Pages

Showing posts with label 2019 at 09:02PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:02PM. Show all posts

Sunday, March 31, 2019

Balitbang Agama Jakarta Susun Sistem Respons Konflik Agama

Ide sistem ini digagas Balitbang Agama Jakarta sejak pertengahan 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama melalui Balai Litbang Agama Jakarta  menyusun konsep dan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.    

Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Nurudin, mengatakan konsep awal pembuatan sistem ini tercetus sekitar pertengahan 2018. 

Penelitian tentang pola konflik keagamaan yang telah dilakukan Balai Litbang Agama Jakarta, menjadi dasar pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.

Kemudian ada inisiatif untuk membangun sistem yang dapat memfasilitasi diperolehnya informasi tentang kejadian atau peristiwa konflik dari sumber primer di lapangan, sebagai alternatif informasi yang disediakan media massa. 

“Pembahasan yang sekarang ini  kita lakukan masih tahap awal. Masih perlu beberapa tahapan lagi agar sistem ini bisa bisa berjalan, tutur dia

Dalam Evaluasi Kebijakan dan Pembahasan Draf Executive Summary Penelitian Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan di Indonesia Bagian Barat Fase II di Tengerang Selatan, akhir pekan lalu  dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Ahad (31/3).   

Nurudin menjelaskan, nantinya lewat sistem dan aplikasi ini diharapkan dapat mendeteksi secara dini gejala atau potensi terjadinya konflik, sehingga bisa menjadi basis melakukan tindakan mencegah konflik agar tidak mengalami eskalasi atau berubah menjadi kekerasan. 

Sejalan dengan Nuruddin, Karo HDI, Mastuki, mengatakan sistem ini mempertegas bila negara hadir dalam menyelesaikan isu-isu keagamaan. Tidak hanya hadir dalam bentuk struktur dan regulasi saja.

"Sistem ini memang cara baru bagaimana kita bisa mengantisipasi isu-isu keagamaan. Secara teknologi, aplikasi ini sangat mungkin dilakukan,” kata Mastuki.

Sementara itu, Karo Hukum dan KLN, Achmad Gunaryo, mangatakan perlu diskusi antarinstansi dan pemerintah agar sistem ini berjalan maksimal. Untuk itu, diperlukan proses merumuskan regulasi dan tentunya anggaran.

"Ini merupakan sebuah iktiar bagus untuk ditindaklanjuti, tetapi ini harus dipikirkan secara hati-hati, dilihat dari tanggung jawabnya. Apakah nantinya sistem ini ada di bawah Kementerian Agama atau juga melibatkan institusi pemerintah lainnya?  Nah, ini perlu kita diskusikan lagi,” ujarnya.

Rancangan dari Sistem dan Aplikasi Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan ini sudah dipresentasikan dalam rapat dengan Menteri Agama pada 14 Desember 2018. 

Dalam rapat tersebut, Menteri Agama memberi apresiasi positif terhadap upaya pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.  

Kegiatan yang dihelat Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Kementerian Agama (BLAJ) dilakukan selama dua hari, 28-29 Maret 2019. Dihadiri 70 peserta terdiri dari pejabat Kementerian Agama dan perwakilan lembaga keagamaan di Jabotabek. 

Narasumber kegiatan ini Kepala Biro Humas, Data dan Informasi (HDI) Kemenag Mastuki, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag Achmad Gunaryo, dan peneliti INSEP Ahmad Syafi’i Mufid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FORTT5
March 31, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FORTT5
via IFTTT

Friday, March 29, 2019

Cafe CEO Republika 2018 (4-Selesai)

emimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi (tengah) berfoto bersama Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir,Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani,Dirut BRI Syariah Moch.Hadi Santoso dan Direktur Keuangan dan Oprasional BNI Syariah Wahyu Avianto (dari kiri) pada acara Cafe CEO Republika,Jakarta

Foto: Republika/Prayogi
EMBED
Cafe CEO Republika, diskusi santai dunia bisnis dan usaha Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, Cafe CEO Republika 2018.

Videografer | Republika TV     Video Editor | Fakhtar Khairon Lubis

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HNvcku
March 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HNvcku
via IFTTT

Friday, March 15, 2019

Tiba di KPK, Romi Sembunyi di Balik Badan Penyidik

Ketum PPP Romahurmuziy terjaring operasi tangkap tangan KPK di Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PPP M Romahurmuziy atau yang akrab dipanggil Romi akhirnya tiba di Gedung KPK Jakarta sekitar pukul 20.15 WIB. Sebelumnya, ia bersama empat orang lainnya tertangkap tangan oleh tim penidakan KPK di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (15/3) pagi.

Pantauan Republika, saat tiba di Gedung KPK, Romi mengenakan pakaian yang serba tertutup mulai dari jaket berwarna hitam, topi, kacamata hitam serta masker wajah untuk menutupi wajahnya. Romi juga tampak tak ingin wajahnya terlihat oleh awak media sehingga saat turun dari mobil ia berusaha bersembunyi di balik badan penyidik KPK.

Selain Romi, tim penindakan KPK juga membawa lima orang lainnya. Mereka terdiri dari sejumlah unsur, yakni staf anggota DPR RI, pejabat Kemenag dan pihak swasta. Romi dan lainnya ditangkap saat sedang melakukan transaksi suap di Jawa Timur. Diduga mereka melakukan suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah.

Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK juga mengamankan sejumlah uang dengan pecahan seratus ribu rupiah. Uang itu diduga bagian suap atau fee atas pengaturan jabatan tersebut.

Saat ini, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari mereka. Detail ihwal kasus ini akan diumumkan pimpinan KPK dalam konferensi pers yang bakal digelar malam ini ini atau besok pagi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan pihaknya telah lama menyelidiki dugaan transaksi terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang diduga melibatkan Romi. "Sudah lama. Sudah lama (intai Romahurmuziy)," kata Agus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3).

Agus mengatakan, penyelidikan kasus ini tidak sampai satu tahun. Penguatan ini, kata Agus dilakukan KPK setelah mendapat laporan dari masyarakat. Dari proses verifikasi dan pemeriksaan KPK menemukan adanya alat bukti permulaan.

Bahkan, Agus mengungkapkan, dari proses identifikasi sementara, KPK menemukan adanya dugaan transaksi terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang diduga melibatkan Romi telah terjadi berulang kali.

"Yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama karena sebelumnya juga yang bersangkutan pernah memberikan," ujarnya.

Romi dan empat orang lainnya diamankan KPK di Jawa Timur. Kelimanya diduga melakukan suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah.

Selain menangkap kelimanya, tim KPK juga mengamankan sejumlah uang dengan pecahan seratus ribu rupiah. Uang itu diduga bagian suap atau fee atas pengaturan jabatan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F6BCY3
March 15, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2F6BCY3
via IFTTT

Wednesday, March 6, 2019

Pengamat: Paslon Capres Sibuk Saling Sindir

Pengamat menilai tingginya undecided voter karena paslon masing sibuk saling sindir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei PolMark mengatakan, berdasarkan hasil survei terbaru angka pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voter, masih tinggi atau mencapai 33,8 persen. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, hal itu karena dua pasangan calon presiden-cawapres masih belum memenuhi ekspektasi masyarakat.

"Dua kandidat yang ada masih jauh dari ekspektasi, khususnya dalam dalam menyampaikan visi misi. Sehingga masyarakat semakin galau, semakin bingung menentukan, pilihan politk," kata Adi Prayitno, Rabu (6/3).

Selain masalah rendahnya pemaparan visi misi. Adi mengatakan, kedua pasangan calon justru sibuk dengan saling sindir. Bahkan pascadebat perdana maupun kedua, pembahasan substansi debat tidak dilakukan. Hal semacam itu menurut Adi hanya mampu memperkuat pendukung masing-masing calon. Namun, tidak berdampak apapun pada pemilih yang belum menentukan pilihan.

"Bahkan pascadebat tidak banyak isu debat yang dibahas. Tapi cenderung saling membongkar kelemahan lawan. Hal semacam itu hanya akan memperkuat tim sukses dan pendukung. Tapi di luar tim sukses, undecided voter masih menunggu sebenarnya kedua kandidat ini memiliki isu yang baik atau tidak," kata Adi.

Selanjutnya, Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah itu juga menuturkan, pemilih yang belum menentukan pilihan biasanya berasal dari kelompok pemilih rasional. Mereka memilih berdasarkan pemaparan visi misi dan program kerja. Dengan kata lain, mereka memilih berdasarkan rasionalitas pasangan calon, bukan atas fitnah ataupun sindiran yang dilontarkan.

Kemudian, Adi menyontohkan, narasi perang badar maupun total, merupakan narasi yang tidak subtansial. Hal seperti itu menurutnya akan membuat angka undecided voter bertambah. Di sisi lain, ketika disinggung masalah keterbatasan sumber daya partai dalam menghadapi pemilu serentak. Adi mengatakan, partai justru sudah maksimal dalam mengeluarkan seluruh kemampuan. Partai sudah menerjunkan semua kader untuk bertemu masyarakat.

Namun, Adi memberikan catatan, kader partai yang terjun ke masyarakat, seringkali hanya sebatas formalitas. Mereka hanya berbincang ringan dan selfi. Seringkali pada kader tidak mengajak diskusi serius dengan masyarakat. Dengan kata lain, para kader tidak melakukan pendidikan politik yang mampu mendorong masyarakat untuk memilih.

Sebelumnya, PolMark merilis survei pada Selasa (5/3). Dalam survei tersebut, paslon nomor urut 01 memiliki elektabilitas sebesar 40,4%. Paslon 02 memiliki elektabilitas sebesar 25,8%. Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihan mencapai 33,8%.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IVL8CE
March 06, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IVL8CE
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Vs Indonesia, Vietnam Yakin Semifinal Selesai dalam 90 Menit

Indra tetap memilih untuk menyempatkan para pemainnya berlatih adu penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Pelatih timnas Vietnam U-22 Nguyen Quoc Tuan meyakini laga semifinal Piala AFF U-22 melawan Indonesia akan bisa ditemukan pemenangnya dalam 90 menit. Kedua tim akan berlaga di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2) sore.

"Saya kira pemenang akan ditentukan dalam 90 menit," kata Quoc Tuan selepas memimpin sesi latihan timnya di Stadion Nasional, Sabtu (23/2) sore.

Ketika dikonfrontasi dengan pernyataan Quoc Tuan, pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menjawab dengan berkelakar meski tak menyembunyikan optimismenya. "Ya bagus dong, kita juga ingin 85 menit selesai," ujarnya sembari disambut gelak tawa awak media.

Kendati demikian, Indra tetap memilih untuk menyempatkan para pemainnya melakoni latihan eksekusi tendangan penalti pada sesi latihan sore selepas giliran Vietnam.

"Ya karena besok pertandingan setelah dua kali 45 menit akan dilanjutkan dengan dua kali 15 menit dan kalau tetap draw adu penalti," kata Indra. "Makanya semua kemungkinan yang akan terjadi besok kami antisipasi dari sekarang," ujar mantan pelatih timnas U-19 itu.

Indra pernah sukses mengalahkan Vietnam lewat adu penalti saat mengantarkan timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013 silam. Oleh karena itu, ia tak kehilangan keyakinan bahwa timnya bisa meraih hasil terbaik saat menghadapi Vietnam esok.

Lebih lanjut, Indra mengatakan dengan waktu istirahat yang lebih pendek, ia ingin memastikan kondisi para pemainnya cukup siap menghadapi laga menentukan besok.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2No6C9N
February 23, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2No6C9N
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

In Picture: Terdengar Ledakan di Lapangan Parkir Timur Senayan

Tempat itu terjadi di dekat lokasi nonton bareng debat capres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara ledakan terdengar di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Ahad (17/2) malam.

Tempat itu merupakan lokasi nonton bareng (nobar) yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bagi kedua tim pemenangan masing-masing pasangan calon.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TPq4ic
February 17, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TPq4ic
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Peserta Off-Road IOX 2019 Siap Memulai Penjelajahan

Para peserta olahraga ekstrim ini akan melahap jarak 1.400 kilometer.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Seluruh peserta Indonesia Off-rRoad eXpedition (IOX) 2019 Andalas sudah berada di Medan, Sumatra Utara (Sumut), Jumat (8/2) untuk memulai penjelajahan. Ketua Panitia event Indonesia Off-road eXpedition 2019 Andalas, Zulkarnain Danie mengatakan, 81 kendaraan 4x4 dan 74 motor telah tiba seluruhnya di Medan untuk bersiap start hari Sabtu (9/2) pagi.

Para peserta olahraga ekstrim ini akan melahap jarak 1.400 kilometer dalam waktu 16 hari dengan titik akhir di Bukittingi, Sumatra Barat. "Seluruh kendaraan 4x4 dari pulau Kalimantan, Sulawesi, Jawa tiba secara bertahap untuk kemudian menjalani tahap scruut (pemeriksaan)," kata Zulkarnain, Jumat (8/2).

Panitia mengecek kondisi kendaraan dan kelengkapan logistik untuk memastikan tunggangan para peserta telah memenuhi syarat menjalani IOX 2019 Andalas yang sangat ekstrim. “Panitia tidak mau ambil risiko, bila peserta bermasalah karena tidak siap, selain menyusahkan si peserta sendiri juga peserta lainnya dan kelancaran event secara keseluruhan,” kata Ariska yang menjadi penanggung jawab Scruutinering.

Setelah semua kendaraan peserta diperiks, hasilnya mayoritas telah memenuhi syarat. Terdapat beberapa kendaraan yang gagal scruut karena belum memenuhi syarat, tapi kekurangan ringan yang bisa diperbaiki.

Setiap tahun IOX menaikkan standar spesifikasi teknis yang harus dipenuhi peserta. Tujuan menaikkan standar teknis ini untuk kepentingan peserta sendiri. Standar teknis dinaikan untuk mengurangi masalah yang sering terjadi di event sebelumnya.

Ariska mengatakan, pada tahun ini panitia fokus pada aspek baterai (aki) serta altenator karena perannya yang sangat penting saat menghadapi medan berat. "Dengan ketat dan tingginya syarat teknis yang diminta di IOX tidak heran bila standar IOX sering dijadikan acuan standar teknis event dan bahkan banyak bengkel off-road di Indonesia," kata dia.

Pada Jumat sore, peserta mendapat coaching clinic serta briefing persiapan start dari Team Leader IOX 2019 Andalas Syamsir Alam. Peserta mendapat coaching tentang Teknik winching, membaca GPS, program acara dan rute selama IOX 2019 serta hal-hal yang harus diperhatikan oleh peserta.  

Secara bersamaan, peserta motor (dirt bike) IOX 2019 Andalas mendapat briefing juga dari Ketua Panitia Motor IOX 2019 Andalas, Teddy Wibowo. Syamsir menyatakan bahwa mayoritas seluruh peserta sudah siap untuk start dari Medan untuk memulai petualangan penjelajahan bumi Sumatra yang sudah lama dinanti Peserta IOX. "Seluruh perijinan juga sudah diperoleh sehingga seluruh peserta bisa tenang menjalani event IOX 2019 Andalas ini," kata Syamsir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TJXBdH
February 08, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TJXBdH
via IFTTT

Tuesday, January 29, 2019

Persaingan Fintech Makin Ketat Dinilai Positif

Mengedukasi keuangan dinilai tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya pelaku financial technology (fintech) bermunculan terutama di bidang pembayaran (payment) membuat persaingan semakin ketat. Meski begitu, CEO Faspay Eddy Tju menilai, ketatnya persaingan tersebut justru positif. Apalagi pasar di Indonesia masih sangat besar.

"Maka pengembangan produk baru jadi sesuatu yang bagus. Menurut saya adanya kompetisi jangan direspons negatif," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa, (29/1).

Menurutnya, semakin banyak pemain fintech payment semakin bagus. Pasalnya, mengedukasi kesadaran keuangan atau inklusi keuangan tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

"Penetrasinya pun butuh waktu. Jadi semakin meriah semakin banyak," kata dia.

Senada dengan Eddy, CEO dan Co-Founder Bizhare Heinrich Vincent pun setuju adanya kolaborasi. Apalagi, perusahaan fintech equity crowdfunding ini merasa, model bisnisnya terbilang baru dibandingkan fintech bidang lainnya sehingga perlu menggandeng lembaga lain.

"Kami juga kolaborasi dengan bank. Di sini bank sebagai partner karena kita nggak bisa jalan sendiri, bedanya di segmen mana yang mau kita garap," katanya pada kesempatan serupa.

Ia menambahkan, fintech equity crowdfunding bukanlah kompetitor bagi bank maupun fintech lainnya, melainkan solusi alternatif bagi pendanaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). "Jadi equity crowdfunding merupakan urun dana berbasis saham. Kalau dulu orang patungan untuk model sosial bantu orang, ini tujuannya untuk investasi basisnya kepemilikan saham," kata Heinrich.

Hingga kini total pendanaan Bizhare ke UKM telah mencapai sekitar Rp 6,2 miliar. Dengan total pengajuan pendanaan sebanyak 638 dan jumlah investor yang terdaftar menembus 11.924.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FW0hBG
January 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FW0hBG
via IFTTT

Vinicius Berharap Neymar Berkostum Real Madrid

Vinicius mengaku sudah lama menjadi penggemar kapten Selecao itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Vinicius Junior ingin Neymar da silva jr merapat ke Real Madrid. Isu bakal berlabuhnya eks Barcelona ke El Real sempat merebak beberapa bulan lalu.

Namun, berkali-kali Neymar membantah hal tersebut. Ia mengaku nyaman berkostum Paris Saint-Germain (PSG).

Kini, Vinicius mengungkit rumor yang mulai dilupakan. Ia berharap seniornya bisa berbagai kamar ganti dengannya di Los Blancos.

"Saya selalu ingin bermain bersama Neymar, baik di Real Madrid atau di tim nasional Brasil," kata pesepak bola 18 tahun, dikutip dari Marca, Selasa (29/1).

Vinicius mengaku sudah lama menjadi penggemar kapten Selecao itu. Bahkan saat Neymar masih berkiprah di Santos. "Tentu tidak ada masalah jika saya berada di tim yang sama dengannya," ujar wonderkid Los Merengues itu.

Perlahan tapi pasti, Vinicius menjadi andalan baru Madrid. Sejauh musim ini berjalan, ia tampil dalam 18 laga di berbagai ajang dan mencetak tiga gol.

Kendati demikian, El Real terus dikabarkan butuh bintang baru sebagai pengganti Cristiano Ronaldo. Selain Eden Hazard, nama Neymar disebut-sebut bakal berlabuh ke Santiago Bernabeu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G87EoE
January 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G87EoE
via IFTTT

Thursday, January 17, 2019

Kemendagri Sarankan VFS Tasheel Kerjasama dengan Pemerintah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan seharusnya Visa Vacilitation Service (FVS) Tasheel bisa bekerjasama dengan Kemendagri melalui kerjasama bilateral dan tak perlu melakukan aktivitas pengambilan rekam sidik jari dan airis mata jamaah.   

“Karena biometriknya sudah ada. Maka biometrik yang sudah ada di Kemendagri ini bisa digunakan dengan kerjasama bilateral  RI dan Arab Saudi,” kata Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrullah, kepada Republika.co.id di Jakarta, Kamis (17/1).   

Dengan demikian, kata Zudan, layanan publik menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan gratis. Rekam biometrik penduduk Indonesia sudah ada di data base kependudukan Kemendagri. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi diambil sidiknya jari dan airis matanya berkali-kali untuk keperluan yang berbeda-beda. 

“Karena apapun keperluannya kan sidik jarinya sama, pakai saja yang sudah ada di Kemendagri,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tujuan Kemendagri mengirim surat ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKP) bukan untuk melarang menjalankan bisnisnya di Tanah Air, melaikan untuk meminta VFS Tasheel berkoordinasi jika ingin melakukan rekam biometrik terhadap penduduk Indonesia yang hendak berangkat umrah.  

“Kita tidak melarang Tasheel berusaha. Silakan jalankan bisnisnya,” kata Zudan.  

Berita Terkait

Menurut Zudan, tujuan Kemendagri mengirimkan surat ke BKMP adalah untuk memberikan kemudahan kepada kedua belah pihak antara calon jamaah dan VFS Tasheel untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia. “Kemendagri berniat memberikan kemudahan untuk calon jamaah haji dan umrah,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CskP09
January 17, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CskP09
via IFTTT