Pages

Showing posts with label 2019 at 06:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:54PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Warga India Antusias Ikuti Fase Terakhir Pemilu

Pemilu India dilaksanakan tujuh tahap.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLKATA -- Warga India antusias memberikan suara dalam fase terakhir pemilihan umum, Ahad (19/5). Partai nasionalis Hindu Perdana Menteri, Narendra Modi mencari dukungan agar kembali terpilih pada periode lima tahun mendatang.

Seorang pensiunan guru sekolah di Kolkata, Prodeep Chakrabarty mengatakan, Partai Bharatiya Janata Modi sangat ingin memenangkan beberapa kursi melawan partai regional Banerjee.

"Orang-orang terpecah karena berbagai alasan, kita harus menunggu hasil akhir untuk melihat siapa yang memberikan suara. Hal-hal ini tidak dapat diprediksi seperti sebelumnya," kata Chakrabarty.

Di Kolkata, ibukota Benggala Barat, para pemilih berbaris di luar TPS sejak dini hari untuk menghindari panas yang menyengat. Para pejabat keamanan bersenjata berjaga di dalam, dan di luar pusat-pusat saat kekhawatiran akan terjadi kekerasan.

Para pemilih juga bangun pagi-pagi di Varanasi di negara bagian Uttar Pradesh. Tempat para pekerja pemilu mengatur tempat berteduh, dan kipas untuk mendinginkan suasana.

"Saya langsung datang dari pagi untuk memberikan suara saya dan terkejut melihat antusiasme di antara para pemilih," kata salah satu orang pertama yang memberikan suara, Ramesh Kumar Singh.

"Ada antrian panjang orang menunggu dengan sabar untuk memberikan suara mereka, yang merupakan pertanda baik bagi demokrasi," ucap Singh.

Putaran terakhir pemilihan meliputi 59 daerah pemilihan di delapan negara bagian. Sebanyak 13 kursi diperebutkan di Punjab, dan jumlah yang sama di Uttar Pradesh.

Kemudian masing-masing delapan kursi di Bihar, dan Madhya Pradesh. Lalu sembilan di Benggala Barat, empat di Himachal Pradesh, dan tiga di Jharkhand dan Chandigarh.

Pemilihan dimulai pada 11 April, sebagian besar berlangsung secara damai. Penghitungan suara dijadwalkan untuk dilakukan pada 23 Mei. Modi ditantang oleh Ketua Menteri Mamata Banerjee, yang mengepalai partai Kongres Trinamool.

Banerjee mencari peluang  sebagai kandidat oposisi untuk perdana menteri. Sementara itu, minoritas terutama Muslim mengkritik Modi karena agenda nasionalis Hindunya. Muslim terdiri dari sekitar 14 persen dari 1,3 miliar penduduk India.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HHWCWC
May 19, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HHWCWC
via IFTTT

Friday, May 17, 2019

Manfaat Puasa Ramadhan, Lahir dan Batin

Puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah engkau, niscaya sehat!" Sabda tersebut beliau ucapkan lebih dari 14 abad silam.

Dunia kedokteran kemudian membuktikan, puasa secara mental bisa menajamkan fungsi inderawi dan mengendorkan tekanan jiwa serta melatih orang menahan amarah.

Selain itu, puasa sekaligus juga secara fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

Dr Allan Cott dalam bukunya, Why Fast, mengakui manfaat puasa. Bahkan, rekannya dari Moskow Dr Yuri Nikolayev menulis, puasa membuat seseorang tetap awet muda secara fisik dan mental.

Tak heran bila seorang dokter di Mesir--seperti dikutip Jurnal Kedokteran Bulanan Tabibuka al-Khas (Edisi Kairo)--menyalin sebuah penelitian, orang yang berpuasa lebih panjang usianya ketimbang orang yang tak berpuasa. Itu pula yang diingatkan Allah dalam surah al-Baqarah ayat 184. Artinya, "Dan melakukan puasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."

Puasa dalam perspektif sosial juga mendidik manusia untuk memiliki rasa kepedulian. Dengan rasa lapar yang ditahannya, orang yang berpuasa dapat merasakan kelaparan yang diderita orang lain, khususnya kaum dhuafa, hingga mendorongnya mau meringankan beban orang lain.

Kepedulian sosial orang yang ikhlas berpuasa biasanya terwujud dalam perilaku mereka sehari-hari. Solidaritas sosialnya tinggi, misalnya untuk berbagi pertolongan dan bantuan, baik berupa nasihat maupun finansial untuk meringankan beban dhuafa. Etos itu tentu saja sesuai anjuran Alquran, dalam surat 3: 133-134.

Firman itu memerintahkan manusia agar senantiasa mendermakan sebagian harta, menahan marah, suka memberi maaf, dan segera bertaubat bila berbuat dosa. Maka jelas dalam puasa orang tak cuma melatih diri berdisiplin jasmaniah, tetapi juga sekaligus berdisiplin rohaniah.

Walhasil, bulan Ramadhan pada hakikatnya merupakan pesantren periodik bagi kaum beriman untuk mendidik dan melatih diri menuju manusia sehat batiniah dan jasmaniah secara paripurna.

Momentum bulan ini ibarat four in one. Dalam Ramadhan, terakumulasi empat Rukun Islam: syahadat, salat, puasa, dan zakat. Keempatnya saling terkait serta terinteraksi untuk mengkristalisasi kesuksesan yang utuh: menjadi manusia takwa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxvDBV
May 17, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VxvDBV
via IFTTT

Monday, May 6, 2019

KPK Belum Perdengarkan Rekaman Soal Fee ke Sofyan

Pada hari ini, Dirut PLN Sofyan Basir diperiksa KPK sebagai tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik KPK belum memperdengarkan rekaman pembicaraan antara mantan anggota Komisi VI DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blakgold Natural Resources (BNR) Ltd Johanes Budisutrisno Kotjo kepada Direktur Utama PT PLN non-aktif Sofyan Basir. Hari ini, Sofyan untuk kali pertama diperiksa sebagai tersangka.

"Hari ini belum ada pertanyaan-pertanyaan yang mengenai hal itu, artinya begini, Pak Sofyan Basir selama ini merasa tidak tahu soal uang fee, soal apa pun itu, tetapi dari keterangan-keterangan di pengadilan pun saya tidak melihat itu. Saya masih mencoba mengonfirmasi alat bukti apa yang dipakai," kata pengacara Sofyan Basir, Susilo Aribowo di gedung KPK Jakarta, Senin (6/5).

Menurut Susilo, sebagai Dirut PT PLN, Sofyan tidak bisa menghindari pertemuan-pertemuan dengan mitra kerjanya. "Pertemuan-pertemuan itu memang ada, tidak bisa kita hindari, pertemuan 9-10 kali ada, tapi substansi pertemuan itu apa? Tidak ada yang berkaitan dengan pembahasan fee itu tidak ada. Tetap Pak Sofyan bicara PLN, tidak bicara mengenai fee," tambah Susilo.

Dalam sidang untuk Eni Maulani Saragih pada 18 Desember 2018 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutarkan percakapan antara Eni Maulani Saragih dan Johannes Kotjo terkait dengan fee yang akan diperoleh Sofyan bila dapat meloloskan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1). Percakapan tersebut adalah sebagai berikut:

Eni: SB bilang ''bu Eni dapatnya harus yang the best ya, karena di sini bu Eni yg fight'' saya bilang aman.. yg fight kita bertigalah.. pak SB juga fight, Pak Kotjo.

Kotjo: Hahaha iya ibu, kita semua

Eni: SB sangat mengerti itung-itungan, besok-besok katanya jangan di-print print, langsung saja, biar cepat, gak bolak-balik hahaha.

Kotjo: Besok-besok lebih cepat karena sudah tahu maunya PLN.

Eni: Thema baru harus langsung saja biar cepat.

Kotjo: Beres

.

Eni: SB bilang anak-anak saya diperhatikan juga ya biar mereka happy

Sofyan Basir diumumkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 pada Selasa (23/4). Sofyan diduga membantu mantan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai 900 juta dolar AS atau setara Rp 12,8 triliun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqIYNJ
May 06, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqIYNJ
via IFTTT

Sunday, May 5, 2019

Anies Diminta Konsisten Membangun Jakarta

Pembangunan kota perlu dilakukan secara disiplin melaksanakan kebijakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri diskusi di Singapura tentang pembangunan kota berkelanjutan. Menurut Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) Hendricus Andy Simarmata, untuk membangun Ibu Kota, Anies harus konsisten dan disiplin melaksanakan kebijakan maupun peraturan yang telah dibuat.

"Karena di Singapura itu strong goverment, itu artinya kalau peraturan sudah dibuat ya dilaksanakan, kalau kita kan karena pembiaran-pembiaran," ujar Andy saat dihubungi Republika, Ahad (5/5).

Ia menjelaskan, Singapura secara konsisten melaksanakan program pembangunan kota dan secara disiplin melaksanakan kebijakan. Ia mencontohkan, terkait membuang sampah sembarangan, masyarakat Singapura diberikan penalti yang tinggi dan pemerintah benar-benar menegakkannya.

Sehingga, budaya membuang sampah secara tepat tertanam di warganya sesuai aturan. Sementara, kata dia, Jakarta memiliki aturan dan sanksi terhadap tindakan membuang sampah sembarangan. Akan tetapi, penegakkannya tak merata dilakukan dan masih ada beberapa pembiaran.

Menurut Andy, konsistensi dan kedisplinan tak hanya dilakukan pemerintah, juga harus dilaksanakan oleh masyarakat secara luas. Selain itu, Andy mengatakan, permasalahan di Singapura dan Jakarta meski beberapa hal sama tetapi perlakuan penanganannya berbeda.

Ia mencontohkan, masalahnya mengatasi banjir, tentunya yang dilakukan Singapura dan Jakarta berbeda. Andy mengatakan, Anies juga sempat mempelajari konsep naturalisasi sungai yang sudah dikerjakan Singapura.

Selain luas wilayah, wewenang tak hanya diemban Anies saja, melainkan ada pemerintah kota dan pemerintah kabupaten bahkan hingga lintas provinsi. Kemudian, yang didalam wilayah Jakarta itu sendiri, kondisi dan sistem pertanahan berbeda dengan negara Singa itu.

"Kedua sistem pertanahannya juga beda, kalau kita banyak lahan-lahan di pinggir sungai itu diduduki oleh masyarakat, bantaran sungai," kata dia.

Untuk itu, lanjut Andy, ramuan pengobatan terhadap masalah banjir harus diracik sendiri oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sesuai dengan karakter kotanya. Ia menuturkan, jika Anies tak mau menggusur warga yang bermukim di bantaran sungai, itu perlu waktu lebih dengan menerapkan program lain.

Namun, menurutnya, penataan bantaran sungai perlu dilakukan dan tak bisa terelakkan. Apabila, Pemprov DKI ingin melakukan naturalisasi, identifikasi lokasi-lokasi yang bisa diterapkan perlu dilaksanakan terlebih dahulu.

"Kalau masalah cara naturalisasinya, enggak bisa langsung dipakai, enggak bisa langsung diadopsi tapi harus dikonstektualisasikan sesuai dengan masalah dan karakter sosial budaya sama pertanahan kita," jelas Andy.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V20oOX
May 05, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V20oOX
via IFTTT

Friday, May 3, 2019

Ziarah Kubur, Tradisi Sambut Ramadhan di Pontianak Kalbar

Tradisi ziarah kubur rutin dilakukan di Pontianak menyambut Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK— Umat Muslim di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, melakukan tradisi ziarah kubur di kompleks pemakaman Muslim untuk mendoakan sanak keluarga mereka yang sudah meninggal. Tradisi berziarah ini lazim dilakukan di kota tersebut.

"Ziarah kubur ini sudah menjadi tradisi kami umat Muslim di Kota Pontianak dan Kalbar umumnya menjelang atau menyambut Ramadhan dan juga menyambut perayaan Idul Fitri," kata Surian, warga setempat saat ziarah di kawasan Pemakaman Muslim Tabrani Ahmad di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan tradisi ziarah kubur dilakukan warga selama turun temurun. Dalam ziarah itu, umat Muslim mendokan sanak keluarga yang telah meninggal.

"Kalau tidak melakukan ziarah kubur menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, rasa masih ada yang kurang, yakni mendoakan sanak keluarga atau orang tua yang telah meninggal," katanya.

Sejak pukul 07.00 hingga 10. 00 WIB, puluhan hingga ratusan warga datang ke Pemakaman Muslim Tabrani Ahmad untuk melakukan ziarah kubur yang merupakan kebiasaan warga Kota Pontianak dalam menyambut Ramadhan.

Agus, seorang penjualan bunga tabur di tempat itu, mengatakan tradisi ziarah kubur oleh warga Kota Pontianak dalam menyambut Ramadhan membuat hasil penjualan bunga tabur dan air mengalami peningkatan ketimbang hari-hari biasa.

"Alhamdulillah dalam momentum ziarah kubur ini, dalam sehari kami bisa menjual sekitar seribuan bungkus bunga, dengan harga jual Rp 3.000-an/bungkus bunga atau omzet sekitar Rp 900 ribuan," ujarnya.

Dia menambahkan puncak ziarah kubur dalam menyambut Ramadhan tahun ini, pada Ahad (5/5) atau satu hari sebelum umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PJhr7l
May 03, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PJhr7l
via IFTTT

Tuesday, April 30, 2019

Kemenag Identifikasi 3 Masa Krusial Selama Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengidentifikasi tiga masa paling krusial selama musim penyelenggaraan haji. Ketiganya meliputi masa 10 hari pertama kedatangan, masa armina, dan masa 10 hari pertama menjelang pemulangan.

Baca Juga:

"Titik krusial dalam penyelenggaraan haji itu ada tiga, 10 hari pertama kedatangan, masa armina, 10 hari pertama menjelang pemulangan," kata Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (30/4).

Pada kesempatan itu, digelar geladi posko yang diikuti 1.108 petugas haji yang akan bertugas di Tanah Suci selama penyelenggaraan haji tahun ini. Khoirizi mengatakan pada masa 10 hari pertama, biasanya jamaah haji belum memahami situasi di Tanah Suci akan tetapi sudah diharuskan melakukan aktivitas dan rangkaian ibadah.

Karena itu, kata dia, perlu pemetaan dari para petugas haji dalam masa orientasi tersebut agar bisa memberikan pelayanan yang baik bagi jamaah. "Yang kedua masa armina, dalam waktu yang sangat terbatas kemudian jamaah belum paham medan tetapi mereka sudah harus melakukan aktivitas penting yakni puncak ibadah haji," katanya.

Armina merupakan masa puncak pelaksanaan haji berupa rangkaian ibadah haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armina). Khoirizi menilai masa-masa tersebut merupakan saat paling krusial di mana dinamika dan persoalan di lapangan muncul dalam berbagai bentuk tanpa disangka-sangka sehingga harus ada langkah antisipasi yang kuat dari petugas haji.

"Masa krusial ketiga, yakni pada saat pemulangan, orang sibuk dengan persiapan pulang kadang-kadang dia lupa masih punya kewajiban-kewajiban di badannya yang harus dia selesaikan," katanya.

Berita Terkait

Khoirizi pun menyarankan agar para petugas haji kreatif untuk berinovasi dalam menghadapi berbagai persoalan. Hal ini termasuk saat merespons masalah pada masa-masa paling krusial selama musim haji.

"Inovasi kan banyak, tergantung dengan petugas yang bersangkutan. Karena tergantung dengan kondisi yang dihadapi. Contoh umpamanya kalau ada jamaah sakit kalau tidak ada alat bagaimana inovasinya agar jamaah itu bisa tertolong. Jadi inovasi itu akan muncul dari individu yang bersangkutan sesuai dengan pengalaman dan ilmu yang dia miliki," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VHfzSk
April 30, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VHfzSk
via IFTTT

Wednesday, April 24, 2019

Video Banjir yang Melanda Perumahan Margahayu Bekasi

Perumahan Margahayu Jaya Bekasi dilanda banjir akibat hujan yang turun siang tadi

Hujan deras yang turun di siang hari ini, Rabu (22/4) di Perumahan Margahayu Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi menyebabkan banjir. Banjir terjadi akibat aliran sungai yang mengaliri perumahan ini meluap.

Berdasarkan pantauan di lokasi, air meluap hingga ke jalan utama dan memasuki gang-gang di perumahan ini. Ketinggian air mencapai betis dan lutut orang dewasa.

Akibatnya jalab utama tak bisa dilalui kendaraan. Beberapa kendaraan bahkan banyak yang mogok akibat memaksakan untuk lewat.

Pengirim: Muhammad Tiarso Baharizqi, Bekasi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PqGo7E
April 24, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PqGo7E
via IFTTT

Tuesday, April 23, 2019

KPU Medan Klarifikasi Pencurian Formulir C1

Insiden itu bukan kasus pencurian, melainkan kesalahpahaman saja.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan Agussyah Ramadhani, mengklarifikasi insiden pencurian formulir C1 plano di lokasi penyimpanan logistik Pemilu 2019 Kecamatan Medan Denai. Pencurian di penyimpanan yang berlokasi di Jalan Pasar Merah, persis di areal gedung Perguruan Swadaya, itu terjadi pada Senin (22/4) malam.

Agus mengatakan insiden tersebut bukan merupakan kasus pencurian, melainkan hanya kesalahpahaman. "Kami perlu sampaikan bahwa ini bukan pencurian, hanya miskomunikasi saja," ungkap Agus di Kantor KPU Medan Jalan Kejaksaan, Selasa.

gus mengatakan, yang diduga sebagai tersangka pencurian formulir C1 plano ini merupakan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Medan Denai. Agus mengatakan, formulir C1 plano yang dibawa anggota PPK dan PPS ini merupakan c1 salinan.

C1 salinan ini akan difotokopy dan akan diumumkan di kantor kelurahan. "Tujuannya adalah agar publik bisa mengetahui dan ini merupakan bagian dari transparansi kami kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawasi rekapitulasi ini," jelasnya.

Agus juga menambahkan bahwa formulir c1 plano ini memiliki salinan yang tujuannya sebagai arsip. "Ada itu salinan untuk saksi, salinan untuk panwas, dan salinan untuk Bawaslu," terangnya

Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Medan Payung Harahap. Ia mengatakan insiden ini sudah ditangani. "Sudah kita proses langsung baik itu yang melaporkan maupun yang dilaporkan dan juga saksi-saksi," tegasnya

Sampai saat ini kata Payung, Bawaslu belum bisa memutuskan apakah insiden ini merupakan pelanggaran atau tidak. "Kita belum bisa memutuskan, Karena kita masih menunggu untuk kelengkapan berkas," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GATmwB
April 23, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GATmwB
via IFTTT

Thursday, April 18, 2019

Tetap Tenang Dalam Riak Pemilu 2019

Tetap tenang dalam riak pemilu dengan menerima ketetapan Allah SWT

Gegap gempita pesta demokrasi 17 April kemarin masih dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia hingga hari ini. Ada yang memilih paslon 01 atau paslon 02 bahkan ada yang melepaskan diri dari hiruk pikuk pesta rakyat yang dilaksanakan tiap 5 tahun sekali tersebut. 

Sedikit riak mewarnai pemilu tahun ini. Hal yang sama terjadi pada saat pemilu 2014 silam. Kedua belah paslon capres dan cawapres saling klaim atas  kemenangannya.

Di televisi hasil survey Quick Count menunjukkan paslon 01 menang atas paslon 02. Namun di jagat media sosial beredar angka-angka presentasi perhitungan suara pasangan capres dan cawapres 02 lebih unggul atas pasangan capres dan cawapres 01. 

Masyarakat seakan dibuat bingung dengan hasil pemungutan suara pemilu kali  ini. Tanda tanya besar muncul di benak masyarakat. Siapakah yang akan memimpin Indonesia, bangsa besar dengan ragam suku,  ras dan agamanya? 

Viralnya cuitan bang Karni tentang pemilu kali ini membuat masyarakat semakin  banyak beropini. Berikut cuitan Bung Karni di twitternya. 

@karniilyas ILC "Orang-orang yang memberikan vote (suara)  tidak menentukan hasil dari pemilu, namun orang-orang yang menghitung vote itulah yang menentukan hasil dari pemilu." - Joseph Stalin,  Pemimpin Uni Soviet. 

Jika pesenter yang  terkenal melalui  acara Indonesia Lawyer Club (ILC) sepaham dengan pernyataan Joseph Stalin tersebut, maka artinya dalam perspektif politik, Bung Karni meragukan tingkat independensi KPU sebagai penyelenggara Pemilu kali ini.

Entahlah,  apakah pendapat Stalin tersebut benar atau salah. Namun jika benar demikian maka bukankah ia telah mencederai sikap demokrasi yang seharusnya mewadahi aspirasi 'dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat?' Yang merupakan slogan dari demokrasi itu sendiri. 

Wallahu'alam bish shawab. 

Saat ini,  dengan berbagai gelojak yang hadir mewarnai pesta demokrasi tahun ini, semoga kita bisa menyikapi dengan bijak dan tetap tenang agar tidak terjadi permusuhan dan perpecahan di Negeri kita tercinta. Semoga Indonesia tetap damai.

Mengutip kalimat Aagym yang menyejukkan di tengah panasnya pergolakan politik di Indonesia,  @aagym "Semuanya masih berproses, yang sabar dan tenang. Kita perbanyak doa dan rajut kebersamaan, tunggu keputusan dari yang paling berwenang". 

Apapun hasilnya,siapapun yang terpilih memimpin Indonesia, insyaallah ini sudah menjadi ketetapan Allah SWT yang harus kita terima. Yakinlah bahwa apapun yang terjadi ini adalah yang terbaik untuk kita,  untuk Islam,  untuk kaum Muslimin dan untuk seluruh masyarakat Indonesia. 

Hal yang kita anggap baik, belum tentu menurut Allah. Perkara yang kita anggap buruk bisa jadi baik menurut Allah. 

Berbagai tekanan dan intimidasi yang datang bertubi kepada Rasulullah SAW justru menjadi jalan datangnya pertolongan Allah. Semoga datangnya pertolongan Allah lebih cepat dari yang kira. 

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Pengirim: Widya, Pengajar,  Founder Komunitas Muslimah Menjahit & Bandung Storytellingclub 

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IF7rL2
April 18, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IF7rL2
via IFTTT

Saturday, April 6, 2019

Jurkamnas Jokowi Ajak Masyarakat Datangi TPS

Di tangan Jokowi, pembangunan infrastruktur sangat masif dan merata.

REPUBLIKA.CO.ID, KALTIM -- Antusiasme rakyat di seluruh Tanah Air kian merata untuk memilih pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 17 April mendatang. Menurut Juru Kampanye Nasional Pasangan Capres 01, Siti Nurbaya Bakar yang juga Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH), antusiasme itu menunjukkan rakyat ingin Jokowi kembali memimpin untuk lima tahun lagi karena sudah terbukti membuat banyak kemajuan bagi rakyat Indonesia.

Gambaran semangat untuk kembali memilih Jokowi terlihat dalam kampanye terbuka yang dihadiri puluhan ribu orang di Lapangan Swarga Bar, Sangatta, Kalimantan Timur, Sabtu (6/4). Di tempat ini, Siti Nurbaya berkampanye bersama Gubernur Kalitim Awang Farouk dan Bupati Kutai Timur Ismunandar.

Dalam orasi politiknya, Siti Nurbaya menjelaskan kiprah Jokowi selama menjadi presiden lima tahun terakhir ini. “Beliau sangat mencintai dan memperhatikan rakyat Indonesia di seluruh penjuru negeri. Karena itu, semua pembangunan diupayakan untuk memajukan seluruh rakyat,” kata Siti Nurbaya.

Dia pun bertanya kepada massa yang hadir soal hasil kerja pemerintahan Jokowi. “Apakah kita merasakan hasil kerja Presiden Jokowi? “ tanya Siti Nurbaya yang langsung dijawab massa dengan kalimat, “Merasakan, Buuuu.”

“Apakah kita akan memilih lagi Jokowi?” sejurus kemudian massa pun menjawab dengan semangat “Pilihhh Jokowiii.”

Karena itu, Siti Nurbaya pun mengingatkan, pada 17 April mendatang rakyat harus berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditentukan. “Sampai di TPS, jangan lupa mencoblos nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.”

Siti Nurbaya melanjutkan, selama lebih 40 tahun berkiprah dalam pemerintahan, baru kali ini dia merasakan betapa Presiden Jokowi sangat memperhatikan kepentingan rakyat banyak.

Dalam kampanye terbuka yang dipadati massa itu, hadir semua wakil parpol koalisi pendukung Pasangan 01. Untuk memeriahkan kampanye, massa pun dihibur penyanyi  dangdut ibu kota, Iis Dahlia, Duo Anggrek, dan Risma Akademi.

Gubernur Kaltim Awang Farouk  yang juga caleg Partai Nasdem menegaskan pentingnya memilih Jokowi. Menurut dia, pembangunan selama kepemimpinan Presiden Jokowi sangat nyata.  “Ini kita rasakan semua di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur. “

Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan, di tangan Jokowi Indonesia akan semakin maju. Hanya di tangan Jokowi pulalah perubahan nyata bisa dilihat, seperti pembangunan infrastruktur yang sangat masif dan merata di seluruh Indonesia.

“Jadi, jangan sampai kita menyerahkan nasib pengurusan bangsa ini dipimpin secara coba-coba kepada orang lain,” kata Ismunandar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vqmrjz
April 06, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vqmrjz
via IFTTT

Tuesday, March 19, 2019

Kemendikbud: Pelaksanaan UN Di Sentani Masih Dibahas

UNBK untuk SMK digelar pekan depan dan disusul koleh ujian UN SMA awal April nanti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melangsungkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK pekan depan. Disusul koleh ujian untuk SMA pada awal April 2019. Sementara itu, Indonesia sempat dilanda beberapa kali bencana dan terakhir adalah banjir bandang di Papua.

Terkait hal ini, menurut Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi, pihaknya masih membahas apakah ujian akan diundur atau tidak. Sebab, kejadiannya baru dan perlu koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. "Untuk daerah terkena bencana, khususnya Sentani, Kemendikbud masih koordinasi. Karena kejadiannya baru," kata Bambang pada Republika.co.id, Selasa (19/3).

Sementara itu, untuk delapan kabupaten/kota yang terdampak bencana selain banjir bandang Sentani, ujian dilakukan sesuai jadwal. "Di daerah lain, Lombok, Sulawesi Tengah, Banten, Lampung, sudah dilakukan koordinasi dan sudah ada penetapan moda UN. Ada UNBK dan UNKP. Tidak ada jadwal khusus," kata Bambang menjelaskan.

Bahan ujian SMA dan SMK juga telah didistribusikan ke sekolah-sekolah yang akan melangsungkan ujian. Bambang mengatakan, simulasi dan gladi resik untuk mempersiapkan ujian juga telah dilakukan. "Persiapan UN 2019, Untuk UNBK, Puspendik melakukan gladi resik di beberapa daerah. Hari ini pelaksanaan gladi resik terakhir," kata dia.

Beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak 2015, ujian berbasis komputer telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Tahun ini, ujian nasional untuk SMK akan berlangsung mulai 25 Maret 2019, dan untuk SMA/MA dimulai pada 1 April 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Y2eQJH
March 19, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Y2eQJH
via IFTTT

Saturday, March 16, 2019

360 Titik PJU-TS Terpasang di Gunung Kidul dan Bantul

Lampu penerangan ini upaya pemerintah bantu daerah yang belum tersentuh listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jalanan umum Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta semakin terang benderang pascaterpasangnya 360 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Penerangan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah dalam membantu Pemerintah Daerah yang masih memiliki keterbatasan atau belum memiliki akses layanan listrik.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM, Harya Adityawarman, dalam proses penyerahan yang dipusatkan di Dusun Serut, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul pada Jumat (14/3), mengatakan pemasangan PJU-TS akan meningkatkan unsur keamanan jalan raya serta mampu menghemat tagihan listrik. 

Di Provinsi DIY Yogyakarta, ungkap Adityawarman, pada 2018 telah dibangun PJU-TS sebanyak 360 titik, yang tersebar di dua Kabupaten antara lain di Gunung Kidul sebanyak 330 titik dan Kabupaten Bantul sebanyak 30 titik. 

Pada 2019, DIY Yogyakarta akan mendapatkan bantuan pemasangan 300 PJU-TS yang tersebar di tiga Kabupaten, antara lain di Bantul (155 titik), Gunung Kidul (120 titik) dan Kabupaten Kulon Progo (25 titik). Tambahan ini akan melengkapi target yang dipatok sebesar 21 ribu unit sepanjang 1.000 KM pada 2019.

Kementerian ESDM telah membangun 21.839 unit PJU-TS yang tersebar di 26 provinsi dan 167 kab/kota di Indonesia. Sepanjang 2016-2018 telah terbangun 30 ribu PJU-TS untuk menarangi 1.500 KM pada 200 kabupaten/kota.

Bila target tahun ini tercapai, maka pembangunan PJU-TS yang menggunakan dana APBN dalam empat tahun terakhir mencapai 51 ribu unit guna menerangi jalan raya sepanjang 2.500 KM. Diperkirakan satu unit PJU-TS menghabiskan dana sebesar Rp17 juta.

Sebagai informasi, lampu PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang terintegarasi dengan baterai dan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JvnNYT
March 16, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JvnNYT
via IFTTT

Thursday, March 14, 2019

BNI Syariah Buka Kesempatan Kolaborasi dengan BPRS

BNI Syariah sudah bekerja sama dengan 50 perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolaborasi antara lembaga keuangan syariah terus didorong untuk memaksimalkan potensi. Salah satunya adalah kerja sama antara perbankan syariah berbeda segmen. Bank Umum Syariah seperti BNI Syariah terbuka untuk kolaborasi dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati menyampaikan kerja sama dengan cukup memungkinkan. Hal ini karena bisnis model BPRS hampir sama dengan BNI Syariah sebagai Bank.

"Saat ini BNI Syariah sudah melakukan kerjasama dalam penyaluran pembiayaan ke beberapa BPRS," kata dia pada Republika, Kamis (14/3).

Kerjasama ini dalam bentuk scheme linkage executing. Terkait dengan kerjasama dengan BPRS terutama mengenai pembiayaan, BNI Syariah selalu melihat kondisi dari BPRS terutama terkait dengan kemampuan atau bonafiditas BPRS.

Menurut Dhias, per Desember 2018, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan ke empat BPRS dengan total kerja sama sebesar Rp 26 miliar. Apabila dibandingkan antara BPRS dengan fintech, BNI Syariah menganggap keduanya memiliki model bisnis yang berbeda dengan keunikannya masing-masing.

"Keduanya merupakan rekan BNI Syariah dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia," kata dia.

Direktur BNI Syariah, Wahyu Avianto mengatakan saat ini BNI Syariah sudah melakukan kerja sama dengan 50 perusahaan teknologi meliputi e-commerce, fintech, serta perusahaan startup berbasis teknologi. Kerja sama ini terkait dengan penggunaan platform maupun pemanfaatan produk bank.

"Dengan kerjasama ini diharapkan ada beberapa benefit yang didapatkan BNI Syariah, yaitu peningkatan fee based income maupun pengendapan DPK," katanya.

Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) juga membuka kesempatan untuk bekerja sama. Direktur Mandiri Syariah, Toni EB Subari mengatakan ia akan mengajukan pembahasan terkait kolaborasi lintas segmen tersebut dalam forum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo).

Hingga saat ini, Mandiri Syariah belum melakukan kolaborasi dengan BPRS terutama dalam chanelling pembiayaan. Namun Toni mengatakan Mandiri Syariah telah menjalin kerja sama dengan fintech dan akan meningkatnya tahun ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TzmpZL
March 14, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TzmpZL
via IFTTT

Wednesday, March 13, 2019

Ayo, Siapkan Dana Darurat!

Dana darurat dapat menjadi penyelamat ketika orang tak memiliki pemasukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana darurat merupakan instrumen paling penting bagi setiap orang yang telah memiliki penghasilan. Hanya saja, sering kali orang menjadikannya sebagai prioritas paling akhir setelah kebutuhan lainnya terpenuhi.

"Dana darurat ini sering jadi masalah banyak orang dan orang sering kali bangkrut karena nggak punya ini," ujar CEO Finansialku Melvin Mumpuni.
Melvin menjelaskan, dana darurat merupakan instrumen keuangan yang harus disiapkan paling awal. Keberadaannya merupakan prioritas setelah menyisihkan pengeluaran bulanan dari pemasukan yang didapatkan. 
Keberadaan dana darurat ini penting karena merupakan penyelamat hidup ketika pemasukan terhenti. Dengan dana darurat, orang masih bisa memenuhi kebutuhan harian meskipun tidak lagi memiliki pemasukan seperti biasanya.
"Silakan pilih, mau masuk golongan mana? Yang menyiapkan dana darurat dan bisa memakainya ketika tidak ada pemasukan atau yang saat tidak punya pemasukan kemudian pinjam sana-sini," kata perencana keuangan itu.
Dana darurat juga berguna bukan hanya menjadi jaminan ketika pemasukan reguler hilang. Ketika terjadi sesuatu yang tidak diduga, dana darurat ini bisa digunakan dengan cepat untuk menambal kebutuhan tersebut.
Contoh saja, ketika terjadi kecelakaan atau sakit yang tidak terduga dengan pengeluaran yang cukup besar. Ketika tidak ada dana darurat, maka ini bisa membuat bangkrut. Sebaliknya, kalau memiliki simpanan uang maka masalah finansial tersebut masih bisa teratasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hi3BYa
March 13, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hi3BYa
via IFTTT

Thursday, March 7, 2019

Persib Kembali Tumbang, Hampir Pasti Tersisih

Persebaya Surabaya berhasil menaklukkan Persib Bandung 3-2 pada laga kedua Grup A.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persebaya Surabaya berhasil menaklukkan Persib Bandung 3-2 pada laga kedua Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (7/3). Hasil ini membuat Persebaya berpeluang besar lolos ke babak selanjutnya, sementara Persib hampir pasti tersingkir.

Nasib Persib ditentukan oleh laga PS Tira Persikabo kontra Perseru Serui yang berlangsung petang ini. Persib berharap Perseru menang sehingga peluang kecil mereka lolos terjaga. Bila ini terwujud, Persib harus menaklukkan Perseru pada laga terakhir sambil berharap Persebaya membungkam Tira Persikabo. Sehingga, Persib, Perseru, dan Tira Persikabo akan berhitung selisih gol untuk menentukan siapa yang menjadi runner-up grup.

Akan tetapi, hanya tiga tim runner-up terbaik yang diambil dari lima grup. Dengan hanya mengantongi nilai tiga andai jadi runner-up kemungkinan besar sulit untuk masuk dalah satu dari tiga peringkat dua terbaik tersebut.

Jika hasil laga Perseru kontra Tira Persikabo imbang, Persebaya hampir pasti lolos.  Sementara jika Perseru kalah, Tira Persikabo dan Persebaya akan berebut tiket lolos langsung dari Grup A pada laga terakhir grup.

Melawan Persebaya, pelatih Persib Miljan Radovic merotasi lini belakang dan tengahnya. Radovic akhirnya mendebutkan Saepuloh Maulana dan Erwin Ramdani sebagai starter. 

Sementara di kubu Persebaya, pelatih Djadjang Nudjaman merotasi penuh lini belakang. Djanur menurunkan Abdul di posisi kiper serta Andri Muliadi, Hansamu Yama, dan Syaifuddin di posisi bek.

Babak pertama dimulai dengan serangan jual beli dari kedua tim. Persib melepas peluang dari tendangan bebas di menit kedelapan. Menit ke-20, Persib belum bisa menjebol gawang Abdul setelah tendangan Ezechiel N'Douassel masih menyamping. Enam menit berselang, peluang Persebaya terlepas setelah Irfan Jaya tidak bisa menjangkau bola. 

Menit ke-31, Erwin berhasil menjebol gawang Abdul dari akselerasi Erwin tepat depan gawang. Skor 1-0 untuk Persib. Tak butuh waktu lama bagi Persebaya untuk menyamakan kedudukan. Menit 37, gol balasan dari Persebaya diciptakan Manuchekhr Dzhalilov. Skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua dibuka dengan peluang dari Persib yang masih menyamping gawang. Persebaya yang balik menyerang justru mampu menjebol gawang M Natshir dari tendangan keras Dzhalilov, 2-1 untuk Persebaya pada menit ke-49.

Jual beli serangan terus terjadi dari kedua kubu. Hingga menit ke-76, Irfan Jaya kembali menambah keunggulan Persebaya, 3-1 untuk Persebaya.

Pertandingan sempat terhenti karena Bojan dan Balde berseteru. Wasit memberikan hadiah kartu kuning untuk keduanya.

Persib memperkecil ketertinggalan dari Persebaya dengan gol Frets Butuan dari umpan Beckham. Skor menjadi 3-2. Persib terus menekan pertahanan Persebaya meski tetap gagal menyamakan kedudukan.

Persebaya Surabaya: Abdul Rohim, Andri Muliadi, Hansamu Yama, Syaifuddin, Novan Setya, Fandi Eko, Misbakus Solikin, Amido Balde, Damian Lizio, Irfan Jaya, dan Manuchekhr Dzhalilov.

Persib Bandung : Muhammad Natshir, Supardi, Bojan Malisic, Saepuloh Maulana, Ardi Idrus, Kim Jeffrey Kurniawan, Hariono, Erwin Ramdani, Esteban Vizcarra, Ghozali Siregar, dan Ezechiel NDuoassel.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ST3jZu
March 07, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ST3jZu
via IFTTT

Tuesday, February 19, 2019

Persaingan Kian Ketat, Bank Kecil Perlu Bersinergi

Bank kecil bisa merger dengan bank yang modalnya lebih besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan perbankan bermodal kecil harus segera mencari jalan keluar agar bisa bersaing dengan bank-bank besar. Saat ini, tantangan penghimpunan likuiditas dan digitalisasi kian meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bank-bank bermodal kecil berpotensi mengalami kesulitan menghadapi tantangan-tantangan di industri perbankan saat ini. Tantangan itu antara lain berasal dari masifnya digitalisasi produk perbankan, persaingan suku bunga dan penghimpunan likuiditas dengan bank-bank bermodal besar. Sejumlah tantangan itu harus dihadapi oleh bank kecil dengan kapasitas modal perbankan yang mumpuni.

"Bank-bank kecil harus mencari jalan keluar dengan menambah modal untuk bisa bersaing atau cari partner (mitra)," ujar Heru di Jakarta, Selasa (19/2).

Untuk meningkatkan kapasitas modal itu, terdapat beberapa cara anorganik yang bisa dilakukan perbankan seperti merger atau penggabungan dengan bank besar. "Misalnya bank besar ambil mereka (bank kecil) sebagai digital banking-nya. Atau sebagai bank yang khusus mengurus wealth management-nya. Caranya banyak, tidak harus merger," kata Heru.

Saat ini, kata Heru, sudah ada beberapa bank kecil yang sedang dalam proses untuk konsolidasi. Namun, Heru enggan menyebut nama bank-bank tersebut. Dia mengatakan, baru akan mengumumkan rencana konsolidasi tersebut bila proses legal penggabungan bank sudah selesai.

"Kalau bersaing terbuka nantikan berpengaruh juga. Ada dalam proses, kalau legal merger-nya sudah selesai nanti diberi tahu." kata Heru.

Konsolidasi serupa diharapkan juga dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Berdasarkan peraturan OJK No. 5/POJK.03/2015 tentang kewajiban modal minimum BPR disebutkan bahwa pada 2019, bank harus memenuhi ketentuan modal minimal Rp3 miliar. Sedangkan pada 2024, modal minimal BPR sebesar Rp 6 miliar.

Heru mengatakan bila BPR merasa berat dengan peraturan itu lebih baik BPR mencari mitra strategis. Hingga saat ini ada sebanyak 1.700 BPR dan BPR Syariah (BPRS) di Indonesia. Ketimbang harus bertahan dengan modal di bawah Rp 3 miliar atau Rp 6 miliar, menurut Heru, lebih baik bersinergi dengan mitra BPR lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ScAnei
February 19, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ScAnei
via IFTTT

Sunday, February 17, 2019

Istri dan Anak Icardi Terima Ancaman

Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti berharap pelaku penyerangan segera ditangkap.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Istri yang juga agen Mauro Icardi, Wanda Nara, menerima ancaman di tengah kisruh masa depan striker Inter Milan tersebut. Wanda menerima pesan bernada ancaman. Selain itu mobilnya juga dilempari batu saat sedang mengemudi dengan anaknya yang berada di kursi belakang.

Wanda diserang, pada Sabtu (16/2) waktu setempat, saat ia berkendara di dekat San Siro. Beruntung, tidak ada orang yang terluka akibat lemparan batu tersebut. Wanda juga melaporkan ke polisi soal pesan ancaman yang diterimanya itu.

Tensi seputar mantan kapten Inter tersebut memang sedang memanas dalam beberapa hari terakhir. Nerazzurri mencabut ban kapten Icardi menyusul komentar Wanda dalam stasiun televisi terkait dengan proses negosiasi kontrak baru pemain internasional Argentina tersebut.

Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti berharap, pelaku penyerangan itu segera ditemukan dan ditangkap. ''Itu tidak bisa diterima dan polisi sedang menanganinya,'' tegas Spalletti, dikutip dari footbal-italia, Ahad (17/2).

Bicara soal apakah Icardi akan dapat masuk skuatnya kembali, Spalletti pun angkat bicara. Ia menyatakan, ada beberapa langkah logis yang harus diambil untuk diketahui semua orang. Menurutnya, Icardi harus menjadi anggota penuh dari skuat dan menunjukkan rasa hormat terhadap rekan satu timnya.

''Begini, Icardi adalah pemain yang sangat kuat dan selama dia di Inter, kami ingin memanfaatkan sepenuhnya bakatnya,'' kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GvuOqi
February 17, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GvuOqi
via IFTTT

Wednesday, February 13, 2019

BI Dorong Pemberian Subsidi ke Perusahaan Fintech

Rencana subsidi fintech sudah didiskusikan oleh BI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mendorong adanya pemberian subsidi ke perusahaan financial technology (fintech) yang menyasar masyarakat di daerah remote. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, pemerintah ingin memberikan subsidi tersebut.

"Daerah Indonesia kan dibagi ada empat kuadran. Jadi kita dorong fintech masuk ke daerah yang pendapatannya bagus dan infrastrukturnya bagus. Kita dorong juga masuk ke daerah yang infrastruktur kurang bagus tapi pendapatannya bagus," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/2).

Sementara bagi daerah yang pendapatan dan infrastrukturnya kurang bagus, kata dia, maka produktivitasnya harus ditingkatkan dahulu sebelum fintech masuk. "Semuanya dibangun agar sumber ekonominya lebih cepat tumbuh," ujar Onny.

Sebelumnya subsidi fintech diimplementasikan, ia menyebutkan harus ditentukan dulu objek serta produknya. Pasalnya fintech terdiri dari beberapa model bisnis meliputi pembayaran serta pembiayaan.

"Jadi mana dulu yang mau masuk? Lalu supaya ada produknya maka daerah harus ada produktivitas, kalau ada produktivitas maka ada transaksi. Setelah itu baru datang payment non-cash (nontunai)," kata Onny.

Baginya, data transaksi nontunai mudah diambil sehingga bisa membantu pembiayaannya. "Misal bayar pakai QR code kan datanya kecatat, begitu tahu datanya maka analisisnya lebih gampang," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, rencana subsidi fintech sudah didiskusikan oleh BI. Ke depannya, akan dibahas pula bersama seluruh kementerian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GFQbo3
February 13, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GFQbo3
via IFTTT

Friday, February 1, 2019

JPPR Kritisi Temuan Kotak Suara Rusak di Jabar

Temuan kotak suara rusak di Jabar jadi teguran bagi KPU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Muhammad Hanif, mengkritisi adanya temuan kotak suara yang rusak di sejumlah daerah di Jawa Barat. Menurut JPPR, temuan ini merupakan teguran bagi  Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah menjanjikan kotak suara terbuat dari bahan yang kuat.

"Terkait adanya temuan kotak suara yang disimpan di KPUD, tentu bagi JPPR ini menjadi catatan penting dan teguran untuk KPU.  Yang mana KPU telah menjanjikan kepada masyarakat bahwa kotak suara yang dipakai pada Pemilu 2019 terbuat dari bahan yang kuat," ujar Hanif lewat keterangan tertulisnya, Jumat (1/2).

Menurut dia, baru disimpan di gudang KPU daerah saja kotak suara sudah mengalami masalah dengan ketahanannya. JPPR khawatir jika di hari H pemungutan suara pada 17 April mendatangi kondisi kotak suara semakin tidak baik. Karena itu, JPPR berharap KPU and Bawaslu kembali melakukan pengecekan dan pengawasan

PPR berharap agar penyelenggara pemilu, khususnya KPU dan Bawaslu untuk bisa melihat dan mengawasi kembali lagi logistik kotak suara yang tersimpan di gudang disetiap daerah, agar bisa mengantisipasi jika nanti pada hari H kotak tersebut tidak mengalami kerusakan. JPPR juga meminta kepada KPU harus ada langkah atau rencana lain jika ternyata disetiap daerah terdapat kotak suara yang rusak, misalnya KPU sudah mempersiapkan kotak suara dari alumunium sebagai langkah antisipasinya, selain menggantikannya dengan kotak suara kardus yang baru.

JPPR juga mengingatkan kepada Bawaslu harus selalu mengawasi proses percetakan surat suara yang saat ini sedang berlangsung,  agar kualitas surat suara yang dipakai sesuai dengan spesifikasi. Sebab, kotak suara yang menurut KPU sudah sesuai spesifikasi saja masih ditemukan adanya kerusakan apalagi surat suara yang dicetak sampai jutaan, kemungkinan adanya surat suara yang rusakpun bisa terjadi dan tersalip.

Sebelumnya, anggota Bawaslu Provinsi Jabar, Zaki Hilmi, mengatakan temuan kotak suara yang rusak terjadi di Kota Depok dan Kabupaten Subang. Menurut Zaki, kondisi kotak suara memang tergantung gudang penyimpanannya.

"Kebetulan saya turun langsung untuk sidak di Depok. Memang kondisinya tidak sekuat waktu awal. Kondisi gudang penyimpanan sangat berpengaruh, sebab jika

gudang itu dijaga di suhu yang terjaga tidak lembab, maka kekeringanya kan terjaga dan kadar kekeringan bahan kardusnya terjaga," jelas Zaki ketika dihubungi wartawan, Kamis (31/1) malam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GfKLzN
February 01, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GfKLzN
via IFTTT

Wednesday, January 23, 2019

Ratusan Sekolah di DIY Belum Lengkapi Data PDSS

PDDS diperlukan untuk proses seleksi masuk perguruan tinggi 2019.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Ratusan sekolah di Yogyakarta belum melengkapi data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Data ini diperlukan untuk proses seleksi masuk perguruan tinggi 2019.

Finalisasi PDSS ini dilakukan sekolah setelah siswa melakukan verifikasi data. Berdasarkan data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) per 23 Januari 2019, di DIY masih terdapat 101 sekolah yang belum memasukkan data PDSS. Di Kota Yogyakarta saja ada 12 sekolah.

Selain itu, ada 13 sekolah di Kabupaten Kulonprogo, 23 di Kabupaten Sleman, 24 di Kabupaten Bantul dan 29 sekolah di Kabupaten Gunungkidul. Untuk itu, sekolah sekolah diimbau segera menyelesaikan proses tersebut.

Wakil Rektor 1 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Margana menegaskan, PDSS merupakan syarat penting agar siswa bisa ikut SNMPTN. SNMPTN merupakan tahapan pertama penerimaan mahasiswa baru.

Margana mengingatkan, jangan sampai proses pengisian PDSS itu menghambat kesempatan siswa mengakses pendaftaran SNMPTN.

"Waktu finalisasi PDSS tinggal dua hari lagi, akan berakhir Jumat 25 Januari 2019, mohon pihak sekolah segera menyelesaikan proses tersebut," kata Margana, Rabu (23/1).

Imbauan diberikan pula kepada sekolah-sekolah yang sudah memasukkan data, agar segera melakukan finalisasi sesuai jadwal yang ditentukan. Jika menemui kendala dapat menghubungi call center 0804 1 450 450 atau www.snmptn.ac.d.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FFCupe
January 23, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FFCupe
via IFTTT