Pages

Showing posts with label 2019 at 06:08PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:08PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Toni Kroos Siap Bersaing dengan Pogba

Toni Kroos siap bersaing dengan Pogba untuk mendapatkan tempat di Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Toni Kroos mengaku tak khawatir jika Paul Pogba benar-benar bergabung dengan Real Madrid. Kross mengatakan akan menikmati persaingan dengan Paul Pogba untuk mendapatkan tempat di Santiago Bernabeu.

Pogba memang santer akan pindah ke Madrid dari Manchester United musim panas ini. Pelatih Madrid, Zinedine Zidane tertarik untuk merekrutnya. Pogba sulit berkembang di MU sejak masa kepelatihan Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer. Sempat penampilannya meningkat di awal Solskjaer menangani MU, namun beberapa bulan terakhir, pemain asal Prancis itu terus menurun.

Zidane sedang merancang timnya untuk musim depan. Dia ingin merombak besar-besaran skutnya dengan mendatangkan beberapa pemain dan menjual pemain yang tak dibutuhkan. Jika Pogba berhasil direkrut, maka Madrid akan mempunyai stok pemain tengah melimpah.

"Kita bisa membicarakan banyak nama. Saya suka pemain ini (Pogba) tetapi tidak ada yang berubah bagi saya," kata Kroos dikutip dari thesportview, Rabu (22/5).

Pemain asal Jerman itu akan terus bermain seperti biasa. Dia akan terus berjuang mendapatkan tempat di tim utama dengan cara menunjukkan permainan yang baik. Ketika permainannya berada di level baik, menurut Kroos tidak akan terjadi masalah dengan posisinya.

Kroos dipastikan akan bertahan di Madrid hingga 2023 setelah klub memperpanjang kontraknya. Kesepakatan itu memastikan mantan pemain Bayern Munchen itu tak akan hengkang pada musim panas ini.

Pogba pindah ke MU dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2016 dengan nilai kepindahan 89 juta poundsterling. Angka tersebut menjadari rekor transfer pemain termahal di dunia waktu itu. Bersama MU, dia memenangkan gelar Liga Europa dan Piala Liga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qg0m5d
May 22, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qg0m5d
via IFTTT

Thursday, May 9, 2019

Pengemis, Warna Baru Saat Ramadhan

Pengemis sering kali muncul di kota besar ketika Ramadhan tiba

Ada yang berbeda setiap kali Ramadhan tiba. Bukan karena sajian ta'jil di sepanjang jalan, atau fenomena ngabuburit di kalangan umat. Warna itu muncul ketika para pengemis menjamur di tempat-tempat keramaian. Seperti super market, pom bensin, tempat ibadah, bahkan juga sekolah.

Mereka datang dari berbagai pelosok ke Kota Indramayu Barat. Ada yang tua dan muda, perempuan juga laki-laki, bahkan anak-anak kecil dan balita. Mereka mengharap uluran tangan berupa uang dan makanan. Sebab mereka paham betul bahwa saat Ramadan umat gemar berinfak.

Hal seperti ini menjadi biasa di tengah umat. Kehadiran mereka tidak terlalu dipikirkan bagi sebagian orang. Padahal semestinya kita miris, karena sejahtera seperti 'barang mahal' bagi umat. Hingga akhirnya para pengemis merendahkan dirinya dengan meminta-minta. 

Berbeda pada masa kejayaan Islam. Khalifah Umar bin Abdul Aziz membuktikan bahwa pada masanya, beliau bisa menyulap predikat mustahik, kepada muzakki. Penerima zakat menjadi pemberi zakat. Di masa itu, sulit mencari mustahik, sebab kesejahteraan merata. Umat terjaga hak-haknya. Padahal pemerintahannya hanya seumur jagung, dua setengah tahun saja.

Tapi terbukti, ketika Islam digunakan sebagai aturan untuk meri'ayah umat, hasilnya pun fantastis. Oleh sebab itu, saat ini dibutuhkan hadirnya penguasa yang benar-benar bertakwa, memiliki iman Islam yang kokoh sehingga menjaga negeri ini dengan landasan takut kepada Allah. Agar negeri yang kaya ini bisa mensejahterakan umatnya. Wallahu 'alam.

Pengirim: Lulu Nugroho, Muslimah Revowriter Cirebon

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hc0OgJ
May 09, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hc0OgJ
via IFTTT

Monday, May 6, 2019

Pemkot Sukabumi Giatkan Kegiatan Semarakkan Ramadhan

Berbagai kegiatan digelar Pemkot Sukabumi di masjid-masjid dinas.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI— Berbagai upaya dilakukan umat Muslim memaksimalkan ibadah Ramadhan. Di Kota Sukabumi, pemerintah setempat menggalakkan beragam kegiatan di masjid seperti kajian keagamaan. 

‘’Ramadhan merupakan sarana terbaik untuk meningkatkan kualitas keagamaan,’’ ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di sela-sela memberikan ceramah tujuh menit selepas shalat Zhuhur di Masjid Al Ikhlas Pemkot Sukabumi, Senin (6/5). 

Di antara kegiatan itu, kajian atau kuliah tujuh menit selepas menunaikan shalat Zhuhur. Istimewanya pada hari pertama Ramadhan Senin (6/5) Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, yang memberikan kultum dan kajian Ramadhan selepas shalat Zhuhur.

Fahmi menerangkan, dia ingin kajian-kajian tentang keislaman di masjid pemda ini bisa terus digiatkan. Selain itu pada setiap Jumat akan diadakan pengajian untuk ASN wanita sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Hal ini untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan ibadah dengan cara memakmurkan masjid dan menciptakan ssuasana Ramadhan yang lebih bermakna. 

Di sisi lain, kata Fahmi, Pemkot sudah membuat surat imbauan Ramadhan yang berisikan bagaimana ASN harus menjadi tokoh utama dalam rangka menciptakan Ramadhan khidmat. Di mana jangan sampai kesalahan dan perbuatan tidak sesuai syariat agama malah dilakukan para aparat pemerintah.  

Para ASN, lanjut, Fahmi harus memberikan informasi dan edukasi kepada warga bahwa mereka menjadi yang terdepan dalam mencipatakan Ramadhan lebih bermakna. Hal ini harus ditunjukkan melalui sikap dan perilaku.  

Salah satunya, kata Fahmi, dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama bulan puasa. ‘’ASN Jangan sampai kendor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat karena sedang puasa,’’ imbuh dia. 

Sebabnya, lanjut Fahmi, bila belajar dari sejarah ada 13 peristiwa besar yang terjadi pada Ramadhan dan di antaranya peperangan. Dengan hal itu maka momentum Ramadhan bisa menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. 

Menurut Fahmi, pada Ramadhan terdapat perubahan jadwal kerja ASN yakni masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. Sementara pada Jumat pulang pukul 15.30 WIB.  

Namun Fahmi meminta para ASN tidak sedikitpun mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Sebab jika mampu menunjukan kinerja terbaik maka hal tersebut salah satu amal terbaik.n riga nurul iman  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PMW1qa
May 06, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PMW1qa
via IFTTT

Wednesday, May 1, 2019

Vince Carter Masih Ingin Bermain Lagi di NBA

Carter akan membuat rekor sebagai pemain pertama yang melakoni 22 musim di NBA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebasket veteran Vince Carter mengatakan akan kembali bermain di kompetisi NBA, musim depan. Jika terwujud, ini akan menjadi musim ke-22 bagi Carter berlaga di NBA. 

"Ya, saya akan kembali," kata Carter, 42 tahun, dalam edisi terbaru podcast Winging It, seperti dikutip dari NBA.com, Rabu (1/5).

Podcast tersebut dibawakan oleh Kent Bazemore dan Annie Finberg serta Carter di Ringer Podcast Network. Pada episode terbaru tersebut Carter mendiskusikan Dwyane Wade dan Dirk Nowitzki, yang sudah memutuskan pensiun pada akhir musim ini. Ketika ditanya apakah dia akan kembali ke Hawks, Carter menjawab,"Saya ingin. Kita akan lihat apa yang terjadi."

Ia merupakan salah satu dari lima sosok yang menjalani 21 musim di NBA bersama Nowitzki, Kevin Garnett, Robert Parish, dan Kevin Willis. Carter akan membuat rekor sebagai pemain pertama yang melakoni 22 musim di NBA jika kembali berlaga musim depan.

Pada musim 2018-2019 Carter, mencetak rata-rata 7,7 poin, 2,6 rebound, dan 1,1 assist, per gim dalam 76 pertandingan membela Atlanta Hawks. Carter menandatangani kontrak satu tahun senilai 2,4 juta dolar AS memperkuat Hawks Agustus lalu dan mengaku belum ingin berhenti.

Carter awalnya dipilih oleh Golden State Warriors pada urutan kelima NBA Draft 1998, kemudian dibarter ke Toronto Raptors. Dia menghabiskan enam musim pertama kariernya bersama Raptors.

Carter kemudian mengembara memperkuat enam tim lain, yakni Brooklyn Nets, Orlando Magic, Phoenix Suns, Dallas Mavericks, Memphis Grizzlies, dan Sacramento Kings, sebelum bergabung dengan Hawks. Carter sudah mengoleksi 25 ribu poin selama kariernya di NBA dan naik ke urutan ke 20 dalam daftar top skorer sepanjang masa pada Maret lalu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wg8Awt
May 01, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wg8Awt
via IFTTT

Buruh dalam Pandangan Islam: Merujuk pada Kuntowijoyo

Menurut sejarawan Kuntowijoyo, Islam tak sama dengan Marxisme dalam analisis kelas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah buruh di dunia memang tak lepas dari isu penindasan. Tema eksploitasi atas kaum pekerja terus meningkat sejak kemunculan sistem kapitalisme global, yang bertumpu pada penggunaan uang kertas.

Berbagai paham mencoba menyuarakan nasib kaum pekerja. Ambil contoh, anarkisme yang tak bisa serta-merta disamakan dengan ‘kekacauan.’ Merujuk Peter Marshall dalam Demanding the Impossible: History of Anarchism, paham tersebut mengemuka ketika sekumpulan orang menghendaki pemerintahan sendiri, yang lepas dari cengkeraman minoritas yang berkuasa. 

Selanjutnya, gerakan sosialisme dan komunisme. Semua itu menginginkan kondisi masyarakat yang bebas dari ekses buruk kapitalisme.

Pada 1 Mei 1886, aksi buruh dalam skala masif terjadi di Amerika Serikat. Lebih dari 300 ribu orang turun ke jalan untuk menuntut jam kerja yang lebih adil bagi buruh dan pelbagai hak-hak manusiawi. Beberapa hari kemudian, para pemimpin aksi itu ditangkapi aparat setempat. Korban jiwa berjatuhan lantaran demonstrasi berubah jadi kericuhan.

Pada Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia di Paris, Prancis, menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia. Peringatan momen tersebut sampai kini berlangsung rutin di banyak negara, termasuk Indonesia. Bahkan, sejak 2014 pemerintah kita menjadikan May Day—demikian istilahnya—sebagai hari libur nasional.

Bagaimana Islam Memandang Buruh?

Pandangan Islam terhadap kaum buruh atau pekerja bertolak dari keyakinan, antara majikan dan kaum tersebut bertujuan selaras. Kedua belah pihak ingin meraih kemaslahatan dalam hidup di dunia dan akhirat. Buruh bagi seorang pemilik perusahaan semestinya dipandang sebagai rekan menggapai kesejahteraan dan ketentraman hidup.

Pusat perhatian buruh biasanya pada upah. Dalam sebuah hadits riwayat Mustawrid bin Syadad, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menjadi pekerja bagi kita, hendaklah ia  mencarikan istri (untuknya); seorang  pembantu  bila tidak memilikinya. Bila ia tidak mempunyai tempat tinggal, hendaklah ia mencarikan tempat tinggal.”

Abu Bakar ash-Shiddiq menuturkan, “Aku diberi tahu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Siapa yang mengambil sikap selain itu, maka ia adalah seorang yang keterlaluan atau pencuri.’” Dari hadits riwayat Abu Daud itu, secara ringkas berarti Islam memandang upah tak sekedar uang.

Islam melihat upah untuk buruh dalam kerangka moral. Esensi upah juga berdimensi ukhrawi karena berkaitan dengan pahala dan ridha Ilahi. Hal inilah yang cenderung membedakan perspektif Islam daripada isme-isme yang bermunculan di Barat.

Hanya saja, masih terdapat poin-poin persamaan. Misalnya, Islam pun memandang penting dua prinsip ini soal upah: keadilan dan kelayakan.

Perbedaan upah diperbolehkan sepanjang memenuhi aspek keadilan. Dengan begitu, adanya pembedaan dapat dipandang layak. Misalnya, seorang yang berpendidikan tinggi dengan kemampuan manajerial yang mumpuni. Ia wajar mendapatkan bayaran yang lebih tinggi daripada seorang pekerja di lapangan dengan beban pekerjaan yang tak kompleks.

Beda Islam dan Marxisme Soal Kelas Sosial

Satu hal penting lainnya. Paradigma Islam berbeda dengan marxisme atau komunisme dalam memandang masyarakat sosial. Mengutip sejarawan Islam (alm) Kuntowijoyo, marxisme menganggap kesadaran kelas sosial sebagai sesuatu yang penting.

Pertentangan antarkelas terjadi sedemikian rupa sehingga kelas buruh mengalahkan atau bahkan menghapus sama sekali kelas pemodal (borjuis). Karl Marx antara lain meramalkan hal itu, sekalipun sampai hari ini ramalannya tak kunjung terwujud.

Mengapa perlu dipertentangkan antarkelas sosial? Semua itu karena Marx menilai, kesadaran manusia ditentukan kondisi-kondisi materiilnya. Dalam era kapitalis, kaum borjuis memiliki alat-alat produksi, sehingga dapat menindas kaum buruh. Marx mengimpikan, kaum buruh dapat merebut alat-alat produksi dari kalangan yang berjumlah minoritas itu, sehingga sosialisme yang dinubuatkannya terjadi.

Sebaliknya, dalam Islam, tak mesti kaum pemodal dan buruh dipertentangkan secara vis-a-vis.

Kuntowijoyo menggarisbawahi, kesadaran manusia tidak ditunjang kondisi materil, melainkan terutama keimanan. Seseorang bisa saja menjadi insan yang berkemajuan (baca: beriman), sekalipun hidup dalam kemelaratan materi.

Karena itu, bagi Kuntowijoyo, Islam tidak mengenal kelas-kelas sosial. Meskipun begitu, para sarjana Islam boleh saja memakai analisis kelas sosial untuk membahas jalinan kepentingan di tengah masyarakat.

Secara tegas, Islam juga menolak konsep pertentangan kelas. Paradigma pengilmuan Islam yang digagas Kuntowijoyo menghimpun dari Alquran pelbagai konsep.

Sebagai contoh, konsep dhu’afa dan mustadh’afin. Kuntowijoyo mengartikan masing-masing sebagai 'orang kecil' dan 'orang teraniaya.' Lihat misalnya surah al-Baqarah ayat 266 dan surat an-Nisa ayat 75.

Menurut guru besar Ilmu Sejarah UGM itu, Alquran memakai kata dhu’afa untuk menggambarkan kesenjangan natural yakni kemiskinan. Sementara itu, kata mustadh’afin untuk menunjukkan adanya kesenjangan struktural.

Untuk mengatasi kesenjangan natural, lanjut dia, Islam memiliki cara-cara. Misalnya, zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya juga berfungsi untuk membuka mobilitas sosial. Kesenjangan natural pun dapat diatasi tanpa peran langsung negara (penguasa politik).

Sebaliknya, kesenjangan struktural memerlukan penguasa politik alias negara turun tangan.

Pertanyaannya: apakah dalam Islam ukuran kemajuan ditentukan hitung-hitungan materiil? Misalnya, berkurangnya jumlah orang kecil dan orang teraniaya? Ternyata, tidak serta-merta begitu.

Kuntowijoyo mengutip Alquran surah al-Ahzab ayat 22. Firman Allah SWT itu menegaskan, ukuran kemajuan adalah bertambahnya iman. Terjemahannya, “Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.”

Maka segala hal di luar keimanan merupakan urusan yang dianggap perlu, tetapi bukan esensial demi kemajuan.

Kembali ke soal pertentangan kelas. Penindasan atas kaum buruh itu masuk dalam konteks kesenjangan struktural. Artinya, korbannya adalah mustadh’afin.

Mengikuti logika Kuntowijoyo, misi politik yang islami dapat dijalankan untuk menghadirkan solusi atas kesenjangan struktural. Solusi itu tak mesti hirau, apakah orang-orang teraniaya (mustadh’afin) itu terdapat di kelas buruh atau kelas borjuis. (Tentu saja biasanya terdapat di kelas buruh.)

Dengan pengilmuan Islam, perjuangan pembebasan kaum teraniaya tak mesti menyuguhkan adegan pertentangan frontal. Fokusnya bukan satu kubu melenyapkan kubu yang lain, melainkan pembenahan sistemik yang menyeluruh supaya muncul aturan main yang adil bagi semua.

Dalam hal kapitalisme, misalnya, barangkali satu pertanyaan awalnya adalah: apakah sistem moneter kini, yang bertumpu pada uang kertas, sudah adil? Intinya, jangan sampai ada pihak, siapapun itu, yang seolah-olah berlegitimasi untuk menciptakan kekayaan tanpa kerja alias dari ketiadaan (out of thin air). Inilah, barangkali, mengapa Islam mewanti-wanti bahwa riba diharamkan dan jual-beli itu halal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vxFHAh
May 01, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vxFHAh
via IFTTT

Tuesday, April 30, 2019

Bekerjalah dan Lahirkanlah Karya

Bekerja dan lahirkan karya-karya terbaik yang membawa kemaslahatan umat

Bulan Mei merupakan bulannya para pekerja. Alasannya pada tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh International atau yang dikenal dengan Mayday.

Sebagian pekerja memilih Mayday untuk beristirahat melepas penat namun sebagian lainnya ada yang memilih moment ini untuk menyalurkan aspirasi mereka sebagai pekerja. Namun apapun kegiatan yang dipilih semoga hal tersebut bisa membawa kemuliaan bagi setiap diri yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan.

Bukankah kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. Maka harus dipastikan apakah amalan atau pekerjaan yang dilakukan selama ini mampu mendekatkan diri kita kepada Allah atau justru sebaliknya?

Berapa banyak orang bekerja atau beramal, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya selain dari lelah semata? Sebagian orang bahkan ada yang bekerja untuk hal yang bersifat duniawi. Memupuk harta, meraih jabatan tertinggi dan mendapatkan wanita/pria sebagai pemenuhan syahwat belaka.

Padahal di dalam Islam 'bekerja' bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diri dan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam, dari pagi hingga petang, terus menerus tak kenal lelah. Akan tetapi 'kerja' yang dimaksud ialah mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat dan negaranya.

Islam menempatkan kerja atau amal sebagai kewajiban setiap muslim. Kerja bukan sekedar upaya mendapatkan rezeki yang halal guna memenuhi kebutuhan hidup, tetapi mengandung makna ibadah seorang hamba kepada Allah, menuju sukses di akhirat kelak.

Kesadaran akan makna hidup yang Allah berikan adalah hanya untuk beramal shalih merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap mukmin yang muslim. Apabila kebanyakan orang mengatakan “waktu adalah uang”, maka bagi seorang muslim “waktu adalah amal shalih”. Karena, hidup akan menjadi hampa dan sia-sia bila tidak diisi dengan amal shalih. 

Hal tersebut Allah tegaskan dalam firmannya, Q.S At-Taubah : 105 yang artinya, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Dalam ayat diatas diterangkan pula bahwa Allah mengetahui sekecil apapun dari setiap pekerjaan kita. Allah juga Maha menyaksikan apa yang kita lakukan. Karenanya, kita harus senantiasa waspada akan kesaksian Allah, baik itu berupa amal maupun berupa niat, tidak ada yang terlewatkan. Semuanya tampak bagi-Nya. Oleh sebab itu kita harus senantiasa menyempurnakan amal, ikhlas, dan mengikuti petunjuk-Nya dalam menjalankan ketaatan sekecil apapun.

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bekerja untuk dunia dan akhirat serta untuk diri dan umat. Sehingga dari pekerjaan kita itu akan lahir karya-karya terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat sebagaimana kegemilangan karya para sahabat-sahabat Rasulullah Saw dan generasi muslim setelahnya.

Wallahua'alam Bish Shawab

Pengirim: Widya Fauzi, Founder Komunitas Muslimah Menjahit dan Bandung Storytelling Club

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JcFoTF
April 30, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JcFoTF
via IFTTT

Ritual Antar Kaisar Jepang Akihito Mundur

Kaisar Akihito akan digantikan Naruhito.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO — Kaisar Jepang Akihito mengakhiri tiga dekade kekuasaannya dengan mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi pada Selasa (30/4). Ia menurunkan takhta kepada sang putra, Pangeran Naruhito. 

Prosesi pelepasan takhta pada pukul 5 sore waktu setempat. Kaisar Akihito terlihat melakukan upacara yang menandai berakhirnya pemerintahan dirinya dengan berdoa sesuai keyakinan banyak masyarakat Jepang, yaitu kepada Dewi Matahari Shinto. 

Prosedur turun takhta akan dilakukan dengan ritual yang dilakukan di Istana Kekaisaran pada sore, namun secara teknis Akihito masih menjadi kaisar hingga tengah malam, detik sebelum pergantian hari. Era Heisei atau mencapai perdamaian yang selama ini melekat dengannya akan digantikan dengan Era Reiwa atau harmoni yang indah dari Naruhito. 

Dalam ritual pertamanya pada Rabu (1/5) pagi, Naruhito akan menerima regalia kekaisaran, termasuk pedang dan permata sebagai simbol naik takhta. Dalam upacara ini, selain pejabat pemerintah, hanya bangsawan laki-laki berusia dewasa yang diperbolehkan untuk hadir karena alasan tradisi masyarakat Jepang.

Akihito menjadi sosok pertama yang mengambil Takhta Kristan di bawah konstitusi pasca Perang Dunia II dengan mendefinisikan kaisar sebagai simbol pemimpin rakyat tanpa kekuatan politik. Pria berusia 85 tahun itu disebut telah membawa monarki lebih dekat kepada banyak orang di Jepang. 

Pangeran Naruhito akan resmi menggantikan Kaisar Akihito pada Rabu (1/5) besok. Meski demikian, prosesi pelantikan dirinya secara resmi akan berlangsung pada Oktober. 

Banyak pertanyaan yang mengatakan mengapa Akihito mengundurkan diri sebagai Kaisar Jepang. Sebelumnya, pada Agustus 2016, ia disebut mengkhawatirkan usianya, seiring dengan kondisi kesehatannya yang menurun. 

Kaisar Akihito mengaku khawatir untuk menjalani tugas di usia tua.  Ia kemudian menyampaikan keinginannya bahwa ia ingin turun takhta saat masih berada dalam kondisi kesehatan yang baik. 

Meski demikian, dalam Undang-undang Kekaisaran Jepang sebelumnya, tak ada aturan secara jelas mengenai pengunduran diri oleh kaisar yang berkuasa. Hanya disebut secara luas, bahwa suksesi diperbolehkan jika kaisar tutup usia. Tetapi, pemerintah negara itu kemudian memberlakukan hukum yang berlaku untuk satu waktu, yang mengizinkan pengunduran diri Akihito. 

Dengan pengunduran diri resminya, maka Naruhito sang putra tertua akan mulai meneruskan jabatan kaisar. Selama ini, ia dikenal dengan bakatnya sebagai musisi yang pernah menempuh pendidikan di Oxford selama dua tahun. Sebelumnya, ia juga pernah menulis sebuah makalah mengenai sistem transportasi Sungai Thames abad ke-18, setelah mempelajari ilmu sejarah di Universitas Gakushuin, sebuah sekolah yang dulunya adalah aristokrat.

Ia menikah dengan Putri Masako dan dikaruniai seorang putri yang diberi nama Aiko. Dalam hukum kekasairan Jepang, garis keturunan suksesi tahta hanya jatuh kepada laki-laki. Karena itu, setelah Naruhito, maka jabatan kaisar akan jatuh ke adik laki-lakinya, Fumihito atau yang lebih dikenal dengan gelar masa kecilnya, Akishino. Setelah itu, garis suksesi akan datang kepada sang putra bernama Hisahito yang saat ini masih berusia 12 tahun.

Sebelumnya, ada sebuah pembicaraan mengenai kemungkinan mengubah hukum tentang garis suksesi, agar perempuan dapat meneruskan takhta. Namun, diskusi berakhir dengan kelahiran Hisahito.

Setelah resmi turun takhta, Akihito akan memiliki gelar baru yaitu Kaisar Emeritus. Meski masih memiliki gelar ‘kaisar’ namun ia akan sepenuhnya pensiun dari tugas-tugas resmi sebagai Kaisar Jepang. Ia tak akan lagi menandatangani dokumen-dokumen pemerintahan, serta menyambut pejabat asing, termasuk acara-acara pemerintahan. 

Akihito bahkan tak akan menghadiri prosesi suksesi sang putra Naruhito. Terdapat kemungkinan bahwa apa yang ia lakukan nantinya tidak dapat tersorot oleh publik. 

Dalam sebuah keterangan, Akihito dikatakan akan lebih memiliki privasi dalam menjalani kegiatannya. Salah satu tujuan dari hal itu adalah untuk tidak menganggu Kaisar Jepang yang baru. 

Akihito bersama dengan sang istri, Permaisuri Michiko nantinya pindah dari kediaman kekaisaran dan bertukar tempat dengan Naruhito. Istana Kekaisaran dikatakan akan direnovasi sebagian untuk sementara waktu, sebelum Naruhito resmi menempatinya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IRYsa6
April 30, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IRYsa6
via IFTTT

Saturday, April 13, 2019

Tumbangkan Andalan Taiwan, Anthony Ginting Melaju ke Final

Dengan demikian, secara head to head Anthony berada di atas Chou.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke final turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2019. Pada babak empat besar, Anthony menundukkan andalan Taiwan, Chou Tien-chen.

Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (13/4) petang WIB, wakil tanah air sempat tertinggal 2-8 sejak gim pertama dimulai. Ginting berbalik unggul 13-10.

Chou mengejar hingga kedudukan imbang 13-13. Setelah itu, Ginting kembali melebarkan jarak pada angka 17-13. Andalan merah putih itu menutup gim pertama dengan keunggulan 21-17.

Pada gim kedua, Chou bangkit. Sempat ketat, wakil Taiwan menutup tahapan ini dengan keunggulan 21-18.

Pada gim penentuan, Ginting langsung tancap gas. Pebulu tangkis 22 tahun itu memimpin jauh hingga kedudukan 15-9.

Chou mencoba mendekati. Papan skor menunjukkan angka 16-12. Tak banyak waktu bagi tunggal putra nomor empat dunia untuk mengejar ketertinggalan. Hingga akhirnya ia takluk dari musuh bebuyutannya 14-21.

Dengan demikian, secara head to head Anthony berada di atas Chou. Dari sembilan pertemuan, andalan merah putih memenangkan lima di antaranya. Sisanya menjadi milik sang rival.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IvGt8p
April 13, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IvGt8p
via IFTTT

Thursday, April 11, 2019

Kemen-PPPA: Pelaku Perundungan AY Depresi

Pelaku perundungan AY depresi dan membutuhkan penanganan khusus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu mengungkapkan saat ini pelaku anak perundungan terhadap AY di Pontianak mengalami depresi berat. Bahkan, ada salah satunya yang sudah membutuhkan penanganan khusus.

"Pada hari ini sebenarnya luar biasa tekanan psikis terhadap si anak itu. Ada tiga anak, satu anak sudah harus ditangani khusus karena sudah putus asa," kata Pribudiarta usai konferensi pers di Kantor Kemen-PPPA, Kamis (11/4).

Sementara itu, dua anak yang lain sedang dalam penanganan. Saat ini, Kemen-PPPA terus memantau perkembangan penyidikan kasus tersebut sebab baik pelaku dan korban masih tergolong usia anak.

Tekanan psikis yang mengakibatkan depresi terhadap pelaku anak ini tentunya akan memengaruhi masa depan mereka apabila tidak ditangani dengan baik. Sebenarnya, tekanan sosial sudah menjadi hukuman yang mengerikan bagi para pelaku. "Tinggal kita kan tidak mau ini terjadi lagi, maka menjadi penting membangun kelompok perlindungan anak, sekolah ramah anak, dan guru yang mengerti bagaimana disiplin anak," kata dia.

Sebelumnya, viral di media sosial soal perundungan terhadap AY siswi SMP di Pontianak. Dalam informasi yang beredar, AY dikeroyok oleh 12 orang siswi SMA. Akan tetapi dalam penyidikan diketahui bahwa AY diserang oleh tiga orang sementara yang lain hanya melihat.

Saat ini penyidikan terhadap para pelaku perundungan sedang berlangsung. Polresta Pontianak telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penganiayaan. Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan penjara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GbYrtQ
April 11, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GbYrtQ
via IFTTT

Sunday, March 24, 2019

Haul Ibundanya, Kiai Maruf tak Hadiri Kampanye Jokowi

Kiai Ma'ruf membatalkan rencana menghadiri kampanye akbar perdana Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, membatalkan rencana menghadiri acara Kampanye Akbar perdana Jokowi di Lapangan Ciceri, Serang, Banten, Ahad (24/3) sore. Waktu yang tidak memungkinan membuat Kiai Ma'ruf tidak sempat untuk bergabung dengan Jokowi di acara tersebut.

Kiai Ma'ruf menggelar acara peringatan haul ibundanya dan peringatan Isra Mi'raj di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Ahad (24/3). Acara tersebut dimulai dari pukul 13.00 siang hinggga 16.00 sore. 

"Waktunya sudah sore, dari sini ke sana saja sudah satu jam. Jadi artinya tidak mungkin kita mengejar," ujar Kiai Ma'ruf saat ditemui usai memberikan tausiyah dalam acara di pesantrennya tersebut, Ahad (24/3). 

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga tidak ingin mengecewakan puluhan ribu santri dan warga yang telah hadir dalam acara haul ibundanya tersebut. Kiai Ma'ruf memilih untuk menemani warganya daripada menghadiri kampanye akbar yang dihadiri Jokowi tersebut. 

"Saya pikir kita cukupkan Pak Jokowi (yang hadir di kampanye akbar), di sini (di acara haul) juga massanya saya. Jangan sampai mereka kecewa kok mereka datang ke sini, sayanya tidak ada," ucap ketua umum MUI ini.

Kiai Ma'ruf mengatakan, para peserta haul itu juga ingin bersilatirrahim dengannya. Karena itu, mantan rais aam PBNU ini tidak mungkin meninggalkan mereka.

"Padahal mereka ingin bertemu, ingin juga silaturahim, ingin bertatap muka.  Maka saya merasa saya biar cukup di sini," kata Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi ini.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan itu, setelah haul Kiai Ma'ruf akhirnya memilih untuk menunaikan shalat ashar dahulu di kediamannya. Setelah itu, Kiai Ma'ruf berencana akan kembali ke kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2USbKGd
March 24, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2USbKGd
via IFTTT

Tuesday, March 19, 2019

Jenazah WNA Malaysia Korban Gempa Lombok Dipulangkan

Pemerintah memastikan pemulangan jenazah berjalan lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memulangkan dua wisatawan asal Malaysia yang menjadi korban meninggal akibat bencana gempa bumi berkekuatan 5,4 skala richter (SR) yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (17/3) lalu.

Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti di Jakarta, menyatakan, kedua korban tersebut yakni bernama Tai Siaw Kim (56) dan Lim Sae Wah (56) yang menjadi korban longsoran air terjun di Tiu Kelep di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

“Hari ini berlangsung proses pemulangan dua jenazah wisatawan asal Malaysia yang difasilitasi penuh oleh Pemprov NTB dan Kemenpar. Kami juga mengutus perwakilan dari Kemenpar untuk menyambut dan menerima keluarga korban di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng sebagai bentuk empati, kata Guntur di Jakarta, Selasa (19/3).

Guntur juga memastikan pemulangan jenazah itu berjalan lancar sampai ke negara asalnya. Sementara itu, Kemenpar terus memantau perkembangan yang terjadi di NTB. “Semua berjalan lancar, karena pariwisata itu industri pelayanan dan keramahtamahan, maka kita semua harus sigap dalam hal itu,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, mengapresiasi langkah cepat tanggap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang terus membantu dan memberi dukungan kepada pemerintah daerah dan masyarakat di NTB.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat NTB, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas segala dukungan dan bimbingannya sehingga proses evakuasi dan pemulangan jenazah beserta keluarganya berjalan lancar,” kata Faozal.

Faozal mengaku, pihak keluarga korban asal Malaysia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas pelayanan yang sudah diberikan. Pasca adanya bencana alam tersebut, ia berharap kondisi pariwisata Indonesia akan semakin baik.

Sejauh ini, Faozal pun memastikan bahwan kondisi di Lombok dalam kondisi aman. Kondisi 3A (atraksi, akses, dan amenitas) pascagempa juga tidak ada masalah berarti dan siap untuk kembali menerima wisatawan.

”Butuh upaya bersama untuk terus menyampaikan pesan ke dunia bahwa Lombok siap dikunjungi,” kata dia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uflnmr
March 19, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uflnmr
via IFTTT

Monday, March 18, 2019

Tiga Kelebihan Bersiwak

Siwak membantu menjaga kebersihan mulut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah manuskrip Muslim membahas kedokteran dan fikih. Salah satu pembahasannya adalah penggunaan siwak atau miswak, ranting pembersih gigi yang biasanya dibuat dari pohon arak (Salvadora persica).

Saat ini, siwak dapat dibeli di hampir setiap pasar, mudah ditemukan. Teks-teks yang memberikan aturan untuk perawatan gigi umum sudah ada dari ahli medis Islam. Mereka membuat beberapa risalah yang didedikasikan khusus untuk masalah siwak.

Di antara teks tertua, yang membahas masalah ini dikarang oleh Yuhanna bin Masawayh (wafat tahun 854) dan Hunayn bin Ishaq (wafat 873). Sejumlah penelitian kontemporer menjelaskan bahwa tanaman Salvadora persica dan ekstraknya memberikan manfaat pada jaringan mulut dan membantu menjaga kebersihan mulut yang baik.

Sebagian besar risalah Muslim tertua tentang siwak berbentuk naskah. Namun, karya serupa tentang masalah ini juga muncul pada periode selanjutnya. Berikut adalah keutamaan bersiwak sebagaimana dijelaskan para ilmuwan.

Hukum Bersiwak

Hukum siwak adalah sunah, yang berarti tindakan yang sangat dianjurkan untuk mengikuti apa yang dilakukan Nabi Muhammad. Cendekiawan Mazhab Hanafi Yusuf al-Qaduri juga membahas hukum bersiwak.

Bersiwak hendaknya dilakukan setiap saat, tidak hanya sebelum shalat sehingga rongga mulut, terutama gigi, selalu dalam keadaan bersih. Dengan begitu, tak ada sisa makanan yang menyelip di antara gigi. Mulut menjadi sehat. Nyaman dan percaya diri ketika berbicara dengan orang lain.

Penghilang Bau Mulut

Siwak sangat bermanfaat karena dibuat dari beberapa pohon yang bisa menghilangkan bau mulut. Bersiwak biasa dilakukan sebelum berwudhu dan juga setelah makan. Sehingga tak ada sisa makanan di mulut.

Namun, dilarang bersiwak dengan buah delima dan tebu. Ulama lain dari Mazhab Hanafi seperti Ibnu 'Abidin menjelaskan bahwa pohon tersebut berbahaya bagi mulut.

Keistimewaan pohon ara

Muhammad al-Aqkirmani mengatakan, bersiwak lebih istimewa jika menggunakan pohon ara. Karena bagian dari Tibbun Nabawi. Menurut Abu Hanifa, kata Al-Aqkirmani, ara membuat ucapannya fasih, nafsu makan terstimulasi, dan otak jernih.

Siwak menjauhkan setan dan mendekatkan para malaikat, membuat tubuh lebih kuat dan penglihatan lebih tajam. Al- Aqkirmani membahas pengaruh Siwak pada otak. Dengan demikian, Siwak merangsang pemikiran yang tepat, berbeda dengan opium, hyoscyamus, dan hashish. Semua dari mereka (dan pertama-tama, ganja) dilarang karena mereka mengalihkan orang dari ingatan Allah

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F58m3O
March 18, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2F58m3O
via IFTTT

Sunday, March 17, 2019

Kunjungi Pontianak, Prabowo Subianto Terima Gelar Bangsawan

Prabowo diminta memegang teguh ajaran agama sebagaimana telah tertulis dalan Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melanjutkan lawatan politiknya ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di ujung barat Pulau Kalimantan ini, Prabowo menerima gelar bangsawan dari Kesultanan Kadriah Pontianak.

Gelar bangsawan Kesultanan Pontianak diberikan langsung oleh Sultan Pontianak IX Syarif Machmud Alkadrie kepada Prabowo. Proses pemberian gelar bangsawan diawali dengan pembacaan sholawat Diba'i oleh pemuka adat Kesultanan Pontianak.

Prosesi selanjutnya adalah pembacaan sumpah penganugerahan gelar bangsawan Kesultanan Pontianak. Dalam prosesi itu, Prabowo diminta memegang teguh ajaran agama sebagaimana telah tertulis dalan Alquran dan sunnah.

"Sesungguhnya sultan memberikan gelar adat bangsawan Datuk Sri Setia Negara agar selalu menjadi tanggung jawab menerapkan ajaran Al-Quran dan sunnah," kata Sultan Syarif dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (17/3).

Usai dianugerahi gelar bangsawan, Prabowo tampil mengenakan baju adat Kesultanan Pontianak. Ia mengenakan baju setelan warna gading, dengan ikat kain tenun merah bersulam emas di pinggang, berselempang kain warna emas dan peci hitam dengan tali emas melingkar, serta dua tanda bintang di dada.

Usai prosesi adat itu, Prabowo juga telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Pontianak. Sebagai keluarga, Prabowo diminta menjaga nama baik kesultanan.

"Kami tabalkan sebagai Datuk Sri Setia Negara yang merupakan seorang bangsawan Kesultanan Pontianak. Sejak diangkat gelar kebangsawanan ini, maka bersatulah persaudaraan kita dunia akhirat. Jaga kehormatan dan martabat kesultanan ini," kata Sultan Syarif.

Dalam sambutannya, Sultan Syarif mendoakan Prabowo bisa melalui pemilu 2019 dengan lancar dan mendapatkan mandat dari rakyat untuk memimpin negeri ini. "Semoga kedatangan beliau di Istana Kadriyah ini bisa mengantarkan beliau menuju istana negara. Mewakili rakyat Kalbar, mudah-mudahan beliau terpilih jadi presiden," kata Sultan Syarif.

Sementara itu, Prabowo menyampaikan ucapan terimakasih atas penganugerahan gelar bangsawan Kesultanan Pontianak. Baginya, penganugerahan gelar adat ini adalah sebuah kehormatan besar. "Saya sangat berterimakasih atas pemberian gelar ini. Ini sangat luarbiasa. Sambutan rakyat Pontianak sangat luarbiasa," tutur Prabowo 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TU9TDw
March 17, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TU9TDw
via IFTTT

Saturday, March 16, 2019

Waspadai Hadis Palsu Soal Rajab

Banyak hadis mengenai Rajab yang berstatus palsu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Direktur Pusat Kajian Hadis (PKH) DR Ahmad Lutfi Fathul lah menjelaskan tentang beberapa hadis mengenai Rajab yang berstatus palsu. "Sesungguhnya Rajab itu bulannya Allah dan Sya'ban itu bulanku dan Ramadhan itu bulan umatku."

Hadis tersebut dinilai maudu' atau palsu oleh Ibnu al-Jawzi, Ibn Qayyim, Ibn Hajar, dan banyak ulama hadis lain. Hadis itu dise but palsu karena adanya nama Ali ibn Abdullah ibn Jahdam al- Suda'i atau Ibn Jahdam. Dia dituduh sebagai pendusta oleh beberapa ulama. Sementara itu, beberapa perawi lainnya dalam sanad ini tidak dikenal. Beberapa ulama hadis bahkan mengungkapkan bahwa mereka belum dilahirkan.

"Barang siapa yang menghidupkan (dengan ibadah) malam pertama pada bulan Rajab maka hatinya tidak akan mati ketika hati-hati mati. Allah akan taburkan kebaikan dari atas kepalanya dan dia akan keluar dari dosa-dosa nya bagaikan baru dilahirkan dari rahim ibunya, dan dia akan diberikan hak untuk memberi syafaat kepada 70 ribu orang-orang yang berdosa yang sudah harus masuk neraka."

Tidak ditemukan perawi dalam hadis tersebut, termasuk dalam kitab karangan Ibn Hjar dan Ali al-Qari yang berisi tentang bulan Rajab. Hadis tersebut juga bisa dihukumi palsu karena tidak terdapat hadis mengenai keutamaan bulan Rajab, berpuasa di dalamnya, berpuasa pada harihari tertentu di dalamnya, dan beribadah pada malam-malam tertentu pada bulan itu. Adanya status palsu dalam hadis tersebut juga karena tidak terdaftar dalam beberapa hadis yang dhaif yang disebutkan Ibnu Hajar.

"Barang siapa yang shalat setelah Maghrib pada malam bulan Rajab, 20 rakaat, membaca setiap rakaatnya surat Alfatihah dan al- Ikhlas, dengan 10 salam, maka Allah akan menjaganya dan men jaga orang, rumah, dan keluarganya dari bala dunia dan azab akhirat."

Ibnu al-Jawzi menyebutkan hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Jawzaqani dari Anas ibn Malik. Beberapa ulama seperti Ibn al-Jawzi, Ibn Qayyim, Ibn Hajar, hingga al-Suyuti. Pasalnya, para perawi dalam sanad hadis tersebut tidak dikenal. n wallahualam

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uc1Ovr
March 16, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uc1Ovr
via IFTTT

Thursday, March 7, 2019

Orasi Soal Dwifungsi ABRI Bisa Jadi Masukan Bagi TNI

TNI menilai Polri sudah melakukan langkah yang seharusnya dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Sisriadi, menyebutkan, pernyataan akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertinus Robet, terkait dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dalam orasinya beberapa waktu lalu bisa dijadikan masukan untuk TNI. Terkait penangkapan Robet, ia menyebutkan, Polri sudah mengambil langkah yang seharusnya dilakukan.

"Dalam orasi itu juga ada konten yang sedang menjadi trending topic, yang intinya meminta jangan sampai TNI berdwifungsi seperti jaman Orba lagi. Konten ini tentu bisa dijadikan masukan untuk membangun trust masyarakat kepada TNI," ujar Sisriadi saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (7/3).

Terkait hal lain yang disampaikan Robet pada orasi tersebut, ia menyebutkan, memang ada ujaran-ujaran kebencian. Menurut Sisriadi, hal tersebut menjadi ranah penegak hukum atau Polri untuk menindaklanjutinya.

"Polri sudah mengambil langkah yang seharusnya mereka lakukan. TNI mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Polri," jelas Sisriadi.

Di samping itu, Robet telah diperbolehkan pulang setelah diperiksa Bareskrim Polri selama 1x24 jam, Kamis (7/3). Meski dibolehkan pulang, aktivis kelahiran 1971 itu tetap berstatus tersangka. Robet disangka telah melakukan penghinaan terhadap institusi TNI.

Juru Bicara Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Robet diperiksa sejak Kamis (7/3) dini hari. Proses pemeriksaan terhadap Robet, dilakukan di Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian proses administrasi berita acara yang sudah selesai, saudara R dibolehkan pulang oleh penyidik,” ujar dia di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/3).

Tim Siber Bareskrim Polri, pada Kamis (7/3) dini hari menangkap Robet di kediamannya di Depok, Jawa Barat. Penangkapan tersebut, terkait dengan aksi Robet yang menyanyikan plesetan mars ABRI saat aksi Kamisan, di depan Istana Negara, pada 28 Februari lalu. Aksi yang terekam dalam video tersebut sempat viral di media sosial.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VJXoHT
March 07, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VJXoHT
via IFTTT

Wednesday, February 20, 2019

Mendes PDTT Dorong Pemda Aktif Laporkan Masalah di Daerah

Masih banyak infrastruktur desa yang harus dibenahi.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo sayangkan kondisi infrastruktur disejumlah desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang dinilai sangat memprihatinkan. Terkait hal ini, ia mendorong Pemda untuk aktif melaporkan masalah yang ada di daerah.

Ia mengatakan, dengan mengetahui secara langsung ke desa-desa ternyata banyak yang masih perlu dibenahi. Eko mengungkapkan sebetulnya pemerintah pusat memiliki banyak program untuk meningkatkan infrastruktur di pedesaan.

"Cuma perlu dari Pemda untuk lebih aktif lagi melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. Ada sekitar 560 triliun dari 19 kementerian," kata dia, dalam kunjungannya ke Desa Sinar Pagi, Seluma, Bengkulu, Senin (18/2) dikutip dari keterangan resmi.

Ia menambahkan, jangan sampai desa yang benar-benar tertinggal justru tidak mendapatkan program bantuan. "Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program," kata dia.

Dana desa yang selama ini telah diberikan dari pemerintah pusat kepada daerah, kata Eko, harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini pembangunan infrastruktur pedesaan sangat diperlukan untuk memudahkan aktivitas masyarakat setempat.

Di dalam kunjungannya, ia melihat jembatan yang cukup mengkhawatirkan dan diperlukan perbaikan segera. Terkait hal ini, ia mengajak pemda setempat untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Kami dari Kementerian Desa akan perjuangkan, paling tidak jembatannya bisa dilalui kendaraan. Lumayan serem juga jembatannya. Yang jelas ini harus diperjuangkan bersama," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2txrEcI
February 20, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2txrEcI
via IFTTT

Monday, February 18, 2019

PLN NTT Layani Sembilan Pelanggan Panel Surya Atap

Panel surya atap untuk mengurangi emisi karbon di masa mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sementara melayani sebanyak sembilan pelanggan di daerah itu yang hendak memasang listrik panel surya atap (rooftop). Tujuan kehadiran layanan ini untuk menggalakkan pemanfaatan energi bersih (go green) sehingga bisa mengurangi emisi karbon di masa mendatang.

"Kita di NTT baru sembilan pelanggan yang mau menggunakan rooftop, sekarang sedang kami proses untuk pelayanannya," kata Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah NTT Andhoko Soeyono di Kupang, Senin (18/2).

Ia mengatakan, layanan listrik panel surya atap dilakukan seiring dikeluarkannya Peraturan Menteri ESDM No 49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PLN. "Karena itu siapa pun pelanggan boleh memasang rooftop dan nanti dikoneksikan dengan jaringan PLN," katanya.

Di NTT, lanjutnya, baru sembilan pelanggan yang mendaftar sebagai pemula untuk memanfaatkan layanan tersebut dan saat ini pihaknya sedang memproses untuk merealisasikannya. Andhoko mengatakan, untuk biaya investasi pemasangan listrik panel surya atap disediakan sendiri dari pihak pelanggan.

Dijelaskannya, ketika daya yang dihasilkan dari panel surya atap yang dimiliki melebihi pemakaian setiap bulan, maka PLN akan membeli daya sisa tersebut. "Jadi sistemnya ekspor-impor daya. Misalnya pelanggan memakai 100 Kwh per bulan, kemudian memproduksi daya di rooftop 40 Kwh per bulan maka hanya membayar untuk 60 Kwh ke PLN," katanya.

Ia menambahkan, keuntungan bagi pelanggan yang mengunakan panel surya atap ini selain lebih mengehemat biaya, selai itu menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi karbon. "Jadi kalau bagi pelanggan yang ingin pasang rooftop langsung saja ke PLN, nanti akan dilayani," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V9bL8t
February 18, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V9bL8t
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

Sekolah Haji Indonesia Gelar Kelas Perdana

IHRAM.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sekolah Haji Indonesia (SHI) Provinsi Lampung menggelar kelas perdana. Peluncuran kegiatan itu berlangsung di Masjid Ad-Du’a, Wayhalim, Kota Bandar Lampung, Ahad (17/2).

Launching kelas perdana SHI itu mengambil tema “Menyelam Esensi Ibadah Haji.” Hadir antara lain Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama (Kemenag) Khoirizi, yang sekaligus membuka acara.

Menurut Khoirizi, SHI telah memberikan edukasi, sehingga para peserta lebih terarah dan cenderung lancar dalam beribadah nantinya. SHI hadir untuk memberi poin-poin bimbinga dalam beribadah haji di Tanah Suci. Dia mengungkapkan, selama ini, sudah banyak yang berangkat haji, tetapi hanya sebatas beribadah.

”Saat ini, setiap orang yang berkeinginan berangkat ibadah haji, yang dipertanyakan pertama adalah layanannya. Untuk itu, saya ingin meluruskan sifat tersebut,” ujar Khoirizi di Masjid Ad-Du’a, Wayhalim, Bandar Lampung, Ahad (17/2).

Di antara pertanyaan yang diajukan para peserta kepadanya adalah terkait bagaimana pemerintah mengelola haji. Khoirizi menuturkan, peran negara harus ada di dalam pengelolaan haji.

“Karena setiap apa yang dilakukan pemerintah akan ada kesalahannya. Maka, untuk itu diadakan pembinaan haji tersebut, agar dapat menambah pengetahuan serta dapat melakukan pembinaan secara efektif Ibadah haji,” papar dia.

Sebagai informasi, SHI Lampung dirancang untuk memperkuat dan memperluas pengetahuan tentang haji secara utuh. Pada kesempatan ini, menurut Kepala SHI Provinsi Lapung Amir Mudaris, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat yang berminat.

“Kami tidak hanya mengundang para orang tua saja, melainkan juga kawula muda untuk lebih mengetahui, dan insya Allah di kemudian hari niat tersebut (menunaikan ibadah haji --Red) dapat terlaksana,” kata Amir Mudaris di lokasi acara, Ahad (17/2).

Selanjutnya, Syunada Bahri selaku pimpinan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) memberikan tausiyah kepada hadirin. Menurutnya, siapapun Muslim cenderung merindukan menunaikan ibadah haji.

Berita Terkait

Kerinduan itu dialami tidak hanya oleh mereka yang berada, tetapi juga kaum Muslimin yang hidup serba kekurangan. Dalam konteks Rukun Islam, haji menempati urutan kelima, yang dapat dimaknai sebagai penyempurna.

“Ibadah haji adalah proses penghapusan dosa setiap umat Muslim. Jika dijalankan dengan bersungguh-sungguh dan lewat bahasa ataupun doa, Allah Maha Mengetahui, dan Insya Allah akan terkabulkan,” tutur kiai yang juga alumnus Universitas Ibnu Sa'ud Riyadh Arab Saudi itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EeBgPT
February 17, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EeBgPT
via IFTTT

Debat Capres tak akan Beda dengan Sebelumnya?

Efek acara debat nanti malam relatif kecil ke perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat Calon Presiden putaran kedua akan digelar nanti malam. Beberapa permasalahan yang akan dibahas meliputi pangan, infrastruktur, serta energi.

Direktur Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menilai, jalannya debat nanti malam tidak akan berbeda dengan debat putaran pertama. "Jadi penantang akan mempertanyakan efektivitas infrastruktur dan sumber pembiayaannya," ujarnya kepada Republika, Ahad, (17/2).

Sementara, kata dia, pejawat akan memunculkan data keberhasilan pembangunan yang dicapai. "Keduanya saya prediksi akan terjebak dalam perdebatan sempit di sekitar tema," kata Piter.

Lebih lanjut, ia memperkirakan, tidak akan ada yang berusaha mencoba untuk mendudukkan isu sesuai tema dalam cara pandang yang lebih holistik atau mampu menjelaskan secara komprehensif dan terintegrasi. Misalnya saja penjelasan terkait infrastruktur.

"Seharusnya dilihat secara holistik. Mulai dari permasalahan utama perekonomian nasional, tentang peran infrastruktur, apa yang terjadi tanpa infrastruktur, apa yang bisa dilakukan, apa yang sudah dilakukan, bagaimana posisi dan keterkaitan infrastruktur dalam strategi pembangunan nasional, dan sebagainya," tutur Piter.

Termasuk, kata dia, bagaimana dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Juga cara-cara mengatasinya, dan sumber-sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan, efek acara debat nanti malam relatif kecil ke perekonomian seperti pergerakan saham maupun mata uang rupiah. "Rupiah melemah pekan depan karena adanya reaksi dari rilis neraca perdagangan yang mengalami pelebaran defisit," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BHcDtE
February 17, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BHcDtE
via IFTTT

Friday, February 8, 2019

Jokowi Beli Lukisan Seharga Rp 10 Juta

Lukisan yang dibeli Jokowi merupakan karya Jaja Ilalang

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeli sebuah lukisan usai meresmikan alun-alun Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2). Saat itu, usai peresmian Presiden meninjau sejumlah lokasi yang dibangun di alun-alun tersebut. 

Ia pun kemudian melihat sejumlah lukisan karya Jaja Ilalang. Beberapa lukisan memang dipamerkan di alun-alun Cianjur itu. Ada pula lukisan yang masih dalam tahap pembuatan. 

Saat melintas, Jokowi pun kemudian tertarik pada sebuah lukisan yang bergambar seorang kakek yang sedang tertawa. Tanpa menawar, Jokowi langsung membeli lukisan tersebut seharga Rp 10 juta. 

"Beliau apresiasi karya saya katanya bagus dan suka," kata Jaja pemilik lukisan. 

Saat peresmian alun-alun Cianjur, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Plt Bupati Cianjur Maman Suherman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bl2liD
February 08, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bl2liD
via IFTTT