Pages

Showing posts with label 2019 at 04:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:09PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

CIMB Niaga Syariah Buat Produk Fokus Milenial

CIMB Niaga Syariah membuat produk hingga promosi khusus untuk milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Syariah, membidik semua segmen untuk produk syariahnya. Salah satunya, menyasar kelompok milenial. Menurut Direktur Syariah Bank CIMB Niaga, Pandji P Djajanegara, untuk membidik golongan milenial, CIMB Niaga Syariah fokus membuat produk yang sesuai dengan milenial.

"Dalam membuat produk maupun membuat promosi, kami buat berbeda-beda sesuai segmennya. Termasuk yang milenial kami buat khusus," ujar Pandji di acara Diskusi CIMB Niaga Syariah di Bandung, Rabu (22/5).

Pandji menjelaskan, dari sisi produk, banknya memiliki beberapa produk yang memang fokus ke milenial. Misalnya, tabungan on account dengan produk ini semua yang membuka tabungan akan dapat kuota internet beberapa giga.

"Alhamdulillah, produk ini bisa menambah jumlah milenial. Karena kita memang fokus ke milenial," katanya.

Selain itu, kata dia, CIMB Niaga Syariah membuat Digital Lounge yang ada di mal-mal. Layanan di digital lounge ini ditanganin satu orang saja. Namun, hanya dalam setengah jam, prosesnya bisa selesai. 

"Di universitas, di ITB ada cabang lounge. Pegawai banknya sangat casual pakaiannya nggak formal. Kami menyediakan WiFi gratis jadi milenial nyaman mendapat layanan ini," katanya.

Bisnis CIMB Niaga Syariah, kata dia, saat ini nasabahnya tambah besar. Karena, sebagian nasabah banyak yang ber'hijarah' dari bank konvensional ke bank syariah. Menurut Pandji, UUS PT Bank Cimb Niaga mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal pertama 2019. Hal, itu tercermin dari meningkatnya jumlah pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), laba sebelum pajak dan aset.

Konsistensi CIMB Niaga Syariah, kata dia, bisa meraih hasil yang menggembirakan tak lepas dari strategi yang dijalankan selama ini. Salah satunya, penerapan Dual Banking Leverage Model (DBLM). "Sehingga, kami dapat memaksimalkan berbagai keunggulan yang dimiliki bank induk. Yakni, mulai dari jaringan, layanan, produk maupun keahlian," katanya.

Pandji merinci, per 31 Maret 2019, pembiayaan meningkat sebesar 61,1 persen Year on Year (YoY) menjadi Rp 28,04 triliun. Hasil ini, antara lain dikontribusikan oleh pembiayaan syariah untuk proyek-proyek berskala besar di bidang infrastruktur yang sedang dikembangkan pemerintah dan pembiayaan perumahan atau KPR iB.

Sedangkan dari sisi penghimpunan DPK, kata dia, CIMB Niaga Syariah tumbuh 51,0 persen YoY menjadi Rp 26,52 triliun. Dengan raihan tersebut, CIMB Niaga Syariah mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 236,52 miliar. Yakni naik sebesar 54,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Kami bersyukur, pencapaian tersebut berkontribusi pada peningkatan aset menjadi Rp 35,15 triliun. Ini, naik signifikan 57,3 persen YoY," katanya.

Sementara menurut Regional Head Jawa Barat CIMB Niaga, Andiko Manik,

Jabar pun pertumbuhan bisnisnya baik. Hal itu, terlihat pada capaian Funding di Jabar yang tumbuh sebesar 6 persen pada 2018.

"Tahun lalu, di Jabar memang tantangannya besar tapi yang menggembirakan capaian awal tahun ini. Yakni, tumbuh 4,6 persen dari Januari dan Maret," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YD864c
May 22, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YD864c
via IFTTT

Saturday, May 4, 2019

Rene Alberts tak Masalah Persiapan Persib Mepet

Pergantian pelatih Persib Bandung dua pekan jelang kick-off Liga 1.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung mengganti pelatih Miljan Radovic dengan Robert Rene Alberts. Sayangnya, pergantian dua pelatih asing ini dilakukan hanya dua pekan sebelum kompetisi Liga 1 dimulai.

Rene Alberts mengakui mepetnya persiapan liga bukan masalah. Menurutnya, Persib sudah memiliki persiapan yang baik ketika masih dipegang oleh Radovic.

"Saya pikir Persib sudah punya persiapan yang bagus. Di awal Liga kita bermain di kandang dulu," kata Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (4/5).

Dia mengakui belum tahu sejauh mana kemampuan dan kualitas pemainnya. Sehingga, dia akan memaksimalkan sisa waktu persiapan ini Persib.

"Saya memang belum tahu setiap pemain, tapi kita bisa lakukan latihan atau uji coba beberapa kali sampai kita benar-benar siap untuk laga," kata Alberts.

Dia menyebut tidak akan merombak pemain yang ada. Hal ini karena jendela transfer pemain yang tinggal sedikit lagi. Untuk itu, dia akan meramu tim dengan komposisi pemain yang sudah ada.

"Kita kembangkan pemain yang ada. Terlalu cepat jika ubah pemain sekarang. Kita akan tingkatkan level pemain di mudim selanjutnya," kata pelatih berusia 64 tahun ini.

Alberts memang datang sendiri tanpa didampingi asisten pelatih. Sehingga dia akan melakukan koordinasi dengan jajaran pelatih lokal milik Persib.

Di sisi lain, Alberts sempat keceplosan soal pemain asing anyar Persib. Dia menyebut, pemain asal Slovenia akan datang sebagai penutup tambahan pemain bagi Persib.

"Saya tahu akan ada satu pemain asing yang akan datang, Rene dari Slovenia. Tapi saya belum tahu bagaimana kualitasnya, kita akan lihat nanti bagaimana kemampuannya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lnpngi
May 04, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lnpngi
via IFTTT

Wednesday, May 1, 2019

30 Persen Perusahaan di Tasikmalaya Belum Penuhi UMK

Banyak perusahaan yang abai mengimplementasikan UU No 13 Tahun 2003.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sekitar 30 persen perusahaan di Kota Tasikmalaya belum membayar pekerjanya sesuai upah minimum kota/kabupaten (UMK). Selain itu, masih banyak aturan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Solidaritas Indonesia Perjuangan (FSPSIP) Kota Tasikmalaya Rino Lesmana mengatakan, aksi yang dilakukan di depan halaman Balai Kota Tasikmalaya pada Rabu (1/5) merupakan bentuk solidaritas para buruh. Menurut dia, masih banyak perusahaan yang abai dalam memenuhi hak buruh.

"Banyak pelaku usaha yang abai mengimplementasikan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," kata dia saat aksi May Day di Kota Tasikmalaya, Rabu (1/5).

Ia mencontohkan, masih ada jenis perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) itu diterapkan salah kaprah. Ia mengaku banyan mendampingi para pekerja yang statusnya masih PKWT, padahal sudah mengabdikan dirinya puluhan atau belasan tahun di perusahaan tersebut.

Alhasil, para pekerja itu tidak mendapatkan hak seperti uang pesangon, hak penggantian masa kerja, jaminan hari tua, dan lain-lain. Padahal, hak pekerja itu wajib dipenuhi oleh perusahaan.

Selain itu, ia melanjutkan, masih banyak perusahaan yang tidak mendaftarkan BPJS Ketenagakerhaan untuk para pekerjanya. "Kita menuntut perlu Perda tentang Ketenangakerjaan," kata dia.

Rino berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bisa memfasilitasi aspirasi para buruh untuk dapat memeroleh haknya. Pasalnya, Kota Tasikmalaya digadang-gadang ingin dijadikan pusat industri di Priangan Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengakui, saat ini masih ada sekitar 30 persen perusahaan di Kota Tasikmalaya yang belum membayar upah karyawannya sesuai UMK. Namun, ia berjanji akan mengklarifikasi data itu ke perusahaan terkait.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vxcgOE
May 01, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vxcgOE
via IFTTT

Tuesday, April 23, 2019

Hari Buku, Yenny Wahid Ajak Milenial Baca Buku Kebangsaan

Yenny Wahid membagi rekomendasi sejumlah kebangsaan yang dinilainya menarik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanggal 23 April dirayakan dunia internasional sebagai Hari Buku Dunia. Salah satu penerima Tokoh Perubahan Republika 2019, Yenny Wahid, mengajak para generasi milenial untuk banyak membaca buku- buku sejarah bangsa.

"(Generasi milenial) baiknya membaca buku-buku sejarah bangsa untuk meneguhkan rasa kebangsaan kita," ujar Yenny Wahid kepada Republika.co.id, Selasa (23/4).

Sementara itu untuk buku-buku agama, Direktur Wahid Foundation ini menyarankan untuk membaca buku Prof Nasarudin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal. Beberapa bukunya yang terkenal antara lain 'Deradikalisasi Pemahaman Alquran dan Hadis', 'Rethinking Pesantren', dan 'Argumen Kesetaraan Gender'.

Selain itu, buku Dr Nadirsyah Hosen juga dinilai menarik dan edukatif untuk anak-anak muda. Beberapa contoh bukunya antara lain 'Saring Sebelum Sharing' dan 'Islam Yes, Khilafah No!'.

Yenny Wahid yang merupakan aktivis pemberdayaan wanita dan toleransi umat beragama dikenal sangat menyukai membaca buku. Tidak hanya karya dalam negeri, ia juga penggemar buku-buku asing.

"Banyak buku-buku yang berkesan yang saya baca. Kalau di Indonesia buku-bukunya Pramudya Ananta Toer, kalau di luar negeri judulnya 'Of Mice and Men' karya John Steinbeck. Sekarang lagi baca, 'Babad Tanah Jawa'," kata Yenny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PslIMC
April 23, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PslIMC
via IFTTT

Tuesday, April 16, 2019

Panglima Laot Aceh Barat Ajak Nelayan Nyoblos Sebelum Melaut

Panglima Laot Aceh Barat mengimbau nelayan menggunakan hak pilihnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Pemangku hukum adat laut di Kabupaten Aceh Barat, meminta nelayan daerah setempat tidak berangkat melaut besok pagi (17/4). Ia berharap nelayan meluangkan waktu untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019.

"Setelah memilih silakan melaut karena pemilu ini lima tahun sekali kita ikuti," kata panglima laot atau ketua pemangku adat laut, Aceh Barat, Amiruddin, di Meulaboh, Selasa.

Amiruddin mengakui tidak ada ketentuan pantang melaut atau larangan melaut bagi nelayan pada hari pemilu serentak tahun ini. Apalagi, hukum adat hanya berkenaan dengan momen sakral keagamaan dan kalendar nasional, seperti 17 Agustus, Idul Fitri dan Idul Adha, setiap hari Jumat, dan hari mengenang gempa dan tsunami Aceh 26 Desember.

"Tidak ada aturan adat yang dilanggar kalau melaut pada hari tersebut, tetapi alangkah baiknya jika semua nelayan kita mendampingi keluarganya mengikuti pemilu, apalagi undangan dari panitia sudah diterima," ujarnya.

Menurut Amiruddin, nelayan daerah setempat memiliki jadwal melaut dengan bilangan hari yang berbeda-beda. Ada yang melaut hanya satu hari, yakni pergi pagi pulang siang. Ada pula nelayan yang melaut sampai tujuh hingga 15 hari di laut.

Nelayan yang mungkin saat ini berada di laut tengah mencari rezeki diharapkan pulang untuk mengikuti pemilihan. Amiruddin mengimbau nelayan yang belum melaut menggunakan hak pilihnya sebelum berangkat menjala ikan.

"Apalagi daerah Aceh Barat ini sangat banyak masyarakatnya pesisir dan berprofesi sebagai nelayan, ketika mereka tidak sempat ke TPS menggunakan hak pilihnya. Berapa banyak suara yang tidak terpakai?" katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Pds6qA
April 16, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Pds6qA
via IFTTT

Ditjen Hubla Bentuk Unit Kepatuhan Internal

Saat ini sebanyak 294 UPT telah membentuk Unit Kepatuhan Internal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan telah membentuk Unit Kepatuhan Internal (UKI), yang merupakan unit yang bertanggung jawab untuk pemantauan pengendalian intern di setiap unit kerja, baik pada Kantor Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Hubla yang bersifat Ad Hoc dan bertanggungjawab kepada masing-masing pimpinan unit kerja.

Pembentukan UKI tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 42 Tahun 2019 tentang Unit Kepatuhan Internal di Lingkungan Kementerian Perhubungan, yang menginstruksikan setiap pimpinan unit kerja membentuk UKI di unit kerja masing-masing. 

Dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (16/4), Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya tak hanya berupaya meningkatkan pelayanan kepada publik eksternal atau masyarakat saja, tetapi peningkatan kinerja dan kepatuhan secara internal juga sangat penting dilakukan oleh seluruh jajaran Ditjen Hubla.

Agus menjelaskan, Unit Kepatuhan Internal di kantor pusat telah terlebih dahulu dibentuk melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP.228/DJPL/2019 tentang Pembentukan Unit Kepatuhan Internal di Lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tanggal 1 Maret 2019 dengan penanggungjawan Sekretaris Direktorat  Jenderal Perhubungan Laut.

“Setelah UKI di kantor pusat terbentuk, kemudian kami menginstruksikan dan mewajibkan kepada kepala Kantor UPT di lingkungan Ditjen perhubungan Laut untuk membentuk Unit Kepatuhan Internal melalui Surat Nomor KP. 405/2/8/2019 tanggal 1 Maret 2019 perihal Pembentukan Unit Kepatuhan Internal,” ujar Agus. 

Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 294 UPT telah membentuk Unit Kepatuhan Internal UPT Ditjen Hubla yang ditetapkan dengan keputusan kepala unit kerja masing-masing. "Unit Kepatuhan Internal yang telah dibentuk mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan pemantauan kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin pegawai, sekurang-kurangnya meliputi absensi pegawai, penggunaan pakaian dinas dan kelengkapan atributnya serta sikap dan perilaku pegawai," kata Agus.

Selain itu, UKI juga bertugas memantau pelaksanaan pembinaan jasmani dan rohani dan pembentukan jiwa korsa pegawai serta memantau pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN), termasuk kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja.

"Saya juga minta agar Unit Kepatuhan Internal dapat memantau upaya pencegahan dan pemberantasan pungutan liar, KKN dan gratifikasi para pegawai serta berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal dalam pelaksanaan tugas pemantauan tersebut," imbuhnya.

Agus mengatakan, bahwa pembentukan UKI akan mempermudah pengawasan internal terkait keseluruhan persoalan di lingkungan Ditjen Hubla, mengingat wilayah kerja Ditjen Hubla yang luas dan memiliki 296 UPT di seluruh Indonesia. 

“Dengan adanya Unit Kepatuhan Internal ini maka berbagai aspek menyangkut tugas-tugas tadi dapat dipantau dan diselesaikan dengan baik di masing-masing unit kerja,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v5aWm5
April 16, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v5aWm5
via IFTTT

Tuesday, March 26, 2019

Amien: Kami tak Mau Delegitimasi Pemilu, tapi Agar Kredibel

Amien kritisi temuan 17,5 DPT bermasalah yang tak ditindaklanjuti KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengklaim ada dugaan rekayasa terkait temuan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi. Amien menyebut, temuan itu tak kunjung dibenahi KPU dan menimbulkan kecurigaan rekayasa.

"Yang namanya rekayasa, rekayasa manusia, secanggih apapun akan berakhir dengan sebuah kegagalan kalau didasarkan pada kebatilan, pada kepalsuan, pada sesuatu yang sifatnya hoaks dan sebagainya," kata Amien dalam diskusi membahas temuan jutaan DPT bermasalah di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (26/3).

Amien Rais pun meminta KPU segera menindaklanjuti soal temuan 17,5 DPT yang sudah dilaporkan BPN ke KPU awal Maret lalu. Menurut Amien,  temuan dan desakan ke KPU serta Kemendagri agar merapikan DPT ini bukan upaya delegitimasi KPU.

Desakan ini demi terjaminnya hasil pemilu yang kredibel. "Kita sama sekali bukan mendelegitimasi, justru istilahnya kami me-redelegitimasi. Supaya sama-sama enak semua hal yang belum betul diperbaiki," kata Amien.

Adapun data bermasalah yang dipaparkan dalam diskusi tersebut di antaranya adalah jumlah pemilih dengan tanggal kelahiran 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember dalam jumlah sangat besar, masing-masing 2,3 juta, 9,8 juta dan 5,4 juta.

Kemudian, data yang tidak wajar itu berasal dari data yang invalid, ganda, dan data yang tidak melalui proses coklit (pencocokan dan penelitian). Misalnya, ditemukan di sebuahTPS adanya 228 orang yang lahir pada tanggal sama pada ratusan TPS di daerah tertentu.

Data yang ditemukan BPN itu juga menyebutkan adanya dugaan data Kartu Keluarga (KK) dan atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terduplikasi sehingga berimplikasi pada jumlah DPT ganda dalam jumlah jutaan pada 5 provinsi di Jawa.

Lalu, ditemukan data KK yang manipulatif, di mana satu KK ada yang berisi ratusan hingga ribuan orang di Banyuwangi, Magelang, dan kota lainnya. Hal ini dinilai manipulasi serius karena melanggar UU Pemilu No. 7 Th. 2017 pasal 488.

Temuan DPT invalid ini terjadi di beberapa witayah dengan konsentrasi jumlah kasus terbesar di wilayah Jawa Tumur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bila ditambah dengan beberapa wilayah Iain, total akumulasi dugaan DPT tidak wajar meliputi sekitar 18 (delapan belas) juta kasus.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CAsf2o
March 26, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CAsf2o
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

Syekh Abdur Rauf as-Singkili, Guru Ulama-ulama Nusantara (3)

Nama lainnya, Tengku Syiah Kuala, lalu diabadikan jadi lembaga pendidikan di Aceh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara karya besar Syekh Abdur Rauf as-Singkili adalah Tarjuman al-Mustafid. Itulah terjemahan dan tafsir Alquran pertama dalam bahasa Melayu.

Kitab tersebut banyak dipengaruhi karya Abdullah bin Umar bin Muhammad Syairazi al-Baidawi (meninggal 1286), yakni Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, yang dalam bahasa Arab dan memang sudah legendaris di penjuru dunia.

Toh buah tangan syekh asal Aceh itu juga tidak kalah terkenal. Sebagai contoh, Tarjuman al-Mustafid diketahui pernah terbit pada 1884/1885 dalam edisi dua jilid di Istanbul, Turki.

Karya-karyanya yang lain juga menjadi bacaan penting, baik oleh alim ulama maupun sultan-sultan Melayu. Di samping itu, mubaligh kelahiran Singkel ini juga kerap memanfaatkan sastra sebagai medium penyebaran gagasan sufistik. Sebuah syair karyanya yang terkenal adalah Syair Ma’rifat yang salinan atasnya ditulis di Bukittinggi pada 1859.

Syekh Abdur Rauf memiliki banyak murid sekembalinya dari Tanah Suci. Ulama Aceh ini bahkan menjadi rujukan penting para mubaligh yang merintis dakwah ke berbagai daerah di Nusantara.

Hal itu sejalan dengan sifat strategis Aceh sebagai poros peradaban Islam di Kepulauan Indonesia. Pada waktu itu, jelas Liaw Yock Fang dalam Sejarah Kesusastraan Melayu Kelasik (2011), Aceh merupakan tempat persinggahan para calon jamaah haji asal Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Ketika tinggal di Aceh, tidak sedikit dari mereka yang menyempatkan diri untuk menimba ilmu-ilmu agama kepada ulama setempat.

Poros Sejumlah ulama Nusantara

Salah seorang murid Syekh Abdur Rauf adalah Syekh Burhanudin Ulakan (1646-1692). Dia condong mengikuti gurunya dalam bertarekat Syatariyah. Setelah belajar di Aceh, mubaligh asal Pariaman itu berangkat ke Tanah Suci. Sepulangnya dari Haramain, dia mendirikan surau Syatariyah di Ulakan. Jasanya yang paling dikenang adalah mendakwahkan Islam kepada kaum bangsawan Kerajaan Pagaruyung.

Murid lainnya dari Syekh Abdur Rauf adalah Syekh Abdulmuhyi. Putuhena menyebutkan, dai asal Jawa Barat itu pernah bermukim di Aceh, untuk kemudian berangkat ke Tanah Suci untuk mendalami ilmu-ilmu agama. Sempat pula dia berkunjung ke Baghdad (Irak) untuk berziarah pada makam Syekh Abdul Qadir Jailani (1077-1166). Sepulangnya dari rihlah keilmuan itu, Abdulmuhyi menyebarkan dakwah Islam, termasuk tarekat Syatariyah, di Jawa Barat.

Tokoh berikutnya yang pernah menimba ilmu dari Syekh Abdur Rauf as-Singkili adalah Abdulmalik bin Abdullah (1678-1736) dan Dawud al-Jawi ar-Rumi. Sosok yang pertama berasal dari Semenanjung Melayu. Sebagaimana jamaknya ulama-ulama perantau, dia juga berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji sekaligus pengembaraan keilmuan. Kembali ke Tanah Air, kiprahnya terutama pada bidang syariat dan fiqih. Adapun Dawud al-Jawi diduga merupakan keturunan Turki. Putuhena mengungkapkan, dialah khalifah utama dari tarekat Syatariyah sepeninggalan Syekh Abdur Rauf. 

Karya-karya Sang Ulama

Sepanjang hayatnya, Syekh Abdur Rauf telah menghasilkan puluhan karya tulis. Di samping Tarjuman al-Mustafid, ada pula buku-buku lain yang ditulisnya berkenaan dengan bidang fiqih, hadits, tauhid, dan tasawuf.

Semuanya tidak hanya berbahasa Melayu, melainkan juga Arab. Di antara karya-karyanya adalah, Syarh Hadits Arba’in Imam An-Nawawi, yang ditulisnya atas permintaan elite Kesultanan Aceh.

Selanjutnya, Mawa’iz al-Badi yang berisi nasihat-nasihat akhlak seorang Muslim. Sementara itu, Daqaiq al-Hurf, Tanbih al-Masyi, dan Kifayat al-Muhtajin ila Masyrah al- Muwahhidin al-Qailin bi Wahdatil Wujud membahas gagasan-gagasan dalam bidang tasawuf.

Pada 1105 Hijriah atau 1693 Masehi, Syekh Abdur Rauf menghembuskan nafas terakhir. Jasadnya dimakamkan di dekat muara sungai Aceh. Tepatnya pada samping masjid yang dibangunnya di Kuala Aceh, Deyah Raya, Kecamatan Kuala, sekira 15 kilometer dari Banda Aceh.

Dalam bahasa setempat, daerah tersebut dinamakan sebagai kuala. Oleh karena itu, sosok ulama-salik yang wafat dalam usia 73 tahun itu secara anumerta digelari Tengku Syiah Kuala. Nama itu kelak diabadikan menjadi perguruan tinggi tertua di Aceh, Universitas Syiah Kuala.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Eecdwi
February 17, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Eecdwi
via IFTTT

Tuesday, February 12, 2019

Solskjaer Sebut PSG Sulit Ditebak tanpa Pemain Bintang

Neymar, Edinson Cavani, dan Thomas Meunier didera cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih sementara Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer mengatakan, absennya Neymar, Edinson Cavani, dan Thomas Meunier yang didera cedera membuat Paris Saint-Germain susah ditebak saat kedua tim berhadapan di kompetisi Liga Champions, Rabu (13/2) dini hari WIB. MU menjadi tuan rumah leg pertama babak 16 besar kompetisi antarklub terelite Eropa itu di Old Trafford.

Neymar dan Cavani sudah menyumbang 41 gol untuk PSG sepanjang musim ini. Neymar harus beristirahat akibat cedera metatarsal, sementara Cavani mengalami gangguan otot pinggul. Adapun Meunier mengalami gegar otak ringan akibat benturan keras di kepala.

"Setiap tim yang kehilangan pemain seperti Neymar, Cavani dan Meunier pasti menginginkan mereka bertanding. Tapi di lain pihak juga memberi peluang kepada pemain lain," kata Solskjaer kepada wartawan menjelang pertandingan pertamanya di kompetisi Eropa sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara Iblis Merah.

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat pihaknya menjadi sulit menduga pemain yang akan diturunkan pelatih Thomas Tuchel. "Bila Anda melihat tiga pemain di depan (Neymar, Cavani dan Kylian Mbappe),  sudah bisa dipastikan bagaimana mereka bermain. Tapi tanpa mereka kami hanya bisa menduga," kata Solskjaer.

Solsjkaer berada di Lyon, pekan lalu, bersama asisten pelatih Mike Phelan untuk menyaksikan pertandingan PSG di Liga 1 Prancis. Tapi pelatih asal Norwegia itu mengaku belum bisa menilai tim asuhan Thomas Tuchel itu hanya berdasarkan penampilan di liga domestik.

PSG saat ini unggul sepuluh angka di peringkat teratas klasemen Liga 1 dengan sisa dua pertandingan dan sudah meraih lima gelar juara dalam enam musim kompetisi terakhir.

"Sulit untuk membandingkan pertandingan karena bila bertanding di liga domestik, mereka sudah tahu kalau mereka akan tampil sebagai juara," kata Solskjaer mengomentari pertemuan pertama mereka di babak 16 besar Liga Champions tersebut.

"Jadi pendekatan mereka pasti berbeda dengan pertandingan di Liga Champions. Anda harus mencoba uji kepatutan," katanya menambahkan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TL3Tto
February 12, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TL3Tto
via IFTTT

Saturday, February 2, 2019

Persiwa Siap Bermain Kapan Saja

Kedua tim sama-sama memiliki kesempatan lolos ke babak berikutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persiwa Wamena harus menunda keberangkatannya menuju Bandung. Pasalnya, pertandingan kontra Persib Bandung pada laga leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia harus ditunda.

Pertandingan harusnya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada Senin (4/1). Namun GBLA tidak bisa digunakan karena alasan keamanan.

Penjaga gawang Persiwa, Endang Subrata menyebut Persiwa seharusnya berangkat pada Sabtu (2/2). Namun karena adanya kabar ditunda, Persiwa urung berangkat ke Bandung.

"Dari manajer tetap mau berangkat karena sesuai dengan jadwal begitu, nunggu konfirmasi PSSI, kalau dari pukul lima (sore) ini tidak dapat surat kita tunggu konfirmasi PSSI, baru deh berangkat besok paginya," kata Endang saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (2/2).

Dia menyebut, Persiwa siap bermain di mana saja melawan Persib. Apalagi, kedua tim sama-sama memiliki kesempatan untuk lolos ke babak berikutnya atas hasil imbang di leg pertama.

"Saya harus tampil maksimal yang terpenting bisa menjalakan pertandingan ini biar bisa lolos (babak 16 besar)," tegas mantan atlet PON Jawa Barat ini.

Baca juga, Persib Kembali Bertanding di GBLA, Emil Peringatkan Bobotoh

Nama Endang mencuat atas penampilan apiknya di leg pertama pada pekan lalu. Sebagai benteng pertahanan terakhir, Endang mampu menjaga gawang dari serangan bertubi-tubi Persib. Bahkan, Endang dinobatkan menjadi man of the match dalam pertandingan tersebut.

"Modal utama saat mau tanding h-2 kita konsen fokus dan berdoa gitu aja. Persib main bagus, mungkin banyak tercipta gol tapi saat itu 45x2 saya konsentrasi full," tegasnya.

Dia mengakui Persib bukan lawan yang mudah. Apalagi, kasta kedua tim memang berbeda. Dia berharap, di pertandingan berikutnya dapat menampilkan yang terbaik. Meskipun kali ini harus bertanding di kandang Persib.

"Pastinya Persib karena main di kandang jadi lebih nyerang di setiap latihan kerja keras aja. kita sih setiap persiapan individu juga, yang penting kerja keras aja di lapangan, konsentrasi dan berdoa, sisanya serahkan sama Allah hasilnya," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RyFC7K
February 02, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RyFC7K
via IFTTT

Friday, January 25, 2019

Greysia/Apriyani Melaju ke Semifinal Indonesia Masters

Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangan Jepang Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke semifinal turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Ini setelah ganda putri terkuat tuan rumah itu mengalahkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-16, 17-21, dan 21-13 di Istora Senayan, Jumat (25/1).

Greysia/Apriyani yang merupakan unggulan keempat mampu menekan lawannya pada awal permainan. Ganda putri Merah Putih ini menutup set pertama dengan kemenangan 21-16.

"Di set pertama kami bermain menekan, namun di set kedua mereka balik menekan dan kami tidak bisa atur tekanan," kata Gresysia usai pertandingan.

Setelah kalah di set kedua, Greysia/Apriyani mencoba mengembalikan pola permainan dan kembali menekan pasangan unggulan delapan dari Thailand itu.

Greysia/Apriyani berusaha tidak terjebak permainan lawan seperti di set kedua. "Kami coba balik dari tekanan," kata Greysia.

Greysia/Apriyani pun menyelesaikan pertandingan itu dalam waktu 1 jam 21 menit. Di partai semifinal, Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangan Jepang Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi yang sebelumnya mengalahkan pasangan Cina, Du Yue/ Li Yinhui.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FKohaR
January 25, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FKohaR
via IFTTT

BI Segera Terbitkan Aturan Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor

Devisa hasil ekspor diwajibkan disimpan di rekening khusus di perbankan dalam negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE). Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan PBI ini akan segera diluncurkan bersamaan dengan peraturan pemerintah.

"Koordinasi pemerintah, BI, Otoritas Jasa Keuangan dengan perbankan untuk mendukung kebijakan mengenai DHE, kami dari BI juga sudah siapkan peraturan mengenai rekening penyimpanan khusus," kata Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (25/1).

Peraturan telah siap dan segera diterapkan untuk mendukung kebijakan yang ditempuh pemerintah. Terutama tentang pemberian insentif pajak yang lebih banyak dibawa keluar negeri dan dikonversikan ke rupiah. Insentif seperti pajak dan deposito.

"Ini akan lebih mudah, cepat, dan jelas karena melalui rekening penyimpanan khusus," kata dia.

BI telah berkoordinasi dengan perbankan yang menyatakan kesiapan untuk mekanisme dan teknis rekening simpanan khusus tersebut. Perry menyampaikan semua persiapan sudah rampung untuk diluncurkan dalam waktu dekat sepaket dengan peraturan pemerintah.

"Kita berharap bahwa kebijakan ini bisa mengoptimalkan DHE untuk kemajuan ekonomi dalam negeri, yang juga bisa mendukung stabilitas rupiah," katanya. Hal ini karena rekening akan dalam nominal mata uang rupiah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FZZpuI
January 25, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FZZpuI
via IFTTT

Saturday, January 19, 2019

Trump dan Kim Jong-un Dijadwalkan Gelar Pertemuan Kedua

Pertemuan itu untuk membujuk Kim menyerahkan senjata nuklir Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Gedung Putih mengumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melakukan pertemuan kedua dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Pertemuan itu untuk membujuk Kim menyerahkan senjata nuklir yang sudah lama Korut kembangkan. 

Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres, mengatakan 'sudah waktunya' AS dan Korut menegosiasikan peta jalan denuklirisasi Semenanjung Korea dengan serius. 

Dalam konferensi pers di kantor PBB, Guterres mengatakan peta jalan ini membuat kedua belah pihak 'mengetahui langkah apa yang harus mereka lakukan selanjutnya'.  

"Dan harus memprediksi bagaimana negosiasi berjalan," kata Guterres, Sabtu (19/1).  

Berita tentang pertemuan kedua dengan Korut ini diumumkan setelah Trump bertemu dengan utusan Korut Kim Yong Chol selama 90 menit di Kantor Kepresidenan AS, Oval Office. 

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan pertemuan kedua pemimpin negara itu akan dilakukan pada akhir Febuari mendatang tapi ia tidak mengungkapkan di mana pertemuan tersebut akan digelar.  

"Amerika Serikat akan terus menekan dan memberlakukan sanksi ke Korea Utara sampai kami melihat langkah denuklirisasi dilakukan sepenuhnya dan dapat diverifikasi,” kata Sanders.

Sanders mengatakan AS sudah melangkah ke tahapan yang positif. Gedung Putih juga yakin Korut bersedia untuk melepaskan sandera-sandera yang mereka tahan. 

"Jadi kami dapat melanjutkan pembicaraan dan presiden menantikan pertemuan selanjutnya.”  

Pada Mei lalu Korut melepaskan tiga orang warga negara AS yang mereka tahan. 

Ketiga orang itu dibawa pulang Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo setelah ia bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi Korut di Pyongyang.  

Pertemuan kedua antara Trump dan Kim menjadi tanda kedua belah pihak siap melakukan langkah selanjutnya dalam proses denuklirisasi Semenanjung Korea. 

Trump sudah saling berkirim surat dengan Kim ditengah kebuntuan negosiasi selama beberapa bulan yang lalu. 

Pada Jumat (18/1) Pompeo bertemu dengan Kim Yong Chol di sebuah hotel di Washington. Pertemuan ini mereka lakukan sebelum Kim Yong Chol bertemu Trump di Gedung Putih. Setelah pertemyuan dengan Trump, keduanya kembali melakukan pembicaraan.  

Beberapa kali Trump mengatakan pertemuan kedua akan dilakukan pada tahun ini. 

Vietnam dikabarkan sudah dipertimbangkan menjadi tuan rumah pertemuan kedua tersebut. Tapi Thailand, Hawaii dan Singapura juga masuk daftar calon tuan rumah pertemuan itu.  

Sejak pertemuan pertama Trump dan Kim Jong-un pada Juni 2018 di Singapura lalu beberapa ahli sudah mengeluarkan laporan tentang senjata nuklir dan teknologi misil balistik yang dikembangkan Korut. 

Rencana pertemuan antara Pompeo dengan utusan Korut pada November lalu secara sepihak dibatalkan Korut.

Utusan khusus AS untuk Korea Utara, Steve Biegun direncanakan akan terbang ke Swedia pada pekan ini. Di sana ia akan membahas tentang pertemuan kedua antara Trump dan Kim. 

Pertemuan kedua sempat tertahan karena Korut tidak bersedia menyerahkan rincian fasilitas nuklir dan pengembangan misil mereka.  

Pembicaraan Kim Yong Chol dan Trump di Gedung Putih mengakhiri penolakan Korut tersebut. 

Korut juga meminta AS untuk mencabut sanksi ekonomi dan menyediakan jaminan keamanan sebelum melanjutkan langkah berikutnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sBk28Y
January 19, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sBk28Y
via IFTTT

Tuesday, January 15, 2019

Daya Beli Melemah, Penjualan Ritel Bakal Terus Sulit

Di sisi lain, pola konsumsi berubah menjadi serba instan dan praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melambatnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab tutupnya sejumlah gerai ritel. Ditambah lagi dengan menjamurnya platform penjualan e-commerce yang membuat masyarakat lebih memilih berbelanja online.

"Daya beli memang tidak menurun, tapi juga tidak tumbuh impresif, artinya stagnan bahkan cenderung melambat," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus kepada Republika.co.id, Selasa (15/1).

Di sisi lain, pola konsumsi berubah menjadi serba instan dan praktis. Kehadiran pasar online menjawab pola perubahan konsumsi tersebut.

Meskipun demikian, Heri menegaskan, inovasi bisnis juga turut memengaruhi keberlanjutan bisnis ritel. "Yang telat sedikit saja dalam berinovasi, maka dia akan tertinggal dan semakin kurang peminatnya," katanya.

Sementara itu, Sosiolog Musni Umar menilai adanya diskon dan inovasi bisnis lainnya tidak terlalu berpengaruh dalam situasi sekarang ini. Karena seperti yang terjadi saat akhir tahun lalu, banyak gerai-gerai ritel yang melakukan promosi diskon besar-besaran, tapi tidak banyak yang membeli.

"Diskon tidak otomatis menaikkan daya beli, akhir tahun banyak diskon tapi tidak ramai. Daya beli masyarakat memang lagi terpuruk," ujar Musni.

Masuknya produk luar negeri yang dijual di online, juga banyak mempengaruhi masyarakat dalam berbelanja online. Menurutnya hal ini karena ekonomi yang masih belum mendongkrak konsumsi masyarakat.

Apalagi banyaknya pengangguran akibat PHK di tahun lalu. Data dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat sebanyak 37 ribu perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.

"Makanya banyak yang jadi sopir GrabCar dan Go-CAR. Beberapa kali saya naik Grab atau Gojek itu yang membawa adalah orang-orang yang pernah bekerja sama orang, kemudian karena di PHK beralih jadi sopir," paparnya.

Sementara itu, daya beli masyarakat yang turun hanya berlaku kepada masyarakat menengah ke bawah. Menurut pengamatannya, mal dan toko- toko kelas menengah ke atas masih dibanjiri pembeli berkantong tebal.

"Yang tidak berubah segmen pasar menengah ke atas. Mal-mal mahal ramai semua, seperti Senayan City, Grand Indonesia, Plaza Indonesia," jelas Musni.

Dia menilai hal ini masih akan berlanjut hingga usai Pilpres dan Pileg 2019. Pengusaha masih wait and see akan situasi politik di Indonesia sebelum berinvestasi. Selain itu, tidak adanya politik uang juga tidak akan mendongkrak daya beli masyarakat.

"Dulu untuk masyarakat bawah ada marak politik uang, sekarang karena pengawasan ketat sekali, para caleg hati-hati tidak mau jor-joran," katanya. Idealisa Masyrafina

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sqISZ3
January 15, 2019 at 04:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sqISZ3
via IFTTT