Pages

Showing posts with label 2019 at 05:37PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:37PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Gresik

Agus merupakan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris, Agus Suparnoto (43) di Perumahan Griya Suci Permai, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/5) pukul 04.45 WIB. Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (18/5), membenarkan adanya penangkapan terduga teroris yang dilakukan di depan mushalla perumahan tersebut.

"Tersangka pengembangan dari hasil penangkapan Joko Supriyono (47), warga Semarang, Jawa Tengah, yang ditangkap di Kios Kacamata Depan Pasar Sayur Caruban, Madiun pada Selasa, 14 Mei 2019," ujarnya.

Perwira menengah tersebut menambahkan, Agus merupakan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sejak 2010. Agus, kata dia, juga baru dua bulan tinggal dan mengontrak rumah di Gresik serta pindahan dari wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

"Saat ini tim masih dalam proses penggeledahan rumah kontrakan yang bersangkutan," ucapnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam perkara terorisme di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (14/5) malam. Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan di sebuah konter telepon seluler tepatnya di Desa Tanjung Tani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk saat yang bersangkutan selesai membeli pulsa. Pada hari sama Tim Densus 88 Antiteror juga menangkap seorang terduga teroris berinisial JS di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30pJM7H
May 18, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30pJM7H
via IFTTT

Monday, May 13, 2019

In Picture: IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Ditutup Melemah

IHSG ditutup anjlok turun 1,19 persen atau 73,72 poin ke level 6.135,40.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/5). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,19 persen atau 73,72 poin ke level 6.135,40.

Sebelumnya, IHSG sempat dibuka menguat 16,28 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.225,4.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30jKALB
May 13, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30jKALB
via IFTTT

Sunday, May 12, 2019

Kemendikbud Ajak Anak Muda Ikut Kemah Budaya

Kemah budaya diselenggarakan pada 21 sampai 25 Juli 2019 di Kompleks Candi Prambanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengajak anak muda Indonesia untuk bergabung dalam acara Kemah Budaya Kaum Muda. Kegiatan yang rencananya diselenggarakan pada 21 sampai 25 Juli 2019 di Kompleks Candi Prambanan, Jawa Tengah ini diperuntukkan bagi anak muda berusia 18 sampai 28 tahun.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan Kemah Budaya Kaum Muda ini bertujuan untuk mewujudkan ruang inkubator yang mendorong lahirnya berbagai purwarupa (prototype).

"Selain itu mewujudkan aktivasi inisiatif sosial yang memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di berbagai daerah," kata Hilmar melalui siaran pers di Jakarta, Ahad (12/5).

Kegiatan ini berbasis interaksi kreatif antar-kaum muda sebagai garda depan (avant-garde) pemajuan kebudayaan dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics).

"Ini ditujukan untuk menjawab tantangan pemajuan kebudayaan dengan memanfaatkan wawasan di bidang STEAM dan revolusi industri 4.0," ucap dia.

Selain sebagai inkubator inovasi pemajuan kebudayaan, Kemah ini juga menjadi ruang kerja bersama bercorak gotong royong dan ruang fasilitiasi atas usaha di bidang pemajuan kebudayaan.

"Sebagai ruang ransangan inisiatif anak muda di bidang pemajuan kebudayaan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WBFEPG
May 12, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WBFEPG
via IFTTT

Friday, May 10, 2019

Komnas HAM: Langkah Menko Polhukam Bisa Disalahartikan

Tim asistensi yang dibentuk pasca-Pemilu 2019 bisa dinilai bermuatan politis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pembentukan tim asistensi hukum Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) berpotensi disalahartikan.  Pemerintah bisa dinilai sedang menggunakan pendekatan politik-kekuasaan untuk mengintervensi independensi hukum.

"Pembentukan tim asistensi hukum Kemenko Polhukam tersebut berpotensi diartikan bahwa pemerintah sedang mendayagunakan pendekatan politik-kekuasaan untuk mengintervensi independensi hukum," ujar anggota Komnas HAM, Munafrizal Manan, di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (10/5).

Ia berpendapat demikian karena tim tersebut dibentuk sebagai respons atas dinamika politik yang muncul pascapemilu 17 April lalu. Padahal lembaga penegak hukum, yakni Polri dan Kejaksaan Agung, sudah berada di bawah garis koordinasi Menko Polhukam.

Anggota Komnas HAM lainnya, Choirul Anam, mengatakan, pihaknya akan mahfum jika pembentukan tim ini dilakukan oleh Kapolri. Itu memungkinkan jika memang Kapolri membutuhkan dukungan untuk mempercepat proses penegakkan hukum.

"Tapi karena ini oleh Kemenko Polhukam, pendekatannya jadi politik. Jadi politik memaksakan penegakkan hukum," terangnya.

Tim ini sudah mulai bekerja sejak Kamis (9/5). Mereka akan membantu Kemenko Polhukam untuk menentukan suatu aksi, tindakan, atau ucapan seseorang ataupun kelompok masuk ke pelanggaran hukum atau tidak.

"Sudah mulai (hari Kamis ini), tadi kan sudah rapat," ungkap Menko Polhukam, Wiranto, usai menggelar rapat dengan tim bantuan hukum Kemenko Polhukam di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Wiranto menjelaskan, tim tersebut akan melihat dan menilai aksi atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok termasuk ke dalam tindakan inkonstitusional atau tidak. Mereka akan mempertimbangkan hal tersebut dan hasilnya akan diberikan ke aparat keamanan untuk dijadikan referensi sebelum bertindak.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VTSZ8N
May 10, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VTSZ8N
via IFTTT

Friday, May 3, 2019

Korea Selatan Diminta Hentikan Subsidi Pabrik Mobil Cina

Perusahaan otomotif Cina dinilai berpotensi mengancam pabril mobil Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pabrik-pabrik mobil di Korea Selatan (Korsel) meminta pemerintah mereka untuk menghentikan subsidi yang murah hati kepada pabrik-pabrik mobil listrik (EV) Cina. Sebab, menurut mereka perusahaan otomotif Cina berpotensi mengancam pabrik mobil lokal dan Beijing juga 'mendiskriminasi' mobil listrik yang dilengkapi baterai buatan Korsel.  

Presiden Asosiasi Pabrik Otomotif Korea Jeong Marn-ki mengatakan pabrik mobil Cina dapat meningkatkan ekspor mobil listrik. Permintaan mobil domestik turun karena ada subsidi mobil listrik Cina. Negeri Tirai Bambu itu juga tengah kesulitan menjual mobil di dalam negerinya sendiri karena perang dagang dengan Amerika Serikat. 

"Pabrik otomotif Cina, yang tengah kesulitan di negaranya sendiri, berharap dapat memalingkan diri mereka ke tetangganya pasar Korea," kata Jeoung, Jumat (3/5). 

Korea Selatan negara asal Hyundai dan Kia menawarkan subsidi tertinggi untuk mobil listrik. Tahun lalu hampir 40 persen dari 16,5 juta dolar AS subsidi untuk produsen mobil listrik di Korea diambil pabrik mobil Cina termasuk BYD.  

Namun di saat pabrik mobil Cina meningkatkan penjualan mobil listrik mereka di Korea, suku cadang baterai mobil listrik Korsel tidak memenuhi syarat subsidi di Cina. Jeong mengatakan Cina menciptakan pasar yang tidak merata untuk merek asing. 

"Hubungan internasional harusnya berdasarkan prinsip kesetaraan, jika Beijing menggunakan pisau, kami juga harus menggunakan pisau," kata Jeong yang memimpin organisasi lobi untuk Hyundai, Kia dan pabrik mobil Korsel lainnya. 

Berdasarkan data yang dikeluarkan asosiasi otomotif Korsel pabrik-pabrik mobil Cina telah memperkecil kesenjangan penjualan bus listrik dengan Hyundai. Di mana, mereka masing-masing mendapatkan subsidi sebesar 85.500 dolar AS. Jeong menambahkan kini pabrik mobil Cina seperti BAIC sedang mengincar pasar mobil listrik. 

"Sepertinya Korea Selatan menggunakan uang pembayar pajak untuk memilihara industri mobil listrik Cina," katanya. 

Jeong juga mengatakan ia berharap Amerika Serikat akan membebaskan Korsel dari potensi tarif kenderaan. Hal itu mengingat Negeri Ginseng itu telah membuat konsensi perdagangan otomotif dalam perjanjian dagang yang telah direvisi dengan Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif kendaraan dan suku cadang impor sebesar 25 persen dengan alasan keamanan nasional.  

"Saya optimistis dengan keputusan itu, tapi siapa yang tahu? Trump tidak bisa diprediksi," kata Jeong. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WlGgcd
May 03, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WlGgcd
via IFTTT

Tuesday, April 30, 2019

Pertamina Sumbar Prediksi Kenaikan Konsumsi BBM

Diprediksi kenaikan konsumsi BBM mencapai 25 persen

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo memprediksi adanya kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H yakni mencapai 25 persen. Yang paling meningkat kata Robby adalah untuk jenis BBM premium di mana prediksi kenaikan konsumsinya mencapai 62 persen.

"Kenaikan paling tinggi itu premium 62 persen. Sebenarnya yang paling tinggi itu jenis Pertamax Turbo sampai 100 persen. Tapi sebelumnya pengguna Pertamax Turbo ini memang jauh lebih sedikit," kata Robby Sumbar di Safari Garden, Berok Nipah, Padang, Selasa (30/4).

Robby menjelaskan lebih rinci prediksi pemakaian bahan bakar gasoline mencapai 2.620 kilo liter perhari selama Ramadhan dan Idul Fitri. jauh meningkat dibandingkan hari-hari biasa yang hanya 2.100 kilo liter perhari.

Untuk titik SPBU kantong di Sumbar ini ada dua. Satu di Kabupaten Agam dan satu lagi di Kabupaten 50 Kota. Di dua titik ini dijadikan tempat stokis agar memudahkan distribusi ke semua kabupaten dan kota di Sumbar.

Satgas Rafi nanti kata Robby akan mengoperasikan 184 mobil tangki, 6 mobil tangki tambahan, 664 awak tangki dan 13 awak mobil tangki tambahan. Nanti saat dibutuhkan tambah Robby akan ada tangki berwarna biru. Pada hari-hari biasa tangki biru digunakan buat distribusi ke industri. Ketika arus mudik meningkat distribusi ke industri sudah mulai berkurang karena sudah mendekati hari libur sehingga truk tangki warna biru akan diperbantukan buat memasok BBM ke masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PD6ioT
April 30, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PD6ioT
via IFTTT

Saturday, April 6, 2019

Doa Asiyah Minta Perlindungan dari Kezaliman Firaun

Sungguh besar pengorbanan Asiyah dalam mempertahankan keimanannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Asiyah binti Muzahim memiliki semua yang diinginkan wanita di dunia. Mulai wajah rupawan, kecerdasan, kekuasaan, hingga harta melimpah. Meski begitu, ia tidak mudah tergoda dan tetap mampu menjaga keimanannya.

Tidak heran bila Allah membuatkannya rumah di surga. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya wanita di semesta alam ini ada empat, yaitu Asiyah istri Fir'aun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad."

Asiyah merupakan ratu atau istri raja Mesir, yakni Fir'aun. Seperti diketahui, Fir'aun merupakan raja yang sangat berkuasa, tapi terlalu sombong sampai menganggap dirinya tuhan.

Berbeda dari sang suami, Asiyah justru dikenal murah hati serta lemah lembut. Perempuan yang hidup pada masa Nabi Musa AS ini diceritakan senantiasa menyayangi orang-orang miskin. Saat Nabi Musa dilahirkan, Raja Fir'aun sudah mengeluarkan perintah supaya setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil ha rus dibunuh. Sang raja bermimpi akan datang bayi laki-laki dari Bani israil yang berpotensi mengancam kekuasaannya.

Suatu hari, ketika Asiyah tengah duduk di taman dalam istananya yang dialiri sungai, ia melihat sebuah benda terapung, lalu mengalir ke arahnya. Atas perintah Asiyah, dayang-dayang istana kemudian mengambil ben da tersebut.

Betapa terkejutnya Asiyah saat melihat ada bayi lakilaki di dalam benda yang mirip peti itu. Naluri keibuannya pun muncul. Dia ingin merawat si bayi.

Namun, ketika kabar tersebut sampai ke Fir'aun, sang raja langsung menyuruh utusannya untuk membunuh bayi itu. Beruntung, Asiyah berhasil mencegahnya, ia kemudian berupaya melembutkan hati suaminya agar bersedia menjadikan si bayi anak angkat. Fir'aun lalu menyetujui permintaan Asiyah. Walau dirinya seorang raja yang sangat ditaktor, tapi ia sangat mencintai istrinya.

Bayi merah yang ternyata Nabi Musa itu pun tumbuh besar di dalam istana dengan kasih sayang Asiyah. Ketika sudah dewasa serta diangkat menjadi nabi, dia diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyunya kepada semua orang, termasuk ayah juga ibu angkatnya. Tanpa keraguan, Asiyah kemudian memercayai wahyu tersebut dan beriman ke pada Allah. Ia tahu, suaminya ti dak akan menyetujui keputusan itu, tapi dirinya yakin langkah yang diambilnya sudah benar.

Sesuai perkiraan, saat mendengar penyampaian Nabi Musa, amarah Fir'aun tidak terbendung lagi. Dia bahkan langsung memerintahkan prajuritnya agar membunuh semua orang yang mengikuti ajakan Musa, tidak terkecuali istrinya. Kebencian telah merasuki seluruh jiwa Fir'aun, hingga dirinya lupa rasa cintanya terhadap sang istri.

Dia menyuruh para prajuritnya menyeret Asiyah ke ruang hukuman, lalu disiksa tanpa ampun. Tiada lagi penghormatan atau pun belas kasih kepada sang ratu. Meski demikian, keyakinannya tidak goyah. Segala siksaan yang ditujukan kepadanya justru membuatnya makin tegar. Diri nya sudah mantap meninggalkan semua kenikmatan dunia dan memilih istiqamah di jalan Allah.

Melihat istrinya yang tetap teguh mengikuti ajaran Nabi Musa, Fir'aun makin murka. Dia lalu memerintahkan algojo untuk langsung membunuh Asiyah. Sungguh besar pengorbanan Asiyah dalam mempertahankan keimanannya. Kesabaran mau pun keteguhan hatinya patut di teladani.

Bahkan, dalam Surah at-Tahrim ayat 11, Allah ceritakan kisah Asiyah, "Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman. Ketika ia ber kata: Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zalim."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uO3E5Z
April 06, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uO3E5Z
via IFTTT

Thursday, March 28, 2019

Infrastruktur Jadi Hambatan Transaksi Nontunai

Infrastruktur internet baru menjangkau 51 persen wilayah di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Infrastruktur digital menjadi tulang punggung bagi kelancaran pengembangan cashless society di Indonesia. Teknologi digital bisa berkembang jika infrastrukturnya mumpuni dan dapat memenuhi kebutuhan.

Founder dan CEO perusahaan berbasis teknologi, bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia sudah masuk dalam kategori Generasi Connect atau GEN-C. Mereka adalah kelompok yang berorientasi pada koneksi dan sangat erat dengan internet, tidak peduli berapa usianya.

Dalam bertransaksi, GEN-C sangat suka membanding-bandingkan harga dari satu lapak ke lapak lain di internet. Shinta melihatnya ini sebagai kekuatan baru dari konsumen. Dengan terkoneksi pada platform, mereka memiliki lebih banyak pilihan.

"Mereka tentu adalah masyarakat yang preferensinya cashless, suka pakai kartu, QR, dan alat bayar lain yang praktis," katanya kepada wartawan di Menteng, Jakarta, Kamis (28/3).

Shinta melihat gaya hidup ini mengarah pada kondisi masyarakat yang tanpa tunai. Sebagai pemilik perusahaan teknologi, Shinta memberi mentorship pada startup yang orientasinya sudah tanpa tunai sama sekali.

Meski demikian, Shinta menyadari infrastruktur masih jadi hambatan besar terutama di luar kota besar. Internet baru menjangkau 51 persen wilayah di Indonesia sehingga non-tunai belum menyentuh hampir sebagian wilayah Nusantara.

"Kita butuhkan juga literasi dan edukasi, bagaimana menguatkan potensi yang sudah ada," kata Shinta.

Menurut data Bank Indonesia, hingga saat ini ada 100 juta kartu debit. Namun ternyata masih banyak yang menggunakan kartu debit hanya untuk mengambil uang kartal di ATM. Padahal mereka bisa menggunakan kartu tersebut langsung dalam bertransaksi.

Sementara kartu kredit berjumlah sekitar 17 juta kartu. Volume transaksi kartu kredit per Desember 2018 yakni Rp 338,35 triliun, sementara nominalnya sebesar Rp 314,29 triliun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HVmcZS
March 28, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HVmcZS
via IFTTT

Wednesday, March 27, 2019

Quagliarella Pemain Paling Tua yang Cetak Gol untuk Italia

Quagliarella tercatat menjadi pemain Italia yang paling tua yang mencetak gol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fabio Quagliarella menorehkan rekor yang spesial dalam sejarah sepak bola Italia. Quagliarella mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang mampu mencetak gol bagi skuat berjuluk Azzurri itu.

Dengan berkostum Italia, ternyata Quagliarella mampu melesakkan gol bagi negerinya saat ia berusia 36 tahun dan 54 hari. Azzurri menekuk Liechtenstein dengan skor 6-0 dalam babak penyisihan Euro 2020 yang diadakan di Stadio Tardini, Parma.

Striker Sampdoria itu tampil gemilang dengan menyumbangkan gol bagi timnas Italia, meski usia Quagliarella tidak lagi muda sebagai pemain sepak bola. Rekor sebelumnya dipegang oleh Christian Panucci yang mencetak gol dalam usia 35 tahun dan dua bulan saat timnas Italia melawan Rumania pada 13 Juni 2008.

Quagliarella tidak lagi terjun dalam laga internasional sejak Italia mengalahkan Siprus pada 14 Oktober 2009. Selain itu, timnas Italia menorehkan kemenangan terbesar dalam hitungan 57 tahun belakangan.

Sebelum kemenangan atas Liechtenstein itu, timnas Italia belum pernah menang lebih dari dua gol per laga. Pada Maret 1993, Italia mengalahkan Malta dengan skor 6-1 dalam bababk kualifikasi Piala Dunia. Saat itu Azzurri dilatih oleh Arrigo Sacchi.

Selain itu, tim asuhan pelatih Roberto Mancini tersebut mampu membukukan lima clean sheets. Capaian ini belum pernah diraih sejak Italia dibesut Marcello Lippi pada Juni 2005.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HHz8mS
March 27, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HHz8mS
via IFTTT

Friday, March 22, 2019

Fasilitas Charger Gratis Depan Kantor Walikota Bekasi Rusak

Fasilitas charger di dua Halte di depan kantor Walikota Bekasi rusak dan tak terurus

BEKASI - Fasilitas Charger ponsel di dua Halte Trans Patriot di depan Kantor Walikota Bekasi nampak rusak dan tidak terurus. Hal ini menyebabkan masyarakat tak bisa menggunakan fasilitas tersebut. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan fasilitas charger ponsel bukan lagi tidak adanya arus listrik yang tersambung, tetapi juga ketiadaan konektor yang hilang entah kemana. Sehingga hanya menyisakan kotaknya saja. 

Adapun halte disebrangnya, konektor masih tersedia namun kondisinya sangat kotor, dan bagian bawah kotak sudah hancur. Selain itu, aksi vandalisme juga terjadi di salah satu halte tersebut. 

Sebagaimana kita ketahui fasilitas charger untuk masyarakat umum saat ini sangat penting untuk digunakkan. Khususnya mungkin bagi masyarakat yang menghabiskan waktunya bekerja di jalanan seperti pengemudi ojek online. 

Semoga fasilitas ini bisa segera diperbaiki agar bisa kembali digunakan oleh masyarakat yang membutuhkannya.

Pengirim: Tiar, Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OliGca
March 22, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OliGca
via IFTTT

Monday, March 18, 2019

Menko Puan Beri Kuliah Umum di ISI Solo

Menko Puan mengatakan seni tidak dapat dilepaskan dari budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani memberikan Kuliah Umum kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, di Gedung Teater Besar Umardani ISI, Senin (18/3). Kuliah umum tersebut mengambil tema "Inovasi Seni Menuju Indonesia Maju dan Berbudaya di Era Industri 4.0".

Dalam kesempatan tersebut, Menko Puan menyatakan, seni merupakan keahlian untuk membuat karya memiliki nilai keindahan. Seni tidak dapat dilepaskan dari budaya. Sebab, nilai-nilai keindahan selalu berakar dari budaya masyarakat.

Menurut Puan, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, terdiri dari 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 bahasa, memiliki keragaman seni budaya. Maka dari itu, berbagai berbagai karya seni yang dihasilkan memiliki ciri khas dan berbeda disetiap daerah.

Misalnya, seni gamelan, meskipun pada dasarnya sama tetapi antara gamelan Jawa Tengah dengan gamelan Jawa Timur memiliki perbedaan yang menjadi ciri khas masing-masing.

"Begitu juga seni membatik, seni menenun, seni tari, seni lukis, seni pahat, seni kuliner, dan sebagainya memiliki kekhasan budaya di setiap wilayah Nusantara," jelasnya seperti tertulis dalam siaran pers.

Sementara, dalam era globalisasi saat ini, lanjutnya, nilai-nilai dalam seni budaya memiliki dinamika yang dapat memberikan peluang sekaligus tantangan. Tantangan yang dihadapi seni budaya saat ini yakni, bagaimana mempertahankan nilai-nilai luhur seni budaya dalam menghadapi nilai-nilai seperti nilai komersial, nilai kepraktisan, nilai fungsional, dan lain sebagainya.

Menko Puan menyampaikan, seni budaya juga merupakan produk dari zamannya. "Dan saat ini kita berada di era digital dan teknologi. Sehingga keindahan gerak, keindahan suara, keindahan visual, dapat dibuat sedemikian beragam dengan berbagai teknik berbasiskan teknologi. Sebagai contoh, film animasi dengan teknologi dapat memadukan seni lukis, seni gerak dan seni audio, menjadi film," paparnya.

Menghadapi era industri 4.0 , menurut Puan, ISI Solo perlu menyiapkan mahasiswanya. Selain menyiapkan mahasiswa mempunyai kemampuan akademik yang baik, juga memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Sehingga selain terampil dalam bidang seni, juga terampil dalam menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HqS09B
March 18, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HqS09B
via IFTTT

Monday, February 25, 2019

Patuhi Resmi Laporkan BKPM ke Ombudsman

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) resmi melaporkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke Ombudsman. Patuhi melaporkan BKPM karena diduga telah abai dalam melakukan pengawasan setelah memberikan izin usaha Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel.

Baca Juga:

"Masa setelah memberikan izin dia lepas tangan dan sampai menimbulkan gejolak, dia masih santai. Ini yang kita perkarakan atas dasar pengaduan kita dan laporan kita ini akan ditindaklanjuti lagi oleh Ombudsman," kata Ketua Harian Patuhi Artha Hanif, setelah menggelar pertemuan dengan Ombudsman, Senin (25/2).

Artha menyampaikan, pertimbangan Patuhi melaporkan BKPM karena telah memberikan izin atau wewenang kepada VFS Tasheel. Akan tetapi pada praktiknya Tasheel dalam  menjalankan fungsinya tidak sesuai dengan izin yang diberikan. "Atas kelalaian itu di mana BKPM tidak melakukan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya," katanya.

Artha mengatakan, Ombudsman sangat konsen terhadap laporan Patuhi, karena menyangkut nasib sekitar satu juta lebih jamaah yang kesulitan atas dikeluarkannya izin Tasheel oleh BKPM. "Setelah laporan kita mereka anggap lengkap, Ombudsman akan masuk dan akan diproses satu minggu kemudian akan diplenokan dalam satu minggu mudah-mudah tidak sampai lama akan keluar rekomendasi dari Ombudsman," katanya.

Ombudsman RI, Artha mengatakan, merupakan lembaga negara satu-satunya yang mudah-mudahan dapat membantu mengeluarkan jamaah dari kesulitan dalam melakukan proses perekaman biometrik. Dengan merekomendasikan BKPM bersalah sehingga Tasheel dilarang lagi melakukan perekaman biometrik.

"Ini jadi pintu terakhir kita untuk menyampaikan secara resmi dan sesuai ketentuan bahwa kegundahan kita terhadap Tasheel sungguh mengganggu dan belum dapat diatasi dengan baik," katanya.

Artha menilai, peran pemerintah terutama Kemenag dan BKPM belum maksimal dalam memberikan solusi terbaik. Padahal, Patuhi sudah berkali-kali menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait namun belum ada solusi untuk menjawab masalah rekam biometrik oleh Tasheel.

Bahkan, kata dia, DPR dan juga beberapa Kementerian telah merekomendasikan agar supaya proses rekam biometrik oleh Tasheel ditunda sebelum Tasheel melengkapi semua fasilitas yang diperlukan.

"Karena Tasheel dianggap telah melanggar regulasi dan disepakati Tasheel belum siapa dan ini terbukti dari pelayanan operasional yang banyak menyulitkan dan membebani masyarakat yang hendak berangkat umrah," katanya.

Artha mengatakan, seharusnya pemerintah konsen dengan rekam biometrik. Karena masalah rekam biometrik juga bukan hanya untuk mempermudah jamaah umrah. Akan tetapi demi kemudahan 220 ribu jamaah umrah yang akan diberangkatkan tahun ini.

Berita Terkait

"Sudah saatnya otoritas tidak diam dan segera mencari jalan keluarnya dan yang paling mudah adalah menyetop Tasheel. Karena sesuai dengan regulasinya ada yang dilanggar dan diabaikan Tasheel," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GZkMNn
February 25, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GZkMNn
via IFTTT

Friday, February 22, 2019

Abbas Ibn Firnas, Penemu Pesawat dari Andalusia

Pada 875 Masehi, ia menciptakan sebuah pesawat kayu sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Aerodinamika adalah salah satu bidang ilmu yang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Cina tercatat sebagai peradaban pertama yang memulai penelitian atau penyelidikan di bidang ini. Pada abad kelima sebelum Masehi, Cina telah berhasil menciptakan sebuah pesawat sederhana dan menerbangkannya.

Namun, ketika ditanya siapakah manusia pertama yang berhasil menerbangkan pesawat, sejarah dunia mencatatkan nama Wright Bersaudara, yakni Orville Wright dan Wilbur Wright sebagai tokohnya. Menggunakan pesawat rancangan sendiri bernama Flyer, Wright Bersaudara sukses mengudara di sekitar Amerika Serikat pada 1903.

Hanya, jika ditelisik kembali, jauh sebelum Wright Bersaudara menerbangkan Flyer, terdapat tokoh lain yang telah berhasil mengudara. Ia adalah Abbas Ibn Firnas, seorang intelektual dan ilmuwan Muslim asal Qutuba Al-Andalus (Cordoba, Spanyol).

Abbas Ibn Firnas merupakan ahli beberapa cabang ilmu, seperti matematika, fisika, astronomi, dan aerodinamika. Pada 875 Masehi, ia menciptakan sebuah pesawat kayu sederhana, kemudian menerbangkannya dengan dia sebagai pengendali atau pilotnya.

Abbas Ibn Firnas, yang bernama lengkap Abbas Abu al-Qasim Ibn Firnas Ibn Wirdas al-Takurini, lahir di Izn-Rand Onda Al-Andalus (sekarang Ronda, Spanyol) pada 810 Masehi. Kendati lahir di sana, Abbas Ibn Firnas menghabiskan masa hidupnya di Cordoba, yang kala itu merupakan salah satu pusat belajar dunia Muslim.

Berdasarkan data dan keterangan dari berbagai manuskrip, ketertarikan Abbas Ibn Firnas terhadap ilmu aerodinamika bermula ketika dia melihat aksi akrobatik yang dilakukan Armen Firman pada 852 Masehi. Saat itu, Armen Firman, yang dikenal sebagai seorang bernyali besar, menggelar sebuah pertunjukan peluncuran pesawat berbahan kayu yang ia kendalikan sendiri. Armen memang mengetahui dasar-dasar mekanika penerbangan.

Ketika itu, Armen dikisahkan naik ke puncak menara masjid agung di Qurtuba, lalu melompat dengan pesawat ciptaannya. Tetapi, massa yang menyaksikan aksinya terpaksa harus menahan napas ketika Armen gagal menerbangkan pesawatnya, kemudian terjun bebas menghunjam tanah. Kendati demikian, Armen berhasil selamat dari insiden tersebut.

Abbas Ibn Firnas, yang berada di tengah-tengah kerumunan massa, cukup terkesan menyaksikan aksi Armen Firman. Sejak itu ia tertarik dan terdorong untuk mempelajari aerodinamika. Kendati demikian, memang belum diketahui secara pasti proses belajar yang dilewati Abbas Ibn Firnas. Adapun yang jelas, pada 875 Masehi, 23 tahun setelah pertunjukan Armen Firman, Abbas Ibn Firnas telah menciptakan sebuah desain pesawat berbagan kayu, dilengkapi dengan kedua sayap yang dirajut dengan sutra dan bulu-bulu.

Seusai membangun pesawat tersebut, Abbas Ibn Firnas sendiri yang menjajal pesawatnya. Kala itu, ia mengundang masyarakat Cordoba untuk turut menyaksikan aksi penerbangan perdananya. Berbeda dengan Armen Firman, Abbas Ibn Firnas memilih titik tolak yang lebih tinggi, yakni Bukit Jabal Al-Arus (Mount of the Bride) di daerah Rusafa, dekat Cordoba. Sebelum terjun, Abbas Ibn Firnas dikisahkan sempat mengucapkan kalimat perpisahan guna mengantisipasi jika penerbangannya gagal dan ia harus menjemput ajalnya.

Namun, ternyata firasatnya tak terbukti. Setelah terjun dari Bukit Jabal Al-Arus, Abbas Ibn Firnas berhasil menerbangkan pesawat kayunya. Ia mengudara di langit Cordoba sekitar 10 menit. Kendati demikian, Abbas Ibn Firnas tampaknya memang belum memikirkan proses pendaratan yang tepat. Saat hendak mendarat, ia tak mampu mengontrol kecepatan pesawatnya yang mengakibatkan dirinya terempas ke tanah dan mengalami cedera serius.

Namun, kecelakaan itu memberi pelajaran tersendiri untuk Abbas Ibn Firnas. Ia menyadari bahwa desain pesawatnya belum dilengkapi bagian untuk memperlambat kecepatan. Seekor burung harus menggunakan sayap dan ekornya untuk menahan laju kecepatannya. Hal itu disadari oleh Abbas Ibn Firnas bahwa dia luput atau tak merancang bagian ekor untuk pesawatnya.

Kendati menyadari hal tersebut, Abbas Ibn Firnas tak mampu menciptakan pesawat lain dengan desain yang lebih sempurna. Hal itu disebabkan kondisi kesehatannya yang kian memburuk pascagagalnya uji coba pesawat perdananya. Akhirnya ia pun meninggal pada 887 Masehi, 12 tahun setelah insiden tersebut.

Meski begitu, pengalaman atau uji coba penerbangan yang dilakukan Abbas Ibn Firnas menjadi bahan pelajaran dan kajian bagi ilmuwan-ilmuwan berikutnya. Gagasannya terkait pesawat pun terus dipelajari. Sejarawan Barat, Philip K Hitti, mencantumkan nama Abbas Ibn Firnas ketika ia menerbitkan buku berjudul History of the Arabs. Dalam bukunya, Philip menempatkan Abbas Ibn Firnas sebagai salah satu tokoh besar Islam sekaligus manusia pertama dalam sejarah yang melakukan uji coba penerbangan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GW2L2A
February 22, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GW2L2A
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

Ini Rekomendasi Sidang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

Dokumen itu dibacakan di hadapan Wapres Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Sidang Tanwir Muhammadiyah telah berlangsung sejak Jumat (15/2) hingga hari ini, Ahad (17/2). Acara itu telah menghasilkan rekomendasi strategis yang terdiri atas sembilan poin.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Menurut dia, sasaran rekomendasi itu ditujukan kepada kehidupan keummatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

Adapun dasar rekomendasi itu adalah pidato Presiden Joko Widodo pada pembukaan sidang tanwir itu, pidato iftitah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, pokok-pokok pikiran PP Muhammadiyah, Risalah Pencerahan, Pemikiran Strategis Kebangsaan, serta saran-saran para peserta.

"(Poin pertama) menjadikan agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia sebagai fondasi nilai dan sumber inspirasi yang mendasar dalam mewujudkan kebijakan-kebijakan strategis negara serta arah moral-spiritual bangsa," kata Abdul Muti di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta hadirin yang ada di Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Gedung Daerah Balai Semarak, Kota Bengkulu, Bengkulu, Ahad (17/2).

Kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan luhur yang hidup dalam jatidiri bangsa Indonesia. Sidang tanwir Muhammadiyah juga menyarankan agar primordialisme suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dihindari karena hal itu berpotensi meruntuhkan keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Poin kedua, pihaknya merekomendasikan tegaknya kedaulatan negara di bidang politik, ekonomi, dan budaya, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam melalui kebijakan-kebijakan strategis yang pro-rakyat dan mengutamakan hajat hidup bangsa.

"Dalam menjalankan amanat agar benar-benar menjaga kedaulatan negara dari penetrasi asing dalam segala bentuknya, mengutamakan sumber daya dalam negeri, menegakkan kedaulatan pangan, dan memutus mata-rantai ketergantungan impor yang merugikan kehidupan rakyat dan masa depan bangsa," tutur Abdul Mu'ti.

Poin ketiga, mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi secara progresif dengan kebijakan-kebijakan yang berani. Keberanian itu terutama dalam menghadapi sekelompok kecil pihak yang menguasai ekonomi dan kekayaan Indonesia.

"(Hal itu) agar tidak merugikan hajat hidup mayoritas rakyat sesuai dengan sila 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia' dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945," ucap dia.

Poin keempat, sidang tanwir kali ini menyarakankan adanya rekonstruksi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia berbasis pada karakter bangsa. Hal itu hendaknya menjadi prioritas penting dalam kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia unggul dan berdaya saing tinggi dengan negara-negara lain yang telah maju.

"Hendaknya ditempuh kebijakan yang benar-benar terfokus, tegas, dan jelas dalam memanfaatkan 20 prosen anggaran pendidikan untuk semata-mata pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sebagaimana amanat konstitusi," ujar dia.

Poin kelima, menjalankan pemerintahan dengan prinsip negara hukum, sebagaimana amanat konstitusi, serta menegakkan hukum secara adil dan tanpa diskriminasi. Menurut rekomendasi ini, hukum hendaknya jangan dijadikan alat kekuasaan dan politik tertentu yang merugikan kepentingan umum serta menyebabkan hilangnya kesamaan kedudukan semua orang di depan hukum (equality before the law).

"Pejabat negara yang diberi jabatan dalam penegakkan hukum hendaknya bebas dari partai politik dan kepentingan politik apa pun yang menyebabkan terjadinya politisasi dan penyalahgunaan hukum yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara," ucap Abdul Mu'ti menegaskan.

Poin keenam, pihaknya menyarankan adanya kebijakan reformasi birokrasi yang progresif dan sistemik dengan prinsip good governance. Selain itu, perlu adanya birokrasi pemerintahan untuk semua rakyat yang menjunjung tinggi meritokrasi dan profesionalisme.

"(Hal itu) tanpa disandera oleh kepentingan-kepentingan politik partisan dari para pejabat pemerintahan maupun partai politik dan golongan. Dalam reformasi birokrasi tersebut, penting menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda kebijakan utama, sehingga pemerintahan bebas dari penyakit yang menghancurkan tatanan bangsa dan negara," papar dia.

Poin ketujuh, sidang menyarankan peningkatan pelaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dan berdaulat. Hal itu dalam konteks melindungi kepentingan dalam negeri, serta menjadikan Indonesia selaku negara dengan penduduk Muslim terbesar sebagai kekuatan yang strategis dalam percaturan global.

"Dalam sejumlah hal yang menyangkut kepentingan dalam negeri, serta tegaknya perdamaian dunia, hendaknya Indonesia lebih tegas dan berani dalam menjalankan kebijakan politik luar negeri sesuai jati diri negara yang berdaulat," kata dia.

Poin kedelapan, Muhammadiyah menyarankan penataan kembali pelaksanaan kebijakan kesehatan, termasuk didalamnya Sistem Jaminan Kesehatan. Selanjutnya, perlu adanya peningkatan peran perempuan dalam pembangunan, fasilitasi kaum difabel, dan penanganan kebencanaan yang lebih optimal. Semua itu dalam rangka menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan terhadap mereka yang membutuhkan.

Poin kesembilan atau terakhir, pihaknya menganjurkan adanya penguatan organisasi kemasyarakatan dan civil society, di antaranya Muhammadiyah. Keberadaan organisasi masyarakat madani itu dinilai telah berjuang dan berperan serta mendirikan Republik Indonesia. Tujuannya supaya organisasi-organisasi demikian benar-benar memiliki posisi serta peranan penting dan strategis serta tidak mengalami peminggiran dan diskriminasi dalam kehidupan bernegara.

"Organisasi kemasyarakatan tersebut berfungsi sebagai kekuatan moral yang menegakkan nilai-nilai utama kebangsaan sekaligus menjadi kekuatan kritik-konstruktif dan penyeimbang. (Tujuannya) demi tegaknya Indonesia sebagai negara-bangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutur dia.

Dokumen "Rekomendasi Tanwir Muhammadiyah di Kota Bengkulu" ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti selaku Sekum, tertanggal 17 Februari 2019.

Sidang tanwir atau rapat kerja diselenggarakan Muhammadiyah di Bengkulu pada 15-17 Februari 2019. Tanwir terakhir sebelum Muktamar Muhammadiyah 2020 itu bertema "Beragama yang Mencerahkan."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Nb7iPz
February 17, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Nb7iPz
via IFTTT

Saturday, February 16, 2019

Diisukan Diganti Ahok, Maruf Amin: Hoaks Itu, Jangan Percaya

Maruf menyayangkan laporan yang memberitakan bahwa dirinya akan diganti Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, membantah isu yang menyebutkan dirinya akan digantikan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setelah terpilih pada Pilpres 2019. Ma'ruf menegaskan isu tersebut sepenuhnya hoaks.

''Bohong itu. Hoaks itu. Jangan percaya sama hoaks,'' kata Ma'ruf saat mengklarifikasi di hadapan ratusan peserta perayaan Harlah NU ke-93 dan Milad Ponpes Al Muhajirin ke 26 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Hoaks yang tersebar di masyarakat tingkat bawah itu menyebutkan bahwa Ahok akan menggantikan Maruf sebagai  wakil presiden jika pasangan nomor urut 01 akhirnya memenangkan Pilpres 2019. Ahok kemudian akan menggantikan Joko Widodo sebagai presiden karena memilih mundur.

Hari Tanoe kemudian jadi wakil presiden, menggantikan Ahok yang naik menjadi presiden. Kiai Ma'ruf menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Karena itu, dia meminta kepada seluruh hadiri untuk tidak mudah percaya terhadap isu hoaks.

Isu hoaks tersebut juga diklarifikasi Kiai Ma'ruf saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Faridiyyah Sempur, Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kiai Ma'ruf berkunjung pesantren ini setelah menghadiri acara di Pondok Pesantren Al-Muhajirin.

Sementara Pemimpin Redaksi Indopos, Juni Armanto, juga mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Juni mengatakan, dalam isi berita, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada sejumlah anggota TKN. Dalam berita tersebut, TKN menampik semua isi dari grafis yang viral di media sosial itu.

Ma'ruf pun mengaku sangat menghormati pers sebagai salah satu pilar bangsa. Namun, dia menyayangkan laporan surat kabar Indopos yang belum lama ini memberitakan bahwa dirinya akan diganti Ahok seandainya terpilih bersama Jokowi di Pilpres 2019.

''Saya ini sangat menghormati pers, bergaul dengan pers. Harusnya pers itu tidak membuat berita-berita yang aneh-aneh,'' ujarnya. Menurut Kiai Ma'ruf, laporan pers yang aneh-aneh itu rentan digunakan pihak tertentu sebagai isu kampanye hitam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2NaWfG0
February 16, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2NaWfG0
via IFTTT

Tuesday, February 12, 2019

Demokrat Nantikan Kesembuhan Bu Ani

SBY setia mendampingi Ani Yudhoyono selama masa perawatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keluarga besar Partai Demokrat masih menantikan kesembuhan istri Presiden keenam RI sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono. Ani masih dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.

"Kami semua bersedih," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Selasa (12/2).

Ferdinand mengatakan hingga saat ini Partai Demokrat masih menunggu kabar terbaru dari SBY mengenai kondisi Ani Yudhoyono. SBY setia mendampingi Ani Yudhoyono selama masa perawatannya.

Ani Yudhoyono menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura sejak Sabtu (9/2). Belum diketahui pasti sakit yang mendera Ani Yudhoyono.

Wasekjen Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__, Selasa, sempat menggunggah foto Ani Yudhoyono yang sedang terbaring didampingi SBY. Bersama unggahan foto itu, Andi menuliskan doa "ALLOH akan menyembuhkan." 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N0eq15
February 12, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N0eq15
via IFTTT

Wednesday, January 30, 2019

Aktivis Lingkungan Desak Gubernur Setop Perburuan Primata

Jabar sudah ada aturan terkait perburuan primata namun belum ditegakkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Profauna Indonesia, menggelar aksi teaterikal di halaman Gedung Sate, Rabu (30/1). Mereka, mendesak Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil untuk menghentikan maraknya perburuan primata di Jabar.

Dalam aksinya, aktivis lingkungan tersebut menggelar pertunjukkan dengan menggunakan atribut primata seperti monyet dan surili. Mereka, memainkan peran sebagai seorang pemburu yang memburu primata. Aksi tersebut, cukup menarik perhatian pengguna jalan yang melewati Jalan Diponegoro. Karena, pertunjukkan tersebut seperti kabaret lengkap dengan dialog, tarian dan nyanyian.

Menurut Koordinator Propauna Indonesia Representatif Jabar, Nadya Andriani, aksi ini digelar untuk memperingati Hari Primata Indonesia 2019. Pada peringatan sebelumnya, Propauna Indonesia pernah mengangkat aksi bertemakan setop perdagangan primata dan stop memelihara primata. Tahun ini, tema yang diangkat setop berburu primata.

"Kenapa berburu? Karena kondisi perburuan primata dari tahun ke tahun, semakin meningkat. Bahkan, motifnya bukan hanya untuk ekonomi tapi hobi," ujar Nadya kepada wartawan.

Nadya mengatakan, di Jabar sebenarnya sudah ada aturan terkait perburuan primata ini. Namun, adanya di Polrestabes dan belum ditegakkan. Padahal, kata dia, sekarang perburuan primata tersebut menuju masif. Memang, belum marak tapi kecenderungannya ada.

"Makanya aksi ini dilakukan di Gedung Sate karena ingin Pemprov Jabar melihat dan menegakkan aturan perburuan primata tersebut," katanya.

Saat ini, kata dia, wilayah di Jabar yang banyak perburan primata di antaranya adalah Sumedang, Tasikmalaya di pinggir hutan banyak pemburu serta Bandung Barat.

"Ironinya, pemburu tersebut datang dari daerah lain yang bukan dari Jabar. Kalau warga sekitar justru ikut menjaga," katanya.

Menurut Nadya, Kukang masuk sebagai empat jenis primata yang punah. Jadi, keberadaannya saat ini cukup langka. Sehingga, banyak diperjual belikan dan peliharan oleh masyarkat.

"Nah yang miris ada pemburu yang menembak primata hanya untuk diunggah di Medsos sekarang marak," katanya.

Terkait jumlah kasus perburan primata, menurut Nadya, pihaknya menemukan ada 12 kasus di seluruh Indonesia. Ia memantau kasus tersebut dari Medsos. "Kalau di Jabar kasusnya belum ada tapi jangan sampai ada," katanya.

Nadya berharap, dengan  aksi yang digelarnya ini, masyarakat bisa paham tentang pentingnya keberadaan primata bagi manusia. Yakni, primata selama ini berperan sebagai penyebar benih dalam hutan. Karena, hutan lindung tak ada yang menanam atau merawat.

Peran yang lainnya, kata dia, primata merupakan makanan bagi predator seperti macan tumbang dan macan tutul. "Kalau makananya nggak ada, kan nanti predatornya turun ke perkampungan warga. Di beberapa daerah ini terjadi," katanya.

Untuk melindungi primata dari kepunahan, Nadya menilai, Pemprov Jabar harus tegas membuat aturan tentang perburuan. Terutama, harus ada aturan terkait penggunaan senjata angin. "Penggunaan senjata angin harus diatur tegas sebelum perburuan primata menjadi semakin masif," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uss7IC
January 30, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uss7IC
via IFTTT

Monday, January 28, 2019

Mengenal Sunatullah

Semua yang terjadi di dunia ini tak berjalan dengan kebetulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semua yang terjadi di dunia ini tak berjalan dengan kebetulan. Benda-benda di jagat ini bahkan sudah diikat dalam aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pencipta-Nya. Allah SWT tak hanya menetapkan aturan bagi makhluk mati, seperti planet, tumbuhan, dan hewan. Dia juga menerapkan hukum bagi manusia.

Aturan itu ada yang berkaitan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Allah. Kita lazim menyebutnya dengan nama sunatullah, dua kata yang berasal dari kata sunah dan Allah. Arti kata sunah adalah perjalanan atau cara. Dengan demikian, sunatullah dijelaskan sebagai cara yang diikuti dan yang berlaku dalam hubungan antara Allah dan manu sia.

Hukum ini juga disebabkan oleh sikap dan perbuatan mereka terhadap syariat Allah dan risalah para nabi yang melahirkan ketetapan-ketetapan Allah atas me reka di dunia dan di akhirat.

Di dalam salah satu ayat Al quran, kita bisa merasakan bagaimana sunatullah itu bekerja. "Setelah ada kesulitan, pasti ada kemudahan," (QS al-Insyirah: 5- 6). Kejadi an ini memang tidak se perti ilmu sains yang dibukti kan dalam laboratorium. Ia hanya dapat dibuktikan dalam peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan yang su dah terjadi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sab4Oc
January 28, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sab4Oc
via IFTTT

Friday, January 25, 2019

Rekam Biometrik Dikeluhkan Jamaah Lansia, Apa Saja?

Rekam Biometrik Dikeluhkan Jamaah Lansia, Apa Saja?

Jumat , 25 Jan 2019, 17:37 WIB

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rekam biometrik yang dilakukan pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui VFS Tasheel dikeluhkan oleh calon jamaah umrah yang berusia lanjut.  Salah satu jamaah, Enin (68) mengatakan, dirinya harus bersiap-siap beberapa jam sebelum melakukan prosedur perekaman karena rumahnya yang berada di Bubulak, Bogor, Jawa Barat.

"Harus siap-siap dari pagi sekali, karena rumah jauh dan harus ke Sentul supaya berangkat bareng rombongan," katanya ketika berbincang kepada Republika.co.id, Jumat (25/1).

Enin menuturkan, ia dan istrinya memilih untuk berangkat bersama rombongan untuk menghemat biaya transportasi dan menghemat tenaga.  Menurutnya, lokasi rekam data yang belum ia ketahui sebelumnya membuatnya ragu untuk berangkat tanpa rombongan.

"Takut nyasar," ujarnya.

Baca: Kontroversi Rekam Biometrik Jamaah Umrah

Meski demikian, ia mengaku tidak butuh waktu lama hingga dirinya dipanggil oleh pihak VFS Tasheel untuk melakukan perekaman data. Sebelumnya, ia mendengar kabar dari sesama jamaah yang mengatakan bahwa rekam biometrik memerlukan waktu berjam-jam.

"Iya sempat dengar kabar seperti itu, tapi ini sebentar kok. Karena sudah tertulis jadwal rekam datanya. Jadi bisa tahu kapan harus datang," ungkapnya.

Berita Terkait

Pantauan Republika.co.id di salah satu lokasi rekam biometrik di Blok M, Jakarta Selatan. Puluhan calon jamaah sedang duduk menunggu panggilan rekam data di sekitar outlet VFS Tasheel. Tidak ada penumpukan orang di sekitar lokasi.

Tak jauh dari outlet rekam data, VFS Tasheel menyiapkan puluhan kursi bagi calon jamaah untuk duduk. Rata-rata jamaah yang dilihat di lokasi, merupakan jamaah dengan usia lanjut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ug5B5E
January 25, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ug5B5E
via IFTTT

Wednesday, January 23, 2019

Konsep Rumah Sakit dalam Peradaban Islam

Lengkapnya sarana dan prasarana rumah sakit tersebut disempurnakan dengan etika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring dengan munculnya ahli-ahli medis yang sangat banyak jumlahnya, dibangun pula lembaga-lembaga kesehatan berupa klinik ataupun rumah sakit. Rumah sakit pertama dalam peradaban Islam dibangun oleh Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah.

Hebatnya lagi, konsep rumah sakit Islam sejak dini sudah memerhatikan asas etika moral, baik bagi pasien maupun dokternya. Afzalur Rahman menjelaskan, rumah sakit besar Al-Manshur yang didirikan di Damaskus pada tahun 1284 merupakan rumah sakit terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, bangsawan atau rakyat jelata, semuanya mendapatkan pelayanan yang baik.

Rumah sakit ini memiliki bangsal yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Satu bangsal dibuat terpisah khusus untuk penderita demam; khusus untuk penderita penyakit mata; khusus untuk penderita penyakit pencernaan; dan ada ruang untuk bedah. Tersedia pula beberapa ruang tambahan yang dimanfaatkan untuk dapur, ruang kuliah, apotek, dan lain sebagainya.

Baca: Pendorong Kemajuan Ilmu Kedokteran Peradaban Islam

Lengkapnya sarana dan prasarana rumah sakit tersebut disempurnakan dengan etika kedokteran Islam. Perumusan etika kedokteran ini menjadi lebih mantap pada era Dinasti Turki Utsmani. Dokter-dokter di era Turki Utsmani harus berpegang teguh pada prinsip kesederhanaan/kesopanan, kepuasan, harapan, dan kesetiaan.     

Dalam prinsip kesopanan/kesederhanaan, seorang dokter harus menyadari bahwa dirinya adalah khalifah Tuhan yang bertugas menolong proses penyembuhan pasien. Seorang dokter hanyalah sarana, sedangkan penyembuh nyata adalah Allah SWT.

Di samping itu, seorang dokter harus melawan uang yang bukan haknya dengan alasan pengobatan. Etika yang ditetapkan menuntut seorang dokter agar menahan diri untuk tidak menjadi ambisius dan tekun mengumpulkan harta.

Seorang dokter juga diwajibkan melanjutkan pengobatan kepada pasiennya selama dia mampu, yaitu merawat pasiennya secara jujur dan tidak mengenal putus asa. Demikianlah semangat umat Islam kala itu berbuat untuk manusia dan kemanusiaan. Mereka jauh dari roh persaingan yang memperebutkan keuntungan material. Namun, berlomba dalam kebaikan bingkai keimanan yang ditanamkan Rasulullah SAW.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dugxr2
January 23, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dugxr2
via IFTTT