Pages

Showing posts with label 2019 at 03:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:22PM. Show all posts

Wednesday, May 15, 2019

Bandara Pattimura Pasang Detektor Suhu Cegah Cacar Monyet

Penumpang di Bandara Pattimura yang demam di atas 38 derajat Celsius akan terdeteksi.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Bandara Internasional Pattimura Ambon berencana mengoperasikan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus zika sebagai penular penyakit cacar monyet (monkeypox) di Provinsi Maluku. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Meikyal Pontoh mengatakan pemasangan pendeteksi itu karena Bandara Pattimura merupakan bandara internasional atau pintu masuk internasional.

"Salah satu cara mencegahnya adalah memasang alat untuk mendeteksi suhu tubuh. Dan kalau orang yang mengidap pasti ketahuan," ujarnya, Rabu (15/5).

Dia mengatakan peralatan pendeteksi suhu tubuh akan memberi tanda penumpang yang sedang demam di atas 38 derajat Celsius. "Kalau ada penumpang yang terdeteksi suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat Celsius, demam, alat ini akan menunjukkan warna merah di gambar tubuhnya. Kita akan isolasi dan memberikan tindakan, dan dibawa ke rumah sakit rujukan yang sudah kita siapkan," kata Meikyal.

Para penumpang di kedatangan internasional dari negara yang terjangkit virus zika akan diberikan kartu khusus untuk memantau kondisi kesehatannya. Ia juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan upaya mencegah masuknya penyakit itu.

Dinkes Maluku belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian Kesehatan terkait penyebaran penyakit tersebut. "Belum ada surat resmi dari Kemenkes soal virus zika yang merupakan penular penyakit cacar monyet tersebut. Namun, kita tetap akan melakukan langkah antisipasi, jangan menunggu instruksi dari pusat," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura merilis temuan lebih dari 80 kasus virus zika melanda negara tersebut. Bahkan, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tidak bepergian ke Singapura.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LIa8P6
May 15, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LIa8P6
via IFTTT

Wednesday, May 8, 2019

Mentan Tolak Tawaran Impor Jagung Argentina

Mentan menilai Indonesia mampu untuk swasembada jagung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menolak tawaran impor jagung dari Argentina sebab Indonesia diklaim mampu swasembada jagung. Di sisi lain, Indonesia juga tidak menutup ruang bagi impor produk pertanian asal Argentina ke Indonesia.

Berdasarkan hal itu, Amran mengaku Indonesia bersedia berbagi pengalaman soal keberhasilan mencapai swasembada dalam waktu singkat melalui peningkatan produktivitas, manajemen pengairan, indeks pertanaman, dan mekanisasi kepada Argentina.

Dalam kunjungan Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti ke Kementerian Pertanian (Kementan), di Jakarta, Rabu (8/5), Amran menjabarkan sejumlah kerja sama yang akan dilakukan kedua negara. Dia menyatakan, kerja sama tersebut meliputi akses pasar produk pertanian yang diharapkan mampu memberbesar akses buah tropis, rempah, dan produk unggulan Indonesia lainnya ke pasar ekspor Argentina.

“Argentina adalah salah satu pasar nontradisional yang kita coba akses agar pertanian kita bisa menghasilkan devisa lebih besar, ini sejarah untuk kita membuka akses pasar pertanian ke Argentina,” kata dia.

Melalui Badan Karantina Pertanian, kata dia, pihaknya sudah mengajukan permohonan secara resmi untuk melakukan akses pasar komoditas pisang, nanas, manggis, dan salak ke Argentina sejak November 2017. Melalui pertemuan tersebut, Amran mengaku pihak Argentina akan segera menindaklanjuti.

Selain akses pasar, Amran juga menjabarkan bahwa Indonesia menjajaki potensi kerja sama transfer teknologi pertanian dari Argentina, di antaranya sistem penyimpanan hasil pertanian yang efisien dan ramah lingkungan (silo bag), serta teknologi penanaman tanpa olah tanah (no till farming) yang bisa memperpendek proses dan memangkas ongkos produksi.

Untuk diketahui, data BPS 2018 menyebutkan necara perdagangan hortikultura Indonesia dengan Argentina surplus 4.383 ton senilai Rp 265 miliar. Surplus tersebut berdasarkan kontribusi tingginya ekspor nanas dan turmerik ke Argentina.

"Argentina bahkan siap berinvestasi di Indonesia untuk teknologi alat mesin pertanian, seperti dryer atau alat pengering," ujar Amran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LvefOq
May 08, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LvefOq
via IFTTT

Sunday, May 5, 2019

Gandeng KPM, Republika Ajarkan Sains dengan Menyenangkan

Acara digelar untuk memberikan eksplorasi serta pengalaman sains yang menyenangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika bersama Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menggelar Fun Science and Parenting Session, pada Sabtu, (4/5) lalu. Bertempat di Kantor Republika, acara yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 3 sampai 6 ini diikuti sekitar 40 anak.

Mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB, tim KPM memberikan materi sekaligus praktik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). "Kita bagi dua sesi, sesi pertama selama 1 jam 15 menit dan sesi kedua pun 1 jam 15 menit," ujar tim KPM Febie Leona Tiffany kepada Republika.co.id, Sabtu lalu.

Ia menjelaskan, pelatihan ini digelar untuk memberikan eksplorasi serta pengalaman sains yang menyenangkan kepada para peserta. "Jadi kita memberikan berbagai praktik yang tidak mereka dapat di sekolah," katanya.

Febie melanjutkan, praktik yang dilakukan tidak susah yang penting para siswa memahami peristiwa di sekitarnya. Bahan-bahan praktik yang digunakan juga mudah ditemukan sehari-hari.

"Jadi manfaatkan yang sudah ada saja. Misalnya minyak goreng dan lainnya. Dengan praktik mereka paham kalau ini dicampur ini misalnya akan begini," tuturnya.

Seluruh peserta pun tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memperhatikan secara seksama setiap kali tim KPM menjelaskan materi. Saat praktik, anak-anak terlihat aktif pula. Semuanya melakukan sesuai tuntunan KPM.

"Seru banget acaranya. Aku jadi dapat pelajaran yang baru-baru gitu, kita bisa ngerti gampang soalnya kalau di sekolah kan belajarnya langsung gini-gini saja jadi nggak have fun," ujar salah satu peserta, Millie, saat ditemui usai Fun Science.

Siswa kelas 5 di Cikal Cilandak Primary School ini mengaku akan ikut lagi bila acara tersebut diadakan lagi. Hanya saja dirinya berharap materinya lebih banyak.

"Ini kan materinya kayak gampang gitu. Seharusnya ada buat tingkatan gitu materinya. Misal materi untuk kelas 4 terus materi untuk kelas 5 gitu," kata Millie.

Peserta lainnya Sari juga mengaku sangat menikmati Fun Science ini. Apalagi metode belajarnya serius tapi santai. "Tapi tadi aku bercanda sedikit sih," katanya sambil tertawa. Walau demikian, Sari tetap bisa menyerap materi yang diberikan.

Selain mendapat ilmu, kata dia, melalui acara ini, dirinya turut mendapat teman baru. "Aku kenalan sama Millie dan Tafuzi, cuma kalau sudah nggak ketemu dua hari suka lupa lagi," ujar murid SDIT Ummul Quro Depok.

Jika orang tuanya mengizinkan, Sari ingin kembali mengikuti Fun Science. Hanya saja dia berharap, materi matematikanya ditingkatkan lalu materi IPA dikurangi.

Pada waktu bersamaan, para orang tua yang menunggu putra-putrinya belajar, mendapat parenting session. Dengan begitu, orang tua juga bisa berbagi sekaligus mendapatkan pelajaran parenting.

"Antusiasnya bagus hari ini, meski libur jelang Ramadhan, tapi orang tua masih mau hadir. Anak-anak saat keluar kelas terlihat ceria artinya mereka puas dan nggak bosan mengikuti Fun Science," ujar pengisi materi parenting dari KPM Sutriyati pada kesempatan serupa.

Para orang tua, tambahnya, terlihat sangat semangat saat mengikuti sesi parenting. Pasalnya banyak sekali yang mengajukan pertanyaan.

Salah satu orang tua peserta Fun Science Fauza menilai, rangkaian kegiatan itu sangat positif. Anak-anak pun mendapatkan metode pengajaran berbeda. Maka dari itu, pada kegiatan selanjutnya, ia berencana mendaftarkan semua anaknya.

"Ini baru pertama kalinya ikut dan sangat bagus. Hanya saja sekarang baru anak sulung saya yang ikut, adiknya yang perempuan tidak ikut, di selanjutnya akan saya ikutkan semua," tegas ibu tiga anak tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LoD7Y6
May 05, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LoD7Y6
via IFTTT

Friday, May 3, 2019

Menhub Ungkap Alasan di Balik Sulitnya Turunkan Harga Tiket

Tarif batas atas tiket seharusnya naik mengikuti inflasi, bukan justru turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) menceritakan pandangannya di balik sulitnya menurunkan tarif tiket pesawat terbang. BKS menyebutkan, dirinya perlu berkonsultasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membujuk Garuda Indonesia, selaku pemimpin pasar, untuk menurunkan tarif tiketnya. Koordinasi soal mahalnya tarif tiket ini dilakukan antara Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. 

Meski Menhub punya wewenang untuk mengatur harga, termasuk mengubah tarif batas atas, BKS mengaku kebijakan tersebut tak sederhana untuk dibuat. Perlu diketahiui, seluruh maskapai selama ini selalu tunduk pada Peraturan Menteri Nomor PM 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, dalam menetapkan tarif tiket pesawat.

Usut punya usut, ternyata besaran tarif batas atas belum berubah sejak tiga tahun terakhir. Upaya menurunkan tarif batas atas menjadi tidak sederhana karena menurut narasi normal, perubahan tarif batas atas seharusnya malah menaikkan batasnya mengikuti laju inflasi. Artinya, bila kebijakan soal tarif batas atas diubah, seharusnya pemerintah menaikkan batasnya mengikuti inflasi bukan malah menurunkan seperti yang didesak semua pihak saat ini. Itu pun, ujar BKS, kenaikan biasanya dilakukan per dua tahun. 

"Ada dua kutub, pertama kalau dilihat dari komponennya harus naik, tetapi kalau untuk kepentingan masyarakat saya mungkin punya kewenangan.

Kan logikanya tiga tahun, kalau kita ikutin inflasi saja tentu naik, komponen juga naik. Jadi itu dasarnya. Ini kan team work tidak boleh bertindak sendiri," jelas BKS usai menghadiri rapat terbatas persiapan Ramadhan di Kantor Presiden, Jumat (3/5). 

Itulah alasan mengapa Menhub seolah menemui jalan buntu dalam berupaya mengerek turun tarif tiket pesawat. BKS sendiri lebih memilih mendesak Menteri BUMN untuk memerintahkan maskapai Garuda Indonesia memberi tarif khusus selama arus mudik Lebaran 2019. Menurutnya, intervensi atas tarif bisa dilakukan melalui pemilik saham Garuda, yakni Menteri BUMN.  

Permintaan ini menyusul tarif pesawat yang masih saja melambung tinggi sejak awal 2019 hingga kini. Mahalnya harga tiket dikhawatirkan akan mendongkrak inflasi, apalagi moda transportasi pesawat menjadi favorit pemudik selama mudik Lebaran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WhpHy8
May 03, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WhpHy8
via IFTTT

Friday, April 12, 2019

Hotel Sahid Jaya Solo Gelar Edukasi Bahaya Kanker Serviks

Selain edukasi bahaya kanker serviks digelar pula pemeriksaan papsmear gratis

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Hotel Sahid Jaya Solo menyelenggarakan edukasi bagi para perempuan mengenai bahayanya kanker serviks, Jumat (12/4). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan papsmear gratis bagi peserta.

Edukasi yang bekerja sama dengan Klinik Budi Sehat tersebut menghadirkan narasumber dokter Andi Secha. Kegiatan tersebut diikuti puluhan perempuan pemegang kartu BPJS Kesehatan di Kota Bengawan.

Andi menjelaskan perempuan paling rentan terhadap penyakit kanker serviks dan kanker payudara. Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada sela-sela di area mulut rahim. Terdapat 400 ribu kasus baru kanker serviks per tahun di dunia. Sebanyak 80 persen diderita perempuan di negara berkembang.

"Sebanyak 52 juta dari perempuan di Indonesia terancam kanker serviks. Di Indonesia, terdapat 41 kasus baru per hari atau 15 ribu per tahun di mana terdapat 20 kasus meninggal dunia," jelasnya kepada para peserta.

Kanker serviks cenderung menjangkit perempuan usia produktif seksual yakni 35 - 55 tahun. Kanker serviks terbagi menjadi beberapa stadium. Mulai dari stadium nol belum terlihat deteksi kanker. Kemudian stadium 1 mengenai di daerah sekitar mulut rahim dengan tingkat hidup 85 persen.

Stadium 2 sudah ada perambatan di bagian serviks ke arah atas di leher rahim sampai ke vagina bagian bawah dengan tingkat hidup sekitar 65 persen. Selanjutnya, stadium 3 kanker mulai naik ke rahim dan sudah mendekati vagina lebih ke bawah.

Saat sudah masuk stadium 4 biasanya sudah menyebar di organ-organ lainnya sampai kandung kemih, usus, paru-paru, dan tulang. Stadium keempat paling berat dengan tingkat kehidupan hanya tujuh persen.

Faktor risiko perempuan terkena kanker serviks antara lain, aktivitas seksual terlalu dini, usia saat menikah kurang dari 20 tahun, dan berganti pasangan seksual. Wanita yang merokok, punya sistem kekebalan tubuh lemah, sudah terkena penyakit infeksi menular seksual lainnya seperti kutil kelamin, serta ada pengidap kanker serviks dalam keluarga juga berisiko terkena penyakit ini. Penyebab dari faktor keturunan penularannya mencapai hampir 50 persen.

Andi juga menjelaskan gejala perempuan yang terkena kanker serviks. Di antaranya kaki bengkak, nyeri punggung, keluar darah ketika berhubungan seksual, keluar cairan dari vagina yang tidak normal, dan pendarahan setelah menopause. Gejala lain adalah tinja berdarah, pusing, kelelahan, muncul darah seperti menstruasi tapi di luar waktu menstruasi, pendarahan vagina, berat badan turun, nyeri perut atau menstruasi tidak teratur.

Karenanya, para perempuan diminta melakukan pencegahan agar tidak terkena kanker serviks. Pencegahan yang perlu dilakukan antara lain, menjaga kebersihan organ kewanitaan, berhubungan seks secara baik dan benar, serta tidak boleh berganti-ganti pasangan. Jangan lupa melakukan tes papsmear secara teratur serta vaksinasi HPV.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UMZiuz
April 12, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UMZiuz
via IFTTT

Monday, April 8, 2019

UIII Terima Mahasiswa Baru pada 2020

UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia ) dibangun sejak Juni 2018 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) hingga kini masih dalam proses pembangunan. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin.

Seperti diketahui, pada 5 Juni 2018 lalu Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama kompleks perguruan tinggi itu. UIII dibangun di atas lahan seluas 142,5 hektare.

Dia meneruskan, Kemenag juga sedang mempersiapkan kurikulum studi Islam. Hingga sekarang, persiapan itu sudah mencapai 99 persen alias hampir tuntas. Adanya kurikulum tersebut juga dilakukan untuk menyambut penerimaan mahasiswa baru UIII pada 2020 mendatang.

Kamaruddin mengungkapkan, UII nantinya akan membuka tujuh fakultas, yakni Kajian Islam, Ilmu Sosial Humaniora, Ekonomi Islam, Sains dan Teknologi, Pendidikan, Arsitektur, dan Seni.

Untuk tahun pertama, lanjut dia, tiga fakultas diperkirakan akan dibuka, yaitu Kajian Islam, Pendidikan dan Ilmu Sosial Humaniora. Pihaknya juga masih mendiskusikan jumlah kouta mahasiswa baru untuk pembukaan kampus ini nanti.  

"Jumlah mahasiswa sementara masih kita diskusikan berapa persisnya. Karena ini baru dan hanya pascasarjana (yang dibuka), jadi kemungkinan sistem penerimaan mahasiswanya sendiri (mandiri)," kata Kamaruddin Amin saat dihubungi Republika.co.id, Senin (8/4).

Ditanya soal sistem pendidikan yang akan diterapkan, Kamaruddin menjelaskan, UIII akan mengadopsi tradisi kesarjanaan Islam yang diterapkan di pusat-pusat studi Islam level dunia. Misalnya, di Timur Tengah dan Eropa serta Amerika. Tenaga pengajar berasal baik dari dalam maupun luar negeri.

"Tergantung kebutuhan nanti, tetapi kita berusaha mendatangkan sejumlah profesor dari luar negeri," kata dia.

Berdasarkan master plan, kawasan UIII akan diisi beragam bangunan. Mulai dari gedung fakultas, rektorat, perpustakaan, gedung serba guna, pusat olahraga, taman cagar alam, taman suaka religi, hingga rumah permanen bagi mahasiswa yang berkeluarga, karyawan, serta tenaga pengajar.

Kompleks UIII rencananya dibagi ke dalam tiga zona. Zona satu terdiri dari Gedung Rektorat, Masjid, Perpustakaan, Gedung Fakultas, Infrastruktur Kawasan, Lansekap dan Ruang Terbuka Hijau, Echo Sanctuary Park.

Zona dua merupakan kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan mahasiswa, kampus residen untuk para staf serta akademisi kampus, dan bangunan MEP. Sementara, zona tiga terdiri dari kawasan fakultas dan pusat kajian, serta Kawasan Peradaban seperti terdapat museum, pertunjukan seni dan budaya Islam, dan gedung serba guna.

Terpisah, Ketua Panitia Pembangunan UIII Prof Komaruddin Hidayat menjelaskan, mahasiswa UIII berasal dari Indonesia dan luar negeri. Pihak kampus juga akan mewajibkan mahasiswa asing untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Meski begitu, Komaruddin mengatakan, bahasa yang akan digunakan selama kegiatan belajar mengajar di UIII adalah bahasa Arab dan Inggris, sedangkan bahasa Indonesia hanya ditujukan sebagai pengenalan saja bagi mahasiswa-mahasiswa asing.

"Mahasiswanya sementara mungkin 50-50 dari luar negeri dan 50-50 dari Indonesia. Mahasiswa asing yang di sini nanti akan dikasih beasiswa, dan diwajibkan belajar bahasa Indonesia, sehingga nanti alumninya secara tidak langsung jadi duta budaya Indonesia pada negaranya masing-masing," jelas Komaruddin.

Pembangunan UIII telah direncanakan sejak dua tahun lalu, dan telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII pada tanggal 29 Juni 2016.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G9gySF
April 08, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G9gySF
via IFTTT

Monday, March 25, 2019

Mengelola Sampah

Persoalan sampah juga menjadi keresahan umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sampah menjadi permasalahan menahun yang masih saja sulit untuk diselesaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mengungkap ada 64 juta ton per tahun di Indonesia. Sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Indonesia pun di sebut sebagai negeri penyumbang sampah plastik ke laut nomor dua di dunia.

Besarnya produksi sampah menunjukkan lemahnya masyarakat kita dalam penanggulangan. Padahal, sampah juga menjadi faktor penunjang kenaikan suhu permukaan bumi karena menyumbang emisi gas rumah kaca. Panas bumi di Asia Tenggara saat ini berkisar 0,4-1 derajat Celcius.

Panas ini disebut akan meningkat antara 1,5-2 derajat Celcius pada 30 tahun mendatang. Kenaikan suhu bumi akan meningkatkan ancaman terhadap bencana kekeringan, banjir hingga tanah longsor.

Permasalahan juga menjadi keresahan umat Islam. Sebagai warga mayoritas di negeri ini, kaum Muslimin juga tidak bisa berlepas diri dari masalah lingkungan. Sampah yang kita produksi, timbun hingga membakar sungguh berlawanan dengan prinsip jika Islam adalah rahmat seluruh alam. Untuk menjawab masalah tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun me ngeluarkan fatwa bernomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JDuZSI
March 25, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JDuZSI
via IFTTT

Sunday, March 24, 2019

Spanyol Menang, Ini Reaksi Ramos, Enrique, dan Canales

Spanyol mengalahkan Norwegia 2-0 di kualifikasi Piala Eropa 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Tim Nasional Spanyol mengawali perjalanan di Grup F kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan hasil gemilang. La Roja unggul 2-1 atas Norwegia di Stadion Mestalla, Valencia, Ahad (24/3) dini hari WIB.

Kapten tuan rumah, Sergio Ramos menekankan pentingnya kemenangan ini. Setelah hasil buruk di Piala Dunia 2018 dan Liga Antar Bangsa-Bangsa Eropa, saatnya skuat Negeri Matador menatap tantangan baru.

"Kami berada di panggung baru dengan pelatih yang memiliki gaya permainan fantastis. Kami akan menjalani  pertandingan demi pertandingan. Kami lebih percaya diri dengan kemenangan ini," kata bek tengah Real Madrid, dikutip dari laman resmi UEFA.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique menilai timnya bisa saja meraih kemenangan dengan skor telak. Sebab armada La Roja memiliki 11 tembakan tepat sasaran.

Tapi pada akhirnya hanya dua gol tercipta. Enrique menyukai sikap yang ditunjukkan anak asuhnya.

"Saya senang dengan segalanya, dengan sikapnya, soal apa yang kami bicarakan dalam sepekan, peluang yang kami buat, melawan tim yang bertahan setengah lapangan. Mungkin satu-satunya kekurangan, kami tidak cukup klinis di depan gawang lawan," ujar eks juru taktik Barcelona itu.

Partai ini juga menjadi debut bagi Sergio Canales. Canales masuk pada menit ke-74, menggantikan Dani Ceballos.

Momen pentingya terasa sempurna ketika La Roja memenangkan pertandingan. Ditambah lagi, ia tampil di Mestalla. Sebelum ke Real Sociedad dan kini di Real Betis, pada 2011 hingga 2014, Canales berkostum Valencia.

"Stadion ini sangat istimewa bagi saya. Orang-orang di sini selalu memperlakukan saya dengan baik, dan saya sangat berterimakasih," ujar pesepak bola 28 tahun itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UTOqaS
March 24, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UTOqaS
via IFTTT

Friday, March 22, 2019

Pengelola Objek Wisata Harus Miliki Standar Keselamatan

Pengelola objek wisata, terutama atraksi wisata air, harus miliki standar keselamatan

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Chusmeru, mengatakan pengelola objek wisata harus memiliki standar keamanan dan keselamatan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Hal itu diperlukan terutama yang dikelola merupakan atraksi wisata air yang berisiko, seperti wisata sungai.

"Perlu standar keamanan yang yang ketat dalam mengelola atraksi wisata sungai, misalkan arung jeram," katanya di Purwokerto, Jumat.

.

Chusmeru mengimbau, jika memang cuaca tidak mendukung maka sebaiknya pengelola menutup atau menghentikan sementara kegiatan wisata sungai tersebut. Dia juga mengingatkan wisata sungai memerlukan pemandu wisata yang memiliki kualifikasi keahlian khusus dan standar prosedur operasional yang jelas terkait atraksi wisata tersebut.

"Utamanya pada saat dalam keadaan gawat karena faktor cuaca," katanya.

Selain itu, sistem komunikasi dan informasi yang baik antara pengelola dan pemandu juga harus andal. Artinya, pengelola atau pemandu harus selalu siaga berkomunikasi, mulai dari hulu sungai, di titik-titik henti, sampai ke hilir sungai.

"Sebab, arus deras sungai kadang sulit diprediksi datangnya dari hulu sungai. Bisa jadi pada saat mulai, arus sungai biasa saja, namun di tengah perjalanan tiba-tiba terjadi hujan deras di atas atau di hulu sungai," katanya.

Selain itu, Chusmeru mengatakan, wisatawan perlu dibekali informasi tentang upaya yang harus dilakukan apabila terjadi perubahan arus air.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FvwNcp
March 22, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FvwNcp
via IFTTT

Tuesday, March 12, 2019

Anak Bisa Lakukan Banyak Aktivitas di Masjid

Bagaimana merangkul anak supaya main di masjid daripada main di mall, gadget, tawuran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) meyakini anak-anak dapat melakukan bermacam aktivitas di lingkungan masjid. Hal itu mempertegas kampanye program Masjid Ramah Anak di Indonesia.

“Iya banyak aktivitas yang bisa dilakukan anak. Intinya kita merangkul kembali anak supaya main di masjid daripada dia main di mall, gadget, tawuran. Itu (masjid) untuk mencegah perkembangan itu,” kata Ketua PP DMI bidang Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak, dan Keluarga (PPMAK) Maria Ulfah Anshor kepada Republika.co.id, Selasa (12/3).

DMI baru saja meluncurkan buku Panduan Pengambangan Masjid Ramah Anak di Indonesia. Buku itu hasil kerja sama dengan kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Maria menjelaskan penerapan panduan masjid ramah anak tidak membutuhan pembangunan fasilitas tambahan. Sebab, program masjid ramah anak lebih menekankan pada mengisi perspektif masyarakat dan pengurus masjid tentang lingkungan yang nyaman bagi anak-anak. DMI sudah menyiapkan program pelatihan khusus bagi marbot untuk menyukseskan program masjid ramah anak itu.

“Yang kita isi adalah perspektifnya. Pengelolanya yang kita isi perpektifnya dengan training (pelatihan), ada penataannya dalam sistem pengelolaannya,” ujar Maria.

Dia menegaskan penerapan program itu tidak membutuhkan perombakan atau renovasi fisik masjid. Namun, memang ada ketentuan khusus terkait masjid ramah anak, seperti memiliki tangga ramah penyandang disabilitas, toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan, toilet anak, tempat wudhu anak. “Penambahan kecil untuk menyempurnakan. Kita tak ingin mengubah dan membongkar,” kata dia.

Terkait sumber daya manusia pandamping anak di masjid, Maria menyebut sudah banyak masjid yang memilikinya. Sebab, hampir semua masjid memiliki program pengajian anak, kendati waktunya terbatas.

Maria mengatakan, biasanya masjid ramai saat waktu shalat dan pengajian anak. Karena itu, sepanjang hari atau selepas shalat Subuh hingga Zuhur tak ada aktivitas. Sementara itu, selama ini banyak anak yang sekolah setengah hari. “Ini arena, ruang yang ingin kita berikan ke anak, agar mengisi aktivitas di sana,” ujar dia.

Maria mengatakan banyak aktivitas yang bisa dilakukan anak, tak hanya mengaji. Menurut dia, masjid bisa menjadi arena penguatan pada aspek sosial, keterampilan, tempat bermain edukatif. Karena itu, salah satu indikator masjid ramah anak yakni memiliki ruang bermain anak, baik dalam ruang atau luar ruang. Selain itu, ada pendamping untuk anak yang masih balita. Pun anak-anak bisa ikut shalat berjamaah dengan pendampiangan dari pengurus masjid.

Terkait program masjid ramah anak, Maria mengatakan DMI tidak menyediakan alokasi anggaran khusus. Sebab, DMI bekerja sama dengan Kemenag dalam merealisasikan program itu. Untuk program percontohan, DMI dan Kemenag menunjuk satu masjid di satu provinsi. Akan ada 10 provinsi yang menjadi proyek percontohan masjid ramah anak.

“Nominalnya untuk satu unit masjid, sebesar Rp 50 juta. Itu untuk menata, akses disabilitas, memisah toilet laki-laki dan perempuan, kloset anak, wudhu anak,” ujar Maria.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ETPnct
March 12, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ETPnct
via IFTTT

Monday, March 11, 2019

Menperin Targetkan Daur Ulang Sampah Plastik Jadi 25 Persen

Saat ini level daur ulang plastik masih 10 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menargetkan daur ulang sampah plastik dapat meningkat tahun ini. Airlangga mengatakan paling tidak daur ulang sampah plastik bisa meningkat sampai 25 persen.

Dia menjelaskan saat ini daur ulang sampah plastik masih perlu ditingkatkan. Sekarang level daur ulang plastik masih 10 persen. Nah itu bisa kita tingkatkan sampai 25 persen,” kata Airlangga usai menghadiri acara National Plastic Action Partnership di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (11/3).

Airlangga menjelaskan untuk meningkatkan daur ulang sampah plastik tersebut perlu mendorong sirkular ekonomi. Menurutnya, semakin banyak daur ulang sampah plastik akan lebih baik.

Untuk itu, Airlangga mendorong industri daur ulang agar semakin maksimal. “Beberapa industri sudah bisa menggunakan saur ulang. Daur ulang bisa digunakan tidak hanya plastik  hanya plastik, tapi kertas, baja, alumunium, semua bisa. Sekarang sampah plastik juga perlu didaur ulang,” jelas Airlangga.

Untuk itu, Airlangga menegaskan sirkular ekonomi menjadi salah satu yang didorong di dunia untuk mengurangi sampah plastik. Dia menambahkan untuk meningkatkan daur ulang sampah plastik hingga 25 persen perlu juga investasi dari pemerintah.

Dia menegaskan, pemerintah akan mendukung hakl tersebut jika industri daur ulang mau melakukannya. “Kalau kemudahan kan pemerintah udah punya banyak paket. Manfaatkan saja paket itu,” tutur Airlangga.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2u3wVJi
March 11, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2u3wVJi
via IFTTT

Tuesday, March 5, 2019

65,5 Persen Milenial Gemar Investasi di Cryptocurrency

Investor ini menetap di kota-kota kecil di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan yang bergerak di sektor cryptocurrency, Bitocto Indonesia, melakukan survei selama periode Januari-Februari 2019 guna melihat sejauh mana animo masyarakat Indonesia berinvestasi di cryptocurrency. Sebanyak 29 partisipan dari berbagai kota di Indonesia ikut ambil bagian dalam survei tersebut.  

Survei menunjukkan 65,5 persen partisipasan yang berasal dari kalangan generasi milenial gemar berinvestasi di sektor cryptocurrency. Data hampir serupa juga ditunjukkan oleh para member di Bitocto yang saat ini berjumlah lebih dari 18.000 orang. 

Sebesar 70 persen di antaranya dikuasai oleh para generasi milenial. Uniknya lagi, mereka justru menetap di kota-kota kecil di Indonesia. “Kebanyakan yang berinvestasi di sektor ini adalah anak-anak muda. Dari hasil survei, 96,6 persen partisipannya juga didominasi oleh kaum laki-laki,” ujar Founder dan CEO Bitocto Indonesia Milken Jonathan, melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa (5/3).

Angka yang cukup bervariatif justru ditunjukkan dari latar belakang para partisipan. Sebanyak 10,3 persen partisipan berasal dari kalangan pekerja lepas, 13,8 persen tidak bekerja, 24,1 persen pegawai swasta dan sisanya 51,7 persen merupakan pebisnis. 

Metode investasi dengan cara trading masih cukup diminati di Indonesia. Sebanyak 55 persen partisipan memilih metode ini. Sementara empat persen lainnya memilih metode mining, sisanya sebesar 41 persen memilih menggunakan kedua metode sekaligus. 

Partisipan meyakini bahwa investasi cryptocurrency merupakan investasi yang aman serta bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Sebanyak 96,6 persen di antaranya akan merekomendasikan investasi ini kepada para koleganya. Alasan utama partisipan berinvestasi adalah untuk menambah pendapatan dan ingin belajar memahami kompleksitas teknologi blockchain dan manfaatnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C3JIA8
March 05, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2C3JIA8
via IFTTT

Guru Honorer K2 Dapat Prioritas Khusus Seleksi PPPK

Kuota PPPK untuk guru honorer tahun ini mencapai 155 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Guru honorer kategori 2 (K2) mendapatkan prioritas khusus untuk mengikuti proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini sebagai solusi alternatif untuk menuntaskan permasalahan pengangkatan guru honorer yang terkendala usia, yakni yang berusia di atas usia 35 tahun.

Hal ini diungkapkan Mendikbud, Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/3). "Penerimaan PPPK itu diprioritaskan bagi guru berstatus K2. Itu tesnya bersifat tidak terbuka, khusus untuk guru honorer K2. Itu sampai 2023 rencana penuntasannya," kata dia.

Pemberian prioritas ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan pengangkatan guru honorer di Indonesia. Setelah 2023, penerimaan guru di jalur honorer sudah dapat dihentikan dan diganti dengan jalur guru yang bukan berstatus honorer.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjelaskan bahwa PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Pegawai PPPK mendapatkan perlakuan yang sama seperti pegawai negeri sipil, yaitu hak berupa tunjangan dan gaji sesuai dengan ketentuan PNS.

Ia menjelaskan, tahun ini Kemendikbud mendapatkan kuota sebanyak 155 ribu guru PPPK. Pada sisi lain, terdapat sebanyak 90 ribu guru honorer yang telah terdaftar untuk mengikuti proses seleksi PPPK. "Jumlah ini harus tetap mengikuti tes penerimaan untuk diseleksi masuk PPPK," ujar Muhadjir.

Para guru sekolah swasta yang berstatus guru tetap yayasan, tetap dimungkinkan untuk mengikuti uji sertifikasi. Apabila lulus, kata dia, maka mereka akan mendapatkan tunjangan profesi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbud), Supriano, mengakui belum mendapatkan data mengenai jumlah guru yang lulus seleksi. Oleh karena itu, Supriano mengimbau agar para guru honorer mengikuti proses seleksi PPPK.

Ia menjelaskan, PPPK memiliki status yang sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yaitu memiliki hak berupa gaji dan tunjangan yang sama dengan PNS. Perbedaannya, menurut Supriono, terletak pada pemberian tunjangan pensiun. "Mereka tidak ada pensiun" kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UjydLP
March 05, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UjydLP
via IFTTT

Tuesday, February 26, 2019

Gegara Salah Jual Kertas Nasi, Pemilik Toko Dibacok Pembeli

Pelaku membacok pemilik toko lantaran kesal hingga menyimpan dendam

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seorang pria di Kabupaten Indramayu nekad membacok anak dari pemilik toko di Desa/Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Penyebabnya hanya karena pelaku kesal hingga menyimpan dendam kepada korban.

Pelaku berinisial Rus (34), warga Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sedangkan korban bernama Ardes Sampurna (34), anak dari pemilik toko ‘Sampurna’ Jatibarang, Setiadi Tansil.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat korban berjaga di toko Sampurna milik orang tuanya di Jalan Mayor Dasuki Jatibarang, Sabtu (23/2) pukul 15.30 WIB. Tiba-tiba pelaku datang dan masuk ke toko dengan berpura pura membeli gula pasir.

"Saat korban mengambil gula, pelaku langsung membacok menggunakan senjata tajam jenis golok ke arah korban secara bertubi-tubi," ujar Yoris, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Indramayu, Ahad (24/2) petang.

Mendapat serangan secara tiba-tiba, korban berupaya menangkis dan melawannya. Pelaku kemudian lari keluar dari toko dan sempat dikejar oleh korban. Namun pelaku berhasil lolos.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian wajah, telinga, lengan dan jari. Korban yang bersimbah darah kemudian dilarikan ke UGD RSUD Indramayu.

Polisi kemudian melaukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap pelaku di Desa Bagjasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Ahad (24/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Di hadapan polisi, pelau mengakui telah melakukan penganiayaan dengan cara membacok korban. Adapun senjata yang digunakannya berupa sebilah golok.

"Motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dikarenakan dendam," terang Yoris.

Dendam itu bermula dari peristiwa 1,5 bulan lalu. Saat itu, pelaku membeli kertas nasi di toko milik ayah korban. Namun, kertas nasi itu tidak sesuai ukuran hingga pelaku bermaksud mengembalikannya. Namun, korban menolaknya.

Selain itu, pelaku juga mengaku pernah menukar uang dengan pecahan kecil di toko milik ayah korban. Namun, uang yang diberikan tidak sesuai dengan jumlahnya. Kedua peristiwa itu ternyata membuat pelaku kesal hingga menyimpan dendam dan menganiaya korban hingga nyaris tewas.

Pelaku pun dijerat pasal percobaan pembunuhan dan atau penganiayaan mengakibatkan luka berat. Hal itu sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 338 Yo 53 dan atau 351 KUHP. N

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GKDlWk
February 26, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GKDlWk
via IFTTT

Monday, February 25, 2019

Tjahjo Belum Terima Laporan Camat di Makassar Dukung Jokowi

Beredar video camat se-Makassar mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku belum menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), soal kepala daerah yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon (paslon) presiden. Salah satunya terkait camat se-Makassar yang mendukung paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

"Belum ada laporan, itu hak dari panwas (panitia pengawas) setempat," jawab Tjahjo singkat menanggapi hal tersebut, di The Sultan Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (25/2).
Tjahjo pun mengimbau kepada para kepala daerah di tingkat apa pun, untuk menaati peraturan kampanye dan pemilihan umum (pemilu) dari KPU atau Bawaslu. Agar tidak terjadi polemik yang dipermasalahkan sejumlah pihak di kemudian hari.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut pun yakin, para kepala daerah yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon (paslon) presiden tertentu sudah mempelajari peraturan yang ada. "Saya yakin semua kepala daerah kalau kampanye sudah mempelajari aturan-aturan yang ada dalam KPU ataupun panwas," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, beredar video yang berisi deklarasi dukungan untuk capres Jokowi. Video berdurasi 1 menit lebih itu diawali perkenalan diri seseorang bernama Syahrul Yasin Limpo, yang merupakan mantan Gubernur Sulawesi Selatan.
Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Syahrul dan para camat lalu menyatakan dukungan untuk pasangan Jokowi-Maruf.
Sementara itu, anggota Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan, para camat tidak boleh berkampanye dan mengikuti kegiatan kampanye. Ia menegaskan, pihaknya telah memproses dugaan pelangggaran oleh belasan camat di Sulawesi Selatan.
Menurut Bagja, camat merupakan aparatur sipil negara (ASN). Camat bukan merupakan pejabat yang dipilih secara politis lewat pemilu atau pilkada.
"Surat edaran Menpan RB, lihat peraturan kepegawaian, peraturan itu menyarankan ASN tak diperkenankan untuk ikut dalam kampanye, itu jelas," ujar Rahmat saat dikonfirmasi.
Bagja mengatakan, Bawaslu sudah memanggil para camat tersebut agar dimintai keterangan. Namun sampai hari ini, Bawaslu belum memutuskan apakah video tersebut, masuk dalam kategori pelanggaran pemilu. 
Namun ia mengingatkan, agar aksi-aksi serupa tak lagi terjadi di ranah ASN. Karena, aksi-aksi kampanye para ASN, dapat semakin memicu kerawanan yang tinggi menjelang pemilu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VcPbeQ
February 25, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VcPbeQ
via IFTTT

Saturday, February 23, 2019

Pesan Kapolri untuk Segenap Elemen Masyarakat Aceh

perdamaian dan keamanan merupakan modal melaksanakan pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH— Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga perdamaian serta mewujudkan keamanan dan ketertiban.

"Jaga perdamaian dan keamanan. Aceh saat ini daerah aman. Semua kegiatan nasional dan lokal sekarang ini bisa terlaksana dengan baik," kata Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian di Banda Aceh, Sabtu (23/2).

Pernyataan tersebut dikemukakan Kapolri dalam pertemuannya dengan jajaran Polda Aceh. Pertemuan turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya. 

Jenderal Polri bintang empat tersebut mengatakan, perdamaian dan keamanan merupakan modal bagi masyarakat dan pemerintah daerah di Aceh melaksanakan pembangunan.

Menurut Tito, tanpa ada perdamaian dan rasa aman, sulit bagi pemerintah di Aceh membangun provinsi di ujung barat Indonesia tersebut. Dan ini pernah dialami masyarakat Aceh saat konflik masa lalu. 

"Saat konflik, kantor pemerintahan dibangun dan dibakar, sekolah dibangun juga dibakar. Yang rugi adalah masyarakat. Sebab, infrastruktur yang dibangun tersebut untuk masyarakat," ujar dia.

Menurut Kapolri, anggaran yang banyak maupun ide brilian tidak akan berguna jika Aceh berkonflik. Sebab, apa semuanya tidak bisa dibangun karena keamanan terganggu.

Oleh karena itu, Kapolri mengajar seluruh elemen masyarakat menjaga perdamaian dan keamanan. Caranya, dengan dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Aceh.

"Perdamaian Aceh harus terus dirawat keamanan Aceh juga harus dijaga. Rasa aman ini mahal harga. Aceh aman pemerintah daerah bisa membangun untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat," tutur Tito. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U8jP9q
February 23, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U8jP9q
via IFTTT

Wednesday, February 13, 2019

Maruf Amin: Fintech tak Bertentangan dengan Ekonomi Syariah

MUI telah mengeluarkan fatwa tentang uang elektronik dan pembiayaan berbasis TI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ma'ruf Amin menegaskan, penerapan financial technology (fintech) tidak bertentangan dengan ekonomi syariah. Seperti diketahui, pesatnya perkembangan teknologi memunculkan banyak perusahaan fintech.

Ma'ruf menyebutkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang uang elektronik serta layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi. Masing-masing tertuang dalam fatwa Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 dan fatwa Nomor 117/DSN-MUI/IX/2018.

"Fatwa tersebut masuk dalam kelompok aktivitas bisnis syariah. Fatwa uang elektronik atur hubungan hukum kedua pihak yang terlibat uang elektronik dan wajib dipatuhi pada saat transaksi uang elektronik," jelas Ma'ruf.

Kemudian fatwa pembayaran berbasis teknologi mengatur terkait pembiayaan pengadaan barang, pelaku usaha, serta pihak ketiga. "Fintech ini memang terobosan baru. Contohnya Paytren, penggunanya diharap capai 10 juta hingga 2021, ini memberi manfaat luas," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan Allah menginginkan kemudahan. Maka selama membawa kemaslahatan bagi umat dan yakni berpotensi besar bagi keuangan syariah, maka fintech diperbolehkan. "Jadi tinggal cermati," katanya.

Menurutnya, pasar keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Hanya saja masih ada keterbatasan pada produknya.

Selain itu, kata dia, akses ke produk-produk syariah juga masih rendah. Dengan begitu perlu optimalisasi koordinasi pemangku kepentingan serta keselarasan dari seluruh sektor.

"Yang harus menjadi perhatian adalah masih sedikitnya regulasi yang bisa melindungi kepentingan stakeholders. Maka optimalkan potensi syariah di masing-masing sektor baik perbankan syariah maupun keuangan nonbank," jelas Ma'ruf.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SKWltu
February 13, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SKWltu
via IFTTT

Monday, February 11, 2019

Kasasi Ditolak, Harapan Korban FT Berangkat Umrah Pupus

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga terdakwa penipuan jamaah First Travel (FT) Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Siti Nuriada Hasibuan. Padahal jika kasasi diterima MA, ada harapan jamaah korban First Travel bisa berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga:

Kuasa hukum jamaah korban FT, Riesqi Rahmadiansyah mangatakan, ditolaknya pengajuan kasasi oleh MA itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri Depok yang menjatuhkan hukuman (vonis) kepada masing-masing terdakwa yakni Andhika selama 20 tahun, Anisa Hasibuan selama 18 tahun dan Siti Nuaradi 15 selama tahun penjara.

Selain menjatuhkan kurungan badan hakim pada pengadilan tingkat pertama juga memutuskan semua aset milik FT dirampaas untuk negara. "Terkait hal tersebut advokat prorakyat menyatakan bahwa hal tersebut memupus harapan jamaah untuk berangkat ke Tanah Suci atau umrah," kata Riesqi kepada Republika.co.id, Senin (11/2).

Riesqi mengatakan, jika aset sudah dirampas negara, maka tidak adalagi cara memberangkatkan jamaah melalui FT. Sekarang kata Riesqi nasib jamaah sudah jelas tidak bisa lagi diberangkatkat melalui aset FT yang sudah dirampas negara.

Karena sesuai dengan SK Menteri Kehakiman Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rutan dan Rupbasan, Rupbasan mempunyai tugas melakukan penyimpanan benda sitaan dan barang rampasan negara. Riesqi menuturkan, untuk menyelenggarakan tugas tersebut Rupbasan mempunyai fungsi melaksanakan pengadministrasian benda sitaan dan barang rampasan negara. Dengan melakukan pemeliharaan dan mutasi benda sitaan dan barang rampasan negara, melakukan pengamanan dan pengelolaan Rupbasan, melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan.

Riesqi mengatakan, adapun latar belakang mengapa di letakan di Rupbasan adalah dengan dasar Pasal 44 dan 46 KUHAP,  apabila benda yang disita dalam proses hukum dan dirampas negara maka benda tersebut akan dimusnahkan dan dirusakan agar tidak dapat dipergunakan lagi. "Tetapi dalam pasal 273 ayat 3, dalam waktu 3 bulan yang mana dalam asset tersebut penjualannya akan di serahkan ke KAS Negara," katanya.

Terkait hal tersebut dikarenakan aset dirampas, maka perjanjian perdamaian di tingkat PKPU pada Pengadilan Niaga terancam batal. FT pun akan dinyatakan pailit sehingga jamaah makin tidak menentu keberangkatannya.

"Adapun jumlah korban menurut dakwaan jaksa adalah 63 ribu jamaah. Sedangkan menurut PKPU 58 ribu jamaah, Advokat Pro Rakyat akan segera melakukan upaya hukum dalam dua hingga tiga hari ke depan," katanya.

Putusan MA yang menolak kasasi JPU dan tiga terdakwa itu Nomor Perkara 3095 K/PID.SUS/2018 dan 3096 K/PID.SUS/2018, yang menyatakan bahwa Kasasi Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan dengan Nomor Perkara 3096 K/PID.SUS/2018 serta Direktur Keuangan Mereka Siti Nuriada Hasibuan.

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RQHvwN
February 11, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RQHvwN
via IFTTT

Thursday, February 7, 2019

LSI: Jokowi-Maruf masih Unggul di Kantong Suara Muslim

Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 49,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 35,4 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait pergeseran dukungan pilpres di enam kantong suara. Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kantong suara pemilih muslim dengan angka 49,5 persen.  

"Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35,4 persen," kata Adjie di Jakarta, Kamis (7/2).

Dari total 85 persen pemilih Muslim, sebanyak 15 persen belum menentukan pilihan. Adjie menilai pertarungan capres kantong suara pemilih Muslim akan lebih ketat karena selisih keduanya tidak terlalu lebar.

"Meski unggul, Jokowi-Ma'ruf hanya unggul dengan selisih di bawah 15 persen di kantong pemilih muslim," ujarnya.

Kendati unggul, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sedikit mengalami penurunan dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Pada Agustus 2018, LSI mencatat dukungan pemilih muslim untuk Jokowi berada di angka 52,7 persen. 

Dukungan di kantong suara pemilih muslim terhadap Jokowi-Ma'ruf sempat mengalami penurunan pada September di angka 49,5 persen. Kemudian, naik menjadi 53,7 persen pada Oktober.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan kembali pada November menjadi 49 persen. Namun, tingkat keterpilihannya kembali naik di Desember pada angka 50 persen. 

Sementara itu, tren dukungan atas Prabowo-Sandiaga di kalangan pemilih Muslim justru mengalami kenaikan selama lima bulan terakhir. Pada Agustus 2018, dukungan hanya di angka 27,9 persen, kemudian merangkak naik ke angka 32,1 sebulan setelahnya. 

Pada Oktober, dukungan sempat mengalami penurunan di angka 31,7 persen, tetapi pada November melonjak hingga 35,2 persen. Dukungan kembali mengalami penurunan pada Desember di angka 33,5 persen sebelum akhirnya kembali naik di angka 35,4 persen. 

Survei dilakukan pada tanggal 18-25 Januari 2019. Survei tersebut melibatkan 1200 responden di 34 provinsi. Metode yang digunaka, yaitu multistage random sampling, dengan margin of error 2,8 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TCrvAj
February 07, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TCrvAj
via IFTTT

Sunday, January 27, 2019

Mahasiswa ITS Pecahkan Masalah Bongkar Muat Sapi di Madura

Selama ini sapi dilemparkan ke laut.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Alwi Sina Khaqiqi merancang desain dermaga apung sebagai solusi permasalahan sistem bongkar muat sapi di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura. Pelabuhan apung tersebut dirasanya perlu dikembangkan karena hingga saat ini, bongkar muat sapi di tempat itu masih menjadi polemik di masyarakat.

Alwi mengungkapkan, selama ini proses bongkar muat sapi dari Pulau Sapudi ke Kabupaten Sumenep masih dilakukan dengan cara melemparkan sapi ke laut. Hal ini lantaran kapal pengangkut sapi tidak bisa bersandar di dermaga utama.

“Padahal, Pulau Sapudi memiliki produksi sapi tertinggi nomor dua se-Jawa Timur,” kata dia melalui pesan singkatnya, Ahad (27/1).

Alwi mengatakan, pelemparan secara paksa sapi-sapi tersebut akan berakibat pada turunnya berat sapi hingga 5 kilogram. Sehingga, hal ini juga mengakibatkan harga jual sapi ketika sampai di Sumenep turun hingga 20 persen. Tak hanya itu, terkadang sapi yang dilemparkan ke laut juga tidak langsung menuju bibir pantai, melainkan malah ke tengah laut dan menyulitkan, bahkan tak jarang akhirnya ada yang mati.

Alwi menjelaskan, dermaga apung yang dirancangnya menggunakan High Density Polyethylene (HDPE). Alasannya, lebih murah jika dibandingkan dengan dermaga yang terbuat dari beton. Selain itu, dermaga ini juga memiliki nilai estetika dan proses pengerjaannya yang relatif cepat.

“Waktu pemasangan dermaga apung dengan menggunakan HDPE ini hanya sekitar 20 hari,” ujar mahasiswa angkatan 2014 ini.

Berdasarkan hasil penelitiannya, nilai kelayakan dari desain dermaga apung rancangannya yaitu sekitar 1,35. Artinya, jika nilai kelayakan di atas angka 1, maka dermaga layak untuk diimplementasikan.

baca juga: Kementan Perluas Lahan Perkebunan Kopi Arabika di Jambi

Untuk cara kerjanya sendiri, sambung Alwi, desain dermaga dengan panjang sebesar 40 meter dan lebar 1 meter ini hanya perlu disejajarkan dengan kapal pengangkut sapi tersebut. Sehingga memudahkan untuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut.

Ia juga menambahkan, dermaga apung besutannya itu nantinya mampu memuat sekitar 30 hingga 100 ekor sapi untuk setiap bongkar muat. “Beban ini disesuaikan juga dengan pengiriman sapi yang biasanya di Pelabuhan Rakyat Dungkek yang dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni tia[ hari Kamis dan Sabtu,” katanya.

Alwi menegaskan, dermaga yang dirancangnya juga sudah bisa mengantisipasi adanya ombak yang bisa mengenai dermaga apung tersebut nantinya. Untuk itu, ia menambahkan tiang pancang atau dolphin pada beberapa sudut pelabuhan. “Dolphin inilah yang nantinya akan menahan ombak agar tidak langsung mengenai dermaga,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sd12vG
January 27, 2019 at 03:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sd12vG
via IFTTT