Pages

Showing posts with label January 29. Show all posts
Showing posts with label January 29. Show all posts

Tuesday, January 29, 2019

Bhayangkara dan Arema Jadi Lawan Uji Tanding Indonesia U-22

Timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga perdana Piala AFF U-22 pada 18 Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia U-22 tak membutuhkan laga uji coba internasional sebagai persiapan menuju Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Pelatih timnas U-22 Indra Sjafri mengatakan, skuatnya hanya membutuhkan uji tanding bersama klub-klub papan atas nasional dari Liga 1 2019.

Indra menyatakan, saat ini PSSI sudah memastikan dua klub yang akan menjadi lawan tanding Indonesia U-22. “Kami tidak ada uji coba internasional. Cukup dua kali uji coba dengan tim lokal Liga 1,” kata Indra saat ditemui usai pemusatan latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa (29/1).

Dua tim yang menjadi calon lawan, yaitu Bhayangara FC dan Arema FC. Persebaya Surabaya yang semula menjadi salah satu calon lawan, batal lantaran tabrakan jadwal Piala Indonesia.

Laga lawan Bhayangkara, dijadwalkan pada Rabu (6/2) di Jakarta. Sedangkan menghadapi Arema, dijadwalkan pada 10 Februari di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga perdana Piala AFF U-22 pada 18 Februari. Di gelaran Piala AFF nanti, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Malaysia, Myanmar, dan Kamboja.

Kick-off pertama gelaran pada 17 Februari di Phonm Penh. Tiga hari sebelum laga pembukaan, Indra Sjafri bersama timnya harus sudah berada di negara tuan rumah. Sampai saat ini, Indra masih melakukan seleksi menentukan 23 pemain terbaik menuju gelaran tersebut.

Timnas Indonesia tak menebalkan target dari Piala AFF. Sebab gelaran tersebut dianggap sebagai turnamen perantara sebelum menuju kualifikasi Piala Asia U-23 2019 yang akan digelar pada Maret mendatang. Alasan itu pula yang membuat timnas tak membutuhkan laga uji coba sebelum Piala AFF.

Karena, menurut Indra, turnamen tersebut sejatinya sebagai uji coba timnas menuju kualifikasi Piala Asia. “Di Piala AFF nanti, itu kami jadikan sebagai uji coba internasional. Kan cukup. Karena tujuan utama kami itu di AFC (Piala Asia),” jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TkOa46
January 29, 2019 at 10:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TkOa46
via IFTTT

Tak Mau Didikte Soal Sawit, RI Gelar Pertemuan Lanjutan WEF

WEF, Bank Dunia dan UNEP kunjungi Indonesia terkait penanganan sawit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan antara Forum Ekonomi Dunia (WEF), Bank Dunia (WB), dan Program Lingkungan PBB (UNEP) pada Maret 2019 nanti. Pertemuan ini menindaklanjuti pertemuan serupa di Davos, Swiss pada pekan lalu yang juga dihadiri Indonesia.

Di Davos, Indonesia yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan tiga topik utama yakni tentang industri kelapa sawit, isu lingkungan yang berkaitan dengan plastik, dan blended finance atau skema pembiayaan yang bersumber dari filantropi.

Di depan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Al Gore dan tokoh-tokoh penting lain dari berbagai negara, Luhut sempat menyampaikan kebijakan Indonesia dalam menangani tiga isu utama di atas, terutama tentang sawit. Isu soal sawit memang menjadi perhatian utama karena Uni Eropa sempat menerbitkan resolusinya yang merugikan industri sawit Indonesia.

Uni Eropa menggunakan isu lingkungan untuk menekan produk sawit dari Indonesia. "Sawit ini menyangkut 17,5 juta petani, kami tidak usah diajarkan. Kalau petani menderita itu jadi masalah buat kami karena SDGs nomor 1 tentang kemiskinan kami selesaikan dengan program kelapa sawit. Kami juga sudah moratorium, jadi jangan dikte kami," jelas Luhut di Kompleks Istana Negara, Selasa (29/1).

Ternyata pernyataan Indonesia yang disampaikan Luhut punya dampak. Pada 12 Maret nanti Indonesia akan disambangi WEF, Bank Dunia, dan UNEP untuk menyimak penjelasan pemerintah soal isu-isu tersebut. Meski begitu, Luhut menyebutkan bahwa ketiga lembaga tersebut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia karena memiliki solusi berkelanjutan dalam menangani permasalahan sawit dan lingkungan.

"Kami dengarkan masukan. Kami bukan negara miskin, kami negara kuat. Statement itu ternyata punya dampak. Sehingga tanggal 12 Maret diatur pertemuan di Jakarta. Mereka mengapresiasi Indonesia membuat kemajuan yang sangat signifikan," kata Luhut.

Sebelumnya Luhut menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terbuka terhadap peluang kerja sama, termasuk terhadap saran dan masukan, tapi tidak akan menerima niat dari pihak manapun yang mau mendikte Indonesia.

"Pemerintah Indonesia mau duduk bersama UNEP, World Bank, dan komunitas World Economic Forum untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan bersama," ungkap Luhut.

Menurutnya, pemerintah telah memahami permasalahan terkait kehutanan. Luhut juga menyebutkan, masalah deforestasi harus diselesaikan dengan menemukan titik keseimbangan antara tercapainya kelestarian lingkungan, kesejahteraan rakyat, ketahanan pangan nasional, dan konsistensi penerapan peraturan perundang-undangan.

"Harus dilihat ekuilibriumnya, bagaimana kami menangani masalah lingkungan, bagaimana kami juga harus menjamin nafkah masyarakat, dan bagaimana kami harus menghormati regulasi yang diterbitkan oleh rezim pemerintahan sebelumnya, serta ketahan pangan, kata Luhut di Davos. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2B3M0ib
January 29, 2019 at 10:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2B3M0ib
via IFTTT

Pemprov Sulsel-Jakarta Kerja Sama Perdagangan Sapi

Bentuk kerja sama tersebut yakni dari sisi pengembangan dan perdagangan sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI - Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara menjalin kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk pengembangan sapi potong. Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Sultra Harmin Ramba mengungkapkan, bentuk kerja sama tersebut yakni dari sisi pengembangan dan perdagangan sapi.

"Kebutuhan sapi di DKI Jakarta sebanyak 700 ekor per hari sehingga pemerintah setempat harus melakukan ekspansi ke daerah-daerah potensi pengembangan sapi," ungkap Harmin Ramba, Selasa (29/1).

Menurut Harmin, lahan pengembangan sapi potong pemerintah Provinsi Sultra disiapkan di Desa Wawolemo, Kabupaten Konawe, seluas 500 hektare lebih. Selain pengembangan sapi potong, pemerintah provinsi Sultra juga bekerja sama dalam penempatan warga transmigrasi.

Saat ini, kerja sama luar negeri dengan sejumlah negara sedang diperkuat, terutama dengan pemerintah Jerman terkait penyediaan sumber daya nanusia dan fasilitas rumah sakit jantung yang sedang dibangun di Kota Kendari.

"Selain itu, pemerintah provinsi Sultra juga melakukan kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk membangun gedung perpustakaan bertaraf internasional," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TjmSuT
January 29, 2019 at 10:25PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TjmSuT
via IFTTT

PSG Resmi Gaet Paredes

Paredes akan menggunakan jersey bernomor punggung 8.

REPUBLIKA.CO.ID,  PARIS -- Klub kaya raya Prancis Paris Saint-Germain (PSG) resmi mendatangkan gelandang Zenit Saint-Petersburg Leandro Parades. Manajemen PSG mengeluarkan biaya transfer mencapai 47 juta euro.

Kedatangan Paredes diumumkan secara langsung oleh pihak PSG. "Kami dengan bangga mengumumkan perekrutan Leandro Paredes. Gelandang Argentina yang tiba dari Zenit St Petersburg, dan telah menandatangani kontrak empat setengah tahun usai menjalani pemeriksaan medis di RS Doha," tulis laman resmi PSG, Selasa (29/1).

PSG dilaporkan berkomitmen memberikan bonus 7 juta euro kepada pemain berusia 24 tahun. Paredes akan menggunakan jersey bernomor punggung 8. Kehadiran Paredes sekaligus mengakhiri rumor tentang ketertarikan Les Parisien dengan pemain tengah Napoli Allan.

Paredes mencetak tiga gol dan dua assist ketika memperkuat Zenit pada musim 2018/2019. Sebelum berseragam kesebelasan asal Rusia, Paredes sempat bermain dengan klub Italia AS Roma dari 2014 sampai 2017.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MD00E4
January 29, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MD00E4
via IFTTT

180 Juta Usia Produktif Gerakan Ekonomi Indonesia 2030

Bonus demograsi harus dimanfaatkan untuk pemerataan lapangan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemanfaatan bonus demografi akan menjadi pembahasan pada Indonesia Development Forum (IDF) 2019. Saat bonus demografi terjadi pada 2020 hingga 2025 akan didominasi dengan usia amudaatau produktif.

Untuk itu, bonus demograsi harus dimanfaatkan untuk pemerataan lapangan kerja sehingga dapat menghindari pengangguran. "Maka memanfaatkan bonus demokrasi tersebut pada periode 2020-2025 akan berkisar 174 sampai 180 juta usia produktif yang siap untuk menggerakkan ekonomi Indonesia 2030," kata Bambang di Kantor Bappenas, Selasa (29/1).

Untuk itu, pada IDF 2019 akan membahas bagasimana strategi untuk mendorong usia produktif tersebut menjadi kelompok menengah. Sebab menurutnya, potensi Indonesia menjadi negara maju akan semakin besar.

Bambang mengatakan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil juga cukup besar. "Karena bagaimanapun kalau ada kelompok menengah yang besar, berarti laju pertumbuhan konsumsi yang mendominasi perekonomian ini juga akan relatif stabil dan relatif tinggi," jelas Bambang.

Terlebih, menurut Bambang banyak studi global yang menyebutkan akan ada 60 persen pekerjaanbakan beralih terhadap penggunan mesin canggih. Pada saat yang sama, kata dia, pekerjaan barudoberbasis aring menjadi dampak dari digitalisasi revolusi industri terhadap terhadap tenaga kerja.

Bambang menegaskan dengan adanya ekonomi digital akan membuat sektor industri dan jasa akan makin produktif. "Kalau sektor-sektor tersebut makin produktif, pertumbuhan yang makin tinggi, maka pertumbuhan ekonomi juga akan makin baik," tutur Bambang.

Dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, menurut Bambang akan menciptakan lapangan kerja yang sudah maupun baru. Dalam tahapan tersebut, Bambang menilai Indonesia juga harus memanfaatkan peluang ekspor yang baik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RZPlJL
January 29, 2019 at 10:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RZPlJL
via IFTTT

Keluar dari Inter Milan, Miranda Siap Ditampung AS Monaco

Nama Miranda masuk dalam daftar incaran Les Rouges et Blancs.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Joao Miranda mulai tak kerasan di Inter Milan. Bek asal Brasil itu berpotensi keluar dari Giuseppe Meazza.

Miranda mengalami masa sulit di Inter. Eks Atletico Madrid itu kalah bersaing dengan Stefan de Vrij untuk mendampingi Milan Skriniar.

"Menurut Gianluca di Marzio, Miranda meminta untuk meninggalkan Inter Milan," demikian laporan yang dikutip dari Football Italia, Selasa (29/1).

AS Monaco siap menampung pesepak bola 34 tahun itu. Monaco sedang berupaya keluar dari kesulitan.

Satu per satu pemain senior direkrut. Nama Miranda masuk dalam daftar incaran Les Rouges et Blancs.

Miranda bergabung dengan Nerazzurri sejak 2016 lalu. Kala itu berstatus pemain inti. Situasi sulit mulai ia alami ketika musim 2018/2019 berlangsung.

Dalam enam bulan terakhir, Miranda baru tampil di 10 pertandingan di berbagai kompetisi. Situasi demikian membuat yang bersangkutan mulai menunjukkan ketidakpuasan.

Berkali-kali Miranda dirumorkan bakal hengkang dari Inter. Dalam dua hari terakhir, kepastian Miranda ke Ligue 1 diketahui. Jika tak ada negosiasi resmi, ia harus menunggu hingga bursa transfer musim panas 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CUKPS8
January 29, 2019 at 10:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CUKPS8
via IFTTT

Gelar Rakornas, Muslimat NU Bahas Program-Program Internal

Secara internal masih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Muslimat NU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi wanita badan otonom NU, Muslimat NU juga menggelar Rakornas di Ballroom Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Tanah Abang, Jakarta pada Ahad (27/1) malam hingga Senin (28/1) siang. Rangkaian acara Harlah ke-73 Muslimat NU tersebut dibuka Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Ketua I Pengurus Harian Muslimat NU, Sri Mulyati mengatakan, Rakornas Muslimat NU tidak menghasilkan rekomendasi khusus tentang keumatan.  Menurut dia, pihaknya hanya membahas tentang program-program Muslimat NU secara internal.

"Hasil rekomenadasi tidak ada. Karena Rakornas tersebut diselenggarakan apabila diperlukan. Jadi tidak ada rekomendasi hanya internal saja," ujar Sri saat dihubungi Republika.co.id lebih lanjut.

Sri menjelaskan, pada prinsipnya PP Muslimat NU hanya menyampaikan tentang hal-hal apa saja yang sudah dilakukan selama dua tahun ini sesudah Kongres. Kemudian, kata dia, pihaknya juga mendengarkan kemajuan atau progres program dari Muslimat NU di masing-masing wilayah.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga membicarakan tentang pernagkat atau yayasan di lingkungan Muslimat NU, seperti yayasan kesejahteraan Muslimat NU, yayasan pendidikan Muslimat NU, Induk koperasi An-Nisa, kemudian himpunan daiyah dan majelis taklim Muslimat NU, serta yayasan haji Muslimat NU.

Terkait dengan daiyah NU sendiri, menurut dia, pihaknya kedepannya akan fokus untuk meningkatkan skill serta akan akan memberikan informasi terakhir tentang kondisi umat saat ini. "Kita akan fokus meningkatkan keterampilan dan skill mereka," kata Sri.

Sri menambahkan, majelis taklim di Muslimat NU sendiri sangat banyak jumlahnya. Di Jakarta saja, kata dia, ada sekitar 70 ribuan lebih majelis taklim. Karena itu, menurut dia, secara internal masih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Muslimat NU.

"Kita lebih ke internal karena banyak juga yang harus diurus di lingkungan NU tersebut untuk menjaga Aswaja An Nahdliyah dan meneguhkan kebangsaan," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RVJ2H4
January 29, 2019 at 10:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RVJ2H4
via IFTTT

113 Kepala Suku Papua Barat akan Temui Jokowi

Mereka ingin menyampaikan secara langsung ucapan terima kasih pada Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 113 kepala suku berpengaruh dari Papua Barat dijadwalkan akan menemui Presiden Joko Widodo pada pertengahan Februari 2019.

"Hari ini, Selasa 29 Januari 2019, Tim Joko Widodo, segera mengadakan pertemuan khusus membahas tentang agenda di istana itu," kata Sekretaris Tim Soraya Ratu Santu (Sorong Raya Rakyat Bersatu Untuk Nusantara) Eduard Yumame di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menjelaskan, sebelum Tim Jokowi mengadakan pertemuan khusus dalam rangka mematangkan agenda silaturahmi ini, sehari sebelumnya sudah diadakan pertemuan antara Tim Soraya Ratu Santu dengan Tim Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut kedua pihak menyatakan bahwa silaturahmi antara Presidsen Joko Widodo dengan 113 kepala suku sudah final. Waktu pelaksanaannya adalah pada pertengahan Februari mendatang.

Dia mengatakan mereka ingin menyampaikan secara langsung ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas karyanya yang dilakukan di Papua dan Papua Barat, khususnya dengan proyek milenialnya, yaitu Trans Papua.

Jalan Trans Papua ini dinilai telah membuka semua isolasi pedalaman yang sulit dijangkau yang menyambungkan jalan provinsi ke kabupaten dan dari kabupaten tersambung ke distrik. Lalu dari distrik tersambung ke kampung-kampung.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, capaian pembangunan jalan Trans Papua dalam periode 2015-2018 mencapai 908,8 kilometer (km) terdiri atas 760,57 km di Provinsi Papua dan 147,23 km di Provisi Papua Barat.

Saat ini jalan Trans Papua di Provinsi Papua Barat sudah tembus seluruhnya sepanjang 1.071 km. Total jalan Trans Papua Provinsi Papua Barat yang dibangun periode 2015-2018 sepanjang 153,62 km.

Jalan Trans Papua ini menjadi dasar utama untuk akselerasi ekonomi, sosial dan kebudayaan dalam kerangka pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua.

Selain 113 kepala suku hadir pula dalam silaturahmi dengan Presiden Jokowi adalah tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh akademisi, Ketua DPRD dari lima kabupaten dan satu wali kota di seluruh Wilayah Kepala Burung Sorong Raya Provinsi Papua Barat. Ikut pula sejumah pejabat daerah. Mereka di antaranya lima bupati dan satu wali kota berserta wakilnya dari Papua Barat.

Menurut Eduard, ini adalah rombongan kepala suku terbesar dalam sejarah yang datang menemui Presiden untuk bersilaturahmi. Belum ada rombongan Kepala Suku dari Papua yang datang dalam jumlah sebesar ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uo3yg3
January 29, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uo3yg3
via IFTTT

DKM An-Nur Ciputra dan Rumah Zakat Siaga Sehat di Labuan

Siaga sehat untuk memberi layanan pengobatan gratis untuk korban tsunami selat sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Kampung Lantera Desa Cigondang merupakan kampung yang terkena dampak bencana tsunami Selat Sunda. Kurang lebih satu bulan terakhir warga lantera mengungsi akibat tsunami. Dua pekan terakhir curah hujan sangat tinggi di daerah tersebut dan mengakibatkan banjir hampir setinggi dada orang dewasa.

Oleh karena itu DKM An-Nur bersama Rumah Zakat menggelar Siaga Sehat di kawasan ini. Siaga sehat yang merupakan pelayanan pengobatan gratis ini dilakukan di halaman masjid warga Lantera, kegiatan dimulai pada pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.

Dalam aksi siaga sehat ini juga dilakukan penyuluhan kesehatan oleh Dokter Teti dengan tema hipertensi, warga yang hadir dengan antusias menyimak pemaparan Dokter Teti. sebanyak 129 orang mendapat layanan tensi darah, cek metabolik, pemeriksaan dokter dan mendapatkan obat. Selain itu, dilaksanakan juga pemberian makanan tambahan untuk balita dan lansia berupa Susu dan Buah Jeruk.

"Secara keseluruhan kegiatan aksi ini berjalan lancar. Rata-rata warga mengeluhkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Dermatitis, Hipertensi dan Pegal-pegal" ujar PIC Kegiatan, Farah, seperti dalam siaran pers Rumah Zakat,

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DFGxzQ
January 29, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DFGxzQ
via IFTTT

Bawaslu hands over the case of Indonesia Barokah to police

Copies of Indonesia Barokah tabloid were sent to all province in Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Election Supervisory Board (Bawaslu) handed over the handling of the case of Indonesia Barokah tabloid to the police. Bawaslu identified the spread of this tabloid has reached almost all provinces in Indonesia.

Bawaslu member, Fritz Edward Siregar, said that the Board had not received a letter of recommendation from the Press Council regarding the investigation results of on Indonesia Barokah. However, Bawaslu have known that the tabloid is not a journalistic product.

"We handed it over to the police as the tabloid has not indicated any criminal election violations," Fritz said at Medan Merdeka Barat, in Central Jakarta, on Tuesday (Jan 29) .

Even so, the Bawaslu continued to conduct an investigation process. It was done to find out if there were other elements that could be fulfilled.

"We also conduct investigations with our capabilities to find out who is behind it," he said.

Fritz added, the circulation of Indonesia Barokah tabloid was increasingly widespread. Almost all provinces in Indonesia have been exposed to the tabloid.

"From West Papua, East Nusa Tenggara (NTT), West Nusa Tenggara (NTB), Bali, South Sumatra, East Kalimantan, North Sumatra, and so on. In Java, mostly in Yogyakarta. Indeed, they have been distributed in almost all provinces," he said.

On Monday (Jan 28), Chairman of Press Council Yosep Adi Prasetyo said, the Council found that the tabloid did not contain black campaigns. Based on investigation, Press Council found that Indonesia Barokah was not included in journalistic products as referred to in the Press Law.

Firstly, the address of the editorial office was not found and did not match the location listed in the tabloid. Secondly, the names of the journalists are not available in the Press Council's database. Thirdly, in terms of content, there were some parts of the tabloid cornering certain presidential and vice-presidential pairs.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UsqElU
January 29, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UsqElU
via IFTTT

LDNU Siapkan Strategi Dakwah Era Milenial

Dai-daiyah bisa menyebarkan ajaran Islam moderat lewat media digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama  (LDNU) telah usai menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Auditorium Bina Karna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (28/1) malam. Rakornas tersebut menghasilkan beberapa keputusan tentang langkah dakwah NU ke depannya.

Ketua LDNU KH Agus Salim mengatakan, salah satu langkah yang akan akan dilakukan LDNU adalah dengan merangkul kalangan milenial, khususnya siswa-siswa yang aktif di Rohani Islam (Rohis). Harapannya, aktivis Rohis bisa mendapatkan pemahaman Islam yang wasathiyah/moderat.

"Kita ingin merangkul kaum millenial seperti Rohis-Rohis. Karena kemarin juga saya katakan kita selama ini terlalu fokus pada dunia pesantren dan santri, dan kita lupa yang namanya dunia sekolah dan para siswa, " ujar Kiai Agus saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (29/1).

Dia mengatakan, selama ini pihaknya seakan mengabaikan anak-anak muda yang aktif di kegiatan Rohis, sehingga mereka menjadi sasaran empuk bagi kelompok-kelompok berpaham radikal.

"Siswa itu agak terabaikan, akhirnya menjadi sasaran empuk buat mereka untuk menanamkan ideologi-ideologi impor dan transnasional," ucap Kiai Agus.

Selain itu, tambah dia, LDNU juga akan mulai berdakwah dengan menyasar kalangan artis yang menjadi aktivis dakwah. Pasalnya, selama ini pemahaman-pemahaman yang mereka anut cenderung rigid dan tekstualistik.

Menurut dia, pada prinsipnya para artis yang memilih untuk berdakwah harus memahami dulu tentang ajaran agama. Setelah itu, baru bisa menyampaikannya kepada masyarakat dengan menggunakan sumber-sumber ajaran Islam yang benar.

"Sebagai seorang mubaligh harus mulai dari dirinya sendiri dulu. Paling tidak dia harus paham ajaran agama dan dia harus mengamalkannya. Setelah itu baru bisa menyampaikan. Tapi ini kan banyak yang ngerti cuma katanya-katanya, cuma karena baca Google dan sejenisnya. Ya harus belajar dulu," jelas Kiai Agus.

Dia menuturkan, tidak dapat dipungkiri bahwa dai-daiyah NU kini sedang menghadapi era millenial, di mana teknologi dan informasi berkembang dengan sangat pesat. Karena itu, diapun mendorong agar dai-daiyah NU bisa mempelajari teknologi.

Dengan demikian, lanjut dia, dai-daiyah bisa menyebarkan ajaran Islam moderat lewat media digital, seperti di media sosial. "Dalam rangka itu kita mengadakan Rakornas. Sehingga komponen-komponen LDNU seluruh Indonesia harus siap menghadapi itu semua. Jadi kalau ada "NKRI harga mati", maka ada "Melek medsos harga mati". Jadi kita motivasi ke arah sana" kata Kiai Agus.

Kiai Agus menambahkan, secara internal pihaknya akan terus memperkuat pendidikan keagamaan kepada dai-daiyah NU, khususnya yang berhaluan paham Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Menurut dia, LDNU sudah meluncurkan program 34 ribu dai medsos untuk menyebarkan paham moderat tersebut.

"LDNU secara internal akan memberikan pendidikan terhadap dai-dai medsos di NU," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HAkXAJ
January 29, 2019 at 09:48PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HAkXAJ
via IFTTT

Kejari Bandarlampung limpahkan Kasus Sabu Mantan Hakim

Selain pemakai, tersangka mantan hakim juga berperan sebagai pengedar sabu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung melimpahkan berkas perkara mantan hakim Pengadilan Negeri Liwa, Lampung Barat, Firman Affandy yang ditangkap polisi saat sedang transaksi narkoba jenis sabu-sabu, ke Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

"Berkasnya sudah lengkap dan besok akan kita limpahkan untuk dilaksanakan sidang," kata Kasi Intel Kejari Bandarlampung Idwin Sahputra di Bandarlampung, Selasa (29/1).

Idwin menjelaskan, pada pekan kemarin berkas perkara Firman Affandy tersebut dinyatakan belum lengkap sehingga pihaknya mengembalikan berkas tersebut ke pihak kepolisian, yakni Polresta Bandarlampung.

"Sekarang tinggal menunggu penentuan sidangnya saja oleh pengadilan," kata dia.

Untuk pelaksanaan sidang, pihaknya telah menunjuk dua jaksa dari Kejari Bandarlampung, yakni Rita Susanti dan Adhi Putra Graha."Tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) Undang-undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata dia.

Sebelumnya, petugas Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Bandarlampung, menangkap Firman Affandy saat berada di Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung utara (TbU) Selasa (23/10).

Penangkapan tersebut bermula saat pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar adanya peredaran narkotika di wilayah tersebut. Informasi tersebut kemudian dikembangkan dengan cara menyamar sebagai pembeli sabu-sabu.

Dari penangkapan tersebut, petugas kepolisian menyita beberapa barang bukti seperti satu paket sedang sabu-sabu, dua paket kecil sabu-sabu, tiga buah handphone Xiaomi, Nokia, dan Samsung, dan satu buah timbangan digital.

Selain sebagai pemakai aktif, tersangka juga berperan sebagai pengedar sabu-sabu. Selain itu, tersangka juga merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama karena sebelumnya saat menjabat sebagai hakim tersangka pernah ditangkap polisi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sjt3C4
January 29, 2019 at 09:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sjt3C4
via IFTTT

BPIH Diklaim Paling Murah se-ASEAN, ini Kata KPHI

BPIH Diklaim Paling Murah se-ASEAN, ini Kata KPHI

Selasa , 29 Jan 2019, 21:46 WIB

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) angkat bicara terkait klaim Kementerian Agama bahwa biaya penyelenggaran ibadah haji (BPIH) Indonesia paling murah se-ASEAN. 

Ketua KPHI, Samidin Nashir, mengingatkan klaim BPIH paling murah se-ASEAN selama kurun waktu tiga tahu tidak boleh dijadikan alasan untuk menaikan BPIH pada 2019 secara tidak porposional.

Menurut Samidin, jika tujuannya adalah komparasi, Kemenag harus juga membandingkan bagaimana dengan sistem penyelenggaraan haji di negara-negara tersebut yang dinilai menguntungkan jamaah.  

“Kalau mau membandingkan itu mesti harus melihat sistem penyelenggaraannya juga,” katanya.

Di antaranya, ungkap dia, subsidi yang diberikan untuk jamaah haji Indonesia, bukan berdasarkan nilai bagi hasil dari masing-masing rekening jamaah, melainkan bagi hasil dari total jamaah yang sedang mengantre sekian puluh tahun.

“Itu duitnya, nilai bagai hasilnya dipakai sekarang. Itulah menurut kami tidak tepat. Seharusnya dari bagi hasil tabung masing-masing (red jamaah haji yang telah mendaftar). Baru setelah itu dikasih subsidi dari keuntungan-keuntungan bisnis yang dikembangkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sehingga dengan demikian tidak terjadi devisit,” katanya.

Dia mengatakan, KPHI mendorong pemberian subsidi nilai bagi hasil yang porposional. Hendaknya pola-pola lama yang tidak menguntungkan jamaah tidak dilakukan lagi oleh Kemenag. Karena akan merugikan calon jamaah haji yang berangkat pada periode selanjutnya. 

Menurutnya, jangan pendapatan atau keuntungan tahun ini dipakai habis untuk mensubsidi jamaah yang akan berangkat tahun ini.

“Hal seperti itu tidak memberikan rasa keadilan kepada jamaah yang masih ngantre,” kata dia.    

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HGl0uO
January 29, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HGl0uO
via IFTTT

Luhut Minta TNI-Polri Proaktif Luruskan Hoaks

TNI-Polri punya mata dan kuping di daerah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta jajaran TNI-Polri untuk proaktif membantu pemerintah. Salah satunya dalam meluruskan berita bohong atau hoaks di masyarakat.

"Basically pemerintah itu akan bekerja secara profesional dan kredibel sehingga itu perlu TNI menyampaikan pada masyarakat karena TNI-Polri punya mata dan kuping di daerah," kata Luhut di Auditorium STIK dalam Rapat pimpinan TNI-Polri, Jakarta, Selasa (29/1).

Pemerintah selalu menyampaikan berita disertai data-data yang benar untuk menyangkal hoaks. Tetapi dengan peranan TNI-Polri, upaya menangkal hoaks akan cukup membantu. Untuk itu, menurut dia, dalam rapim itu diberikan penjelasan secara berjenjang ke bawah agar rakyat tidak dibodohi orang-orang yang memiliki ambisi tertentu.

Ia mencontohkan informasi soal Tanah Air akan runtuh tentu merupakan hoaks karena TNI-Polri kuat dalam menjaga keamanan dari dalam dan luar. "Dan tidak benar juga kalau kita punya utang berlebihan. Tidak benar PKI ada isu di sana sini, itu tidak benar. Tidak benar juga ada kriminalisasi ulama," kata Luhut.

Rapat pimpinan TNI-Polri yang mengambil tema "Dilandasi Profesionalitas, Soliditas dan Netralitas, TNI-POLRI Bersinergi Mengamankan Pemilu 2019 dan Pembangunan Nasional Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI" itu digelar tertutup. Sebelum Luhut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Menkopolhukam Wiranto juga hadir dalam kegiatan itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DFCMKK
January 29, 2019 at 09:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DFCMKK
via IFTTT

Fahri: Indonesia-Saudi Perlu Bertemu Bahas Soal Biometrik

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui lima kementerian telah sepakat proses rekam biometrik ditunda. Meski demikian Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel masih melakukan rekam biometrik kepada calon jamaah umrah.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzan menyarankan,  pemerintah menemui otoritas tertinggi di Saudi agar permintaan penundaan rekam biometrik dapat dikabulkan oleh pemerintah Saudi. Menurutnya VFS Tasheel tidak akan menunda sebelum Saudi yang meminta penundaan terhadap proses rekam biometrik di lapangan. “ Yang penting pemerintah ngomong sama Saudi,” kata Fahri kepada Republika.co.id di komplek parlemen Senayan, Selasa (29/1).

Fahri mengatakan, jika pemerintah tidak ingin kedaulatannya merasa terganggu oleh negara lain dalam hal ini Saudi yang mengambil data jamaah melalui rekam bimetrik, maka pemerintah jangan segan melakukan pertemuan dengan otoritas tertinggi Saudi, yakni Raja Salman bin Abdulaziz al Saud. “Jadi jangan ngomel di sini, ngomelnya di Saudi sono,” katanya.

Fahri mengatakan, cukup sulit memang jika rekam biometrik sebagai syarat mendapatkan visa umrah atau haji merupakan permintaan dari pemerintah Saudi itu sendiri. Karena, menurut Fahri, Pemerintah Saudi memiliki maksud dan tujuan menerapkan kebijakan rekam biometrik yang tak lain untuk kepentingan keamanan negaranya. “Kalau itu permintaannya Saudi susah mau di apain,” katanya.

Karena menurut Fahri Pemerintah RI tidak bisa melakukan intervensi terhadap aturan-aturan yang telah dikeluarkan Saudi untuk dijalankan. Terlebih Saudi merupakan tuan rumah di Tanah Suci. Untuk itu siapa pun negaranya jika warga negaranya ingin berangkat ke Tanah Suci harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan Saudi termasuk rekam biometrik.

“Ini bukan sistem Indonesia, ini sistem Saudi. Enggak bisa kita intervensi atauran di negara lain,” katanya.

Berita Terkait

Menurutnya, masalah ini akan selesai jika ada komunikasi atara pimpinan Pemerintah RI dan pimpinan Pemerintah Saudi. Tujuannya untuk menyampaikan bahwa rekam biometrik menyulitkan penduduk Indonesia berangkat umrah. "Begitu Saudinya setuju ya sudah selesai, tidak ada rekam biometrik," katanya
 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uq5hkV
January 29, 2019 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uq5hkV
via IFTTT

Pemprov Didesak Putuskan Kontrak Swastanisasi Air

Sumber daya air merupakan kebutuhan hidup orang banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Advokasi Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) Nelson Nikodemus Simamora mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tetap memutuskan kontrak dengan perusahaan swasta pengelola air di DKI Jakarta. Hal itu harus tetap dilakukan meskipun ternyata Peninjauan Kembali (PK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait putusan swastanisasi telah dikabulkan.

“Sandaran bagi Gubernur itu bukan hanya putusan MA yang kemudian menolak, terus kemudian, dianggap bahwa swastanisasi legal gitu.Tidak seperti itu,” jelas Nelson kepada Republika.co.id, Selasa(29/1).

Menurutnya, ada sebuah putusan Mahkamah Konstitusi, yaitu Nomor 85 Tahun 2013 yang menyebutkan sumber daya air harus dikuasai negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam putusan itu pula, kata dia, terdapat syarat-syarat yang ketat bila sumber daya air akan diserahkan kepada perusahaan swasta.

“Dan kalau mau dikasih ke swasta,pun, kebutuhan air untuk rakyat itu harus terpenuhi. Kalau itu ada sisanya,” jelas dia.

Oleh sebab itu, menurutnya, meskipun semua pihak, termasuk Pemprov masih menunggu salinan putusan amar pengkabulan PK oleh Kemenkeu, Pemprov seharusnya juga patuh terhadap putusan MK itu. Pemprov harus selalu berusaha bagaimana caranya sumber daya air bisa kembali ke negara.

“Misalnya putus kontrak, kan biayanya murah itu. Dari pada beli triliunan sahamnya,” jelas dia.

Berbeda dengan Nelson, Ketua Fraksi Demokrat-PAN DKI Jakarta Taufiqurrahman, meminta Pemprov untuk mematuhi apa yang menjadi putusan dari MA. Dia sepakat dengan langkah Pemprov yang sampai sekarang menunggu salinan putusan amar terkabulnya PK yang diajukan oleh Kemenkeu.

“Terkait dengan putusan hukum, dia pasti memang menunggu sampai inkracht, yaitu tunggu sampai ada putusan PK,” kata Taufiq kepada Republika, Selasa (29/1).

Menurutnya, walaupun sudah kalah di Pengadilan Negeri (PN), kemudian di Pengadilan Tinggi (PT) lalu kasasi, maka sebagai upaya hukum terakhir yaitu PK. Artinya, bila memang telah mencapai tahap itu, Pemprov harus mentaati putusan pengadilan.

“Apapun yang menjadi keputusan pengadilan harus dihormati harus dilaksanakan,” ujar dia.

Namun, dia menerangkan, secara prinsip, fraksi Demokrat berharap sumber daya air sebaiknya jangan sampai seluruhnya dikuasai oleh swasta. Sebab, sumber daya air merupakan kebutuhan hidup orang banyak.

Sebab, rujukan tertinggi di Indonesia adalah konstitusi. Dalam konstitusi, kata dia, jelas, bahwa bumi termasuk sumber daya air dan juga kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara. “Dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dia menekankan, perusahaan swasta dimungkinkan untuk turut mengelola sumber daya air. Namun, pengelolaan keseluruhan harus dilakukan oleh negara.

“Ya bisa swasta ikut boleh dalam penyediaan kah, dalam penyulingan air menjadi bersih atau apalah. Mereka kan punya teknologi. Tapi tidak hulu ke hilir,” ungkap dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membenarkan PK yang diajukan Kemenkeu terkait dengan swastanisasi air dikabulkan oleh MA. Putusan tersebut keluar pada 30 November 2018.

Menurutnya, pihaknya tak mengajukan PK atas putusan MA tersebut. Artinya, Pemprov menerima putusan itu. Bahkan, kata Anies, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah sebelum memutus kontrak terhadap kedua perusahaan swasta yaitu PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).

“Ya kami tidak mengajukan PK. Kami DKI menerima keputusan itu karena buat kita di Jakarta, ini jadi ketika ada keputusan dari MA terkait dengan privatisasi kami langsung menyiapkan tim untuk menyiapkan fase-fase transisinya dan sebetulnya sudah hampir final,” jelas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/1) lalu.

Pemprov, kata dia, juga kemudian tak bisa membuat langkah resmi berikutnya. Dia menyebut pihaknya harus melihat salinan putusan dikabulkannya PK tersebut. Menurutnya, dia belum melihat salinan itu meskipun telah diputuskan pada 30 November lalu.

“Tapi kami belum lihat salinannya, dari situ kami akan lihat.Tapi spirit kami adalah yang sekarang sudah jalan prosesnya kami akan jalan terus,” jelas Anies.

Dia juga memastikan, hasil PK tersebut tidak akan mengganggu langkah-langkah rencana berikutnya untuk memutuskan kontrak dengan kedua perusahaan swasta tersebut. Namun, dia menegaskan, akan tetap mengkaji dan memprosesnya sampai final hingga sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita dapat informasi itu sekitar minggu lalu. Dan pada saat terima informasi itu, saya bilang kita tunggu sampai keluar salinannya. Tunggu dulu sebentar sampai hukumnya aman,” kata Anies

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TkHDpX
January 29, 2019 at 09:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TkHDpX
via IFTTT

Ketua KPK: Dua Capres Kurang Bahas Penguatan KPK dalam Debat

Debat pertama capres-cawapres membahas tema hukum, korupsi, HAM, dan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan bahwa dua pasangan calon presiden dan wakil presiden kurang membahas penguatan KPK pada debat perdana yang diselenggarakan pada Kamis (17/1) lalu.

"Kalau kita lihat mohon maaf kalau saya sebut sedikit dalam debat kemarin kan kita menyaksikan sebetulnya masing-masing ingin memperkuat KPK," kata Agus saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran "Indeks Persepsi Korupsi Tahun 2018" di gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/1).

Debat perdana mengambil tema hukum, korupsi, hak asasi manusia, dan terorisme yang diikuti pasangan calon no urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Tetapi kalau kita lihat detilnya tuh dalam tanda kutip sebenarnya belum jelas memperkuat," ungkap Agus.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyinggung soal rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR RI pada Senin (28/1).

"Kemarin tuh saya ditanya DPR disuruh mendeclare kapan korupsi itu hilang dari Indonesia. Saya bingung, lho ini mestinya KPK hanya sebagai faktor yang bisa mengakselerasi," ucap Agus.

Ia pun juga menyatakan bahwa seharusnya presiden yang mempunyai agenda sangat kuat terhadap masalah korupsi.

"Yang harus berkomitmen itu adalah saya menyebut presiden yang harus mempunyai agenda yang sangat kuat mengenai korupsi ini. Kapan roadmap-nya kira-kira korupsi itu akan bisa kita hilangkan dan untuk mencapai roadmap tadi, jalan apa yang akan dilakukan itu mestinya beliau mempunyai komitmen," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UlicEI
January 29, 2019 at 09:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UlicEI
via IFTTT

Striker Timnas Cina Dipinang Espanyol

Langkah Wu dianggap bersejarah dalam perjalanan sepak bola Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Striker andalan tim nasional (timnas) Chna Wu Lei rela meninggalkan klubnya Shanghai SIPG demi petualangan pertamanya di Espanyol, klub kontestan La Liga Spanyol. Pemain yang baru saja memperkuat timnas Cina di Piala Asia 2019  Uni Emirat Arab (UEA) itu menandatangani kontrak tiga tahun dengan Espanyol.

"Espanyol telah memantau Wu Lei sejak lama dan penampilan terbaiknya juga menarik beberapa klub Liga Premier Inggris," demikian pernyataan Espanyol dalam bahasa Mandarin, Selasa (29/1).

Espanyol juga memastikan Wu akan mengenakan kostum tim barunya yang bermarkas di Barcelona itu dengan nomor punggung 24. Pada saat rekan setimnasnya pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek setelah langkah Cina terhenti di babak perempat final Piala Asia, Sina Sports melaporkan bahwa Wu masih berada di UEA untuk memastikan kontraknya dengan klub baru La Liga itu.

Hal itu menjadikan Wu sebagai pesepak bola Cina pertama yang menandatangani kontrak permanen dengan klub papan atas Spanyol. Memang sebelumnya Zhang Chengdong yang saat ini membela klub Hebei China Fortune telah menjadi pemain daratan Tiongkok pertama yang bermain di La Liga pada Desember 2015. Namun ia berstatus sebagai pemain pinjaman dari klub Beijing Guo'an.

Langkah Wu dianggap bersejarah dalam perjalanan sepak bola Cina karena pemain penyerang itu sudah lama mengidamkan bisa tampil di liga-liga utama Eropa. Sebelumnya, Zhang Yuning merupakan satu-satunya wakil Cina di divisi elite Eropa, meskipun ia harus berjuang di klub papan atas Liga Belanda dengan status pemain pinjaman dari klub Inggris West Bromwich.

Wu telah 27 kali merumput untuk mengantarkan Shanghai SIPG menjuarai Liga Super Cina (CSL) pada musim kompetisi tahun lalu. Pemain berusia 27 tahun itu juga menunjukkan kelasnya di Piala Asia saat ia mencetak dua gol dari kemenangan 3-0 atas Filipina pada 11 Januari lalu untuk membawa timnas Cina ke fase gugur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sVlrr2
January 29, 2019 at 09:25PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sVlrr2
via IFTTT

Kapolri Masih Tolerir Adanya Kampanye Negatif

Yang tidak boleh dilakukan adalah kampanye hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau seluruh tokoh masyarakat dan semua elemen partai untuk mengedepankan cara santun dalam berkampanye. Jika melalukan kampanye negatif, harus ingat ada batasnya yang bisa untuk ditolerir.

"Lakukan positif campaign, kampanye tentang program dan keunggulan masing-masing. Kalau ada negatif campaign sebatas tertentu masih bisa kita tolerir," ujar Tito Karnavian di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (29/1).

Tito menyebutkan, hal yang tidak boleh dilakukan adalah kampanye hitam, kampanye yang menyebutkan sesuatu yang tidak ada. Jika ada pihak yang melakukan kampanye hitam, maka pihak tersebut akan ditindak tegas.

"Semua kekuatan untuk monitoring intelijen baik di darat, baik di udara, di dunia siber, kita akan lakukan secara maksimal untuk memonitor dan mengawasi," ungkapnya.

Selain itu, Tito mengatakan, kepolisian mewaspadai kemungkinan panasnya suasana pascapemilihan suara pada Pemilu 2019. Kepolisian juga mewaspadai kerawanan yang terjadi pada pemilihan legislatif (pileg).

"Agar setiap daerah memetakan kerawanan-kerawanan. Melakukan pencegahan jangan sampai terjadi aksi-aksi konflik, anarki, dan lain lain," ujarnya.

Tito juga menyebutkan, kepolisian juga mewaspadai kemungkinan panasnya suasana pascapengambilan suara. Kepolisian menyoroti bukan hanya pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres), tetapi juga pileg.

"Pileg ini selain kompetisi antarpartai juga kompetisi antarcaleg, bahkan di satu partai. Ini juga ada kerawanan, ini juga harus bisa kita mitigasi dan kita tenangkan," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MG62Ur
January 29, 2019 at 09:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MG62Ur
via IFTTT

Persaingan Fintech Makin Ketat Dinilai Positif

Mengedukasi keuangan dinilai tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya pelaku financial technology (fintech) bermunculan terutama di bidang pembayaran (payment) membuat persaingan semakin ketat. Meski begitu, CEO Faspay Eddy Tju menilai, ketatnya persaingan tersebut justru positif. Apalagi pasar di Indonesia masih sangat besar.

"Maka pengembangan produk baru jadi sesuatu yang bagus. Menurut saya adanya kompetisi jangan direspons negatif," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa, (29/1).

Menurutnya, semakin banyak pemain fintech payment semakin bagus. Pasalnya, mengedukasi kesadaran keuangan atau inklusi keuangan tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

"Penetrasinya pun butuh waktu. Jadi semakin meriah semakin banyak," kata dia.

Senada dengan Eddy, CEO dan Co-Founder Bizhare Heinrich Vincent pun setuju adanya kolaborasi. Apalagi, perusahaan fintech equity crowdfunding ini merasa, model bisnisnya terbilang baru dibandingkan fintech bidang lainnya sehingga perlu menggandeng lembaga lain.

"Kami juga kolaborasi dengan bank. Di sini bank sebagai partner karena kita nggak bisa jalan sendiri, bedanya di segmen mana yang mau kita garap," katanya pada kesempatan serupa.

Ia menambahkan, fintech equity crowdfunding bukanlah kompetitor bagi bank maupun fintech lainnya, melainkan solusi alternatif bagi pendanaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). "Jadi equity crowdfunding merupakan urun dana berbasis saham. Kalau dulu orang patungan untuk model sosial bantu orang, ini tujuannya untuk investasi basisnya kepemilikan saham," kata Heinrich.

Hingga kini total pendanaan Bizhare ke UKM telah mencapai sekitar Rp 6,2 miliar. Dengan total pengajuan pendanaan sebanyak 638 dan jumlah investor yang terdaftar menembus 11.924.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FW0hBG
January 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FW0hBG
via IFTTT