antara para penerima penghargaan adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Rustamadji, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir, serta pengusaha asal Papua Barat sekaligus ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IDAvTU
April 24, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IDAvTU
via IFTTT

Monday, April 22, 2019

Rasulullah Pernah Ditegur karena Abaikan Difabel

Dalam Alquran surah Abasa ayat 1-16, Allah menegur Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam sejarahnya, Rasulullah sendiri pernah di tegur oleh Allah karena mengabaikan orang difabel, terutama difabel netra, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum. Dalam Alquran surah Abasa ayat 1-16, Allah menegur Nabi Muhammad karena men-gacuhkan dan memalingkan wajahnya dari Abdullah yang hendak mendapatkan pengajaran Islam dari Nabi.

Saat itu, Nabi Muhammad berbicara dengan para pembesar Quraisy dengan harapan mereka bisa memeluk Islam.

"Waktu itu, Rasulullah berdiskusi, dialog dengan sahabat yang lain, kemudian datanglah Ummi Maktum. Nah, Umi Maktum itu dicuekinoleh Rasulullah.Nah, kemudian Allah menegur Rasulullah dengan turunnya ayat Abasa Watawallaitu," kata Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna

Abdullah bin Ummi Maktum termasuk sahabat Rasulullah yang pertama memeluk Islam. sahabat ini memiliki kedekatan nasab dengan istri nabi, Siti Khadijah. Ibu dari Khadijah adalah saudaranya Qays bin Zaidah, ayah dari Abdullah.

Abdullah memiliki kekurangan fisik berupa kebutaan. Rasulullah pernah bertanya kepadanya, Sejak kapan engkau kehilangan penglihatan? Ia menjawab, Sejak kecil. Maka Rasulullah shallal- lahu `alaihi wa sallam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: Jika Aku mengambil penglihatan hamba-Ku, maka tidak ada balasan yang lebih pan- tas kecuali surga."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnTmIQ
April 22, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnTmIQ
via IFTTT

Wednesday, April 17, 2019

Bernardeschi Senang Juventus tak Sampai Pecat Allegri

Sebelumnya berembus rumor Allegri akan didepak jika Juve gagal lagi di level Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Gelandang serang Juventus, Federico Bernardeschi, tidak terlarut dalam kekecewaan berlebihan. Padahal, Juve gagal melangkah ke semifinal Liga Champions musim ini.

Pada fase delapan besar, Si Nyonya Tua kalah agregat 2-3 dari Ajax Amsterdam. Daripada mengutuk hasil negatif tersebut, Bernardeschi lebih tertarik membahas masa depan klubnya.

Secara khusus seputar situasi pelatih Massimiliano Allegri. Kendati belum berhasil meraih trofi Si Kuping Lebar, Allegri bakal dipertahankan manajemen Bianconeri.

"Saya senang Presiden (Andrea Agnelli) membenarkan Allegri akan bertahan musim depan," kata Bernardeschi dikutip dari laman resmi UEFA.

Sebelumnya berembus rumor Allegri bakal didepak jika Juve kembali gagal berjaya di Eropa. Namun isu demikian tak menjadi kenyataan.

Lebih dari itu, Bernardeschi melihat keseriusan Agnelli untuk fokus di Liga Champions. Pemain timnas Italia ini merasakan hasrat Sang Presiden memimpikan trofi kompetisi terelite Benua Biru.

"Sinyal penting karena presiden menginginkan Liga Champions. Tentunya kami akan membangun tim yang mampu memenangkannya. Saya yakin cepat atau lambat kami akan meraih trofi tersebut," ujar pesepak bola 25 tahun ini.

Juve menahan imbang Ajax 1-1 di Belanda pekan lalu. Namun saat bertanding di rumah sendiri, Allianz Stadium, Turin, Rabu (17/4) dini hari WIB, pasukan hitam putih kalah 1-2.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PfDH8A
April 17, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PfDH8A
via IFTTT

Pasar Obligasi Masih Menjadi Incaran Investor

Perbaikan defisit menjadi faktor yang kuat bagi pasar obligasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bahana TCW Investment Management optimistis pasar obligasi Indonesia masih menjadi incaran para investor pada 2019. Hal ini disebabkan adanya dukungan dari kondisi ekonomi nasional yang membaik.

"Mata uang rupiah terjaga terhadap dolar AS, inflasi cukup terkendali serta sentimen hasil quick count pemilu yang sesuai ekspektasi membuat pasar obligasi kita masih dilirik investor," ujar Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonom Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat, Rabu (17/4).

Budi menambahkan perhatian pemerintah untuk memperbaiki defisit neraca berjalan turut direspon positif pasar. "Perbaikan defisit menjadi faktor yang kuat bagi pasar SBN (surat berharga negara). Ditambah lagi dengan sikap The Fed yang dovish," katanya.

Ia menilai sikap The Fed yang cenderung dovish membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga pada 2019. "Kalau suku bunga BI diturunkan, pasar obligasi kita akan semakin menarik bagi investor. Likuiditas makin bagus dan investor asing akan menambah porsi kepemilikannya," ujarnya.

Selain itu, minat investor terhadap kepemilikan obligasi juga tidak lepas dari predikat investasi Indonesia yang berada di level investment grade (layak investasi). Dampak positif obligasi akan diikuti pasar saham yang juga akan ikut naik.

Selanjutnya, Budi mengatakan sentimen yang akan menjadi perhatian investor yakni jajaran kabinet atau menteri yang akan mewakili pemerintahan selanjutnya. Untuk menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi di dalam negeri, Budi Hikmat mengharapkan perbaikan terhadap transaksi berjalan dengan fokus mendorong industri manufaktur.

"Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada komoditas, harus mendorong manufaktur. Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam sudah berkembang manufakturnya," katanya.

Menurut dia, manufaktur menjadi salah satu kunci memperbaiki defisit transaksi berjalan. Manufaktur yang berkembang akan mendorong kinerja ekspor Indonesia lebih berkualitas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vbGC9s
April 17, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vbGC9s
via IFTTT

Thursday, April 11, 2019

Bibit Atlet Disabilitas di DIY Minim Perhatian

Dalam pelaksanaan, tidak terlihat perhatian anggaran besar telah diberikan.

OGYAKARTA -- DIY baru saja menggelar gelaran Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda). Sayangnya, perhatian masih belum terlihat optimal diberikan kepada bibit-bibit atlet paralimpik tersebut.

Minimnya perhatian hampir berasal dari semua elemen. Pemerintah, sekolah-sekolah, masyarakat dan bahkan media-media itu sendiri untuk memberikan porsi pemberitaan. Selain porsi pemberitaan, itu bisa dilihat banyak sudut pandang lain. Tidak gempitanya pembukaan, sepi penonton, dan rendah perhatian pejabat-pejabat tinggi untuk sekadar menghadiri pembukaan. 

Padahal, soal penonton, misal, sangat bisa dikerahkan dari sekolah-sekolah. Apalagi, langkah itu sudah sangat biasa dilakukan dalam pelaksanaan gelaran-gelaran olah raga di Tanah Air.

Lalu, tidak gempita pembukaan, yang seperti menggembarkan minim anggaran untuk pelaksanaan. Padahal, hampir semua Disdikpora DIY mengatakan perhatian anggaran sudah besar.

Tidak cuma provinsi, Disdikpora-Disdikpora kabupaten atau kota selalu percaya diri mengatakan itu. Sayangnya, dalam pelaksanaan, tidak terlihat perhatian anggaran besar telah diberikan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan, memang perlu sinergitas luar biasa untuk menggemakan itu. Termasuk, dari National Paralympic Committee (NPC) yang jadi KONI-nya atlet-atlet difabel.

Terlebih, penggodokan atlet-atlet paralimpik ada dalam level-level tersebut. Karenanya, walau mengapresiasi, ia mengingatkan penting sinergikan NPC dan pekan-pekan olah raga demi kesinambungan.

Ia merasa, pemerintah daerah perlu bersama-sama dengan berbagai elemen yang ada memikirkan lebih serius. Utamanya, untuk gelaran-gelaran yang bisa secara periodik diadakan. Arif berpendapat, tentu sangat menarik jika DIY yang kesohor akan keistimewaannya mampu memanusiakan seluruh elemen yang ada. Artinya, tidak boleh ada pengecualian.

"Jadi, mereka-mereka yang mengalami keterbatasan secara fisik bisa diberikan ruang aktualisasi yang sama, yang gebyarnya juga ada," kata Arif di GOR Amongrogo, beberapa waktu lalu.

Terkait keluhan dana, ia membenarkan jika pemerintah memili dana yang relatif terbatas. Tapi, Arif berpendapat, sesungguhnya dana itu ada dan menanti kesungguhan. Artinya, diperlukan komitmen serius untuk keberpihakan. Sebab, jika tidak ada kepedulian dan kesungguhan, ia merasa sampai kapanpun dana akan menjadi alasan klasik dan pembenar.

"Ini yang harus dipikirkan lebih serius pemerintah daerah karena mereka bertanggung jawab untuk pembibitan atlet-atlet, harapan gelaran-gelaran ini bisa secara periodik diselenggarakan," ujar Arif.

Terlepas itu, Kepala Balai Pemuda dan Olah Raga Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya menuturkan, Peparpeda DIY menghadirkan tiga cabang olah raga. Ada atletik, lari dan bulu tangkis. Tapi, untuk gelaran-gelaran nasional, ia menekankan, tidak cuma akan berasal dari mereka yang bertanding di Peparpeda. Artinya, gelaran ini tidak menutup pintu atlet-atlet berprestasi baik di luar.

Tapi, untuk gelaran-gelaran nasional, ia menekankan, tidak cuma akan berasal dari mereka yang bertanding di Peparpeda. Artinya, gelaran ini tidak menutup pintu atlet-atlet berprestasi baik di luar.

Hal itu turut dilakukan Disdikpora DIY pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam gelaran di Jawa Barat atau Jawa Tengah, misal, mereka turut mengirimkan atlet-atlet yang tidak mengikuti Peparpeda.

Apalagi, untuk gelaran-gelaran nasional, syarat-syarat yang ditentukan lebih terperinci. Karenanya, kepada siapa saja yang secara permainan dirasa layak berlaga di kancah nasional, tetap memiliki kesempatan.

Setidaknya, ada dua gelaran nasional yang ada di depan mata. Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas), dan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) yang sudah dibahas Maret lalu di Papua.

Walau berlangsung 10-18 Oktober 2019, ada beberapa cabang olah raga yang pelaksanaannya dimajukan seperti basket dan voli. Jadi, awal Oktober sudah akan diselenggarakan. "Nanti biasanya pembinaan dua bulan sebelum itu, jadi (Peparepeda) ini sebagai salah satu ajang seleksi kita, tapi tidak semua juara harus diberangkatkan," kata Eka.

Ia mengungkapkan, untuk DIY biasanya atlet-atlet asal Kabupaten Bantul tampil cemerlang. Tapi, untuk gelaran nasional pada 2017, atlet asal Kabupaten Gunungkidul justru menyumbang tiga medali emas. Sebelumnya, pada 2015, malah atlet asal Kota Yogyakarta yang dapat menyumbang tiga medali emas. Terlebih, biasanya untuk atletik, atlet-atlet dapat mengikuti tiga cabang olah raga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G4Sjnp
April 11, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G4Sjnp
via IFTTT

Wednesday, April 10, 2019

Akibat ituduh Gunakan Narkoba YooChun JYJ Terapi Depresi

Yoochun mengalami depresi akibat dugaan keterlibatannya dalam pengedaran narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Anggota grup boyband JYJ Park Yoochun mengalami depresi dan harus menjalani perawatan. Stres yang dialaminya akibat dugaan keterlibatannya dalam pengedaran narkoba yang dilakukan Hwang Hana.

Dalam konferensi pers Rabu (10/4), Yoochun menyampaikan pernyataannya mengenai dugaan pada dirinya yang dituding memaksa mantan tunangannya, Hwang Hana, menggunakan obat-obatan terlarang. Dia membantah tuduhan tersebut.

Dilansir Soompi, Yoochun mengatakan saat ini merupakan waktu tersulit baginya karena dia sedang menjalani perawatan untuk depresi. "Untuk sementara saya menjalani investigasi yang panjang. Dan meskipun dipastikan tidak bersalah secara hukum, saya mengalami waktu yang sulit karena ditegur oleh masyarakat dan merasa malu dan hati nurani yang bersalah," kata Yoochun.

Yoochun mengatakan saat ini dia sedang melakukan refleksi diri dan berusaha memulai semuanya dari awal. Akan tetapi ia sempat berpikir ingin mati.

Rasa frustrasi karena merasa bersalah membuatnya sulit tidur dan mulai kembali meminum alkohol. Karena itu ia menerima perawatan untuk depresi di klinik mental. Yoochun yang menghabiskan berhari-hari hampir tidak tertidur diharuskan meminum obat tidur.

"Saya tidak pernah menggunakan narkoba. Saya sangat takut bisa disangka sebagai selebritas yang menyuruh Hwang Ha Na untuk menggunakan narkoba ketika saya melihat laporan dan detil tentang penyelidikan narkoba," tutur Yoochun.

Yoochun mengungkap berbagai dugaan mengenai keterlibatannya membuat dia merasa takut akan berubah menjadi seseorang yang menggunakan narkoba walaupun sebenarnya tidak pernah menggunakan narkoba. "Saya takut sekeras apa pun saya berusaha menyangkalnya, tidak akan ada cara bagi saya untuk tidak menjadi seperti itu," katanya.

Untuk itu, meskipun telah diselidiki oleh kepolisian dia menggelar konferensi pers yang secara langsung menegaskan tidak pernah menggunakan narkoba.

Publik di Korea Selatan saat ini menduga Park Yoochun sebagai selebritas berinisial A yang terkait dengan investigasi narkoba tentang Hwang Hana. Hwang Hana, mantan pacar Park Yoochun dan satu-satunya cucu dari pendiri Namyang Dairy Products, menyatakan di pengadilan baru-baru ini  dia dipaksa oleh teman selebritas A untuk mengedarkan narkoba.

"A secara paksa menyuntikkan obat ke dalam tubuh saya ketika saya tidur. A akan mendapatkan obat-obatan atau memerintahkan saya untuk mendapatkan obat-obatan," kata Hana.

Polisi telah meminta surat perintah untuk mencari dan menyita catatan panggilan dan informasi lokasi Hana dan A. Dilaporkan bahwa polisi sedang mempertimbangkan pemanggilan A untuk diinterogasi, setelah menemukan cukup bukti tentang selebritas tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uUyvOp
April 10, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uUyvOp
via IFTTT

Tuesday, April 9, 2019

Milo tak Puas Arema Hanya Mampu Tahan Imbang Persebaya

Arema FC menahan imbang tuan rumah Persebaya dalam leg pertama Final Piala Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku tidak puas, meski anak asuhnya mampu menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 pada leg 1 final Piala Presiden 2019 yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Milo mengatakan, pada pertandingan tersebut, Arema menargetkan menang. Artinya, hanya mampu meraih 50 persen dari target yang ditentukan, mengingat hasil akhir petnadingan adalah imbang.

"Arema datang ke sini untuk menang. Tapi karena seri, artinya kita hanya meraih 50 persen dari target. Persebaya memang tim kuat, tapi kami bisa meredam karen belajar dari pertandingan saat melawan Madura," kata Milo seusai pertandingan.

Mengingat laga final dilangsungkan kandang-tandang, kata Milo, hasil tersebut membuat posisi Arema saat ini lebih baik ketimbang Persebaya Surabaya, dalam perburuan gelar juara. Itu tak lain karena mereka bisa menciptakan dua gol tandang. Keuntungan lainnya, karena Arema selanjutnya akan bermain di hadapan publik sendiri.

"Saat ini kita lebih baik posisinya karena bisa cetak dua gol tandang. Tapi tetap kita harus kerja keras, dan belum menjamin Arema aman. Makanya kita menargetkan bisa menang di Malang, biar bisa menjadi juara," ujarnya.

Milo mengakui, penampilan anak asuhnya pada pertandingan tersebut sangat baik, dan pengadil lapangan berlaku adil. Padahal menurutnya, tidak mudah bermain di hadapan pendukung Persebaya Surabaya, yang jumlahnya mencapai 50 ribu. "Saya kasih tau ke pemain, semakin keras teriakan penonton harus semakin tinggi motivasi bertandingnya. Dan harus bermain tanpa beban, tunjukan yang terbaik," katanya.

Gelandang serang Arema FC, Konate Makan pun mengakui posisi Arema belum aman, meski mampu menahan Persebaya Surabaya. Dia mengingatkan rekan satu timnya untuk bekerja lebih keras lagi agar mampu memenangkan pertandingan leg kedua di Malang, dan menyabet gelar juara.

"Alhamdulillah dapat poin di sini, meskipun  tidak mudah karena Persebaya merupakan klub kuat dan klub besar. Kita harus tetap bekerja keras dan solid, sehingga bisa menang di leg 2. Kita harus kerja keras agar bisa menang," ujar Konate.

Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang dengan skor 2-2 ketika menjamu Arema FC pada leg 1 final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Gol persebaya dicetak oleh Irfan Jaya, dan Damian Emanuel Lizio. Sementara gol balasan dari tim tamu diceploskan Hendro Siswanto dan Konate Makan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uWardK
April 09, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uWardK
via IFTTT

Sunday, April 7, 2019

Tutup Pawai dengan Doa, Kiai Maruf: Jadikan Kami Negara Kuat

Sebelum doa, Kiai Ma'ruf menanyakan kesiapan pendukung memenangkan Jokowi & dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menutup acara Pawai Karnaval Bersatu di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten, Ahad (7/4) sore. Kiai Ma'ruf bedoa menggunakan bahasa Arab. Namun, di sela-sela doanya, ketua umum MUI ini juga berdoa menggunakan bahasa Indonesia. 

Dalam doanya, Kiai Ma'ruf memohon kepada Allah agar Indonesia dijadikan sebagai negara yang kuat, maju, sejahtera, adil dan makmur. "Jadikanlah negara kami negara uang kuat, maju, sekahtera, adil dan makmur," kata Kiai Ma'ruf. 

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga medoakan agar Indonesia bisa menjadi negara berpenduduk damai, serta tidak menjadi negara yang punah. Dia juga memohon kepada Allah agar menjadikan Indonesia sebagai negara yang berakhlakul karimah. 

"Ya Allah jadikanlah kami bangsa yang mengedepankan akhlakul karimah," ucap Kiai Ma'ruf.

Sebelum berdoa, Kiai Ma'ruf menanyakan kesiapan puluhan ribu pendukung untuk memenangkan dirinya dan Jokowi pada Pilpres 2019. "Sebelum membaca doa, saya tanya, siap memenangkan 01? Yakin? Pasti? Menang?  Janji? Alhamdulillah," ujar Kiai Ma'ruf. 

Dalam pawai karnaval tersebut, Kiai Ma'ruf mendampingi Jokowi menyapa puluhan ribu pendukungannya dengan menaiki kereta kencana. Dari atas kereta kencana tersebut, keduanya juga membagikan kaos kepada warga Tangerang yang hadir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U0CRh4
April 07, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U0CRh4
via IFTTT

Wednesday, March 20, 2019

In Picture: Lintas Ekbis: BUMN Goes To Campus

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Menteri BUMN Rini Soemarno memperkenalkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati yang juga berasal dari Tasikmalaya kepada mahasiswa pada acara BUMN Goes To Campus di Universitas Siliwangi (20/3).

Dalam acara tersebut juga ditandatangani kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) dengan kampus PTN dan PTS di Jawa Barat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2WbrzYA
March 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2WbrzYA
via IFTTT

Thursday, March 14, 2019

Pengacara Habib Bahar Ingin Persidangan Pindah ke Cibinong

Tempat kejadian perkara Habib Bahar berada di Cibinong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Habib Bahar bin Smith (HBS), Ichwan Tuankotta menilai, Pengadilan Negeri Bandung tak berhak mengadili Bahar bin Smith, lantaran perkara kasus ini terjadi di Kabupaten Bogor. Ia mengeluhkan lokasi pengadilan yang berada di Bandung, membuat waktu menuju lokasi menjadi lebih lama.

"Tempat kejadian perkaranya kan di Cibinong, juga saksi dan terdakwa semuanya beralamat di Cibinong, untuk memudahkan sesuai ketentuan hukumnya," ujar Ichwan saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (14/3).

Ichwan pun menginginkan, agar proses persidangan selanjutnya dilaksanakan di Pengadilan Negeri Cibinong. Guna memudahkan tim kuasa hukum HBS dan saksi.

"Di mana kejadiannya harus pangadilan terdekat yang menyidangkannya," ujar Ichwan.

Sementara itu, terkait 'ancaman' Habib Bahar bin Smith kepada Presiden Joko Widodo, Ichwan menjelaskan bahwa kliennya tersebut hanya mengungkapkan kekesalannya. Pernyataan HBS bukanlah sesuatu yang benar-benar mengancam Jokowi. "Insya Allah itu bukan ancaman,  tapi merupakan kekesalan beliau," ujar Ichwan.

"Karena dianggap proses persidangan saat ini tidak dan fair," lanjutnya.

Perlu diketahui, sidang ketiga kasus HBS dilanjutkan dengan agenda tanggapan jaksa. Sidang yang digelar di Gedung Arsip Perpustakaan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Ketua Majelis Hakim, Edison Muhamad menyatakan bahwa sidang akan diputuskan berlanjut atau tidak 21 Maret pekan depan.

Habib Bahar bin Smith sendiri dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UIH8GM
March 14, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UIH8GM
via IFTTT

Capello: Ronaldo Bukan Pesepak Bola Jenius

Pelatih gaek asal Italia itu mengakui Ronaldo pemain luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Cristiano Ronaldo masih menjadi buah bibir. Hat-trick-nya ke gawang Atletico Madrid membuat penyerang Juventus itu kembali diperbincangkan berbagai kalangan, salah satunya Fabio Capello.

Pelatih gaek asal Italia itu mengakui Ronaldo pemain luar biasa. Namun, menurut Capello, kapten tim nasional Portugal tidak masuk kategori pesepak bola jenius. Dalam pandangannya, hanya Pele, Diego Maradona, dan Lionel Messi yang tergolong pemain jenius.

Ronaldo berada di era yang sama dengan Messi. Sehingga perbandingan hanya mengerucut antara dua jagoan tersebut.

"Ronaldo pemain luar biasa, tapi Messi jenius," kata Capello kepada Sky, dikutip dari Football Italia, Kamis (14/3).

Ia menyoroti keunggulan fisik mantan bintang Real Madrid. Dengan kedisipilinan dan kerja keras, menurut Capello, Ronaldo bisa membantu tim yang dibelanya memenangkan gelar.

Tapi kalau bicara bakat, ia lebih condong ke Messi. Capello bertemu La Pulga saat superstar Barcelona itu baru berusia 16 tahun. Mantan juru taktik Juventus, Real Madrid, AC Milan, AS Roma, dan timnas Inggris langsung terpukau melihat aksi kapten Argentina tersebut.

Baik Ronaldo maupun Messi sama-sama mengoleksi lima Ballon d'Or. Keduanya telah meraih semua gelar di level klub. Jika bicara timnas, nama pertama memiliki trofi Piala Eropa 2016 bersama Portugal. Sementara Messi baru sebatas medali emas Olimpiade 2008, dan Piala Dunia U-20 2005.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CjE3WG
March 14, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CjE3WG
via IFTTT

Thursday, March 7, 2019

Robertus Robet yang Seharusnya Dilindungi, Bukan Ditangkap

Robertus Robert ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menghina TNI.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Idealisa Masyrafina, Dian Fath Risalah, Hasanul Rizqa, Bambang Noroyono

Aktivis sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, ditangkap oleh polisi di rumahnya pada Rabu (6/3) sekitar pukul 23.45 WIB dan dibawa ke Mabes Polri atas tuduhan UU ITE terkait orasi dalam Aksi Kamisan, 28 Februari lalu. Dalam aksinya itu, Robet mengkritik rencana pemerintah memberikan jabatan sipil kepada perwira aktif TNI.

Langkah polisi yang langsung menangkap dan menetapkan Robet sebagai tersangka menuai kecaman dari komunitas masyarakat sipil. Amnesty International Indonesia, menilai, langkah represif terhadap Robet merupakan penanda belum tuntasnya reformasi di tubuh militer.

Menurut Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid, hal tersebut mendorong polisi untuk bertindak sebagai alat untuk merepresi kebebasan berpendapat. Apalagi, ia mengatakan, kepolisian bukan hanya menangkap, melainkan juga menetapkan Robet sebagai tersangka.

“Yang seharusnya dilakukan oleh polisi adalah melindungi Robet yang telah menggunakan haknya untuk menyatakan pendapat secara damai dalam mengkritik TNI, bukan menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka," kata Usman dalam pernyataan resminya, Kamis (7/3).

Usman menambahkan, kepolisian tidak boleh bertindak sebagai alat represi terhadap orang-orang yang menyampaikan kritik secara damai. Ia mengatakan kritik yang dilontarkan Robet terhadap militer bukanlah suatu tindak pidana, melainkan sesuatu yang lumrah dalam suatu negara yang mengklaim menjunjung kebebasan sipil seperti Indonesia.

"TNI harusnya memandang kritik Robet dorongan untuk melakukan perbaikan seperti yang dimandatkan oleh reformasi,” tambah Usman.

Ia mengatakan apa yang dialami oleh Robet adalah suatu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Negara seharusnya memberikan perlindungan terhadap siapapun yang ingin menyuarakan pendapatnya secara damai.

“Kepolisian harus menghentikan penyidikan kasus Robet karena apa yang dilakukannya hanyalah menggunakan haknya sebagai warga negara untuk menyuarakan kritik secara damai,” ujar Usman.

Sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo juga seharusnya melihat penangkapan sebagai tamparan buat pemerintah. Sebab, tindakan kepolisian tersebut telah mencederai iklim kebebasan berekspresi di masa pemerintahannya.

“Kami meminta agar Presiden Jokowi berinisiatif memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk meminta penjelasan terkait penangkapan Robet dan segera memerintahkan Kapolri untuk mengevaluasi kinerja penyidik yang telah melakukan pelanggaran HAM dengan menangkap Robet,” kata Usman.

Tim Advokasi Kebebasan Berekspresi juga mengecam penangkapan terhadap Robertus Robet. Perwakilan Tim Advokasi Kebebasan Berkespresi, Yati Andriani menilai, ini adalah ancaman kebebasan sipil pada masa reformasi.

"Kami memandang, pertama, Robert tidak menyebarkan informasi apa pun melalui elektronik karena yang dianggap masalah adalah refleksinya," kata Yati yang juga merupakan Koordinator Kontras dalam pesan singkatnya, Kamis (7/3).

Kedua, sambung dia, refleksi yang memberikan komentar apalagi atas kajian akademis atas suatu kebijakan tidak dapat dikategorikan sebagai kebencian atau permusuhan. Ketiga, TNI jelas bukan individu dan tidak bisa "dikecilkan" menjadi kelompok masyarakat tertentu karena TNI adalah lembaga negara.

Yati menegaskan, Robet tidak sedikitpun menghina institusi TNI. Dalam refleksinya Robet justru mengatakan mencintai TNI dalam artian mendorong TNI yang profesional. Baginya, menempatkan TNI di kementerian sipil artinya menempatkan TNI di luar fungsi pertahanan yang akan mengganggu profesionalitas TNI seperti telah ditunjukkan di Orde Baru.

"Pasal-pasal yang dikenakan adalah pasal-pasal yang selama ini kerap disalahgunakan untuk merepresi kebebasan berekspresi (draconian laws) dan sungguh tidak tepat, Pasal 207 KUHP berbunyi "barang siapa dengan sengaja di muka umum menghina suatu penguasa atau badan hukum akan diancam pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan," terangnya.

Menurut kuasa hukum Robertus, Erwin Natosmal Oemar, penangkapan tersebut tidak seharusnya terjadi. Lebih lanjut, Erwin menilai, kepolisian semestinya menemukan dan menangkap para pelaku hoaks yang telah memotong video, sehingga pernyataan Robertus Robet dikonsumsi publik secara parsial.

"Bukan malah menangkap dirinya dan (Robertus Robet) dituduh sebagai pelaku. Saudara Robet adalah korban dari orang-orang yang memotong orasinya secara sepenggal-penggal dan memprovokasi publik untuk menangkap informasi tidak secara utuh," ujar Erwin Natosmal Oemar saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/3).

Meskipun menghormati proses hukum yang berlangsung atas kliennya itu, Erwin menyayangkan proses itu terkesan dipaksakan. Sebab, tanpa ada pemberitahuan yang layak, pada Rabu (6/3) malam itu Robertus Robet didatangi sejumlah aparat untuk kemudian ditangkap. Selain itu, yang bersangkutan langsung diperiksa secara maraton.

"Harusnya, ada proses klarifikasi lebih dalam terhadap video yang beredar. Bahkan, jika (video) dilihat secara utuh, pernyataan Saudara Robert mengapresiasi reformasi TNI," kata Erwin.

Penjelasan Mabes Polri

Mabes Polri membenarkan penangkapan terhadap aktivis dan akademisi Robertus Robet. Juru Bicara Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo pun memastikan, pengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia," kata Dedi dalam keterangan resmi Mabes Polri, Kamis (7/3).

Penguasa yang dimaksud tersebut, yakni institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Robet diduga melakukan orasi dengan mengoarkan lagu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan gubahan lirik yang dianggap menghina. Orasi tersebut sebetulnya Robertus lakukan saat Aksi Kamisan pada Kamis 28 Februari lalu, di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Menurut Dedi, aksi Robet menyanyikan lagu ABRI yang diplesetkan, dianggap penyidik melanggar Pasal 45 A ayat (2), juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE, dan Pasal 207 KUH Pidana. Robet dianggap melakukan kebencian dan permusuhan terhadap penguasa.

Proses pemeriksaan terhadap Robet, dilakukan di Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri. “Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian proses administrasi berita acara yang sudah selesai, saudara R dibolehkan pulang oleh penyidik,” ujar Dedi.

Setelah menjalani pemeriksaan, Robet kepada wartawan di Bareskrim Polri membenarkan aksi menyanyikan mars pelesetan ABRI tersebut, dilakukan olehnya. Pun kata dia, video viral yang beredar, pun memang dirinya.

“Jadi benar, saya ingin mengatakan, benar yang ada dalam orasi tersebut, itu saya,” ujar dia, Kamis sore.

Ia pun memahami sangkaan penghinaan yang dituduhkan kepolisian terhadapnya. “Saya pertama-tama ingin menyatakan permohonan maaf,” sambung dia.

Namun ia menerangkan, orasinya dengan mars plesetan tersebut, bukan bermaksud menghina TNI. Namun nyanyian itu, sebetulnya kritik di masa lalu terhadap ABRI.

“Tidak maksud saya untuk menghina TNI yang kita cintai,” kata dia.

Terkait status hukumnya, Robet pun mengatakan menyerahkan kepada kepolisian. “Dan saya kira bagaimana kelanjutan proses hukum terhadap saya, saya serahkan ke pihak Polri,” ujar dia. 

In Picture: Aksi Menolak Rencana Menghidupkan Kembali Dwifungsi TNI

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SPgzxU
March 07, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SPgzxU
via IFTTT

Wednesday, March 6, 2019

Bawaslu Duga WNA Masuk DPT Akibat Kesalahan Pencocokan Data

WNA masuk DPT diduga kesalahan saat pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga masuknya warga negara asing (WNA) ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) berasal dari kesalahan saat dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan.

"Temuan sekarang kemungkinan dari coklit atau pendaftaran pemilih update, mungkin juga dari panitianya karena (bentuk) KTP-nya kan hampir sama tapi warga negara beda," kata Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (6/3).

Dugaan itu muncul berdasarkan pernyataan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bahwa WNA itu tidak berasal dari daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). Oleh karena itu, dugaan masuknya data WNA berasal dari kesalahan tim di lapangan.

Bagja enggan berspekulasi lebih jauh. Namun, ia menyatakan, pihaknya bersama KPU akan segera menjelaskan akar permasalahan masuknya WNA ke DPT pada publik. Pihaknya juga sudah meminta KPU segera membuang nama WNA agar tak masuk dalam DPT.

Menurut Bagja, masuknya WNA ke dalam DPT ini bisa menimbulkan masalah. Bahkan, kata dia, bila tidak diselesaikan, maka bisa berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang. "Karena orang tidak berhak bisa milih, kan jadi masalah," ujar dia.

Bagja menambahkan, Bawaslu sendiri telah berkeliling melakukan pengecekan terhadap data melalui panitia di wilayah. Namun, ia mengakui, sejumlah petugas tidak bisa sepenuhnya mendapat pendampingan dari pusat.

"Karena coverage-nya luas, kami di Panwascam cuma tiga orang tapi hampir data temuan pemilih ganda kita lakukan, data yang tidak benar juga dilakukan (dikoreksi) Bawaslu, pemilih ganda, yang meninggal itu kita temukan dan langsung beri masukan ke KPU dan KPU lakukan update," kata Bagja menambahkan.

Data tersebut, kata Bagja pun akan dicocokkan kembali, terutama dalam kaitan masuknya WNA ke DPT. "Kami harapkan dibersihkan lagi dan semoga nggak ada masalah ini lagi ke depan, karena kan hal baru juga WNA punya KTP, tapi teman-teman Dukcapil bilang berikan DP4 tanpa WNA," ujar Bagja.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrullah menyebut bahwa nama WNA yang masuk ke DPT tidak berasal dari daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). "Dari perwakilan KPU menyatakan bahwa masuknya WNA dalam DPT tidak bersumber dari daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) pilpres 2014, DP4 pilkada 2015, DP4 pilkada 2018, dan DP4 pilpres 2019," ujar Zudan saat dikonfirmasi pada Rabu (6/3).

Dengan demikian, Zudan memastikan, masuknya WNA dari DPT dapat dipastikan tidak berasal dari data kependudukan yang dimiliki oleh Dukcapil Kemendagri. Namun, saat disinggung tentang dari mana masuknya data 103 WNA dalam DPT saat ini, Zudan enggan berspekulasi.

Dia hanya menjelaskan, 103 WNA tersebut tersebar di 16 provinsi. Adapun persebaran provinsi beserta jumlah data WNA yang masuk DPT per 4 Maret yakni Aceh (2 WNA), Sumatra Utara (1 WNA), Sumatra Barat (3 WNA), Jambi (1 WNA), Lampung (1 WNA), Kepulauan Bangka Belitung (1 WNA), Jawa Barat (10 WNA), Jawa Tengah (13 WNA), DIY (3 WNA), Jawa Timur (16 WNA), Banten (6 WNA), Bali (35 WNA), NTB (8 WNA), NTT (1 WNA), Sulawesi Utara (1 WNA), dan Papua (1 WNA).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ERtkV9
March 06, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ERtkV9
via IFTTT

Wednesday, February 27, 2019

Bohemian Rhapsody Diizinkan Tayang di Cina

Poster penayangan Bohemian Rhapsody telah dirilis di Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Film yang baru saja memboyong empat piala Oscar 2019, Bohemian Rhapsody akhirnya diperbolehkan tayang di Cina. Sebelumnya, film ini telah dinikmati dirilis di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Cina memutuskan sekarang saatnya film tersebut bisa diputar. National Arthouse Film Alliance mengatakan, film biografi Freddie Mercury tersebut akan mendapatkan rilis di pasar terbesar Asia itu. Namun, film ini belum mendapatkan tanggal pasti untuk perilisannya.

Hanya saja, ulasan agregator Douban di mana film ini memiliki skor 8,8, telah masuk pada 22 Maret dan belum terkonfirmasi. Akun resmi Weibo Fox juga merilis poster untuk penayangan di Cina dengan keterangan "Pertunjukan akan segera berlangsung".

Berita penayangan tersebut muncul di tengah laporan di Cina pidato pemenang Aktor Terbaik Oscar Rami Malek diedit oleh penyiar lokal Mango TV. Malek mengatakan film ini dapat membantu mereka yang berjuang dengan identitas mereka.

"Kami membuat film tentang seorang lelaki gay, seorang imigran, yang menjalani hidupnya dengan tidak menyesal," kata Malek.

Tetapi Mango mengganti frasa “lelaki gay” dalam subtitle dengan "grup khusus". Tidak jelas apakah Bohemian Rhapsody akan menghadapi pengeditan selama rilis di negeri tirai bambu itu. Pemotongan ini pun terjadi di beberapa negara Asia, termasuk di Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H5gzaW
February 27, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H5gzaW
via IFTTT

Kemendagri Tawarkan Solusi Polemik WNA Masuk DPT ke KPU

Kemendagri akan mencocokan data DPT dengan data kependudukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arief Fakhrulloh, menawarkan solusi atas persoalan WNA di Cianjur yang masuk ke dafar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Usulan, yakni pencocokan data DPT tersebut dengan data yang dimiliki oleh Kemendagri. 

"Beri kami data DPT-nya, kemudian akan kami sisir, kami cocokkan apakah ada WNA yang masuk dalam DPT atau tidak," ujar Zudan ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/2). 

Pencocokan ini, kata Zudan, merupakan kerja sama secara rahasia antara KPU dan Kemendagri. "(Setelah dicek) nanti kami serahkan (hasilnya) dengan penuh kerahasiaan ke KPU untuk perbaikan," lanjut Zudan.

Menurut Zudan, rencana ini akan dibicarakan dengan KPU terlebih dulu. Zudan menambahkan, proses pencocokan ini tidak akan memakan waktu lama.

"Cepat, sekitar dua sampai tiga hari. Paling lama empat hari sudah selesai," tambah Zudan.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan membantah adanya kekeliruan input data WNA di Cianjur ke dalam data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. KPU telah melakukan pengecekan terhadap data pemilih tersebut. 

Menurut Viryan, KPU telah melakukan cek ke data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) Pilkada 2018. Setelah ditelusuri, NIK milik WNA asal China, Guohui Chen masuk dalam data DP4 itu. 

"Saya minta dicek di data DP4, ternyata benar bahwa itu NIK-nya (Chen). Jadi ini bukan kekeliruan KPU tetapi dari DP4-nya seperti itu," ujar Viryan kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2). 

NIK milik Chen ini, lanjut Viryan, lantas ditemukan tertulis atas nama seorang warga Cianjur bernama Bahar di dalam DPT Pemilu 2019. Viryan mengatakan, hal ini disebabkan DPT pemilu merujuk dari DP4. 

"Ya dari DP4 Pilkada Serentak (2018) seperti itu, " tutur Viryan. 

Dengan demikian, KPU memastikan Bahar yang merupakan warga Cianjur, Jawa Barat tetap memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019. Nama Bahar juga tetap ada di DPT Pemilu 2019. 

Sebaliknya, WNA bernama Guohui Chen yang NIK nya sempat masuk di DPT atas nama Bahar tidak berhak memilih dalam Pemilu mendatang. "Pak Bahar tetap bisa memilih, tetapi Pak Chen tidak bisa. Yang memiliki hak pilih hanya WNI," tegasnya. 

Polemik NIK dalam KTP-el WNA mengemuka setelah terdata dalam DPT Pemilu 2019 atas nama Bahar. Sebagaimana data DPT, Bahar tercatat sebagai warga Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur. 

NIK KTP Bahar justru tidak tercantum dalam DPT. Sementara itu, NIK WNA atas nama Gouhui Chen terdata atas nama Bahar. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tD4mm3
February 27, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tD4mm3
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Cara Gojek Mendorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Vice President Public Affairs Gojek, Astrid Kusumawardhani

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Gojek meluncurkan Gojek Wirausaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendorong pelaku UMKM naik kelas, Gojek meluncurkan Gojek Wirausaha. Vice President Public Affairs Gojek, Astrid Kusumawardhani mengatakan, dibutuhkan kerja sama pemerintah dan komunitas dalam mewujudkan Gojek Wirausaha tersebut.

Astrid mengatakan, bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung bisa mendaftarkan diri pada surel wirausaha@gojek.com.

Ia menambahkan, tahun ini Gojek akan keliling ke 14 kota di Indonesia untuk memberikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.

Berikut video lengkapnya.

Videografer: Havid Al Vizki | Video Editor: Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SJYtSS
February 20, 2019 at 07:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SJYtSS
via IFTTT