Pages

Showing posts with label November 16. Show all posts
Showing posts with label November 16. Show all posts

Friday, November 16, 2018

Sasar Investor Muslim, Filipina akan Terbitkan Sukuk

Filipina akan menerbitkan payung hukum untuk legalisasi sukuk.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Pemerintah Filipina sedang menjajaki kemungkinan menerbitkan sukuk atau obligasi syariah untuk mendiversifikasi basis investor negara itu. Sekretaris Departemen Anggaran dan Manajemen Filipina, Benjamin Diokno mengatakan kemungkinan penerbitan sekuritas berbasis syariah atau sukuk sedang dipelajari oleh Departemen Keuangan.

Dia mengatakan para manajer ekonomi sedang mempertimbangkan untuk menambahkan jenis instrumen keuangan ini dalam strategi pembiayaan pemerintah untuk memungkinkan investor Muslim untuk berpartisipasi dalam pasar modal domestik.

“Komitmen Presiden kepada umat Muslim tidak hilang pada kami. Satu isu ekonomi penting yang kami amati adalah kurangnya akses ke instrumen keuangan yang sesuai syariah di pasar," kata Diokno dilansir di Philippines Star, Jumat (16/11).

Diokno mengatakan penerbitan obligasi memerlukan satu tahun lagi sebelum menjadi kenyataan sambil menunggu RUU yang bertujuan untuk meningkatkan perbankan Islam di Filipina.

"Saya tahu ada RUU di DPR yang akan memperkuat struktur Bank Al-Amanah, tapi itu mungkin akan memakan waktu satu tahun lagi," katanya.

RUU DPR 8281, yang berusaha untuk mengubah piagam Bank Investasi Islam Al Amanah Filipina, telah disetujui pada pembacaan kedua Selasa (13/11) lalu. Sementara mitranya, RUU Senat 668, masih menunggu keputusan.

Bank sentral Filipina, The Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) mengatakan langkah itu akan menyediakan kerangka hukum yang akan memungkinkan pengembangan perbankan dan keuangan Islam di negara tersebut.

Pemerintah mengeluarkan instrumen utang untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk membiayai defisit fiskal negara yang saat ini ditargetkan pada tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pada bulan Maret tahun ini, pemerintah menaikkan 1,46 miliar renminbi (230 juta dolar AS) dari penerbitan obligasi panda perdananya, yang mengambil rate kupon lima persen.

Pemerintah juga menjual obligasi Samurai senilai 107,2 miliar yen (1,39 miliar dolar AS) pada Agustus lalu, dengan jatuh tempo mencakup tiga tahun, lima tahun dan 10 tahun. Transaksi menghasilkan spread rata-rata tertimbang 34,7 basis poin di atas benchmark.

Biro Keuangan (BTr) sebelumnya mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan melakukan float (suku bunga mengambang) untuk obligasi Marawi, obligasi global berdenominasi AS dan suku bunga mengambang tercatat sebelum akhir 2018.

Untuk tahun ini, BTr diprogram untuk meminjam 986 miliar peso dari pemberi pinjaman dalam dan luar negeri, dan ini akan meningkat menjadi 1,19 triliun peso di 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ON3JOG
November 16, 2018 at 06:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ON3JOG
via IFTTT

Kartu Nikah dengan 4 Kolom Foto Istri? Kemenag: Itu Hoaks

Di kartu nikah keluaran Kemenag hanya tersedia kolom foto satu pasang pengantin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial tengah diramaikan dengan gambar yang disebut sebagai kartu nikah. Namun kartu bertuliskan ‘kartu nikah’ yang terlihat pada gambar, memiliki empat kolom pada sisi belakang kartu yang disediakan untuk foto istri, sedangkan kolom untuk foto suami berada di sisi depan kartu.

Menanggapi hal itu, Kementrian Agama, dengan tegas menyatakan bahwa gambar tersebut palsu, atau hoaks. Kasubdit Mutu Sarpras dan Sistem Informasi KUA Anwar Saadi menjelaskan, bentuk kartu nikah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, memiliki warna dasar hijau dengan campuran kuning, dilengkapi dengan kop Kemenag di bagian atas kartu. 

Sedangkan pada bagian tengah terdapat tiga kotak. Dua kotak di bagian atas untuk foto pasangan pengantin, sementara kotak bagian bawah akan diisi kode batang atau barcode yang jika dipindai akan muncul data-data lengkap tentang peristiwa nikah pemiliknya.

Data tersebut tersinkronisasi dengan data pada Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). “Itu (gambar yang tersebar di media sosial, Red) bukan bentuk kartu nikah yang kami keluarkan. Itu hoaks,” jelas Kasubdit Mutu Sarpras dan Sistem Informasi KUA Anwar Saadi melalui keterangan yang diterima Republika.co.id, Jumat (16/11).

Anwar menegaskan, di kartu tersebut, hanya tersedia kolom foto bagi sepasang pengantin. "Satu suami dan satu istri,” tegas Anwar.

Diketahui, beredar di media sosial, sebuah gambar yang disebut sebagai kartu nikah. Gambar tersebut menunjukkan sebuah kartu menyerupai kartu ATM berwarna kuning dengan tulisan “Kartu Nikah” berada di bagian tengah atas. Di pojok kiri atas terdapat gambar burung garuda Pancasila.

Sementara di pojok kanan atas terdapat logo Kementerian Agama. Tampak depan terdapat kolom foto untuk pria, chip berwarna coklat emas, serta kolom tempat dan tanggal menikah. Sementara tampak di bagian bawah, yang dianggap sebagai bagian belakang kartu, terdapat empat kolom yang disediakan untuk foto istri. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zbDHQa
November 16, 2018 at 06:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zbDHQa
via IFTTT

JK akan Hadiri Perayaan Milad ke-106 Muhammadiyah

Milad ke-106 Muhammadiyah mengambil tema

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) rencana menghadiri puncak perayaan Milad ke-106 Muhammadiyah 2018 secara Nasional. Milad akan digelar di Pura Mangkunegaran Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (18/11). "Persyarikatan Muhammadiyah akan memberikan penghargaan kepada Jusuf Kalla pada acara itu," kata Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta, Mohamad Ali di Solo, Jumat (16/11).

Wapres diberikan penghargaan tersebut karena JK dianggap telah memberikan kontribusi yang besar bagi Muhammadiyah baik di wilayah Sulawesi maupun tingkat nasional. Ia menambahkan pada acara tersebut diisi dengan refleksi yang dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Pada Milad ke-106 ini, mengambil tema "Ta'awun untuk Negeri".

Mohamad Ali mengatakan, tema itu, maknanya Muhammadiyah ingin lebih banyak ta'awun atau berbagi kepada negeri ini, untuk kemajuan dan mencerdaskan bangsa. Menurutnyai proses milad akan dilaksanakan sesederhana mukin. Muhammadiyah tidak akan bicara soal politik, tetapi semangat ta'awun. Pihaknya menilai negeri sedang tertimpa banyak masalah, maka perlu refleksi.

Dia mengemukakan momentum perayaan milad itu merupakan pemanasan menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada 2020.  Muktamar itu, akan digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Pabelan Sukoharjo.

Pihaknya mulai fokus kegiatan Muhammadiyah secara nasional banyak digelar di Solo, mulai 2018 hingga 2020. Dia menjelaskan PDM Surakarta bakal menggelar upacara milad di Kompleks Benteng Vastenburg Solo, pada Ahad (18/11) pagi.  Para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah kemudian mengadakan konsolidasi internal di UMS Surakarta.

"Panitia dalam acara puncak perayaan Milad Muhammadiyah akan mengundang sebanyak 4.000 orang. Selain Wapres, juga sejumlah Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan hadir. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga akan hadir dalam acara itu," terangnya.

Selain itu, panitia Milad Muhammadiyah juga bakal mengundang pimpinan partai politik (parpol), para duta besar negara asing, dan tamu undangan lainnya. Seperti para pengurus Muhammadiyah, para Rektor Universitas Muhammadiyah se-Indonesia, dan Direktur RS PKU Muhammadiyah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2z7XX5m
November 16, 2018 at 06:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2z7XX5m
via IFTTT

Kementan Tambah Impor Sapi Indukan

Ini dilakukan dalam rangka mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menambah sapi indukan impor dari Australia. Hal ini dilakukan dalam rangka mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

"Melalui upaya ini kita harapkan akan terjadi penambahan sumber produksi  sebagai pengerak peningkatan populasi dua tahun yang akan datang, sekaligus  bertambahnya usaha  berskala bisnis untuk ternak itu sendiri," ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono melalui keterangan tertulis.

Dengan penambahan indukan impor ini, secara nasional populasi sapi akan bertambah. Hal ini menjadi wujud investasi dan pondasi yang ditanamkan pemerintah sebagai komitmen dalam mewujudkan swasembada daging sapi 2022.

Pemerintah mau tidak mau juga harus membuat strategi pengembangan sapi potong ke arah struktur hulu, yaitu ke arah pembibitan dan pengembangbiakan. Pengembangan industri sapi dan daging sapi saat ini diakuinya, masih lebih berkembang ke arah hilir terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging.

Selain penambahan sapi indukan impor, pemerintah juga telah berupaya untuk meningkatkan pembiayaan di subsektor peternakan khususnya sapi, diantaranya dengan memperbesar alokasi anggaran untuk peternakan sapi. Sejak 2017 hingga saat ini alokasi APBN difokuskan pada Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak.

Ia mengatakan, esensi pengembangan sapi potong saat ini adalah mengubah pola pikir petani ternak, yang cara beternaknya selama ini masih bersifat sambilan. Menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi dirinya.

"Modal usaha itu kan sebenarnya yang terbanyak di masyarakat dan pelaku usaha, Pemerintah ini kan hanya selaku pemantik, sehingga untuk lebih membesarkan lagi industri pengembangan sapi potong ke arah pengembangbiakan berharap para pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut andil di dalamnya," ujarnya.

Terkait adanya anggapan dari beberapa pihak yang meragukan upaya pemerintah dalam mengembangkan sapi indukan impor ini, Sugiono menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

Kementerian Pertanian pada 2015-2016 juga telah melakukan importasi sapi indukan sebanyak 6.323 ekor yang didistribusikan ke 229 kelompok di 48 kabupaten/kota pada empat provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan Timur.

Menurutnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan bersama tim pada November 2018, telah terjadi peningkatan populasi sebesar 17,65 persen atau meningkat menjadi 7.439 ekor. Sehingga ada penambahan populasi sebanyak 1.116 ekor.

"Ini menunjukkan bahwa fasilitasi penambahan indukan impor dengan manajemen intensif cukup berhasil dan perlu dioptimalkan kembali," ujarnya.

Ia mengaku sempat menerima keluhan peternak terkait sapi Brahman Cross (BX) sulit untuk dikembangbiakkan. Namun menurutnya, setelah melihat kondisi di Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera (KPT-MS), Lampung Selatan, pada Kamis (15/11), menunjukkan bahwa sapi indukan impor dapat dikembangbiakkan. 

Bahkan di Lampung Selatan terjadi 87 ekor kelahiran dari 100 ekor sapi indukan BX yang diimpor. Dengan pengelolaan yang baik dan benar, sapi indukan impor juga dapat berkembangbiak dengan baik. Pengelolaan dapat dilakukan baik secara intensif maupun ekstensif tidak menjadi persoalan dalam pengembangan sapi BX tersebut.

Hanya saja, ia melanjutkan, yang perlu menjadi perhatian adalah manajemen pemeliharaan, yaitu penyediaan pakan yang berkualitas dan cukup, penyediaan air, budidaya, kesehatan hewannya dan lain-lain yang berpengaruh dalam peningkatan produktifitas dan reproduksi ternak itu sendiri.

"Saya yakin dengan adanya kerjasama dengan koperasi dan pendampingan yang baik ke peternak, maka indukan impor dapat dikembangkan dan akan terus berkembang biak," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QNFPo4
November 16, 2018 at 06:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QNFPo4
via IFTTT

Berobat ke Dokter, Harus Dihindari karena tak Syar'i?

Islam mengajarkan berobat dengan beragam cara, termasuk kedokteran modern.

REPUBLIKA.CO.ID, Dunia kedokteran modern dan tradisonal yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW, belakangan kerap dibenturkan. Bahkan sebagian kalangan enggan menempuh jalur medis modern dengan beragam alasan. 

Persoalan tersebut, ternyata telah mendera di banyak negara. Tak terkecuali Malasyia. Direktur pada Pusat Studi Ilmu Sains dan Lingkungan Institut Kefahaman Islam Malaysia (Institute of Islamic Understanding Malaysia/IKIM), DR Syekh  Mohd Saifuddeen Syekh  Mohd Salleh mengatakan sebagian orang memandang kedokteran modern adalah tidak Islami. 

Sebagian dipengaruhi teori konspirasi yang menyebutkan bahwa obat modern adalah agenda jahat atau illuminati atau orang Yahudi yang hendak menghancurkan umat Islam. 

Dia menyebutkan, di Malaysia, umumnya pasien terlambat datang ke dokter atau menunda mencari pengobatan setelah penyakitnya terdiagnosa. Untuk kasus kanker payudara, misalnya, diperkirakan hanya 20 persen pasien yang mencari pengobatan setelah didiagnosis dengan kanker payudara stadium I. 

“Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat, di mana 48 persen pasien dengan kanker payudara Stadium I pergi untuk mencari pengobatan,” kata dia. 

Padahal, kata Syekh  Mohd, kemungkinan keberhasilan lebih tinggi ketika penyakit diobati di tahap awal. Sayangnya, sejumlah pasien lebih memilih mencari perawatan alternatif di tahap awal.  Dalam banyak kasus, mereka hanya pergi ke dokter setelah kondisinya memburuk. 

"Dengan demikian, sangat penting bahwa kita mengembangkan pola pikir untuk mencari perawatan pada tahap awal. Menunda perawatan akan merugikan pasien. Untuk mengembangkan pola pikir ini, pendidikan dan kesadaran adalah penting," kata Syekh  Mohd Saifuddeen seperti dilansir New Straits Times, Jumat (16/11).

Dia mengatakan mengatakan, akan sangat disayangkan jika penyakit yang dapat dicegah dan diobati menjadi biasa hanya karena menolak mengambil langkah pencegahan, mencari pengobatan atau menyerah dan tidak melakukan apa-apa. 

Karena itulah, dia mendorong umat Muslim agar berupaya menemukan obat dan pengobatan, dan tidak hanya duduk dan berharap bahwa penyakit itu akan hilang. Setelah melakukan upaya (dengan mencari perawatan), barulah umat Islam berada dalam keadaan tawakkal (berserah diri pada Allah). 

Sementara itu, kata dia, obat modern dibuat di atas pengetahuan medis seperti yang dikembangkan oleh para cendekiawan Muslim di antaranya. Dalam buku Sejarah dan Peradaban Muslim, Ehsanul Karim menulis bahwa Ibn Sina menciptakan sistem pengobatan di mana praktik medis dapat dilakukan dan di mana faktor fisik dan psikologis, obat-obatan dan diet digabungkan.

Pembedahan modern tidak akan mungkin tanpa sumbangsih pikiran az-Zahrawi, yang dijuluki sebagai penemu pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus yang digunakan dalam operasi mata dan tali untuk jahitan internal.

Inokulasi juga bukan hal baru bagi umat Islam. Dua catatan pada 1714 dan 1716 menyoroti metode inokulasi yang digunakan dalam Kekaisaran Ottoman, yang kemudian diperkenalkan ke Inggris pada 1721 oleh Lady Mary Wortley Montagu, istri duta besar Inggris untuk Konstantinopel.

Syekh Mohd Saifuddeen menegaskan Muslim diperintahkan menemukan cara guna mengatasi setiap masalah dan kesulitan.  Walaupun terasa sulit, tetap harus ada upaya memecahkan masalah. 

Dia mengatakan pola pikir untuk tidak menyerah juga harus diterapkan ketika Muslim berusaha  mengatasi penyakit. Dalam hadis riwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada penyakit yang diturunkan oleh Allah kecuali bahwa Ia telah menurunkan penawarnya". Dia mengimbau umat Muslim  tidak perlu menghindari pengobatan modern. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zWAuni
November 16, 2018 at 06:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zWAuni
via IFTTT

Freeport Akui Masih Bahas Soal IUPK dengan Pemerintah

Freeport dan Kementerian ESDM sedang membahas detail isi dari IUPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sudah siap dilakukan. Hanya saja ternyata untuk bisa melaksanakan transaksi menurut Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin juga harus dipersiapkan persoalan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Budi menjelaskan proses transaksi divestasi bisa dilakukan jika pembahasan IUPK antara Freeport Indonesia dan Kementerian ESDM sudah selesai diputuskan. "Jadi ini bukan duluan siapa. Semua barengan. Tapi Freeport mesti diskusi dengan esdm dan lingkungan untuk bisa menyelesaikan urusan antara mereka. Ntar kalau udah selesai kita bayar, uang udah ada," ujar Budi di Dharmawangsa, Jumat (16/11).

Inalum dalam proses transaksi kata Budi, sudah mengantongi dana dan siap kapan saja melakukan transaksi. Dana yang Inalum himpun didapat dari Global Bond yang disepakati oleh beberapa investor yang siap untuk mengucurkan dana tersebut. Dana yang diperoleh Inalum dari hasil Global Bond sekitar empat miliar dolar AS atau Rp 52 triliun.

"Kita udah siap, kapan saja mau transaksi, kita sudah siap bayar," ujar Budi.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama menjelaskan saat ini benar bahwa Freeport dan Kementerian ESDM sedang membahas detail isi dari IUPK. "Pembahasan masih terus berlangsung," ujar Riza kepada Republika.co.id, Jumat.

Terkait apakah proses transaksi divestasi atau IUPK dulu yang diselesaikan, Riza mengatakan bahwa proses tersebut adalah satu rangkaian yang tidak terpisahkan. Riza menjelaskan keduanya akan diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

"Proses negosiasi, dengan Pemerintah seperti yang saya infokan sebelumnya, terdiri dari lima pokok divestasi, smelter, peningkatan penerimaan negara, stabilitas investasi, kelasungan operasi sampai 2041. Semuanya diselesaikan dalam satu kesepakatan," ujar Riza.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2K95pl5
November 16, 2018 at 05:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2K95pl5
via IFTTT

Psikolog: Pengawasan Orang Tua tak Bisa Digantikan Pengasuh

Orang tua perlu membangun komunikasi dua arah dan awasi pengasuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cucu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih meninggal dunia, Kamis siang (15/11). Achmad meninggal tercebur meski dalam pengawasan pengasuhnya.

Terkait kasus tersebut, psikolog Keluarga, Tika Bisono, mengatakan, pengasuh ataupun asisten rumah tangga (ART) tugasnya hanya membantu bukan untuk mendidik dan mengawasi seperti orang tuanya sendiri. Sehingga tidak tepat bila menyalahkan sang pengasuh secara total bila sang anak terluka, sakit atau bahkan meninggal.

Oleh karena itu, Tika melanjutkan komunikasi antara orang tua dan Nanny ini penting. Hal itu karena tidak semua pengasuh mendapat pelatihan untuk mengasuh anak. 

Maka, dari itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tika menyarankan untuk para orang tua berkomunikasi dua arah. " Jangan hanya satu arah saja dan menyerahkan semuanya ke nanny salah itu," ucapnya, Jumat (16/11).

Baca: Cucu Wiranto Meninggal Dunia

Selain itu, pengasuh juga harus dilatih untuk mengetahui segala hal tentang sang anak. " Nanny ini harus dilakukan intern training dari si orang tua yang menitipkan anaknya ini, dikasih tau bahwa anaknya tidak suka apa dan menyukai apa," ujarnya.

Sementara itu, banyak orang tua yang tidak mempunyai PRT tetapi melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap anak. Hal ini terjadi karena para orang tua tidak membaca buku dan menonton para ahli untuk menyikapi anak. 

"Sekarang banyak di internet tinggal dari kesadarannya saja, apalagi buku, penting sekali ini banyak buku parenting," ucapnya.

Tika menambahkan permasalahan orang tua yang bingung dan tidak siap mengajari anaknya, bisa berkonsultasi pada keluarganya terdahulu. " Kan punya keluarga, punya ibu, tanya bagaimana untuk menyikapi anak. Apapun keluarganya mau cerai atau apa. Pasti mereka mempunyai pengalaman. Penting banget mulai dari keluarga sendiri dulu," ucapnya.

Sementara bagi orang tua yang berkarier, Tika menyarankan agar meluangkan waktu untuk keluarga. " Prioritaskan keluarga, kantor belakangan," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PwvsIY
November 16, 2018 at 05:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PwvsIY
via IFTTT

Pemimpin Khmer Merah yang Masih Hidup Bersalah Atas Genosida

Vonis itu pertama kalinya pengadilan memutuskan Khmer Merah melakukan genosida.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Satu-satunya pemimpin senior Khmer Merah yang masih hidup telah terbukti bersalah melakukan genosida dalam sebuah putusan penting oleh pengadilan kejahatan perang yang berlangsung lama di Kamboja.

Nuon Chea (92 tahun) atau Saudara Nomor Dua bagi Pol Pot dan mantan presiden Khieu Samphan (87) dinyatakan bersalah atas genosida etnis Vietnam-Kamboja selama era Khmer Merah pada 1970-an. Meski demikian, para hakim di pengadilan Khmer Merah mengatakan walau genosida juga dilakukan terhadap minoritas Cham-Muslim yang dipaksa makan daging babi, dilarang shalat, dan membakar Alquran, kedua lelaki itu tak memiliki niat genosida.

Akibatnya, Nuon Chea dinyatakan bersalah melakukan genosida terhadap Cham dengan level tanggung jawab superior, sementara terdakwa lainnya dibebaskan dari dakwaan. Vonis pada Jumat (16/11) adalah pertama kalinya pengadilan memutuskan Khmer Merah melakukan genosida.

Diperkirakan dua juta orang Kamboja meninggal karena kerja paksa, kelaparan dan pembunuhan massal selama era Khmer Merah, yang berlangsung dari April 1975 hingga Januari 1979. Rezim ultra-Maois yang brutal, yang dipimpin oleh Pol Pot, memindahkan secara paksa penduduk dari daerah dan kota-kota. Mereka mengirim warga ke kamp-kamp kerja paksa pedesaan, sebuah eksperimen yang memporak-porandakan bangsa ini.

Kedua orang itu telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan pada 2014. Dalam putusan Jumat (16/11), mereka dinyatakan bersalah atas kejahatan lebih lanjut terhadap kemanusiaan termasuk perkawinan paksa, perkosaan, penganiayaan atas dasar agama dan ras, penghilangan paksa dan pemusnahan.

Orang-orang itu - yang mengaku sebagai pemimpin Khmer Merah tetapi menolak tuduhan terhadap mereka - menerima tambahan hukuman seumur hidup. Hukuman itu akan digabungkan dengan hukuman penjara yang ada.

Banyak pengamat percaya keputusan itu kemungkinan menandai keputusan akhir untuk pengadilan yang didukung PBB, yang telah menghadapi kecaman karena pengejarannya terhadap keadilan dan ruang lingkup yang terbatas. Didirikan pada 2006, Kamar Luar Biasa di Pengadilan Kamboja, sebagaimana diketahui secara resmi, sejauh ini hanya menghukum tiga orang dengan nilai lebih dari 400 juta dolar AS (atau setara Rp 4 triliun).

Satu-satunya orang lain yang dihukum adalah Kaing Guev Ek, yang dikenal sebagai Duch, yang mengoperasikan penjara terkenal S21 di Phnom Penh. Sebanyak 12 ribu orang tewas di penjara tersebut.

Pol Pot meninggal sebagai warga bebas pada 1998. Saudara Nomor Tiganya, Leng Sary dan istrinya, Leng Thirith dituntut tetapi meninggal sebelum mereka dapat diadili. Pengadilan masih memiliki tanggungan dua kasus, mengenai anggota-anggota dari kelompok berikutnya dalam hierarki Khmer Merah.

Tetapi seiring dengan menuanya terdakwa, pengadilan menghadapi tantangan pendanaan abadi dan oposisi politik yang kuat di Kamboja, tampaknya tidak mungkin mereka akan dituntut. Perdana Menteri Hun Sen - ia sendiri mantan komandan Khmer Merah - telah lama menjadi penentang keras kasus-kasus itu berlanjut.

Rebecca Gidley, seorang pakar di pengadilan yang berpusat di Australian National University (ANU), mengatakan Pemerintah Kamboja memiliki banyak hal yang dipertaruhkan. "Narasi yang telah dibangun oleh Partai Rakyat Kamboja selama beberapa dekade adalah segelintir kecil pemimpin jahat dan lainnya, termasuk diri mereka sendiri sebagai mantan pemimpin Khmer Merah, tak bersalah atas semua kejahatan yang terkait dengannya," kata Gidley.

"Jadi setiap perluasan target tersangka adalah ancaman terhadap narasi yang telah mereka bangun sejak 1979," katanya.

Dengan hampir 40 tahun berlalu sejak jatuhnya rezim itu akibat invasi yang didukung Vietnam, banyak orang Kamboja mengatakan mereka sekarang lebih memilih untuk melihat masa depan daripada tinggal di masa lalu. Hampir 70 persen penduduk Kamboja berusia di bawah 30 tahun, yang berarti sebagian besar penduduk tidak hidup melalui masa tergelap di negara mereka.

Direktur Pusat Dokumentasi Kamboja Youk Chhang yang mengkategorikan kekejaman yang dilakukan di bawah Khmer Merah mengatakan tidak ada yang melarikan diri dari fakta negara itu sekarang dibentuk oleh "ladang pembantaian" yang terkenal.

Ia mengatakan periode itu harus diingat, agar tidak terjadi lagi. "Tidak seorang pun ingin tinggal di era Khmer Merah, tidak ada yang ingin mengingat Khmer Merah ... tetapi bagaimana Anda bisa melupakan kejahatan yang dilakukan terhadap kerabat Anda, saudara dan saudari Anda sendiri, dan jutaan rekan Anda? Lukanya dalam sehingga tak mungkin dihapus dari ingatan Anda" tanya Chhang.

Chhang, yang juga seorang penyintas Khmer Merah, mengatakan putusan Jumat (16/11) adalah tonggak bersejarah bagi Kamboja. "Kami didorong oleh komunitas internasional untuk menghadapi masa lalu kami yang mengerikan, dan kami melakukan ini. Jadi dengan menghadapi ini - melalui pengadilan, melalui pendidikan - saya pikir Kamboja [menunjukkan] banyak keberanian dan menunjukkan sisi yang lain, yang merupakan ketahanan rakyat Kamboja," katanya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QLtbpH
November 16, 2018 at 05:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QLtbpH
via IFTTT

In Picture: Polisi Tetapkan HS Tersangka Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Pelaku pun kini telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lebih lanjut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan HS sebagai tersangka, dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku pun kini telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lebih lanjut dan pelengkapan berkas-berkas.

Korban pembunuhan di Bekasi merupakan satu keluarga. Yakni Diperum Nainggolan (38 tahun) beserta istrinya, Maya Boru Ambarita (37), serta kedua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggola (7).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fzu9V8
November 16, 2018 at 05:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fzu9V8
via IFTTT

Hijrah 100 Persen

Banyak dari pemuda-pemudi yang mendeklarasikan diri ingin berhijrah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena hijrah sedang melanda pemuda-pemudi di Tanah Air. Terutama pada Muslim perkotaan seperti Jakarta. Banyak dari mereka yang mendeklarasikan diri ingin berhijrah.

Salah satu yang dilakukannya adalah mengubah cara mereka berpakaian dari tidak berhijab menjadi berhijab bagi perempuan. Sedangkan, laki-laki mulai mengenakan busana Muslim.

Menurut Ustaz Fatih Karim dalam kajian pada Hijrah Fest 2018, belum lama ini, hijrah bukan sekadar mengubah cara berpakaian. Para pelaku hijrah juga harus lebih mendekatkan diri kepada Allah. Menurut dia, hijrah harus tidak setengah-tengah, tapi 100 persen."Jangan-jangan kita ma nusia setengah hijrah," ujar dia.

Ustaz Fatih meminta kepada mereka yang berniat hijrah agar berhijrah 100 persen. Menurut dia, sesuatu yang tidak dikerjakan dengan 100 persen hasilnya tidak akan maksimal. Dia men con toh kan, ketika seorang yang ingin ber obat, pasien itu pun ha rus meminum obat 100 persen agar penyakitnya cepat sembuh.

Ustaz Fatih juga menceritakan tentang pengalaman hidupnya selama ini. Dia mengungkapkan perjalanan hidupnya selama membuatnya sadar bahwa hidup pun harus dijalani 100 persen. Ji ka tidak demikian, dia menegaskan, tidak akan mendapatkan apa pun yang diharapkan. "Ru mus pertama adalah kalau tidak 100 persen kita bisa dapat nol per sen," kata Ustaz Fatih.

Menjalani hidup 100 persen pun juga sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut ditunjukkan Nabi Muham mad dengan menjawab salam de ngan lengkap ketika disapa oleh seseorang. Begitu juga dalam ber dakwah, Nabi Muhammad pun melakukannya dengan 100 persen.

Ustaz Fatih menyoroti banyak nya orang yang menahbiskan dirinya sudah hijrah. Menurut dia, pengakuan tersebut tidak semestinya dilakukan. Sebab, hijrah itu sendiri adalah sebuah proses memperbaiki diri hingga ajal menjemputnya.

Para ulama mengatakan, hijrah 100 persen me rupakan sebuah upaya mening gal kan yang dilarang oleh Allah. "Hijrah sempurna adalah yang meninggalkan yang dilarang," kata Ustaz Fatih menegaskan.

Meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah, Ustaz Fatih berpendapat, bukan hal yang mudah. Dia mengungkapkan, pekerjaan tersebut berkaitan dengan nafsu. Jika tak bisa mengendalikan naf su akan cenderung kesulitan me ninggalkan larangan Allah.

Karena itu, Ustaz Fatih mengajak umat Islam agar berubah ke arah yang lebih baik. Dia mencontohkan, bagi mereka yang shalat sendiri agar berjamaah di masjid. Mereka yang tidak bisa membaca Alquran agar belajar Alquran. Tak hanya itu, hidup di dunia pun harus berubah karena alam pun berubah.

Mereka yang tidak ingin berubah akan siap-siap untuk mengalami kepunahan. Selayaknya alam, dia menjelaskan, manusia setiap zaman pun mengalami perubahan. Hijrah 100 persen merupakan jalan agar manusia tidak punah dengan cara meninggalkan larangan Allah.

Ustaz Fatih menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang berhijrah 100 persen antara lain ber tak wa. Takwa itu memiliki ci ri-ciri, yakni memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Contoh nya takut untuk melakukan perbuatan korupsi. Mereka akan se lalu merasa diawasi oleh Allah. "Allah tak terlihat bukan karena gak ada, karena mata kita terbatas," ujar dia.

Kemudian, dia menjelaskan, orang yang bertakwa merupakan orang yang selalu ridha terhadap sesuatu yang sedikit didapatkannya. Dia selalu bersyukur atas apa yang didapatkannya walau pun tidak banyak. Ciri takwa selan jut nya adalah mengamalkan seluruh perintah Allah tanpa terkecuali.

Menurut dia, mereka yang me lak sanakan perintah Allah menandakan akidahnya lurus. Termasuk sibuk mempersiapkan bekal menghadapi kematian ada lah ciri dari takwa. Setiap saat mereka meminta ampunan kepa da Allah agar dosa-dosanya dapat terhapus dan memudahkan ma suk surga.

Ustaz Fatih mengatakan, ada perbuatan yang pahalanya da pat mengalir abadi meskipun su dah meninggal dunia. Perbuat an tersebut yaitu sedekah dan il mu yang bermanfaat serta anak-anak saleh yang mendoakan orang tua nya. Ustaz Fatih juga mengajak jama ah agar tidak meninggalkan sha lat dan puasa agar semakin istiqa mah dalam berhijrah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qQW88q
November 16, 2018 at 05:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qQW88q
via IFTTT

Ganjar Minta OJK Bantu UMKM Buka Akses Permodalan

Ganjar yakin OJK dapat membantu untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa membuka lebar akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerahnya. Juga akses permodalan bagi nelayan, petani, pedagang dan bisnis startup yang saat ini kian menggeliat di Jawa Tengah.

"Mengapa saya minta, karena OJK ini memiliki kekuatan dahsyat untuk membantu mengupayalan akses permodalan," kata gubernur, saat memberikan sambutan pada pelantikan Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY di Kantor OJK Semarang, Jumat (16/11).

Dengan regulasi dan wewenang tentang lembaga keuangan, Ganjar yakin OJK dapat membantu untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Selama ini, jelas gubernur, persoalan klasik yang dihadapi oleh para pengusaha kecil termasuk nelayan, pedagang dan petani adalah permodalan.

Mayoritas dari mereka tidak dapat mengakses permodalan melalui lembaga keuangan (perbankan) karena dianggap tidak bankable. "Maka kami dorong agar OJK dapat membuat industri kecil kita menjadi Bankable. Caranya bagaimana, tentu OJK memiliki regulasinya," tegasnya.

Maka clustering dan pembinaan dibutuhkan, entah dengan Corporate Social Responsibility (CSR), pembinaan-pembinaan atau melink kan dengan yang lain. "Kompetensi itu ada di OJK dan kami berharap di bawah kepemimpinan kepala yang baru OJK dapat membantu kami dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Selain persoalan akses modal, lanjut Ganjar,  peran OJK juga sangat penting dalam hal literasi keuangan pada masyarakat. Maraknya kasus penipuan jasa keuangan abal-abal menjadi bukti masih lemahnya literasi keuangan di masyarakat.

Literasi keuangan ini penting agar warga Jawa Tengah bisa memahami segala macam bentuk jasa keuangan. "Sehingga, warga  Jawa Tengah  nanti melek dan tidak ada lagi menjadi korban akses permodalan abal- abal," tandasnya.

Sementara itu, dalam pelantikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah- DIY dilaksanakan di Kantor OJK Semarang. Aman Santosa dipercaya menjadi Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah- DIY yang baru menggantikan pejabat lama, Bambang Kiswono. Acara pelantikan dipimpin oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Dalam kesempatan ini, Aman Santosa mengatakan akan berupaya membantu Pemprov Jawa Tengah dalam memajukan perekonomian. Ia menegaskan, sektor perbankan di Jawa Tengah pada September 2018 mengalami pertumbuhan yang cukup positif.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset yang mampu mrncatatkan sebesar Rp 403,7 triliun, kredit sebesar Rp 294,38 triliun dan dana pihak ketiga yang tumbuh mencapai Rp 305,9 triliun.

Selain itu, perkembangan industri jasa nonbank di Jawa Tengah juga meningkat. Tercatat, pembiayaan pada perusahaan pembiayaan sebesar Rp 49,74 triliun, atau meningkat 6,62 persen dari share nasional sebesar 11,01 persen.

"Sedangkan perkembangan sektor pasar modal, jumlah single investor identity (SID) di Jateng juga meningkat. Tercatat sebanyak 72.675 SID dengan nilai transaksi saham sebesar Rp3,18 triliun," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qPIYIY
November 16, 2018 at 05:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qPIYIY
via IFTTT

Ini Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Polisi telah menangkap tersangka pembunuhan bernama Haris Simamora.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Kota Bekasi, telah menangkap satu pelaku pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku yang bernama Haris Simamora (23) ditangkap di kaki Gunung Guntur Garut, Jawa Barat, dan telah diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Ia pun menceritakan kronologi pembunuhan bengis tersebut.

Pada Senin (12/11) sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku mendatangi rumah korban dan menginap di rumah korban, hal ini memang sudah sering dilakukan pelaku. “(Pada hari itu) terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku yang mengakibatkan pelaku sakit hati kepada korban,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11).
Pertengkaran didasari karena kos-kosan yang dikelola korban, dulunya sempat dikelola oleh pelaku. Saat berpindah jadi dikelola korban, pelaku merasa kesal. Ditambah lagi dengan cacian dan makian yang dilontarkan korban, membuat pelaku menjadi semakin emosi.
Kemudian masih pada Senin sekitar pukul 23.00 WIB, pasangan suami istri dan dua anak yang menjadi korban pembunuhan itu, hendak beristirahat. Sementara pelaku berada di dapur sembari memainkan handphone miliknya.
“Ketika di dapur, pelaku melihat linggis. Dan saat itu juga timbul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban karena pelaku sakit hati dengan para korban,” papar Wahyu.
Pelaku membawa linggis dari dapur dan memukul korban pertama (Diaperum Nainggolan) ke arah kepala, kemudian menusuk leher korban serta menggorok leher dengan menggunakan linggis. Selanjutnya, pelaku memukul korban kedua (Maya Ambarita) dengan menggunakan linggis ke arah kepala, juga menusuk leher korban serta menggorok leher dengan menggunakan linggis itu.
Setelah kedua korban tergeletak di ruang tengah, kedua anak korban keluar dari kamar melihat kedua orang tuanya, lalu bertanya kepada palaku apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Selanjutnya, pelaku mengatakan bahwa orang tuanya sedang sakit dan menyuruh dua anak itu untuk tidur kembali.
Pelaku menemani kedua anak korban di dalam kamar sampai benar-benar dipastikan bahwa kedua anak tersebut tertidur, kemudian muncul dalam pikirannya ditakutkan perbuatannya kepada orang tuanya akan ketahuan oleh orang. Maka, muncul niat untuk menghilangkan nyawa kedua anak tersebut.
Selanjutnya pelaku mencekek korban ketiga (Sarah Boru Nainggolan) di bagian leher sampai benar-benar tidak bernapas. Tersangka lalu mencekek korban ke empat (Arya Nainggolan) di bagian leher juga sampai tidak bernapas.
“Setelah kedua anak tersebut meninggal, selanjutnya pelaku mengecek lemari yang ada di dalam kamar, dan melihat uang sebesar Rp 2 juta dan kunci mobil merek Nissan X-Trail warna Silver dengan nomor polisi B 1075 UOG yang merupakan milik korban,” kata Wahyu.
Pelaku mengambil mobil dan uang tersebut, lalu pergi tergesa-gesa keluar dari rumah itu menuju ke kos-kosannya yang beralamat di Kampung Pasir Limus, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Namun di tengah perjalanan, pelaku mampir terlebih dahulu di jembatan Sungai Kalimalang yang ada di Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, untuk membuang barang bukti yang digunakan untuk melakukan pembunuhan yaitu linggis.
Setelah tiba di kamar kosannya, pada Selasa (13/11) sekitar pukul 06.00 WIB pelaku langsung mandi dan berganti pakaian. Pelaku kemudian pergi ke Klinik Pasir Limus untuk mengobati luka sobek yang ada pada jari tangannya, akibat terkena linggis saat memukul korban.
Setelah mengobati lukanya di klinin, pelaku kembali lagi ke kamar kos dan mengambil mobil untuk dipindahkan ke kamar kos teman pelaku yang berada di Jurong Cikarang. Kemudian Pelaku pergi ke terminal menggunakan ojek motor.
“Setelah tiba di terminal, pelaku menaiki bus Primajasa jurusan Bekasi-Garut untuk pergi ke Gunung Guntur. Tapi karena pelaku menunggu lama tidak mendapatkan bus yang menuju Garut, pelaku kembali lagi ke kamar kosnya untuk mengambil motor.   Pelaku berangkat kembali ke terminal bus dengan menggunakan motornya dan mendapatkan bus yang akan berangkat dari Cikarang-Garut,” papar Wahyu.
Pelaku lantas berangkat menggunakan bus menuju ke Gunung Guntur. Setibanya di terminal Kabupaten Garut, pelaku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek menuju pos pendakian Gunung Guntur, kemudian pelaku beristirahat sambil memantau informasi tentang peristiwa pembunuhan yang dilakukannya melalui media sosial Facebook.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Tim Gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kabupaten Garut, dan kepolisian pun langsung menemukan serta melakukan penangkapan terhadap pelaku. Selanjutnya pelaku dibawa guna dilakukan pemeriksa di Polda Metro Jaya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2B9LAqM
November 16, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2B9LAqM
via IFTTT

75 Penderita Diabetes tak Terdeteksi

Dari tahun ke tahun jumlah penderita diabetes terus mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyatakan sekitar 75 persen penderita diabetes tidak terdeteksi sejak awal sehingga tidak melakukan pengobatan secara teratur. "Ini data secara nasional, kalau data kami dari total penderita diabetes baru 25 persen yang sudah berobat," kata Ketua Persadia Kota Surakarta Sugiarto di sela jumpa pers tentang peringatan Hari Diabetes Sedunia, Jumat (16/11).

Ia mengatakan dari tahun ke tahun jumlah penderita diabetes terus mengalami kenaikan. Terakhir kenaikannya mencapai delapan persen. Menurut dia, saat ini satu dari 12 orang di Indonesia mengidap diabetes.

"Melihat kondisi tersebut, masyarakat harus diberikan penyuluhan. Ini untuk mengetahui penyebab diabetes, salah satunya pola hidup yang tidak sehat," katanya.

Ia mengatakan saat ini banyak orang yang memilih hidangan restoran atau cepat saji yang diolah dengan cara digoreng, dibakar, dan dioven. Menurut dia, pengolahan dengan cara tersebut merupakan sumber radikal bebas.

"Akhirnya menyebabkan racun dan merusak tubuh kita. Pankreas kena racun membuat tubuh kita kekurangan insulin dan akhirnya kadar gula meningkat," katanya.

Selain itu, makanan yang diolah akan berdampak pada hilangnya vitamin dan sari makanan sehingga kadar mineral berkurang. Ia mengimbau masyarakat banyak mengonsumsi buah dan sayuran mentah.

Upaya lain untuk meminimalisasi risiko terkena diabetes adalah dengan berolahraga secara teratur. Ia mengatakan idealnya olahraga dilakukan sekitar 30-60 menit/hari atau 150 menit/pekan.

"Olahraga yang dianjurkan, yaitu aerobik, jogging, sepeda, dan berenang. Ketika aktif berolahraga maka kadar gula, tekanan darah, dan kolesterol juga turun. Selanjutnya timbul rasa senang dan hormon jelek akan berkurang. Ini bisa menurunkan risiko kena penyakit," katanya.

Ketua Panitia Peringatan Hari Diabetes Dunia Eva Nia Muzisilawati mengatakan berdasarkan data dari WHO di Indonesia penyakit diabetes termasuk 10 besar penyebab kematian tertinggi, yaitu 1,3 juta orang/tahun. "Sedangkan pada 2030 diprediksikan penyakit ini menempati posisi ketujuh penyebab kematian tertinggi di dunia. Jangan sampai prediksi ini jadi realita. Ini alarm bagi dunia kesehatan kita," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RZfVhy
November 16, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RZfVhy
via IFTTT

2019, Banyumas Dapat Rp 66 Miliar untuk Proyek Jalan

Bupati sudah mengusulkan pembangunan kepada kemenPUPR

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pada 2019, Kabupaten Banyumas akan mendapat alokasi anggaran dari Kementerian PUPR senilai Rp 66,6 miliar. Alokasi anggaran tersebut, hanya digunakan untuk perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi menyebutkan, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan/jembatan di Banyumas ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2018. Pada tahun ini, anggaran yang dialokasikan Kementrian PUPR di Banyumas tercatat sebesar Rp 55,484 miliar.

''Anggaran sebesar itu, digunakan untuk preservasi dan rekonstruksi ruas jalan sepanjang 68,03 km dan penanganan jembatan sepanjang 735,90 meter,'' jelasnya.

Anggaran tersebut, merupakan bagian dari  proyek rehabilitasi daerah irigasi Serayu yang dianggarkan secara multiyears dari tahun 2017-2020 sebesar Rp 500 miliar dan proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Tajum (anggaran multiyears) dari tahun 2017-2019 sebesar Rp 125 miliar.

Irawadi juga menambahkan, dalam hal pembangunan infrastruktur tahun 2019, Bupati Achmad Husein sudah mengajukan sejumlah usulan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Dalam usulan tersebut, Bupati mengajukan usulan mengenai pembangunan Jalan Lingkar Patikraja-Purwokerto dan percepatan pembangunan tol Brebes–Wangon–Cilacap.

''Dalam pembangunan jalan lingkar Patikraja-Purwokerto, Pemkab sudah melakukan pembebasan lahan pada tahun 2018 ini, sehingga tingga pelaksanaan pembangunan fisik. Sedangkan untuk pembangunan jalan tol, menjadi salah satu usulan jangka menengah oleh Kementerian PUPR,'' kata dia.

Untuk pembangunan irigasi, Irawadi menyebutkan, Bupati juga sudah mengusulkan pembangunan embung Sangkur di Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen yang akan mengairi sawah seluas 143 haktare, dan pembangunan sistem pembangkit sinar matahari untuk mendukung pompa irigasi Kebasen yang sudah ada.

Mengenai pembangunan jalan underpass di perlintasan KA Jalan Jenderal Soedirman, Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono, memastikan proyek tersebut akan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2018 ini. ''Rencananya, proyek ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 90 persen,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PtOj7r
November 16, 2018 at 05:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PtOj7r
via IFTTT

Ini Perusahaan yang akan Garap Proyek Kartu Nikah

PT Pura Barutama adalah perusahaan yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pura Barutama, merupakan perusahaan yang berhasil mendapatkan tender penggarapan kartu nikah yang dirancang Kementerian Agama. Perusahaan ini menawarkan harga untuk penggarapan proyek sebesar Rp 688,6 juta.

Dari penelusuran Republika.co.id di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenag, diketahui bahwa tender proyek kartu nikah ini disebut dengan 'Pengadaan Kartu Nikah Ditjen Bimas Islam Tahun Anggaran 2018'. Pagu anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp 7,4 miliar. Sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam tender penggandaan kartu nikah itu sebesar Rp 1 miliar.

Awalnya, masih dalam laman yang sama, ada 25 perusahaan yang menjadi peserta tender proyek kartu nikah. Dari puluhan perusahaan ini, ada yang berbadan hukum CV dan PT. Ke-25 perusahaan itu disaring hingga menjadi tiga perusahaan.

Pesaing PT Pura Barutama adalah PT Solo Murni dan PT Trisakti Mustika Graphika. PT Solo Murni dalam proses tender tersebut menawarkan harga sebesar Rp 807,6 juta. Sedangkan harga penawaran dari PT Trisakti Mustika sebesar Rp 862,4 juta.

Dalam proses tersebut, PT Solo Murni tersingkir karena beberapa hal. Antara lain, tidak melampirkan Sertifikat SMK3/OHSAS 18001, tidak melampirkan sertifikat ISO 14001 dan ISO 9001. Serta laporan keuangan terakhir yang sudah diaudit. Selain itu, pengalaman perusahaan juga dianggap tidak sesuai dan perusahaan.

Dan untuk diketahui, PT Pura Barutama yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, itu menawarkan harga di bawah dua perusahaan pesaingnya. Sebab PT Pura dalam harga penawarannya, sedikitnya lebih murah Rp 100 juta dari dua perusahaan yang bersaing.

Sebelumnya, Kemenag melalui Ditjen  Bimas Islam baru-baru ini mengeluarkan terobosan inovasi penerbitan kartu nikah. Kasubdit Mutu Sarana Prasarana dan Sistem Informasi KUA Kementerian Agama, Anwar Saadi mengatakan, tidak ada istilah bagi-bagi proyek dalam pengadaan kartu nikah yang baru diluncurkan Kemenag.

Anwar mengatakan, pengadaan kartu nikah dilakukan melalui tender terbuka dan dengan proses yang transparan. Proses tender dilakukan oleh Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik Kemenag. Namun, ia tidak menyebutkan siapa perusahaan pemenang tender tersebut.

"Pengadaan kartu nikah dilakukan melalui tender terbuka. Makanya kalau dibilang bagi-bagi proyek itu keliru, siapa pun yang menang itu terbuka. Lalu siapa perusahaan pemenangnya, saya kira itu tidak usah diumumkan ke publik," kata Anwar kepada Republika, Kamis (15/11) kemarin.

Biaya pencetakan kartu nikah 2018, kata Anwar, relatif murah, yaitu Rp 680. Menurutnya, yang mahal adalah aplikasi datanya. Di tahap awal, Kemenag telah mencetak sebanyak 500 ribu pasang kartu nikah. Pada 2019 mendatang, pemerintah berencana akan menerbitkan sebanyak 2.500.000 kartu nikah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2K7dAyg
November 16, 2018 at 05:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2K7dAyg
via IFTTT

Kemendikbud Bagi Wilayah Indonesia Menjadi 2.578 Zona

Semua penanganan pendidikan akan berbasis zona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan terus memperkuat sistem zonasi untuk kemajuan dunia pendidikan. Tahun depan seluruh wilayah Indonesia akan dibagi menjadi 2.578 zona.

"Ada 2.578 zona di seluruh Indonesia yang telah disepakati oleh dinas-dinas pendidikan. Jadi nanti semua penanganan pendidikan akan berbasis zona," kata Muhadjir, Jumat (16/11).

Setelah disepakatinya jumlah zona, lanjut Muhadjir, maka nantinya semua penanganan pendidikan akan berbasis zona. Menurut dia, Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang menerapkan sistem zonasi di Asia Tenggara.

Seperti halnya Singapura yang telah menerapkan zonasi sejak 12 tahun yang lalu. Lalu Australia, Amerika Serikat, dan Jepang juga menerapkan sistem zonasi dalam pendidikan.

"Jadi saya harap agar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) itu ke depannya menyediakan jurusan mayor dan minor untuk setiap calon guru. Di mana guru mengajar minimum 2 mata pelajaran yang serumpun, contohnya Sosiologi dengan Antropologi," ujar dia.

Program mayor dan minor dinilai efektif, karena selama ini satu guru hanya mengajar satu mata pelajaran dan jika mau mengajar lebih dari satu mata pelajaran akan dikatakan tidak linier dan tidak diakui. Hal itulah yang menurut Muhadjir menjadi salah satu pemborosan.

Sebelumnya, Kemendikbud juga mengaku telah menyosialisasikan perubahan skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 secara menyeluruh. Kemendikbud mengklaim sejauh ini tidak ada pemerintah daerah ataupun sekolah yang resisten atau menentang terhadap PPDB berdasar pada zonasi tersebut.

Staff Ahli Kemendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw mengungkapkan, sosialisasi secara masif telah dilakukan secara regional yang melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi.

"Sementara belum ada yang resisten terhadap kebijakan ini, karena sesungguhnya tujuan daripada zonasi ini adalah memberikan kesempatan bagi semua anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama," ungkap James beberapa waktu lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BbP2Bp
November 16, 2018 at 05:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BbP2Bp
via IFTTT

ASEAN-US cooperation is not a zero sum game: Jokowi

Jokowi urges US to strengthen its economic cooperation with ASEAN member countries.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPORE -- Indonesian President Joko Widodo (Jokowi) has urged the United States of America to strengthen its economic cooperation with the ASEAN member countries based on a win-win solution instead of a zero sum game. The values of ASEAN and US economic cooperation have gone beyond the calculations of trade surplus and deficit, he state.

"The ASEAN-US cooperation is not a zero sum game. Instead, it is a win-win game," Jokowi told the ASEAN leaders and US Vice President Mike Pence at the sixth ASEAN-US Summit taking place on the sidelines of the 33rd ASEAN Summit here on Thursday.

According to Jokowi, the services and commodities that the US has exported to the ASEAN member countries have increased around 81 percent over the past decade. As a result of the US-ASEAN trading activities, the US is able to create more than 550 thousand jobs, and at least 3 thousand US companies have been operating in the member countries of this regional grouping, Jokowi remarked.

"Instead, the value of investments of the ASEAN member states in the United States of America, which was recorded at US$2.3 billion in 2004, had increased to $26 billion in 2015. It means that the value has increased around 1 thousand percent," he explained.

The ASEAN economy is also predicted to grow around five percent per year making its economic growth the world's fourth biggest in 2050. Both ASEAN and the US could not get rid of the economic cooperation because it had brought them prosperity, Jokowi elaborated. He also called on the ASEAN member states to strengthen the economic cooperation among themselves.

In other part of his speech, he also touched on the importance of a two-state solution as the only peaceful way to ensure an independent Palestine. "To achieve just and permanent peace, the only way is to ensure that peace is created based on the two-state solution," Jokowi noted.

The two-state solution will end the Palestinian-Israeli conflicts, which will help create peace and stability in the Middle East and the entire world, he remarked, adding that the Palestinian issues were crucial for Indonesia's diplomacy.

Hence, Jokowi urged all parties to pay further attention to a collective endeavor to resolve Palestinian-Israeli issues through the two-state solution, as it was believed to be able to bring lasting peace and justice to the region.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fq9BOI
November 16, 2018 at 05:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fq9BOI
via IFTTT

Menikmati Soto Negeri Gajah Putih

Soto Thailand (ilustrasi)

Foto: Republika TV/Surya Dinata
EMBED
Thailand ternyata memiliki kuliner soto layaknya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Thailand ternyata memiliki kuliner soto layaknya Indonesia. Soto Thailand dikenal dengan nama tom thai. Menu ini yang coba ditawarkan restoran dengan masakan Thailand, Tom Thai Restaurant.

Manager Thom Thai, Indria Ratu Patimasang menjelaskan, yang membedakan soto Thailand adalah komposisi bumbunya. Bumbu yang digunkan langsung dikirim dari negeri asalnya. Restoran yang ada di bilangan Cipete, Jakarta Selatan ini memang ingin menonjolkan soto khas Thailand.

Selain menyajikan soto thailand, Tom Thai juga menyajikan beragam menu negeri Thailand lainnya. Seperti pad thai, tom yum, nasi goreng nanas, dan beragam menu khas negeri gajah putih.

Indria mengaskan, bumbu-bumbu masakan yang digunakan Tom Thai otentik dari Thailand. Sehingga masyarakat bisa merasakan langsung menu-menu masakan dengan cita rasa khas asli dari Thailand.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Surya Dinata Irawan
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qOAPEo
November 16, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qOAPEo
via IFTTT

Hamsik Sesumbar Usai Jeda Internasional Napoli Pepet Juve

Skuat polesan Carlo Ancelotti tertinggal enam poin di belakang Juventus.

REPUBLIKA.CO.ID, NAPOLI -- Kapten Napoli Marek Hamsik puas dengan kinerja timnya sejauh ini. Skuat Partenopei berada di kursi runner-up klasemen sementara Serie A Liga Italia.

Mengantongi 28 poin, skuat polesan Carlo Ancelotti tertinggal enam poin di belakang Juventus di singgasana. Berikutnya di Liga Champions Eropa. Napoli kini mengemas enam poin dari empat laga. Partenopei berada di peringkat pertama Grup C, unggul head to head di atas Liverpool di tangga kedua.

"Setelah jeda internasional, kami akan mencoba masuk ke babak 16 besar Liga Champions dan mengurangi selisih poin dengan Juve," kata Hamsik mengutip dari Football Italia, Jumat (16/11).

Saat ini, klub-klub Eropa memasuki masa rehat. Ada agenda uji coba internasional dan Liga Antarbangsa Benua Biru.

Baru setelah itu, jadwal kembali berjalan normal. Napoli akan menjamu Red Star di San Pauolo, Kamis (29/11) dini hari WIB.

Itu terjadi pada matchday kelima Grup C Liga Champions Eropa. Sebelum duel tersebut, Partenopei terlabih dahulu meladeni Chievo Verona di Serie A. "Kami menunjukkan kekuatan yang kami miliki, mendapatkan hasil dengan penampilan yang bagus," ujar Hamsik menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2K7iATF
November 16, 2018 at 04:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2K7iATF
via IFTTT

Pentingnya Belajar Pemecahan Masalah di Matematika

Pelajar perlu dibekali kemampuan berpikir tingkat tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Matematika bukan hanya soal belajar hitung menghitung. Matematika merupakan salah satu bekal untuk melatih logika pemecahan masalah. Staf Ahli Litbang Klinik Pendidikan MIPA (KMP) Thyeadi Tungson  mengatakan penting sekali membekali pelajar dengan penguasaan terhadap penyelesaian soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu keharusan.

Sebab, kata dia, pada proses inilah sedianya memerlukan perhatian lebih dan bisa menjadi tolak ukur dalam keberhasilan belajar matematika. Berdasarkan data yang dihimpun litbang Klinik Pendidikan MIPA pada hasil analisis Uji Soal MNR tahun 2017 dan 2018 kelas 6 SD, capaian analisa umum rerata nilai tahun 2017, dengan sampel sebanyak 821 siswa dari 29 sekolah yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bali, Banjar, Sukabumi, Jawa Timur, dsb) menunjukan angka 38,18 persen. Sedangkan pada tahun 2018 berada di angka 44,11 persen dengan jumlah sampel 1.046 siswa dari 37 sekolah.

Menguak Lemahnya Kecakapan Nalar Anak Indonesia

Capaian rata-rata tahun 2017 dalam menjawab soal bidang aritmatika sebanyak 44,01 persen, pemecahan masalah 34,59 persen, dan geometri 31,88 persen. Sedangkan pada tahun 2018 terjadi peningkatan dengan data aritmatika 53,85 persen, pemecahan masalah 35,01 persen, dan geometri 39,06 persen.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata anak Indonesia masih memiliki kekurangan dalam bidang pemecahan masalah dan geometri. Walaupun bidang aritmatika masih belum mencapai 60 persen, tapi secara kemampuan sudah baik dan harus terus ditingkatkan.

"Namun yang menjadi catatan ialah di pemecahan masalah, karena level tertinggi belajar HOTS terdapat di pemecahan masalah yang merupakan gabungan dari soal-soal lainnya," kata dia.

Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan kembali digemparkan dengan mencuatnya isu terjadinya penurunan kualitas kemampuan bernalar matematika anak-anak Indonesia. Faktor penurunan kecakapan bernalar tersebut diduga memiliki kaitan yang erat dengan diterapkannya soal berjenis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam sistem evaluasi pembelajaran matematika di kalangan pelajar SD hingga SMA.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BbzsWB
November 16, 2018 at 04:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BbzsWB
via IFTTT